cover
Contact Name
Ebit Bimas Saputra
Contact Email
ebitbimas99@gmail.com
Phone
+6281365118590
Journal Mail Official
greenation.info@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. A. Hasan, Telanaipura Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmu Multidisplin
Published by Greenation Publisher
ISSN : 28294599     EISSN : 28294580     DOI : https://doi.org/10.38035/jim.v1i1
Jurnal Ilmu Multidisplin (JIM) adalah jurnal nasional, peer review, akses terbuka dan ilmiah yang menerbitkan makalah penelitian, makalah review, review mini, laporan kasus, studi kasus, komunikasi singkat, surat, editorial, buku, tesis, karya disertasi, dll, dari semua Aspek Ilmu Pertanian, Ilmu Biologi, Bisnis, Ilmu Kimia, Ilmu Pendidikan, Teknik dan Teknologi, Humaniora, Ilmu Hayati, Ilmu Fisika, Ilmu Kelautan, Ilmu Sosial. Setelah diterbitkan, artikel tersedia secara gratis melalui online tanpa batasan apa pun atau langganan lain untuk peneliti dan pembaca di seluruh dunia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 732 Documents
Analisis Yuridis Transfigurasi Putusan Pidana Mati Menjadi Putusan Pidana Seumur Hidup dalam Perkara Ferdy Sambo (Putusan Nomor: 813 K/Pid/2023) Yulinar Tabita Pasaribu; Anton Diary Steward Surbakti
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1120

Abstract

Transfigurasi adalah perubahan bentuk atau penampilan sesuatu menjadi bentuk yang berbeda. Jadi sesuai dengan judul yaitu menganalisis transfigurasi putusan pidana mati menjadi putusan pidana seumur hidup diperjelas dengan adanya perubahan antara kedua tindak pidana tersebut pada Putusan Nomor 813K/Pid/2023. Putusan Mahkamah Agung Nomor 813K/Pid/2023 yang mengubah vonis pidana mati terhadap Ferdy Sambo menjadi pidana seumur hidup telah menimbulkan perdebatan hukum yang signifikan. Pada penelitian ini dibahas juga mengenai Pemidanaan, dimana seseorang yang telah sah melakukan tindak pidana harus diberikan sanksi pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transfigurasi putusan tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa pidana mati merupakan upaya terakhir (ultimum remedium) dan perlunya penghormatan terhadap hak hidup. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implikasi yuridis dari putusan tersebut terhadap sistem peradilan pidana di Indonesia.
Ketangguhan Bencana Berbasis Komunitas pada Kawasan Permukiman di Kelurahan Glagah, Kabupaten Kulon Progo Joevdian Gerard Ratumbanua; Wiyatiningsih
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketangguhan bencana berbasis komunitas di Kelurahan Glagah, Kabupaten Kulon Progo, yang memiliki kerentanan tinggi terhadap risiko tsunami. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan wawancara semi-terstruktur kepada anggota masyarakat dan tokoh lokal untuk menggali pengetahuan kebencanaan, kesiapsiagaan, modal sosial, dan infrastruktur kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun masyarakat memiliki pengetahuan dasar tentang risiko bencana dan beberapa telah menyusun rencana evakuasi, implementasi rencana tersebut masih kurang efektif. Modal sosial yang kuat di antara masyarakat berkontribusi pada solidaritas dan dukungan antar tetangga, namun masih diperlukan peningkatan dalam pelatihan dan sosialisasi mengenai mitigasi bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan komunitas secara keseluruhan.
Optimizing Energy Efficiency: Case Study of a Steel and Iron Distributor Building Fina Zaimah Maznah; Fadlli Ash Shidiqqy; Wisnu Indrawan; Dimas Adiwijaya
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 4 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Oktober - November 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i4.1124

Abstract

The swiftly growing demand for electricity in Indonesia, expected to increase substantially by 2025, requires the adoption of efficient energy conservation measures within the commercial sector. This study offers a thorough electrical energy audit of a Steel and Iron Distributor Building situated in West Java, with the objective of assessing actual energy performance and identifying Energy Conservation Opportunities (ECOs). The research methodology adheres to a comprehensive audit framework, employing secondary data from 2024 electricity invoices and primary data obtained through on-site field measurements conducted in October 2023 to analyses load profiles and consumption patterns. The principal metric employed for evaluation was Energy Consumption Intensity (ECI). The analysis indicated that the building's ECI, calculated from historical data, was 54.26 kWh/m²/year, whereas the value obtained from comprehensive load estimation was 65.54 kWh/m²/year. Both figures are considerably lower than the standard benchmark of 180.95 kWh/m²/year set by the Agency for the Assessment and Application of Technology (BPPT) for office buildings. Consequently, the facility is designated as "Very Efficient" in accordance with Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 13 of 2012. Despite this high-performance rating, the audit suggests targeted enhancements to promote sustainability, such as a full transition to LED technology, the implementation of rigorous preventive maintenance protocols for air conditioning units, and the deployment of real-time energy monitoring systems to observe future consumption patterns.
Studi Kelayakan Upaya Penghematan Energi pada Divisi Workshop dengan Pendekatan Sistem Dinamis Cornelia Devita; Ahmad
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1126

