cover
Contact Name
Melati Ferianita Fachrul
Contact Email
melati@trisakti.ac.id
Phone
+62215663232
Journal Mail Official
juara@trisakti.ac.id
Editorial Address
Universitas Trisakti - Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan Gedung K, Kampus A Jl. Kyai Tapa Grogol Jakarta 11440, Indonesia Telephone: +62-21-5663232 ext 8767/8765 Fax: +62-21-5602575
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JUARA: JURNAL WAHANA ABDIMAS SEJAHTERA
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : 27154998     DOI : https://dx.doi.org/10.25105
Berbagai permasalahan yang terkait dengan layanan masyarakat perlu ditangani dan dikelola dengan baik. Di lain pihak pengembangan dan penerapan ipteks, model, konsep, hasil penelitian dan pemikiran perlu diimplementasikan untuk meningkatkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat serta mitra dalam pembangunan berkelanjutan. JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera menerima naskah dari berbagai disiplin keilmuan terutama berfokus (tetapi tidak terbatas pada) upaya peningkatan pelayanan dan pelibatan masyarakat sebagai berikut: - Pemberdayaan Masyarakat, Sosialisasi dan Implementasi Teknologi Tepat Guna - Layanan Masyarakat, Partisipasi Masyarakat, dan Kearifan Lokal - Layanan Komunitas Mahasiswa - Pelatihan, Pemasaran, Akses Sosial, Layanan Desain-Ramah Lingkungan - Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat untuk Pembangunan Berkelanjutan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Volume 4, Nomor 2, Juli 2023" : 20 Documents clear
Penyuluhan Imunisasi Tetanus Toksoid Untuk Calon Pengantin Dan Wanita Usia Subur Di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Rina kusumaratna; Suriyani Tan; Witriastika Suci
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.13965

Abstract

Tetanus is a serious disease caused by spores of the bacterium Clostridium tetani. Tetanus infection has no boundaries as people of all ages can be infected and it is still a public health problem today, especially for pregnant women and newborns. Neonatal tetanus (TN) is the tetanus infection in infants aged 3 – 28 days after birth and maternal tetanus (MT) is the infection that occurs during pregnancy and up to 6 weeks after delivery. Tetanus infection generally occurs if the delivery is not carried out in health facilities with adequate equipment and is known as one of the most common causes of death during childbirth. The aim of this Community Service activity was to provide counseling about the importance of Tetanus Toxoid (TT) T immunization for prospective brides and WUS who came to the mother and children out-patient clinic at the Primary Health Care. Cadres those bearing an important role in expanding health information for the community were also involved in this program. This Community Service activity held counseling for the prospective bride and fertile-aged women, while the cadres were given refreshing additional knowledge about TT immunization. The results of this activity were increasing the cadres’ knowledge about TT immunization, and those prospective-bride and fertile-aged women were also encouraged to carry out active TT immunization at the Primary Health Care. There is also a need for cross-sector collaboration with the Religious Affairs office in the application of evidence of TT immunization for prospective-bride as a mandatory requirement that could be implemented properly.
Percontohan Placemaking Melalui Narasi Ruang Publik Lorong Bintan Maria immaculata ririk winandari; Punto Wijayanto; Virginia Suryani Setiadi; Mayissa Anggun Pekerti; Aurum Obe Titu Eki
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.14884

