cover
Contact Name
Firdaus Annas
Contact Email
firdaus@uinbukittinggi.ac.id
Phone
+6285263531621
Journal Mail Official
lattice.uinbukittinggi@gmail.com
Editorial Address
Rumah Jurnal UIN Bukittinggi Data Center building, 2rd floor at Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Jln Gurun Aua Kubang Putih Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam - West Sumatera - Indonesia Telp. 0752 33136 | Fax 0752 22871
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : 27986470     EISSN : 27984621     DOI : https://www.doi.org/10.30983/lattice
Core Subject : Education,
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied (e-ISSN : 2798-4621 | p-ISSN : 2798-6470) is a journal which is published by Rumah Jurnal Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukittinggi, West Sumatera Indonesia. The journal is published twice a year in June and December. Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied focused is to publish original research (qualitative research, classroom action research, development/design research are top priorities) and/or library analysis on how students learn mathematics and how mathematics is taught in primary, secondary or undergraduate level. The journal also welcomes articles that address common issues in mathematics.
Articles 111 Documents
Kemampuan Spasial Siswa Laki-Laki dan Perempuan terhadap Pemecahan Masalah Geometri Destiani, Merin; Fitri, Haida; Iswantir, Iswantir; Isnaniah, Isnaniah
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7549

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena adanya rendahnya kemampuan spasial siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai perbedaan kemampuan spasial antara siswa laki-laki dan siswa perempuan di kelas VIII.2 MTsN 3 Agam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, dan instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan spasial siswa laki-laki dan siswa perempuan keduanya berada pada kategori sedang. Rata-rata skor siswa laki-laki adalah 56, sedangkan siswa perempuan memiliki rata-rata skor 46, keduanya termasuk dalam kategori sedang. Dalam analisis unsur kemampuan spasial, siswa laki-laki menunjukkan pencapaian yang lebih tinggi dalam unsur Mental Rotation dibandingkan dengan unsur lainnya. Di sisi lain, siswa perempuan menunjukkan pencapaian yang lebih tinggi dalam unsur Spasial Orientation dibandingkan dengan unsur lainnya. Dengan demikian, hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa siswa laki-laki cenderung lebih unggul dalam kemampuan Mental Rotation, sementara siswa perempuan cenderung lebih baik dalam kemampuan Spasial Orientation.
Urgensi Pemikiran Filsafat dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Matematika Muthma'innah, M
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7553

Abstract

Until now, philosophical thinking in the world of education, especially in learning mathematics is still far from expectations, because there are still many teachers who find it difficult to philosophize when learning mathematics. The purpose of this paper is to describe the urgency of philosophical thought in improving the quality of mathematics education. This research includes library research, using descriptive analysis techniques. The data collection technique uses documentation techniques by collecting the latest nationally indexed journal articles related to the urgency of philosophical thought in improving the quality of mathematics education.  The research results show that philosophical thinking is very urgent in improving the quality of mathematics education, because philosophical thinking was born from a teacher or educational observer who is critical in improving the quality and quality of mathematics education. This can be seen when teachers carry out research in improving the quality of learning mathematics in class. As for education observers, they will use their philosophical thinking in improving the quality of mathematics education through learning methods and models that are in accordance with the curriculum of mathematics education and learning.  The impact of this research in the future for teachers and education observers is to continue to think and philosophize in improving the quality of mathematics education, in solving mathematical problems that arise in the world of education, so that the quality of mathematics education in learning is improved and more enjoyable.  Hingga saat ini, pemikiran filsafat di dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika masih jauh dari harapan, karena masih banyak guru yang merasa kesulitan dalam berfilsafat saat pembelajaran matematika. Adapun tujuan tulisan ini yaitu untuk mendeskripsikan urgensi pemikiran filsafat dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika. Penelitian ini termasuk penelitian library research, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik dokumentasi dengan mengumpulkan artikel jurnal terupdate yang terindeks nasional berkaitan urgensi pemikiran filsafat dalam meningkatkan mutu pedidikan matematika. Hasil penelitian diperoleh pemikiran filsafat sangat urgen dalam meningkatkan mutu pendidikan matematika, karena pemikiran filsafat lahir dari seorang guru maupun pemerhati pendidikan yang kritis dalam memperbaiki kualitas dan mutu pendidikan matematika. Hal ini terlihat saat guru melaksanakan penelitian dalam memperbaiki kualitas pembelajaran matematika di kelas. Adapun bagi pemerhati pendidikan akan menggunakan pemikiran filsafatnya dalam memperbaiki mutu pendidikan matematika melalui metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum pendidikan dan pembelajaran matematika. Dampak bagi penelitian ini ke depannya untuk guru dan pemerhati pendidikan yaitu agar terus berpikir dan berfilsafat dalam mmeningkatkan mutu pendidikan matematika, dalam memecahkan permasalahan matematika yang timbul di dunia pendidikan, sehingga mutu pendidikan matematika dalam pembelajaran lebih meningkat dan menyenangkan.
Hubungan Kepercayaan Diri Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMAN 1 2x11 Kayu Tanam Roza, Novia; Jumrawarsi, Jumrawarsi; Rafulta, Elfa
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7566

