cover
Contact Name
Muhammad Ridha Kasim
Contact Email
ridha.kasim@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.flyover@umi.ac.id
Editorial Address
Lantai 4 Gedung Pascasarjana UMI, Jalan Urip Sumoharjo Km 4, Kota Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Flyover
ISSN : -     EISSN : 28295684     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Journal Flyover (JFO) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Magister Teknik Sipil Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia, yang diterbitkan 2 (Dua) kali setahun pada bulan Juni & Desember. Diterbitkan dalam Bahasa Indonesia Jurnal Flyover mencakup kelimuan teknik sipil, yaitu: 1. Struktur 2. Mekanika Tanah 3. Geoteknik 4. Keairan 5. Jalan dan Transportasi 6. Manajemen Proyek dan K3
Articles 84 Documents
Analisis Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Terhadap Kinerja Proyek Pembangunan Hunian Tetap Pasca Bencana di Balaroa Kota Palu
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1636

Abstract

Pada tahun 2010 menduduki peringkat 52 dari 53 negara di dunia (ILO,2010). Masih menurut ILO, data dari sejumlah negara industri bahwa para pekerja konstruksi memiliki resiko potensi kecelakaan yang mengakibatkan meninggal 3 sampai 4 kali lebih besar (ILO,2010). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan hal yang tidak terpisahkan dalam sistem ketenagakerjaan dan sumber daya manusia. K3 tidak saja sangat penting dalam meningkatkan jaminan sosial dan kesejahteraan para pekerjanya akan tetapi jauh dari itu K3 mempunyai dampak positif atas keberlanjutan produktivitas kerja. Penerapan konsep ini tidak boleh dianggap sebagai upaya pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja yang menghabiskan banyak biaya (cost) perusahaan, melainkan harus dianggap sebagai bentuk investasi jangka panjang yang memberi keuntungan yang berlimpah pada masa yang akan datang. Tujuan dari penelitian adalah unttuk mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja proyek pembangunan huntap Balaroa Kota Palu. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat untuk mencari hubungan antar masing-masing variabel. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pengetahuan K3, penggunaan APD, pengawasan penerapan K3, dan komitmen manajemen dengan kinerja proyek.
Kajian Potensi Pemanfaatan Air Tanah Berdasarkan Data Geolistrik Resistiviti untuk Air Baku: Studi Kasus : Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan Rizal, Ruslan
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1637

Abstract

Air tanah merupakan sumber air yang penting, baik dalam penggunaan domestik, agrikultur dan industri. Kepadatan penduduk yang tinggi, distribusi air yang tidak merata, tingginya kebutuhan, perkembangan ekonomi, perubahan iklim dan lainnya menyebabkan peningkatan konsumsi dan kekurangan air permukaan. Kurangnya air permukaan menyebabkan kebutuhan akan air tanah sebagai alternatif sumber air baku meningkat. Oleh karena itu perlu dilakukan kajian potensi air tanah pada aikufer dalam (tertekan) di Pulau Bacan Kab. Halmahera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis penyebaran potensi Air bawah tanah untuk Air Baku menggunakan metotede Geolistrik Resistiviti dengan konfigurasi Schlumberger dan menganalisa Kondisi dan potensi kualitas Air Bawah Tanah. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptis analisis untuk menggambarkan kondisi akuifer namun demikian beberapa hal disampaikan secara kuantitatif. Kondisi akuifer diperoleh dari hasil interpretasi data geolistrik resistiviti dengan didukung data hasil pengamatan geologi dan hidrology serta data sekunder berupa hasil pumping tes. Potensi penyebaran air tanah pada lokasi penelitian diklasifikasinkan menjadi 3 bagian yaitu kondisi resistivitas rendah antara 0-5 m (batuan yang mengandung air laut), kondisi resistivitas Menengah antara 6 -100 m (Batuan yang mengandung air tawar) dan kondisi resistivitas tinggi antara 101-175 m (Lapisan Alluvial). Dari hasil analisis Terlihat indikasi keterdapatan batuan keras yang cukup masif yang terdeteksi mulai dari 0 –100 meter. Potensi keterdapatan air yang cukup baik pada lokasi ini berada pada kedalaman 50 – 100 meter di bagian timur lokasi penelitian. Untuk Kondisi dan potensi kualitas Air Bawah Tanah Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air tanah di Pulau Bacan ditinjau dari parameter Kimia dengan nilai rata-rata yaitu a. besi (Fe) 0,08830 mg/L, b. pH 7,3, c. kesadahan 212 mg/L dan d. Nitrat0,816 mg/L, dari hasil analisis tidak ada nilai yang melebihi nilai baku mutu yang ditentukan oleh Peraturan Menteri Nomor 416/MenKes/Per/IX/1990, berdasarkan status mutu air yang didapat maka sampel air dikategorikan aman dan layak digunakan.
Analisis Kinerja Lalu Lintas Akibat Operasional Rumah Potong Hewan : Studi Kasus : Rumah Pemotongan Hewan di Jalan Bukit Tamarunang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan Almakassari, Nursafanah Dzakiyah; Israil; Amiruddin, Andi Khaerul
Jurnal Flyover Vol. 3 No. 2 (2023): Agustus - Januari
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v3i2.1674

