cover
Contact Name
Octavia Dwi Wahyuni
Contact Email
octaviaw@fk.untar.ac.id
Phone
+6282122010570
Journal Mail Official
tmj@fk.untar.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Gedung J Lt. 2 Jl. Letjen S.Parman No. 1, Grogol, Jakarta Barat Kode Pos: 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Tarumanagara Medical Journal
ISSN : 26547147     EISSN : 26547155     DOI : https://doi.org/10.24912/tmj
Core Subject : Health, Science,
Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine berupa artikel asli. Konten Tarumanagara Medical Journal meliputi artikel-artikel terkini dalam bidang Biologi Molekuler, Histopatologi, Alergi dan Imunologi, Studi Sel Punca, Gizi, Geriatri, Farmakologi, Herbal, Infeksi dan Penyakit Tropis, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ilmu Bedah, Neurologi, Oftalmologi, Otolaringologi, Dermatovenerologi, Psikiatri, Radiologi, Forensik, Rehabilitasi Medik dan Kedokteran Olah Raga.
Articles 395 Documents
Hubungan indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara 2017 Jesslyn Elvina Kristantio; Susilodinata Halim
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5862

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Data penelitian dari WHO menunjukkan 22% dari total penduduk di atas umur 18 tahun mengalami kenaikan tekanan darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah hubungan antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada mahasiswa usia 20-21 tahun Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan cross sectional, melakukan pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, dan tekanan darah responden, serta membagikan kuesioner yang berisi karakteristik responden. Data yang didapatkan dari penelitian diambil secara consecutive sampling dan analisis statistik menggunakan uji chi square. Dari total 95 responden, didapatkan dari 78 responden (82%) dengan IMT kurus atau normal, 43 responden (45%) memiliki hipotensi atau tekanan darah normal dan 35 responden (37%) memiliki prehipertensi atau hipertensi. Sisanya, 17 responden (18%) dengan IMT gemuk, 3 responden (3%) memiliki hipotensi atau tekanan darah normal dan 14 responden (15%) memiliki prehipertensi atau hipertensi. Berdasarkan hasil uji statistik, didapatkan nilai p = 0,005 (<0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara indeks massa tubuh dengan tekanan darah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara.
Pengaruh musik klasik terhadap tingkat kecemasan mahasiswa blok Sistem Muskuloskeletal Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Rachelle Betsy; Alya Dwiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5863

Abstract

World Health Organization tahun 2016 melaporkan sekitar 26,67% masyarakat di dunia mengalami gangguan mental berupa gangguan cemas dan depresi. Berbagai terapi farmakologi dan non-farmakologi telah dikembangkan untuk membantu memperbaiki tingkat kecemasan manusia, salah satunya adalah penggunaan musik klasik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh music klasik terhadap tingkat kecemasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan uji controlled-trial kepada kelompok sample dengan menggunakan parameter kuisioner STAI-S (Spielberger’s State and Trait Anxiety Inventory-State) untuk menilai tingkat kecemasan. Total responden yang mengikuti penelitian ini adalah sebanyak 60 orang dan terbagi ke dalam 2 kelompok (perlakuan dan kontrol). Studi ini merupakan studi analitik komperatif variable numerik dan dalam melakukan analisa data digunakan uji-t independent. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa music klasik secara statistik tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kecemasan.
Perbedaan tingkat intelegensia spasial antara pengguna dominan tangan kiri dengan pengguna dominan tangan kanan pada sekelompok mahasiswa di Universitas Tarumanagara Rachel Natalia; Alya Dwiana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5864

Abstract

Berdasarkan konsep lateralisasi otak, korteks serebral hemisfer kanan yang mengendalikan tubuh bagian kiri, cenderung memiliki dominansi untuk mengendalikan kemampuan visual/spasial. Sehingga dapat dinyatakan bahwa pengguna dominan tangan kiri lebih baik dalam intelegensia spasial dibanding dengan pengguna dominan tangan kanan. Tujuan dari penelitian cross-sectional ini adalah untuk mengetahui perbedaan antara kedua preferensi dominan penggunaan tangan dalam intelegensia spasial. Sebanyak 13 responden pengguna dominan tangan kiri dan 13 responden pengguna dominan tangan kanan dari mahasiswa S1 Universitas Tarumanagara yang direkrut dengan teknik convenient non-random sampling. Responden tersebut kemudian selanjutnya melakukan pengisian kuisioner Modified Edinburgh Handedness Inventory untuk memastikan preferensi dominan penggunaan tangannya, dan kuisioner Howard Gardner – Multiple Intelligence Test untuk mengetahui tipe inteligensianya. Data dianalisa dengan uji statsitik t untuk 2 sampel yang tidak berpasangan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa intelegensia spasial pada pengguna dominan tangan kiri secara statistik lebih baik daripada pengguna dominan tangan kanan (p = 0.045). Dapat disimpulkan bahwa pengguna dominan tangan kiri memiliki keunggulan dalam intelegensia spasial dibanding dengan pengguna dominan tangan kanan.
Hubungan keberhasilan terapi pneumonia nosokomial resisten Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii dengan dosis Karbapenem di ICU RS Royal Taruma periode 2012-2017 Joseph Deni; Frans JV Pangalila
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5865

