cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan pola asupan susu dan hasil olahan susu dengan tinggi badan pada anak kelas 4 SD Bunda Hati Kudus periode Februari 2014 Sulistio Anita; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2542

Abstract

Susu dan produk hasil olahan susu merupakan pelengkap zat – zat gizi yang baik bagi tubuh manusia. Susu mengandung kalsium dengan bioavabilitas baik sehingga diperkirakan dapat membantu pertumbuhan tinggi pada anak usia sekolah. Studi ini menggunakan desain cross-sectional pada 88 responden yang terdiri atas 42 anak laki – laki dan 46 anak perempuan kelas 4 SD bertempat di Sekolah Bunda Hati Kudus dengan rentang usia 9 – 11 tahun. Hasil studi menunjukkan sebagian besar anak (86,36%) mengonsumsi susu minimal 1 gelas (±200ml) perhari dan hampir sebagian responden (46,59%) mengonsumsi hasil olahan susu minimal 1 kali sehari (±130 kkal). Hampir seluruh siswa mempunyai tinggi yang normal (93,18%) dan sebagian kecil termasuk ke dalam kategori pendek (6,82%). Kesimpulannya tidak ada hubungan yang bermakna antara tinggi badan dengan jumlah asupan susu dan hasil olahan susu pada anak usia sekolah (p > 0,05).
Prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja konfeksi bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016 Vincent Livandy; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2543

Abstract

Musculoskeletal Disorders (MSDs) merupakan salah satu penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan yang dapat timbul akibat tidak terselenggaranya upaya keselamatan dan kesehatan kerja dengan baik. Konfeksi merupakan salah satu industri yang bergerak di sektor usaha informal yang memiliki upaya kesehatan kerja dan kesejahteraan tenaga kerja yang masih terbilang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi gangguan muskuloskeletal pada pekerja konfeksi bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif pada pekerja konfeksi yang bekerja di bagian penjahitan di Kecamatan Pademangan Jakarta Utara periode Januari 2016 yang diambil dengan menggunakan non-random judgmental sampling. Dari hasil penelitian terhadap 81 orang pekerja didapatkan bahwa sebanyak 78 (96,3%) orang pekerja memiliki keluhan gangguan muskuloskeletal dalam 12 bulan terakhir, 47 (58%) orang pekerja mengalami gangguan tersebut dalam tujuh hari terakhir dan sebanyak 36 (44,4%) orang pekerja mengeluhkan bahwa gangguan tersebut pernah menghalangi mereka dalam melakukan pekerjaan rumah maupun diluar rumah dalam 12 bulan terakhir, dimana keluhan gangguan muskuloskeletal terbanyak dirasakan pada daerah leher, pinggang dan punggung.
Pengaruh hipoksia sistemik terhadap kadar Glutation (GSH) pada jantung dan darah tikus Sprague Dawley William Lukman; Frans Ferdinal
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2544

Abstract

Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada sel. Jantung merupakan organ yang aerobik obligat. Hipoksia bukan hanya terjadi karena konsekuensi global pada tekanan oksigen yang rendah, tapi juga terjadi pada keadaan inflamasi, cedera dan iskemik jaringan, serta pertumbuhan tumor. Hipoksia diketahui meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS) pada intraseluler. Kelebihan produksi ROS dibanding pertahanan antioksidan yang disebut stres oksidatif diketahui berperan penting pada patofisiologi gagal jantung. Antioksidan selular penting untuk memproteksi sel melawan ROS. Salah satunya adalah Glutation (GSH) yang merupakan antioksidan penting yang bertanggungjawab untuk menjaga homeostasis redoks intraseluler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai perubahan kadar GSH pada jantung dan darah tikus yang diinduksi hipoksia sistemik. Hewan coba tikus dibagi menjadi 7 kelompok (n = 4 per kelompok): kelompok kontrol normoksia, kelompok hipoksia yang ditempatkan dalam sungkup hipoksik (kadar O2 8%) selama 1,3,6,12,24, dan 72 jam. Hasil : kenaikan konsentrasi kadar GSH pada jantung dan darah tikus yang mengalami perlakuan hipoksia dibandingkan normoksia. Hipoksia sistemik menyebabkan kenaikan kadar GSH pada jantung dan darah tikus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap hipoksia sistemik yang lebih lama dari 72 jam dan variabel-variabel lain yang dipengaruhi hipoksia sistemik seperti malondialdehid, enzim katalase, HIF.
Perbedaan rerata penurunan lemak tubuh terhadap frekuensi angkat beban Wiseley Hong; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2545

