cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Universitas Muhammadiyah Surakarta Gedung H Kampus 2 - UMS Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo 57169, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
ISSN : 24599727     EISSN : 25808834     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Seminar Nasional Teknik Sipil UMS merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta
Articles 324 Documents
Struktur Hybrid Engineering sebagai Permeable Breakwater untuk Mereduksi Energi Gelombang pada Pantai Berpasir Hafid, Hendra; Thaha, Muhammad Arsyad; Maricar, Farouk; Bakri, Bambang
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.981 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh porositas pada struktur Hybrid Engineering sebagai permeable breakwater sebagai salah satu alaternatif untuk meredam energi gelombang yang menyebabkan abrasi pantai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan permodelan fisik membuat prototype dan mengadakan pengujian pada kolam uji (wave flume) untuk mengetahui deformasi gelombang terhadap adanya struktur hybrid engineering dengan beberapa skenario model dengan merubah porositas atau kerapatan dari brushwood terhadap ketinggian muka air, panjang dan periode gelombang. Energi gelombang dihitung pada lokasi di depan struktur dan di belakang struktur. Perhitungan dilakukan dengan membandingkan energi gelombang pada kedua lokasi tersebut sehingga dapat diketahui pengaruh struktur hybrid engineering terhadap efisiensi peredaman energi. Pengaruh dimensi struktur terhadap peredaman energi gelombang tertinggi diperoleh dengan nilai peredaman enenergi tertinggi adalah pada saat kondisi h/d = 0.75 dimana kondisi tersebut ketinggian struktur lebih tinggi dari permukaan air. Pada kondisi peredaman energi gelombang jika dibandingkan dengan kedalaman perairan (d) nilai peredaman energi terbesar adalah pada saat d = 15 cm, sehingga dalam pemanfaatanya sebagai peredam energi gelombang ketinggian struktur harus lebih tinggi dari ketinggian Mean sea level (MSL) diperarian yang akan ditempatkan struktur permeable breakwater.
Redaman Banjir Pasca Pembangunan Bendungan Ciawi dan Sukamahi Hartono, Alexandre Octavio; Istiarto, I; Sujono, Joko
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.459 KB)

Abstract

Bendungan Ciawi dan Sukamahi yang dibangun di hulu Sungai Ciliwung merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi banjir DKI Jakarta. Kedua bendungan tersebut dibangun dengan konsep dry dam sehingga tidak menampung air pada kondisi aliran sungai normal dan hanya berfungsi untuk mereduksi debit banjir. Pemodelan dan kalibrasi hidrologi DAS Ciliwung Hulu dilakukan untuk mengetahui karakteristik DAS Ciliwung Hulu dengan bantuan software HEC-HMS. Data yang digunakan untuk melakukan kalibrasi adalah data hujan dan aliran pada tanggal 16-18 Januari 2013. Kemudian dilanjutkan dengan simulasi banjir menggunakan debit 50 tahun, 100 tahun, dan PMF untuk mengetahui kinerja bendungan terhadap banjir. Metode yang digunakan untuk penelusuran banjir adalah level pool routing dan channel routing (time lag method). Hasil penelusuran banjir 50 dan 100 tahunan menunjukan redaman banjir yang cukup besar yaitu 36,4%-39% untuk banjir 50 dan 100 tahunan. Kontribusi redaman banjir oleh Bendungan Ciawi adalah 80-85% dan Bendungan Sukamahi adalah 15-20% dari total redaman banjir.
Penerapan Metode CPM pada Simulasi Penjadwalan Ulang di Pembangunan Proyek Gedung Parkir Instalasi Rawat Jalan (Studi Kasus RS X Kota Semarang ) Prasojo, Sudono Mukti; Solikin, Mochamad; Qomarun, Q
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.383 KB)

Abstract

Terjadinya ketidaksesuaian antara jadwal rencana dan realisasi di lapangan yang dapat mengakibatkan pertambahan waktu dan pembengkakan biaya pelaksanaan. Masalah dimulai dari perencanaan proyek yang ditargetkan selesai pada akhir bulan desember 2018 akan tetapi beberapa permasalahan antara lain adanya keterbatasan lahan yang akan dibangun, pelaksanaan pengecoran hanya boleh dilaksanakan pada malam hari (pukul 19.00 WIB – 05.30 WIB), terjadi kemunduran dalam pelaksanaan penyelesaian pekerjaan konstruksi hingga pertengahan januari 2019. Dari data time schedulle pelaksanaan bahwa sisa progress untuk menyelesaikan pekerjaan sebesar 29,814 %. Penelitian ini bertujuan Mengidentifikasi masalah dari pelaksanaan proyek dan Menganalisis pemilihan waktu penjadwalan ulang dengan simulasi penjadwalan ulang pelaksanaan proyek pembangunan gedung parkir IRJA RS X Kota Semarang. Metode yang digunakan yaitu analisis jaringan kerja CPM untuk menganalisis jalur kritis. Hasil simulasi penjadwalan ulang metode CPM dengan MS Project pada sisa waktu 54 hari kalender maka lintasan kritisnya yang didapat pada jenis Pekerjaan Mekanikal Dan Elektrikal karena jenis pekerjaan tersebut satu rangkaian pekerjaan yang tidak bisa ditunda serta membutuhkan penambahan tenaga kerja dan penambahan waktu lembur untuk menyelesaikan tepat waktu.
Evaluasi Keandalan Bangunan Gedung Pertemuan Sasana Manggala Sukowati dan Gedung Kartini (Studi Kasus Gedung Pertemuan di Bawah Pengelolaan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen) Sulistyono, Aribowo; Solikin, Mochamad; Qomarun, Q
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.767 KB)

