cover
Contact Name
Muhammad Ridha Kasim
Contact Email
ridha.kasim@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.flyover@umi.ac.id
Editorial Address
Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Flyover
ISSN : -     EISSN : 28295684     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal Flyover (JFO) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, yang diterbitkan 2 (Dua) kali setahun pada bulan Juni & Desember. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Jurnal Flyover mencakup kelimuan teknik sipil, yaitu: 1. Struktur 2. Mekanika Tanah 3. Geoteknik 4. Keairan 5. Jalan dan Transportasi 6. Manajemen Proyek dan K3
Articles 84 Documents
Kajian Kehilangan Air Pada Saluran dengan Berbagai Metode: Studi Kasus: D.I. Cibaliung Kabupaten Pandeglang Sibromalisi, Achmad Rizqi; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2170

Abstract

Air adalah sumber daya alam yang sangat vital bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya di bumi. Dalam konteks irigasi, salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah kehilangan air yang terjadi pada saluran irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan berbagai metode perhitungan kehilangan air pada saluran irigasi, baik dengan pendekatan langsung maupun tidak langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengukuran langsung dengan sistem inflow-outflow, serta estimasi kehilangan air menggunakan metode Sunyoto dan Moritz. Lokasi penelitian dilakukan di saluran irigasi primer kanan Daerah Irigasi (D.I) Cibaliung di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inflow-outflow menghasilkan kehilangan air sebesar 22,31%, sementara metode Sunyoto dan Moritz masing-masing menghasilkan kehilangan air sebesar 3,44% dan 2,38%. Berdasarkan perbandingan ini, dapat disimpulkan bahwa metode inflow-outflow lebih akurat dalam mengukur kehilangan air, sementara metode Sunyoto dan Moritz lebih cocok digunakan untuk estimasi cepat atau pada kondisi yang memiliki keterbatasan data lapangan.
Kajian Kerusakan Bangunan Pantai pada Kawasan Anaiwoi – Kampung Bajo Kabupaten Kolaka S, Awaluddin Yamin; Ashad, Hanafi; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v5i1.2171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerusakan bangunan pantai yang terjadi di kawasan pesisir Anaiwoi – Kampung Bajo, Kabupaten Kolaka. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi penyebab utama kerusakan serta mengukur tingkat kerusakan yang terjadi pada bangunan pantai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan mix-method, yaitu menggabungkan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi visual, dan pengolahan data spasial yang didukung dengan analisis tingkat kerusakan pada beberapa titik lokasi pantai (pias). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kerusakan pantai adalah faktor alam, seperti gelombang dan pasang surut air laut yang berasal dari arah barat (Selat Bone), yang menyebabkan abrasi cukup parah, terutama di Pias 2. Selain itu, faktor manusia juga memberikan kontribusi signifikan terhadap kerusakan, seperti pengambilan pasir secara ilegal, alih fungsi lahan pesisir, serta pencemaran lingkungan yang terjadi di Pias 1 dan 2. Tingkat kerusakan pantai dinilai menggunakan koefisien tingkat kepentingan (1,25) pada setiap pias. Kerusakan terparah tercatat di Pias 2, dengan nilai abrasi sebesar 250 (kategori EA-2), kerusakan permukiman dan fasilitas sebesar 150 (kategori L-1), serta sedimentasi muara sungai sebesar 150. Berdasarkan hasil tersebut, Pias 2 ditetapkan sebagai prioritas utama penanganan, sementara Pias 3 dan 4 menjadi prioritas lanjutan. Adapun Pias 1 hanya direkomendasikan untuk dilakukan penyuluhan masyarakat berupa penanaman mangrove serta kajian banjir, pembangunan sandpocket di middle stream, dan pembangunan jetty di muara Sungai Popalia.
Kajian Koefisien Limpasan Penutup Lahan dengan Perkerasan Aspal (Uji Laboratorium) Wahyuddin, M. Fikri; Musa, Ratna; Ashad, Hanafi
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2172