Abstract

Kekurangan aktivitas fisik menduduki peringkat keempat sebagai penyebab kematian di seluruh dunia dengan sekitar 5,3 juta dari 57 juta kematian pada tahun 2008. Ketidakseimbangan gizi dan aktivitas adalah penyebab umum terjadinya kelebihan berat badan ataupun obesitas yang merupakan salah satu faktor utama dalam meningkatkan risiko penurunan kesehatan seorang individu. Mengurangi massa lemak tubuh, yang menyebabkan penurunan berat badan, dapat mengurangi risiko penurunan kesehatan. Hal ini dapat dicapai melalui olahraga angkat beban dengan frekuensi yang sesuai sehingga terjadi penurunan massa lemak tubuh.Penelitian dilakukan dengan mengukur massa lemak tubuh dari 27 orang yang baru berlatih angkat beban menggunakan Body weight analzyer sebelum dan sesudah latihan angkat beban selama 3 bulan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan massa lemak tubuh setelah melakukan latihan angkat beban selama 3 bulan (p=0,026). Frekuensi latihan 3-4x/minggu (3,18 kg) memberikan hasil penurunan massa lemak yang lebih besar dibandingkan frekuensi latihan 1-2x/minggu (-0,25 kg).Dapat disimpulkan bahwa latihan angkat beban memiliki efek yang signifikan terhadap penurunan massa lemak tubuh dan frekuensi angkat beban yang sesuai pada orang yang baru mulai latihan angkat beban untuk penurunan massa lemak tubuh adalah rutin sebanyak tiga sampai empat kali per minggu.
Gambaran pelaksanaan antenatal care di RSUD Kotabaru Pulau Laut Kalimantan Selatan tahun 2013 Heratio Adiwiguna; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2546

Abstract

Antenatal Care adalah pelayanan antenatal yang diberikan kepada semua ibu hamil untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan antenatal yang berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan yang sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat. Di Kabupaten Kotabaru sendiri cakupan Kunjungan Antenatal empat kali (K4) berdasarkan Data dan Informasi Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan pada tahun 2013 adalah 53,37%, jauh dibawah angka minimal 93% yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan Antenatal Care di RSUD Kotabaru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan. Penelitian ini secara deskriptif dengan desain studi cross-sectional selama tahun 2013. Respondennnya adalah ibu hamil yang datang ke RSUD Kotabaru Pulau Laut Kalimantan Selatan, data diambil dari rekam medik para ibu hamil tersebut sebanyak 722 data. Data diolah secara statistik. Dari penelitian didapatkan yang melakukan Antenatal Care teratur 515 (71.3%) dan Antenatal Care tidak teratur 207 (28.7%).
Diagnosis dan Penatalaksanaan Idiopathic Macular Hole Meriana Rasyid
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 1 (2018): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i1.2551