Abstract

Rumah Potong Hewan merupakan salah satu kegiatan industri pangan yang terdapat di setiap daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan daging. Menurut Peraturan Pemerintah No.22 Tahun 1983, tentang kesehatan masyarakat veteriner dan untuk memenuhi kebutuhan daging yang Aman, Sehat Utuh dan Halal (ASUH) maka pemotongan harus dilakukan di Rumah Potong Hewan. Peluang usaha yang semakin mudah dengan adanya dorongan teknologi digital dalam pemasaran dan sumber daya alam yang memadai, maka semakin meningkatnya kebutuhan produksi dan konsumsi masyarakat. Hal ini membuat industri Rumah Potong Hewan meningkat. Industri Rumah Potong Hewan sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Mengingat lokasi Rumah Potong Hewan berada di ruas Jalan Bukit Tamarunang, Kel. Tamarunang, Kec. Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan yang merupakan wilayah yang cukup padat dengan kegiatan lalu lintas kendaraan, Rumah Potong Hewan secara langsung dan tidak langsung akan menimbulkan dampak pembangunan itu sendiri, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif, khususnya dampak terhadap lalu lintas dan ruas jalan serta kepada pengguna jalan di kawasan tersebut. Metode Analisis yang digunakan adalah Analisis V/C ratio untuk mengetahui kinerja jalan, kemudian dibandingkan antara kinerja jalan eksisting dan prediksi kinerja jalan setelah pembangunan pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai V/C Ratio menghasilkan nilai perbandingan yang sama antara kapasitas dengan volume kendaraan. Kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang sebelum adanya pembangunan Rumah potong hewan (RPH) menghasilkan nilai V/C Ratio sebesar 0,28 (eksisting), dan kapasitas ruas Jl. Bukit tamarunang setelah adanya Rumah potong hewan (RPH) tersebut menghasilkan nilai V/C ratio yang sama yaitu 0,28, Salah satu penyebab nya yaitu kurangnya tarikan yang masuk kedalam lokasi Rumah Potong Hewan (RPH) tersebut sehingga tidak mempengaruhi V/C ratio.
Kajian Penilaian Kerusakan Jaringan Irigasi Bila Kanan, Kabupaten Sidenreng Rappang Salim, Rizky Auliarahman; Musa, Ratna; Mallombassi, Ali
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2153

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja jaringan irigasi Bila Kanan yang terletak di Kabupaten Sidenreng Rappang. Penilaian dilakukan menggunakan Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI) berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 12 Tahun 2015. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kerusakan rata-rata prasarana fisik jaringan irigasi sebesar 30,82%, yang tergolong dalam kategori rusak sedang. Penilaian kondisi fisik menghasilkan nilai rata-rata sebesar 69,18%, yang termasuk dalam kategori kondisi kurang baik. Sementara itu, nilai kinerja keseluruhan jaringan irigasi Bila Kanan tercatat sebesar 70,66%, yang diklasifikasikan ke dalam kategori kinerja baik. Berdasarkan hasil tersebut, tindakan pemeliharaan yang direkomendasikan adalah pemeliharaan berkala. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung keberlanjutan fungsi sistem irigasi di wilayah tersebut
Kajian Lokasi Rawan Kecelakaan Lalu Lintas: Studi Kasus Jalan Sorong-Makbon Syaifullah; Supardi, Sudarman; Badaron, Sitti Fauziah
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2154

