cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Distribusi prevalensi infeksi Plasmodium serta gambaran kepadatan parasit dan jumlah limfosit absolut pada penderita malaria di RSUD Kabupaten Manokwari periode Januari – Maret 2019 Justhina Ensly Mosso; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9735

Abstract

Malaria menjadi perhatian global karena tingginya angka mortalitas dan morbiditas, terutama pada kelompok berisiko tinggi di daerah endemis, termasuk di Manokwari, Papua Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan prevalensi infeksi Plasmodium serta kepadatan parasit dan jumlah limfosit pada penderita malaria di RSUD Manokwari. Penelitian deskriptif cross sectional ini terdiri dari data 100 sampel yang diperoleh dari rekam medis pasien periode Januari-Maret 2019. Dari 100 sampel penelitian didapatkan bahwa 52 (52%) pasien terinfeksi P. falciparum dan 42 (42%) pasien lainnya terinfeksi P. vivax. Pada 100 sampel, infeksi malaria paling banyak terjadi pada kelompok umur 26-45 tahun (44,23% P. falciparum, 37,5% P. vivax), dengan proporsi yang relatif sama antara laki-laki (52%) dan perempuan (48%). Rerata kepadatan parasit pada malaria falciparum adalah 1895 / µL darah dan pada malaria vivax 772/µL darah. Rerata jumlah limfosit pada infeksi P. falciparum adalah 2175/µL darah, sedangkan pada infeksi P. vivax adalah 2834/µL darah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infeksi malaria di daerah ini terutama disebabkan oleh P. falciparum yang ditunjukkan dengan prevalensi infeksi P. falciparum yang lebih tinggi, disertai dengan kepadatan parasit yang lebih tinggi, serta rata-rata jumlah limfosit yang lebih tinggi pada infeksi P. falciparum dibandingkan dengan orang yang terinfeksi P. vivax.
Hubungan peran orang tua dengan motivasi berprestasi mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Kemala Putri; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9736

Abstract

Motivasi selalu menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan apakah tujuan pendidikan itu sendiri sudah tercapai atau belum. Tiga dimensi yang terdapat dalam proses pembelajaran terdiri dari kognitif, afektif dan psikomotor. Dimensi afektif yang mencakup bagaimana mengatasi (coping) perasaan yang muncul saat pembelajaran sebelumnya akan mempengaruhi kemauan belajar individu tersebut dimana salah satunya terdapat aspek motivasi. Pentingnya suatu motivasi dalam kegiatan pembelajaran dan pendidikan telah diteliti dan terbukti di dalam pendidikan pada umumnya, namun lebih sedikit dalam pendidikan kedokteran. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara memilih melakukan studi kedokteran dengan bermacam-macam motivasi, missal untuk membantu orang lain, minat sains maupun biologi. Tentunya individu yang belajar dengan niat dari dalam hati (motivasi intrinsik) akan memperlihatkan hasil belajar yang berbeda dengan individu yang belajar dengan adanya tekanan dari orang tua maupun prestise (motivasi terkontrol). Tujuan studi ini untuk mengetahui seberapa tinggi munculnya motivasi berprestasi dengan dukungan dari orangtuanya serta lingkungan. Studi bersifat analitikdengan desain potong lintang. Sasaran studi adalah 109 mahasiswa angkatan 2016 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Data diambil dengan menggunakan kuesioner GHQ-12 yang sudah tervalidasi dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil studi menunjukkan 84 responden (77,1%) memiliki motivasi berprestasi yang tinggi dan adanya kemaknaan statistic dimana subjek yang mendapatkan dukungan orang tua yang baik memiliki motivasi berprestasi yang tinggi juga (nilai p = 0,036).
Hubungan asupan kalsium dengan kejadian dismenorea primer pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2016 Lidya Octalia Ligita; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9737

