cover
Contact Name
Erna Meiliana
Contact Email
ernameiliana@trisakti.ac.id
Phone
+6287840093703
Journal Mail Official
senirekarancang@trisakti.ac.id
Editorial Address
Magister Desain Produk Fakultas Seni Rupa dan Desain Unversitas Trisakti Jln. Kyai Tapa No.1,Grogol Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain
Published by Universitas Trisakti
ISSN : 26566346     EISSN : 26544725     DOI : https://doi.org/10.25105/jsrr
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Seni dan Reka Rancang Jurnal Ilmiah Magister Desain Produk Universitas Trisakti terbit pertama terbit bulan Nopember 2018. Jurnal ini akan diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun yaitu bulan April dan Nopember oleh Pusat Studi Reka Rancang Visual dan Lingkungan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Trisakti. Jurnal ini berisi artikel memuat artukel ilmiah bidang pengetahuan, kajian pendapat, dan gagasan intelektual yang berkaitan dengan bidang studi: Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, Desain Produk, Fotografi dan ilmu-ilmu terkait.
Articles 179 Documents
PERANCANGAN REBRANDING EVENT THE ELITE SHOWCASE 2021 PLANNING OF “THE ELITE SHOWCASE 2021” EVENT’S REBRANDING M Fikri Akbar; Agung Eko Budiwaspada; Wegig Murwonugroho
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.905 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.9975

Abstract

AbstractThis study discusses an organizer of a car modification exhibition, namely The Elite Production. This event organizer always tries to be a barometer of car modification in Indonesia which is held at ICE BSD, South Tangerang City. Although The Elite Production with its event has been running since 2015, this event organizer is still unable to compete with its competitors. The defeat of the competition was because The Elite Production lost in terms of branding. To be able to compete and beat its competitors, The Elite Showcase 2021 must carry out rebranding as a creative strategy to raise The Elite Showcase 2021 brand in the face of competitors. The method chosen for re-branding is to use “Design Thinking”. The stages in carrying out the design thinking method are empathize, define, ideaty, and test. Before the new branding is inaugurated, it must first go through several trials to the public, starting from several prototypes, until finally becoming a visual identity of The Elite Production 2021, which is ready to compete with its competitors in the car modification exhibition event.Keywords: event organizer, exhibition, car modification, design thinking  AbstrakPenelitian ini membahas tentang sebuah penyelenggara pameran modifikasi mobil, yaitu The Elite Production. Event Organizer ini selalu berusaha menjadi barometer modifikasi mobil di Indonesia yang diadakan di ICE BSD, Kota Tangerang Selatan. Walaupun The Elite Production dengan eventnya sudah dijalankan sejak tahun 2015, tetapi event organizer ini masih kalah bersaing dengan para kompetitornya. Kekalahan persaingan tersebut karena The Elite Production kalah dari segi branding. Untuk dapat bersaing dan mengalahkan para kompetitornya, The Elite Showcase 2021 harus melakukan rebranding sebagai strategi kreatif untuk menaikkan brand The Elite Showcase 2021 dalam menghadapi kompetitor. Metode yang dipilih untuk melakukan re-branding adalah dengan menggunakan “Design Thinking”. Tahapan dalam menjalankan metode design thinking adalah emphatize, define, ideaty, dan test. Sebelum branding baru diresmikan, harus terlebih dahulu melalui beberapa uji coba ke publik, mulai dari beberapa prototype, sampai akhirnya menjadi sebuah identitas visual dari The Elite Production 2021, yang siap bersaing dengan para kompetitornya dalam ajang pameran modifikasi mobil.Kata kunci: event organizer, pameran, modifikasi mobil, design thinking
PENGARUH BENTUK RUANG KOMUNAL COHOUSING TERHADAP PERILAKU ANGGOTA KOMUNITASNYA EFFECTS OF COHOUSING COMMUNAL ROOM’S SHAPE ON THE BEHAVIOUR OF ITS COMMUNITY MEMBERS Annisa Nussaiba Azzahra; Cama Juli Rianingrum; Ahadiat Joedawinata
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1169.996 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.9976