Abstract

Dalam tranportasi keselamatan merupakan hal yang serius dan wajib diperhitungkan oleh para pengguna jasa. Menurut Undang-undang No.14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kecelakaan lalu lintas merupakan suatu kejadian di Jalan yang tidak diduga atau tidak berunsur kesengajaan yang melibatkan kendaraan atau tanpa pengguna jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan atau kerugian harta benda Jalan poros Sorong-Makbon adalah jalur penting tetapi berisiko tinggi di Papua Barat Daya. Data menunjukkan peningkatan kecelakaan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dengan faktor penyebab utama seperti kondisi jalan yang buruk (berlubang, retak, bergelombang dll), kecepatan tinggi, dan kurangnya disiplin pengemudi. Analisis lokasi rawan kecelakaan lalu lintas dilakukan berdasarkan data historis kecelakaan lalu lintas selama lima tahun yaitu tahun 2019-2023. Metode Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK), Tingkat Kefatalan (TF) dan Batas Kontrol Atas (BKA) akan digunakan untuk menentukan lokasi titik rawan kecelakaan lalu lintas. Hasil penelitian yang diperoleh adalah nilai BKA sebesar 24,66 angka kecelakaan. Nilai Angka Ekuivalen Kecelakaan (AEK) berjumlah 68. Nilai tingkat kefatalan (TF) terbesar adalah 303,11 berada pada KM.0-KM.2 sedangkan nilai UCL yang diperoleh berturut-turut mulai dari KM.0-KM.5 adalah 133,856 ; 124,95 ; 24,660 ; 24,660 ; 98,664. Dari data yang telah dianalisa ditemukan lokasi rawan kecelakaan yaitu berada pada KM.0-KM.2 karena nilai Tingkat Kefatalan yang diperoleh lebih besar dari pada nilai UCL
Evaluasi Durasi Pelaksanaan Proyek Dengan Menggunakan Critical Path Method (CPM): Studi Kasus : Stadion Sepak Bola Kota Bawela, Kota Sorong Apituley, Mykel Djinolla; Ashad, Hanafi; Bachmid, Sofyan
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2155

Abstract

Kota Sorong merupakan salah satu kota di Provinsi Papua Barat dengan tingkat perkembangan ekonomi dan infrastruktur yang cukup pesat, karena itulah akan di lakukan evaluasi pada proyek pembangunan stadion sepak bola kota sorong dengan menggunakan suatu metode untuk dapat mengetahui besarnya persentase penyimpangan/deviasi dari segi waktu dan juga durasi yang diperoleh pada proyek tersebut. Metode yang digunakan adalah Critical Path Method (CPM). Kontrak “A” bahwa pekerjaan direncanakan mencapai 100% adalah pada minggu ke-21, dengan metode CPM diperoleh persentase pekerjaan dapat terselesaikan pada minggu ke-23 sehingga bisa terjadi percepatan sedangkan untuk kontrak “B" direncanakan mencapai 100% adalah pada minggu ke-18 dan dengan metode CPM diketahui pekerjaan dapat terselesaikan pada minggu yang sama yaitu minggu ke-18, sehingga tidak terjadi percepatan ataupun keterlambatan. Berdasarkan metode CPM, durasi yang diperoleh dari Kontrak “A” adalah 175 hari sedangkan untuk kontrak “B" adalah 126 hari. Perlu dihitung aktivitas – aktivitas yang mengalami deviasi baik positif maupun negatif dengan memperhatikan sumber adanya baik Material, Peralatan, dan Analisa Harga Satuan dan sebaiknya data responden proyek lebih diperhatikan baik dari segi konsultan maupun kontraktor
Pengaruh Parkir di Badan Jalan Terhadap Kinerja Jalan: Studi Kasus : Mall Town Square, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar Jannah, Mifthahul; Badaron, Sitti Fauziah; Syarkawi, Mukhtar Thahir
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2156

Abstract

Salah satu pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota Makassar adalah Mall Town Square yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan merupakan salah satu jalan yang termasuk jalan Nasional dan berbagai kegiatan ekonomi yang harus mampu melayani kebutuhan perparkiran pengunjung. Dengan demikian, hal ini diperkirakan akan menimbulkan suatu pergerakan yang tinggi, dan juga membutuhkan kapasitas ruang parkir yang tersedia agar tidak menimbulkan kelebihan volume parkir yang dapat membuat pengunjung harus parkir di badan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan dan ketersediaan ruang parkir serta pengaruh parkir di badan jalan terhadap kinerja ruas jalan depan Mall Town Square. Metode penelitian yang digunakan terdiri dari pengumpulan data, analisis kuantitatif dan analisis kualitatif dan bersumber dari beberapa survey ke instansi terkait dengan Mall Town Square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parkir di badan jalan mempengaruhi dampak lalu lintas terhadap kinerja ruas Jalan Mall Town Square Printis Kemerdekaan.
Kajian Pemilihan Moda Transportasi dengan Metode Discrete Choice Model Paisal, Asdalifah; Massara, Asma; Badaron, Sitti Fauziah
Jurnal Flyover Vol. 4 No. 1 (2024): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v4i1.2157

