cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Gambaran asupan buah dan sayur pada lansia di RW 05 Palmerah Jakarta Barat Daima, Fransiska Elania; Karjadidjaja, Idawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34102

Abstract

Kesehatan lanjut usia (lansia) merupakan salah satu isu penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup di usia lanjut. Asupan gizi yang seimbang, termasuk konsumsi buah dan sayur, berperan penting dalam mempertahankan kesehatan dan mencegah berbagai penyakit kronis pada lansia. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kecukupan asupan buah dan sayur pada lansia di posbindu RW 05 Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Metode studi yang digunakan ialah survei cross-sectional dengan metode total sampling. Studi ini dilakukan pada bulan Maret 2024, data dikumpulkan melalui kuesioner dan wawancara terstruktur mengenai frekuensi dan jumlah asupan buah dan sayur. Sebanyak 21 (40,4%) responden memiliki asupan buah yang kurang, 20 orang (38,4%) dengan asupan cukup, dan 11 orang (21,2%) memiliki asupan yang baik. Sementara itu, untuk asupan sayur, 29 orang (55,7%) tergolong kurang, 12 orang (23,1%) cukup, dan 11 orang (21,2%) baik. Secara umum, gambaran asupan buah dan sayur pada lansia di RW 05 Kecamatan Palmerah masih tergolong kurang dibandingkan dengan anjuran dalam pedoman gizi seimbang Kementerian Kesehatan. Keadaan tersebut memerlukan perhatian lebih untuk meningkatkan kesadaran dan aksesibilitas terhadap konsumsi sayur yang cukup sehingga kualitas kesehatan lansia terjaga.
Pengaruh durasi penggunaan aplikasi TikTok terhadap meningkatnya perilaku fear of missing out Andersan, Jonathan; Darmapuspita, James
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34103

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) atau kecemasan yang timbul saat seseorang merasa ketinggalan momen penting telah menjadi fenomena psikologis yang semakin umum di era digital, terutama di kalangan pengguna aktif media sosial. Meskipun istilah ini semakin populer, studi mendalam mengenai faktor pemicu dan dampaknya masih terbatas, termasuk faktor-faktor apa saja yang berkontribusi pada meningkatnya perilaku FoMO. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi penggunaan media sosial khususnya aplikasi TikTok terhadap meningkatnya perilaku Fear of Missing Out pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Studi ini menggunakan desain potong lintang dan diolah menggunakan aplikasi SPSS. Instrumen yang digunakan melalui kuesioner berisi Fear of Missing Out scale (FoMOs) yang dibuat oleh Przybylski dan dilakukan wawancara untuk mencatat durasi penggunaan aplikasi media sosial dalam satu minggu terakhir. Hasil studi terhadap 204 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menunjukkan pengaruh signifikan aplikasi TikTok terhadap peningkatan perilaku Fear of Missing Out (FoMO) secara statistik dengan nilai signifikansi <0.001. Studi ini menemukan sebagian besar responden memiliki FoMO rendah dan media sosial TikTok merupakan media sosial dengan durasi penggunaan paling tinggi dan paling berkontribusi terhadap timbulnya perilaku Fear of Missing Out jika dibandingkan dengan media sosial lainnya seperti Instagram, WhatsApp.
Status gizi pasien mioma uteri RS Sumber Waras periode tahun 2022-2023 Putri, Kelly Lopian Daulat; Dewi, Andriana Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34105