Abstract

AbstractHuman behavior is defined as an effort made by humans because of a need. A human being is said tohave reasonable behavior if there is an effort to harmonize the role of humans on their needs as individualbeings and also as social beings. Spatial Language Theory explains that human reputation and the waythey get along with other humans are the most powerful things that humans feel. Therefore, the way inwhich a space facilitates or hinders this behavior is the most important thing to consider when observingand designing a space. In line with this theory, the theory of 9 Guiding Elements of Design explains thatthe ideal design of a space is carried out through a process of analysis of the Needs and Wills of the spaceuser. This study aims to identify the effect of Cohousing Communal Space in Kampung Communitiesin East Java on the Behavior of Community Members. The qualitative narrative research method waschosen to examine: Primary Data Sources, in the form of direct observations and interviews conductedby research assistants on the research object, and Secondary Data Sources, namely a collection ofvarious literature studies and documentation related to the research object. From the results of theanalysis carried out on the elements: User-Maker of Sapce, Content of Space and Shaper of Space, it canbe concluded that there are three Cohousing indicators found in the Kampung Community, namely:Sense of Safety, Contractual Character, and Contractual Community. There is a match between thebehavior of community members with the physical and social background in the village community.The behavior of the Village Community Members is formed because of the Communal Activities thatare carried out repeatedly in the Communal Space within the Village Community. This is due to theHomogeneous Needs of Community Members.Keywords: cohousing, communal space, 9 guiding elements of design, the language of space, humanbehaviorAbstrakPerilaku Manusia didefinisikan sebagai sebuah usaha yang dilakukan oleh manusiadikarenakan adanya kebutuhan. Seorang manusia dikatakan memiliki perilaku wajarapabila didalamnya terdapat upaya penyelarasan peran manusia atas kebutuhan merekasebagai makhluk individu dan juga sebagai makhluk sosial. Teori Bahasa Ruang menjelaskanbahwasanya reputasi manusia dan cara mereka bergaul dengan manusia lain adalah halpaling kuat yang dirasakan oleh manusia. Oleh karena itu, cara bagaimana sebuah ruangmemfasilitasi atau menghalangi perilaku ini menjadi sebuah hal yang paling diperhatikanketika melakukan pengamatan dan perancangan ruang. Sejalan dengan teori tersebut, dalamteori 9 Unsur Pemandu Desain dijelaskan bahwasanya perancangan sebuah ruang secaraideal dilakukan melalui proses analisa terhadap faktor Needs dan Wills dari pengguna ruang.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh Ruang Komunal Cohousing padaKomunitas Kampung di Jawa Timur terhadap Perilaku Anggota Komunitasnya. Metodepenelitian deskriptif kualitatif dipilih untuk mengkaji: Sumber Data Primer, berupa hasilobservGasi langsung dan wawancara yang dilakukan oleh asisten peneliti terhadap objek penelitian, serta Sumber Data Sekunder, yaitu kumpulan berbagai studi literatur dan dokumentasi terkait objek penelitian. Dari hasil analisa yang dilakukan terhadap unsur-unsur:Pengguna-Pembuat Ruang, Muatan Ruang, dan Pembentuk Ruang dapat disimpulkan bahwaterdapat tiga indikator Cohousing yang ditemukan di dalam Komunitas Kampung, yaitu:Sense of Safety, Contractual Character, dan Contractual Community. Terdapat kesesuaian antaraperilaku anggota komunitas dengan latar fisik dan latar sosial di dalam komunitas kampung.Perilaku Anggota Komunitas Kampung terbentuk karena adanya Aktifitas Komunal yangdilakukan secara berulang pada Ruang Komunal di dalam Komunitas Kampung. Hal inidikarenakan Kebutuhan Anggota Komunitas yang bersifat Homogen.Kata kunci: cohousing, ruang komunal, 9 unsur pemandu, the language of space, perilaku manusia 
ANALISIS SEMIOTIKA POS STRUKTURAL PADA FOTO RHEIN II (A POST-STRUCTURAL SEMIOTICS ANALYSIS OF THE PHOTOGRAPH RHEIN II) Markus Jiuhanteng; Acep Iwan Saidi; R. Drajatno Widi Utomo
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.072 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.10095