Abstract

Transportasi memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya pada rute Kabupaten Luwu Utara menuju Kota Makassar. Kota Makassar sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tentunya menjadi pusat berbagai aktivitas, seperti pendidikan, sosial dan ekonomi. Hal ini perlu didukung dengan moda transportasi yang dapat memberikan pelayaan yang sesuai dengan kenginginan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi masyarakat dalam memilih moda transportasi yang akan digunakan dan memodelkan pemilihan moda menggunakan pendekatan Discrete Choice Model. Metode yang digunakan mencakup analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS dan model logit biner, dengan data diperoleh melalui kuesioner terhadap 100 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat empat variabel yang berpengaruh secara parsial terhadap pemilihan moda, yaitu waktu perjalanan, pengeluaran, kenyamanan, dan kecepatan. Fungsi utilitas dari model regresi kemudian digunakan pada model logit biner, yang menghasilkan probabilitas pemilihan moda sebesar 59% untuk moda bus dan 41% untuk moda angkutan umum panther. Hasil ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih cenderung memilih bus sebagai moda transportasi utama untuk perjalanan jauh ke Kota Makassar.
Kajian Dampak Lalu Lintas akibat Adanya Kawasan Pasar Tradisional terhadap Kinerja Ruas Jalan Provinsi: Studi Kasus: Pasar Tradisional Antang, Jalan Antang Raya Khadijah, Andi Nurul; H, St Maryam; Syarkawi, Mukhtar Thahir; Kasim, Muhammad Ridha
Jurnal Flyover Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v5i1.2158

Abstract

Aktivitas pasar tradisional di kawasan perkotaan seringkali menimbulkan masalah lalu lintas akibat meningkatnya volume kendaraan, hambatan samping, dan keterbatasan kapasitas jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak aktivitas Pasar Tradisional Antang terhadap kinerja lalu lintas pada ruas Jalan Antang Raya Kota Makassar serta merumuskan langkah penanganan yang tepat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997) dengan data primer berupa survei volume lalu lintas, kecepatan, hambatan samping, dan kondisi geometrik jalan, serta data sekunder dari instansi terkait. Data volume lalu lintas dikonversi ke dalam satuan mobil penumpang (smp) sebelum dianalisis lebih lanjut terhadap kapasitas, derajat kejenuhan, kecepatan rata-rata, dan tingkat pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas pasar menyebabkan penurunan kinerja lalu lintas, ditandai dengan kecepatan rata-rata kendaraan menurun sebesar 9,7%, kapasitas jalan yang terpakai berkurang 15,2%, serta tingkat pelayanan turun dari kategori A menjadi C. Hambatan samping yang dominan berasal dari aktivitas parkir, kendaraan keluar-masuk akses jalan, dan pejalan kaki. Dengan demikian, penataan parkir, pengaturan waktu operasional pasar, dan pelebaran jalan direkomendasikan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di kawasan Pasar Antang.
Evaluasi Fungsi Manajemen Konstruksi dalam Pelaksanaan Proyek Pembangunan Gudang Farmasi Kota Makassar Ihyadi; Ashad, Hanafi; Watono; Hadi, Abd Karim
Jurnal Flyover Vol. 5 No. 1 (2025): Februari - Juli
Publisher : Magister Teknik Sipil PPs UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jfo.v5i1.2159

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana fungsi manajemen konstruksi berperan dalam efektivitas pelaksanaan proyek pembangunan Gudang Farmasi Kota Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuanlitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 34 responden. Pengolahan data dilakukan menggunakan metode Relative Importance Index (RII) untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang paling memengaruhi keterlambatan dan ketidakefektifan proyek. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor dominan yang paling memengaruhi efektivitas fungsi manajemen konstruksi adalah: kualitas manajemen waktu dari kontraktor pelaksana. Faktor-faktor lain seperti keterlambatan pencairan dana dari pemberi proyek, lemahnya pengawasan terhadap tenaga kerja, dan kondisi peralatan yang sering rusak atau tidak layak pakai juga berperan penting. Temuan ini mengindikasikan bahwa permasalahan utama proyek terletak pada aspek manajerial internal, khususnya terkait pengelolaan waktu, kesiapan sumber daya manusia dan alat, serta mekanisme pencairan anggaran. Faktor lain seperti koordinasi antar pihak dan estimasi volume kerja memiliki pengaruh sedang, sedangkan faktor eksternal seperti perubahan regulasi dan birokrasi perizinan dinilai memiliki pengaruh rendah oleh responden. Penelitian ini menyarankan peningkatan perencanaan dan pengendalian proyek secara menyeluruh guna meningkatkan efektivitas manajemen konstruksi di masa mendatang.