cover
Contact Name
Robiyatul Adawiyah
Contact Email
jurnal@iaitfdumai.ac.id
Phone
+62822935290
Journal Mail Official
Jurnal@iaitfdumai.ac.id
Editorial Address
Jl. Utama Karya II No.3, Bukit Batrem, Kec. Dumai Tim., Kota Dumai, Riau 28826
Location
Kota dumai,
Riau
INDONESIA
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan
Core Subject : Religion, Education,
Wibawa: ISSN: 2798-3005 (p); 2622-9722 (e); 2798-3005, Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam merupakan terbitan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Institut Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai. Jurnal Wibawa akan meningkatkan frekuensi penerbitan sebanyak 2 edisi dalam satu volume, Tim editor menyambut baik setiap mahakarya tulisan dan kontribusi dari peneliti dan cendikiawan dari banyak disiplin ilmu. Ruang Lingkup Jurnal ini menerbitkan artikel yang menarik bagi praktisi pendidikan, guru, pembuat praktisi pendidikan, dan peneliti. jurnal ini mencakup artikel penelitian, laporan penelitian asli, review pendidikan Islam di bidang apapun termasuk: 1) Kepemimpinan, 2) Manajemen Humas, 3) Perilaku organisasi, 4) Budaya organisasi, 5) Manajemen Sumber Daya Manusia, 6) Manajemen Keuangan, 7) Pengambilan Keputusan, dll. Semua manuskrip bisa dikirimkan dimana awalnya akan ditinjau oleh editor, lalu dievaluasi oleh minimal dua reviewers melalui proses tinjauan double-blind. Hal ini untuk memastikan kualitas manuskrip yang diterbitkan dalam jurnal.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Rimplementasi Metode Pembelajaran Role-Playing Dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Menghargai Keputusan Bersama Dalam Mata Pelajaran PKN Rasyidi
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.311

Abstract

Masalah yang dibahas dalam artikel ini terkait penggunaan metode pembelajaran role-playing dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menghargai keputusan bersama di kelas 5 MI Al-Falah Dumai semester genap tahun pelajaran 2021/2022. Tujuannya adalah mendeskripsikan penggunaan metode pembelajaran role-playing dalam peningkatan kemampuan siswa dalam “menghargai keputusan bersama” pada mata pelajaran PKn. Metode yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini didesain untuk memecahkan masalah yang diaplikasikan secara langsung di dalam ajang kelas atau dunia kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa pada pra siklus yaitu sebelum diterapkan metode pembelajaran role-playing yaitu masih menggunakan metode pembelajaran konvensional yaitu ceramah, kemampuan siswa menghargai keputusan bersama kelas 5 MI Al-Falah Dumai yang dikategorikan tuntas persentasenya masih sedikit sekali yaitu 50%. Setelah diterapkan metode pembelajaran role-playing pada siklus I, kemampuan siswa menghargai keputusan bersama meningkat menjadi 75% dan setelah dilakukan perbaikan tindakan dalam penerapan metode pembelajaran role-playing pada siklus II, kemampuan siswa menghargai keputusan bersama meningkat menjadi 87,5%. Beberapa saran penting di antaranya: a) Penggunaan metode pembelajaran haruslah bervariasi sehingga siswa selalu termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik; b) Gunakan berbagai media pembelajaran yang akan membuat siswa lebih memahami materi yang akan disampaikan; c) Metode dan media apa pun yang akan digunakan hendaknya melibatkan siswa secara aktif, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator; d) Kegiatan pembelajaran akan lebih menarik minat siswa apabila diberikan penguatan positif atau respons positif atas aktivitas belajar siswa, seperti pujian, tepukan tangan, acungan jempol atau lainnya.
Menerapkan Teori Konseling Realitas Sebagai Intervensi untuk Mengurangi Perilaku Bullying Harefa, Meiwati; Munthe, Mondang; Damanik, Hosianna Roderanni; Lase, Famahato
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.312

