Tarumanagara Medical Journal
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles
395 Documents
Hubungan massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Tarumanagara angkatan 2013
Benita Arini Kurniadi;
Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3826
Siklus menstruasi adalah keadaan fisiologis yang akan dialami semua perempuan secara rutin dari awal masa pubertas hingga menurunnya masa kesuburan (menopause). Salah satu masalah terkait siklus menstruasi adalah ketidakteraturan siklus menstruasi yang dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain komposisi tubuh terutama massa lemak tubuh. Massa lemak mempunyai peran penting dalam sistem hormonal. Massa lemak (ML) memengaruhi kadar kolesterol yang merupakan prekursor hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dengan tujuan untuk mengetahui hubungan massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tarumanagara dengan rentang waktu April-Mei 2016. Berdasarkan rumus analitik kategorik tidak berpasangan, didapakan besar sampel sebesar 66 subjek. Penilaian asupan makanan dan siklus menstruasi dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran komposisi tubuh dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,8% subjek mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, 57,6% subyek mempunyai ML dalam kategori lebih, 28,8% subjek termasuk dalam kategori normal dan 13,6% subjek dalam kategori kurang. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hubungan antara massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi yang signifikan dengan p-value<0,05, di mana subyek dengan massa lemak berlebih mempunyai risiko sebesar 8,08 kali lebih besar mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa massa lemak mempunyai peran dalam ketidakteraturan siklus menstruasi.
Hubungan tingkat keparahan sepsis dengan diabetes melitus terkontrol dan tidak terkontrol menggunakan parameter Hba1c di Rumah Sakit Royal Taruma Jakarta Barat periode 2015-2017
Burhan Gunawan;
Frans Pangalila;
Marina Ludong
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3827
Diabetes Melitus adalah salah satu permasalahan kesehatan dunia yang memiliki efek jangka panjang yang buruk jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu permasalahan yang dapat timbul adalah defek pada sistem imunitas tubuh, sehingga menjadi faktor predisposisi untuk mengalami infeksi yang berat. Hal inilah yang kemudian menjadi dasar tingginya kejadian sepsis yang berat pada pasien Diabetes Melitus yang tidak terkontrol. Faktor utama penyebab keparahan sepsis pada pasien tersebut adalah karena aktivasi faktor koagulasi di jaringan sehingga meningkatkan fragmen-fragmen protrombin. Hal ini akan diperburuk jika terdapat kontrol darah yang buruk pada pasien Diabetes Melitus. Oleh karena itulah digunakan parameter HbA1c yang dapat merepresen-tasikan kontol gula darah jangka panjang sekaligus menjadi prediktor dari tingkat keparahan sepsis pada pasien Diabetes Melitus. Metode penelitian adalah analitik observasional, dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan pasien Diabetes Melitus dengan glukosa darah terkontrol mengalami tingkat kejadian sepsis yang lebih parah, yaitu severe sepsis dan syok sepsis. Ditemukan kemaknaan perbedaan tingkat kejadian sepsis secara statistik (p=0,01). Sebagai kesimpulan, pasien Diabetes Melitus dengan gula darah tidak terkontrol terbukti mengalami tingkat kejadian sepsis yang lebih parah dibandingan dengan yang terkontrol, sejalan dengan kadar HbA1c nya.
Efek antimikroba air kelapa terhadap pertumbuhan bakteri Salmonella typhi
Daniel Yohanes Putra;
Sari Mariyati Dewi;
Erick Sidarta
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3828
Salmonella typhi adalah salah satu penyebab diare terbesar setelah E. coli. Diare yang disebabkan Salmonella typhi adalah diare invasif dengan karakteristik demam panjang, nyeri perut, dan manisfestasi sistemik lainnya (delirium, sakit kepala). Salah satu penanganan diare yang sering dilakukan oleh masyarakat adalah dengan mengonsumsi air kelapa. Di Indonesia terdapat 2 jenis kelapa yang sering dikonsumsi, yaitu kelapa hijau (Cocos nucifera L var viridis) dan kelapa coklat (Cocos nucifera L var rubescens). Penelitian dengan metode deskriptif potong lintang ini bertujuan untuk mengetahui efek air kelapa terhadap pertumbuhan Salmonella typhi. Sampel yang digunakan adalah air kelapa dari 6 buah kelapa hijau dan air kelapa dari 6 buah kelapa coklat yang didapatkan dari daerah Ciapus, Bogor. Hasil penelitian menunjukan terbentuknya zona bening pada kedua jenis dan usia kelapa. Analisa lebih lanjut tidak terdapat perbedaan efek yang signifikan antara jenis kelapa (p-value = 0,257) dan umur kelapa (p-value = 0,257).
