cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan faktor genetika terhadap kejadian astigmatisma pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2013 Suni Christina Widjaya; Meriana Rasyid
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5850

Abstract

Astigmatisma merupakan salah satu kelainan refraksi mata yang umum dijumpai diseluruh dunia. Berbagai macam faktor resiko menunjukan keterlibatannya dalam memicu timbulnya astigmatisma, salah satu faktor utamanya adalah genetik. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara faktor genetik dengan astigmatisma pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta angkatan 2013. Penelitian ini bersifat analitik cross-sectional yang dilakukan pada 142 responden. Pengumpulan data menggunakan metode non-random consecutive sampling, dengan cara penelitiannya melakukan pengukuran visus mata dan wawancara kuesioner tentang riwayat astigmatisma orangtua. Data yang diperoleh dilakukan uji Chi square dan didapatkan hasil perhitungan resiko dengan Prevalence Rate Ratio (PRR). Dari 141 responden didapatkan responden yang astigmatisma dengan atau tanpa riwayat astigmatisma pada orangtua sebesar 63 orang (44,4 %), orangtua yang astigmatisma dengan atau tanpa riwayat astigmatisma pada anak sebesar 29 orang (20,4%), dan responden astigmatisma dengan orangtua astigmatisma sebesar 20 orang (69,0%). Dari penelitian ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara astigmatisma dengan faktor genetik (p-value 0,005). Responden yang memiliki riwayat astigmatisma pada orangtuanya memiliki risiko 1,812 kali lebih besar (PRR = 1,812) terkena astigmatisma dibandingkan responden dengan orang tua tanpa riwayat astigmatisma
Hubungan olahraga terhadap kapasitas vital paru mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2013-2016 Sebastian Chendra; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5851

Abstract

Olahraga dapat memberi pengaruh fisiologi bagi tubuh, diantaranya adalah sistem kerja jantung dan paru. Paru mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia, dimana terdapat pertukaran oksigen dengan karbondioksida melalui proses pernapasan. Dalam masalah kesehatan, olahraga perlu dilakukan oleh setiap manusia, karena berolahraga dapat meningkatkan kerja otot paru, dimana jika kerja otot paru baik, kemampuan menampung oksigen atau kapasitas vital paru manusia juga meningkat. Tingginya kapasitas vital paru seseorang yang berarti kemapuan menampung oksigen di paru tinggi, akan membuat seseorang tidak mudah lelah dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan olahraga terhadap kapasitas vital paru mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross-sectional. Responden penelitian sebanyak 50 responden dari mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Tarumangara angkatan 2013-2016. Alat yang digunakan untuk mengukur fungsi paru pada penelitian ini adalah siprometri. Dari hasil analisis hubungan olahraga terhadap kapasitas vital paru mahasiswa fakultas kedokteran yang mengikuti UKM Universitas Tarumanagara angkatan 2013-2016 menggunakan uji Fisher exact test, didapatkan p-value sebesar 0,000 atau p<0,05 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh olahraga terhadap kapasitas vital paru.
Hubungan antara rerata insulin like growth factor-1 (IGF-1) dan rerata konsumsi susu pada penderita akne vulgaris di RSUK Tebet Sandra Lydiayana Siti Aisyah; Sukmawati Tansil
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5853

Abstract

Akne vulgaris adalah salah satu penyakit kulit yang dapat sembuh sendiri yang disebabkan kelainan kelenjar pilosebasea yang umumnya terlihat pada masa remaja. Prevalensi akne vulgaris mencapai 85% selama masa remaja. Semua tipe akne vulgaris berpotensi meninggalkan gejala sisa. Hampir semua lesi meninggalkan bekas berupa makula eritema sementara setelah kesembuhan. Pada beberapa individu, lesi akne vulgaris dapat mengakibatkan jaringan parut permanen. Jaringan parut permanen akan menyebabkan rasa percaya diri remaja yang berkurang. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti nilai rerata Insulin like growth factor-1 dan rerata konsumsi susu pada penderita akne vulgaris karena remaja sering mengkonsumsi susu untuk membantu pertumbuhannya. Penelitian ini bersifat analitik dengan studi cross sectional dilakukan terhadap 96 responden berusia 15 – 45 tahun yang berobat di RSUK Tebet. Pengumpulan data menggunakan metode non random consecutive sampling, lembar daftar pertanyaan / kuesioner tentang informasi demografi responden serta kebiasaan dan pola makanan responden, kamera untuk pengambilan foto untuk identifikasi akne responden, pengukuran kadar IGF-1. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa dengan uji Anova dan Kruskal-Wallis dan hasilnya tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara nilai rata-rata IFG-1 dengan akne vulgaris, nilai rata-rata konsumsi susu dengan akne vulgaris dengan p value berturut-turut adalah 0.129 dan 0.504.
Efektivitas diskusi problem based learning di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Rifal Akbar; Yoanita Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5854

