cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Pemetaan konsumsi produk cokelat dan kejadian akne vulgaris pada dewasa muda mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Callista Harlim; Meilani Kumala; Sukmawati Tansil
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5839

Abstract

Akne vulgaris (AV) atau jerawat adalah suatu penyakit yang sering terjadi pada usia remaja hingga dewasa muda dan sangat sering mengakibatkan gangguan psikososial seperti kurangnya percaya diri, tidak mau bersosialisasi karena malu, depresi bahkan hingga dapat menyebabkan pengangguran. Konsumsi cokelat semakin meningkat dan saat ini hampir seluruh tempat makan maupun minum menghidangkan cokelat dalam daftarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran konsumsi produk cokelat dan kejadian akne vulgaris pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional.  Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling dengan jumlah subyek penelitian sebesar 58 orang. Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar subjek mengalami akne derajat berat (43,1%), diikuti dengan akne derajat sedang (39,7%) dan sisanya diikuti oleh akne derajat sangat berat dan ringan. Sebesar 58,6% subjek mengonsumsi cokelat dalam satu minggu terakhir, mayoritas subjek (75,86%) telah rutin mengonsumsi cokelat lebih dari lima tahun. Jenis cokelat yang paling sering dikonsumsi subjek adalah jenis cokelat lainnya (67,6%) diikuti milk chocolate (26,5%) dan hanya sebagian kecil 5,9% subjek mengonsumsi dark chocolate. Seluruh subjek yang mengonsumsi dark chocolate mengalami akne derajat ringan, subjek yang mengonsumsi milk chocolate paling banyak mengalami akne derajat berat (55,55%), diikuti akne derajat sangat berat (33,33%) dan terakhir akne derajat sedang (11,11%). Subjek yang mengonsumsi cokelat jenis lainnya, mayoritas mengalami akne derajat sedang (43,48%), diikuti oleh akne derajat berat (39,13%) kemudian akne derajat sangat berat (17,39%). Pada penelitian ini terlihat bahwa konsumsi cokelat tidak memperparah akne, akan tetapi komposisi lainnya pada produk cokelat seperti susu yang memperparah akne.
Perbandingan rerata peningkatan berat badan pasien HIV/AIDS yang mendapat terapi antiretroviral kombinasi dengan Efavirenz atau Nevirapine di RSUD Merauke tahun 2011-2016 Callista Jessica Johansyah; Hari Sutanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5840

Abstract

Pemantauan respon terapi ARV diperlukan untuk dapat mencapai keberhasilan terapi. Papua adalah daerah dengan prevalensi infeksi HIV yang tinggi, salah satunya adalah Kabupaten Merauke. Pada daerah tersebut akses untuk pemeriksaan laboratorium pemantauan respon terapi masih sangat terbatas, sehingga digunakan pengukuran yang lebih sederhana untuk memantau respon terapi yaitu pengukuran berat badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan rerata peningkatan berat badan pada pemakaian regimen ARV Tenofovir (TDF)+ Lamivudin (3TC) + Efavirenz (EFV) atau Tenofovir (TDF)+ Lamivudin(3TC) + Nevirapine (NVP) pada pasien HIV/AIDS di RSUD Merauke. Penelitian analitik dengan desain cohort retrospektif, menggunakan data dari rekam medik dan pemilihan sampel secara consecutive sampling. Data sekunder dianalisis dengan uji non-parametrik Mann-Whitney.  Dari 152 data rekam medik, terdapat 98 pasien (64,5%) yang mengalami peningkatan berat badan setelah terapi ARV 6 bulan, 35 pasien (35,7%) diantaranya mengalami peningkatan >10%. Rerata peningkatan berat badan pada kelompok regimen TDF+3TC+EFV yaitu 3,59 kg dan pada kelompok TDF+3TC+NVP yaitu 2,66 kg. Namun tidak didapatkan perbedaan bermakna rerata peningkatan berat badan antara penggunaan regimen TDF+3TC+EFV atau TDF+3TC+NVP pada pasien HIV/AIDS dengan anemia di RSUD Merauke (P=0,067).
Hubungan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 Dede Fatmawati; Rebekah Malik
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5841

Abstract

Prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan dari proses belajar. Untuk mencapai prestasi belajar yang baik diperlukan Self Directed Learning Readiness atau kesiapan belajar mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self Directed Learning Readiness (SDLR) dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross - sectional. Jumlah sampel 108 orang. Pengambilan data dengan cara pengisian kuesioner SDLR oleh responden. Mahasiswa dengan SDLR tinggi dan prestasi belajar baik sebesar 70,6%, mahasiswa dengan SDLR tinggi dan prestasi belajar cukup sebesar 29,4%, mahasiswa dengan SDLR sedang dan prestasi belajar baik sebesar 43,9%, dan mahasiswa dengan SDLR sedang den prestasi belajar cukup sebesar 56,1%. Terdapat hubungan bermakna antara SDLR dengan prestasi belajar (p < 0,05)
Survei prevalensi efek samping penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Verren Natasya Nonski; Johan Johan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5843