Abstract

Macular hole pertama kali dilaporkan disebabkan oleh adanya trauma tumpul pada mata. Namun dewasa ini, telah diketahui bahwa keadaan ini dapat terjadi tanpa didahului trauma. Idiopathic macular hole sering terjadi pada usia dekade 6 hingga 7. Diagnosis dapat ditegakkan dari anamnesis, pemeriksaan funduskopi dan optical coherence tomography (OCT) sebagai standar emasnya. Hingga tahun 1991, keadaan ini dianggap tidak dapat diobati / ditangani (untreatable), namun sekarang sudah rutin dilakukan intervensi untuk menutup hole dan memperbaiki tajam penglihatan. Pilihan penatalaksanaan disesuaikan dengan karakteristik idiopathic macular hole. dapat dilakukan dengan vitrektomi kombinasi dengan peeling internal limiting membrane dan tamponade serta posisi face-down post-operatif atau bisa dengan suntikan ocriplasmin intravitreal.
Efek perlindungan ekstrak buah maja (Aegle marmelos) pada paru tikus Sprague dawley terhadap stres oksidatif yang diinduksi hipoksia sistemik kronik David Limanan; Natasha Olivia Christian; Erics Efrany; Clareta Vero Patricia Widya; Ngestinuari Salim; Jessica Geselda Salim; Rizky Putri Agustina; Eny Yulianti; Frans Ferdinal
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3822

Abstract

Paru-paru merupakan organ yang terpapar dengan berbagai macam zat yang dapat berpotensi memicu oksidan berlebihan dan menyebabkan stres oksidatif yang berujung timbulnya berbagai macam kelainan paru. Salah satu marker yang umum diperiksa bila terjadi oksidan berlebihan adalah malondialdehid (MDA). Untuk mengatasi oksidan yang berlebihan tubuh memiliki sistem antioksidan seperti GSH dan enzim katalase. Untuk membantu kerja antioksidan endogen, dapat diberikan antioksidan dari luar, seperti tanaman maja yang kaya akan fenolik dan falvonoid yang diketahui memiliki kemampuan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dan memahami potensi buah maja sebagai antioksidan dengan model hewan coba yang diinduksi hipoksia sistemik sebagai sumber ROS. Penelitian ini merupakan eksperimental in vivo, menggunakan hewan percobaan tikus Sprague Dawley jantan yang dibagi dalam 8 kelompok (n=4), dan dibagi menjadi 2 group (dicekok ekstrak etanol buah maja (400mg/KgBB/hr, 14 hari) dan tidak dicekok). Tiap group dibagi menjadi 4 sub group (normoksia, hipoksia (O2 8%, N2 92%) selama 3, 7 dan 14 hari). Pada akhir masa percobaan, darah hewan coba diperiksa kadar malondialdehid (metode Wills ED), kadar glutation (metode Ellman), dan aktivitas spesifik katalase (metodde Mates). Hasil penelitian menunjukan terjadinya peningkatan kadar MDA dan penurunan kadar GSH serta aktivitas spesifik katalasse pada kelompok hipoksia bila dibandandingkan normoksia. Akan tetapi peningkatan MDA lebih rendah pada kelompok yang dicekok ekstrak buah maja bila dibandingkan yang tidak dicekok. Hal serupa terlihat pada GSH dan aktivitas spesifik katalase dimana kadarnya lebih tinggi pada kelompok yang dicekok ekstrak buah maja. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak buah maja memiliki kemampuan antioksidan.
Karakteristik kadar hidrasi kulit pada lansia di Panti Wreda Kristen Hana: Kajian terhadap pruritus Alvin Rinaldo; Linda Julianti Wijayadi; Sari Mariyati Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3823