Abstract

Abstract This paper is a study of Andreas Gursky’s photo Rhein II. In this study, the post-structural semiotic analysis method is used to interpret meaning based on signs on the Rhein II. The post-structural semiotic analysis becomes the basis for interpreting meanings using related references. In the study of Rhein II photo objects, visual text analysis is expected to provide positive benefits for the development of photography, especially academically. Rhein II is a photo by Andreas Gursky. In Rhein II’s photograph, a contemporary photo is presented as a multi-reality representation analyzed using the post-structural semiotic method. The object of research is interpreted as a text that has a layer of meaning that is squeezed out of its essence by semiotics. The deconstruction of the signification system in the visual element is identified by reading the structural postal semiotic theory codes: text analysis process, creation process. The results of semiotic extraction produce an interpretive study of Rhein II which is full of meaning.Keyword: imagery, photography, semioticaAbstrak Makalah ini merupakan kajian dari foto Rhein II karya Andreas Gursky. Dalam kajian ini digunakan metode analisis semiotika post struktural untuk menginterpretasikan makna berdasarkan tanda-tanda pada Rhein. Analisis semiotika post struktural menjadi landasan dalam menginterpretasikan makna-makna dengan menggunakan referensi terkait. analisis teks visual, dalam kajian objek foto Rhein II diharapkan dapat memberikan kebermanfaatan yang positif bagi perkembangan fotografi khususnya secara akademis. Rhein II adalah foto karya Andreas Gursky. Dalam karya Rhein II, sebuah foto kontemporer dihadirkan sebagai representasi multi realitas yang dianalisis menggunakan metode semiotika post struktural. Objek penelitian dimaknai sebagai teks yang memiliki lapisan makna yang terperas esensinya oleh semiotika. Dekonstruksi sistem penandaan dalam elemen visual diidentifikasikan dengan pembacaan kode-kode teori semiotika pos struktural. Proses analisis teks, proses penciptaan. Hasil ekstraksi semiotika menghasilkan kajian interpretatif Rhein II yang sarat makna.Kata kunci: citra imaji, fotografi, semiotika
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL REBRANDING CITRA PERUSAHAAN CEMARA CERAMICS (DESIGN OF CEMARA CERAMICS VISUAL REBRANDING IDENTITY) Anak Agung Ngurah Gede Marhendra; Agung Eko Budiwaspada; Sangayu Ketut Laksemi Nilotama
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.068 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v4i1.10096

Abstract

Abstract Design of Cemara Ceramics Visual Rebranding Identity aims to produce a concept strategy and visual rebranding of the Cemara Ceramics company and produce a Cemara Ceramics rebranding visual identity design in order to encourage the creation of a new identity image. The method in this design uses a 5-stage Design Thinking approach, namely Empathize, Define, Ideate, Prototype and Test. The result achieved is the design of the new Cemara Ceramics corporate identity. With the use of the design thinking method in this research, various problems related to the company image of Cemara Ceramics can be found. The core problem obtained is how to design a strategy and concept of visual identity rebranding to encourage the creation of a new corporate image of Cemara Ceramics.Keywords: visual rebranding identity, concept strategy, design thinkingAbstrak Perancangan Identitas Visual Rebranding Citra Perusahaan Cemara Ceramics ini bertujuan untuk menghasilkan strategi konsep dan visual rebranding perusahaan Cemara Ceramics serta menghasilkan rancangan identitas visual rebranding Cemara Ceramics dalam rangka mendorong terciptanya citra identitas yang baru. Metode dalam perancangan ini menggunakan pendekatan 5 tahapan Design Thinking yaitu Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test. Hasil yang dicapai yaitu rancangan corporate identity Cemara Ceramics yang baru. Dengan adanya penggunaan metode design thinking pada penelitian ini dapat menemukan berbagai permasalahan terkait citra perusahaan Cemara Ceramics. Permasalahan inti yang didapat yaitu mengenai bagaimana merancang strategi dan konsep identitas visual rebranding untuk mendorong terciptanya citra baru perusahaan Cemara Ceramics.Kata kunci: identitas visual rebranding, strategi konsep dan visual, design thinking
HUNIAN BERWAWASAN PREFABRICATED DAN MODULAR BERBAHAN CARDBOARD-PLYWOOD (STUDI KASUS: WIKKEL HOUSE_FICTION FACTORY) Ignatius Soekarno Hartanto
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.797 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10097