Abstract

Mioma uteri, tumor jinak otot polos rahim, terdiri dari jaringan fibroid serta kolagen. Prevalensinya mencapai 2 hingga 13 kasus per 1000 perempuan setiap tahun. Di Indonesia, kasus mioma uteri dilaporkan mencakup sekitar 2,39% hingga 11,7% dari total penyakit ginekologi yang dirawat. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama mioma uteri. WHO melaporkan lebih dari 1,9 miliar orang dewasa mengalami kelebihan berat badan, dengan 600 juta di antaranya tergolong obesitas. Mioma uteri dilaporkan terjadi 2 hingga 3 kali lebih sering pada perempuan obesitas, dengan peningkatan risiko sebesar 21% untuk setiap penambahan berat badan 10 kg. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Indonesia tentang faktor risiko terjadinya mioma uteri dan memperhatikan status gizi yang merupakan faktor risiko mioma uteri. Studi dengan pendekatan deskriptif dan desain potong lintang ini menggunakan data dari 75 rekam medis pasien dengan mioma uteri yang menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras selama tahun 2022-2023. Hasil studi ditemukan prevalensi kejadian mioma uteri yang menjalani operasi di Rumah Sakit Sumber Waras adalah 31,6% dari seluruh pasien yang menjalani operasi ginekologi dan pasien dengan mioma uteri dengan status gizi obesitas sebanyak 56% dari seluruh pasien mioma uteri. Temuan ini menyiratkan bahwa obesitas merupakan faktor yang dominan di antara pasien mioma uteri yang memerlukan tindakan operatif.
Prosedur diagnostik radiologi non-invasif pada penyakit kulit: Tinjauan literatur Wijayadi, Linda Julianti; Karinnia; Kelvin
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34106

Abstract

Diagnosis yang tepat suatu penyakit kulit merupakan hal penting dalam menatalaksana penyakit tersebut. Namun, prosedur diagnostik standar emas, yaitu biopsi kulit memerlukan biaya yang mahal. Kemajuan dalam teknologi pencitraan dapat membantu mendiagnosis suatu penyakit kulit. Tujuan dari studi ini ialah untuk melakukan tinjauan literatur mengenai peran modalitas pencitraan non-invasif dalam menilai pasien dengan penyakit kulit inflamasi. Studi literatur ini menggunakan basis data yang dikumpulkan dari Pubmed dan Cochrane dengan tahun publikasi artikel dari 2014 hingga 2024. Kata kunci yang digunakan ialah skin and ultrasound atau confocal atau impedance atau optoacoustic atau diagnosis dan inflamasi. Sebanyak 6 artikel studi disertakan dalam studi tinjauan literatur ini. Studi tersebut menjelaskan tentang reflectance confocal microscopy (RCM), optical coherence tomography (OCT) dan ultrasonografi (USG) pada penyakit kulit. Ultrasonografi merupakan modalitas yang paling umum digunakan pada penyakit kulit terutama dengan keterlibatan organ lain, meskipun resolusinya rendah. Studi ini menunjukkan bahwa teknologi non-invasif dapat digunakan untuk menggambarkan dengan baik beberapa penyakit kulit.
Implementasi perilaku hidup bersih dan sehat di SMA Semesta Semarang Cornellisa, Lolia Diyah Putri; Darmawi, Kumala Dewi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34117

Abstract

Perilaku hidup sehat dan kemampuan masyarakat dalam memilih serta memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembangunan kesehatan. Oleh karena itu, salah satu misi utama sektor kesehatan ialah mendorong kemandirian masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Anak usia sekolah merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan. Pada usia ini, anak juga sangat peka terhadap stimulasi dan mudah untuk dibimbing, diarahkan, serta diberi penanaman kebiasaan baik. Hal ini termasuk kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dapat diterapkan sejak dini. Upaya untuk membina, mengembangkan, dan meningkatkan kemampuan hidup sehat serta derajat kesehatan peserta didik dilakukan melalui program pendidikan di sekolah, serta melalui berbagai kegiatan di luar sekolah yang bertujuan untuk pembinaan dan pemeliharaan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan dan sikap PHBS pada siswa SMA Semesta Semarang kelas 10-12 tahun ajaran 2023/2024. Studi ini ialah studi deskriptif yang menggunakan metode potong lintang (cross sectional) pada 80 siswa SMA Semesta Semarang. Pengumpulan data studi menggunakan kuesioner yang menilai pengetahuan, sikap dan perilaku siswa terhadap PHBS. Hasil studi menunjukkan bahwa pengetahuan maupun sikap siswa mengenai PHBS dalam kategori baik (77 siswa; 96,3%), dan tindakan siswa dalam mengimplemetasikan PHBS juga tergolong baik (72 siswa; 90%).
Hubungan motivasi belajar dan prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023 Hasan, Maslacha; Malik, Rebekah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34118

