cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 421 Documents
Dampak kejadian hotspot kebakaran hutan terhadap insiden pneumonia pada balita di Palangka Raya tahun 2016-2025 Adithya Septyadi Pratama; Clement Drew; Wiyarni Pambudi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37832

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan masih menjadi masalah lingkungan penting di Palangka Raya karena menghasilkan asap yang dapat menurunkan kualitas udara dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada balita. Hotspot digunakan sebagai indikator awal potensi kebakaran, sedangkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menggambarkan tingkat pencemaran udara ambien. Studi ini menganalisis hubungan antara rata-rata hotspot tahunan, ISPU, dan insiden pneumonia balita di Kota Palangka Raya tahun 2016-2025. Studi kuantitatif analitik ini menggunakan desain potong lintang berbasis deret waktu dengan data sekunder agregat tahunan. Data meliputi rata-rata hotspot, rata-rata ISPU, jumlah kasus pneumonia balita, populasi balita, dan insiden pneumonia per 1.000 balita. Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan 0,05. Selama 10 tahun pengamatan, rerata hotspot ialah 142,888 titik/tahun, rerata ISPU 67,884, rerata kasus pneumonia 1.263 kasus/tahun, dan rerata insiden pneumonia 39,29 per 1.000 balita. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif sangat kuat antara hotspot dan ISPU (rho=0,927; p<0,001; IK95% 0,704-0,984), serta antara ISPU dan insiden pneumonia (rho=0,927; p<0,001; IK95% 0,704-0,984). Hubungan langsung hotspot dan insiden pneumonia juga positif kuat (rho=0,830; p=0,003). Peningkatan hotspot berkorelasi dengan peningkatan ISPU, dan kualitas udara yang memburuk berkorelasi dengan peningkatan insiden pneumonia balita. Temuan ini mendukung pentingnya sistem peringatan dini berbasis hotspot dan ISPU untuk perlindungan kesehatan anak.
Gambaran capaian imunisasi dasar sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang Devorah Mae Gabrielle Kwa; Kumala Dewi Darmawi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37834

Abstract

Imunisasi merupakan upaya penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Pandemi COVID-19 di Indonesia menyebabkan berbagai kendala dalam pelayanan kesehatan, termasuk pelaksanaan program imunisasi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran angka cakupan imunisasi dasar lengkap sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Puskesmas Cikupa Kabupaten Tangerang. Studi deskriptif potong lintang dengan metode total sampling mengambil data dari rekam medis Puskesmas Cikupa periode 2019-2020 pada bayi dengan tahun lahir 2019 dan 2020. Total sampel sebanyak 7.555 subjek, terdiri dari 3.604 subjek pada tahun 2019 dan 3.951 subjek pada tahun 2020. Hasil studi menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap pada tahun 2019 (sebelum pandemi) mencapai 99,76% dengan 3.594 dari 3.604 bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap. Pada tahun 2020 (selama pandemi), cakupan imunisasi dasar lengkap menurun menjadi 95,80% dengan 3.715 dari 3.951 bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap. Cakupan imunisasi dasar lengkap turun sebesar 3,96%. Penurunan ini menunjukkan dampak signifikan dari pandemi COVID-19 terhadap pelaksanaan program imunisasi dasar di wilayah Puskesmas Cikupa. Pandemi COVID-19 berdampak negatif terhadap cakupan imunisasi dasar, meskipun masih tetap mencapai target nasional. Upaya khusus dan strategi inovatif diperlukan dalam mempertahankan dan meningkatkan cakupan imunisasi dasar ketika terjadi situasi darurat kesehatan masyarakat di masa depan.
Efektivitas suplementasi L-carnitine terhadap perbaikan ejection fraction pasien gagal jantung: Laporan klinis berbasis bukti Evelyn Patricia; Yohannesa Wulandari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37836

