cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 179 Documents
PENERAPAN GREEN BUILDING SEBAGAI PENCAPAIAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE PADA PASAR BADUNG BALI Zoya Natalia
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.996 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10105

Abstract

AbstractEnvironmental issues, especially global warming are being hangat-hangatnya talked about in the world.is in the world of architecture emerging health problems and inconvenience because of air quality andair pollution in occupied buildings that affect the productivity of the occupants, the presence of poorair ventilation, and less natural lighting. This is due to several things, for example: Ozone emissionphotocopier, Pollutants from wood furniture and panels, cigarette smoke, etc... The creation or innovationof renewable energy has also become the backdrop of green architecture concept. Green Building CouncilIndonesia (GBCI) is a green building certification provider in Indonesia based on a typical Indonesianassessment device called Greenship Similarly, the development of the parent market, post-fire marketrenovation and other market development will seek to construct the implementation of green building/green design, which is efficient in the use of resources and reduction of greenhouse gas emissions. Theproblem that will be discussed is whether the Pasar Badung has applied the concept of green buildingas the achievement of sustainable architecture? The research methods used are research based on thestudy of literature both printed and electronic and direct observation (observation). Fresh air circulationcan easily enter every room of the building. Natural lighting from the sunlight can also illuminate intoevery room well and feel comfortable. The Material used is the raw acian floor, the raw plastering wallis painted. For waste disposal is available for three types of plastic waste, metal and organic.Keyword: green design, green building, sustainable architecture, pasar Badung AbstrakPermasalahan lingkungan khususnya pemanasan global sedang hangat-hangatnyadibicarakan dalam dunia arsitektur muncul permasalahan kesehatan dan ketidak nyamanankarena kualitas udara dan polusi udara dalam bangunan yang ditempati yang mempengaruhiproduktivitas penghuni, ventilasi udara yang buruk, dan kurangnya pencahayaan alami. Halini disebabkan oleh beberapa hal, misalnya: emisi ozon mesin fotocopy, polusi dari perabotdan panel kayu, asap rokok, dsb.. Penciptaan atau inovasi energi yang terbarukan juga menjadilatar belakang timbulnya konsep green architecture. Green Building Council Indonesia (GBCI)adalah pemberi sertifikasi bangunan hijau di Indonesia berdasarkan perangkat penilaian khasIndonesia yang disebut Greenship demikian halnya pembangunan pasar induk, renovasi pasarpaska kebakaran dan pembangunan pasar lainnya akan mengupayakan pembinaan terhadapimplementasi bangunan Gedung hijau/ green design, yang efisien dalam penggunaan sumberdaya maupun pengurangan emisi gas rumah kaca. Permasalahan yang akan dibahas adalahapakah Pasar Badung sudah menerapkan konsep green building sebagai pencapaian sustainablearchitecture? Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yang didasarkan pada studiliteratur baik tercetak maupun elektronik dan pengamatan (observasi) langsung. Sirkulasiudara segar dapat dengan mudah masuk kesetiap ruangan bangunan. Pencahayaan alami darisinar matahari pun dapat menyinari kedalam setiap ruangan dengan baik dan terasa nyaman.Material yang digunakan adalah lantai acian mentah, tembok plesteran mentah dicat. Untukpembuangan sampahnya tersedia untuk tiga jenis sampah plastik, logam dan organik.Kata kunci: green design, green building, sustainable architecture, pasar Badung
REPRESENTASI BUDAYA JAWA DAN ISLAM PADA PERMUKIMAN KAUMAN YOGYAKARTA Cama Juli Rianingrum
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2540.627 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10106