Abstract

Motivasi belajar, meliputi dorongan internal dan eksternal, merupakan faktor penting yang memengaruhi seseorang dalam mencapai tujuan akademik. Studi yang dilakukan bertujuan guna mengeksplorasi keterkaitan antara motivasi belajar dan prestasi akademik mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2023. Studi analitik ini melibatkan 189 siswa sebagai sampel dan dipilih secara acak dengan menggunakan desain studi cross-sectional. Data motivasi belajar didapatkan menggunakan kuesioner dan data prestasi belajar menggunakan hasil indeks prestasi kumulatif (IPK) semester terakhir. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat motivasi belajar yang cukup (111 orang; 58,7%) dan prestasi akademik yang baik (156 orang; 82,54%), dengan rata-rata IPK sebesar 3,32. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan kuesioner Academic Motivation Scale (AMS). Analisis statistik menggunakan uji chi-square tidak menunjukkan adanya korelasi yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi akademik (p-value 0,289). Namun, analisis epidemiologis menunjukkan adanya korelasi positif dengan rasio risiko sebesar 2,87. Hasil ini mengindikasikan bahwa motivasi belajar berpotensi memberikan pengaruh positif terhadap prestasi akademik.
Hubungan kualitas tidur dengan indeks prestasi kumulatif mahasiswa kedokteran Universitas Tarumanagara Sadani, Muhammad Avila; Tjandra, Oentarini
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34119

Abstract

Tidur merupakan kebutuhan fisiologis manusia. Buruknya kualitas tidur seseorang dapat berdampak pada fungsi kognitif, memori, dan konsentrasi, yang merupakan faktor penting dalam mendapatkan hasil pembelajaran optimal. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2021. Studi ini merupakan analitik observasional dengan desain cross sectional dan diuji dengan uji chi-square. Pengambilan 130 responden studi ini menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan data Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) diambil dari nilai IPK terakhir yang diperoleh Hasil studi didapatkan sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk, yaitu 85 (65,4%) responden dan IPK kategori sangat memuaskan (88 responden; 67,7%). Sebanyak 56 (65,9%) responden dari 85 responden dengan kualitas tidur buruk memiliki IPK yang sangat memuaskan. Pada kelompok responden dengan kualitas tidur baik, 32 (71,1%) responden juga memiliki IPK yang sangat memuaskan. Pada studi ini tidak ditemukan hubungan yang signifikan anatara kualitas tidur dengan perolehan IPK (nilai p = 0,544; PRR = 1,18).
Korelasi status gizi dan vaksinasi campak dengan kejadian diare pada balita usia 12-60 bulan di Puskesmas Rangkasbitung, Lebak Lisethio, Nathania; Atzmardina, Zita
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34121

Abstract

Diare, penyebab utama kematian pada balita di Indonesia, berkontribusi terhadap kejadian stunting dan malnutrisi. Anak-anak yang kekurangan gizi lebih rentan terhadap diare sehingga menciptakan lingkaran setan. Campak, yang dapat menyebabkan kehilangan protein akibat enteropati, juga menyebabkan diare. Salah satu cara mengurangi kejadian diare pada balita ialah vaksinasi campak. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi, vaksinasi campak, dan kejadian diare pada balita usia 12-60 bulan di Puskesmas Rangkasbitung. Studi potong lintang ini melibatkan 194 balita dan ibu balita yang mengikuti Poli Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS) dan Posyandu di Puskesmas Rangkasbitung. Subjek dipilih secara aksidental sampling pada bulan Januari - Februari 2024. Kejadian diare dan status vaksinasi campak dinilai melalui kuesioner, sedangkan pengukuran antropometri dilakukan untuk menilai status gizi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Sebesar 34,8% balita mengalami diare baik pada saat pengambilan data maupun pada bulan sebelumnya; 22,2% balita teridentifikasi mengalami stunting; 17,7% belum divaksin campak. Pada studi ditemukan korelasi yang signifikan antara status gizi dengan kejadian diare, di mana nilai PRR = 2,86; 95% CI = 1,583 - 3,735; P < 0,0001. Korelasi yang signifikan juga terdapat antara status vaksinasi campak dengan kejadian diare dengan nilai PRR = 2,33; 95% CI = 1,299 - 3,736; P < 0,0001. Status gizi yang kurang/buruk dan tidak diberikannya vaksin campak merupkan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kejadian diare pada balita.
Hubungan pemahaman kandidiasis dengan personal hygiene pada siswi SMPN 45 dan SMAN 96 Jakarta Choirunisa, Salsabila Nur; S, Donatila Mano
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34123