Abstract

This research began with the decline in mathematics learning outcomes for class X students at SMAN 1 2X11 Kayutanam. Factors that cause low student mathematics learning outcomes include internal factors, namely student self-confidence. The aim of this research is to determine the relationship between self-confidence and mathematics learning outcomes for class X students at SMAN 1 2x11 Kayutanam. The hypothesis of this research is that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X students at SMAN 1 2x11 Kayutanam. This type of research uses quantitative descriptive methods. The population in this study were class X students of SMAN 1 2x11 Kayutanam for the 2022/2023 academic year. The sampling technique in the research was taken using systematic sampling, totalling 43 class X students. The instrument used in this research was a questionnaire given to students. The analytical technique used to test the hypothesis is Pearson product-moment correlation analysis and using the t-test to determine the relationship between self-confidence and Mathematics learning outcomes for class X SMAN 1 2x11 Kayutanam students. The results of the research show that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X SMAN 1 2x11 Kayutanam studen. The results of the research show that there is a relationship between self-confidence and the Mathematics learning outcomes of class X SMAN 1 2x11 Kayutanam, whichis indicated by at tstat value of 2,663 and ttable of 1,682 at a 5% error level.Penelitian ini berawal dari menurunnya hasil pembelajaran matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Faktor yang menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa di antaranya adalah faktor internal yaitu kepercayaan diri siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Hipotesis penelitian ini terdapat hubungan antara kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif  kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam Tahun Ajaran 2022/2023. Teknik sampel dalam penelitian diambil dengan menggunakan sampling sistematis yang berjumlah 43 siswa kelas X. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini pada berupa angket yang diberikan kepada siswa. Teknik analisis yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah analisis korelasi pearson product moment dan menggunakan uji t agar dapat mengetahui hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2x11 Kayutanam. Hasil penelitian menunjukkaan adanya hubungan kepercayaan diri dengan hasil belajar Matematika siswa kelas X SMAN 1 2X11 Kayutanam yang ditunjukkan dengan nilai thitung sebesar 2,663 dan ttabel sebesar 1,682 pada taraf kesalahan 5%.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Rais, Hidayati; Ramadhani, Ramadhani
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7584