Abstract

AbstractRepresentation is a mechanism to give meaning or meaning to what is described by an object. Themeaning of various patterns of life, culture, and character of a society behind the formation of an object,one of which is the form of a residential environment. A settlement that has a soul will have a long historythat connects the past, present and future in determining its character, an object that has a concept asa background that forms it. One of the settlements in Java that has a distinctive and unique characteris the Kauman Yogyakarta settlement which is located behind the Kraton Mosque. This settlement wasbuilt in the early 17th century on the orders of Sultan HB I. The problems in this study include theidentity of a settlement that represents Javanese and Islamic cultural values as a shared tolerance. Thisresearch is diachronic with the focus of research on finding various phenomena and facts of objects atthe present time by exploring the background of the appearance of artifacts in the Kauman settlement ofYogyakarta. The history of the past and then its development up to the present has shaped the physicalenvironment of the Kauman Yogyakarta settlement which represents the lives of its inhabitants as aJavanese Muslim community.Keywords: representation, settlement, Kauman Yogyakarta, Javanese Culture and Islam AbstrakRepresentasi merupakan sebuah mekanisme untuk memberikan arti atau makna terhadapapa yg digambarkan oleh sebuah benda. Pemaknaan tentang berbagai pola kehidupan,budaya, dan karakter suatu masyarakat yang melatarbelakangi terbentuknya sebuah objek,salah satunnya berupa wujud lingkungan permukiman. Permukiman yang memiliki jiwaakan memiliki sejarah panjang yang menghubungkan waktu dulu, sekarang dan masa yangakan datang dalam menentukan karakternya, sebuah objek yang memiliki konsep sebagailatar belakang yang membentuknya. Salah satu permukiman di Jawa yang berkarakter khasdan unik adalah permukiman Kauman Yogyakarta yang terletak di belakang Mesjid Kraton.Permukiman ini dibangun pada awal abad 17 atas perintah Sultan HB I. Permasalahan dalampenelitian ini meliputi identitas sebuah permukiman yang merepresentasikan nilai-nilaibudaya Jawa dan Islam sebagai sebuah toleransi yang disepakai bersama. Penelitian ini bersifatdiakronik dengan fokus penelitian pada penemuan ragam fenomena dan fakta objek padamasa sekarang dengan menggali latar belakang tampilnya artefak-artefak di permukimanKauman Yogyakarta. Sejarah masa lalu dan kemudian perkembangannya sampai denganmasa sekarang telah membentuk lingkungan fisik permukiman Kauman Yogyakarta yangmerepresentasikan kehidupan penghuninya sebagai masyarakat Jawa muslim.Kata Kunci : representasi, permukiman, Kauman Yogyakarta, Budaya Jawa dan Islam
KAJIAN BENTUK KERIS JAWA TRADISIONAL DHAPUR KEBO DALAM ALAM PIKIRAN JAWA Dony Satryo Wibowo
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.723 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10107

