cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan kognitif bayi usia 3-24 bulan di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat tahun 2019 Priska Amanda Kalew; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9747

Abstract

Perkembangan kognitif anak salah satunya dapat ditunjang dengan pemberian ASI eksklusif. ASI mengandung asam lemak Arachidonic acid (AA) dan Docosehaxaenoic acid (DHA) yang dibutuhkan untuk perkembangan otak. Tujuan studi ini untuk mengetahui gambaran perkembangan kognitif pada bayi usia 3-24 bulan di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat yang mendapatkan ASI eksklusif dan yang tidak mendapatkan ASI eksklusif serta mengetahui hubungan anatara pemberian ASI eksklusif terhadap perkembangan kognitif pada bayi usia 3-24 bulan. Studi analitik observasional dengan desain cross-sectional ini dilakukan pada 109 nayi usia 3-24 bulan yang dipilih dengan teknik non probability sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara berdasarkan kuesioner dan formulir Denver Developmental Screening Test (DDST) yang berisi pertanyaan mengenai identitas pasien, riwayat pemberian ASI eksklusif, interaksi ibu dan anak serta pertanyaan seputar perkembangan anak dalam aspek bahasa, sosial kemandirian, motorik halus dan motorik kasar. Dari 109 responden terdapat 70 anak mendapatkan ASI eksklusif dan 39 anak tidak mendapatkan ASI eksklusif. Hasil studi mendapatkan 12,8% anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki perkembanghan kognitif abnormal. Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan bermakna antara pemberian ASI eksklusif dengan perkembangan kognitif anak dengan nilai p= 0,110  pada uji Fisher’s Exact Test dan rasio prevalens 3,824 yang berarti responden yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki prevalensi 3,824 kali lebih tinggi untuk mengalami perkembangan kognitif yang abnormal dibandingkan yang mendapat ASI eksklusif. Kesimpulan dari studi ini adalah pemberian ASI eksklusif tidak bermakna secara statistik tetapi bermakna secara epidemiologi dalam mempengaruhi perkembangan kognitif anak usia 3-24 bulan di Puskesmas Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat.
Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Desa Cadas Puskesmas Telagasari Karawang Rika Sukma Pratiwi; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9748

Abstract

ASI (air susu ibu) eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). ASI dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Di kabupaten Karawang capaian ASI eksklusif masih rendah termasuk di Puskesmas Telagasari 72,31% dari target 80%. Banyaknya ibu bekerja di Kabupaten Karawang menjadi kendala terhadap kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Desa Cadas Puskesmas Telagasari Karawang. Studi menggunakan metode analitik cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 130 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil studi menunjukan bahwa dari 130 responden didapatkan sebanyak 67(51,5%) responden memberikan ASI eksklusif, 87 (66,9%) responden berpengetahuan baik dan 67 (51,5%) responden bersikap baik. Pada analisis Chi-Squre didapatkan nilai p <0,004 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai PR 1,87. Sedangkan pada sikap diperoleh nilai p <0,036 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu yang bekerja dengan nilai PR 1,48. Pada uji tersebut didapatkan pula hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap pemberian ASI eksklusif, dengan nilai p <0,035 dan PR 1,59.
Hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Pertiwi Bandung Sidik Firmansyah; Noer Saelan Tadjudin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9749

Abstract

Dukungan keluarga sangat penting bagi lansia karena lansia akan merasa tenang, bahagia, merasa berguna merasa dihargai. Beberapa kendala yang dialami oleh lansia sering kali disebabkan karena kurangnya perhatian dari pihak keluarga. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan depresi pada lansia di Panti Sosial Trena Wreda Budi Pertiwi Bandung. Desain studi yang digunakan adalah cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 43 orang dengan rentang usia 60-74 tahun. Cara pengumpulan data adalah dengan wawancara menggunakan kuesioner geriatric depression scale (GDS). Hasil data diolah dengan menggunakan program statistik. Jumlah subjek yang mendapatkan dukungan keluarga yang baik adalah 23 (53,5%) subyek. Gambaran tingkat depresi lansia adalah normal sebanyak 25 (58,1%) subyek, depresi ringan sampai sedang 18 (41,9%) subyek. Tidak ditemukan subjek dengan depresi berat pada studi ini. Dengan uji statistik pearson chi-square didapat p = 0,001 yang berarti terdapat hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengan depresi pada lansia. Dari penelitian ini diharapkan agar keluarga meningkatkan dukungan keluarga sehingga masalah depresi pada lansia dapat ditangani.
Hubungan penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit sehat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sopaka Udakadharma; Linda Budiarso
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9751