Abstract

Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara telah menerapkan Problem Based Learning (PBL) sebagai metode pembelajaran sejak tahun 2007. PBL bertumpu pada proses diskusi, dimana mahasiswa akan dihadapkan pada permasalahan dalam kehidupan nyata yang akan ditemukan pada saat menjadi dokter. Diskusi PBL mampu membantu mahasiswa menjadi lebih aktif, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mendorong pembelajaran yang mendalam, sehingga dapat menjadi modal utama dalam menjalankan profesi di masa depan. Studi deskriptif dengan desain cross sectional untuk mengetahui efektivitas diskusi PBL di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara dengan menggunakan kuesioner Tutorial Group Effectiveness Instrument (TGEI) yang telah divalidasi dalam bahasa Indonesia. Kuesioner mencakup aspek kognitif, aspek motivasi, dan aspek demotivasi. Responden adalah 108 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara yang sedang mengikuti blok kegawat daruratan medik. Hasil studi menunjukan mayoritas responden yaitu sebanyak 79 (73,1%) orang menilai bahwa diskusi PBL yang berjalan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara sudah efektif. Jika dilihat dari ketiga aspek yang dijadikan dasar penilaian efektivitas, 75 (69,4%) orang memberikan penilaian baik untuk aspek kognitif, 74 (68,5%) orang memberikan penilaian baik untuk aspek motivasi, dan 60 (55,6%) orang memberikan penilaian kurang baik untuk aspek demotivasi.
Pengaruh aroma terapi lavender terhadap peningkatan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Reyna Lauwsen; Alya Dwiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5855

Abstract

Berdasarkan data yang diambil dari Journal of Clinical Sleep Medicine (2007), sekitar 30% masyarakat di dunia mengalami gangguan tidur berupa insomnia. Berbagai terapi farmakologi dan non-farmakologi telah dikembangkan untuk membantu memperbaiki kualitas tidur manusia, salah satunya adalah penggunaan aroma terapi Lavender (Lavandula angustifolia). Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan efek aroma terapi Lavender terhadap peningkatan kualitas tidur. Metode yang digunakan adalah quasy experimental dengan desain cross-over kepada kelompok sampel dengan menggunakan parameter kuisioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk menilai kualitas tidur pada mahasiswa Kedokteran di Universitas Tarumanagara. Sebanyak 42 orang responden penelitian terbagi menjadi 2 kelompok dan keduanya mendapatkan aromaterapi lavender dan placebo secara bergantian dengan periode wash out diantaranya.  Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank.  Pada penelitian ini baik aroma terapi Lavender maupun plasebo secara statistik dapat meningkatkan kualitas tidur (p < 0.05).  Dengan demikian, aroma terapi Lavender tidak lebih bermanfaat dalam memperbaiki kualitas tidur dibandingkan dengan plasebo.
Gambaran fungsi pendengaran pada penderita hipertensi di Pos Kesehatan Universitas Tarumanagara tahun 2015-2016 Galuh Eka Tantri; Mira Amaliah
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5856

Abstract

Gangguan pendengaran dapat disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya penyakit hipertensi. Pembuluh darah di telinga mempunyai kemungkinan terkena dampak dari hipertensi yang tidak diintervensi sehingga mengakibatkan gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi pendengaran pada penderita hipertensi pasien di pos kesehatan Universitas Tarumanagara. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain cross-sectional menggunakan data rekam medik pasien hipertensi di pos kesehatan Universitas Tarumanagara periode November 2015 – April 2016 kemudian dilakukan pemeriksaan audiometri nada murni. Jumlah responden sebanyak 40 orang dengan distribusi usia berkisar antara 29 tahun hingga 63 tahun. Prevalensi gangguan pendengaran pada penelitian ini adalah 30% dengan distribusi derajat gangguan pendengaran terbanyak adalah gangguan pendengaran derajat ringan yaitu (15%). Jenis kelamin tidak merupakan faktor risiko gangguan pendengaran pada hipertensi dan distribusi sisi telinga yang mengalami gangguan pendengaran terbanyak adalah sisi telinga kiri (77.7%)
Hubungan status infeksi Askariasis dengan status gizi anak di Komunitas Sahabat Anak area Jakarta Barat periode 2015–2016 Rendy Singgih; Chrismerry Song
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5857