Abstract

Koefisien aliran permukaan (C) merupakan salah satu parameter penting dalam kajian hidrologi, yang dipengaruhi oleh jenis permukaan dan intensitas hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai koefisien aliran permukaan (C) pada media permukaan aspal dengan variasi kemiringan sebesar 2%, 3%, dan 4%, menggunakan intensitas hujan buatan sebesar 145,4914 mm/jam. Pengujian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan alat rainfall simulator. Parameter yang diuji meliputi intensitas hujan, waktu aliran mulai terjadi (waktu tergenangnya aliran), dan volume limpasan yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar kemiringan permukaan, nilai koefisien aliran cenderung meningkat. Nilai koefisien aliran yang diperoleh untuk kemiringan 2% sebesar 0.0822, untuk kemiringan 3% sebesar 0.0833, dan untuk kemiringan 4% sebesar 0.0840. Didapatkan perbandingan koefisien aliran permukaan (C) antara kemiringan 2% dan 3% sebesar 1.31%, dan 0.83% antara kemiringan 3% dan 4%.
Kajian Koefisien Kekasaran Dasar Saluran dengan Ukuran Agregat yang Bervariasi (Uji Laboratorium) Tanggulungan, Semuel; Musa, Ratna; Mallombassi, Ali
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2173

Abstract

Saluran terbuka merupakan sistem aliran yang umum digunakan dalam infrastruktur teknik sipil, seperti drainase dan irigasi, di mana aliran air terpapar langsung dengan udara bebas. Salah satu parameter penting dalam analisis hidraulika saluran terbuka adalah Koefisien Chezy (????), yang mencerminkan hubungan antara kecepatan aliran, kekasaran dasar, dan kemiringan saluran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekasaran permukaan saluran terhadap nilai ???? melalui eksperimen laboratorium dengan variasi ukuran agregat (0,5–1 cm, 1–2 cm, dan 2–3 cm) serta bukaan pintu saluran. Hasil menunjukkan bahwa agregat lebih kecil menghasilkan nilai ???? lebih tinggi (22,09–22,18), sedangkan agregat besar menghasilkan nilai lebih rendah (13,90–14,01). Selain itu, semakin lebar bukaan pintu, semakin tinggi nilai ???? yang dihasilkan. Temuan ini menunjukkan bahwa kekasaran dasar dan kondisi aliran berperan penting dalam efisiensi aliran pada saluran terbuka.
Kajian Keberadaan Putaran Median antara Kampus UMI dan Mall Nipah terhadap Kemacetan di Kota Makassar: Studi Kasus Kemacetan pada Ruas Jalan Urip Sumoharjo Kota Makassar Tanggulungan, Flanika Sinnen; H, St Maryam; Syafei, Ilham
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2174

Abstract

Kota Makassar merupakan salah satu kota dengan perkembangan yang sangat pesat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, sehingga berdampak pada meningkatnya volume lalu lintas yang menimbulkan berbagai permasalahan transportasi, seperti kemacetan dan tundaan kendaraan. Kondisi ini memengaruhi kinerja ruas jalan, terutama pada titik-titik vital seperti bukaan median jalan atau U-Turn. Penelitian ini berfokus pada analisis kinerja U-Turn di Jalan Urip Sumoharjo, khususnya pada akses pintu satu Universitas Muslim Indonesia dan kawasan Mall Nipah yang berperan sebagai penghubung utama antara area pendidikan, pusat perbelanjaan, kawasan industri, dan layanan pemerintahan. Tujuan penelitian adalah (1) menganalisis kinerja bukaan median atau U-Turn terhadap tingkat kemacetan di lokasi penelitian dan (2) menganalisis panjang antrian kendaraan pada ruas jalan tersebut. Metode yang digunakan mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan (Level of Service/LOS) pada U-Turn 1 baik arah barat–timur maupun timur–barat berada pada kategori C, demikian pula pada U-Turn 2. Selain itu, hasil analisis antrian menunjukkan bahwa pada U-Turn 1 kepadatan kendaraan mencapai lebih dari 130 kendaraan/menit dengan kecepatan rata-rata manuver sebesar 0,171 km/jam, sedangkan pada U-Turn 2 kepadatan mencapai lebih dari 128 kendaraan/menit dengan kecepatan rata-rata manuver sebesar 0,149 km/jam. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan U-Turn pada ruas jalan tersebut berpengaruh signifikan terhadap kemacetan dan tundaan lalu lintas di kawasan penelitian.
Kajian Sumur Resapan Dalam Mengurangi Risiko Limpasan Permukaan di Kawasan Pondambea Kota Kendari Maya. S. A, Jessy Ariesandy; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2175

