cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Kemampuan manajemen waktu mahasiswa tahap profesi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Carine Nadia Hanafi; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11740

Abstract

Kemampuan manajemen waktu penting bagi mahasiswa untuk melakukan perencanaan belajar, memrioritaskan pekerjaan yang lebih penting dan persiapan ujian. Mahasiswa kedokteran tahap profesi memiliki kegiatan yang sangat padat dan lebih rentan terhadap ketidakteraturan waktu. Namun studi tentang kemampuan manajemen waktu pada mahasiswa kedokteran tahap profesi masih sangat sulit ditemukan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan manajemen waktu dan gambarannya berdasarkan faktor-faktor yang berpengaruh pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan metode potong lintang pada 112 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi yang sudah menyelesaikan semua mata kepaniteraan. Kemampuan manajemen waktu dinilai menggunakan kuesioner skala manajemen waktu yang telah divalidasi dalam Bahasa Indonesia. Kemampuan manajemen waktu responden terbagi dalam tiga kategori,  21 orang (18,8%) tergolong kategori tinggi, 89 orang (79.5%) kategori sedang dan 2 orang (1,8%) termasuk dalam kategori rendah. Mahasiswa berjenis kelamin perempuan dan yang memiliki motivasi diri dalam pembelajaran cenderung menunjukkan manajemen waktu yang lebih tinggi. Mayoritas mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara tahap profesi memiliki kemampuan manajemen waktu sedang.
Perbandingan aktivitas antioksidan berbagai minuman ekstrak buah-buahan dalam kemasan Cipta Mahendra; Ayly Margaret; Evelyn Loanda
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11741

Abstract

Minuman ekstrak buah-buahan dalam kemasan merupakan salah satu jenis minuman populer di kalangan masyarakat. Berbagai jenis merek minuman tersebut sudah beredar luas. Dalam berbagai promosi iklannya, minuman ekstrak buah-buahan sering diklaim mengandung antioksidan. Diperlukan metode uji antioksidan untuk melihat aktivitas antioksidan dalam minuman-minuman tersebut. Studi bersifat eksperimen in-vitro. Sampel studi adalah empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek. Keempat kemasan tersebut diuji dengan metode uji antioksidan spektrofotometrik DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), yang dilakukan pada panjang gelombang 517 nm sehingga didapatkan nilai persen free radical scavenging activity (% FRSA) sebagai nilai acuan untuk melihat aktivitas antioksidan. Analisis dilakukan secara statistik dengan uji one-way ANOVA pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis percobaan menunjukkan dua di antara keempat kemasan memiliki aktivitas antioksidan, yang ditunjukkan dengan nilai rerata % FRSA positif yaitu 73,71% dan 67,62%. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan, yang terlihat dari nilai rerata % FRSA negatif yaitu -24,76% dan -44,57%. Hasil tersebut ternyata menunjukkan ekstrak buah-buahan dalam kemasan tidak selalu mengandung aktivitas antioksidan karena ada pengaruh berbagai zat lain di dalam kemasan tersebut. Dua dari empat kemasan minuman ekstrak buah-buahan berbeda merek memiliki aktivitas antioksidan. Dua kemasan lainnya tidak memiliki aktivitas antioksidan.
Gejala dan komorbid yang memengaruhi mortalitas pasien positif COVID-19 di Jakarta Timur, Maret-September 2020 Clement Drew; Asri C Adisasmita
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11742

Abstract

Penyakit oleh virus SARS-CoV2 yang menyerang sistem pernapasan telah menjadi pandemi sejak Februari 2020 dan di Indonesia sejak Maret 2020. Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko yang meningkatkan risiko mortalitas dalam kasus ini. Studi analitik dengan desain kohort retrospektif dari data penelusuran epidemiologis oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di Jakarta Timur sejak bulan Maret - September 2020. Dari total data yang didapatkan (8393 sampel), terdapat 212 (2.53%) orang yang meninggal. Analisis data multivariat dengan regresi logistik menemukan bahwa jenis kelamin laki-laki meningkatkan RR mortalitas sebesar 2.15 (95% IK: 1.47-3.14), usia ?60 tahun sebesar 4.49 (95% IK: 3.05-6.63), adanya gejala saluran pernapasan sebesar 2.17 (95% IK: 1.26-3.72), adanya gejala luar saluran pernapasan sebesar 2.47 (95% IK: 1.43-4.29), riwayat hipertensi sebesar 2.45 (95% IK: 1.46-4.10) dan riwayat gagal ginjal kronik sebesar 3.33 (95% IK: 1.27 - 8.68). Dari hasil studi ini dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, usia, gejala saluran pernapasan, gejala luar saluran pernapasan, riwayat hipertensi dan gagal ginjal kronik meningkatkan risiko mortalitas pasien positif COVID-19 di Jakarta Timur.
Pengaruh mendengarkan musik saat membaca dengan daya ingat mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Darren Christopher; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11743