Abstract

Prilaku dan korban bullying baik secara verbal, non verbal maupun tidak langsung dapat dientaskan dengan konseling realitas teknik WDEP. Tujuan penelitian ini adalah untuk menerapkan teori konseling realitas sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku bullying pada peserta didik menggunakan metode eksperimen desain one group pretest- posttest design yaitu untuk mengetahui efek sebelum dan sesudah perlakuan atau O1 X O2. O1 adalah nilai pretest X adalah perlakuan atau treatmen atau konseling realitas dan O2 adalah nilai posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IX SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara dan sampel ditarik secara purposive sampling berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui intrumen tes awal dan akhir serta dianalisis dengan membandingkan hasil O1 dengan O2 dan selanjutnya hasilnya dideskripsikan. Hasil peneltian menyimpulkan bahwa konseling realitas teknik WDEP sangat ampuh mengentaskan masalah bullying pada peserta didik, baik bullying verbal, non verbal maupun tidak langsung. Hal ini dibuktikan dengan tiga orang peserta didik (10%) yang melakukan bullying verbal dengan perilaku memberi panggilan jelek terhadap teman dan mengejeknya, 2 orang (6,67%) yang melakukan bullying nonverbal terhadap temannya seperti meludahi, menunjukkan ekspresi muka yang jelek dan membentak, dua (2) orang (6,67%) melakukan bullying verbal tidak langsung yakni melakukan perilaku mengucilkan dan mendiamkan temannya serta dua puluh tiga (23) orang lainnya (76,67%) adalah ikut-ikutan dalam melakukan bullying. Korban bullying juga sudah mampu mengatasi masalahnya, baik baik bullying verbal, non verbal maupun tidak langsung. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya kecemasan konseli sampai pada taraf nol, mereka mempunyai rencana hidup yang berguna, menilai rencana perilaku yang dibuatnya dan perubahan perilaku yang telah terjadi pada dirinya serta proses dan tujuan konseli. Disarankan kepada guru konselor sekolah untuk merencanakan dan melaksanakan layanan konseling realita teknik WDEP untuk mengentaskan perilaku bullying pada peserta didik.
Efektivitas Layanan Bimbingan Kelompok Terhadap Perilaku Konformitas Harefa, Indah Jelita; Zebua, Elizama; Lase, Famahato; Damanik, Hosianna Rodearni
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.313

Abstract

Layanan bimbingan kelompok (BKp) dapat mengentaskan masalah perilaku konformitas teman sebaya dan mengubahnya menjadi perilaku yang baik pada peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap efektivitas layanan BKp terhadap perilaku konformitas peserta didik, menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen desain one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan tes dan dianalisis secara kuantitatif dan hasilnya dideskripsikan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Permata Kasih Gunungsitoli dan sampel ditarik secara purposive sampling dari satu rombongan belajar kelas XI berjumlah 25 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa layanan BKp yang diberikan oleh konselor sangat ampuh dalam mengentaskan, meningkatkan dan memecahkan masalah perilaku konformitas pada peserta didik. Sebelum diberi layanan BKp perilaku konformitas teman sebaya mereka sangat buruk, sedangkan setelah diberi layanan perilaku konformitas mereka berubah menjadi berperilaku amat baik. Hal ini dibuktikan dengan hasil post-test yang menunjukan bahwa perilaku konformitas peserta didik dari 7 subjek penelitian ditemukan ada peningkatan positif pada perilaku mereka sebagai hasil dari pemberian perlakuan yakni layanan BKp. Juga didapatkan 6 peserta didik berperilaku sedang dengan tingkat persentase 24% dan 19 peserta didik atau 76% yang berperilaku menjadi tinggi atau amat baik. Artinya pemberian layanan BKp sangatlah efektif untuk memperbaiki perilaku konformitas peserta didik. Hasil perlakuan yakni selisih antara pre-test dengan post-test total rata-rata sebesar 22,24 dengan hasil uji N-Gain 0,89 atau 89,43% maka dapat dinyatakan bahwa layanan BKp dapat memberi dampak yang baik. Disarankan kepada guru BK atau konselor sekolah agar merencanakan dan melaksanakan layanan BKp untuk mengentaskan masalah konformitas dan kepada peserta didik agar mengikutinya dengan baik.
Pengaruh Stigma Teman Sebaya Terhadap Hubungan Interpersonal Telaumbanua, Junevalim; Zebua, Elizama; Damanik, Hosianna Rodearni; Lase, Famahato
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.314

