cover
Contact Name
Ebit Bimas Saputra
Contact Email
ebitbimas99@gmail.com
Phone
+6281365118590
Journal Mail Official
greenation.info@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kapt. A. Hasan, Telanaipura Jambi
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Ilmu Multidisplin
Published by Greenation Publisher
ISSN : 28294599     EISSN : 28294580     DOI : https://doi.org/10.38035/jim.v1i1
Jurnal Ilmu Multidisplin (JIM) adalah jurnal nasional, peer review, akses terbuka dan ilmiah yang menerbitkan makalah penelitian, makalah review, review mini, laporan kasus, studi kasus, komunikasi singkat, surat, editorial, buku, tesis, karya disertasi, dll, dari semua Aspek Ilmu Pertanian, Ilmu Biologi, Bisnis, Ilmu Kimia, Ilmu Pendidikan, Teknik dan Teknologi, Humaniora, Ilmu Hayati, Ilmu Fisika, Ilmu Kelautan, Ilmu Sosial. Setelah diterbitkan, artikel tersedia secara gratis melalui online tanpa batasan apa pun atau langganan lain untuk peneliti dan pembaca di seluruh dunia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 732 Documents
Life Satisfaction in the Workplace: A Systematic Literature Review of Contributing Factors and Theoretical Perspectives Gilang Permana Putra; Lussy Dwiutami Wahyuni; Zarina Akbar
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1186

Abstract

Kepuasan hidup merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan individu, yang memiliki implikasi signifikan dalam konteks psikologi industri dan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada mengenai kepuasan hidup, dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi dan konsekuensinya dalam lingkungan kerja. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis temuan-temuan dari berbagai studi yang relevan. Melalui pencarian publish and perish, sebanyak 12 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa kepuasan hidup dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti keseimbangan kerja-kehidupan, dukungan sosial, lingkungan kerja, dan aspek personal seperti kepribadian dan kesehatan mental. Selain itu, kepuasan hidup juga berkontribusi pada berbagai hasil organisasi, termasuk kinerja kerja, keterlibatan karyawan, dan retensi. Temuan ini memberikan wawasan berharga bagi praktisi dan peneliti untuk mengembangkan intervensi yang dapat meningkatkan kepuasan hidup dan, pada akhirnya, produktivitas organisasi. Penelitian ini juga mengidentifikasi kesenjangan dalam literatur saat ini dan menawarkan rekomendasi untuk penelitian di masa depan.
PT Pertamina Patra Niaga IT Banjarmasin: Strategi Peningkatan Kemandirian Finansial Kelompok Kampung Siaga Bencana Kuin Cerucuk Adi Lukman Arifin; Fitria Eka Ramadhini
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi kemandirian operasional yang dilakukan oleh Kampung Siaga Bencana (KSB) Kuin Cerucuk, Kota Banjarmasin. KSB merupakan transformasi dari relawan pemadam kebakaran sukarela menjadi organisasi siaga bencana berbasis komunitas yang memiliki struktur, program, dan sistem pembiayaan mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa KSB mampu menjalankan fungsi kebencanaan sekaligus mengelola kegiatan ekonomi produktif seperti budidaya lele dan pengolahan sampah organik menjadi pakan maggot. Pendekatan ini mendukung pembiayaan kegiatan operasional tanpa bergantung pada donasi eksternal. Selain itu, KSB aktif melakukan edukasi kebencanaan kepada masyarakat melalui pelatihan dan simulasi darurat secara rutin. Kegiatan KSB menunjukkan integrasi antara ketangguhan komunitas, keberdayaan ekonomi, dan kesadaran lingkungan yang sejalan dengan pilar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) serta mendukung pencapaian SDG’s pada aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Temuan ini menunjukkan bahwa model KSB layak direplikasi di wilayah lain sebagai bentuk organisasi relawan yang mandiri dan berkelanjutan.
Hubungan Komunikasi Interpersonal Terhadap Kepuasan Pernikahan Pada Wanita Yang Menikah Melalui Proses Ta'aruf Nurul Anggraini Inshani
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara komunikasi interpersonal dan kepuasan pernikahan pada wanita yang menikah melalui proses ta’aruf di Kota Yogyakarta. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 75 partisipan yang memenuhi kriteria inklusi melalui instrumen skala komunikasi interpersonal dan skala kepuasan pernikahan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan pernikahan (r = 0,533; p < 0,001). Koefisien determinasi sebesar 28,4% menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap kepuasan pernikahan. Temuan ini menunjukkan bahwa keterampilan komunikasi yang efektif seperti keterbukaan, empati, sikap mendukung, serta kesetaraan berperan penting dalam membentuk kualitas hubungan pernikahan, terutama dalam konteks ta’aruf yang memiliki waktu pengenalan pranikah yang terbatas. Penguatan kemampuan komunikasi interpersonal sangat dianjurkan dalam program pembinaan pranikah maupun pascanikah sebagai upaya preventif terhadap konflik dan ketidakpuasan dalam pernikahan. xHasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi konselor pernikahan dan akademisi dalam mengembangkan strategi intervensi berbasis komunikasi yang relevan dengan nilai-nilai Islam.
Rancang Bangun Prototipe Sistem Automatic Transfer Switch Zero Crossing berbasis Metode Sinkronisasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid dan PLN Igo Ari Syahputra; I Wayan Kharismata Mone Ede; Ketut Gd Riski Dalem Mahotama; Cokorde Gede Indra Partha; I Wayan Sukerayasa
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1189