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kelayakan teknis, lingkungan, dan finansial dari integrasi sistem panel surya dan penyimpanan baterai (PV–BESS) pada sebuah workshop manufaktur di Indonesia. Metode penelitian menggabungkan tiga pendekatan: Life Cycle Assessment (LCA) untuk mengukur emisi karbon sebelum pemasangan PV; Linear Programming (LP) untuk optimasi konfigurasi panel sesuai batasan luas atap; dan pemodelan sistem dinamis selama 13 tahun. Hasil LCA menunjukkan bahwa konsumsi listrik PLN menghasilkan sekitar 45,7?ton CO?e per tahun, setara emisi dari 18,4 orang, menegaskan intensitas karbon yang tinggi. Optimasi LP merekomendasikan pemasangan 90 panel 580?W, menghasilkan 5.622,6?kWh per bulan dan hanya memanfaatkan 55,9?% luas atap 416?m². Simulasi dinamis menunjukkan sistem PV–BESS dapat memenuhi hingga 99,98?% kebutuhan energi dan menghindari 99,99?% emisi pada skenario optimis, serta tetap stabil pada kondisi pesimis. Analisis finansial memperlihatkan bahwa sistem mencapai titik impas (BEP) pada tahun ke?11, menegaskan kelayakan ekonomi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PV–BESS efektif dalam mengurangi emisi karbon, meningkatkan ketahanan energi, serta memberikan keuntungan finansial berkelanjutan. Metodologi gabungan ini menjadi kerangka kerja andal untuk studi kelayakan energi terbarukan di sektor industri. Rekomendasi mencakup perluasan kapasitas ke fasilitas industri lainnya dan penyusunan insentif kebijakan untuk mempercepat adopsi energi bersih di Indonesia.
Analisis Pemenuhan Unsur Tindak Pidana Korupsi terhadap Mahasiswa Penyalahguna Dana KIPK Labib Rasyidi; Maman Budiman
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1127

Abstract

Penelitian ini mengkaji penyalahgunaan dana Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) oleh mahasiswa yang memanipulasi data agar seolah tergolong tidak mampu, ditinjau berdasarkan Pasal 2 Ayat (1) UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Berdasarkan teori Human Capital dan Human Investment, KIPK merupakan investasi pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, data BPS (2022) menunjukkan hanya 6,41% penduduk Indonesia yang menyelesaikan pendidikan tinggi, terutama akibat keterbatasan finansial. Untuk mengatasinya, KIPK ditujukan bagi mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu. Dengan metode penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus, serta didukung wawancara dengan jaksa dan data sekunder, penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa yang memalsukan dokumen agar lolos sebagai penerima KIPK memenuhi unsur tindak pidana korupsi: “setiap orang”, “melawan hukum”, “memperkaya diri”, dan “merugikan keuangan negara”. Tindakan ini tidak hanya merugikan APBN secara langsung, tetapi juga menurunkan potensi hasil investasi SDM yang diharapkan meningkatkan produktivitas nasional. Oleh karena itu, sanksi administratif seperti pencabutan status KIPK saja tidak memadai. Diperlukan penerapan sanksi pidana untuk memberikan efek jera, melindungi dana publik, serta memastikan tercapainya tujuan strategis pembangunan SDM, demi kemajuan Indonesia menuju negara maju.
Manajemen Pembelajaran Seni Tari di Sanggar Tari Kalyana Kabupaten Brebes Najwa Karunia Bahar; Restu Lanjari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1130

Abstract

Manajemen pembelajaran seni tari memiliki peranan penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan kreativitas anak sejak usia dini. Sanggar Tari Kalyana sebagai lembaga pendidikan nonformal telah memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian budaya lokal melalui pendidikan seni tari yang terstruktur. Dengan sistem pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan usia dan karakter anak, serta perencanaan, metode, dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten, sanggar ini menjadi tempat yang strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif data yang digunakan yaitu data primer. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dan etnografi untuk mengkaji manajemen pembelajaran seni tari di Sanggar Tari Kalyana. Penelitian dilakukan pada Juni 2025, dengan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap narasumber utama, Ibu Dyah Krisna Yulistiani. Hasil dan pembahasan penelitian ini yaitu sistem manajemen yang baik sangat berperan dalam keberlanjutan sebuah sanggar. Mengacu pada teori Manajemen menurut Prof. Jazuli, yang mencakup perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating), dan pengendalian (controlling), Sanggar Tari Kalyana menerapkan sistem manajemen yang terstruktur secara metode, dan tujuan disusun secara menarik agar peserta didik merasa nyaman dan aktif dalam proses latihan. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui observasi, dengan tujuan membimbing anak menyempurnakan gerakan tanpa tekanan, sekaligus hanya melatih motorik anak, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan ekspresi, dan meningkatkan kemampuan sosial melalui kerja sama dalam kelompok.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyesuaian Diri pada Siswa Rantau di SMK Radem Umar Said Kudus Muhammad Rizqi Maulana; Dhini Rama Dhania
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1131