Abstract

Tujuan dari riset ini ialah untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis memakai model pembelajaran kooperatif tipe think talk write lebih baik daripada memakai pembelajaran konvensional siswa kelas XI Program IPA SMA N I Pelepat Ilir Tahun Pelajaran 2022/2023. Riset ini memakai pendekatan kuantitatif, metode eksperimen memakai riset posstest only control design. Populasi dalam riset ini ialah siswa kelas XI Program IPA SMA N I Pelepat Ilir terdiri dari lima kelas. Teknik penarikan sampel memakai Simple Random Sampling, terpilih siswa kelas XI IPA I sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA II sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal essay berjumlah 7 buah soal pada pokok bahasan limit fungsi aljabar. Analisis data yang dipakai untuk menguji hipotesis ialah uji-t (Independent Sample t-test). Dari analisis data tes akhir kelas eksperimen diperoleh mean 34,27, varians 26,280, sedangkan kelas kontrol diperoleh rata-rata 27,56, varians 71,544. Hasil uji hipotesis didapat, thitung = 3,824 dan ttabel = 1,671 atau thitung > ttabel  maka H1 diterima. Kesimpulan riset ini ialah kemampuan pemecahan masalah matematis menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write lebih baik daripada pembelajaran konvensional siswa kelas XI Program IPA SMA N I Pelepat Ilir.
Hubungan Media Sosial TikTok Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Prasetyo, Agung Dwi; Firmansyah, Dani
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7596

Abstract

Social media TikTok is a digital platform that is popular among teenagers and young people, often used as a medium for mathematical learning. TikTok is a platform for them to present short explanatory videos on various mathematical topics, facilitating creative and interactive mathematical communication. Although TikTok is generally known as a means of entertainment, its potential use in the context of mathematics education has not been widely explored. This research explores the relationship between junior high school students' interactions with TikTok as a mathematics learning medium and its impact on their mathematical communication skills. Through a quantitative approach with correlational research methods, data was collected through questionnaires and mathematical communication ability tests. Class VIII 2 was selected as a sample through a simple random sampling technique in the Bekasi area. The results of the analysis using Spearman's Rank correlation show that, although TikTok is often used as a mathematics learning medium, junior high school students' mathematical communication skills tend to be low or even insignificant.. Media sosial sosial TikTok merupakan sebuah platform digital yang terkenal di kalangan remaja dan kaum muda, seringkali digunakan sebagai media pembelajaran matematis. TikTok menjadi wadah bagi mereka untuk menyajikan video penjelasan singkat mengenai berbagai topik materi matematika, memfasilitasi komunikasi matematis yang kreatif dan interaktif. Meskipun TikTok pada umumnya dikenal sebagai sarana hiburan, potensi pemanfaatannya dalam konteks pendidikan matematika masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini difokuskan pada penyelidikan hubungan antara interaksi siswa SMP dengan TikTok sebagai media pembelajaran matematika dan dampaknya terhadap kemampuan komunikasi matematis mereka. Melalui pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian korelasional, data dikumpulkan melalui kuesioner angket dan tes kemampuan komunikasi matematis. Kelas VIII 2 dipilih sebagai sampel melalui teknik pengambilan sampel acak sederhana di sebuah daerah Bekasi. Hasil analisis menggunakan korelasi Rank Spearman menunjukkan bahwa, meskipun TikTok sering digunakan sebagai media pembelajaran matematis hubungannya dengan kemampuan komunikasi matematis siswa SMP cenderung rendah atau bahkan tidak signifikan.
Pengaruh Model Problem Based Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Anggriani, Putri; Amri, Mira Amelia; Siska, Maria Para
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7621