Abstract

Lingkungan permukiman Lorong Bintan merupakan permukiman tua bersejarah di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sebagai kawasan pusaka, permukiman yang mayoritas penghuninya adalah etnis Tionghoa ini mengalami penurunan kualitas lingkungan. Kondisi ini menyebabkan kawasan kurang terawat dan kotor di beberapa lokasi. Bangkitnya kesadaran penghuni akan tingginya sejarah dan peninggalan pusaka di lingkungan permukiman mereka menyebabkan Kawasan tersebut mulai berbenah diri. Pemahaman mengenai potensi lingkungan sebagai lingkungan pusaka serta pengetahuan dan ketrampilan mengenai penataan kawasan pusaka melalui kegiatan pendukung kawasan sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus menghidupkan kawasan. Pendekatan placemaking berdasar partisipasi masyarakat menjadi solusi yang dianggap tepat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sasaran PKM adalah peningkatan kualitas lingkungan permukiman di Kawasan Lorong Bintan. Tujuan PKM adalah memberikan percontohan placemaking secara partisipatif melalui narasi sejarah Kawasan Lorong Bintan. Metode yang dilakukan adalah pendampingan perencanaan dan perancangan placemaking. Peserta percontohan adalah pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di Kelurahan Tanjungpinang Kota, Kecamatan Tanjung Pinang Kota, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Hasil program menunjukkan bahwa rasa memiliki warga terhadap asset pusaka di lingkungannya dapat ditingkatkan melalui percontohan placemaking ruang publik. Bukti rasa memiliki tersebut ditunjukkan dengan pembuatan mural di dinding bangunan di Lorong Bintan.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Pengelolaan Pusaka Melalui Percontohan Gerobak Dagang Dan Penataan Koridor Jalan Di Pecinan Pasar Lama Tangerang Nurhikmah Budi Hartanti; Lucia Helly Purwaningsih; Ruwaida Zayadi; Farah Febrian Delfiyanti; Dwiyana Hemas Maharani; Jundi A.H. Wahyudi
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.15632

Abstract

Kawasan Pecinan Pasar Lama Tangerang mengalami penurunan kualitas lingkungan karena kurangnya wawasan dan kesadaran para pedagang terhadap nilai pusaka kawasan yang perlu dilestarikan dan dikelola agar potensinya sebagai objek wisata budaya sekaligus pusat perdagangan yang nyaman bisa lebih optimal. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat khususnya para pedagang untuk lebih menghargai pentingnya menjaga warisan sejarah melalui penataan koridor jalan kawasan Pasar Lama Tangerang dan desain prototipe gerobak dagang yang inovatif. Kedepannya diharapkan para pedagang memiliki kemampuan untuk menata dagangannya dengan gerobak dagang yang lebih teratur sehingga semakin menarik minat pengunjung. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan perwakilan pedagang dan tokoh masyarakat setempat untuk menjaring aspirasi dalam menata kawasan tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan mengenai nilai signifikan sejarah kawasan, serta edukasi akan pentingnya kebersihan dan kesehatan di koridor pasar. Tim PkM membuat desain penataan koridor pasar dan desain prototipe gerobak dagang sebagai percontohan. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah meningkatnya pemahaman para pedagang akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan pada kawasan yang bernilai pusaka. Simpulan dari kegiatan pendampingan pengelolaan pusaka melalui percontohan penggunaan gerobak dagang dan penataan koridor jalan pada mitra kelompok pedagang di kawasan, memerlukan proses pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan dengan memaksimalkan peran tokoh masyarakat dan pengurus RT/RW setempat
Pengelolaan Air Dengan Rain Water Harvesting Dan Pengelolaan Air Bekas Wudhu Di Lingkungan Masjid Untuk Mendukung Konsep Eco-Masjid Diana Hendrawan; Melati Ferianita Fachrul; Herika; Anak Agung Istri Anindya Nanda Yana; Salsabila Azzahra; Febriano Dilla Saputra
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.15715

Abstract

Kurangnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat dari teknologi rainwater harvesting ini menimbulkan berbagai macam permasalahan diantaranya yaitu belum memahami konsep Eko-Masjid dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini yaitu; melakukan penyuluhan tentang konsep eco-masjid, melakukan pelatihan pemanfaatan air hujan dengan teknik rain harvesting, melakukan pelatihan pengurangan debit air untuk wudhu dan pengelolaan air bekas wudhu, membangun sumur resapan, membangun kolam penampung air bekas wudhu, dan menata lanskap disekitar masjid. Metode yang digunakan yaitu penyuluhan, pelatihan dan pembuatan saran contoh di Masjid Hidayaturrahman. Hasil yang didapat dalam PKM ini yaitu masyarakat menjadi lebih mengetahui dan memahami mengenai rainwater harvesting, sumur resapan, pengelolaan air wudhu dan konsep eco-masjid yang sudah diterapkan. Kesimpulan yang didapat yaitu kegiatan KKM dengan waktu yang singkat ini telah terlaksana dengan hasil memuaskan dan sangat bermanfaat dalam konservasi air.
Pemberdayaan Pengepul Sampah Dalam Penyiapan Bahan Baku Refuse Derived Fuel (RDF) di Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Pramiati Purwaningrum; Ratnaningsih Ruhiyat; Astari Minarti; Olivia Seander
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.15982