Abstract

Hubungan penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit sehat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Sopaka Udakadharma1, Linda Budiarso2,* 1 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia2 Bagian Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara, Jakarta, Indonesia*korespondensi email: lindab@fk.untar.ac.id ABSTRAK Candida sp. tumbuh dan berkembang baik pada keadaan yang hangat dan lembab. Penggunaan kaos kaki, terutama kaos kaki polyester yang menggunakan bahan tidak mudah menyerap keringat merupakan salah satu faktor predisposisi tumbuhnya jamur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kaos kaki terhadap pertumbuhan jamur Candida sp. pada kulit kaki sehat mahasiswa Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan analisa chi square. Cara pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling pada 62 responden yang terdiri dari 35 orang yang memakai kaos kaki dan 27 orang yang tidak memakai kaos kaki. Sampel diambil dengan cara mengusap lidi kapas steril yang telah dibasahi dengan NaCl 0.9% steril di sela-sela jari kedua kaki, kemudian dibiak pada media sabouraud dextrose agar. Setelah itu koloni yang diperiksa secara makroskopik dan mikroskopik dengan mikroskop cahaya. Pada penelitian ini didapatkan hasil positif berupa tumbuhnya koloni jamur Candida sp. pada 12 sampel (19.4%) dimana 7 (11.3%) diantaranya merupakan pengguna kaos kaki. Tidak ada hubungan yang bermakna antara penggunaan kaos kaki dengan pertumbuhan jamur Candida sp. (p value = 1.00). Meskipun secara statistik tidak ditemukan adanya hubungan penggunaan kaos kaki terhadap tumbuhnya jamur Candida sp., tetapi dengan ditemukannya Candida sp. pada sela jari kaki sehat merupakan peringatan bagi mahasiswa untuk selalu menjaga kebershian kaki.
Hubungan mendengarkan musik klasik dalam menurunkan tekanan darah tinggi pada lansia di Panti Sosial Tresna Wreda Budi Mulia 3 Jakarta Selatan Stevania Nugralia Thielmanuela Izaak; Alya Dwiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9752

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian tersering dan dapat ditemukan tanpa gejala sampai perkembangan lanjut. Penanganan hipertensi berupa terapi non-farmakologis (pengaturan diet, penurunan berat badan) dan terapi farmakologis (obat anti hipertensi). Salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah terapi musik klasik. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah terapi musik klasik dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Metode yang digunakan adalah studi analitik yang dilakukan secara eksperimental. Studi dilakukan terhadap lansia usia 60 tahun keatas di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang lansia dengan pre-hipertensi, hipertensi derajat I dan hipertensi derajat II yang diambil dengan teknik konsekutif. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 21 orang kelompok yang mendengarkan musik klasik dan 21 orang kelompok tidak mendengarkan musik klasik (kelompok kontrol). Berdasarkan hasil pstudi dengan uji Wilcoxon disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah yang bermakna secara statistik pada kelompok yang mendengarkan musik klasik (p=0.005), dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kelompok yang tidak mendengarkan musik klasik secara statistik (p=0.18).
Pengaruh kopi terhadap tekanan darah dan denyut nadi mahasiswa Universitas Tarumanagara Vincent Vandestyo Chandra; Susilodinata Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9753

Abstract

Tekanan darah dan pengendaliannya sangat penting diperhatikan terutama sejak usia muda. Salah satu faktor eksterna yang berperan meningkatkan tekanan darah adalah konsumsi kafein. Pemberian kafein sebanyak 300 mg dapat meningkatkan tekanan darah sistolik 5-15 mmHg dan diastolik 5-10 mmHg dalam waktu 15 menit. Americano adalah salah satu jenis kopi yang sering dikonsumsi mahasiswa Universitas Tarumanagara dengan kandungan kafein tinggi yang diduga berperan meningkatkan tekanan darah pada usia dewasa muda. Tujuan studi ini adalah melihat pengaruh konsumsi kopi terhadap kenaikan tekanan darah dan denyut nadi pada mahasiswa Universitas Tarumanagara. Studi ini merupakan studi analitik komparatif dengan metode potong lintang dengan jumlah sampel 96 responden. Pengukuran tekanan darah dan nadi dilakukan sebelum dan setelah responden mengonsumsi kopi Americano 100 mL. Hasil pengukuran dilakukan analisis statistik dengan uji T berpasangan dan Wilcoxon. Setelah intervensi, dari 96 responden, 78 (81,25%) responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik, 73 (76,04%) responden mengalami peningkatan tekanan darah diastolik, 72 (75%) responden mengalami peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik, dan 79 (82,3%) responden mengalami peningkatan frekuensi nadi. Peningkatan darah sistolik, diastolik, dan nadi bermakna secara statistik (p < 0,0001) namun tidak bermakna secara epidemiologi (berturut-turut Z = -7,002, -6,996, -9,536). Konsumsi kopi meningkatkan tekanan darah sistolik, diastolik, serta frekuensi nadi dan bermakna secara statistik.
Polifarmasi pada lansia di Panti Wreda: Fokus pada penggunaan obat kardiovaskular Celline Angel Sinaja; Shirly Gunawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9755

