cover
Contact Name
Yuli Andriansyah
Contact Email
yuliandriansyah@uii.ac.id
Phone
+6281325445300
Journal Mail Official
thullab@uii.ac.id
Editorial Address
FAKULTAS ILMU AGAMA ISLAM Gedung K.H.A. Wahid Hasyim Kampus Terpadu UII Jl. Kaliurang KM 14.5 Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam
ISSN : 26858924     EISSN : 26858681     DOI : 10.20885/tullab
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam is published by the Faculty of Islamic Studies in the Islamic University of Indonesia in 2019 which is published twice a year as a journal which becomes a forum for students to improve their abilities in the fields of Islamic Law, Islamic Education and Islamic Economics into Indonesian, English and Arabic.
Articles 186 Documents
PENDAMPINGAN IMTAQ SANTRI WARIA MELALUI PENDEKATAN BERBASIS KELOMPOK DI PONDOK PESANTREN WARIA AL-FATAH YOGYAKARTA Pepy Marwinata; Abidah Munsyifah; Muhammad Roy Purwanto
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art6

Abstract

Sejak manusia lahir, tiap individu telah dibekali seperangkat hak yang melekat pada dirinya. Salah satunya adalah hak mendapat pendidikan. Pendidikan tidak pernah memandang kepada siapa ia berlabuh. Terlebih lagi pendidikan agama Islam yang wajib dipelajari oleh setiap penganutnya. Pondok pesantren adalah salah satu tempat kegiatan belajar mengajar agama Islam.  Pondok Pesantren Waria Al Fatah Yogyakarta adalah pondok pesantren waria satu-satunya yang ada di Indonesia. Pondok pesantren waria ini berdiri sejak Juli 2008 di Kotagede, Yogyakarta. Waria sendiri secara biologis adalah pria. Namun, secara psikologis waria adalah individu yang merasa dirinya adalah wanita. Pondok pesantren ini memiliki tujuan agar para santri yang belajar di sana dapat bertaqwa kepada Tuhan YME dan mendapat pendidikan moral yang berlaku di masyarakat pada umumnya. Melalui metode pembelajaran BTAQ santri waria dibimbing untuk memahami agama Islam. Dengan metode wawancara mendalam dan kajian pustaka, penelitian ini mengelaborasi bagaimana konsep pendidikan agama Islam yang dipakai di pondok pesantren waria tersebut. Tidak hanya edukasi pada santri waria saja. Namun, pondok pesantren ini memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang eksistensi  mereka melalui kegiatan sosial.
PRAKTIK POLIGAMI DALAM KOMUNITAS POLIGAMI INDONESIA PERSPEKTIF CEDAW Putri Jannatur Rahmah; Ikke Pradima Sari; Muhammad Roy Purwanto
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art7

Abstract

ro dan kontra mengenai praktik poligami menjadi pembahasan yang tak akan surut diperdebatkan oleh masyarakat diberbagai belahan dunia. Terlepas dari kontroversi mengenai isu poligami, penulis menjumpai sebuah situs media online yang justru gencar mempropagandakan praktik poligami, mereka menyebutnya dengan Komunitas Poligami, komunitas ini berekspansi tak hanya melalui aktivitas offline diberbagai daerah, akan tetapi juga kerap eksis menyuarakan pemahamannya menggunakan media online. Dalam penelitian ini penulis akan mengupas mengenai motif dari Komunitas Poligami di Indonesia serta mengeksplorasi praktiknya ditinjau dari perspektif CEDAW (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination against Women).CEDAW atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan  konvensi penghapusan seluruh bentuk kekerasan terhadap wanita, memiliki prinsip yang sejalan dengan nilai – nilai yang dijunjung tinggi oleh Islam, yakni prinsip kesetaraan (equality), keadilan (equity), serta sikap nondiskriminasi. Metode dalam penelitian ini menggunakan library research yang didukung dengan pengambilan data primer melalui wawancara. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa motif dari terciptanya Komunitas Poligami di Indonesia adalah merupakan kepentingan keagamaan, mereka beranggapan bahwa syariat poligami adalah hal yang seharusnya tidak dianggap tabu dan hina, karena terdapat banyak hal positif yang tercipta dari keluarga poligami, diantaranya meminimalisir kasus perselingkuhan, jajan diluar, dan mempersempit penularan HIV. Lalu pertanyaannya adalah apakah motif tersebut murni untuk keperluan agama dan sarana menjadi Muslim yang kaffah (seutuhnya), ataukah terdapat motif lain yang terselubung?. Hal ini akan menjadi isu yang selalu menarik untuk diberbincangkan dan menghadirkan pemahaman serta wawasan baru yang lebih luas terhadap peneliti.
KONSEP PENDIDIKAN ENTERPRENEUR DALAM UPAYA KEMANDIRIAN SANTRI BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM DI PONDOK PESANTREN LINTANG SONGO Langgeng Tri Sanjaya; Mulyadi Mulyadi; Hajar Dewantoro
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art8