Gambaran estimated Glomerular Filtration Rate pada individu dengan hiperurisemia di Rumah Sakit Sumber Waras periode tahun 2014-2016
David William;
Marina Ludong
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3829
Hiperurisemia telah dikaitkan dengan tiga macam penyakit ginjal, yaitu nefropati asam urat akut, nefropati asam urat kronis, dan nefrolitiasis asam urat. Suatu survei yang dilakukan di Bandungan, Jawa Tengah atas kerjasama World Health Organization-Community Oriented Program for Control of Rheumatic Diseases (WHO-COPCORD) didapatkan bahwa prevalensi hiperurisemia sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada wanita. Salah satu tes yang baik untuk menilai fungsi ginjal adalah estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hiperurisemia sebagai salah satu faktor penyebab gangguan ginjal sehingga dapat menurunkan insiden gagal ginjal akibat nefropati asam uart menurunkan insidens gagal ginjal akibat nefropati asam urat. Penelitian yang digunakan peneliti bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan cara pengambilan consecutive non-random sampling. Didapatkan 86 data rekam medis individu dengan hiperurisemia yang melakukan pemeriksaan kreatinin serum di Rumah Sakit Sumber Waras periode tahun 2014-2016. Hasilnya diperoleh 70 orang (81,4%) mengalami penurunan nilai estimated Glomerular Filtration Rate dan 16 orang (18,6%) memiliki nilai estimated Glomerular Filtration Rate normal.
Pengaruh kafein terhadap waktu reaksi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015/2016
Diana Putri Subroto;
Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3830
Kafein terkenal dengan manfaatnya yang dapat membuat seseorang dalam keadaan terjaga dan tetap fokus, selain itu juga dapat mempercepat waktu reaksi, sebab itu kafein menjadi bagian penting dalam kehidupan mayoritas manusia. Kopi mengandung kafein lebih banyak dari sumber kafein lainnya seperti teh maupun kakao. Waktu reaksi adalah waktu yang dibutuhkan untuk merespon secara sadar terhadap suatu rangsangan yang diberikan. Beberapa penelitian sebelumnya telah menyebutkan bahwa kafein dapat memperpendek waktu reaksi yang dibutuhkan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah perbedaan rerata waktu reaksi sebelum dan sesudah pemberian kafein pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan pendekatan pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah dengan menggunakan cara Non-Random Sampling jenis Consecutive Sampling. Data diperoleh menggunakan metode Ruler Drop Test. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapatkan bahwa waktu reaksi setelah minum kopi pada menit ke 30 sebesar 0,148s dan pada menit ke 45 sebesar 0,129s lebih pendek daripada waktu reaksi sebelum minum kopi sebesar 0,195s (p <0,05). Mahasiswa kedokteran disarankan meminum kopi bagi yang memiliki atau akan melakukan aktivitas yang menuntut kecepatan dan memperhatikan dosis yang diminum untuk menghindari efek samping yang mungkin timbul.
Hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada karyawan Universitas Tarumanagara
Erri Pratama;
Frans Pangalila
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3831
Tekanan darah merupakan suatu indikator penting dalam kesehatan karena tekanan darah mencerminkan seberapa besar darah menekan dinding arteri saat jantung memompa darah. Tekanan darah yang tinggi biasa kita sebut dengan hipertensi. Orang yang mengalami hipertensi cenderung memiliki resiko penyakit jantung koroner dan stroke hemoragik. Faktor yang menjadi pemicu terjadinya hipertensi salah satunya adalah kualitas tidur yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas tidur dengan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional analitik dengan sampel karyawan dan karyawati Universitas Tarumanagara. Data diambil langsung dengan mengukur tekanan darah responden dengan Sphygmomanometer dan kualitas tidur dinilai menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index. Didapatkan 42 responden, dimana 18 diantaranya memiliki kualitas tidur yang baik dan 24 lainnya dengan kualitas tidur yang buruk. Responden yang memiliki tekanan sistolik normal sebanyak 80,9% dan tekanan sistolik yang tidak normal sebanyak 19,1%, sedangkan responden yang memiliki tekanan darah diastolik normal sebanyak 64,3% dan tekanan diastolik tidak normal sebanyak 35,7%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan Chi Square tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara kualitas tidur dan tekanan darah sistolik (p < 0,734) maupun tekanan diastolik (p < 0,353) pada karyawan dan karyawati di Universitas Tarumanagara.
Evaluasi fungsi pendengaran berdasarkan audiogram pada karyawan jasa perparkiran PT. ISS Indonesia di Universitas Tarumanagara tahun 2016
Hendsun Hendsun;
Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3832
Mendengar adalah kemampuan untuk menerima bunyi. Bunyi muncul pada berbagai spektrum frekuensi yang luas. Kehilangan kemampuan untuk mendengar pada intensitas suara normal di artikan sebagai hearing impairment (gangguan proses mendengar) yang akan berdampak pada kemampuan individu, baik dalam hal pengembangan keterampilan komunikasi, konsekuensi sosial dan ekonomi serta kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi fungsi pendengaran berdasarkan audiogram pada karyawan jasa perparkiran PT. ISS Indonesia di Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan desain penelitian potong lintang. Sampel penelitian ini berjumlah 22 karyawan jasa perparkiran PT. ISS di Universitas Tarumanagara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah audiometri nada murni. Hasil penelitian ini menunjukkan evaluasi fungsi pendengaran dengan hasil normal adalah sebanyak 15 orang (68.2%) dan yang mengalami gangguan pendengaran sebanyak tujuh orang (31.8%). Tiga orang (13.6%) mengalami gangguan pendengaran unilateral dan empat orang (18.3%) mengalami gangguan pendengaran bilateral. Penelitian ini menunjukkan distribusi derajat gangguan pendengaran ringan sebanyak enam orang (27.2%) dan gangguan pendengaran berat sebanyak satu orang (4.5%).
Prevalensi enterobiasis di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Jakarta Timur periode Juli-November 2016
Jeinie Pricylia Yusuf;
Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3833
Enterobiasis sering menginfeksi anak – anak usia prasekolah dan sekolah, penularannya sangat mudah terjadi pada seluruh anggota keluarga, penghuni panti asuhan, asrama, dan di tempat-tempat berkumpulnya orang banyak dalam waktu yang lama. Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 adalah sebuah panti asuhan yang padat penghuni dengan jumlah 104 anak asuh dengan rentang usia prasekolah - sekolah. Kondisi yang demikian merupakan faktor resiko penyebaran infeksi enterobiasis mudah terjadi, namun belum ada data mengenai infeksi enterobiasis pada panti tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi Enterobiasis di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jenis penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 104 sampel dipilih secara consecutive non-random sampling. Data diperoleh dengan pengambilan sampel dengan teknik anal swab pada responden dan diperiksa langsung di bawah mikroskop cahaya. Prevalensi Enterobiasis dari 104 sampel di Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama 1 kelurahan Klender, kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur adalah 53,8%.