Abstract

Gangguan energi listrik dari PLN mendorong kebutuhan akan solusi alternatif seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk menjaga kontinuitas energi listrik. Namun, sistem PLTS Off-Grid menghadapi tantangan dalam penyimpanan energi baterai dan risiko lonjakan tegangan selama switching. Penelitian ini bertujuan merancang prototipe Automatic Transfer Switch (ATS) Zero Crossing yang menggunakan metode sinkronisasi antara PLTS dan PLN untuk memastikan kontinuitas daya dengan meminimalkan lonjakan tegangan dan arus. ATS ini menggunakan mikrokontroler Arduino Nano sebagai pusat pengendali melalui proses zero crossing dengan menerapkan metode sinkronisasi untuk mendeteksi perhimpitan sudut fase antara PLTS dan PLN sebelum melakukan perpindahan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe ATS zero crossing dengan menerapkan metode sinkronisasi berhasil meminimalkan risiko lonjakan tegangan selama perpindahan sumber daya secara otomatis tanpa menimbulkan kedip pada beban dan menjaga lonjakan tegangan dalam batas toleransi standar ±5%.  
Analisis Hukum Terkait Penuntutan Pembatalan Perdamaian dengan Alasan Kelalaian Debitor (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 1345K/Pdt.Sus-Pailit/2024) Hary Azhar Ananda; Mahmul Siregar; Robert Robert
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1190

Abstract

Untung dan rugi dalam dunia usaha merupakan hal yang pasti terjadi namun akan menjadi masalah jika kerugian tersebut terjadi secara terus menerus dan berpengaruh besar terhadap kemampuan perusahaan sebagai debitor dalam memenuhi kewajiban pembayaran utang kepada pihak lain sebagai kreditor. Dalam keadaan tersebut, Debitor berhak untuk mengajukan perdamaian kepada Para Kreditor namun jika terdapat kelalaian Debitor dalam melaksanakan perjanjian perdamaian tersebut, Kreditor dapat mengajukan permohonan pembatalan perdamaian. Salah satu kasus permohonan pembatalan perdamaian karena kelalaian Debitor adalah kasus dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1345K/Pdt.Sus-Pailit/2024. Penelitian ini merumuskan tiga rumusan masalah yaitu bagaimana kepastian hukum terkait kelalaian Debitor sebagai alasan penuntutan pembatalan perdamaian PKPU oleh kreditor ditinjau berdasarkan UU KPKPU, bagaimanakah kekuatan hukum perjanjian perdamaian ditinjau berdasarkan UU KPKPU, dan bagaimanakah analisis hukum terkait penuntutan pembatalan perdamaian dengan alasan kelalaian Debitor dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1345K/Pdt.Sus-Pailit/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Sumber daya yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi kepustakaan. Analisis data dan penarikan kesimpulan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan penarikan kesimpulan deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepastian hukum terkait kelalaian debitor sebagai alasan penuntutan pembatalan perdamaian oleh kreditor adalah merujuk pada ketentuan dalam UU KPKPU sehingga agar memberikan kepastian hukum, penuntutan pembatalan perdamaian harus memenuhi seluruh mekanisme atau prosedur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170, Pasal 171, Pasal 172, dan Pasal 291 UU KPKPU sehingga Kreditor harus membuktikan adanya kelalaian Debitor dalam memenuhi isi perdamaian tersebut, perjanjian perdamaian memiliki kekuatan hukum jika perjanjian perdamaian tersebut telah memenuhi syarat sah perjanjian, memenuhi asas-asas perjanjian, dan telah dihomologasi oleh Pengadilan Niaga, serta pertimbangan Majelis Hakim dalam mempertimbangkan dan menolak permohonan Pemohon Kasasi adalah kurang tepat karena seharusnya perjanjian perdamaian tersebut tidak memerlukan interpretasi hukum karena telah jelas dan terang sehingga berdasarkan klausul dalam perjanjian perdamaian tersebut memang belum terdapat hak tagih dan kelalaian Pemohon Kasasi sebagai Debitor hanya dapat dibuktikan ketika akhir tenor dengan jangka waktu 4 tahun sehingga dalil Pemohon Kasasi atau Debitor dapat dibenarkan bahwa permohonan pembatalan perdamaian tersebut adalah prematur untuk membuktikan ada atau tidaknya kelalaian Pemohon Kasasi sebagai Debitor.
Kerja Sama Multilateral dalam Mengurangi Polusi Plastik: Tantangan dan Potensi Global Plastics Treaty di Kawasan ASEAN Alya Rachma Diva; Siti Aliyuna Pratisti
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1192

