cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+6285755359670
Journal Mail Official
jpmb@bhinnekapublishing.com
Editorial Address
Jalan Mergan Lori No. 60 RT 11 RW 06 Tanjungrejo Sukun Malang
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka
Published by Bhinneka Publishing
ISSN : -     EISSN : 29633753     DOI : 10.58266
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka (JPMB) published 4 (Four) times a year (February, July, September, November), contains disseminates every thought and idea on the results of research and the use of technology to be implemented to the public, including field of science; Mathematics and Natural Sciences, Applied, Social, Law, Culture, Economics, Health, Farm, Food, Agriculture, education, and information technology etc, which published by Bhinneka Publishing. ISSN Online 2963-3753
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 909 Documents
Upaya Menumbuhkan Kesadaran Masyarakat Tentang Sampah Rumah Tangga Melalui Pengadaan Tempat Sampah Percontohan di Desa Ayong Fachry Rumaf; Hairil Akbar; Besse Rismayani; Abimayu Abudzar Alghfari Raupu; Nadira Aulia Mokoagow; Andini Nur Aisyah Rasjid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1267

Abstract

Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran, terutama di wilayah pesisir. Desa Ayong masih menghadapi permasalahan dalam pengelolaan sampah akibat keterbatasan sarana dan prasarana, seperti tidak tersedianya tempat sampah umum maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat membuang sampah di pesisir pantai atau membakarnya di sekitar rumah. Kebiasaan ini berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, merusak ekosistem pesisir, serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga melalui pengadaan tempat sampah percontohan di Desa Ayong. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, persiapan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara partisipatif bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat. Tempat sampah percontohan dibangun di area Kantor Desa Ayong sebagai lokasi strategis yang mudah diakses oleh masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keberadaan tempat sampah percontohan dapat menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat serta mendorong perubahan perilaku dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih tertib. Selain berfungsi sebagai fasilitas penampungan sampah, sarana ini juga menjadi contoh bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat serta menjadi model yang dapat direplikasi di berbagai titik di Desa Ayong guna mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.
Edukasi Manajemen Stres dan Kesehatan Reproduksi di SMK Farmasi Cendekia Farma Husada Lampung Mastuti Widianingsih; Nabila Putrinda Nur Zahra; Sahra Cahya Aisyah; Salsabila Mahgfira Tajdidah; Sarita Rahma; Siti Adha Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1268

Abstract

Masa remaja merupakan periode transisi yang rentan terhadap stres akibat perubahan biologis, psikologis, dan faktor sosial yang berlangsung secara bersamaan. Stres yang tidak dikelola dengan baik dapat mempengaruhi keseimbangan hormonal serta kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai manajemen stres dan kesehatan reproduksi melalui pendekatan edukasi partisipatif berbasis sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMK Farmasi Cendekia Farma Husada dan diikuti oleh 30 siswa usia 16-18 tahun. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, praktik teknik relaksasi sederhana, serta penggunaan media poster edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 66,5% sebelum edukasi menjadi 88,25% setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan remaja terkait hubungan antara stres, regulasi hormonal, dan kesehatan reproduksi. Program ini dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah guna mendukung keseimbangan mental dan reproduksi remaja.
Penguatan Program Pencegahan dan Deteksi Dini Tuberkulosis bagi Warga Binaan di Lembaga Pemasyarakatan Padangsidimpuan Rohim Harahap; Wulan Febrianti Nasution; Nur Ainun Pane; Fuja Lestari; Sinta Rofiah Siregar; Ade Safriany Arabiah Simanjuntak; Wisal Khaber Juhdi Siregar; Amanda Pratiwi; Ramadhani Maulana; Ahmad Sahadi Ritonga; Gilang Asmara; Faisal Umar Nasution; Happy Sri Rezeki Purba; Ainun Mardiyah; Melvariani Syari Batubara; Mukhlis Hasibuan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1282