Abstract

Polifarmasi merupakan pemberian lebih besar atau sama dengan 5 jenis obat dan sering dijumpai pada populasi lansia.Proses penuaan yang melibatkan penurunan proses metabolisme dan ekskresi obat, serta peningkatan jumlah komorbiditas penyakit kronis mendorong terjadinya polifarmasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran polifarmasi pada lansia dengan fokus pada penggunaan obat-obat kardiovaskular. Studi ini merupakan studi deskriptif potong lintang dengan sampel studi berjumlah 106 orang lansia penghuni Panti Wreda Ria Pembangunan Cibubur dan Panti Wreda Hana Pamulang. Pengambilan subyek menggunakan teknik simple random sampling. Data studi berupa diagnosis penyakit dan obat-obatan diperoleh melalui rekam medis. Hasil studi menunjukkan sebanyak 55 (51,89%) lansia di panti wreda mengalami polifarmasi dimana obat yang paling sering dikonsumsi adalah obat kardiovaskular sebanyak 32,63%. Ketepatan indikasi penggunaan obat kardiovaskular sebanyak 93,18% dengan ketepatan dosis pemberian obat kardiovaskular mencapai 86,36%. Angka kejadian interaksi obat kardiovaskular yang ditemukan pada lansia di panti wreda sebanyak 11,36%. Efek samping obat kardiovaskular yang terjadi pada lansia di panti wreda sebanyak 7 lansia dari 88 lansia yang meminum obat kardiovaskular, yaitu berupa edem tungkai, konstipasi, BAB hitam, dan bradikardi.
Cover TMJ Vol. 3 No. 1 Clement Drew
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara mengenai scabies periode Oktober-Desember 2020 Beatrice Elizabeth Elena; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11738

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit infeksi pada manusia yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Skabies ditemukan kosmopolit, terutama di negara-negara tropis dan daerah dengan tingkat kemiskinan dan kepadatan penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Skabies menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit terbanyak menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2008. Masih sedikit penelitian yang dilakukan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran mengenai skabies. Penting untuk mengetahui seberapa jauh para calon dokter paham akan penyakit tersebut yang endemis di Indonesia. Studi deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap dan  perilaku mahasiswa mengenai skabies. Metode studi adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden yang diambil secara consecutive sampling. Hasil yang didapatkan yaitu karakteristik responden terbanyak adalah perempuan sebesar 69,0%. Tingkat pengetahuan mahasiswa didapatkan dengan kategori baik sebanyak 26,2%, kategori cukup sebanyak 70,6%, kategori kurang sebesar 3,2%. Sikap mahasiswa didapatkan sikap dengan kategori baik sebanyak 98,4% dan kategori cukup sebanyak 1,6%. Perilaku mahasiswa didapatkan dengan kategori baik sebanyak 84,1% dan kategori cukup sebanyak 15,9%. Sebagian besar responden yaitu 69,0% memiliki tingkat pengetahuan cukup serta sikap yang baik dan sebanyak 57,9% responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan perilaku yang baik. Kesimpulan yang didapatkan dari studi ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017 memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sikap yang baik dan perilaku yang baik mengenai skabies. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa dengan tingkat pengetahuan yang bervariasi, mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang baik mengenai skabies.
Pengaruh sleep hygiene terhadap durasi tidur anak kelas 1-6 di SD X Jakarta Barat Bernice Helsa Kurniawati; Herwanto Herwanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11739

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan mendasar manusia untuk pertumbuhan dan perkembangan dengan kebutuhan yang berbeda tergantung usia. Sleep hygiene merupakan rangkaian rekomendasi perilaku dan kondisi lingkungan yang mendukung dan memelihara durasi tidur sesuai rekomendasi yang meliputi waktu pergi tidur dan bangun yang teratur, rutinitas sebelum tidur, bebas dari elektronik serta menghindari minum kafein mendekati jam tidur. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh antara sleep hygiene terhadap durasi tidur anak SD kelas 1-6 di SD X, Jakarta Barat. Studi dengan desain potong-lintang terhadap 90 responden. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Hasil studi menunjukkan karakteristik sleep hygiene pada penelitian ini yaitu terdapat paling banyak jadwal tidur teratur sebanyak 72 (80%) anak, tidur siang> 30 menit sebanyak 50 (55.6%) anak, minum minuman berkafein <1 kali per minggu sebanyak 47 (52.2%) anak, tidak pernah beraktivitas sebelum tidur sebanyak 31 (33.4%) anak, bermain smartphone sebelum tidur  3-5 kali per minggu sebanyak 28 (31.1%) anak, menonton televisi (TV)/film setiap hari sebelum tidur sebanyak 22 (24.4%) anak, bermain games sebelum tidur 1-2 kali per minggu sebanyak 30 (33.3%) anak, tidak pernah tidur dengan lampu menyala sebanyak 67 (74.4%) anak. Mayoritas memiliki durasi tidur 8-9 jam (41.1%). Komponen sleep hygiene yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap durasi tidur yaitu tidur siang dan menonton TV/film sebelum tidur (p<0.05).