Abstract

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo mempunyai beberapa program yang ditawarkan. Selain ilmu agama, Pondok Pesantren ICS Lintang Songo juga menawarkan ilmu-ilmu umum seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, dan lain sebagainya. Semua program tersebut dijalankan secara rutin oleh lebih dari 70 santri, 1500 jama’ah malam kliwon dari berbagai daerah, 38 tempat pengajian bulanan, dan bekerjasama dengan 5 kementrian, serta 7 perguruan tinggi. Penelitian ini akan membahas tentang Motivasi ponpes menerapkan konsep pendidikan entrepreneur, Bagaimana implementasi Pendidikan entrepreneurship dan Kendala-kendalanya dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan metode studi kasus. Data  penelitian  dibedakan berupa  data  kata-kata,  tindakan,  data tertulis, dan foto. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan praktek pelaksanan berwirausaha yang tidak lepas dari nilai-nilai islam.  Islam mendorong umatnya untuk berproduksi dan menekuni aktifitas ekonomi dalam segala bentuknya. Selain itu timbulnya rasa dari para pimpinan pesantren yang menghawatirkan santrinya saat pulang kedaerah masing-masing tidak memiliki skill berekonomi secara mandiri.  implementasinya para santri diwajibkan untuk mengikuti semua program; pertanian perkebunan, perhutanan, perkebunan, industri rumahan, dll. Namun santri akan dilepas kembali, di beri kebebasan untuk memilih passion yang sesuan dengan keinginan santri.dan kendala dalam implementasi Pendidikan enterprenerur ada dua faktor, yang pertama faktor interneal yaitu tentang latar belakang santri yang berbeda-beda, kedua faktor eksternal yaiutu keterbatasan dana yang menjadi penghambat Pendidikan. Pontok pesantren Aswaja Lintang Songo juga percaya bahwa Islam memberkati perbuatan duniawi ini dan memberi nilai tambah sebagai ibadah kepada Allâh dan jihad dijalan-Nya.
BERBISNIS BERDASRKAN PERILAKU RASULULLAH SAW Ghina Wahyuningsih; Fitri Noer Janah; Muhammad Roy Purwanto
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art9

Abstract

Bisnis yang sukses tidak terlepas dari beberapa hal diantaranya harus dilakukan berdasarkan kepercayaan, berkaitan dengan etika, dan berhubungan dengan profit. Dalam prakteknya untuk melakukan bisnis sesuai syari’at Islam telah dilakukan oleh Rasulullah SAW selaku pedoman bagi umat Islam, sehingga jika pembisnis melakukan bisnis sesuai ajaran Rasulullah maka sama dengan menjalankan sunah Rasulullah SAW. Dewasa ini semakin banyak pengusaha yang menerapkan perilaku Rasulullah dalam bisnisnya, diantaranya yaitu berorientasi pada pelanggan dengan menjaga kepuasan konsumen, keterbukaan kepada pelanggan dengan menerapkan aspek jujur dalam perniagaan, melakukan persaingan yang sehat di dalam pasar ekonomi, harus memperhatika aspek keadilan agar tidak ada pihak yang tertindas atau merasa dirugikan ketika menjalin bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan bisnis yang benar berdasarkan ajaran Rasulullah dan mengkaji pesan-pesan yang disampaikan Rasulullah pada aspek muamalah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan data sekunder atau library research.
PESANTREN DALAM MENJAGA KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA: PENELITIAN DI PONDOK PESANTREN DAAR EL QOLAM 3 TANGERANG BANTEN Fakhriyah Tri Astuti; Haerini Ayatina; Muhammad Miqdam Makfi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art10