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia. Lingkungan lembaga pemasyarakatan memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran TB karena kondisi hunian yang padat, ventilasi yang terbatas, serta interaksi sosial yang intensif antar warga binaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga binaan mengenai pencegahan dan deteksi dini tuberkulosis. Kegiatan dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Padangsidimpuan melalui metode penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, serta penyebaran media edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga binaan mengenai penyebab TB, cara penularan, gejala penyakit, serta pentingnya deteksi dini dan pengobatan yang teratur. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung program pengendalian tuberkulosis di lingkungan lembaga pemasyarakatan serta meningkatkan kesadaran kesehatan warga binaan.
Optimalisasi Daya Saing UMKM Melalui Peningkatan Branding, Promosi Pasar, dan Kualitas Produk Dasep Rizalalludin; Sholu Nabila Salam; Sutisna Sutisna; Yohan PAA; Rafly Lukmanul Hakim; Lilis Lilis; Eneng Sapitri; Marwa Nada Naqiyyah; Rima Maharani; Riska Dwi Nabilla; Ulfa Nurlatifah; Fanisa Nur Agustina; Bagya Pujia Anugrah; Arya Fardan Prahasa; Adam Hasfhy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1249

Abstract

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Nusa Putra di Desa Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dilaksanakan pada bulan Agustus 2025 dengan fokus pada pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). UMKM di desa ini menghadapi kendala pada aspek branding, promosi pasar, serta pengelolaan kualitas produk. Kegiatan KKN diarahkan pada tiga strategi utama: (1) peningkatan branding melalui pembuatan logo, brosur, stiker, dan banner; (2) promosi pasar melalui media promosi serta sosialisasi digital marketing; dan (3) peningkatan kualitas produk melalui pengadaan alat vacuum untuk memperpanjang umur simpan makanan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan identitas usaha UMKM seperti Zikri Food, promosi yang lebih luas melalui pemasangan banner dan penyebaran brosur, serta perbaikan kualitas produk yang lebih higenis dan tahan lama. Kegiatan ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menekannkan bahwa branding, digital marketing, dan inovasi produk merupakan faktor penting dalam peningkatan daya saing UMKM.
Edukasi Pencegahan Kehamilan Pada Remaja di Desa Kakara dan Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Febi Sukma; Yuni Istiananingsih; Norftriana Tan; Rina Astutiasih; Hastuti Hastuti; Lelyan Sadow
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1269

Abstract

Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja merupakan salah satu dampak dari perilaku seks bebas. Kehamilan remaja merupakan salah satu fenomena sosial yang belakangan ini semakin meningkat terjadi di lingkungan masyarakat. Faktor utama yang menyebabkan KTD adalah gaya hidup remaja yang semakin bebas. Gaya hidup remaja yang bebas ini menimbulkan banyak remaja terlibat dalam hubungan seks pranikah. Kehamilan yang tidak diinginkan pada usia remaja bukan hanya merupakan masalah biologis, tetapi juga merupakan isu sosial, ekonomi, dan kesehatan yang kompleks. Kondisi ini dapat berdampak negatif terhadap kesejahteraan fisik, mental, dan sosial remaja serta dapat memengaruhi masa depan mereka secara keseluruhan. Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kehamilan tidak diinginkan pada remaja antara lain kurangnya pengetahuan tentang Kesehatan reproduksi. Edukasi Pencegahan Kehamilan Pada Remaja dalam bentuk pre-test dan post-test ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diinginkan. Peserta edukasi adalah para remaja di Desa Kakara dan Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan pengetahuan remaja tentang kehamilan tidak diharapkan.
Edukasi Persiapan Laktasi Pada Ibu Hamil Remaja di Desa Kakara dan Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Yuni Istiananingsih; Febi Sukma; Yunirce Tan; Amanda Juliet Kabo; Wati Tamojaga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1273

