cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Peranan sel progenitor endotel sirkuler pada endometriosis Triyana Sari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2527

Abstract

Endometriosis merupakan suatu kelainan dimana terdapat jaringan endometrium diluar uterus dan diasosiasikan dengan perubahan imunitas baik seluler maupun humoral. Keadaan ini diduga memberikan kontribusi terhadap berkembangnya penyakit. Adanya pertumbuhan dan perkembangan jaringan endometrium ektopik, menunjukkan kemampuan sel tersebut untuk menempel dan tertanam ke dalam kavum peritoneum yang dalam hal ini membutuhkan adanya pembentukan pembuluh darah mikro melalui proses angiogenesis dan vaskulogenesis. Vaskulogenesis yang terjadi post-natal dikarakterisasikan dengan adanya mobilisasi sel dari produksi sumsum tulang atau sel progenitor endotel sirkular (EPCs) yang ada di jaringan ke dalam pembuluh darah sebagai respons dari sitokin atau iskemia pada jaringan. EPCs yang beredar adalah suatu harapan yang menarik untuk mengembangkan penetapan diagnostik berdasarkan EPC dan pendekatan terapeutik untuk endometriosis.
Hubungan stres dengan prestasi akademik di SMA Diakonia Jakarta Jessica Tamara; Arlends Chris
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2528

Abstract

Stres merupakan suatu fenomena respon tubuh yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan dampak positif (eustress) maupun negatif (distress). Stres dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi akademik seseorang. Penelitian dilakukan di sekolah SMA Diakonia dengan subjek siswa/siswi tahun ajaran 2013/2014. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara stres dengan prestasi akademik, sehingga dampak negatif dari stres dapat diturunkan dan meningkatkan dampak positifnya. Desain studi yang digunakan pada penelitian ini dengan penggunaan kuesioner DASS 42 pada bulan Desember 2013 yaitu cross sectional yang memiliki subjek sebanyak 76 siswa dilakukan pengambilan sampel secara consecutive non random sampling. Dari hasil uji statistik yang didapatkan sebanyak 27 siswa (35.52%) mengalami stres, 49 siswa (64.47%) tidak mengalami stres. Prestasi akademik siswa yang mengalami stres dengan nilai rata-rata kurang dari 75 sebanyak 5 siswa dan 22 siswa mengalami stres dengan nilai rata-rata lebih dari 75. Terdapat hubungan yang bermakna antara stres dengan prestasi akademik dengan nilai p value =0.019 (p < 0.05), memiliki resiko 9.25 kali lebih besar untuk mendapatkan nilai rata-rata kurang dari 75. Disarankan untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan faktor resiko lain.
Prevalensi gangguan pendengaran pada siswa-siswi kelas 4, 5, 6 Sekolah Dasar Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi, Jakarta Barat, tahun 2014 Junetta Airene; Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2529

Abstract

Gangguan pendengaran pada anak usia sekolah dapat mempengaruhi proses penyerapan pelajaran.  Deteksi dini gangguan pendengaran perlu dilakukan pada anak usia sekolah sehingga dapat ditanggulangi lebih awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi gangguan pendengaran  pada  siswa-siswi  kelas  4,  5,  6  Sekolah  Dasar  Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 41 orang. Subjek penelitian diperiksa dengan menggunakan otoskop dan audiometri nada murni. Dari hasil penelitian ini ditemukan 100% siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Tomang 03 Pagi dan Tomang 05 Pagi mengalami gangguan pendengaran. Sebagian besar gangguan pendengaran tersebut merupakan bilateral sensorineural hearing loss (95,2%).
Hubungan pengetahuan ibu dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini pada tiga puskesmas di Jakarta Barat periode Oktober 2014 – Mei 2015 Maria Carlina; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2530

Abstract

Untuk dapat melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ibu perlu memiliki pengetahuan yang cukup tentang tahapan IMD dan manfaatnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD di tiga Puskesmas di Jakarta Barat pada periode Oktober 2014-Mei 2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain studi potong lintang. Sampel penelitian adalah 89 orang ibu yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan di tiga Puskesmas di Jakarta Barat pada periode Oktober 2014-Mei 2015. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan metode chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi ibu yang memiliki pengetahuan baik tentang IMD sebesar 13,5%, proporsi ibu yang melaksanakan IMD dengan benar sebesar 10,1%, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD, dimana p=0,341 (p>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan pelaksanaan IMD.
Hubungan pola makan dengan tingkat obesitas anak (studi empiris pada anak umur 8-10 tahun di Sekolah Dasar Bunda Hati Kudus) Nadya Hambali; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2531