Abstract

AbstractCurrent dialogues about sustainable design are starting to reach the human living sector, starting from zero-waste production process to minimizing carbon footprint. One topic in particular is the need for residences. Government policies and economic advances can affect the values of land and property (in the residences scope; with land-building sites and without flats sites). Buildings with sites (land-building) are residences that are usually built on-site. There is a new point of view and technique that has been applied in developed countries such as Japan, America, Netherlands, and Australia, known as “prefabricated and modular”. When we assume the words “prefabricated” and “modular”, they are not quite common in Indonesia, especially regarding buildings that are worked on on-site. Recent scientific and technological advances regarding building structures and materials point towards the style of prefabricated and modular houses. Prefabricated and modular building, which leans towards sustainable design, can especially make us of cardboard plywood as materials.Keywords: sustainable design, residence, prefabricated, modular, cardboard plywood  AbstrakHunian berwawasan prefabricated dan modular berbahan cardboard-plywood. Wacana mengenai sustainable design pada saat ini merambah ke berbagai sektor kehidupan manusia, mulai dari proses produksi yang diarahkan pada zero waste, hingga meminimalisir carbon footprint. Salah satunya terkait dengan pemenuhan kebutuhan mengenai tempat hidup atau hunian. Kemajuan perekonomian di suatu daerah dan kebijakan pemerintahan, memberikan pengaruh terhadap peningkatan nilai tanah dan properti (cakupan hunian; dengan tapak_tanah-bangunan dan tanpa tapak_rumah susun). Bangunan dengan tapak (tanah-bangunan) merupakan hunian yang biasanya dibangun secara on-site. Terdapat cara pandang dan teknik baru yang telah diterapkan terlebih dahulu pada negara maju, seperti diantaranya Jepang, Amerika, Belanda, dan Australia, dimana dikenal dengan ‘prefabricated and modular’. Ketika mengasumsikan kata prefabricated dan modular, kedua hal tersebut bukanlah hal umum yang dihadapi di Indonesia, khususnya untuk bangunan dengan tapak yang dikerjakan secara on-site. Kemajuan teknologi dan pengetahuan akan struktural serta bahan bangunan yang digunakan, turut mendukung pengerjaan prefabricated dan modular house. Pemanfaatan struktur dan bahan bangunan yang mengarah pada sustainable design (prefabricated dan modular) dengan memanfaatkan dan memberdayakan material cardboard dan plywood.Kata kunci: sustainable design, hunian, prefabricated, modular, cardboard-plywood
‘FUNKO POP’ DALAM ERA POSMODERNISME URBAN TOY Dhimas Fiqry Dani Pratama; Diah Asmarandani
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3135.501 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10098

Abstract

AbstractInterest on the world of statues, chiseling art, and children’s toys have birthed a new concept in theindustry: toys for display, also known as action figures. In this era, children’s toys is in the peak of itsglory, taking the shapes of humans, animals, and vehicles, and from it, a line of thought to make statuebasedchildren’s “toys” was born. Funko is an American toy-making company that produces licensedpop-culture toys. Founded in 1988 by Mike Becker, this company produces various nostalgia-themedlow-technology toys. Pop creation nowadays is a deconstruction of its own past. Postmodernism maybe controversial to many people, but that’s where the aesthetics lie. This study uses the Kitsch theory onpostmodernism. Funko follows the basic rules in making urban toys, but at the same time they challengeexisting interpretations because Funko needs to follow the market’s demands instead of the wishes ofits own artists. In this industry, Funko is positioned as an art that was born from and controlled by themarket. The consumers just passively accepts it.Keywords: Funko pop, postmodern, urban toys AbstrakKetertarikan pada dunia patung, seni pahat, dan mainan anak, melahirkan sebuah konsepbaru dalam industri ini, yakni sebuah mainan pajangan atau disebut juga action figure. Padaera kini mainan anak-anak juga berada di puncak kejayaannya dengan bentuk manusia,binatang, dan kendaraan, sehingga lahirlah sebuah pokok pikiran untuk menciptakansebuah patung ”mainan” yang cocok untuk koleksi anak- anak. Funko adalah perusahaanmainan asal Amerika yang memproduksi mainan pop culture berlisensi. Didirikan pada tahun1998 oleh Mike Becker, perusahaan ini menciptakan berbagai mainan bertema nostalgiaberteknologi rendah. Karya pop yang ada saat ini merupakan dekonstruksi dari apa yangtelah dihadirkan di masa lalu. Posmodernisme mungkin mengundang kontroversi banyakpihak, tapi di sanalah nilai estetikanya. Pembahasan menggunakan pendekatan teori Kitschdalam posmodernisme. Funko mematuhi aturan-aturan dasar sebuah urban toys, namun disaat yang bersamaan juga menentang intrepretasi yang ada karena apa yang Funko produksi,harus sesuai dengan keinginan pasar, bukan keinginan murni para senimannya. Funkodalam industri dan bidang ini diposisikan sebagai sebuah seni yang lahir karena dibuatdan dikendalikan oleh kebutuhan pasar. Masyarakat atau peminat hanya bertindak sebagaikonsumen pasif yang menerimanya.Kata kunci: Funco Pop, postmoderen, urban toys
WATER-SOLUBLE FILM SEBAGAI ALTERNATIF KEMASAN PRODUK SACHET Andra Rizky Yuwono
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.194 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10099