Abstract

Daya ingat adalah kemampuan otak untuk menyimpan berbagai hal yang dilihat atau didengar   dan   menarik   kembali   informasi   yang   sudah   disimpan.   Mahasiswa kedokteran dituntut untuk memiliki daya ingat yang baik sehingga mampu mengingat kembali semua  materi yang  sudah dipelajarinya  untuk  menjadi dokter  yang  baik nantinya.  Peningkatan  daya  ingat  dapat  dilakukan  dengan  berbagai  cara, salah satunya melalui musik. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh musik terhadap daya ingat saat membaca suatu artikel. Studi dilakukan terhadap 40 mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan desain eksperimental. Subjek dibagi menjadi kelompok mendengarkan musik (n = 20) dan tidak  mendengarkan  musik (n = 20).  Daya  ingat  dinilai dengan tes pilihan berganda  yang materinya berasal dari artikel yang diberikan. Pada kelompok mendengarkan musik, daya  ingat  kategori baik  yang  paling  banyak  didapatkan (60%),  sedangkan pada kelompok tidak mendengarkan musik, daya ingat kategori sedang yang paling banyak didapatkan (45%). Pada penelitian  ini tidak  ditemukan adanya pengaruh  statistik yang bermakna musik terhadap daya ingat saat membaca artikel (nilai p = 0,24). Meningkatkan daya ingat dengan mendengarkan musik perlu dipertimbangkan lebih lanjut, karena tidak semua mahasiswa memiliki gaya belajar auditori. 
Gambaran jenis anemia ibu hamil multipara di RS Citra Medika Sidoarjo periode 2016-2020 Eunike Alicia Valentina; Marina Ludong
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11744

Abstract

Di Indonesia prevalensi anemia ibu hamil terus meningkat hingga mencapai 48,9% pada tahun 2018. Anemia ibu hamil berkaitan dengan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Kabupaten Mojokerto adalah daerah dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi dan Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu daerah dengan cakupan layanan komplikasi kebidanan terendah di Jawa Timur. Semakin sering seseorang hamil dan melahirkan, semakin rendah cadangan zat besi dalam tubuhnya dan semakin besar resiko untuk menderita anemia yang lebih berat pada kehamilan berikutnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia dan kadar Hb ibu hamil multipara agar dapat menurunkan angka kejadian kehamilan beresiko di Indonesia pada masa mendatang. Studi deskriptif ini dilakukan di RS Citra Medika Sidoarjo dengan menggunakan 50 data rekam medis ibu hamil multipara yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa 52% dari 50 responden menderita anemia dan nilai rerata kadar Hb responden berada di bawah nilai normal (10,8 g/dl). Nilai rerata kadar Hb semakin menurun seiring meningkatnya jumlah paritas ibu, yaitu sebesar 10,81 g/dl pada kelompok paritas 2; 10,76 g/dl pada kelompok paritas 3; dan 10,17 g/dl pada kelompok paritas 4. Pada 26 responden ibu hamil multipara dengan anemia, mayoritas menderita anemia derajat sedang (50%) dan anemia mikrositik hipokrom (53,8%). Nilai rerata Indeks Eritrosit berada di bawah normal dengan nilai rerata MCV sebesar 79,86 fL, MCH sebesar 26,39 pg, dan MCHC sebesar 33,03 g/dl.
Pemenuhan persyaratan kandungan kalsium pada label produk formula bayi 0-12 bulan Gabriella Evelyn Kamolie; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11745