Abstract

Dismenorea atau nyeri menstruasi adalah masalah ginekologis yang paling umum ditemui, ditandai dengan nyeri perut bagian bawah yang terjadi saat menstruasi atau beberapa hari sebelum menstruasi. Dismenorea primer merupakan nyeri tanpa adanya patologis pada pelvis yang mendasari. Umumnya, dismenorea tidak ditangani dengan baik karena kurangnya pemahaman mengenai dismenorea. Asupan mineral seperti kalsium diketahui dapat mengurangi nyeri menstruasi. Kalsium dapat didapatkan dari sumber makanan seperti produk-produk susu, beberapa sayuran hijau dan lain-lain. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan hubungan asupan kalsium dengan dismenorea primer pada mahasisiwi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini berupa analitik cross-sectional yang dilakukan terhadap 116 subjek. Data diperoleh menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall 24 hour serta kuesioner dismenorea. Hasil studi didapatkan secara statistik signifikan dengan p-value < 0,001 dan prevalance risk (PR) 2,196. Dismenorea primer ditemukan pada 97,2% subjek yang mengonsumsi kalsium kurang. Subjek dengan asupan kalsium kurang memiliki risiko 2,196 kali lebih tinggi untuk terjadinya dismenorea. Kesimpulan dari studi ini adalah asupan kalsium memiliki hubungan dengan terjadinya dismenorea primer.
Gambaran fungsi paru juru parkir yang bertugas di Universitas Tarumanagara Lordisse Levi Wong; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9738

Abstract

Hasil sisa pembakaran dari kendaraan bermotor mengandung zat berancun diantaranya karbon monoksida (CO), ozon (O3), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2) yang dapat menganggu fungsi paru. Juru parkir adalah salah satu pekerjaan yang berisiko untuk mendapatkan polusi dari kendaraan bermotor. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran fungsi paru juru parkir yang bertugas di dalam ruang tertutup dan di luar ruang terbuka. Studi ini adalah studi deskriptif pada 60 juru parkir yang bekerja pada PT. X dengan rata-rata usia 24,97 tahun. Responden telah bekerja selama rata-rata 13,87 bulan dengan rata-rata durasi kerja selama 8,13 jam/hari. Pengukuran fungsi paru dilakukan menggunakan alat spirometri. Terdapat tiga jenis lokasi pekerjaan juru parkir pada studi ini yaitu basement, di luar ruangan dan di pos. Gambaran fungsi paru juru parkir yaitu rata-rata KV, KVP, VEP1, dan VEP1/KVP masing-masing adalah sebesar 88,7%, 69,4%, 59,47%, 85,50%. Gangguan fungsi paru dialami oleh 40 juru parkir (66,7%) dimana gangguan restriksi merupakan yang paling sering dialami yaitu sebanyak 32 (53,3%) juru parkir, disusul oleh gangguan campuran dan obstruksi yang terjadi pada masing-masing 4 (6,7%) juru parkir. Sebagian besar juru parkir yang bertugas di basement, di luar ruangan dan di pos mengalami restriksi fungsi paru. Juru parkir dengan gangguan fungsi paru campuran, restriksi, dan obstruksi telah bekerja masing-masing selama rata-rata 31,5 bulan, 10,69 bulan dan 7,5 bulan.  Kesimpulan dari hasil temuan studi ini adalah juru parkir yang berisiko dengan pajanan polusi lebih rentan memiliki fungsi paru yang terganggu.
Hubungan tingkat stres pada kelompok individu yang bernyanyi rutin dan tidak bernyanyi Maria Fransisca; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9741

Abstract

Stres merupakan suatu masalah yang banyak dialami oleh generasi Millenial pada era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress, salah satunya dengan bernyanyi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres pada kelompok individu yang bernyanyi dan tidak. Desain yang digunakan adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel studi sebanyak 141 orang berusia 18 – 32 tahun di Jakarta pada September - Oktober 2018 yang diambil secara non random purposive sampling. Sampel kemudian dibagi menjadi dua kelompok, 70 individu tidak bernyanyi dan 71 individu yang terlibat dalam kegiatan bernyanyi.  Kuesioner yang digunakan yaitu DASS 42 untuk menilai skor stres yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok  normal (tidak stres) dan kelompok stres. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan hasil analisis menunjukkan adanya kemaknaan statistik dimana kelompok individu yang bernyanyi memiliki tingkat  stres yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok individu yang tidak bernyanyi (p value < 0,0001). Bernyanyi memiliki manfaat positif bagi individu sebagai salah satu cara coping yang baik, sehingga perlu dilakukan secara lebih rutin agar individu dapat terhindar dari stres.
Hubungan hipertensi terhadap kejadian infark miokard akut di RSUD Cengkareng Medwin Adrian Riyanto; David Dwi Ariwibowo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9742