Abstract

AbstractTrash has always been a problem for the world. Trash are items that no longer have any use and havebeen thrown away by their owner(s). Current estimations show that Indonesia produces 85.000 tonsof daily trash, with further estimations showing an increase up to 150.000 tons of trash per day, a76% increase, by the year 2025. Water-soluble films are films that can dissolve or degrade when theycome into contact with water, made from polyvinyl alcohol (PVA) polymers. From the year 2012, thismaterial has been used in America detergent packaging, spa cosmetics, and many others. Water-solublefilms are environmental-friendly products that brings several advantages, such as total solubility inwater, biodegradability, pollution- and poison-free, and anti-stasis. Product packaging made of theenvironmentally-friendly water-soluble films is now necessary due to the high amount of global trashproduction and the resulting concerns about non-degradable wastes. With water-soluble film-basedpackaging as an alternative to sachet-based packaging, it is expected that there will be a reduction todaily trash production, which leads to well-kept environments.Keywords: packaging, plastic, environmentally-friendly, trash, water-soluble film
PENDEKATAN EKONOMI SIRKULAR DALAM PEMIKIRAN DESAIN SEBAGAI MATERI PENDIDIKAN DESAIN UNTUK PEMBANGUNAN KEBERLANJUTAN Abang Edwin Syarif Agustin; Cama Juli Rianingrum
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.729 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10100

Abstract

AbstractThe emergence of Linear Economy with the ‘take-make-use-dispose’ consumption model started fromthe Industrial Revolution and after that globally the economy was developed around a linear economicmodel. The implementation of linear economy has caused various social, economic and environmentalfactors that are not sustainable oriented. A radical new model known as the Circular Economy (CircularEconomy) is being advocated but not widely practiced. This paper proposes that it is very importantfor designers to recognize and apply the development of this new economic model and furthermore, thismodel facilitates education for sustainable development and increases employability at work.Keywords: circular economy, sustainability, sustainability education, design and sustainabilityAbstrakMunculnya Ekonomi Linier (Linear Economy) dengan model konsumsi ‘take-make-use-dispose’dimulai dari Revolusi Industri dan setelah itu secara global perekonomian dikembangkan disekitar model ekonomi linier. Penerapan ekonomi linier tersebut menyebabkan berbagai faktorsosial, ekonomi dan lingkungan tidak berorientasi berkelanjutan (sustainable). Sebuah modelbaru yang radikal yang dikenal dengan Ekonomi Sirkular (Circular Economy) sedang mulaidiadvokasi tetapi belum dipraktekkan secara luas. Makalah ini mengusulkan bahwa sangatpenting bagi desainer untuk mengenal dan menerapkan pengembangan model ekonomi baruini dan lebih jauh lagi, model ini memfasilitasi pendidikan untuk pembangunan keberlanjutandan meningkatkan kelayakan dalam bekerja.Kata kunci: ekonomi sirkular, keberlanjutan, pendidikan keberlanjutan, desain dankeberlanjutan
PEMANFAATAN SERAT KELAPA SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KEMASAN BERBAHAN PLASTIK Roland Ananda
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.412 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10103