Abstract

Desa Ciangsana adalah salah satu desa di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu wilayah yang memiliki perkembangan sangat pesat, ditandai dengan berubahnya kawasan desa menjadi kawasan semi urban, dan karakteristiknya sebagai wilayah penyangga Kota Jakarta. Kawasan Nagrak yang terletak berdekatan dengan desa Ciangsana memiliki banyak kompleks perumahan modern. Penanganan sampah di desa Ciangsana masih bertumpu pada peran masyarakat dan pengelola informal, sehingga pengumpulan sampah dilakukan oleh pengepul sampah menggunakan kendaraan bak terbuka milik pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini merupakan kegiatan pemberdayaan terhadap pengepul sampah untuk penyiapan bahan baku RDF yang merupakan tahap awal dari persiapan pembangunan TPST-3R. Tujuan dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah mendukung percepatan perwujudan edu-park waste to value di lahan Trisakti sebagai pusat pembelajaran pengelolaan sampah skala kawasan; mengurangi ketergantungan pada TPA; memberikan alternatif tempat pengelolaan sampah kepada pengepul sampah; memberikan pengetahuan kepada pengepul bahwa sampah yang biasa mereka buang, ternyata masih bisa dimanfaatkan kembali; mendorong agar pengepul dan masyarakat mau memilah sampah dari sumber. Pelaksanaan kerjasama antara Universitas Trisakti, yaitu FALTL dengan PT. Emsus Global Indonesia (EGI) bertujuan untuk mengatasi masalah TPS ilegal tersebut dengan perencanaan pembuatan TPST – 3R yang melibatkan partisipasi dari para pengepul sampah di desa Ciangsana dan desa Nagrak untuk mensuplai bahan baku plastik non-valuable pada fasilitas RDF yang akan segera dioperasikan di lahan milik Universitas Trisakti di desa Nagrak dan desa Ciangsana.
IPTEK Bagi Masyarakat (IbM) Pembuatan Produk Kewirausahaan Ecospray Hand Sanitizer Berbahan Dasar Eco-Enzym Di Desa Jatikalang Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Rhenny Ratnawati; Pungut; Sri Widyastuti; Sugito
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16017

Abstract

Residents of Jatilang Village, Krian District, Sidoarjo Regency have waste problems so they do not understand the use of organic waste and do not have the awareness to process this waste into goods that are beneficial to the economy. The purpose of carrying out this community service activity is to increase the knowledge of the Jatikalang Village community to reduce the household organic waste generated and to make Jatilang Village a village that has the superior product Ecotizer (handsanitizer made from ecoenzym) which can support the economy and family income. Implementation this program consists of several stages, namely site survey, preparation of facilities and infrastructure, procurement of tools and materials, counseling on knowledge about eco enzymes, how to make eco enzymes, and making ECOSPRAY. The result of this activity is that the community has an understanding of processing waste and turning it into useful products with a percentage value of up to 90% of the initial conditions. Through this activity the residents of Jatilang Village are able to properly apply waste management and use it to become a product.
Meningkatkan Life Skills dan Mentalitas Pada Remaja Putus Sekolah Melalui Minat Berwirausaha Ellyana Amran; Erny Tajib; Justine Tanuwijaya
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16401