Abstract

Pesantren merupakan intitusi pendidikan traditional Indonesia yang identic dengan keberagaman dalam aspek bahasa, budaya dan suku. Pesantren dengan pendidikan multikultur dan sejarah panjanganya menjadi institusi pendidikan yang dianggap mampu menjaga kerukunan dalam keberagaman masyarakat Indonesia. Penelitian ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana pesantren menyiapkan dan mengarahkan santrinya dalam menjaga keberagaman masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kualitatif-deskriptif. Peneliti melakukan wawancara kepada 9 orang santri yang terdiri dari 5 santri dan 4 santriwati dan seorang peengajar dari pondok pesantren Daar el-Qolam 3, Tangerang, Banten, yang mana mereka telah meghabiskan lebih dari tiga tahun hidup di lingkungan pondok pesantren. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan seperti; bagaimana hidup di pondok pesantren dengan menghadapi banyak orang dengan latar belakang berbeda, bagaimana aturan dan nilai-nilai pesantren berhubungan dengan menjaga keberagaman di antara komunitas pesantren, dan bagaimana pesantren membangun kesadaran masyarakat untuk dapat mempertahankan keragaman di masyarakat Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menjadi agen yang mampu membentuk santri (siswa pesantren) untuk menjaga harmoni dalam keragaman masyarakat Indonesia dengan nilai, sistem, dan aturan yang menjadikannya ideal untuk menjadi lembaga pendidikan multikultural, multi-bahasa serta multi-etnis. Penelitian ini akan memberikan informasi mengenai bagaimana pesantren sebagai institusi pendidikan traditional Indonesia merespon dan menyiapkan santrinya dalam menghadapi keberagaman di masyarakat Indonesia maupun global.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER R.A KARTINI DALAM BUKU HABIS GELAP TERBITLAH TERANG Deivana Ima; Nanda Restu; Syaifulloh Yusuf
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art12

Abstract

Raden Ajeng Kartini merupakan seorang tokoh pahlawan nasional, yang terkenal dengan sebutan pelopor emansipasi wanita. Terkenal dengan karyanya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang. Tokoh yang mampu mendobrak perempuan dari pengekangan hukum yang membatasi perempuan untuk berkembang dan maju. Sebagai sosok yang berpengaruh terutama untuk keadilan perempuan, R.A Kartini memiliki nilai-nilai karakter yang patut diteladani oleh para generasi muda. Karakter R.A Kartini memiliki kontribusi yang dapat diterapkan dalam pendidikan islam seperti kurikulum yang fokus pada pendidikan moral dan budi pekerti. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan karakter dari sosok pahlawan wanita R.A Kartini yang sangat tepat untuk diterapkan di satuan pendidikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan paradigma kualitatif. Tahapan penelitian dimulai dari menelaah, menganalisis dan penyimpulan nilai karekter R.A kartini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai nilai pendidikan karekter R.A kartini di dalam buku habis gelap terbitlah terang yaitu religius, pantang menyerah, suka membaca, peduli, toleransi dan masih banyak lagi. kesimpulan dari penelitian  ini yaitu karakter R.A kartini dapat di terapkan dalam dunia pendidikan terutama dalam membentuk karakter peserta didik di zaman sekarang yang serba teknologi ini.
PELATIHAN LITERASI LINGKUNGAN DAN PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK UNTUK KERAJINAN DI SDN KRAWITAN YOGYAKARTA Annisaul Maslamah; Novalia Agustina; Ahmad Nurozi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art14