Abstract

Permasalahan polusi plastik telah menjadi polemik lingkungan global yang mendesak dengan negara-negara di Asia Tenggara berkontribusi signifikan sebagai penyumbang utama sampah plastik laut dengan enam negara di kawasan ini termasuk dalam daftar penghasil sampah plastik terbesar dunia. Kompleksitas permasalahan ini diperparah oleh belum adanya perjanjian global yang mengikat secara hukum untuk menangani polusi plastik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan potensi kerja sama multilateral melalui Global Plastics Treaty dalam upaya mengurangi polusi plastik di kawasan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian ini memiliki potensi besar sebagai perjanjian global yang komprehensif dan mengikat secara hukum, dapat mendorong kolaborasi antarnegara di kawasan dalam pengelolaan limbah plastik, dan pengendalian perdagangan sampah lintas batas. Namun, perbedaan kapasitas nasional, pengaruh industri, dan lemahnya komitmen politik menjadi hambatan utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan perjanjian ini sangat bergantung pada komitmen kolektif negara-negara di kawasan, penguatan mekanisme multilateral, serta keterlibatan aktif aktor nonnegara dalam proses negosiasi dan implementasi untuk mendukung pengurangan polusi plastik.
Revisi UU Advokat dan UU Kekuasan Kehakiman untuk Selamatkan Profesi Advokat Siprianus Edi Hardum; Tihadanah Tihadanah
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1193

Abstract

Indonesia adalah negara hukum. Pelaksanaan bidang hukum dilaksanakan kekuasaan kehakiman oleh Mahkamah Agung (MA) dan Mahkamah Konstitusi (MK) serta esksekutif yakni Kejaksaan dan Polri.  Hal ini sebagaimana diatur dalam Pasal 24 ayat (2) menyatakan bahwa kekuasaan kehakiman dilakukan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya dalam lingkungan peradilan umum, lingkungan peradilan agama, lingkungan peradilan militer, lingkungan peradilan tata usaha negara dan oleh sebuah Mahkamah Konstitusi. Pasal 24 ayat (3) menyatakan bahwa badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang. Salah satu badan lain yang maksudkan dalam Pasal 24 ayat (3) UUD 1945 itu adalah Advokat.  Keberadaan advokat dipayungi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 (UU 18/2003) tentang Advokat.  Pasal 5 ayat (1) UU 18/2023 menyatakan bahwa advokat berstutus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perudang-undangan. Itu berarti keberadaan advokat dalam negara hukum Indonesia sejajar sebagai penegak hukum bersama penegak hukum lainnya seperti polisi, jaksa,dan hakim. Karena avokat merupakan bagian dari kekuasaan kehakiman selain bagian dari kekuasaan eksekutif dalam hal ini Kejaksaan dan Polri, maka Advokat dalam menjalankan tugasnya bebas dan mandiri. Hal ini sebagaimana tertuang dalam poin b dan c pertimbangan UU 18/2003 tentang Advokat.  
Peningkatan Aksesibilitas Dan Keselamatan Pejalan Kaki: Redesain Jembatan Penyeberangan Orang Di Jalan Sultan Fatah, Demak Fiarentina Berlianindya; Suprapto Hadi; Faris Humami
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1195