Abstract

Pembangunan nasional bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat secara adil dan merata, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sebagai makhluk sosial dalam menjalani kehidupan dan penghidupan yang lebih baik. Bangunan Gedung berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatannya, baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha, kegiatan sosial, budaya, maupun kegiatan khusus. Dalam menjamin kelangsungan dan peningkatan kehidupan serta penghidupan penghuninya serta mewujudkan bangunan gedung yang fungsional, andal, berjati diri serta seimbang, serasi dan selaras dengan lingkungannya perlu adanya suatu pengaturan yang menjamin keandalan bangunan gedung. Keandalan bangunan gedung adalah keadaan bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan bangunan gedung sesuai dengan kebutuhan fungsi yang telah ditetapkan. Kondisi bangunan gedung yang runtuh sebagian atau seluruhnya akibat kegagalan struktur sebagai dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam seperti angin kencang, gempa bumi, tanah longsor, perubahan fungsi dan lain sebagainya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui nilai tingkat keandalan bangunan gedung pertemuan di bawah pengelolaan Pemerintah Daerah Kabupaten Sragen. Serta untuk mengetahui hal-hal terkait rekomendasi-rekomendasi dan pertimbangan kegiatan penyempurnaan bangunan gedung yang harus dilakukan. Dalam hal ini adalah Gedung Pertemuan Sasana Manggala Sukowati (SMS) dan Gedung Kartini. Pemeriksaan keandalan gedung meliputi kegiatan pengamatan visual serta alat ukur apabila diperlukan. Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) hanya digunakan sebagai cara untuk menyusun bobot tingkat kepentingan dan prioritas antar komponen-komponen gedung. Dengan urutan tingkat kepentingan/prioritas adalah komponen keselamatan, kesehatan, kenyamanan dan kemudahan Selanjutnya perhitungan keandalan gedung dihitung berdasarkan Permen PUPR No.27/PRT/M/2018 meliputi kelengkapan administrasi, kelengkapan gedung, analisis kerusakan dan perhitungan nilai tingkat keandalan gedung. Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan sebagai berikut nilai pemeriksaan keandalan bangunan yaitu Gedung Pertemuan Sasana Manggala Sukowati 94,49% dan Gedung Kartini 97,22%. dikategorikan andal, perlu dilakukan penyempurnaan dalam penyimpanan arsip-arsip pembangunan gedung baik secara fisik maupun elektronik. Selanjutnya perlu disediakan Ruang Laktasi dan dipertahankan anggaran pemeliharaan rutin/berkala tiap tahun.
Mengungkap Faktor-Faktor Penyebab Pembengkakan Biaya pada Proyek Pembangunan Apartemen di Surakarta Priyanto, Budi; Yuliansyah, Ade Irpan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.195 KB)

Abstract

Proyek kontruksi apartemen merupakan proyek yang berisiko tinggi mengingat besarnya bobot pekerjaan dan tingginya struktur yang akan dibangun. Kemungkinan adanya kendala selama pelaksanaan proyek bisa terjadi akibat metode dan manajemen yang kurang baik, sumber daya yang tidak sesuai, serta kendala alat dan bahan. Kemudian berpengaruh terhadap kinerja waktu, menyebabkan keterlambatan pekerjaan proyek kontruksi dan secara langsung merugikan pemilik proyek maupun kontraktor pelaksana karena terjadinya pembengkakan biaya. Sebagai upaya menghindari risiko pembengkakan biaya, maka perlu dilakukan kajian tentang faktor-faktor risiko pelaksanaan kontruksi apartemen. Kajian ini menggunakan analisa kuantitatif, melalui proses pengumpulan data kuesioner yang melibatkan 10 responden dari kalangan konsultan, kontraktor dan owner proyek apartemen di Surakarta di tahun 2020. Data hasil riset dilakukan uji instrumen menggunakan program aplikasi SPSS Versi 23 dan dianalisis berdasarkan Matrik resiko ISO9001- 2015. Hasil analisis, mengungkapkan adanya 5 faktor risiko dominan dengan tingkat risiko tidak dapat diterima dengan indek resiko (IR) lebih dari 15 dan 23 risiko dengan tingkat risiko tidak diharapkan (5 ≤ IR < 15) yang terjadi dalam pelaksanaan proyek kontruksi apartemen di Kota Surakarta .
Kualitas Kayu Galam Hasil Budidaya Kabupaten Paser Siregar, Adde Currie; Asnan, Muhammad Noor; Vebrian, V; Zulkarnain, Isnaini; Pitoyo, P
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2022: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.055 KB)