Abstract

Penuaan ialah proses degenerasi yang dialami oleh semua makhluk hidup, termasuk manusia. Setiap bagian tubuh manusia akan mengalami penuaan, termasuk kulit. Kulit akan mengalami penurunan produksi sebum, produksi keringat dan fungsi sawar kulit seiring bertambahnya usia. Penurunan tersebut akan mengakibatkan terjadinya kulit kering atau Xerosis. Xerosis akan memicu terjadinya keluhan pruritus. Pruritus merupakan gejala kulit tersering yang dialami oleh lansia. Pruritus kronik yang tidak ditangani dengan baik, akan mengganggu kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor lain seperti jumlah asupan cairan, mandi, kebiasaan penggunaan sabun mandi antiseptik, pajanan sinar matahari, penggunaan pelembab, penyakit sistemik dan penggunaan obat-obatan sistemik juga berpengaruh terhadap keluhan pruritus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan kadar hidrasi kulit pada lansia yang mengalami pruritus dan tidak, yang selanjutnya diharapkan dapat menjadi acuan untuk penelitian lainnya. Kadar hidrasi kulit diukur menggunakan korneometer. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain potong lintang. Sejumlah 79 lansia dari penghuni panti menjadi subjek penelitian. Kadar hidrasi kulit lansia yang mengalami pruritus lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak mengalami pruritus. Terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dengan uji t tidak berpasangan (sig 2-Tailed<0,01) antara kadar hidrasi kulit kelompok lansia yang mengalami keluhan pruritus dan yang tidak mengalami keluhan pruritus, sehingga penggunaan pelembab dapat disarankan pada kulit lansia yang kering untuk mencegah dan mengurangi keluhan pruritus.
Hubungan pendekatan belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 Anggi Arini; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3824

Abstract

Pendekatan belajar adalah suatu strategi yang digunakan individu dalam proses belajar untuk mendapatkan pengetahuan. Pendekatan belajar dapat dikelompokkan menjadi deep learning dan surface learning. Pendekatan belajar dapat memengaruhi prestasi belajar. Pemahaman terhadap pendekatan belajar mahasiswa merupakan hal penting karena berkaitan dengan kualitas pembelajaran yang diterapkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pendekatan belajar dan prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 sebanyak 189 diambil menggunakan metode purposive non-random sampling. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini menggunakan kuesioner Revised Study Process Questionnaire 2 Factors (R-SPQ-2F). Dari hasil penelitian, jumlah mahasiswa yang menggunakan pendekatan belajar deep learning yang memiliki prestasi belajar yang memuaskan 128 (87,67%). Kemudian mahasiswa yang menggunakan pendekatan belajar deep learning mendapatkan prestasi belajar yang kurang memuaskan sebanyak 15 (34,88 %). Dari hasil uji statistik didapatkan adanya hubungan bermakna antara pendekatan belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 (p <0,05).
Perubahan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2016 terhadap SADARI sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan Arianto Salim; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 2 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v1i2.3825

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Jenis kanker yang paling sering ditemui pada wanita adalah kanker payudara. Kanker ini dapat disebabkan oleh bermacam-macam  faktor, contohnya adalah penggunaan  alkohol,  obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Dengan melakukan SADARI, kelainan pada payudara dapat dideteksi  secara  dini,  sehingga  peluang  untuk  sembuh  lebih  besar.  Tujuan  dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswi FK UNTAR angkatan 2016 terhadap SADARI. Jenis penelitian ini adalah analitik eksperimental dengan cara quasi-experimental. Setelah dilakukan pre-test, dilakukan penyuluhan dan selang beberapa hari dilakukan post-test. Hasil yang didapat adalah terdapat perubahan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku setelah diberikan penyuluhan. Hasil analisa McNemar pada pengetahuan responden, terdapat 28 mahasiswi (36.4%) yang berubah menjadi pengetahuan baik setelah diberikan penyuluhan (p <0.001). Sikap responden yang berubah menjadi baik setelah diberikan penyuluhan berjumlah 23 mahasiswi (29.9%) dengan p = 0.002. Mahasiswi yang perilakunya berubah dari tidak melakukan menjadi melakukan SADARI berjumlah 10 mahasiswi (13%) dengan p = 0.629. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah penyuluhan sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mahasiswi terhadap SADARI, tetapi untuk merubah perilaku dibutuhkan kemauan dari masing-masing mahasiswi utnuk menjaga kesehatannya. Maka dari itu, mahsiswi perlu dimotivasi agar mau melakukan SADARI.

Page 4 of 40 | Total Record : 395