Abstract

Redesain jembatan penyeberangan orang ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan fasilitas penyeberangan jalan, merancang ulang jembatan penyeberangan orang (JPO) dengan mempertimbangkan aspek keselamatan, aksesibilitas, dan estetika, serta mengevaluasi persepsi masyarakat terhadap desain yang diusulkan. Upaya ini penting sebagai langkah peningkatan keselamatan dan aksesibilitas pejalan kaki di kawasan dengan aktivitas lalu lintas tinggi, mengingat kondisi JPO eksisting yang kurang layak dan belum ramah bagi seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas. Penelitian ini membahas peningkatan aksesibilitas dan keselamatan pejalan kaki melalui redesain jembatan penyeberangan orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan survei dengan teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, kuesioner, wawancara, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jembatan penyeberangan orang di Jalan Sultan Fatah, Kabupaten Demak, yang merupakan jalur penghubung utama antara Semarang dan Kudus serta dikelilingi oleh pusat perkantoran, Sekolahan, dan fasilitas publik lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) saat ini belum memenuhi standar kenyamanan dan keamanan. Desain baru yang diusulkan mencakup pelebaran jalur, penambahan pelindung cuaca, sistem penerangan yang memadai, serta peningkatan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Persepsi masyarakat terhadap desain tersebut menunjukkan respons yang positif karena dianggap lebih aman, menarik, dan fungsional. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi bagi instansi terkait dalam pengembangan fasilitas penyeberangan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pengguna jalan  
Memanfaatkan Analisis Sentimen Twitter untuk Mengelola Reputasi Merek: Studi Kasus Skincare Merek X Menggunakan Support Vector Machine Muhammad Wildan Agba; Puspa Eosina; Dewi Primasari
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1196

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi reputasi Merek X dengan menganalisis 2.646 tweet dari Oktober 2023 hingga Maret 2024 menggunakan natural language processing (NLP) dan Support Vector Machine (SVM). Penelitian ini bertujuan untuk menilai sentimen konsumen terhadap Merek X, mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi sentimen, serta mengukur distribusi data, dan keefektifan algoritma svm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69% dari sentimen adalah positif, 18,2% negatif, dan 12,8% netral, dengan model SVM mencapai akurasi 83%. Faktor-faktor seperti kecocokan produk, harga, kualitas, dan inovasi ditemukan secara signifikan mempengaruhi sentimen. Temuan ini menunjukkan bahwa Merek X dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan menyempurnakan strategi pemasarannya untuk memperkuat posisi pasarnya.
Vasektomi dan Dampaknya Terhadap keluarga Perspektif Maslahah Anisa Lutfiana Safitri AR; Eko Hidayat; Ahmad Fauzan
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Agustus - September 2025)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i3.1197

Abstract

Vasektomi sebagai metode kontrasepsi permanen pria masih menimbulkan kontroversi, baik secara medis maupun dalam pandangan hukum Islam. Di tengah ketidakkonsistenan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait hukum vasektomi, dibutuhkan pendekatan yang lebih kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak vasektomi dalam kehidupan keluarga menggunakan perspektif maslahah, yaitu prinsip kemanfaatan dalam hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan serta wawancara lapangan terhadap salah satu pengguna vasektomi (Bapak S) di Lampung Utara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vasektomi tidak menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan maupun keharmonisan keluarga. Justru , dari sisi kesehatan dan psikologis, subjek penelitian merasa lebih sehat dan ringan pasca tindakan vasektomi. Keharmonisan rumah tangga juga tetap terjaga, bahkan meningkat. Dalam perspektif maslahah, tindakan vasektomi dinilai membawa kemaslahatan, khususnya ketika dilakukan untuk melindungi kesehatan pasangan dan menjaga keseimbangan keluarga. Kesimpulannya, praktik vasektomi dapat diterima secara syar’i apabila dilakukan dengan kesadaran, persetujuan bersama, dan dalam kondisi yang menunjukkan adanya kebutuhan nyata serta kemaslahatan yang kuat. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan maslahah memberi ruang fleksibilitas dalam hukum Islam untuk merespons kebutuhan kontemporer yang relevan dengan keberlangsungan keluarga sakinah.