cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Karakter melalui Kegiatan Keagamaan pada Peserta Didik di Mts Muslimin Cipeundeuy Iim Rohimah; Asep Dudi Suhardini; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6391

Abstract

Abstract. Various kinds of problems in the era of globalization, especially character education, experienced a sharp decline. The cause of this phenomenon is due to the low role of education in building character education in children's lives. The next cause is the implementation of values ​​in Islamic education is running very slowly, and the emotional condition of students is not very stable. With this research conducted to find out how the background instills character values ​​through religious activities. Besides that, you can find out the planning, implementation, evaluation and results of instilling character values. Researchers used a qualitative research approach with descriptive methods. Based on the processing of the research data: 1) Planning for religious activities at MTs Muslimin Cipeundeuy is at the beginning of the year meeting with the teacher council. 2) Implementation of religious activities of Duha prayer, reading the Koran, and conversations in Arabic and English starting at 07.00-08.00 WIB at the mosque. Then do the habit of reading Asmaul Husna in class. The congregational midday prayer is usually held every day at school. 3) Evaluation a) Evaluation of the process of implementing Duha prayer still has problems. b) Evaluation of the process of reading the Koran is carried out directly during the activity. c) Evaluation of Arabic and English conversations was not carried out during the activity process. d) Evaluation of the habit of reading Asmaul Husna seen from the enthusiasm of students in participating in reading Asmaul Husna in class. e) Evaluation of the midday prayer in congregation, there are some students who cannot be disciplined. 4) The results of cultivating character values ​​through religious activities are character values ​​of discipline, religion, responsibility, fond of reading, friendly/communicative. Abstrak. Berbagai macam persoalan pada zaman globalisasi khususnya pendidikan karakter mengalami kemerosotan yang tajam. Penyebab fenomena tersebut adalah karena rendahnya peran pendidikan dalam membangun pendidikan karakter dalam kehidupan anak. Penyebab selanjutnya adalah implementasi nilai-nilai dalam pendidikan Islam berjalan sangat lambat, dan kondisi emosi siswa tidak terlalu stabil. Dengan adanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana latar belakang menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan keagamaan. Selain itu dapat mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hasil penanaman nilai-nilai karakter. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan pengolahan data hasil penelitian maka: 1) Perencanaan kegiatan keagamaan di MTs Muslimin Cipeundeuy adalah pada saat rapat awal tahun bersama dengan dewan guru. 2) Pelaksanaan kegiatan keagaman shalat dhuha, membaca al-Qur’an, dan percakapan bahasa Arab dan bahasa Inggris dimulai pada pukul 07.00-08.00 WIB yang bertempat dimesjid. Kemudian melakukan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna dikelas. Adapun pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah biasa dilaksanakan setiap hari di sekolah. 3) Evaluasi a) Evaluasi proses pelaksanaan shalat dhuha masih memiliki kendala. b) Evaluasi proses membaca al-Qur’an dilakukan secara langsung selama kegiatan dilaksanakan. c) Evaluasi percakapan bahasa arab dan bahasa inggris tidak dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. d) Evaluasi pembiasaan pembacaan asmaul husna dilihat dari antusias peserta didik dalam mengikuti bacaan asmaul husna dikelas. e) Evaluasi shalat dzuhur berjamaah terdapat sebagian peserta didik yang tidak bisa disiplin. 4) Hasil penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan keagamaan adalah nilai karakter disiplin, religius, tanggungjawab, gemar membaca, bersahabat/komunikatif.
Nilai-Nilai Karakter Dasadarma Pramuka dalam Pembentukan Akhlakul Karimah Anggota Pramuka di SMA PGII 1 Bandung Dwi Ristiana Widjayanti; Enoh; mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6406