Abstract

AbstractThe design treasures of traditional Nusantara work, especially on the Javanese kris, deserve to beexamined for their uniqueness with in-depth discussion. Indonesian kris is recognized by UNESCOas a World Heritage Masterpiece. This international recognition cannot be underestimated. The worldrecognition of the excellence of Indonesian cultural work that has its roots in ancient times, suggest thatIndonesian people should be the host in their cultural studies. The spread of the Indonesian kris stemsfrom the creation of the initial form of the kris on the island of Java. One of the Javanese traditional kriswhich is unique and has special meaning is the keris with various forms of dhapur Kebo. The discussionof traditional designs of the dhapur Kebo variety of kris in the minds of Javanese people is explored witha qualitative approach and uses descriptive explanations to find socio-cultural facts that include thedesign of the dhapur Kebo in detail and depth. The kris with the dhapur Kebo is designed to end to bethin, with more accentuating its function as a sacred object than as a functional object. The kris withthe form of dhapur Kebo appears in the Javanese kris tradition as a class of sacred object dating back tothe Megalith era, to include the buffalo icon which is very useful for the fertility of agricultural fields indaily life in the heirloom of the ageman kris. The buffalo is specifically distilled in the traditional Javanesekeris design as a implied inscription, to be conveyed to future generations as well as an heirloom ofageman which is traditionalized in the convention standard of Javanese cultural thought.Keywords: keris, traditional design, buffalo, agrarian, Javanese culture. AbstrakKhazanah desain karya tradisional Nusantara, khususnya pada bilah keris Jawa, patutuntuk dikaji keunikannya dengan pembahasan yang mendalam. Keris Indonesia diakuioleh UNESCO sebagai Mahakarya Warisan Dunia. Pengakuan internasional tersebut tidakdapat dipandang sebelah mata. Ketika dunia mengakui keunggulan karya budaya Indonesiayang berakar sejak zaman purba, maka seyogyanya manusia Indonesia menjadi tuan rumahdalam kajian budayanya. Persebaran keris Indonesia bermula dari penciptaan bentuk awalkeris di pulau Jawa. Salah satu keris tradisional Jawa yang unik dan memiliki makna khususadalah keris dengan ragam bentuk dhapur Kebo. Pembahasan desain tradisional keris ragamdhapur Kebo dalam alam pikiran masyarakat Jawa, digali dengan pendekatan kualitatif danmenggunakan pemaparan deskriptif untuk mendapatkan temuan fakta-fakta sosial budayayang meliputi desain dhapur Kebo dengan terperinci dan mendalam. Keris dengan ragamdhapur Kebo didesain cenderung tipis, dengan lebih menonjolkan fungsinya sebagai bendasakral daripada sebagai benda fungsional. Keris dengan bentuk dhapur Kebo dimunculkandalam tradisi perkerisan Jawa sebagai golongan benda sakral yang dimulai sejak masaMegalitikum, untuk menyertakan ikon hewan kerbau yang sangat berjasa bagi kesuburansawah pertanian dalam kehidupan sehari-hari pada pusaka keris ageman. Hewan kerbausecara khusus distilasi dalam desain tradisional keris Jawa sebagai inskripsi yang tersirat,untuk disampaikan pada generasi penerus sekaligus sebagai pusaka ageman yang ditradisikandalam pakem konvensi alam pikiran budaya Jawa.Kata kunci: keris, desain tradisional, kerbau, agraris, budaya Jawa
PERANCANGAN PRODUK INTERIOR BERBASIS REVIVAL DENGAN TERAPAN RAGAM HIAS BATIK JAMBI Zoya Natalia; Yan Yan Sunarya; Krishna Hutama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6265.097 KB)