Abstract

Setiap tahun banjir merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Kota Kendari. Salah satu kawasan yang menjadi kawasan yang paling terdampak adalah lorong segar di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia. Secara geografis permukiman Pondambea berada di dataran dan berdekatan dengan sungai Kadia, sehingga setiap kali hujan terjadi banjir di kawasan tersebut. Penaganan banjir telah dilakukan namum belum secara efektif mengatasi permasalahan banjir yang terjadi. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang berbeda untuk mengatasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besar debit limpasan di kawasan permukiman Pondambea, dan mementukan besar daya tampung sumur resapan agar dapat mengurangi resiko banjir atau limpasan permukaan. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif fenomologis dengan populasi jumlah unit rumah yang berada pada kawasan permukiman Pondambea, Hasil analisis menunjukkan bahwa besar debit limpasan di kawasan permukiman Pondambea adalah Q2 mencapai 0,045 m3/detik, Q5 mencapai 0,057 m3/detik, dan Q10 mencapai 0,063 m3/detik, dan daya tampung sebuah sumur resapan dengan dimensi tinggi 2 m, diameter 0,5 m adalah 0,00523 m3/detik. Untuk mengurangi debit limpasan di kawasan permukiman Pondambea untuk masing debit limpasan dibutuhkan 9 unit untuk debit limpasan Q2 0,045 m3/detik, 11 unit debit limpasan Q5 0,057 m3/detik, dan 12 unit debit limpasan Q10 0,063 m3/detik. Sedangkan volume air limpasan yang dapat di tampung adalah 32,38 m3.
Kajian Kinerja Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi D.I Bendung Amohalo Kota Kendari Poleanto, Erfan; Musa, Ratna; Subhan, Andi Muhammad
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2176

Abstract

Daerah Irigasi (D.I) Amohalo di Kota Kendari dengan luas areal fungsional 400 hektar mengalami kerusakan pada beberapa komponen jaringan irigasinya, sehingga diperlukan analisis kinerja operasi dan pemeliharaan (O&P) untuk memastikan keberlanjutan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai kinerja O&P jaringan irigasi Bendung Amohalo berdasarkan indikator prasarana fisik sesuai dengan pendekatan Penilaian Kinerja Pengelolaan Irigasi yang diatur dalam Permen PUPR No. 12/PRT/M/2015. Analisis dilakukan dengan menggunakan lima aspek penilaian, yaitu prasarana fisik, indeks pertanaman, sarana penunjang, organisasi dan personalia, serta Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Hasil penilaian menunjukkan bahwa indeks kondisi fisik jaringan irigasi memiliki variasi nilai pada setiap komponen, yaitu bangunan utama 76,08%, saluran pembawa 69,00%, bangunan pada saluran pembawa 45,71%, saluran pembuang dan bangunannya 50,63%, jalan masuk/inspeksi 59,00%, serta kantor, perumahan, dan gudang 72,80%. Secara keseluruhan, indeks kondisi jaringan irigasi Bendung Amohalo diperoleh sebesar 63,66%, yang dikategorikan dalam kondisi sedang. Temuan ini mengindikasikan perlunya perbaikan dan pemeliharaan berkala pada bangunan sadap, bangunan bagi, dan saluran pembawa untuk meningkatkan kinerja irigasi dan mendukung produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Kajian Pola Hujan Akibat Pemanasan Global pada DAS Konaweha Provinsi Sulawesi Tenggara Fernanda, Farel; Ashad, Hanafi; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2177