Abstract

Infark miokard merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia. Berbagai macam faktor menunjukan keterlibatannya dalam menimbulkan infark miokard, salah satu faktor utamanya adalah hipertensi. Oleh sebab itu, studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara hipertensi dan infark miokard pada RSUD Cengkareng Jakarta Barat. Studi ini bersifat analitik cross-sectional yang dilakukan pada 200 responden. Pengumpulan data menggunakan metode random sampling. Data diambil dengan menggunakan data rekam medis pasien yang sesuai sampel lalu diolah dan dilakukan uji Chi-square. Dari studi ini ditemukan subyek dengan hipertensi sebesar 116 (58%) orang, subyek dengan infark miokard sebesar 99 (49,5%) orang, dan subyek hipertensi dengan infark miokard sebesar 77 (66,4%) orang. Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara hipertensi terhadap infark miokard (p-value < 0,001). Responden yang memiliki riwayat hipertensi memiliki resiko 2,54 kali lebih besar (RR = 2,54) terkena infark miokard dibandingkan responden tanpa riwayat hipertensi.
Hubungan gangguan saluran napas dengan stunting di Puskesmas Grogol Petamburan Jakarta Barat tahun 2019 Michele Yoselin; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9743

Abstract

Stunting adalah masalah gizi kronis yang salah satunya disebabkan karena infeksi berulang. Infeksi atau gangguan napas berulang merupakan penyakit yang sering terjadi dan paling banyak dalam daftar penyakit kunjungan ke pelayanan Kesehatan. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui hubungan gangguan saluran napas dengan stunting pada anak usia 0-24 bulan. Subyek studi analitik cross-sectional ini adalah 119 anak usia 0-24 bulan yang diperoleh dengan cara non probability sampling. Pengumpulan data dengan wawancara langsung terhadap ibu menggunakan kuesioner dan pengukuran panjang badan saat ini. Kuesioner terdiri dari pertanyaan tentang identitas responden, riwayat gangguan saluran napas, dan hasil pengukuran langsung panjang badan. Hasil studi ini didapatkan bahwa 29,4% anak stunting di Puskesmas Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat memiliki riwayat gangguan saluran napas. Hasil Fisher’s Exact Test terhadap hubungan gangguan saluran napas dengan stunting ditemukan nilai p = 0,021 yang artinya terdapat hubungan yang bermakna dan rasio prevalens 6,67 yang artinya responden dengan riwayat gangguan saluran napas memiliki prevalensi 6,67 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian stunting. Anak dengan riwayat gangguan saluran napas mempengaruhi kejadian stunting di Puskesmas Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat.
Gambaran derajat nyeri pada pasien osteoarthritis genu di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat Nadisa Tiofunda Budiman; Inge Friska Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9744

Abstract

Osteoarthritis (OA) merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakstabilan proses degradasi dan sintesis kondrosit kartilago sendi, matriks ekstraseluler, dan tulang subkondral. Nyeri merupakan keluhan paling umum pada pasien OA. Terdapat keyakinan bahwa ada ketimpangan antara temuan klinis dan radiografis yang bertolak belakang dengan anggapan bahwa osteoarthritis adalah penyebab paling umum dari nyeri lutut dan disabilitas. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui gambaran derajat nyeri pada pasien OA genu di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat. Studi deskriptif potong lintang ini dilakukan pada periode Januari – Juni 2018. Data diperoleh dari rekam medis 80 pasien dengan OA genu yang datang pada periode tersebut. Rasa nyeri diukur menggunakan Numerical Rating Scale (NRS), dan OA dinilai menggunakan klasifikasi Kellgren-Lawrence (KL).  Diantara 80 subjek, sebanyak 56 (70%) subjek, dimana terdiri dari 63 perempuan dan 17 laki-laki dengan rentang umur 25 – 93 tahun, mengalami nyeri ringan, dan 34 (42,5%) subjek dengan OA genu derajat KL 3. Studi ini menyimpulkan mayoritas pasien mengalami nyeri derajat ringan, namun memiliki OA genu derajat Kellgren-Lawrence 3-4.
Hubungan anemia pada ibu hamil terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur Nailah Rahmah; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9745