Abstract

Abstract The wealth of motifs or decorative varieties owned by the Indonesian nation comes from various tribes throughout the archipelago. Is a tangible culture in general motifs or decorative variety has a meaning value that needs to be preserved its existence. Batik Indonesia has been recognized by UNESCO as a Humanitarian Heritage for Oral and Non-material Culture, on October 2, 2009. Batik craft art began in Java Island, precisely in Central Java, and with the development of batik era penetrated to the island of Sumatra, one of them in Jambi. As in Java, batik in Sumatra is also very attached to the daily life of local people including Jambi. The existence of Jambi batik that was once successful during the Malay Sultanate, and worn by the upper class. Similarly, jambi batik motifs have meaning and philosophy. By the time the Malay sultanate's reign ended, Jambi batik company had decreased drastically. Nowadays it is getting dim and almost extinct due to the lack of public knowledge about Jambi batik and the lack of craftsmen left. The design method in this design uses a type of explorative research, in which this research aims to deepen knowledge and find new ideas, formulate problems in detail and develop hypotheses. The purpose of this design is to revive jambi batik culture (Straight Revivalism) to the wider community through the design of interior support products by applying old Jambi batik motifs. . This design is done by analyzing data both library studies, field research and other related data to conduct tests that will be compiled in this paper. The purpose of the design wants to restore / revive (revivalism) jambi batik to the public with the design in the re-application of old motifs of Jambi batik into the design of interior supporting products. Based on the above background, it is known that knowledge about Jambi batik is not very well known in various circles. Keywords: Batik Jambi, Batik Jambi Motifs, Interior Support products, Revivalism. Abstrak Kekayaan motif atau ragam hias yang dimiliki oleh bangsa Indonesia berasal dari berbagai suku di seluruh Nusantara. Merupakan budaya berwujud (tangible) pada umumnya motif atau ragam hias mempunyai nilai makna yang perlu dilestarikan keberadaannya. Batik Indonesia sudah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non-bendawi, pada tanggal 2 Oktober 2009. Seni kriya batik diawali di Pulau Jawa, tepatnya di Jawa Tengah, dan dengan berkembangnya zaman batik merambah ke Pulau Sumatra, salah satunya di Jambi. Seperti di Jawa, di Sumatera batik juga sangat lekat dengan keseharian masyarakat setempat termasuk Jambi. Keberadaan batik Jambi yang pernah jaya dimasa Kesultanan Melayu, dan dikenakan oleh kalangan atas. Begitu juga bahwa motif-motif batik Jambi mempunyai makna dan filosofi. Pada saat pemerintahan kesultanan Melayu berakhir, perusahaan batik Jambi menurun drastis. Sekarang ini mulai redup dan hampir punah karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang batik Jambi dan sedikitnya pengrajin yang tersisa. Berdasarkan dari latar belakang di atas maka diketahui bahwa pengetahuan mengenai batik Jambi tidak terlalu dikenal di berbagai kalangan. Metode Perancangan dalam perancangan ini memakai jenis penelitian eksploratif, dimana penelitian ini mempunyai tujuan untuk memperdalam pengetahuan dan mencari ide-ide baru, merumuskan masalah secara terperinci dan mengembangkan hipotesis. Tujuan perancangan ini adalah dapat membangkitkan kembali budaya batik Jambi (Straight Revivalism) kepada masyarakat luas melalui perancangan produk penunjang interior dengan menerapkan motif-motif batik lama Jambi. Perancangan ini dilakukan dengan menganalisa data-data baik studi Pustaka, penelitian lapangan dan data lainnya yang berhubungan untuk melakukan pengujian-pengujian yang akan disusun dalam tulisan ini. Tujuan perancangan ingin mengembalikan/ membangkitkan kembali (revivalisme) batik Jambi kepada masyarakat luas dengan perancangan dalam penerapan kembali motif-motif lama batik Jambi ke dalam perancangan produk-produk penunjang interior. Kata Kunci : Batik Jambi, Motif-motif Batik Jambi, Produk penunjang interior, Revivalisme.
KAJIAN KONSEP DESAIN INTERIOR PAUD BERKEBUTUHAN KHUSUS (INKLUSI) DENGAN PENDEKATAN METODE MONTESSORI Siti Ferbrina Rahmadani; Ahadiat Joedawinata; Sangayu Ketut Laksemi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.068 KB)

Abstract

Abstrak Hak untuk memperoleh pendidikan usia dini tidak hanya diperuntukkan bagi anak regular melainkan bagi anak berkebutuhan khusus (disabilitas). Sehingga dibutuhkan tersedianya sekolah yang inklusif bagi semua. Dari berbagai metode pendidikan yang ada, metode Montessori merupakan metode pendidikan yang dinilai mampu dapat diimplementasikan pada sekolah dengan sistem inklusi. Metode Montessori merupakan sebuah gagasan yang mendasarkan pada perkembangan fisiologi dan psikologi anak yang dipelajari dan diamati oleh Dr. Maria Montessori, yang kemudian terbentuknya ide utama yaitu stimulasi motorik dan stimulasi sensorik pada anak usia dini. Konsep pendidikan Montessori menekankan pada lingkungan yang disiapkan untuk metode pengajaran dan pembelajaran yang efektif melalui lima bidang kurikulum yaitu practical life, sensorial, bahasa, matematika, dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, digunakannya penelitian ini guna mendapatkan gambaran yang lebih komperhensif mengenai lingkungan, aktivitas pengguna, serta fasilitas yang terkait dengan objek penelitian. Pada studi kasus Sekolah Inklusi Montessori, memiliki beragam kategori siswa, yaitu siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus, di mana anak-anak tersebut memiliki sifat-sifat khusus baik dalam aspek fisiologis atau psikologis, yang mana melalui sifat-sifat khusus tersebut dapat menggiring pada konsep desain interior yang memberikan rasa aman, dan nyaman. Kata kunci: pendidikan anak usia dini, disabilitas, inklusi, metode Montessori, konsep desain interior
PERANCANGAN BOOTH PADA PAMERAN GAIKINDO INDONESIA INTERNATIONAL AUTO SHOW (GIIAS) SEBAGAI BRAND IMAGE PT NISSAN MOTOR INDONESIA Calvin Glenaldo; Wegig Murwonugroho; Agung Eko Budi Waspada
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.669 KB)