Abstract

Kemampuan hubungan interpersonal dapat ditingkatkan dengan upaya pengentasan masalah stigma teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap pengaruh pengentasan masalah stigma teman sebaya (variabel X) terhadap hubungan interpersonal (variabel Y) menggunakan metode kuantitatif strategi asosiatif. Lokasi penelitian adalah UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli, populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII berjumlah 320 dan sampel ditarik secara purposive sampling sebanyak 32 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner angket tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linier untuk menjawab pertanyaan penelitian sesuai hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan stigma teman sebaya (X) terhadap hubungan interpersonal (Y) yaitu semakin dientaskan masalah stigma teman sebaya maka semakin meningkat kemampuan hubungan interpersonal peserta didik. Sumbangan atau kontribusi variabel X terhadap Y sebesar 96,1 % sedangkan sisanya sebesar 3,1 % dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti, dan pengaruh ini dikategorikan sangat besar. Nilai koefisien regresi variabel X bernilai positif, yaitu 0,491, artinya bahwa setiap peningkatan pengentasan stigma teman sebaya sebesar 1,00 % maka akan diikuti dengan peningkatan hubungan interpersonal sebesar 0,491 % dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Disarankan kepada guru BK agar merencanakan dan melaksanakan layanan bimbingan kelompok kepada peserta didik dengan materi yang cocok dan tepat untuk mengentaskan masalah stigma teman sebaya dan meningkatkan hubungan interpersonal peserta didik. Juga kepada peserta didik disarankan agar mengikutinya dengan baik.
Pengaruh Kesehatan Mental Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Laia, Kristina; Lase, Justin Foera-era; Damanik, Hosianna Rodearni; Zebua, Elizama
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.315

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dari pengamatan penelitian pada saat melakukan magang ketiga di SMK Negeri 3 Gunungsitoli, yang selama ini masih tergolong rendahnya hasil belajar dipengaruhi oleh kesehatan mental peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesehatan mental terhadap hasil belajar peserta didik di SMK Negeri 3 Gunungsitoli. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif strategi asosisatif. Instrumen teknik pengumpulan data menggunakan teknik berupa pertanyaan koesioner terbuka dan tertutup yang dibagikan kepada sejumlah responden. Teknik analisis data menggunakan dengan metode statistik parametrik dengan bantuan program SPSS v.25 for windows, dengan jumlah penarikan sampel menjadi subjek penelitian 32 peserta didik dilakukan secara acak dengan teknik purposive sampling. Mengetahui bahwa pengaruh variabel kesehatan mental (X) terhadap hasil belajar variabel (Y) yaitu sebesar 45,3%. Kita dapat melihat dari analisis data SPSS dinyatakan bahwa kesehatan mental berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik, dan sebaliknya, semakin tinggi hasil belajar peserta didik dapat meningkatkan kesejahteraan mental peserta didik lebih baik. dibandingkan dengan individu yang memiliki kesehatan mental rendah/buruk atau tidak memiliki motivasi sama sekali dalam mewujudkan prestasi akademik yang lebih optimal.
Efektivitas Layanan Informasi untuk Meningkatkan Pemahaman Perencanaan Karir Tini Gea, Indah Berkat; Zebua, Elizama; Munthe, Mondang; Lase, Justin Foera-era
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i2.316