Abstract

Tingkat pengetahuan tentang kandidiasis memiliki pengaruh terhadap personal hyiene seseorang sehari-hari. Personal hygiene memiliki tujuan untuk meningkatkan kesehatan individu sehingga dapat mengurangi kejadian infeksi jamur candida. Studi ini mempelajari tingkat pengetahuan kandidiasis terhadap personal hygiene pada siswi SMPN 45 dan SMAN 96 Jakarta. Studi analitik ini dilakukan pada bulan Februari - Maret 2024 dan mendapatkan sebanyak 305 siswi menjadi responden studi. Data studi didapatkan dari hasil kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Sebagian besar responden dari SMPN45 dan SMAN 96 Jakarta memiliki tingkat pengetahuan yang kurang tentang kandidiasis (65,2% dan 63,9%) dan personal hygiene yang buruk (57,0% dan 61,2%). Sebesar 64,1% siswi SMPN 45 dan 73,4% siswi SMAN 96 dengan pengetahuan kurang memiliki personal hygiene buruk. Hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan kandidiasis dengan personal hygiene pada siswi SMPN 45 dan SMAN 96 Jakarta Tahun 2024 dengan nilai p-value <0.005 (PRR = 1,468; CI 95% = 1,052-2,049 dan PRR = 1,853; CI 95% = 1,300-2,639).
Pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan berat badan ibu hamil dengan kurang energi kronis Tirtasari, Silviana; Novendy; Hafidz, Rosya Aulia Fadhilah; Mulyono, Halim Angga; Murtawi, Siti Fatimah Ruchjayani
Tarumanagara Medical Journal Vol. 7 No. 1 (2025): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v7i1.34125

Abstract

Prevalensi Kurang Energi Kronis (KEK) pada perempuan usia 15-49 tahun di Indonesia, baik hamil maupun tidak, tercatat masih tinggi. Kkejadian KEK pada ibu hamil di Puskesmas Kronjo mencapai 2,8% pada tahun 2021 dan terus meningkat. Walaupun program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil dengan KEK di wilayah Kronjo mencapai 100% sesuai data Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tahun 2021, kasus KEK tetap ditemukan. Pemantauan berat badan rutin dilakukan, tetapi belum ada kajian terkait efektivitas PMT dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK. Studi ini menganalisis efektivitas pemberian makanan tambahan dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK, khususnya di wilayah Puskesmas Kronjo, sehingga diharapkan dapat berkontribusi dalam penurunan angka KEK. Studi ini menggunakan desain kohort dengan pengumpulan data berat badan sebelum dan setelah 1 bulan pemberian PMT. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perubahan signifikan pada berat badan terhadap 73 responden. Rerata berat badan awal sebesar 43,64±4,812 kg, yang meningkat menjadi 44,04±4,848 kg setelah 1 bulan pemberian PMT. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan pada berat badan sebelum dan setelah pemberian PMT (p = 0,0001), dengan peningkatan rata-rata sebesar 0,401 kg. Program PMT efektif dalam meningkatkan berat badan ibu hamil dengan KEK sehingga sisarankan agar program ini dilanjutkan dan dipantau pelaksanaanya untuk mengurangi prevalensi KEK, terutama pada ibu hamil.