Abstract

Kayu galam merupakan kayu yang tersebar luas dan tumbuh melimpah di kawasan hutan gambut kalimantan timur. Kayu galam banyak digunakan sebagai bahan utama dalam dunia konstruksi baik untuk struktur maupun non struktural. Untuk menunjang penggunaannya agar lebih optimal, perlu dilakukan pengujian kualitas dan mutu kayu galam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan sifat mekanik kayu galam hasil budidaya desa teluk waru, kabupaten paser. Pada penelitian ini menggunakan kayu galam dengan panjang 10 cm dengan variasi kayu galam dengan kulit dan tanpa kulit. Kemudian dilakukan pengujian kuat tekan dengan 2 kondisi, yaitu kondisi alami dan kondisi kering oven. Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan sifat fisik kayu galam dengan kulit dan tanpa kulit berupa berat jenis sebesar 0.39 dan 0.50, kadar air sebesar 56% dan 52%. Sedangkan untuk kuat tekan, kayu galam tanpa kulit memiliki kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan kayu galam dengan kulit baik itu dalam kondisi alami maupun kondisi kering oven. Berdasarkan SNI 7973-2013 kayu galam termaksud kayu dengan mutu E25.
Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Gempa Lombok Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018 Hijah, Siti Nurul; Komarudin, Mohammad
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.41 KB)

Abstract

Guncangan gempa bumi di Provinsi NTB memberikan kepanikan dan kebingungan masyarakat, Terjadinya enam kejadian gempa bumi yang memiliki magnitude lebih dari 5,5 SR. Gempabumi Tektonik berkekuatan 6,4 Skala Richter pada tanggal 29 Juli 2018 merupakan awal dari rangkaian gempa Lombok. Akibat dari gempa tersebut 567 orang meninggal dan 445.343 jiwa mengungsi. Kerusakan terjadi pada infrastruktur dan perumahan sehingga aktifitas masyarakat dan penduduk setempat mengalami kelumpuhan. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana gempa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanganan Rehabilitasi dan Rekonstruksi dibidang perumahan dan permukiman pasca gempa secara swakelola oleh masyarakat didaerah terdampak gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wawancara dan obervasi dilakukan secara kualitatif dan semi-terstruktur untuk mendapatkan hasil analisis data. Hasil analisis data pelaksanaan rehabilitasi rekonstruksi dalam pembentukan kelompok masyarakatyang memiliki ketetapan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati/Walikota(ter-SK) untuk rusak berat 57,71%, rusak sedang 66,90% dan rusak ringan 59,95%, sedangkan dana pokmas yang sudah terisi untuk rusak berat 31,85%, rusak sedang 49,01% dan rusak ringan 47,04%. Rumah tahan gempa yang sudah selesai dibangun untuk RTG RISHA 1,64%, RTG RIKO 1,39%, RTG RIKA 0,85%, RTG RCI 0,00%, RTG RISBA 0,32%, RTG RISBARI 0,00%, RTG DOMUS 0,00%, RTG KUMAC 0,00%, RTG RISTA 0,00%, RTG RITA 0,00% dan RTG RISGA 0,00% dari total 40.315 minat RTG.
Studi Pengaruh Penambahan Bubur Kertas terhadap Nilai Serapan Air pada Papercrete Pribadi, Arqowi
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.356 KB)