Abstract

Abstract Booth Design At The Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Exhibition As Brand Image PT Nissan Motor Indonesia. PT Nissan Motor Indonesia is the sole dealer of Nissan car brand in Indonesia. In the midst of competition in the current highly competitive automotive exhibition events, especially at the GAKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) exhibition, Nissan had to go head-to-head with its competitors in marketing their product through unique and eye catching booth designs for visitors. The design of PT Nissan Motor Indonesia’s branding aims to provide a solution to Nissan in designing an exhibition booth that is well integrated and appropriate to create a branding characteristic of Nissan that is viscous to the brand image of PT Nissan Motor Indonesia. In addition, the purpose of this design is to provide memorable moments for visitors who come to the exhibition. This design includes observations, interviews, questionnaires, and literature studies to PT Nissan Motor Indonesia. Analysis method used is Design Thinking analysis. Keywords: Design, Nissan, Exhibition, Brand Image, Memorable Moment, Design Thinking Abstrak Perancangan Booth Pada Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) Sebagai Brand Image PT Nissan Motor Indonesia. PT Nissan Motor Indonesia merupakan dealer tunggal pemegang merek mobil Nissan di Indonesia. Di tengah persaingan dalam dunia event pameran otomotif yang sangat kompetitif saat ini, khususnya pada pameran GAIKINDO Indonesia Auto Show (GIIAS), membuat Nissan harus berhadapan langsung dengan para kompetitornya dalam memasarkan produknya melalui perancangan desain booth yang unik dan menarik perhatian (eye catching) untuk para pengunjung yang datang. Perancangan strategi branding PT Nissan Motor Indonesia pada pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show bertujuan untuk memberikan sebuah solusi kepada Nissan dalam merancang sebuah desain booth pameran yang terintegrasi dengan baik dan tepat untuk menciptakan karakteristik branding Nissan yang kental terhadap citra merek (brand image) PT Nissan Motor Indonesia. Selain itu tujuan dilakukannya perancangan ini juga untuk memberikan memorable moment kepada para konsumen yang datang ke pameran. Perancangan ini meliputi observasi, wawancara, kuesioner, hingga studi literatur ke pihak PT Nissan Motor Indonesia. Metode analisis yang digunakan menggunakan metode analisis Design Thinking. Kata Kunci: Perancangan, Nissan, Pameran, Citra Merek, Memorable Moment, Desain Thinking.
KAJIAN SEMIOTIKA MAKNA SIMBOLIK LUKISAN KUDA KARYA AGUS TBR A SEMIOTICS STUDY ON THE SYMBOLIC MEANING OF AGUS TBR ‘S HORSE PAINTING AG. Andi Hismanto; Yan Yan Sunarya; Acep Iwan Saidi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.817 KB)

