cover
Contact Name
Malik
Contact Email
alkarimastiq@gmail.com
Phone
+6287881807504
Journal Mail Official
messakelam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Solo-Tawangmangu KM. 34 Pakel, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah. Kode Pos: 57791 Telp : (0271) 6901044
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir
ISSN : 25493035     EISSN : 28293703     DOI : -
Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al Quran Isy Karima Karanganyar setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun
Articles 155 Documents
Qalb sebagai Instrumen Pemahaman dalam QS. Al Hajj 22 46 Perspektif Ath Thabari Asyifah Ramadani; Ahmad Amir Aziz; Mira Mareta
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.599

Abstract

Penelitian ini membahas qalb sebagai instrumen pemahaman dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46 berdasarkan perspektif Ath-Ṭhabarī. Kajian ini dilatarbelakangi oleh penjelasan Al-Qur’an mengenai qulūbun ya‘qilūna bihā, yang menunjukkan adanya fungsi qalb dalam proses memahami berbagai tanda dan peristiwa yang disaksikan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Ath-Ṭhabarī menafsirkan qalb dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46, khususnya makna qulūbun ya‘qilūna bihā, serta menjelaskan fungsi qalb sebagai instrumen pemahaman. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis tafsir dan teknik analisis isi kualitatif. Sumber primer penelitian adalah Al-Qur’an dan Jāmi‘ al-Bayān ‘an Ta’wīl Āy al-Qur’ān karya Ath-Ṭhabarī, sedangkan sumber sekunder digunakan sebagai pendukung pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ath-Ṭhabarī memahami qalb sebagai hati yang dengannya manusia memahami hujah dan kekuasaan Allah. Pemahaman tersebut berlangsung melalui proses pengamatan terhadap realitas, tafakkur, i‘tibār, dan ta‘aqqul. Dengan demikian, qalb tidak hanya berfungsi sebagai penerima pengalaman, tetapi juga berperan dalam mengolah tanda-tanda yang dilihat dan didengar menjadi pemahaman terhadap kebenaran. Sebaliknya, kebutaan qalb menunjukkan ketidakmampuan manusia mengenali kebenaran meskipun bukti telah tersedia. Berdasarkan temuan tersebut, qalb dalam QS. al-Ḥajj [22]: 46 dapat dipahami sebagai instrumen pemahaman yang menghubungkan pengalaman inderawi, refleksi, pengetahuan, dan kesadaran terhadap kebenaran Allah.
Hermeneutika Komputasional: Analisis Sentimen Al-Baqarah Berbasis NLP dan Integrasi N8N Dwinuryudha Ken Rifqi; Muhammad Irfan; Dedi Gunawan; Andri Nirwana
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.649

Abstract

Disrupsi teknologi kecerdasan buatan menuntut reorientasi metodologis dalam kajian tafsir Al-Qur’an kontemporer. Penelitian ini bertujuan mengkaji hermeneutika komputasional sebagai instrumen bantu untuk memetakan sentimen leksikal dalam Surat Al-Baqarah melalui Natural Language Processing (NLP) dan otomasi alur kerja berbasis N8N yang diintegrasikan dengan chatbot Telegram. Analisis dilakukan terhadap 150 frasa leksikal yang dipilih dari Surat Al-Baqarah dan diuji melalui polaritas sentimen komputasional. Luaran mesin kemudian dibandingkan dengan tiga tolok ukur komparatif tafsir otoritatif yang mewakili corak penafsiran berbeda, yaitu Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, dan M. Quraish Shihab. Artikel ini juga mengoperasionalkan model validasi triadik dengan menempatkan luaran NLP sebagai data komputasional, literatur tafsir sebagai kalibrasi interpretatif, dan maqashid syariah sebagai koreksi teleologis. Perbandingan terhadap ketiga tolok ukur tafsir tersebut menghasilkan tingkat kesesuaian sebesar 52%–62%. Temuan ini mengindikasikan bahwa NLP dapat membantu mengidentifikasi pola sentimen leksikal, tetapi tetap memiliki keterbatasan ketika berhadapan dengan ayat-ayat preskriptif (ayat al-ahkam), konsep teologis, dan makna yang bergantung pada konteks. Oleh karena itu, hermeneutika komputasional tidak dapat diposisikan sebagai pengganti otoritas tafsir, melainkan sebagai instrumen verifikasi komplementer yang luaran datanya perlu dikalibrasi melalui literatur tafsir, asbabun nuzul, dan maqashid syariah. Artikel ini berkontribusi pada kajian tafsir digital dengan menunjukkan potensi sekaligus batas epistemologis pembacaan algoritmik terhadap teks suci.
Konsep Wasathiyyah dalam Tafsir Ibn Katsir dan Al-Mishbah: Kajian Muqarin dan Relevansinya terhadap Radikalisme Beragama Nauroh Qurrotal Aini; Faqih Abdul Aziz; Maziroh Diyati; Maftuhatul Khoiriyah; Rita Andria Ismawati
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.651