Abstract

Masalah kegemukan atau obesitas merupakan suatu masalah yang cukup merisaukan di seluruh dunia. Penyebab masalah obesitas secara global adalah faktor genetik atau keturunan, dan faktor lingkungan justru lebih memegang peranan yang berarti. Faktor lingkungan memberikan dampak obesitas pada anak-anak seperti makanan yang tersedia di lingkungan sekolah dan pusat perbelanjaan. Kebiasaan makan adalah faktor penting yang mempengaruhi status gizi dan kesehatan anak. Prevalensi obesitas pada responden penelitian sebesar 21,35%. Berdasarkan uji Chi - Square dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pola makan yang buruk dengan obesitas (nilai p adalah 0,000 < 0,01). Maka. Perilaku gizi salah yang membentuk sebuah pola makan yang buruk dapat meningkatkan risiko seorang anak menjadi obesitas. Selain pola makan, faktor aktivitas fisik (p=0,001) juga memiliki hubungan yang bermakna dengan obesitas. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya intervensi dan penanggulangan faktor risiko obesitas dengan menanamkan pendidikan kesehatan pada anak sejak usia dini serta membudayakan gaya hidup yang lebih aktif.
Pengaruh pemberian sirup emulsi laksatif pada lama perawatan pasien pasca hemoroidektomi Milligan-Morgan Peter Ian Limas; Stanislaus Hatta Alinudinputra
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2532

Abstract

Penggunaan laksatif sering dilakukan pada pasien yang telah menjalani pembedahan untuk hemoroid. Penggunaan laksatif pada pasien-pasien ini  ditujukan untuk memudahkan defekasi dan mempercepat pemulihan pasien. Hal ini didasarkan pada perkiraan bahwa defekasi feses yang keras sesudah operasi hemoroidektomi akan menghasilkan nyeri hebat. Namun demikian, penggunaan laksatif ini berpotensi membuat lama rawat di rumah sakit memanjang. Hal ini dikarenakan bahwa feses yang cair akan menyebabkan ‘soiling”. Keadaan ini sendiri akan menyebabkan luka terkena kotoran secara langsung dan menyebabkan peradangan, nyeri dan penggunaan antibiotika secara berlebihan. Tujuh belas pasien dengan hemoroid grade III diseleksi secara acak menjadi dua kelompok. Kelompok pertama diberikan laksatif sesudah tindakan hemoroidektomi, dan kelompok kedua tidak diberikan laksatif. Pasien dengan pemberian laksatif memperlihatkan lama rawat di rumah sakit selama 4.33±1.061 hari. Kelompok tanpa pemberian laksatif memperlihatkan lama perawatan 3.63±1.581hari. Walaupun terlihat kelompok dengan pemberian laksatif memiliki masa rawat yang lebih lama, namun hasil ini tidaklah bermakna secara statistik. Suatu penelitian lebih lanjut dengan jumlah subyek lebih banyak sebaiknya dilakukan untuk didapatkan sebuah hasil yang secara penelitian bermakna.
Distribusi status gizi menurut pola makan vegetarian pada orang dewasa di Vihara Maitreya, Jakarta Barat tahun 2014-2015 Rachel Callista Arianto; Marcella Erwina Rumawas
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2533

Abstract

Masalah gizi baik kekurangan maupun kelebihan memiliki dampak buruk terhadap tumbuh kembang manusia. Dewasa ini, pola makan vegetarian di Indonesia mengalami peningkatan yang pesat setiap tahunnya, dan pola makan vegetarian berhubungan dengan status gizi. Desain studi pada penelitian ini adalah cross-sectional dan instrumen penelitian yang digunakan adalah microtoise (alat pengukur tinggi badan), uniscale (alat pengukur berat badan) dan kuesioner. Data yang dikumpulkan berupa tinggi badan, berat badan, pola makan vegetarian, pendapatan, pendidikan, usia, jenis kelamin, penyakit kronis dan aktivitas fisik dari sampel penelitian. Pada 260 responden vegetarian ini, didapatkan rerata usia 34.20 ± 9.28 tahun, 149 (57.3%) responden perempuan dan 111 (42.7%) responden laki-laki, didapatkan distribusi status gizi kurang (underweight) ditemukan sebanyak 23 (8.8%) responden, status gizi cukup 190 (73.1%) responden dan status gizi lebih (overweight) 47 (18.1%) responden. Dari penelitian tersebut juga didapatkan distribusi pola makan vegetarian (jenis/tipe) yaitu vegan 56 (21.5%) responden, ovovegetarian 32 (12.3%) responden, lactovegetarian 19 (7.3%) responden, ovolactovegetarian 144 (55.4%) responden, dan semivegetarian 9 (3.5%) responden. Tidak ditemukan responden yang menganut pola makan pescovegetarian. Dimana setiap kelompok pola makan vegetarian memiliki efek yang berbeda terhadap status gizi. Status gizi kurang paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan vegan 7 (12.5%) responden, status gizi cukup paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan lactovegetarian 15 (78.9%) responden dan status gizi lebih paling banyak ditemukan pada kelompok pola makan semivegetarian 6 (66.7%) responden.
Profil kebugaran jasmani pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2012 Rafli Elzandri; Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2539