Abstract

Meningkatnya angka insiden seks pranikah pada remaja bisa dipahami telah menjadi sesuatu perilaku yang merupakan bentuk dorongan guna melepaskan energi yang semakin tinggi seiring bertumbuhnya seks pada remaja. Insiden ini berhubungan erat dengan kehamilan di usia remaja. Persiapan menyusui selama periode kehamilan penting untuk keberhasilan menyusui dan kesehatan bayi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan pada ibu hamil usia remaja terkait persiapan laktasi. Edukasi ini dilakukan pada remaja di Desa Kakara dan Desa Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara agar remaja mengetahui pentingnya persiapan menyusui pada ibu hamil usia remaja. Faktor yang mempengaruhi kesiapan menyusui diantaranya adalah ketidaktahuan dan ketidaksiapan ibu terkait proses menyusui dan dukungan suami / keluarga. Pengaruh ini sangatlah erat hubungannya dengan proses menyusui, karena seseorang dengan pengetahuan yang baik dan dukungan sekitar akan mempengaruhi kesiapan fisik maupun mental selama proses menyusui. . Pengetahuan ibu hamil tentang persiapan laktasi diukur melalui kuesioner sebelum dan sesudah edukasi dilaksanakan dan skor pengetahuan gizi dianalisis dengan uji beda statistik Paired T-Test. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (p ≤0,05) antara pengetahuan hamil sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Terjadi peningkatan jumlah peserta yang memiliki skor pengetahuan baik sebesar 50,0% sebelum edukasi menjadi sebesar 75,0% sesudah edukasi persiapan laktasi pada ibu hamil remaja di Desa Kakara dan Desa Tagalaya Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara.
Edukasi Hubungan Sehat pada Remaja Panti Asuhan: Upaya Preventif Mengenali Grooming dan Ketimpangan Relasi Usia Maya Rahadian Septiningtyas
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1275

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai hubungan yang sehat dan tidak sehat, khususnya dalam relasi dengan individu yang memiliki perbedaan usia signifikan. Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Pondok Diakonia Bawen dengan melibatkan remaja sebagai peserta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) pribadi-sosial, yang meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi studi kasus, tanya jawab, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam membedakan hubungan sehat dan tidak sehat, meningkatnya kesadaran terhadap risiko power imbalance, serta kemampuan mengenali tanda-tanda grooming. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keberanian dalam menetapkan batasan diri (personal boundaries). Kegiatan ini berkontribusi dalam membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan untuk melindungi diri dari relasi yang berpotensi merugikan. Dengan demikian, layanan BK pribadi-sosial efektif sebagai upaya preventif dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat dan aman.
Pengelolaan Sampah Partisipatif Berbasis Budaya Lokal: Studi Kasus Desa Sumberagung Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo Juniam Roselina; Sri Murwanti Martaningsih; Dyah Rembulansari; Devi Wahyuningsih; Anita Putri Rahayu; Lilik Sri Hariani; Yuli Ifana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1252

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan sampah di pedesaan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga terkait dengan kebiasaan dan norma budaya yang mengakar. Di Desa Sumberagung, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, kebiasaan membuang sampah ke sungai masih menjadi praktik yang diwariskan turun-temurun dan sulit diubah melalui pendekatan struktural semata. Kegiatan Kajian dan Praktik Lapangan (KPL) ini dilaksanakan untuk mengidentifikasi faktor sosial-budaya, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta merumuskan strategi pemberdayaan berbasis budaya lokal dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Metode: Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan transformatif selama dua bulan (Oktober–November 2025). Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara mendalam, kuesioner pre-test dan post-test, dokumentasi, serta pelaksanaan program edukasi, simulasi pemilahan sampah, pendirian bank sampah, dan gotong royong rutin. Analisis data dilakukan secara deskriptif-tematik. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman dan partisipasi warga. Jumlah rumah tangga yang konsisten memilah sampah meningkat dari 9 menjadi 18 rumah. Partisipasi dalam gotong royong mencapai lebih dari 40 warga per kegiatan. Bank sampah berhasil menarik minat 37 warga aktif dengan transaksi rutin. Tokoh masyarakat dan kader PKK berperan sebagai agen perubahan.
Peningkatan Kapasitas Kelompok Wirausaha Muda melalui Bimbingan Teknis Pengadaan Induk Siap Pijah Ikan Gurami (Osphronemus gouramy) di Banjarbaru Siswanto Siswanto; Akhmad Murjani; Untung Bijaksana; Muhammad Adriani; Indira Fitriliyani; Ermalia Herawati; Nathania Adzra Rusnita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1261