Abstract

Radikalisme berbasis agama masih menjadi tantangan serius bagi moderasi beragama di Indonesia, sementara kajian tafsir tentang wasathiyyah sejauh ini cenderung parsial dan jarang dikaitkan dengan respons atas radikalisme kontemporer. Penelitian ini mengkaji bagaimana wasathiyyah dikonstruksi dalam Tafsir Ibn Katsir dan Tafsir Al-Mishbah serta bagaimana relevansi konstruksi tersebut terhadap persoalan itu. Penelitian merupakan library research dengan metode tafsir muqarin, membandingkan kedua tafsir atas lima ayat: QS. Al-Baqarah [2]: 143, QS. Al-Hujurat [49]: 13, QS. Al-Baqarah [2]: 256, QS. An-Nisa [4]: 171, dan QS. Al-Mumtahanah [60]: 8. Hanya ayat pertama yang secara eksplisit memuat akar kata wasath; empat ayat lainnya dibaca sebagai representasi nilai-nilai moderasi. Perbandingan diarahkan pada empat indikator: basis otoritas, unit analisis, orientasi makna, dan konteks rujukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua mufasir bertemu dalam menolak ghuluw, pemaksaan dalam beragama, dan diskriminasi terhadap non-Muslim, serta sama-sama memaknai wasathiyyah sebagai keseimbangan aktif, bukan netralitas pasif. Perbedaannya terletak pada penekanan: Ibn Katsir bertumpu pada riwayat dan asbab al-nuzul sebagai unit analisis tunggal, sedangkan Al-Mishbah menambahkan munasabah dan realitas sosial sebagai unit analisis kedua. Atas dasar itu penelitian ini merumuskan kerangka wasathiyyah tiga dimensi, yakni teologis, sosial, dan sikap terhadap perbedaan, dengan dimensi ketiga diposisikan sebagai produk pertautan dua dimensi sebelumnya. Sebagai penelitian kepustakaan, kerangka tersebut ditawarkan sebagai implikasi konseptual yang berpotensi menjadi basis kontranarasi, bukan sebagai model yang telah diuji secara empiris.
Memahami Tafsir Durar al-Qur'an Tammulat fi Awa'il as-Suwar al-Qur'an Hasba at-Tartib an-Nazuli Karya Giovani Tarega Taufiq Nur Azis; Hamidi Abdillah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.653

Abstract

Kajian tafsir Al-Qur’an berbasis kronologi wahyu (tartīb nuzūlī) masih langka dalam arus utama pemikiran Islam yang didominasi oleh metode tartīb muṣḥafī, serta masih mengalami bias terhadap figur pemikir luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengeksplorasi aspek metodologis karya ulama kontemporer Indonesia, yaitu kitab Durar al-Qur'ān: Tammulāt fī Awā'il as-Suwar al-Qur'ān Ḥasba at-Tartīb an-Nuzūlī karya Dr. Giovani Tarega. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka, penelitian ini menganalisis objek kajian menggunakan pisau analisis kritik tafsir Islah Gusmian yang memetakan dua ranah utama, yaitu aspek teknis penulisan dan konstruksi hermeneutika. Temuan utama penelitian ini menunjukkan bahwa secara teknis, kitab tersebut menerapkan sistematika runtut berbasis kronologi wahyu dengan penyajian rinci (tafsīlī) yang komunikatif. Secara hermeneutika, karakteristik penafsirannya bersifat sintesis kontekstual yang memadukan analisis kebahasaan, historisitas teks (asbāb an-nuzūl), serta relevansi zaman. Puncaknya, kitab ini menawarkan corak praktis-ideologis (action-oriented) yang berorientasi pada pembentukan kerangka gerakan sosial umat. Kontribusi ilmiah dari penelitian ini terletak pada upaya melokalisasi dan memperkaya diskursus metodologi tartīb nuzūlī di Indonesia, sekaligus memperkenalkan khazanah pemikiran tafsir kontemporer Nusantara yang lahir dari tradisi intelektual pesantren ke ranah akademik yang lebih luas.
Konsep Iddah dalam Al-Qur'an Kajian Tafsir Tematik atas Ketentuan dan Hikmahnya Muhammad Ghofar; Nashrullah
Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Isy Karima Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58438/alkarima.v10i2.667

Abstract

Ketentuan iddah dalam Al-Qur'an sering dipahami secara legalistik-parsial, sehingga dimensi filosofis dan keadilannya bagi perempuan kurang tergali. Artikel ini mengkaji konsep iddah secara tematik (mawḍū‘ī) menggunakan metode al-Farmawi terhadap QS. al-Baqarah: 228 dan 234, QS. al-Thalaq: 4, serta QS. al-Ahzab: 49. Penelitian ini menganalisis penafsiran Ibn Kathir, al-Qurthubi, al-Sabuni, dan M. Quraish Shihab, serta membandingkan pandangan fikih lintas mazhab. Kajian menemukan bahwa Al-Qur'an menyesuaikan masa tunggu dengan kondisi biologis perempuan, di mana kepastian nasab menjadi 'illat dominan iddah cerai, sedangkan iddah wafat memuat dimensi ta'abbudi dan penghormatan sosial. Kontribusi utama kajian ini adalah pembedaan sistematis antara 'illat, hikmah, dan maqasid syariah yang diuji melalui kerangka resiprositas hak-kewajiban, proporsionalitas biologis, dan ketiadaan dominasi untuk menilai klaim keadilan gender secara argumentatif. Iddah menopang penjagaan keturunan (hifzh al-nasl) dan kehormatan (hifzh al-'ird). Implikasi lanjutan seperti hak nafkah, kesehatan reproduksi, dan relevansinya bagi hukum keluarga kontemporer (KHI) dibahas secara ringkas.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 2 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 10 No. 1 (2026): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 2 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 9 No. 1 (2025): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 2 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Vol. 8 No. 1 (2024): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 7 No. 1 (2023): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 6 No. 2 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Qur'an dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2022): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 5 No. 1 (2021): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 4 No 2 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 4 No. 1 (2020): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol 3 No 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 2 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 3 No. 1 (2019): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 2 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 2 No. 1 (2018): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 2 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir Vol. 1 No. 1 (2017): Al Karima : Jurnal Studi Ilmu Al Quran dan Tafsir More Issue