Gambaran hasil pemeriksaan Pap Smear LBC dan Tes HPV untuk deteksi dini lesi prekanker dan kanker serviks di Rumah Sakit Medistra Desember 2015 – Januari 2017
Jovian Lutfi Daniko;
Sony Sugiharto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3834
Kanker serviks merupakan kanker nomor dua tersering pada wanita di dunia dan penyebab kematian akibat kanker, khususnya bagi wanita di negara-negara berkembang. Dilakukan skrining dengan pemeriksaan pap smear LBC untuk mencegah kanker serviks dengan mendeteksi perubahan sel prekanker sebelum berkembang menjadi kanker. Semenjak diketahui risiko terbesar kanker serviks adalah infeksi HPV, skrining prekanker serviks tidak hanya dilakukan pap smear LBC tapi dilakukan tes HPV, khususnya HPV tipe high risk, HPV 16 dan 18 merupakan genotype tersering yang menyebabkan kanker. Tapi tidak menutup kemungkinan HPV tipe high risk lain menyebabkan kanker serviks. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaannya genotype HPV high risk di Indonesia yang menyebabkan kanker serviks, dimana hal tersebut merupakan faktor risiko utama terhadap perkembangan lesi prekanker menjadi kanker serviks. Tujuan penelitian ini yaitu ingin memengetahui gambaran hasil pap smear LBC dan genotype HPV pada pasien melakukan tes HPV di Rumah Sakit Medistra, sehingga dapat menjadi bahan masukan bagi rumah sakit sebagai instansi kesehatan dalam mencegah terjadinya kanker serviks dengan pemberian profilaksis pada tahap awal perkembangan lesi prekanker. Penelitian ini berbentuk deskriptif dengan cross-sectional study pada pasien yang melakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV dan menggunakan non-random consecutive sampling. Hasil yang didapatkan tidak ditemukannya sel keganasan dari pemeriksaan pap smear LBC dan pasien yang tidak terinfeksi HPV sebanyak 85 pasien, sedangkan 16 pasien terinfeksi HPV dengan infeksi HPV high risk tipe lain paling tinggi sebanyak 8 pasien, diikuti infeksi HPV 18 dan 16.
Perbandingan kadar malondialdehid pada kasus akne vulgaris derajat ringan: Kajian terhadap premenstrual acne flare
Karinnia Karinnia;
Linda Julianti Wijayadi;
Frans Ferdinal;
David Limanan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3835
Akne Vulgaris (AV) adalah suatu kelainan multifaktorial pada unit pilosebaseus, ditandai dengan komedo; papul; pustula; kista; dan nodul. Akne vulgaris diklasifikasikan menjadi derajat ringan, sedang, dan berat berdasarkan jumlah dan jenis lesinya. Stres oksidatif (SO) berperan dalam patogenesis AV dan kadarnya meningkat sesuai derajat keparahan AV. Malondialdehid (MDA) yaitu hasil proses degenerasi lemak tak jenuh ganda merupakan petanda SO yang paling sering digunakan. Selama 2/3 siklus menstruasi yaitu pada hari ke-9 sampai hari ke-24, wanita mengalami SO. Hal ini mungkin berkaitan dengan premenstrual acne flare yang paling sering terjadi saat seminggu sebelum menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kadar MDA yang dikaitkan dengan ada tidaknya premenstrual acne flare. Subjek penelitian berusia antara 18-21 tahun dan memiliki AV derajat ringan, dibagi menjadi dua kelompok (n=12/kelompok): kelompok dengan dan tanpa premenstrual acne. Pada kedua kelompok dilakukan pengukuran kadar MDA menggunakan metode Wills ED pada hari ke-1 dan hari ke-21 siklus menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan kadar MDA pada kelompok dengan premenstrual acne flare lebih tinggi daripada kelompok tanpa premenstrual acne flare meskipun tidak bermakna secara statistik. Terdapat hubungan yang signifikan (R2= 0,4161 dan p<0,05) serta hubungan yang tidak signifikan (R2= 0,3065 dan p>0,05) antara kedua kelompok berturut-turut pada hari ke-1 serta hari ke-21 siklus menstruasi. Hal ini menandakan terdapat faktor yang sama yang dapat mempengaruhi kadar MDA pada kedua kelompok subyek penelitian.