Abstract

Abstract A painting is not merely making doodles on canvas, but there are external factors that influence it; social, political, and cultural arts of the community. The visual language created by the painter is a personal symbol, formed by the experience of his creativity. Agus TBR chose horse as one of the visual languages for his paintings to form messages and symbolic meanings. This research was conducted to analyze the development of Agus TBR’s paintings. To understand the meaning in terms of denotation, connotation, myth and ideology as well as to identify the relation of visual signs in Agus TBR’s paintings. The analysis method is carried out using Roland Barthes’ semiotic approach in reading the signs contained in Agus’ painting entitled “Land of Hope”. This research is aimed to arouse artists and researchers ideas in creating paintings which include various visual objects that enriched with symbolic meanings. Keywords: AgusTBR, painting, semiotics, Roland Barthes Abstrak Sebuah lukisan tidak hanya sekedar membuat coretan di atas kanvas, tetapi ada faktor eksternal yang mempengaruhi seperti sosial, politik, dan seni-budaya masyarakat. Bahasa rupa yang dibuat oleh pelukis merupakan simbol-simbol yang bersifat pribadi, yang terbentuk dari pengalaman kreativitasnya. Agus TBR memilih objek kuda sebagai salah satu bahasa rupa untuk karya lukisannya dalam membentuk pesan dan makna simbolik. Penelitian ini dilakukan untuk membaca perkembangan karya seni lukis Agus TBR. Untuk memahami makna dalam tingkatan denotasi, konotasi, mitos dan ideologi serta membaca relasi tanda visual pada lukisan Agus TBR. Metode analisa yang dilakukan dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dalam membaca tanda-tanda yang terdapat pada karya lukisnya yang berjudul “Land of Hope”. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman dalam memahami pesan yang terdapat pada suatu lukisan. Selain itu juga diharapkan seniman lukis dapat mengembangkan ide dan gagasannya dalam menciptakan suatu karya lukis dengan objek-objek visual yang memiliki makna simbolik. Kata kunci: Agus TBR, seni lukis, semiotika, Roland Barthes
KONSEP PAKAIAN GENDER-FLUID BERDASARKAN PANDANGAN MASYARAKAT URBAN Elis Savitri; Achmad Syarief; Sangayu Ketut Laksemi
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2551.753 KB)

Abstract

Abstract Through gender fluid fashion, a person can form self-representations that are free from stereotyping to bring out self-confidence and express it according to their wishes without being viewed negatively. Especially for men who are more repressive towards stereotypes than women. However, in reality the majority of urban men still hold strong social norms and view the taboo of men who wear feminine clothing. This quantitative study uses a questionnaire to determine how urban society perceives men who wear gender fluid clothing. This journal provides a description of the masculinity construction in the Indonesian urban society. Keywords: inclusive design, gender, gender fluid, fashion, clothing, gender stereotype. Abstrak Melalui pakaian gender fluid, seseorang dapat membentuk representasi diri yang terbebas dari pembentukan stereotip sehingga dapat menemukan rasa percaya diri dan mengekspresikannya sesuai keinginan mereka tanpa dipandang negatif. Terutama pada kaum pria yang lebih represif terhadap stereotip berpakaian dibandingkan wanita. Pada, kenyataannya mayoritas masyarakat urban Indonesia masih kuat memegang norma sosial dan memandang tabu pria yang mengenakan pakaian dengan unsur feminin. Studi kuantitatif ini menentukan bagaimana masyarakat urban melihat pria yang mengenakan pakaian gender fluid. Jurnal ini memberikan deskripsi terhadap konstruksi maskulinitas yang ada di dalam masyarakat urban Indonesia. Kata kunci: Inklusif desain, gender, gender fluid, pakaian, stereotip gender.
POLEMIK PLAGIAT LOGO MAGNIFICENT SAMARINDA DALAM KAIDAH VISUAL Analisis Logo Magnificent Samarinda melalui Semiotika Elvira Yesica Ginting
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.753 KB)