Abstract

Kalsium merupakan salah satu mikronutrien yang sangat dibutuhkan oleh tubuh sejak bayi hingga dewasa. Namun belum diketahui apakah produk formula bayi yang beredar sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Tujuan studi ini adalah untuk memastikan bahwa semua produk formula bayi sudah memenuhi persyaratan kandungan kalsium sehingga dapat menurunkan angka kejadian stunting di Indonesia. Studi ini merupakan studi deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel studi sebanyak 16 sampel yang berupa produk formula bayi 0-6 bulan dan formula lanjutan 6-12 bulan. Tehnik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan studi dilakukan di Jakarta Barat pada Desember 2019 sampai Januari 2020. Cara pengumpulan data dengan mengambil informasi yang tertera di label pangan pada produk formula bayi selanjutnya hasilnya diolah menggunakan program komputer. Hasil studi didapatkan bahwa dari 9 sampel produk formula bayi 0-6 bulan, semua sampel (100%) sudah memenuhi persyaratan kandungan kalsium, fosfor dan rasio Ca:PO4 sesuai dengan peraturan yang berlaku sedangkan pada produk formula lanjutan 6-12 bulan masih ada 2 dari 7 (29%) sampel yang belum memenuhi persyaratan yang berlaku.
Hubungan kerja shift dengan tekanan darah: Systematic review Gani Mubarak Susanto; Zainal Musthafa; Sri Wahyuningsih; Yanti Harjono; Citra Ayu Aprilia
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11746

Abstract

Hipertensi berada di peringkat pertama sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Terdapat peningkatan prevalensi hipertensi di Indonesia dari 25.8% di tahun 2013 meningkat menjadi 34.1% di tahun 2018. Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering muncul pada pekerja shift. Jadwal yang tidak tetap seperti perubahan shift dapat mempengaruhi irama sirkadian sesorang dan dapat menyebabkan tekanan darah terganggu. Studi ini adalah systematic review dilakukan pada pusat data PUBMED dan BMC. Kata kunci yang digunakan "shift work" AND "blood pressure". Hasil studi didapatkan 7 artikel yang dimasukan dalam penelitian. Lima dari tujuh artikel menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan tekanan darah. Pekerja shift lebih rentan untuk mengalami penyakit kardiovaskular seperti hipertensi karena adanya gangguan pada irama sirkadian yang disebabkan oleh jadwal kerja yang tidak teratur. Semakin perlahan rotasi shift dilakukan semakin kecil efek merugikan pada durasi tidur. Kerja shift juga secara tidak langsung meningkatkan konsumsi makanan kaya karbohidrat dan perubahan profil lipid utamanya kadar trigliserida, menyebabkan obesitas dan peningkatan gula darah. Pada studi ini dapat disimpulkan terdapat hubungan antara shift kerja dengan tekanan darah, yaitu shift kerja cenderung untuk menaikan tekanan darah. Mekanisme yang mendasari hal ini beragam tapi seluruhnya memiliki akar yang sama yaitu terganggunya irama sirkadian karena jadwal kerja yang berubah-ubah pada kerja shift.
Hubungan rasio asupan natrium berbanding kalium dengan penyakit hipertensi pada lansia Gautami Gautami; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11747

Abstract

Prevalensi hipertensi di Indonesia masih tinggi. Perbandingan asupan natrium dengan kalium yaitu 1:1 yang telah disesuaikan dengan angka kecukupan gizi dianjurkan untuk mempertahankan tekanan darah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasio asupan natrium:kalium dengan kejadian hipertensi pada lansia di  Panti Werdha SS. Studi ini bersifat deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Subjek adalah lansia yang tinggal di  Panti Werdha SS sejumlah 66 orang. Pengumpulan data dengan wawancara langsung menggunakan kuisioner mengenai karakteristik umum subjek, riwayat hipertensi dan riwayat makanan yang dikonsumsi. Pengukuran jumlah makanan yang dimakan termasuk rasio asupan natrium:kalium diperoleh dengan menggunakan metode weighed food record dan aplikasi nutrisurvey. Tekanan darah subjek diukur menggunakan sphygmomanometer air raksa. Rasio natrium:kalium didapatkan dengan membagi rata-rata asupan natrium sebesar 1942,43 mg (84,82 mol) dengan rata-rata asupan kalium sebesar 2767,33 mg (70,78 mol) sehingga didapatkan rasio natrium:kalum sebesar 1,19:1. Rasio ini lebih tinggi dibandingkan dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO). Hasil studi menunjukkan 42 subjek penelitian (63,7%) mengalami hipertensi dengan rasio natrium:kalium yang tinggi, 18 subjek (27,3%) tidak mengalami hipertensi dengan rasio natrium:kalium yang tinggi, 5 subjek (7,5%) tidak mengalami hipertensi dengan natrium:kalium yang baik, dan 1 subjek mengalami hipertensi dengan rasio natrium:kalium yang baik. Hasil uji Fisher-Exact didapatkan P-value 0,017 dan risiko relatif (RR) 4,2 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara rasio asupan natrium:kalium dengan kejadian hipertensi pada lansia. Kesimpulan dari studi ini didapatkan bahwa rasio natrium:kalium memegang peranan penting dalam terjadinya hipertensi sehingga dapat digunakan sebagai petanda terjadi hipertensi.
Prevalensi dan faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya binge eating disorder pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 Ivany Lestari Goutama; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11748