Abstract

Infeksi kecacingan merupakan salah satu penyebab gizi buruk pada anak. Subjek penelitian terdiri dari 60 anak. Studi dilakukan dengan pengambilan sampel tinja, pengukuran tinggi, berat badan dan umur anak. Kemudian dilakukan pemerisaan status infeksi dan dihubungkan dengan status gizi. Status gizi ditentukan dengan indikator BB/TB untuk anak di bawah 5 tahun dan IMT/U untuk anak berusia diatas 5 tahun. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 23 (38,3%) anak menderita infeksi A. lumbricoides dengan status gizi kurang berdasarkan indikator IMT/U sebanyak 5 (21,7%) anak. Berdasarkan uji chi-square didapatkan nilai p sebesar 0,496 dengan prevalence risk 0,731 dengan rentang (CI 95%) 0,291 – 1,825 yang artinya tidak ada perbedaan yang bermakna antara hubungan status infeksi dengan status gizi.
Hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa X dan XII IPA SMAN 7 Surakarta periode 2017/2018 Hayuningrat Odyssey Saint; Ernawati Ernawati
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5858

Abstract

Obesitas pada remaja menjadi permasalahan penting tidak hanya di Indonesia saja, melainkan berbagai negara di seluruh dunia. Prevalensi kegemukan terus meningkat setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2014 sebanyak 39% anak berusia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan. Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Tujuan penelitian ini adalah diturunkannya prevalensi status gizi berlebih pada kelompok remaja di Jawa Tengah agar dapat dilakukan upaya pencegahan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan sampel diambil dengan total sampling. Sebanyak 123 siswa SMA kelas X dan XII SMA Negeri 7 Surakarta dilakukan pengukuran status gizi dan pengisian kuisoner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Sebanyak 74% responden memiliki status gizi normal dan 11.4% memiliki aktivitas fisik vigorous. Responden yang aktivitas fisiknya kurang (sedentary) dan mempunyai status gizi berlebih hanya 1 orang (7.7%).  Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value 0.892).
Angka kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan dengan riwayat pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Reinhart Eugene Sampakang; Herwanto Herwanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5859

Abstract

Diare merupakan penyakit menular yang menyebabkan kematian pada peringkat ketiga di Indonesia. Salah satu faktor risiko terjadinya diare adalah orang tua yang tidak memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif sampai 6 bulan. Pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu cara agar anak terlindung dari penyakit seperti diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan dengan riwayat pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Penelitian merupakan penelitian deskriptif cross sectional. Sampel penelitian ini adalah anak usia 6-24 bulan yang berkunjung ke Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan. Pemilihan sampel diambil berdasarkan populasi terjangkau dan memenuhi kriteria inklusi. Jumlah anak yang berusia 6-24 bulan didapatkan 75 anak. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian diare dengan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan sebanyak 35 anak (46.7%) dan yang tidak mengalami diare sebanyak 40 anak (53.3%). Angka kejadian diare pada anak usia 6-24 bulan yang mendapatkan ASI eksklusif di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan lebih sedikit dibandingkan yang tidak mengalami diare.
Hubungan status gizi dengan derajat osteoarthritis genu pada radiografi konvensional genu di Rumah Sakit Royal Taruma Ravenska Theodora; Inge Friska Widjaja
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5861

Abstract

Osteoarthritis (OA) genu merupakan kelainan muskuloskeletal yang sering ditemukan pada masyarakat dan merupakan salah satu penyebab tersering disabilitas. Obesitas diduga merupakan faktor yang berpengaruh terjadinya OA. Tujuan studi untuk menentukan hubungan status gizi dengan derajat keparahan OA genu pada radiografi konvensional genu di RS Royal Taruma. Studi cross-sectional dilakukan terhadap 79 subjek. Data diperoleh melalui rekam medis serta penilaian derajat osteoarthritis dengan klasifikasi Kellgren-Lawrence. Didapatkan hubungan bermakna status gizi dengan derajat keparahan OA genu pada radiografi konvensional genu (p-value <0,05) dan prevalance risk (PR) 2,08. Ditemukan osteoarthritis genu derajat berat pada 54,43% subjek dengan status gizi overweight dan obesitas.

Page 9 of 40 | Total Record : 395