Abstract

Berdasarkan hasil survei pusat kesegaran jasmani Depdiknas pada tahun 2005 didapatkan tingkat kebugaran jasmani pada siswa 10,7% dalam keadaan kurang sekali, 45,9% dalam keadaan kurang, 37,7% dalam keadaan sedang, 5,7% dalam keadaan baik, dan 0% dalam keadaan sangat baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kebugaran jasmani menurut IMT, kebiasaan berolahraga, kebiasaan merokok, dan usia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2012. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan studi deskriptif dari bulan Maret hingga April 2015 terhadap 41 responden dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive non-random sampling. Data diperoleh dengan melakukan test kebugaran jasmani menggunakan Harvard step test serta melakukan wawancara menggunakan kuisoner, dan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan. Data diolah secara statistik dengan SPSS versi 16. Dari penelitian didapatkan hasil kebugaran jasmani terbanyak pada tingkat rata-rata rendah sebanyak 26,8%, memiliki IMT normal sebanyak 90,9% dan yang memiliki IMT kelebihan berat badan tingkat ringan sebanyak 9,1%. Yang memiliki kebiasaan tidak berolahraga sebanyak 81,8% dan yang memiliki kebiasaan berolahraga sebanyak 18,2%. tidak ditemukan adanya kebiasaan merokok pada kebugaran jasmani tingkat rata-rata rendah. Yang berusia 20 tahun sebanyak 45,5%, yang berusia 21 tahun sebanyak 45,5% dan yang berusia 22 tahun sebanyak 9%.
Profil kebiasaan merokok pada siswa SMKN 1 Bayah Kabupaten Lebak Propinsi Banten tahun 2014 Silvia Dwi Mustika; Shirly Gunawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2540

Abstract

Merokok merupakan perilaku yang dapat membahayakan kesehatan. WHO menyatakan hampir 6 juta orang meninggal akibat rokok. Banyak remaja Indonesia yang memiliki kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil kebiasaan merokok di SMKN 1 Bayah. Penelitian bersifat deskriptif dengan desain studi cross sectional menggunakan kuesioner dengan teknik consecutive non random sampling pada 284 responden. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi perokok di SMKN 1 Bayah sebanyak 41,5% dan 65,3% merokok rata-rata 1-10 batang per hari dengan berbagai faktor yang mempengaruhi untuk merokok. Sebanyak 50% responden mengalami batuk selama menjadi perokok. Untuk mengurangi kebiasaan merokok siswa, diharapkan pihak sekolah melakukan pengawasan ketat di sekolah mengenai rokok dan pemberian informasi tentang bahaya rokok.
Hubungan kebiasaan akses internet dengan status gizi pada remaja (11 – 19 tahun) usia sekolah di Jakarta Barat periode Januari – Desember 2014 Stephanie Natalia; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2541

Abstract

Jumlah pengguna internet di Indonesia semakin meningkat dari waktu ke waktu. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kebiasaan akses internet dengan status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan akses internet remaja (11 – 19 tahun) dengan status gizinya. Penelitian analitik observasional potong lintang ini dilakukan di beberapa sekolah di Jakarta Barat dengan menggunakan kuesioner, pengukuran berat dan tinggi badan. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive non-random. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact. Didapatkan 318 responden yang terdiri dari 181 laki-laki (56,9%) dan 137 perempuan (43,1%) dengan rerata usia 15,19 ± 1,60 tahun. Sebanyak 124 responden (42,9%) dengan tingkat akses internet tinggi dan 13 responden (44,8%) dengan tingkat akses internet rendah memiliki status gizi tidak normal (obesity, overweight, risiko overweight, wasted, dan severely wasted). Tidak didapatkan hubungan bermakna secara statistik (p-value 0,842) dan epidemiologik (PR 0,957) antara kebiasaan akses internet dengan status gizi pada remaja (11 – 19 tahun) usia sekolah di beberapa sekolah di Jakarta Barat periode Januari – Desember 2014. Saran dari peneliti adalah sebaiknya dikaji juga faktor-faktor lain yang mempengaruhi status gizi (pola makan, jumlah asupan kalori, jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi selama mengakses internet, genetik dan kondisi fisik responden).

Page 3 of 40 | Total Record : 395