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru dan sangat mudah menular melalui udara. Pada tahun 2016 ditemukan sebanyak 351.893 kasus TBC yang terjadi di Indonesia dengan prevalensi tertinggi terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah dan JawaTimur. Pengobatan dilakukan dengan pemberian obat anti tuberkulosis regimen I yang terdiri dari Isoniazid, Pirazinamid, Rifampisin dan Etambutol. Obat Anti Tuberkulosis dapat menyebabkan efek samping seperti ruam, sindrom flu, mual, muntah, gangguan penglihatan, dan hepatotoksik imbas obat. Pada tahun 2010 didapatkan 12,8% dari 329 pasien tuberkulosis di Brazil yang mengalami penghentian atau perubahan regimen pengobatan akibat efek samping yang timbul. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross-sectional. Data penelitian diperoleh dari data rekam medis pasien Tuberkulosis periode 2015-2017 di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Sampel penelitian terdiri dari pasien tuberkulosis paru yang berobat di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan dan mendapatkan obat anti tuberkulosis. Hasil studi didapatkan 118 pasien tuberkulosis mayoritas laki-laki dan berusia 17-28 tahun. Diperoleh 9 (8%) pasien mengalami efek samping, efek samping tersering yaitu mual muntah dan sindrom flu sebanyak 3 (2,54%) pasien. Mayoritas mengalami peningkatan berat badan pada akhir pengobatan.
Uji fitokimia dan aktivitas antioksidan ekstrak mentimun (Cucumis sativus) Vamelda Agustin; Shirly Gunawan
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5844

Abstract

Mentimun (Cucumis Sativus L) merupakan salah satu tumbuhan di Indonesia yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Dalam uji fitokimia, mentimun terdapat macam-macam senyawa aktif yaitu: steroid, terpenoid, alkaloid, fenolik, flavonoid, dan saponin. Senyawa aktif yang mungkin berperan dalam aktivitas antioksidan adalah flavonoid dan fenolik. Pengukuran aktivitas antioksidan dilakukan menggunakan medote DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). hasil uji aktivitas antioksidan dengan konsentrasi 10, 30, 50, 70, 90 µg/mL mendapatkan IC50 sebesar 189,261 µg/mL. Berdasarkan hasil tersebut mentimun merupakan antioksidan, sehingga mentimun bagus digunakan dalam bentuk topikal yaitu krim untuk memutihkan kulit dan menghambat timbulnya jerawat.
Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor di Puskesmas Tapus Sumatera Barat tahun 2017 Elvia Roza; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5845

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi hormonal, yang berisi hormon progesteron atau kombinasi hormon esterogen progesteron. Salah satu jenis dari kontrasepsi suntik hormonal adalah kontrasepsi suntik DMPA. Di Indonesia pada tahun 2015 penggunaan kontrasepsi suntik mencapai 32,6%. Di Provinsi Sumatera Barat sekitar 50,76%, di Padang pada tahun 2014 mencapai 53,2% dan di Kabupaten Pasaman sebesar 34,6%. Pada penggunaan kontrasepsi suntik depo medroxy rogesteron acetate (DMPA) memiliki efektifitas yang tinggi tetapi memiliki beberapa efek samping. Salah satunya efek sampingnya adalah peningkatan berat badan. Umum nya peningkatan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg-5 kg dalam setahun pertama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Responden pada penelitian ini berjumlah 166 dilakukan pada bulan januari 2017 di Puskesmas Tapus. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectionallalu di analisa dengan uji chi-square. Dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan dengan P value =0,000 dan RP 1,52.
Hubungan antara posisi kerja terhadap kejadian low back pain pada pekerja pabrik makanan ringan di Makassar Truelly Juniette Chananta; Novendy Novendy
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5846

Abstract

Low back pain adalah salah satu gangguan muskuloskeletal yang sering dialami seseorang akibat dari posisi pekerjaannya. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti hubungan posisi kerja terhadap kejadian LBP pada pekerja UD RPP Makassar. Desain penelitian yang digunakan adalah studi analitik crossectional. Populasi yang digunakan adalah seluruh pekerja pabrik UD RPP Makassar sebanyak 31 orang pekerja. Cara pengambilan sampel dengan konsekutif non random sampling. Dari hasil total 31 responden, terdapat 25 responden (80.6%) yang mengalami LBP. Tujuh belas responden dengan posisi kerja duduk sebanyak 25 orang yang mengalami LBP dan dari 14 responden dengan posisi kerja berdiri sebanyak 10 orang yang mengalami LBP. Hasil ini dianalisis dengan uji fisher’s didapatkan hubungan tidak bermakna dengan p-value 0.671 dan PRR 1.235 pada pekerja pabrik UD RPP Makassar.
Hubungan antara obesitas dengan kejadian hiperurisemia pada karyawan di Universitas Tarumanagara periode Januari - Juli 2017 Dewi Sri Fitriani; Idawati Karjadidjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5847

