cover
Contact Name
Muhammad Ridha Kasim
Contact Email
ridha.kasim@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.flyover@umi.ac.id
Editorial Address
Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Flyover
ISSN : -     EISSN : 28295684     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal Flyover (JFO) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, yang diterbitkan 2 (Dua) kali setahun pada bulan Juni & Desember. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Jurnal Flyover mencakup kelimuan teknik sipil, yaitu: 1. Struktur 2. Mekanika Tanah 3. Geoteknik 4. Keairan 5. Jalan dan Transportasi 6. Manajemen Proyek dan K3
Articles 84 Documents
Peran Konsultan Manajemen Konstruksi Terhadap Waktu Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gedung Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat Alwi, Muhammad; Supardi, Sudarman; Watono
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Konsultan Manajemen Konstruksi (KMK) terhadap ketepatan waktu pelaksanaan proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gedung Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat, yang dilaksanakan sebagai bagian dari pemulihan pasca-bencana tahun 2021. Dalam praktiknya, proyek konstruksi rentan terhadap keterlambatan karena berbagai faktor seperti lemahnya perencanaan, koordinasi antar pihak yang kurang optimal, serta pengambilan keputusan yang lambat. Oleh karena itu, keberadaan KMK sangat penting dalam mengoordinasikan, mengawasi, dan mengendalikan pelaksanaan proyek agar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan instrumen kuesioner tertutup dan dianalisis melalui teknik regresi linier berganda menggunakan perangkat lunak SPSS versi 27. Populasi penelitian adalah stakeholder proyek, dengan 17 orang responden yang terdiri atas konsultan MK, kontraktor, dan pihak pemilik proyek (owner) yang memiliki pengalaman langsung dalam proyek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti pengendalian jadwal, komunikasi proyek, dan pengambilan keputusan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu pelaksanaan proyek. Variabel komunikasi proyek dan pengambilan keputusan menunjukkan hubungan yang kuat dengan keberhasilan penyelesaian proyek sesuai waktu yang direncanakan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan aktif KMK dalam proses komunikasi dan pengambilan keputusan menjadi kunci untuk mempercepat penyelesaian proyek, terutama pada proyek-proyek yang bersifat darurat dan kompleks. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi manajemen waktu pada proyek konstruksi publik, serta sebagai bahan evaluasi peran KMK dalam meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek rehabilitasi dan rekonstruksi di masa depan.
Evaluasi Metode Kerja Terhadap Waktu pada Pelaksanaan Konstruksi Jalan: Studi Kasus Pembangunan Jalan Samaenre - Bulutana Kabupaten Bone Amir, Andi; Ashad, Hanafi; Watono
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak perubahan metode kerja terhadap waktu pelaksanaan pada proyek konstruksi Jalan Samaenre–Bulutana di Kabupaten Bone. Permasalahan yang sering muncul dalam proyek konstruksi adalah keterlambatan akibat perubahan desain, pekerjaan ulang (rework), dan ketidaksesuaian antara metode pelaksanaan dengan kondisi lapangan. Dalam studi ini, metode kerja konvensional yang biasa diterapkan dievaluasi dan dibandingkan dengan metode alternatif yang menempatkan pekerjaan perintisan jalan pada tahap awal proyek. Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas mobilisasi alat dan mengurangi potensi hambatan di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan metode kerja baru mampu memperpendek durasi proyek dari 9 bulan menjadi 8 bulan. Meskipun perubahan metode ini memerlukan penyesuaian dalam penjadwalan dan pelaksanaan teknis di lapangan, namun secara keseluruhan memberikan efisiensi waktu dan memperbaiki koordinasi antarpekerjaan. Evaluasi juga menunjukkan bahwa keberhasilan proyek tidak hanya ditentukan oleh percepatan waktu, tetapi juga oleh kestabilan pelaksanaan, kemudahan mobilisasi, dan pengendalian risiko keterlambatan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya adaptasi metode kerja terhadap kondisi lapangan sebagai upaya untuk mencapai waktu, biaya, dan mutu proyek yang optimal.
Kajian Eksperimental Karakteristik Aliran melalui Pintu Crump De Gruyter dengan Variasi Bukaan Pintu dan Debit Pada Saluran Terbuka Amalia, A. Noor Magfirah; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2203

Abstract

Pintu Crump De Gruyter merupakan salah satu jenis pintu hidrolik yang tidak hanya berfungsi untuk mengatur aliran air, tetapi juga dapat digunakan sebagai alat ukur debit yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik aliran yang melewati pintu Crump De Gruyter pada saluran terbuka dengan variasi bukaan pintu dan debit, serta menganalisis hubungan antara variasi bukaan pintu dan tinggi muka air di atas ambang terhadap besarnya debit. Pengujian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan tiga variasi bukaan pintu, yaitu 2 cm, 3 cm, dan 4 cm, serta tiga variasi debit. Parameter yang diamati meliputi tinggi muka air di atas ambang dan bilangan Froude. Hasil analisis menunjukkan bahwa setelah melewati pintu Crump De Gruyter, aliran berada dalam kondisi superkritis (Fr > 1), sedangkan pada bagian hulu dan hilir saluran, aliran bersifat subkritis (Fr < 1). Debit rata-rata hasil pengamatan adalah Q1 = 0,0061 m³/detik, Q2 = 0,0067 m³/detik, dan Q3 = 0,0072 m³/detik. Diperoleh hubungan bahwa semakin besar bukaan pintu, maka tinggi muka air di atas ambang cenderung menurun. Sementara itu, debit menunjukkan hubungan linear terhadap tinggi muka air di atas ambang.
Kajian Potensi Sedimen Di Sub-DAS Bionga-Bulota terhadap Upaya Penanganan Pendangkalan Danau Limboto Muhidin, Abd Hamid; Musa, Ratna; Latif, Andi Amin
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2204

Abstract

-DAS Bionga-Bulota merupakan dua sub-daerah aliran sungai yang berbatasan dengan kontribusi signifikan terhadap masukan sedimen ke Danau Limboto. Karakteristik geomorfologi, kondisi tutupan lahan, dan intensitas curah hujan di wilayah Sub-DAS Bionga-Bulota menjadikannya area dengan potensi erosi dan produksi sedimen yang tinggi. Kondisi ini diperparah dengan adanya perubahan tata guna lahan yang masif, pembukaan lahan untuk pertanian dan pemukiman, serta praktik pertanian yang kurang memperhatikan aspek konservasi tanah dan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar potensi sedimen di Sub-DAS Biyonga-Bulota; Mengetahui simulasi efektifitas bangunan pengendalian sedimen (chekdam) terhadap potensi transport sedimen Sungai Biyonga dan Sungai Bulota; Mengetahui evaluasi upaya penanganan pendangkalan Danau Limboto. Penelitan ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kuantitatif berbasis pemodelan spasial untuk menghitung/memprediksi erosi dan sedimentasi pada suatu wilayah menggunakan analisis model USPED (Unit Stream Power Erosion and Deposition). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hipotesis Utama terbukti tetapi tidak mutlak, disebabkan bangunan pengendalian sedimen/chekdam di Sub-DAS Biyonga-Bulota secara fungsional belum cukup efektif. (2) Hipotesis pendukung 1 tidak terbukti, hasil model menunjukkan bahwa tata letak dan kapasitas tampungan bangunan pengendali sedimen/chekdam tidak proporsional menyebabkan pengendalian transport sedimen belum cukup efektif. (3) Hipotesis Pendukung 2 tidak terbukti, hasil model menunjukan tidak terdapat hubungan antara jumlah bangunan pengendali sedimen dengan besarnya erosi dan sedimen yang terjadi.