Abstract

Abstract. The purpose of this study is to identify the implementation process of Scout moral formation by Dasadasa Pramukha, examine the evaluation, and find disincentives and supportive factors. This study is an empirical study using a descriptive qualitative approach. This qualitative study is presented in the form of a narrative text that uses theoretical and empirical research to clearly describe the process of moral formation through scouting and how to analyze the moral values contained in the scout's dasadharma. The data collection methods used in this study are observations, interviews, and transcriptions. Thus the results showed that the scout dasadarma had a major influence on the process of forming the morals of scout members at SMA PGII 1 Bandung through the work program that had been created by the scout coach, the work program created among them was sharing takjl and rock packages, ambalan deliberations, persami and mentoring. These four work programs are carried out with the appropriate time vulnerability between per year, per month, per week, and incidentally, in order to maximize the objectives in the process of moral formation. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan, mengkaji evaluasi, dan menukan faktor penghambat serta pendukung dalam proses pembentukan akhlak anggota pramuka melalui dasadarma pramuka. Penelitian ini merupakan studi eksaminasi dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif ini memberikan gambaran yang jelas mengenai proses pembentukan moral melalui kepramukaan dan analisis nilai-nilai moral yang terkandung dalam Dasadharma Pramuka, dengan menggunakan penelitian teoritis dan data empiris yang disajikan dalam bentuk teks naratif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, dan dokumenter. Dengan demikian hasil penelitian menunjukan bahwa dasadarma pramuka memberikan pengaruh yang besar dalam proses pembentukan akhlak anggota pramuka di SMA PGII 1 Bandung dengan melalui program kerja yang telah dibuat oleh Pembina pramuka, program kerja yang dibuat diantaraya ialah berbagi takjl dan paket batuan, musyawarah ambalan, persami dan mentoring. Keempet program kerja ini dilaksanakan dengan rentan waktu yang sesuai antara pertahun, perbulan, perminggu, dan isidental, agar memaksimalkan tujuan dalam proses pembentukan akhlak.
Pembinaan Olah Raga Panahan sebagai Media Pendidikan Akhlâq pada Siswa Bandung Archery Club and School Fitri Fitriyani; Ayi Sobarna; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6515

Abstract

Abstract. Moral education is an effort to instill the values of goodness and truth in the human soul, so that they can distinguish between what is right and what is wrong. The process of moral education is not only studied in formal education but can be applied in non-formal education. One of them can be implemented through coaching archery sports. In Bandung there is an archery sports club called BACS (Bandung Archery Club and School). BACS is an archery club and school that accepts training to archery athletes through achievement. This study aims to: (1) what is the planning of moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students?, (2) how is the implementation of moral education through archery sports coaching for Bandung Archery Club and School students?, and 3) how to evaluate moral education through archery coaching for Bandung Archery Club and School students? The research method used is descriptive method. While the nature of the research used is a qualitative approach. Data collection techniques using, observation, interviews, and documentation. The stages of data analysis include three activity flows: data reduction, data presentation and conclusion/verification. The research instruments in this study were the head of BACS, BACS trainers, students and parents of students. The results of the research obtained indicate that the implementation of moral education through the development of archery sports in its implementation has several stages including: in terms of planning, implementation and evaluation. Factors supporting and inhibiting the implementation of moral education through archery sports coaching at BACS include, supporting factors include: a) a conducive place, b) a structured program of activities, c) supporting infrastructure facilities, d) certified trainers. Inhibiting factors include: the background conditions of the students are different, making the approach to children carried out with different variations. With the existence of moral education which is implemented through archery, it is hoped that it can train habits so that it can form good morals and personality. Abstrak. Pendidikan akhlâq adalah upaya untuk menanamkan nili-nilai kebaikan dan kebenaran dalam jiwa manusia, sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Proses pendidikan akhlâq tidak hanya di pelajari di pendidikan formal saja melainkan dapat diterapkan di pendididkan non formal. Salah satunya dapat diimplementasikan melalui pembinaan olah raga panahan. Di Bandung terdapat salah satu club olah raga panahan yang bernama BACS (Bandung Archery Club and School). BACS merupakan club dan sekolah panahan yang menerima pembinaan ke atletan olah raga memanah jalur prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) bagaimana perencanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, (2) bagaimana pelaksanaan pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?, dan 3) bagaimana evaluasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan pada siswa Bandung Archery Club and School?. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif. Sedangkan sifat penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data meliputi tiga alur kegiatan: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/ verifikasi. Instrument penelitian dalam penelitian ini adalah ketua BACS, pelatih BACS, siswa, dan orang tua siswa. Hasil penelitian yang di peroleh menunjukkan bahwa implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tahapan antara lain: dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan akhlâq melalui pembinaan olah raga panahan di BACS di antaranya, faktor pendukung meliputi: a) tempat yang kondusif, b) program kegiatan yang sudah terstruktur, c) fasilitas sarana prasarana yang mendukung, d) pelatih yang telah tersertifikasi. Faktor penghambat antara lain: kondisi background siswa yang berbeda-beda, menjadikan pendekatan pada anak dilakukan dengan variasi yang berbeda. Dengan adanya pendidikan akhlâq yang diimplementasikan melalui olah raga panahan, diharapkan dapat melatih habits (kebiasaan) sehingga dapat membentuk akhlâq dan kepribadian yang baik.
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Menggunakan Metode Tutor Sebaya Indah Novianti Suhara Komar; Fitroh Hayati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6527