Abstract

Pasien dengan gagal jantung sebagian besar memiliki ejection fraction (EF) yang rendah. Terapi standar gagal jantung belum optimal untuk memperbaiki EF yang dapat memengaruhi gejala klinis, kapasitas fungsional, dan kualitas hidup pasien. L‑carnitine merupakan bentuk asam amino yang berperan dalam produksi energi miokard dan memperbaiki fungsi mitokondria, sehingga berpotensi meningkatkan EF pada pasien gagal jantung. Studi ini secara objektif atau dengan berbasis bukti bertujuan untuk menilai efektivitas suplementasi L‑carnitine terhadap perbaikan EF pada pasien dengan gagal jantung. Metode studi yang digunakan ialah pencarian literatur dilakukan pada tiga database besar yaitu PubMed, Scopus, dan Cochrane menggunakan kriteria eligibilitas. Pencarian literatur didapatkan satu artikel meta‑analisis dan dua artikel randomized controlled trial (RCT) yang relevan dengan kriteria eligibilitas. Dua artikel RCT melaporkan bahwa suplementasi L-carnitine dapat meningkatkan EF pada pasien gagal jantung, namun tidak bermakna secara signifikan. Namun, satu artikel meta-analisis melaporkan bahwa suplementasi L-carnitine meningkatkan EF pasien gagal jantung secara signifikan (p=0,01). Suplementasi L-carnitine berpotensi memperbaiki EF ventrikel kiri pada pasien gagal jantung, namun perlu ditelaah kembali untuk mencari dosis dan tata cara pemberian yang terbaik.
Hubungan dukungan keluarga dan faktor-faktor yang berperan dalam kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Karangrejo Hosana Elva Musti Karini; Clement Drew
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37837

Abstract

Kepatuhan minum obat merupakan salah satu faktor penting dalam pengendalian hipertensi dan pencegahan komplikasi. Dukungan keluarga diyakini berperan dalam meningkatkan kepatuhan pasien, meskipun pengaruhnya masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Studi ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga serta faktor-faktor lain yang memengaruhi kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Karangrejo. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 149 pasien hipertensi. Dukungan keluarga diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas 16 pertanyaan, sedangkan kepatuhan minum obat dinilai menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman dan regresi logistik multivariat. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan lemah antara skor dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat (r = 0,369; p < 0,001). Namun, analisis regresi logistik menunjukkan bahwa dukungan keluarga tidak berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan minum obat (p >0,05). Faktor lain yang dianalisis, yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan lama riwayat hipertensi, juga tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik terhadap kepatuhan minum obat (p >0,05). Dukungan keluarga memiliki korelasi positif lemah dengan kepatuhan minum obat, tetapi tidak merupakan faktor yang berhubungan secara independen setelah dikontrol bersama variabel lain. Upaya skrining dan pemantauan pasien hipertensi yang tidak melakukan kontrol rutin tetap diperlukan untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan dan mencegah komplikasi hipertensi.
Efektivitas penyuluhan HIV/AIDS terhadap pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten Putri Jayanti; Sari Mariyati Dewi Nataprawira
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37841

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok remaja yang termasuk populasi rentan. Pengetahuan yang memadai mengenai HIV/AIDS merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan penularan. Namun, informasi terkait HIV/AIDS di lingkungan pesantren masih relatif terbatas. Studi ini bertujuan mengetahui efektivitas penyuluhan HIV/AIDS terhadap peningkatan pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Studi analitik observasional dengan desain quasi-experimental ini menggunakan pendekatan one group pre-test dan post-test. Studi dilakukan terhadap 80 santri kelas 2 SMA yang dipilih dengan teknik consecutive non-random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan HIV/AIDS yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Intervensi berupa penyuluhan HIV/AIDS menggunakan media slide, diskusi, dan tanya jawab. Analisis data dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Sebelum penyuluhan, sebanyak 54 (67,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan kurang dan 26 (32,5%) santri memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah penyuluhan, jumlah santri dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 74 (92,5%) orang, sedangkan yang memiliki pengetahuan kurang menurun menjadi 6 (7,5%) orang. Nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 72 menjadi 87 atau mengalami peningkatan sebesar 15 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara nilai sebelum dan sesudah penyuluhan (p<0,001). Penyuluhan HIV/AIDS efektif meningkatkan tingkat pengetahuan santri di Pondok Pesantren Manahijussadat Banten. Edukasi kesehatan secara langsung dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan dan mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja di lingkungan pesantren.
Perbedaan derajat depresi pada mahasiswa kedokteran tahap profesi Wikrama Lokapradhana Jayaputra; James Aloysius Darmapuspita
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37842