Abstract

The_low_mathematics_learning_outcomes_of class X1 Science students_at SMAN 1 Nan Sabaris are the background for conducting this research. The causal factor_is_that_students_are_not_actively involved_in_learning, so_students' problem-solving abilities do not develop well. One_model_that_can_be used_to_improve_students' mathematics learning outcomes is_by implementing a problem-based_learning model. This research aims to determine the effect of the problem based learning model on the mathematics learning outcomes of class XI IPA students at SMAN 1 Nan Sabaris. This study employs a pre-exsperimental approach utilizing a design that involves only a randomly assigned control group. The study population consisted af all eleventh-grade science students at SMAN a Nan Sabaris for the 2022/2023 academic year. Sampling used a purposive sampling technique, namely class XI IPA1 as the experimental class and class XI IPA2 as the control class. The learning outcomes analyzed are learning outcomes in the cognitive domain with multi-dimensional material. Based on data analysis, the average value obtained in the experimental class was 77.2857 and the average value in the control class was 66.3636, meaning that the average for the experimental class was higher than the control class. The results of the t-test analysis obtained tstat = 3.6566 and t(0.975; 66) = 1.998. The calculation results show that tstat > ttable means that H0 is rejected, so it can be concluded that there is an influence of learning using the problem-based learning model on the mathematics learning outcomes of Class X1 Science Students at SMAN 1 Nan Sabaris. ABSTRAKRendahnya pencapaian pembelajaran matematika siswa kelas X1 IPA SMAN 1 Nan Sabaris yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian ini. Faktor penyebabnya adalah partisipasi siswa rendah dalam proses belajar mengajar sehingga perkembangan keterampilan menyelesaikan masalah mereka tidak optimal. Penerapan model problem based learning merupakan satu dari metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan pencapaian pembelajaran matematika siswa. Sasaran dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar matematika siswa. kelas XI IPA SMAN 1 Nan Sabaris. Penelitian ini merupakan pra-eksperimen dengan rancangan penelitian randomized control group only design. Subjek penelitian ini mencakup semua siswa kelas XI IPA SMAN 1 Nan Sabaris tahun pelajaran 2022/2023. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling yaitu kelas XI IPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA2 sebagai kelas kontrol. Hasil belajar yang dianalisis yaitu hasil belajar pada ranah kognitif dengan materi suku banyak.Berdasarkan analisis data, rata-rata kelas ekperimen melampaui rata-rata kelas kontrol, yaitu 66,3636 pada kelas kontrol dan 77,2857 pada kelas eksperimen. Hasil analisis uji-t diperoleh thitung = 3,6566 dan t(0,975; 66) =1,998. Hasil perhitungan terlihat thitung > ttabel berarti H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran  dengan model problem based learning terhadap hasil belajar matematika Siswa Kelas X1 IPA SMAN 1 Nan Sabaris.
Kemampuan Berpikir Lateral Siswa SMP Dalam Memecahkan Soal Matematika Berbasis Masalah Saputra, Muhamad Dede Juli; Aini, Indrie Noor
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v3i2.7627

Abstract

Every human being has a variety of activities or activities carried out for their needs, one of which is thinking. By thinking humans are able to get information, remember, plan and use it in everyday life. In this study using a quantitative correlation method that aims to find the influence or relationship of lateral thinking skills of junior high school students in solving problem-based math problems and the use of this method in order to obtain precise data and be able to be tested statistically. This study uses Purposive Sampling technique because the determination and sampling have been determined by the researcher, this method is very suitable for an institution such as a school. The results of this data show that the relationship between Lateral Thinking Ability and the Ability to solve problem-based math problems of junior high school students is Very Weak, which means that there are several possibilities that affect problem-solving abilities such as the ability of other aspects of thinking or lack of data from respondents. The lateral thinking ability of junior high school students shows a moderate level and in the ability to solve problem-based math problems has a high level of ability, but the results of the correlation test of the relationship between lateral thinking ability and problem solving ability have very weak relationship results, this means that problem solving ability can be influenced by other thinking factors or lack of data.. Setiap manusia memiliki berbagai macam kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk kebutuhan hidupnya, salah satunya yaitu berfikir. Dengan berfikir manusia mampu mendapatkan informasi, mengingat, berencana dan menggunakannya pada kehidupan sehari-hari. Dalam penelitian ini menggunakan metode korelasi kuantitatif yang bertujuan untuk menemukan pengaruh atau hubungan dari kemampuan berpikir lateral siswa smp dalam memecahkan soal matematika berbasis masalah dan penggunaan metode ini agar mendapatkan data yang presisi dan mampu diuji secara statistik. Penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling karena penentuan dan pengambilan sampel sudah ditentukan oleh peneliti, metode ini sangat cocok dilakukan pada suatu lembaga contohnya seperti sekolah. Hasil data ini menunjukan bahwa hubungan Kemampuan Berpikir Lateral dengan Kemampuan memecahkan soal matematika berbasis masalah Siswa SMP yaitu Sangat Lemah yang artinya ada beberapa kemungkinan yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah seperti kemampuan aspek berpikir lainnya atau kurangnya data dari responden. Kemampuan Berpikir lateral siswa smp menunjukan pada taraf tingkat sedang dan dalam kemampuan memecahkan soal matematika berbasis masalah memiliki kemampuan tingkat tinggi namun pada hasil uji korelasi hubungan kemampuan berpikir lateral dengan kemampuan pemecahan masalah memiliki hasil hubungan sangat lemah ini berarti kemampuan pemecahan masalah dapat dipengaruhi oleh faktor berpikir yang lain atau kurangnya data korespondensi.
Tingkat Berpikir Geometri Berdasarkan Level Van Hiele Ditinjau dari Gaya Belajar Taruna D1 STPN Yuberta, Fauzi; Firmanti, Pipit
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i1.8362