Abstract

Perubahan iklim global telah menjadi isu penting dalam beberapa dekade terakhir, salah satu dampak utamanya adalah pergeseran pola curah hujan di berbagai wilayah. Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha di Provinsi Sulawesi Tenggara merupakan salah satu wilayah yang terdampak, dengan penurunan curah hujan tahunan sebesar 15% dalam tiga dekade terakhir. Perubahan ini berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap ketersediaan air, erosi tanah, banjir, kekeringan, serta ketahanan pangan, di mana penurunan produksi pangan hingga 20% telah dilaporkan dalam satu dekade terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola curah hujan akibat pemanasan global dan menganalisis pengaruh variabel iklim (suhu, kelembaban, dan kecepatan angin) terhadap curah hujan di DAS Konaweha menggunakan model regresi linier. Hasil analisis menunjukkan bahwa pola hujan di DAS Konaweha cenderung mengikuti pola ekuatorial dengan dua puncak hujan per tahun. Uji korelasi menunjukkan kecepatan angin sebagai variabel paling berpengaruh terhadap curah hujan dengan nilai korelasi kecepatan angin (W) tertinggi sebesar 0,85. Korelasi dua variabel tertinggi diperoleh dari kombinasi kecepatan angin dan kelembaban (W-RH) sebesar 0,79, sementara korelasi tiga variabel iklim (T-W-RH) menghasilkan nilai sebesar 0,77. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi adaptasi perubahan iklim di wilayah DAS Konaweha.
Studi Eksperimental Simulasi Aliran Terhadap Kehilangan Energi dengan Menggunakan Ambang Lebar dan Ambang Tajam Syamsuddin, Khusnulnisa Firda; Musa, Ratna; Subhan, Andi Muhammad
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2178

Abstract

Kehilangan energi dalam aliran saluran terbuka merupakan parameter penting dalam perencanaan dan desain bangunan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola aliran dan kehilangan energi pada dua jenis ambang, yaitu ambang lebar dan ambang tajam, melalui pendekatan eksperimental di laboratorium. Penelitian dilakukan dengan memvariasikan debit aliran dan konfigurasi sekat untuk mengamati respons hidraulik masing-masing jenis ambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ambang lebar, pola aliran mengalami transisi dari kondisi subkritis menuju kritis, kemudian superkritis, dan kembali ke subkritis, menunjukkan adanya kontrol geometri yang stabil terhadap aliran. Sebaliknya, pada ambang tajam, transisi aliran terjadi dari subkritis ke superkritis dan kembali ke subkritis tanpa melewati kondisi kritis yang jelas. Nilai kehilangan energi pada ambang lebar berkisar antara 0,0461 m hingga 0,0868 m, sedangkan pada ambang tajam berkisar antara 0,0449 m hingga 0,0937 m. Berdasarkan perbandingan tersebut, ambang lebar cenderung lebih efisien secara hidraulik karena memberikan transisi aliran yang lebih stabil dan mengurangi turbulensi. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengambilan keputusan dalam pemilihan tipe ambang berdasarkan efisiensi energi aliran.
Evaluasi Kinerja Sistem Irigasi pada Daerah Irigasi Posso Kabupaten Gorontalo Utara Katili, Nining Puteri R; Musa, Ratna; SAR, Mas'ud
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i2.2180

Abstract

Sistem irigasi memegang peran krusial dalam menunjang ketahanan pangan, namun penurunan kinerja seringkali menghambat produktivitas pertanian, seperti yang terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja sistem irigasi Daerah Irigasi (DI) Posso, khususnya aspek prasarana fisik berdasarkan Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015, serta menganalisis skala prioritas penanganan pemeliharaan/perbaikan. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), data dikumpulkan melalui observasi lapangan, survei kondisi, dan kuesioner dari responden yang kompeten. Hasil evaluasi kinerja prasarana fisik DI Posso menunjukkan nilai 23.15%, yang dikategorikan 'jelek dan perlu perhatian', mengindikasikan perlunya perbaikan berat atau penggantian segera. Analisis AHP mengidentifikasi Saluran Sekunder 14 sebagai prioritas utama penanganan, diikuti oleh Saluran Sekunder 13, Saluran Sekunder 9, dan Saluran Sekunder 7. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk alokasi sumber daya yang efektif guna meningkatkan efisiensi distribusi air dan produktivitas pertanian di DI Posso.