Abstract

Mahasiswa profesi dokter menghadapi berbagai tuntutan akademik dan klinis yang berpotensi meningkatkan risiko depresi. Perbedaan beban pada setiap tahapan stase diduga memengaruhi derajat depresi, namun bukti mengenai perbedaannya masih terbatas. Studi ini bertujuan membandingkan derajat depresi pada mahasiswa profesi dokter berdasarkan tahapan stase. Studi analitik dengan desain potong lintang dilakukan pada 222 mahasiswa profesi dokter Universitas Tarumanagara periode Mei–Juni 2025 menggunakan consecutive sampling. Derajat depresi diukur menggunakan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9) dan Beck Depression Inventory-II (BDI-II). Responden dikelompokkan menjadi stase awal, tengah, dan akhir. Analisis perbedaan antar kelompok dilakukan menggunakan uji One-Way ANOVA. Berdasarkan PHQ-9, mayoritas responden mengalami depresi minimal/tidak depresi (46,9%), diikuti depresi ringan (26,1%), sedang (16,2%), sedang-berat (7,2%), dan berat (3,6%). Hasil BDI-II juga menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori depresi minimal (71,2%). Mahasiswa stase akhir memiliki proporsi gejala depresi lebih tinggi dibandingkan kelompok lain berdasarkan PHQ-9, sedangkan pada BDI-II skor lebih tinggi ditemukan pada stase awal. Namun, tidak terdapat perbedaan derajat depresi yang bermakna secara statistik antar tahapan stase (p>0,05).Tahapan stase tidak berhubungan secara signifikan dengan derajat depresi pada mahasiswa profesi dokter. Upaya skrining dan dukungan kesehatan mental tetap diperlukan pada seluruh tahapan pendidikan profesi.
Efektivitas suplementasi seng terhadap penurunan kadar C-reactive protein pada pasien obesitas: Laporan klinis berbasis bukti Wisi Fauziatun Nasa; Yohannesa Wulandari
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37843

Abstract

Pasien obesitas mengalami defisiensi mikronutrien seng akibat pola makan rendah seng dan kebutuhan seng yang meningkat. Keadaan tersebut memicu perburukan kondisi low grade inflammation pada obesitas dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi metabolik. Studi ini bertujuan untuk menilai efektivitas suplementasi seng terhadap penurunan kadar C-reactive protein pada pasien obesitas melalui telaah bukti ilmiah terkini. Metode pencarian literatur dilakukan pada tiga basis data besar yaitu PubMed, Scopus dan Cochrane hingga Desember 2025. Artikel yang diseleksi berupa randomized controlled trial (RCT) dan systematic review - meta-analysis. Proses seleksi dengan mengikuti alur PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) dengan menggunakan kriteria eligibilitas. Pada studi ini terdapat satu artikel systematic review dan satu artikel RCT yang relevan dengan kriteria eligibilitas. Artikel systemic review melaporkan bahwa pada suplementasi seng terdapat penurunan CRP yang bersirkulasi rata rata 1,68 mg/L setelah pemberian suplemen seng (p < 0,01) dan artikel RCT terdapat penurunan level hs-CRP pada pemberian suplementasi seng dibandingkan plasebo (p = 0,01). Suplementasi seng berpotensi menurunkan kadar CRP pada pasien obesitas.
Laporan kasus: Hernia Amyand strangulate dan tatalaksananya Ayunda Vidya Karmelia; Giri Yurista; Yonathan Adi Purnomo
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37845

Abstract

Hernia Amyand merupakan varian langka dari hernia inguinalis yang ditandai dengan keberadaan apendiks vermiformis dengan atau tanpa inflamasi di dalam kantong hernia. Pada sebagian kecil kasus dapat berpresentasi sebagai ileus obstruktif yang mengancam jiwa. Diagnosis praoperatif sering kali sulit ditegakkan karena gambaran klinis menyerupai hernia inguinal strangulata biasa dan temuan pencitraan tidak selalu spesifik. Kasus pada seorang laki-laki usia 50 tahun dengan keluhan perut membesar dan terasa sesak sejak tiga hari sebelum masuk rumah sakit, disertai mual dan muntah, dan tanpa keluhan benjolan jelas di regio inguinal. Pemeriksaan fisik menunjukkan distensi abdomen dan tanda obstruksi usus, sedangkan CT scan abdomen mengarah pada ileus obstruktif letak tinggi dengan hernia inguinalis terinkarserasi tanpa identifikasi spesifik apendiks di dalam kantong hernia. Pasien menjalani eksplorasi hernia inguinal dan laparotomi. Intraoperatif ditemukan apendiks gangrenosa yang terjebak dalam kantong hernia sebagai penyebab obstruksi usus, konsisten dengan hernia Amyand tipe 3 menurut klasifikasi Losanoff dan Basson. Tatalaksana dilakukan apendektomi, perbaikan hernia tanpa mesh dengan teknik Bassini, serta eksplorasi kavum peritoneum untuk menilai viabilitas usus dan menangani kontaminasi intraabdomen. Laporan kasus ini menegaskan bahwa pemilihan tatalaksana pada hernia Amyand harus diindividualisasi berdasarkan kondisi apendiks, derajat sepsis, dan kebersihan lapangan operasi, di mana penggunaan mesh perlu dihindari pada luka kotor dengan risiko infeksi tinggi. Hernia Amyand perlu dipertimbangkan pada hernia inguinal strangulata dengan ileus obstruktif, serta keputusan mengenai apendektomi dan penggunaan mesh harus ditentukan secara individual.
Laringoplasti injeksi asam hialuronat sebagai terapi korektif insufisiensi glotis pada paralisis pita suara unilateral akibat tuberkulosis paru: Laporan kasus Heri Yanto Putra; Guntur Surya; Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37846