Abstract

Geometry skills are an important component not only for students majoring in mathematics, but also for non-mathematics students, including students at the National Land College. This is because the science of geometry plays an important role in everyday life, such as measurement. This research is quantitative descriptive. The instrument used in this research was the VHGT test with 25 questions. The subjects in this research were 53 first semester D1 students majoring in cadastral measurement and mapping.   The research results show that the highest level of geometric thinking that can be achieved is level 3 at 7.5%. The dominant geometric thinking level of students is at level 1 at 34%, followed by level 2 at 22.6%. The percentage of students who are at level 0 and not fit is 35.9%.   Apart from that, the distribution of learning styles possessed by students is kinesthetic at 45% and is able to reach the highest level of geometric thinking, informal deduction level. Furthermore, visual was 37.7% and was able to reach the highest level of informal deduction and auditory was 5.6% which reached the highest level of thinking at the analytical level. In other words, the existence of students who are still at level 0 and not fit shows that their geometry skills still need to be improved. Kemampuan geometri menjadi komponen penting tidak hanya bagi taruna yang mengambil jurusan matematika, namun juga bagi taruna non matematika termasuk taruna di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional. Hal ini dikarenakan ilmu geometri yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari seperti pengukuran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes VHGT sebanyak 25 soal. Subjek dalam penelitian ini adalah 53 taruna D1 semester satu jurusan pengukuran dan pemetaan kadastral.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat berpikir geometri tertinggi yang mampu dicapai adalah level 3 sebanyak 7,5 %. Tingkat berpikir dominan taruna berada pada level 1 sebanyak 34 %, disusul level 2 sebanyak 22,6 %. Persentase taruna yang berada pada level 0 dan not fit sebanyak 35,9%.  Selain itu, distribusi gaya belajar yang dimiliki oleh taruna adalah kinestetik sebesar 45 % dan mampu mencapai tingkat berpikir geometri tertinggi level deduksi informal. Selanjutnya, visual sebesar 37,7 % dan mampu mencapai level tertinggi pada deduksi informal serta auditori sebesar 5,6 % yang mencapai tingkat berpikir tertinggi pada level analisis. Dengan kata lain, adanya taruna yang masih berada pada level 0 dan not fit menunjukkan bahwa kemampuan geometri masih perlu ditingkatkan.
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis Dan Kemampuan Komunikasi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi SPLDV Khoirunnisya, Rachael; Inggrid Yurike, Gabriella; Susanti, Elsa; Sari, Novita; Ilma Indra Putri, Ratu
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i1.8376