Abstract

Obesitas merupakan salah satu masalah status gizi yang prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Obesitas terjadi karena peningkatan akumulasi jaringan lemak di tubuh. Terdapat berbagai macam cara untuk menentukan status gizi, sebagai contoh yaitu mengukut Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Pinggang. Hiperurisemia merupakan suatu keadaan dimana terjadinya peningkatan kadar asam urat darah lebih dari normal. Kadar normalnya untuk laki-laki adalah ?7mg/dL dan untuk perempuan ?6 mg/dL. Hiperurisemia bisa menyebabkan terjadinya penyakit gout. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara obesitas dan hiperurisemia pada karyawan di Universitas Tarumanagara yang telah melakukan pemeriksaan laboratorium sebelumnya. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2017- Juli 27 dengan jumlah subyek penelitian sebesar 60 orang, terdiri dari 32 orang laki-laki dan 28 orang perempuan. Penelitian ini merupakan studi cross sectional dan pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Dengan uji menggunakan tes chi square didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara kadar asam urat dengan status gizi berdasarkan lingkar pinggang dimana p value =0,756 atau p>0,05. Selain itu, hasil penelitian antara hubungan kadar asam urat dengan status gizi berdasarkan IMT kriteria WHO Asia Pasifik didapatkan p=0,264 atau p>0,05 sehingga tidak ada hubungan bermakna.
Hubungan derajat aktivitas fisik terhadap massa lemak pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 2 Timmy Yonatan Nangoy; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5848

Abstract

Komposisi tubuh terdiri dari massa lemak dan massa bebas lemak yaitu otot, tulang, dan cairan. Pada proses penuaan, terjadi penurunan massa bebas lemak dan peningkatan massa lemak. Massa lemak dipengaruhi berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, genetik, asupan makanan dan aktivitas fisik. Penurunan fungsi fisiologis dan neuromuskular dapat menyebabkan kelemahan pada lansia. Studi ini untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik terhadap massa lemak. Penelitian ini merupakan studi cross-sectional dengan 50 subjek yang terdiri dari 23 laki-laki dan 27 perempuan. Berdasarkan aktifitas fisik rendah, 12 (24%) subjek mempunyai massa lemak berlebih, dan 5 (1%) subjek dengan massa lemak kurang/normal. Berdasarkan aktivitas aktif sampai sangat aktif, 9 (18%) subjek dengan massa lemak berlebih dan 24 (48%) subjek dengan massa lemak kurang/normal. Berdasarkan uji statistik didapatkan terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan massa lemak dengan nilai p-value 0,003 (p-value < 0,05) dan nilai PR 2,58  memperlihatkan subjek dengan aktivitas fisik rendah memiliki resiko sebesar 2,58 kali lebih besar mengalami massa lemak berlebih dibandingkan dengan subjek dengan aktivitas fisik aktif.
Gambaran histopatologi hasil Transurethral Resection of Prostate (TURP) pada pasien pembesaran prostat di RS Sumber Waras periode tahun 2014 – 2016 Faza Ghani Yasifa; Sony Sugiharto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5849

Abstract

Pembesaran prostat menjadi masalah global pada laki-laki usia lanjut. Kebanyakan pembesaran prostat disebabkan oleh hiperplasia prostat jinak atau benign prostatic hyperplasia (BPH) dan lainnya adalah kanker prostat. Kawasan Asia Tenggara merupakan kawasan ketiga terbanyak di dunia  yang memiliki penderita BPH. Kanker prostat merupakan tumor ganas kedua yang paling umum ditemukan pada laki-laki. Transurehtral Resection of Prostate (TURP) dilakukan untuk mengatasi pembesaran prostat. Di sebagian besar rumah sakit yang melakukan TURP kebanyakan hasil pemeriksaan menunjukkan BPH, tetapi pada beberapa penelitian hasil pemeriksaan menunjukkan kanker prostat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran histopatologi pembesaran prostat di Rumah Sakit Sumber Waras. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dan menggunakan desain cross sectional pada pasien laki-laki yang didiagnosis pembesaran prostat/retensio urin dan telah melakukan tindakan TURP dengan menggunakan consecutive non-random sampling. Hasil penelitian ini didapatkan BPH tanpa peradangan menjadi yang terbanyak sekitar 154 pasien (73%) dengan usia lebih dari sama dengan 70 tahun sebagai yang tertinggi yaitu sebanyak 65 pasien (42,2%), diikuti oleh BPH dengan peradangan sebanyak 50 pasien (23,7%) yang memiliki pasien terbanyak pada rentang usia 60-69 tahun sebanyak 25 pasien (50%). Jumlah pasien dengan kanker prostat yang ditemukan secara insidental dengan TURP sebanyak 7 pasien (3,3%) dengan Gleason score terbanyak adalah Gleason score 8

Page 8 of 40 | Total Record : 395