Abstract

Jumlah angka remaja putus sekolah meningkat akibat masalah faktor sosial,  ekonomi, perhatian orang tua serta media sosial yang bebas merajalela. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan life skill dan mentalitas para remaja putus sekolah  terhadap minat berwirausaha  binaan  Dinas Sosial Taruna Jaya 2 Jakarta.  Metode yang digunakan adalah metode partisipatif. Hasil PkM menunjukkan bahwa secara umum peserta memiliki minat berwirausaha yang tinggi terkait pemahaman life skill dan mentalitas entrepreneurship. Walaupun  tingkat kepercayaan diri serta pemahaman potensi diri masih rendah, akibat lingkungan kehidupan yang kurang kondusif. Implikasi dari PkM ini adalah diperlukan pendampingan yang intensif dari berbagai pihak terkait nilai-nilai etika sosial religius, dalam  membentuk  akhak yang mulia  guna pengendalian  tindakan mereka.
Peningkatan Pengetahuan Asupan Gizi Seimbang dan Nutrigenomik Pada Anggota Masyarakat Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis Indonesia Patricia Budihartanti Liman; Karina Shari Anastasya; Nany Hairunisa; Verawati Sudarma
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16456

Abstract

Pengetahuan yang baik mengenai gizi seimbang memiliki berperan dalam perilaku diet sehat, yang selanjutnya dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas. Diketahui bahwa penyuluhan gizi seimbang yang dikaitkan dengan TB paru belum pernah dilakukan oleh mitra Perhimpunan Organisasi Pasien Tuberkulosis (TB POP) Indonesia. Pada survey yang dilaksanakan mitra menunjukkan bahwa nutrisi menjadi tren topik untuk diajukan untuk penyuluhan. Hal ini menjadi dasar dari mitra untuk berkolaborasi dengan tim penyuluhan PkM dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti. Tujuan PkM ini adalah memberikan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan nutrigenomik pada penyintas TB Paru. Tingkat pengetahuan responden dinilai secara objektif dengan kuesioner terstruktur dan secara subyektif dengan responden menilai dengan skala rating satu sampai 10. T-test berpasangan atau Wilcoxon test pada SPSS ver. 28.0.1.1 digunakan dalam analisis dengan batas kemaknaan 0,05. Penyuluhan diikuti oleh 51 partisipan yang mewakili dari anggota masyarakat organisasi penyintas TB RO (OPT) yang tersebar di tujuh Provinsi di Indonesia seperti Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hasil dari penyuluhan PkM terlihat pengetahuan anggota masyarakat setelah dilakukan penyuluhan meningkat sebesar 57% dibandingkan sebelum dilakukannya penyuluhan (p<0,001). Peningkatan pengetahuan juga dirasakan secara subyektif oleh responden sebesar25% setelah dilakukan penyuluhan (p<0,001). Penyuluhan lebih lanjut dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dengan responden lainnya atau memberikan pendampingan pemilihan makanan gizi seimbang.
Anatomi Bisnis Plan Dida Nurhaida; Fauziah Arsiyanti; Muhammag Agil Munawar
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.16744

Abstract

Business Model Canvas (BMC) merupakan alat representasi visual yang dapat menggambarkan proses bisnis secara komprehensif. BMC membantu pelaku usaha memahami peta bisnis tanpa harus membuat dokumen rencana bisnis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengimplementasikan strategi model bisnis dengan pendekatan BMC yang dapat diterapkan oleh UMKM untuk memastikan keberhasilan dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Pendampingan dan pelatihan diberikan kepada 14 (empat belas) orang wirausaha muda. Pelatihan dilaksanakan secara kolaboratif antara Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Trisakti sebagai pemateri pertama, konsultan keuangan dari PT. Fahima Advisory sebagai pemateri kedua, dan Mikkha Education sebagai penyelenggara sekaligus pengumpul audiens. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui platform Mikkha Education. Hasil yang diperoleh membuktikan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dalam peningkatan pemahaman peserta yang ditunjukkan oleh perbedaan antara nilai rata-rata sebelum dan sesudah pelatihan yang meningkat secara signifikan. Adapun hasil evaluasi terhadap penyelenggaraan kegiatan berdasarkan kuesioner umpan balik dari peserta, menunjukkan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Begitupun relevansi antara kompetensi tim PkM dengan materi yang disampaikan sangat sesuai. Dari hasil yang diperoleh diharapkan peserta mampu mengimplementasikan materi yang diberikan sehingga berhasil dalam usaha yang ditekuninya dan tumbuh secara berkelanjutan.
Pendekatan Placemaking Pada Penataan Ruang Terbuka Publik Di Permukiman Padat Perkotaan Kelurahan Petamburan Jakarta Dedes Nur Gandarum; Nurhikmah Budi Hartanti; A. Hadi Prabowo; Ruwaida Zayadi; Sarwosri Moertiningsih; Indira Syahrani; Syifa Anindya Sathyavira
JUARA: Jurnal Wahana Abdimas Sejahtera Volume 4, Nomor 2, Juli 2023
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/juara.v4i2.18030