Abstract

Abstrak Perkembangan industri desain grafis kini tidak dapat dipungkiri memiliki berbagai tantangan yang terus-menerus semakin sulit dalam menciptakan karya yang dinilai benar-benar baru. Begitu yang dirasakan saat melihat logo Magnificent Samarinda muncul dan telah disahkan oleh wali kota Samarinda untuk menjadi wajah dari kota Samarinda. Berbagai perdebatan muncul di berbagai portal berita dengan berbagai perspektif karena logo tersebut memiliki kemiripan hingga 90% dengan logo ‘AA Bridge’ karya George Bokhua – sebagai karya yang telah dipublikasi lebih dahulu sebelum logo Magnificent Samarinda. Namun masih jarang ditemukan artikel ilmiah yang membahas kemiripan tersebut berdasar tinjauan semiotika yang didukung dengan prinsip gestalt. Oleh karena itu, dengan metode kualitatif yang didukung dengan dokumen sekunder dapat ditemukan cara tanda (unsur desain: bentuk, garis, ukuran, dan sebagainya) dalam logo membuat logo tersebut tidak berhasil mencapai fungsi dan estetika yang dituju. Banyak distorsi atau bias pada unsur desain logo yang menyebabkan logo tersebut ditolak penonton, tidak dapat menyampaikan makna atau pesan dan berfungsi sebagai logo sesuai kaidahnya dan yang dituju. Kata kunci; plagiat , logo, Magnificent Samarinda, semiotika. Abstract In its development, the industry of graphics design has reached a point where it has become challenging to create something that is considered truly new. One can’t help but agree with that sentiment when the logo of Magnificent Samarinda was unveiled and legitimized by Samarinda city’s major as Samarinda’s symbol. Multiple opinion pieces of varying stances and perspectives have cropped up on many news portals due to the logo’s resemblance (around 90%) to the AA Bridge logo by George Bokhua, which was created before the Magnificent Samarinda logo. However, there aren’t many scientific articles that discuss said resemblance from the semiotics view supported by gestalt principles. Therefore, with a qualitative method supported by secondary documents one can find how signs (design elements: shape, line, size, etc.) in the logo shows that it failed in fulfilling its own function and aesthetics criteria. There are many distortions and biases within the logo that causes its viewer to reject it, meaning it failed in conveying its principals and purpose. Keywords: plagiarism, logo, Magnificent Samarinda, semiotics
PERANCANGAN DESAIN KAMPANYE SOSIAL UNTUK KOMUNITAS PEMBERDAYAAN PEREMPUAN Annisa Shafayra; Elda Franzia; Agung Eko Budi Waspada
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 2 (2022): Jurnal Seni dan Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (982.308 KB)

Abstract

Abstract Indonesian women experience many problems that make them not confident and do not love themselves. Therefore, it is necessary to create an Instagram social media campaign to empower Indonesian women with the theme of mindfulness. The purpose of this study is to explain the strategies and concepts of social campaigns to effectively run a women's mindfulness empowerment campaign through Instagram social media. The research method used in this research is design thinking with a qualitative research approach. The data collection technique used is design thinking which involves observation and interviews. The results of this study indicate the design of social campaigns through the design thinking method can find out the type of design or visual preferred by Instagram social media users, the results of which can be seen from the prototype and testing of the Instagram insight feature, and how to increase campaign awareness, one of which is to invite collaboration with female celebrities. Keywords: mindfulness, women empowerment, design thinking, campaign Abstrak Wanita Indonesia mengalami banyak permasalahan yang membuat mereka tidak percaya diri dan tidak mencintai dirinya sendiri. Maka dari itu perlu diciptakan sebuah kampanye media sosial Instagram pemberdayaan wanita Indonesia yang bertemakan mindfulness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan strategi dan konsep kampanye sosial agar dapat menjalankan kampanye pemberdayaan wanita mindfulness melalui media sosial Instagram secara efektif. Metode penelitian yang dijalankan pada penelitian ini adalah design thinking dengan pendekatan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah design thinking yang melibatkan observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perancangan kampanye sosial melalui metode design thinking ini dapat mengetahui jenis desain atau visual yang disukai oleh pengguna media sosial Instagram yang hasilnya dapat dilihat dari prototype dan testing pada fitur insight Instagram, dan juga cara meningkatkan awareness kampanye, yang salah satunya adalah mengajak kolaborasi dengan selebgram wanita Indonesia untuk membantu mempromosikan kampanye mindfulness. Kata Kunci: mindfulness, pemberdayaan wanita, design thinking, kampanye

Page 7 of 18 | Total Record : 179