Abstract

Perawatan pneumonia nosokomial di ICU pasca infeksi Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten-karbapenem sangat kompleks dan merupakan masalah kesehatan dunia. Karbapenem dosis tinggi (1,5-2 g IV q8h) diduga mampu meningkatkan penghancuran dan menekan angka kejadian resistensi patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial terinfeksi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem dengan dosis terapi karbapenem. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dan besar sampel sebanyak 22 orang yang memenuhi kriteria seleksi. Data diambil dari rekam medis pasien di ICU RS Royal Taruma selama periode 2012-2017. Analisa statistik dengan menggunakan uji Pearson Chi-square.  Pada penelitian ini, dengan menggunakan karbapenem dosis tinggi (1,5-2 g IV q8h), sebanyak 6 pasien (50%) berhasil sembuh namun 6 pasien (50%) lainnya tidak berhasil sembuh. Dengan karbapenem dosis normal (1g IV q8h), 5 pasien (50%) berhasil sembuh sedangkan 5 pasien lainnya (50%) tidak berhasil sembuh. Analisis statistik tidak menemukan hubungan yang bermakna antara dosis karbapenem dengan keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial infeksi Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem. (p = 0,66). Dosis karbapenem tidak mempengaruhi keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial terinfeksi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem.
Pengaruh rokok terhadap fungsi paru mahasiswa Teknik Sipil Universitas Tarumanagara Jakarta Barat 2016 Natalia Natalia; Susy Olivia Lontoh
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5866

Abstract

Merokok dapat menyebabkan inflamasi, fibrosis, metaplasia sel goblet, hipertrofi otot polos dan obstruksi jalan napas, sehingga mengakibatkan terganggunya faal paru-paru. Fungsi paru dapat diketahui melalui pemeriksaan Volume Ekspirasi Paksa pada 1 detik pertama (VEP1) dan Kapasitas Vital Paksa (KVP). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh rokok terhadap fungsi faal paru pada mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Tarumanagara. Penelitian menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 68 mahasiswa Universitas Tarumanagara. Data penelitian dikumpulkan melalui kuisioner dan pengukuran fungsi paru. Setiap subjek penelitian diukur VEP1 dan KVP menggunakan alat spirometri. Secara statistik ditemukan bahwa tidak ada hubungan antara merokok dengan penurunan fungsi paru dengan p-value 0.508 dan prevalence ratio antara responden yang merokok dengan responden yang tidak merokok sebesar 1.05.
Beda tekanan darah pada laki-laki perokok dan bukan perokok usia muda di Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Miranda Mclean Joostensz; Andria Priyana
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5867

Abstract

Merokok adalah salah satu kebiasaan yang menyebabkan ketergantungan bagi konsumen. Di dunia, merokok juga merupakan salah satu masalah terbesar dimana menyebabkan banyak masalah kesehatan bahkan kematian. Tekanan darah adalah ukuran kekuatan darah mendorong terhadap dinding pembuluh darah. Jantung memompa darah ke dalam arteri (pembuluh darah), yang membawa darah ke seluruh tubuh. Pada penelitian sebelumnya menyatakan bahwa merokok dapat menjadi salah satu faktor kenaikan tekanan darah. Penelitian dilakukan untuk melihat beda tekanan darah dari laki- laki perokok dan bukan perokok sehingga dapat efek merokok terhadap tekanan darah. Penelitian ini dilakukan di Universitas Tarumanagara dengan sampel adalah laki-laki usia muda pada Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara Responden berjumlah 126 orang, dimana 63 responden mahasiswa bukan perokok dan 63 responden mahasiswa perokok meggunakan desain penelitian analitik observasional dengan studi cross sectional dan diharapkan dapat memberikan informasi mengenai dampak merokok terhadap kenaikan tekanan darah. Hasil menunjukkan adanya perbedaan rata-rata tekanan darah sistolik maupun diastolik pada mahasiswa bukan perokok dan perokok Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara.
Hubungan kecemasan dengan derajat keparahan dispepsia pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2014 Josephine Angelia S; Hari Sutanto
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5868