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penyesuaian diri siswa rantau di SMK Raden Umar Said Kudus. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi dan wawancara mendalam kepada tiga informan yang merupakan siswa rantau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri siswa dipengaruhi oleh faktor internal seperti kepribadian dan pengalaman hidup, serta faktor eksternal seperti dukungan sosial, budaya, dan religiusitas. Setiap informan memiliki perbedaan karakteristik kepribadian yang memengaruhi proses penyesuaian mereka di lingkungan baru. Hambatan yang umum dialami adalah kesulitan membangun relasi sosial, perbedaan budaya, adaptasi terhadap lingkungan sekolah, serta rasa rindu terhadap keluarga. Dukungan sosial dari teman, keluarga, dan lingkungan sekitar berperan penting dalam mempermudah proses penyesuaian diri. Penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan penyesuaian diri siswa rantau dipengaruhi oleh kombinasi antara faktor individu dan lingkungan.
Insidensi Koinfeksi Treponema Pallidum Terhadap Pemeriksaan Viral Load Penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan Dwi Hidayah Septiana; Evy Diah Woelansari; Musholli Himmatun Nabilah; Kartika Rahayuningsih; Triasworo Nawangwulan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1132

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat dengan lebih dari 374 juta kasus baru setiap tahunnya. Di antara IMS, infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) menjadi salah satu yang paling signifikan, dengan 38 juta orang terinfeksi di seluruh dunia pada tahun 2022. Di Kabupaten Magetan, kasus HIV meningkat dari 44 menjadi 102 dalam satu tahun. Koinfeksi HIV dengan Treponema pallidum penyebab sifilis dapat memperburuk kesehatan dan meningkatkan viral load. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya insidensi koinfeksi Treponema pallidum terhadap pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus menggunakan Metode RPR (Rapid Plasma Reagin) sifilis. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan studi kohort dan metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 36 penderita HIV dengan data nilai viral load yang diperoleh dari data rekam medis Puskesmas Maospati, Kabupaten Magetan. Dari 36 sampel yang diperiksa, terdapat 3 (8%) penderita HIV yang terinfeksi sifilis. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dengan korelasi sedang antara koinfeksi Treponema pallidum terhadap hasil pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati dengan nilai Sig. (2-tailed) yaitu 0,014 yang berarti nilai P < 0,05. Berlandaskan dengan temuan dari analisis tentang insidensi koinfeksi Treponema pallidum terhadap pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati Kabupaten Magetan, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif antara koinfeksi Treponema pallidum terhadap hasil pemeriksaan viral load penderita Human Immunodeficiency Virus di Puskesmas Maospati.
Relasi Kekuasaan Politik dan Fragmentasi Kepentingan dalam Jaringan Kebijakan Penurunan Stunting di Kabupaten Agam Edo Syahputra Jamal; Asrinaldi Asril; Roni Ekha Putera
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kekuasaan politik dan fragmentasi kepentingan memengaruhi dinamika jaringan kebijakan penurunan stunting di Kabupaten Agam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini mengkaji interaksi antar aktor formal dan nonformal dalam implementasi kebijakan berdasarkan tujuh dimensi jaringan kebijakan dari Frans van Waarden (1992), dengan fokus pada dimensi hubungan kekuasaan dan kepentingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi kekuasaan yang bersifat sentralistik dan dominasi aktor struktural, seperti Sekretaris Daerah, telah menghambat kolaborasi horizontal dan inisiatif aktor lokal. Selain itu, fragmentasi kepentingan antar OPD serta lemahnya koordinasi lintas sektor menyebabkan kebijakan berjalan secara sektoral dan tidak terintegrasi. Ketimpangan akses informasi, dominasi keputusan dari pusat jaringan, serta minimnya akuntabilitas kolektif memperlemah efektivitas kebijakan. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman tentang teori jaringan kebijakan dalam konteks isu kesehatan publik, sekaligus menyarankan pentingnya reformulasi struktur koordinasi, penguatan peran aktor lokal, dan penerapan pendekatan multilevel governance dalam menghadapi isu kompleks seperti stunting.
Mitigasi Non-Struktural Bencana Banjir Menuju Kota Sangatta Tangguh Bencana Angga Ferdian Ticoalu; Winarna
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1135

Abstract

Kota Sangatta, ibu kota Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, menghadapi peningkatan kerentanan bencana banjir, yang kejadian banjirnya meningkat dari 2 kali pada 2021 menjadi 5 kali pada 2023. Sungai Sangatta yang melintasi tiga kecamatan menjadi faktor utama kerentanan ini. Meskipun mitigasi struktural telah diterapkan, bencana banjir masih saja terjadi, sehingga diperlukan pendekatan lain berupa mitigasi non-struktural. Penelitian ini bertujuan merumuskan dan merekomendasikan mitigasi non-struktural di Kecamatan Sangatta Selatan untuk meningkatkan ketahanan kota terhadap bencana banjir. Kebaruan penelitian ini terletak pada fokus mitigasi non-struktural yang berbeda dengan penelitian-penelitian lain sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada mitigasi struktural. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko banjir, serta implementasi regulasi yang belum maksimal. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi, penegakan peraturan, pengembangan infrastruktur evakuasi, dan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.