Abstract

Layanan informasi karir dapat meningkatkan pemahaman perencanaan karir peserta didik. Tujuan peneltian ini adalah untuk mengungkap efektivitas layanan informasi karir dalam meningkatkan pemahaman perencanaan karir peserta didik, menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen dengan desain pre eksperimen design dengan one group pretest-posttest design. Data dikumpulkan dengan tes dan dianalisis secara kuantitatif dan hasilnya dideskripsikan. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gido berjumlah 311 dan sampel ditarik secara purposive sampling dari satu rombongan belajar kelas XI -1 berjumlah 36 orang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 36 peserta didik sebelum diberikan perlakuan terdapat 4 orang (11,11%) yang masih belum menentukan karirnya atau belum ada pemahaman. 26 orang siswa (72,22%) dengan tingkat pemahaman sedang yang artinya masih ragu-ragu dalam memahami perencanaan karir, dan terdapat 6 orang (16,67%) tergolong baik dalam pemahaman prencanaan karir. Sedangkan setelah diberikan perlakuan yakni diberi layanan informasi karir maka terdapat 33 orang (91,7%) yang berkategori tinggi dalam pemahaman karir dan 3 orang (8,3%) memiliki nilai sedang. Ini membuktikan bahwa layanan informasi karir sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik akan perencanaan karir. Hal ini dubuktikan dengan hasil layanan yang diperoleh sebesar rata-rata 22,583 dengan hasil uji N-Gain 0,96 yang telah memberikan dampak yang baik. Disarankan kepada konselor sekolah agar melaksanakan layanan informasi karir kepada setiap peserta didik untuk meningkatkan pemahaman mereka terhadap pemahaman perencanaan karir dan juga kepada peserta didik agar menerima layanan ini demi meningkatkan pemahaman mengenai pemahaman perencanaan karir.
Konsep Federatif Dalam Struktur Sistem Informasi Manajemen: Analisis Subsistem Dan Database Umum Sari, Rizda Nirmala
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/wib.v4i1.322

Abstract

Perkembangan struktur Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah membawa perubahan signifikan dalam pola pengambilan keputusan di berbagai tingkat manajemen, baik operasional maupun strategis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur SIM dan peranannya dalam pengambilan keputusan. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research), di mana peneliti mengumpulkan literatur, buku, dan laporan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan tema ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur SIM dapat dirinci menjadi beberapa subsistem yang saling terkait, dengan konsep federatif yang mempengaruhi integrasi antar elemen. Selain itu, peran database umum sangat penting dalam menyediakan informasi terintegrasi yang mendukung semua subsistem. Penemuan ini menggarisbawahi bahwa struktur SIM yang baik dapat meningkatkan kualitas dan efisiensi pengambilan keputusan di organisasi. Sebagai saran, organisasi perlu lebih memperhatikan pengembangan integrasi antar subsistem dalam SIM untuk meningkatkan efektivitas operasional dan strategis.
Budaya Mutu Berbasis Industri (BUTUISTRI) Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Lembaga Pendidikan Islam di Kawasan Industri Gresik Hidayatul Mufidah
Wibawa : Jurnal Manajemen Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Wibawa
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the Islamic educational institutions is located in the Gresik industrial area, so it has an influence in forming a quality culture. One of them is the industry-based quality culture that occurs at SMK Nurul Islam. This study aims to determine the form of industry-based quality culture in improving quality at SMK Nurul Islam, the implementation of industry-based quality culture in improving quality at SMK Nurul Islam, obstacles and solutions to industry-based quality culture in improving quality at SMK Nurul Islam. The study uses descriptive qualitative research. Using observation, interview and documentation data collection methods. While the data analysis techniques used are data collection, data reduction to drawing conclusions. The results of the study are the form of industry-based quality culture in improving quality at SMK Nurul Islam as follows, Students and educators and education staff at SMK Nurul Islam have created an environmental atmosphere as in the work environment such as students at 06.45 WIB must be present using Finger Print to register attendance at school, Students wear uniforms which are usually worn in the industrial world., Educators are included in internship activities in the industrial world, The curriculum has been Linked and Matched with the industrial world or business world, In learning there are industrial classes that are included in the curriculum and learning activities, In terms of improving the quality of facilities and infrastructure, SMK Nurul Islam has used the layout of facilities and infrastructure that has used several layouts that exist in the industrial world. With the implementation of industry-based quality culture in this school, it can be said that there are several quality improvements at SMK Nurul Islam. For the development of industry-based culture, SMK Nurul Islam often conducts comparative studies to several industrial worlds to innovate in forming an industry-based quality culture. The form of quality improvement with the existence of an industry-based quality culture at SMK Nurul Islam is in the quality of facilities and infrastructure, the quality of educators, the quality of students and even the quality of learning that has increased. Obstacles and Solutions to an industry-based quality culture in improving the quality of SMK Nurul Islam are Teachers and Foundation Management. The solution is to often introduce an industry-based quality culture to teachers so that they can implement it well. Communication with the foundation about the management of SMK Nurul Islam, introducing the foundation about the integration of an industry-based quality culture into school management