Abstract

Kelurahan Petamburan merupakan permukiman kota tak terencana, yang sejak awal pertumbuhannya sebagai kampung tradisional Betawi pedalaman, telah mengalami perubahan dan proses pemadatan yang terus menerus akibat perkembangan sektor komersil. Pemadatan tersebut menyebabkan keterbatasan ruang terbuka yang menimbulkan permasalahan spasial permukiman dan interaksi sosial masyarakat. Ruang terbuka publik di perkampungan memiliki fungsi dalam dimensi perilaku, ekonomi, dan budaya yang sangat penting bagi keberlanjutan komunitas dan permukiman berbasis sistem swadaya. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini difokuskan pada satuan unit socio-spatial-control Rukun Warga 03, sebagai kawasan terpadat di Kelurahan Petamburan. Kepadatan permukiman yang tinggi berkorelasi dengan permasalahan pemanfaatan ruang yang belum optimal, kenyamanan ruang, estetika ruang, dan jati diri ruang, untuk mendukung kehidupan sosial, budaya, dan ekonomi warga setempat secara maksimal. Oleh karenanya program ini bertujuan untuk memberdayakan warga setempat agar dapat berpartisipasi aktif atau berperan aktif dalam kegiatan program “placemaking”, untuk memberikan persepsi positif tentang identitas dan kebanggaan lokal, pemberdayaan lokal, place attachment, hubungan sosial dan kualitas hidup. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metoda Standard Placemaking dan Community Action Plan yang meliputi tahapan perencanaan untuk proyek percontohan secara partisipatif. Pada tahap perencanaan ini dilakukan pendampingan dalam bentuk Focus Group Discussion bersama masyarakat dan tokoh masyarakat setempat, untuk mengidentifikasi permasalahan, merumuskan prioritas program penataan ruang publik, mengembangkan alternatif rancangan, dan merencanakan realisasi proyek percontohan. Tahap realisasi proyek percontohan akan diselenggarakan pada program tahap selanjutnya. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah berhasil memberdayakan masyarakat setempat untuk berperan aktif dalam proses penataan ruang terbuka publik permukimannya. Petamburan Village is an unplanned urban settlement, which since its development as an inland traditional Betawi village, has experienced changes and a continuous process of densification due to developments in the commercial sector. This densification causes limited open space which creates spatial problems of settlements and social interaction of the community. Public open spaces have a very important function for the sustainability of communities and settlements based on self-help systems. This Community Service Program was focused on the socio-spatial-control unit Rukun Warga 03, as the most densely populated area in Petamburan Village. High residential density correlates with problems of spatial use, comfort, aesthetics, and identity, to optimally support the social, cultural, and economic life of local residents. This program aimed to empower local residents to actively participate in the "placemaking" program, to provide a positive perception of local identity and pride, local empowerment, place attachment, social relations and quality of life. This Community Service Program has been carried out using the Standard Placemaking and Community Action Plan method which included participatory planning stages for a pilot project. At this planning stage, counseling, mentoring, and Focus Group Discussions have been carried out together with the local community, to identify problems, formulate priorities for public spatial planning programs, develop design alternatives, and plan the realization of pilot projects. This Community Service Program has succeeded in empowering local communities to play an active role in the process of planning and designing their settlement public spaces.

Page 1 of 2 | Total Record : 20