Abstract

Papercrete terbuat dari kertas koran bekas diolah menjadi bubur kertas dicampurkan dengan bahan portland cement, pasir dan air. Penelitian ini menggunakanmetode studi eksperimentaldi laboratoriumterhadap campuran berat kertas, semen, pasir (KSP) dengan perbandingan variasi campuran KSP 1:1:1, KSP 2:1:1, KSP 3:1:1 untuk nilai FAS 1. Benda uji silinder berdiameter 75 mmdengan tinggi 275 mm sebanyak 9 buah untuk uji serapan air dengan tiga benda uji setiap variasi campurannya. Pengujian serapan air bertujuan mengetahui besarnya air yang diserap oleh adukan papercrete dengan cara membandingkan berat yang melewati perendaman air dan kondisi jenuh kering permukaan dengan berat dalam kondisi kering oven. Waktu perendaman dilakukan selama 10,5 menit; 30 menit; 60 menit; 24 jam; 2x24 jam dan 3x24 jam terhadap sampelpapercreteberumur 28 hari.Hasil pengujian didapatkan nilai serapan air selama 10,5 menit berturut-turutpada benda uji KSP 111=44,28%; KSP 211=60,74%; KSP 311=85,73%; sedangkan nilai serapan air selama perendaman 24 jamberturut-turut pada benda uji KSP 111=48,98%; KSP 211=67,53%; KSP 311=93,57%. Penambahan material bubur kertas terbukti memperbesar nilai serapan air yang menyebabkan adukan papercrete memiliki kekedapan sangat kecil, bersifat porous dan permeabel sehingga tidak baik dipergunakan sebagai material yang disyaratkan dalam pembuatan beton kedap air.
Tinjauan Kuat Lentur terhadap Dinding Panel Beton Styrofoam dengan Kombinasi Kalsiboard sebagai Lapisan Luar Solikin, Mochamad; Rochmadi, Arindra Novan
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.95 KB)

Abstract

Perkembangan konstruksi setiap tahunnya semakin berkembang, banyak inovasi-inovasi yang sudah digunakan dalam dunia konstruksi, misalnya pembuatan beton ringan.Terdapat banyak bahan yang digunakan dalam pembuatan beton ringan salah satunya dengan menggunakan bahan Styrofoam.Pada penelitian ini benda uji berupa dinding panel beton Styrofoam dengan dimensi 120cm x 40cm x 8cm serta menggunakan kalsiboard sebagai bahan lapisan luar yang diikat dengan baut.Variasi penggantian agregat halus dengan Styrofoam adalah 40% dan60%.Penelitian ini menggunakan perbandingan 1:3 antara campuran semen dan agregat halus dihitung dari berat volumenya. Nilai fas yang digunakan sebesar 0,4 serta bahan tambah superplastizicer dari produk PT.SIKA sebesar 1,5% dari jumlah semen. Self Compacting Concrete menjadi metode pencampuran karena campuran beton bisa memadat sendiri pada saat proses pengecoran. Pengujian dilakukan pada umur 28 hari di Laboratorium Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dari hasil penelitian menunjukan nilai Slump Flow T50 dari variasi 40% dan 60% adalah 76 cm dan 63 cm. Pada berat volume diketahui nilainya secara berturut-turut 1661,81 kg/m3dan 1347,29 kg/m3. Pengujian kuat tekan diperoleh niali rata-rata secara berurutan 39,21 kg/cm2dan 30,63 kg/cm2. Pada pengujian kuat lentur diperoleh rata-rata secara berurutan 0,29 N/mm2dan 0,23 N/mm2. Dapat diambil kesimpulan setiap penambahan Styrofoam menjadikan penurunan pada nilai berat volume, kuat tekan, dan kuat lentur.
Perbandingan Kuat Lentur Sambungan Beton Keras dan Beton Segar menggunakan Bahan Tambah Lem Beton Styrobond sebagai Perekat dan Sambungan tanpa Lem Beton Yahya, Akhmad Tontowi; Sudjatmiko, Aliem
Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS 2019: Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil UMS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.679 KB)

Abstract

Beton merupakan campuran antara semen Portland, air, dan agregat. Sambungan beton merupakan gabungan dari beton keras dan beton segar. Beton segar adalah campuran beton yang telah selesai diaduk beberapa saat, karakteristiknya belum berubah atau masih plastis dan belum terjadi pengikatan. Beton keras adalah beton yang cukup kaku untuk menahan tekanan. Untuk penelitian ini, bahan yang digunakan untuk merekatkan sambungan pada beton keras dengan beton segar adalah lem beton Styrobond. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar daya lekat lem beton pada sambungan beton keras dengan beton segar dan sambungan tanpa menggunakan lem beton styrobond. Pengujian ini berupa uji kuat tekan dengan benda uji silinder dimensi 15x30 cm, dan balok dengan dimensi 15x15x60 cm untuk uji kuat lentur. Hasil penelitian menggunakan metode pengujian kuat lentur pada balok sambungan lurus sebesar LA1(Lem+Air) = 5,133 MPa, LAS1 (Lem+Air+Semen) = 5,933 MPa, TL 1(Tanpa Lem) = 3,200 MPa, untuk sambungan miring sebesar LA2(Lem+Air) = 3,296 MPa, LAS2 (Lem+Air+Semen) = 3,944 MPa, TL2 (Tanpa Lem) = 2,282 MPa dan beton tanpa sambungan sebesar TS (Tanpa Sambungan) = 8,533 MPa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sambungan beton menggunakan lem Styrobond lebih kuat dibandingkan dengan sambungan tanpa menggunakan lem beton.

Page 3 of 33 | Total Record : 324