Abstract

Dispepsia adalah rasa sakit atau tidak nyaman yang berpusat pada perut bagian atas. Tekanan psikologis, terutama kecemasan terkait dengan dispepsia fungsional dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya dispepsia. Kecemasan merupakan suatu perasaan yang ditandai dengan rasa ketakutan yang difus, tidak menyenangkan, bersifat samar, dan sering disertai dengan gejala otonom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan derajat keparahan dispepsia. Penelitian dilakukan dengan metode cross-sectional. Sampel diambil dengan cara stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Beck Anxiety Inventory (BAI) untuk menilai kecemasan dan Short-Form Leeds Dyspepsia Questionnaire (SF-LDQ) untuk menilai derajat keparahan dispepsia. Korelasi dicari dengan koefisien korelasi. Digunakan uji Spearman karena distribusi data tidak normal. Didapatkan hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan derajat keparahan dispepsia (p = 0.018). Kekuatan korelasi antara kedua variabel lemah dengan arah positif (r = 0.355). Kecemasan mempengaruhi derajat keparahan dispepsia, dimana semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin tinggi juga derajat keparahan dispepsia
Hubungan asupan magnesium dengan kejadian dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 - 2016 Michell Michell; Meilani Kumala
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5869

Abstract

ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri perut bagian bawah yang dirasakan saat awal menstruasi dan dirasakan sebagian besar perempuan terutama di usia muda. Ketidakhadiran di sekolah maupun kerja akibat dismenorea sering terjadi karena nyeri berat yang dirasakan. Pemahaman dan penanganan dismenorea sangat penting dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan. Nutrisi seperti magnesium diketahui dapat membantu mengurangi keluhan nyeri saat menstruasi. Asupan magnesium dengan kejadian dismenorea masih menjadi hal yang kontroversial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan magnesium dengan dismenorea pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Jenis penelitian berupa analitik cross-sectional terhadap 184 subjek penelitian. Data diperoleh dengan wawancara menggunakan kuesioner dismenorea dan data asupan nutrisi menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), Food Recall 24 hour, serta pengukuran berat badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji statistik Fisher Exact Test diperoleh hasil signifikan dengan p-value < 0,001 dan prevalence risk (PR) 2,448. Sebanyak 166 (90,22%) subjek penelitian mengalami dismenorea. Subjek penelitian dengan asupan magnesium kurang yang mengalami dismenorea sebanyak 157 (95,2%). Subjek dengan asupan magnesium kurang memiliki risiko 2,448 kali lebih tinggi untuk mengalami dismenorea. Kesimpulan dari penelitian ini adalah asupan magnesium memiliki pengaruh terhadap kejadian disemenorea.
Hubungan durasi pemakaian lensa kontak dengan dry eye pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 Maisie Thalia; Meriana Rasyid
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5870

Abstract

Dry eye atau mata kering merupakan gangguan pada mata yang disebabkan karena produksi air mata yang sangat kurang atau karena penguapan air mata yang berlebihan. Gejala yang umum dirasakan adalah mata pedih, sensasi adanya benda asing, nyeri, fotofobia, dan penglihatan kabur. Lensa kontak merupakan salah satu alat bantu optik yang banyak digunakan oleh masyarakat luas yang juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya dry eye. Studi ini untuk mengetahui hubungan durasi pemakaian lensa kontak dengan dry eye. Responden adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2015 yang dipilih dengan metode consecutive sampling, menggunakan dua jenis kuesioner (kuesioner McMonnies dan contact lens dry eye questionnaire 8 (CLDEQ-8)) dan pemeriksaan Schirmer’s Test I. Didapatkan bahwa sebanyak 31 (47,7%) responden memakai lensa kontak dengan 24 (77,4%) penggunaan dengan durasi lebih dari 4 jam. Didapatkan 18 (75%) dari 24 responden tersebut menderita dry eye. Pada penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna secara statistik antara dry eye dengan durasi pemakaian lensa kontak dengan nilai p-value <0,005 dan nilai risk estimate = 2,625.
Hubungan antara relaksasi otot progresif dengan penurunan tekanan darah pasien hipertensi di RSUD Kabupaten Biak Papua periode Januari – Februari 2016 Laura Cintyadevi Widana; Tjie Haming Setiadi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5871

Abstract

Relaksasi otot progresif merupakan salah satu terapi non farmakologi untuk meregangkan otot dan dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pengaruh pemberian relaksasi otot progresif terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi yang dirawat di rumah sakit umum daerah Biak provinsi Papua. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Besar sampel adalah 31 orang pasien hipertensi diberikan teknik relaksasi otot progresif sehari dua kali selama 6 hari. Penelitian dilakukan dengan mengukur tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan latihan relaksasi. Hasil penelitian ini menujukkan adanya penurunan tekanan darah dengan relaksasi otot progresif dengan nilai p = 0,001. Beradasarkan koefisien ? sebesar 0.05, karena nilai p=0,001 < 0.05 maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara relaksasi otot progresif dengan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi rumah sakit umum daerah Biak.

Page 10 of 40 | Total Record : 395