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini untuk menumbuhkan pengetahuan dan memberikan pemahaman siswa SDN Krawitan Yogyakarta tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan, selain itu juga untuk mengembangkan kreativitas dan kepedulian siswa terhadap lingkungan terutama dalam pengelolaan sampah plastik. Kegiatan ini dilatar belakangi karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa, sehingga merupakan suatu keharusan untuk diberi edukasi sejak dini mengenai kelestarian lingkungan, agar rasa peduli terhadap lingkungan bisa tumbuh sejak dini, dari dalam diri masing-masing anak, dan mereka juga bisa mengimplementasikan apa yang diketahuinya dengan menjaga lingkungan dan dapat mendaur ulang sampah plastik yang ada disekitarnya. Masih banyaknya anak-anak di SDN Krawitan yang belum memahami mengenai bahaya sampah plastik, daur ulang sampah plastik, juga pentingnya mengurangi penggunaan plastik, menjadi alasan untuk kami mengadakan pelatihan literasi lingkungan dan pengolahan sampah plastik untuk kerajinan  di SDN Krawitan Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu sosialisasi mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan kesehatan dan langkah kecil untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan praktik daur ulang sampah non organik menjadi kerajinan tangan yaitu pot bunga dari botol plastik bekas dan gantungan kunci dari tutup botol bekas
KONSEP GENDER EQUALITY PERSPEKTIF ISLAM : STUDI KASUS PENGANGKATAN PUTRI MAHKOTA SRI SULTAN HAMENGKUBUWANA X DI YOGYAKARTA Putri Jannatur Rahmah; Yusdani Yusdani
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss1.art13

Abstract

Isu mengenai perempuan selalu menjadi topik yang memukau untuk diperdebatkan, spesifiknya mengenai perbincangan dalam hal kepimimpinan perempuan. Sejalan dengan hal tersebut, peneliti menemukan kasus menarik dimana Sultan Hamengkubuwa X mengangkat putri sulungnya GKR Mangkubumi untuk menggantikan posisinya sebagai raja. Isu tersebut menimbulkan pro dan kontra baik dari internal maupun eksternal keraton. Peneliti tertarik untuk mengeksplor tanggapan masyarakat terkait penunjukan Putri Mahkota sebagai bukti perjuangan wanita untuk mencapai kesetaraan hak dan derajat khususnya dalam ranah isu kepemimpinan dan relasinya terhadap gender equality perspektif Islam. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, oleh karena itu, metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah library research yakni mengandalkan dan memakai sumber kepustakaan, kemudian membaca dan menelaah jurnal dan artikel yang relevan dengan topik penelitian. Selain library research, metode pengambilan data lainnya dilakukan melalui  wawancara dengan pihak yang berkaitan perihal topik penelitian. Hasil dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa Islam sangat meluhurkan praktik kesetaraan gender, Pada dasarnya al-Qur’an mengakui adanya perbedaan (distinction) antara laki-laki dan perempuan, tetapi perbedaan tersebut tidak ditafsirkan sama halnya dengan pembedaan (discrimination) yang menguntungkan satu pihak dan merugikan yang lainnya. Perbedaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung Ruh al-Qur’an, yaitu terciptanya hubungan yang hangat (mawaddah wa rahmah) di dalam lingkungan sosial QS. al-Rum: 21, sebagai cikal bakal terwujudnya tatanan masyarakat unggul dalam suatu negeri damai penuh ampunan Tuhan (BaldatunThayyibatun wa rabbun ghafûr) QS. Saba: 15. Pengangkatan putri sulung Sultan Hamengku Buwono X yang disinyalir akan menggantikan tahta kerajaan ayahnya memicu adanya respond masyarakat yang pro dan juga kontra. Perbedaan perspektif masyarakat tersebut dipengaruhi oleh sebuah pemikiran sebagian masyarakat yang masih mengagungkan dan memegang teguh lestarinya budaya patriarki yang ada pada Kesultanan Yogyakarta dan disisi lain terdapat masyarakat yang menyadari  akan isu kesetaraan gender dampak dari arus demokrasi Indonesia.
FILANTROPI ISLAM DAN PENGELOLAAN WAKAF di MASJID SUCIATI SALIMAN SLEMAN YOGYAKARTA Alfi Wahyu Zahara; Hasna Lathifatul Alifa; Muhammad Miqdam Makfi
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss2.art1