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wirausaha Muda di Kota Banjarbaru dalam pengadaan dan seleksi induk ikan gurami yang siap dipijahkan. Komoditas ikan gurami (Osphronemus gouramy) memiliki nilai ekonomi tinggi, namun pengembangan usaha budidayanya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengetahuan pembudidaya dalam menentukan induk yang matang gonad sehingga ketersediaan benih belum optimal. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan pemberdayaan masyarakat melalui beberapa tahapan kegiatan, yaitu sosialisasi, diskusi dan tanya jawab, demonstrasi teknologi, praktik langsung seleksi induk jantan dan betina yang matang gonad, serta pendampingan dan evaluasi. Evaluasi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji-t untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan seleksi induk ikan gurami, dimana tingkat pemahaman peserta meningkat dari sekitar 50% sebelum kegiatan menjadi 90% setelah pelaksanaan bimbingan teknis. Dengan meningkatnya kapasitas teknis tersebut, kelompok mitra diharapkan mampu melakukan pemijahan secara mandiri sehingga dapat meningkatkan produksi benih, mendukung keberlanjutan usaha budidaya, serta meningkatkan pendapatan kelompok.
Sinergi Tiga Pilar (Sekolah, Keluarga, Kepolisian) dalam Upaya Pencegahan Kenakalan Remaja yang Tergabung dalam Geng di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan Etik Wahyuni; Fitria Nilawati; Any Widayati; Yudha Andi Wibawa; Lilik Sri Hariani; Yuli Ifana Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 4 (2026): Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i4.1270

Abstract

Kenakalan remaja yang terorganisir dalam bentuk geng menjadi masalah serius di UPT SMP Negeri 2 Pasuruan. Sebanyak 50 siswa terindikasi tergabung dalam geng, didorong oleh lemahnya pengawasan keluarga, sekolah, dan kurangnya peran preventif kepolisian. Penanganan parsial oleh sekolah dinilai tidak efektif, sehingga diperlukan pendekatan kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan kepolisian.  Kajian Praktik lapangan ini bertujuan : (1) Meningkatkan pengetahuan siswa dan orang tua tentang bahaya kenakalan remaja (2) Mengembangkan kerja sama sinergi dalam pembinaan peningkatan karakter siswa (3) Membentuk forum komunikasi 3 pilar dalam pemantauan berkelanjutan Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk kegiatan tatap muka meliputi: (1) sosialisasi dan pembinaan siswa oleh kepolisian dan penyuluh agama, (2) workshop pola asuh positif (parenting class) bagi orang tua, (3) pembuatan konten edukasi oleh siswa, serta (4) pembentukan forum komunikasi tiga pilar.  Terjadi peningkatan pemahaman siswa tentang bahaya kenakalan remaja dari 77,3% (pretest) menjadi 82,2% (posttest). Orang tua menunjukkan peningkatan kesadaran mengenai pola asuh positif dan komunikasi efektif. Terbentuknya Tim Konseling Terpadu dan Forum Komunikasi Tiga Pilar sebagai wadah sinergi berkelanjutan. Sinergi tiga pilar (sekolah, keluarga, kepolisian) efektif dalam meningkatkan pemahaman, membangun kerja sama, dan menciptakan sistem pemantauan berkelanjutan untuk mencegah kenakalan remaja berbasis geng.