Abstract

AbstractCoconut plants are common in tropical regions, including Indonesia. The coconut plants can be usedfrom the leaves down to the roots. However, not many use its fruit’s shell, which quickly becomes aproblem when the shell is wasted after the fruit’s flesh and juice have been consumed, especially atmarkets and recreation centers. Coconut shell wastes can eat up a lot of space. However, the fibersof coconut shell can be used to make easily recyclable packaging. On another hand, plastic usage inIndonesia has caused environmental problems due to plastic being hard to degrade, not to mentiondifficult to recycle because of its chemical compounds. Using coconut shell’s fibers as material forpackaging can reduce the problems that arise from both plastic and coconut shell wastes, improvingIndonesia’s environment and economy by using an organic, sustainable, and recyclable product.Keywords: coconut fibers, plastic, packaging, sustainable design, recycle AbstrakTanaman kelapa merupakan tanamaan yang banyak ditemukan didaerah tropis, terutama diindonesia. Manfaat tanaman kelapa dapat digunakan dari daun hingga akar. Namun tanpadisadari buah kelapa setelah dikonsumsi, menyisakan batok/tempurung kelapa yang berisiserat kelapa yang menimbulkan masalah sampah dibeberapa tempat seperti tempat wisata,pasar dan lain sebagainya. Dikarenakan bentuk batok/tempurung kelapa yang besar sehinggasusah untuk didaur ulang. Serat kelapa dapat dimanfaatkan untuk menjadi kemasan yangmudah untuk didaur ulang. Penggunaan plastik yang saat ini digunakan di Indonesia sudahmulai banyak dan menjadikan tumpukan sampah bahkan merusak ekosistem serta susahuntuk diurai. Bahan plastik juga memiliki karakteristik untuk dapat didaur ulang, tidak semuabahan plastik dapat didaur ulang atau dapat digunakan kembali karena terdapat beberapakandungan kimia yang tidak sesuai. Dengan adanya kemasan organik yang terbuat dari seratkelapa kiranya dapat mengurangi limbah sampah yang ada di Indonesia terutama limbahdari batok/tempurung kelapa dan plastik untuk dapat menjadikan lingkungan di Indonesialebih baik dan meningkatkan perekonomian dengan pemanfaatan suatu produk organik yangdapat digunakan secara berkelanjutan dan mudah didaur ulang.Kata kunci : Serat Kelapa, Plastik, Kemasan, Sustainable Design, Recycle
PENGGUNAAN BAHAN SILIKON SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI SEDOTAN PLASTIK Sarah Purnama Nasution
Jurnal Seni dan Reka Rancang: Jurnal Ilmiah Magister Desain Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Seni & Reka Rancang : Jurnal Ilmiah Magister Desain
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.385 KB) | DOI: 10.25105/jsrr.v2i1.10104

Abstract

AbstractUse of Silicon Materials as an Alternative to Replacing Plastic Straws. Continuous development hasresulted in many changes in the pattern of people’s living needs, especially in the use of natural resources.This results in reduced natural resources and damage to natural sustainability. One example is the useof plastic straws in the lives of Indonesian people. The use of plastic straws is increasing with increasingconsumption patterns of the Indonesian people. However, these problems can be minimized by the useof environmentally friendly raw materials. Materials that can be an alternative to the problem are theuse of silicon instead of plastic straws. Silicon is a harmless chemical that is synthetic polymer rubberwhich is chemically formed through a series of oxygen-oxygen, which can be used for several times. Thisscientific paper aims to analyze the use of plastic straws in everyday life that have an impact on theenvironment. analyze the impact of alternative use of straws made of silicon so that it can help reducethe use of plastic, and formulate recommendations for making bottled bottles, and ready to eat places ofsilicon.Keywords: chemicals, environmentally friendly plastics, plastic straws, silicon AbstrakPenggunaan Bahan Silikon Sebagai Alternatif Pengganti Sedotan Plastik. Perkembanganzaman yang terus menerus mengakibatkan banyaknya perubahan pada pola kebutuhan hidupmasyarakat terutama pada penggunaan sumber daya alam. Hal tersebut mengakibatkanberkurangnya sumber daya alam dan terjadinya kerusakan pada kelestarian alam. Adapunsalah satu contohnya yaitu penggunaan sedotan plastik dalam kehidupan masyarakatIndonesia. Penggunaan sedotan plastik semakin meningkat dengan bertambahnya polakonsumsi masyarakat Indonesia. Namun permasalahan tersebut dapat diminilisasi denganpenggunaan bahan baku ramah lingkungan. Bahan yang dapat menjadi alternatif darimasalah tersebut yaitu penggunaan silikon sebagai pengganti sedotan plastik. Silikonmerupakan bahan kimia yang tidak berbahaya yaitu karet polimer sintetis yang secara strukturkimianya terbentuk melalui rangkaian silicone-oxygen, dapat digunakan untuk beberapa kalipenggunaan. Makalah ilmiah ini memiliki tujuan yaitu menganalisis penggunaan sedotanplastik dalam kehidupan sehari-hari yang berdampak terhadap lingkungan. menganalisisdampak dari alternatif penggunaan sedotan yang terbuat dari silikon sehingga dapatmembantu pengurangan penggunaan plastik, dan menyusun rekomendasi pembuatan botolkemasan, dan tempat makan siap saji dari bahan silikon.Kata kunci: bahan kimia, plastik, ramah lingkungan, sedotan plastik, silikon.

Page 6 of 18 | Total Record : 179