Abstract

Wakaf merupakan salah satu instrumen sumbangan sosial yang memiliki peran besar di dalam ajaran Islam. Pada penelitian ini akan mendiskusikan bagaimana masjid sebagai wakaf,  menjadi manfaat dan menjadi pusat komunitas dengan aktivitas-aktivatas sosial dan berbagai program pemberdayaan yang mentargetkan masyarakat melalui praktek filantropi Islam. Penelitian ini mengambil kasus di wilayah Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni Masjid Suciati Saliman di Desa Pandowoharjo, yang diresmikan pada bulan Mei 2018 dengan design bergaya seperti replika Masjid Nabawi di Madinah yang berorientasi pada aktifitas kegamaan dan sosial masyarakat. Masjid ini merupakan Wakaf dari ibu Suciati yang sedari dulu bercita cita untuk mendirikan masjid agar bermanfaat bagi sesama.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keterlibatan wakaf masjid yang dikelola dalam aktifitas filantropi ntuk memberdayakan masyarakat sekitar dengan diadakannya kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Dengan mengguakan metode kualitatif Deskriptif . Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwasanya filantropi yang berasal dari wakaf pribadi sesorang, yang telah dikumpulkan di implementasikan dengan diadakannya program-program dan aktivitas untuk pemberdayaan masyarakat dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial ekonomi. Masjid Suciati Saliman tidak hanya bertujuan untuk pusat ibadah saja melainkan memiliki tujuan lain yakni mememiliki program dan aktifitas yang ditujukan untuk masyarakat melalui praktik filantropi islam.
MENINGKATKAN E-WOM DAN KOMITMEN PRODUK MOBILE BANKING MELALUI PEMASARAN MEDIA SOSIAL Ryan Yuniawan; Baharuddin Muslim Efendy; Aqida Shohiha
At-Thullab : Jurnal Mahasiswa Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2020): Ahwal syakhshiyah, Pendidikan Agam Islam, Ekonomi Islam
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/tullab.vol2.iss2.art2

Abstract

Saat ini dunia bisnis telah memasuki era digital, salah satunnya adalah bisnis dalam aspek keuangan atau transaksi pembayaran. Banyak produk-produk financial technology diluar bank syariah yang sudah eksis dan banyak diminati masyarakat. Tentu saja hal tersebut menjadi ancaman tersendiri bagi produk-produk financial technology milik perbankan Syariah. Penelitian ini mengusulkan sebuah solusi untuk meningkatkan citra merek dan kesadaran merek serta e-WOM (electronic word of mouth) dan komitmen konsumen produk mobile banking bank syariah melalui aktifitas pemasaran media sosial. Analisis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan software AMOS.Hasil penelitian ini membuktikan bahwa : (1). Aktivitas pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap citra merek, semakin tinggi aktivitas pemasaran media sosial akan meningkatkan citra merek. (2). Aktivitas pemasaran media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran merek, semakin tinggi aktivitas pemasaran media sosial akan meningkatkan kesadaran merek. (3). Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-WOM, semakin tinggi citra merek akan meningkatkan sikap menggunakan e-WOM. (4). Kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-WOM, semakin tinggi kesadaran merek akan meningkatkan e-WOM. (5). Citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen, semakin tinggi citra merek akan meningkatkan komitmen. (6). Kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen, semakin tinggi kesadaran merek akan meningkatkan komitmen.

Page 3 of 19 | Total Record : 186