Abstract

Anemia merupakan salah satu dari empat masalah gizi utama di Indonesia yang memiliki prevalensi cukup tinggi dan paling sering diakibatkan oleh defisiensi zat gizi, terutama zat besi. Anemia sangat rentan terjadi pada keadaan yang membutuhkan peningkatan kebutuhan zat gizi, seperti pada saat masa kehamilan. Selain turut berkontribusi pada jumlah angka kematian ibu (AKI), anemia juga memiliki dampak pada janin yang sedang dikandung, seperti terganggunya perkembangan fisik dan kognitif anak, meningkatkan morbiditas anak,dan berat badan lahir rendah (BBLR) yang merupakan berat neonatus <2500 gram. Tujuan studi ini untuk mengetahui adakah hubungan antara kejadian anemia pada saat masa kehamilan dengan kejadian BBLR. Studi ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan melalui data sekunder yaitu rekam medis. Responden berjumlah 100 orang perempuan yang melahirkan di Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur pada bulan Januari – Mei 2017. Pada hasil penelitian didapatkan bahwa adanya hubungan antara anemia pada ibu hamil dengan kejadian BBLR dengan p-value = 0,00 dan nilai odd ratio = 39. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kondisi responden yang mengalami anemia pada saat kehamilan dapat mempengaruhi berat bayi yang akan lahir. Oleh karena itu diharapkan petugas kesehatan untuk lebih aktif dalam memberikan penyuluhan pada ibu hamil mengenai kejadian anemia sehingga dapat mengurangi jumlah BBLR.
Hubungan tekanan psikologis dan penundaan akademik (academic procrastination) terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Priesca Pricilia Nathasya; Enny Irawaty
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9746

Abstract

Tekanan psikologis dapat dialami oleh setiap individu termasuk mahasiswa kedokteran. Tekanan psikologis dapat menyebabkan mahasiswa melakukan tindakan academic procrastination, yaitu penundaan melakukan tugas atau kegiatan akademik tanpa alasan yang jelas. Kedua hal tersebut diduga dapat mempengaruhi prestasi belajar. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tekanan psikologis dan academic procrastination terhadap prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian cross-sectional ini diikuti 205 responden yang dipilih secara konsekutif berdasarkan kriteria tertentu. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner General Health Questionnaire–12 untuk mengukur tekanan psikologis dan kuesioner Procrastination Assessment Scale for Students untuk mengukur tindakan academic procrastination.  Data prestasi belajar didapatkan dari hasil ujian teori.  Di antara 205 responden studi ini didapatkan 42,9% mengalami tekanan psikologis, 45,3% melakukan tindakan academic procrastination, 18.5% mengalami tekanan psikologis dan melakukan prokrastinasi pada tugas akademiknya, dan 61,5% lulus ujian tulis. Tidak didapatkan hubungan statistik bermakna antara tekanan psikologis dengan prestasi belajar (P = 0,98) maupun  antara academic procrastination dengan prestasi belajar (P = 0,14). Tekanan psikologis tidak selalu selaras dengan kecenderungan mahasiswa melakukan academic procrastination yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi belajar. Studi lebih lanjut dibutuhkan untuk mengetahui pentingnya self regulated learning dan motivasi tinggi untuk berprestasi sebagai upaya untuk mengatasi tekanan psikologis dan academic procrastination.