Abstract

This research aims to investigate the relationship between critical thinking skills and communication skills on junior high school students' mathematical problem solving abilities. A total of 31 class VIII students were selected through simple random sampling as research subjects. To measure each ability, a test was carried out using essay questions which were then analyzed quantitatively using correlation and multiple regression analysis. From this research, the results obtained show that both the correlation between critical thinking and problem solving abilities and communication and problem solving abilities are both in the high category. The coefficient of determination test results obtained were 0.540, which means that the contribution of critical thinking abilities and mathematical communication skills together to problem solving abilities was 54%.   Penelitian ini ingin menyelidiki hubungan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP. Sebanyak 31 siswa kelas VIII dipilih melalui simple random sampling sebagai subjek penelitian. Untuk mengukur masing-masing kemampuan dilakukan tes menggunakan soal uraian yang selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan analisis korelasi dan regresi berganda. Dari penelitian ini didapati hasil bahwa baik korelasi antara kemampuan berpikir kritis dan keterampilan menyelesaikan masalah maupun kemampuan komunikasi dan keterampilan menyelesaikan masalah sama-sama berada pada kategori tinggi. Hasil uji koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,540 yang maksudnya besarnya kontribusi kemampuan berpikir kritis dan kemampuan komunikasi matematis secara bersama-sama terhadap kemampuan pemecahan masalah yaitu sebesar  54%.
Model Volatilitas Return Index Saham Syariah Indonesia Melalui Pendekatan Bayesian Markov Switching GARCH Afnanda, Afridho; Maiyastri, Maiyastri; Devianto, Dodi
Lattice Journal : Journal of Mathematics Education and Applied Vol. 4 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/lattice.v4i1.8381

Abstract

Volatility is an important aspect of financial analysis that plays a crucial role in risk management and investment decision making. Modeling the volatility of financial asset prices is challenging due to its dynamic and complex nature. One approach used to address this problem is the GARCH model. In volatility problems, there is a tendency for structural changes in more complex data so that the GARCH model cannot be used, to overcome this, the Markov Switching GARCH (MS-GARCH) model is used to overcome the problem of changing the data structure. Furthermore, the Bayesian model is also used in combination with the MS-GARCH model to overcome the small sample size. This research uses Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) return data from January 1, 2023 to December 31, 2023. From the comparison of the Akaike Information Criterion (AIC) and Bayesian Information Criterion (BIC) values to see the best model for forecasting ISSI data, the best model in forecasting ISSI data is the Bayesian MS-GARCH model with the smallest AIC value of -252.544 and BIC value of -237.0894, compared to the MS-GARCH model the AIC value is smaller than the Bayesian MS-GARCH model of -251.1048 and its BIC is -235.6502.   Volatilitas merupakah salah satu aspek penting dalam analisis keuangan yang memainkan peran krusial dalam manajemen resiko dan pengambilan keputusan investasi. Pemodelan volatilitas harga aset keuangan menjadi suatu tantangan karena sifatnya yang dinamis dan kompleks. Salah satu pendekatan yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah model GARCH. Pada masalah volatilitas kecenderungan terjadinya perubahan struktur pada data yang lebih kompleks sehingga tidak bisa digunakan model GARCH, untuk mengatasi hal ini digunakan model Markov Switching GARCH (MS-GARCH) untuk mengatasi masalah perubahan struktur data. Selanjutnya digunakan juga model Bayesian yang dikombinasikan dengan model MS-GARCH untuk mengatasi jumlah sampel yang kecil. Penelitian ini menggunakan data return Index Saham Syariah Indonesia (ISSI) dari tanggal 1 Januari 2023 hingga 31 Desember 2023. Dari hasil perbandingan nilai Akaike Information Criterion (AIC) dan Bayesian Information Criterion (BIC) melihat model terbaik untuk meramalkan data ISSI, diperoleh model terbaik dalam meramalkan data ISSI adalah model Bayesian MS-GARCH dengan nilai AIC yang terkecil yaitu sebesar -252,544 dan nilai BIC yaitu -237.0894, dibandingkan pada model MS-GARCH nilai AICnya lebih kecil dibandingkan model Bayesian MS-GARCH sebesar -251,1048 dan BIC nya sebesar -235.6502.

Page 9 of 12 | Total Record : 111