Abstract

Berdasarkan National Eating Disorders Collaboration (NEDC), prevalensi penderita Binge Eating Disorder (BED) secara global adalah sebanyak 4%, yang diantaranya didapati 3,5% perempuan dan 2% laki-laki dan paling sering terjadi pada awal usia 20-an. Sebuah studi di Amerika Serikat tahun 2013 menyatakan bahwa kondisi psikologis dapat melatarbelakangi terjadinya BED atau dikenal juga dengan  emotional eating. Sekitar 25% kasus BED terjadi pada individu dengan berat badan lebih (overweight), namun dapat juga terjadi pada individu dengan berat badan normal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi BED beserta faktor- faktor yang memengaruhinya dalam rangka mencegah peningkatan angka risiko obesitas dengan meningkatkan pengetahuan pembaca tentang BED. Studi bersifat deskriptif cross-sectional dan dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara terhadap 190 responden. Dari hasil studi, didapatkan  prevalensi BED sebanyak 2,6%, dengan perbandingan jenis kelamin laki-laki dan perempuan adalah 3: 2, 60% diantaranya berusia 20 tahun dan 40% diantaranya berusia 21 tahun dan lebih banyak terjadi pada individu dengan kategori status gizi overweight (60%). Prevalensi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya BED responden yaitu 40% dengan tingkat depresi sedang ataupun sangat berat, 40% dengan tingkat ansietas sedang ataupun sangat berat dan 40% dengan tingkat stress ringan ataupun berat. Hendaknya perhatian terhadap BED ditingkatkan serta diperlukannya penelitian lebih lanjut terkait analisis hubungan antara BED dengan variabel lainnya.
Karakteristik maternal dan faktor obstetrik terkait persalinan prematur di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Julia Herdiman; Rima Irwinda
Tarumanagara Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2021): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i2.11749

Abstract

Prematuritas hingga saat ini masih menjadi masalah global di dunia. Prematuritas juga bertanggung jawab terhadap mayoritas kematian neonatus. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik ibu hamil (maternal) dan faktor obstetrik yang berhubungan dengan persalinan preterm di RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta. Studi ini merupakan studi deskriptif observasioanal dengan desain potong lintang yang dilakukan pada wanita dengan usia kehamilan <37 minggu dan melahirkan antara Januari - Desember 2014. Data yang dikumpulkan meliputi usia ibu, paritas, riwayat Preterm Premature Ruptur of Membrane (PPROM), penyakit ibu khususnya preeklamsia, penggunaan kortikosteroid antenatal untuk mematangkan paru, cara persalinan, skor Apgar 5 menit dan jenis kelamin bayi. Selama periode studi terdapat 2447 persalinan dengan prevalensi persalinan preterm sebesar 41,32%. Hampir setengah dari kelahiran prematur mengalami PPROM sebelum bayi lahir. Janin berjenis kelamin laki-laki memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan kelahiran prematur (p 0.036, OR 1.375, 95% CI 1.020-1.854). Ibu usia <35 hampir dua kali lipat risiko mengalami PPROM dibandingkan ibu ?35. Menjadi nulipara juga meningkatkan risiko PPROM lebih dari 1,6 kali lipat (OR 1.663, 95% CI 1.213-2.278). Penyakit ibu seperti Diabetes Mellitus tipe 2, penyakit ginjal, jantung, autoimun, keganasan dalam kehamilan, penyakit tiroid dan infeksi sistemik memberikan risiko melahirkan prematur dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan preeklamsia. Faktor keseluruhan terbesar yang terkait dengan kelahiran prematur adalah janin laki-laki. Pada kehamilan tunggal, usia dan paritas secara statistik berhubungan dengan PPROM pada persalinan prematur.