Abstract

Paralisis pita suara unilateral merupakan kondisi yang menyebabkan disfonia akibat gangguan penutupan glotis. Salah satu etiologi fungsional yang jarang namun penting ialah tuberkulosis paru (TB Paru), meskipun tidak terdapat keterlibatan langsung struktur laring. Laporan kasus seorang perempuan berusia 59 tahun datang dengan keluhan suara serak yang berlangsung menetap selama tiga bulan. Laringoskopi menunjukkan paralisis pita suara sisi kiri, sementara radiografi toraks menunjukkan adanya fibroinfiltrat dan kavitas pada apeks paru kiri. Pemeriksaan sputum Basil Tahan Asam (BTA) positif. Pasien menjalani terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) selama enam bulan disertai rehabilitasi suara, namun tidak didapatkan perbaikan pergerakan pita suara. Oleh karena itu, dilakukan injeksi asam hialuronat (Juvederm®) sebanyak 1 mL ke pita suara kiri. Evaluasi satu minggu pasca tindakan menunjukkan rima glotis hampir menutup sempurna dengan bowing minimal, dan pasien melaporkan perbaikan suara yang signifikan tanpa komplikasi. Pemeriksaan lanjutan hingga satu tahun pasca injeksi menunjukkan kualitas suara yang masih baik dan penutupan rima glotis yang masih optimal. Injeksi asam hialuronat terbukti sebagai terapi korektif yang aman dan efektif untuk insufisiensi glotis pasca tuberkulosis paru. Terapi ini direkomendasikan terutama pada pasien dengan kelumpuhan pita suara akibat penyebab reversibel setelah infeksi aktif teratasi, guna mencegah inflamasi lanjutan dan mempercepat pemulihan fungsi vokal.
Tinea corporis et cruris berulang pada pasien diabetes melitus tipe 2 dan obesitas: Tantangan penatalaksanaan di layanan primer Stefani Leonita; Maria Frisca Jeremi; Naufal Ikbar Rian; Adnan; Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 8 No. 1 (2026): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v8i1.37848

Abstract

Tinea corporis et cruris merupakan infeksi dermatofita superfisial yang sering dijumpai di layanan kesehatan primer. Pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan obesitas, infeksi cenderung bersifat persisten dan berulang akibat gangguan imunitas, kontrol glikemik yang buruk, serta faktor perilaku dan lingkungan. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan penatalaksanaan komprehensif melalui pendekatan kedokteran keluarga. Kasus seorang perempuan berusia 44 tahun dengan tinea corporis et cruris berulang, diabetes melitus tipe 2 yang tidak terkontrol, dan obesitas derajat I di Puskesmas Kronjo, Tangerang. Penatalaksanaan dilakukan menggunakan pendekatan kedokteran keluarga berdasarkan 10 prinsip dokter keluarga, Mandala of Health, serta lima tingkat pencegahan yang meliputi terapi farmakologis, edukasi, modifikasi gaya hidup, dan pelibatan keluarga. Evaluasi menunjukkan adanya faktor predisposisi berupa diabetes melitus yang tidak terkontrol, obesitas, kebersihan diri yang kurang optimal, pola hidup tidak sehat, dan faktor lingkungan. Setelah intervensi komprehensif, pasien menunjukkan perbaikan klinis, peningkatan pemahaman mengenai penyakit, serta skor koping keluarga sebesar 5. Prognosis dinilai baik untuk kehidupan dan fungsi, serta kesembuhan. Penatalaksanaan tinea corporis et cruris berulang pada pasien dengan diabetes melitus tipe 2 dan obesitas memerlukan pendekatan kedokteran keluarga yang holistik dan komprehensif melalui pengendalian penyakit penyerta, modifikasi perilaku, serta keterlibatan keluarga untuk mencegah kekambuhan.