Abstract

Abstract. Education according to its path consists of: formal, informal and non-formal education. Nonformal education (PNF) pathways include life skills education, PAUD, youth education, women's empowerment education, literacy education, family education, skills education and job training/ courses, equality education pursue packages, and other education aimed at developing the abilities of learners. This research study is based on the situation of learners (learning citizens) in equality education institutions that come from various circles. Because of this, PKBM (Community Learning Activity Center) Holis Bandung has its own innovation by applying peer tutor methods in learning so that the results of learning that have been done can increase. This research aims to find out the planning, implementation and evaluation of PAI (Islamic Religious Education) learning using peer tutor methods in improving learners' learning outcomes at PKBM Holis Bandung City. The type of approach used in this study is a qualitative approach with case study methods. Data collection techniques through interviews, observations and documentation studies. Based on the results of data processing, the planning carried out in using peer tutor methods for PAI learning is to prepare RPP (Learning Implementation Plan), lesson schedule, peer tutor method learning planning, media used. While the implementation of PAI learning carried out by peer tutor methods is carried out neatly and neatly, the implementation using the peer tutor method consists of preliminary activities, core activities, closing activities. These activities have been carried out well in accordance with the main purpose of learning using peer tutor methods, namely improving learning outcomes. And for the evaluation carried out, the core tutor provides an assessment based on several aspects, namely the family aspect, the skills aspect, the cognitive aspect. Abstrak. Pendidikan menurut jalurnya terdiri atas: pendidikan formal, informal dan nonformal. Jalur pendidikan nonformal (PNF) meliputi pendidikan kecakapan hidup, PAUD, pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keluarga, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja/ kursus, pendidikan kesetaraan kejar paket, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil pengolahan data, perencanaan yang dilakukan dalam menggunakan metode tutor sebaya untuk pembelajaran PAI adalah dengan menyiapkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), jadwal pelajaran, perencanaan pembelajaran metode tutor sebaya, media yang digunakan. Sedangkan Pelaksanaan pembelajaran PAI yang dilaksanakan dengan metode tutor sebaya terlaksana dengan tersusun dan rapi, pelaksanaan menggunakan metode tutor sebaya terdiri atas kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup. Kegiatan tersebut telah terlaksana dengan baik sesuai tujuan utama pembelajaran menggunakan metode tutor sebaya yaitu meningkatkan hasil belajar. Dan untuk evaluasi yang dilakukan, tutor inti memberikan penilaian berdasar pada beberapa aspek, ialah aspek kekeluargaan, aspek keterampilan, aspek kognitif.
Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dengan Tarbiyah bi Al-Mau'izhah (Studi Analisis Penafsiran Ayat-ayat Al-Qur'an tentang Pendidikan Karakter Dengan Tarbiyah bi Al-Mau'izhah) Redi Rivaldi Patra Kusumah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6539

Abstract

Abstract. Humans have many tendencies caused by the many potentials they carry. ‎Broadly speaking, this tendency can be divided into two, namely the tendency to be a ‎good person and the tendency to be a bad person. Therefore, character education ‎must be able to facilitate and develop positive values so that naturally-‎naturalistically it can build and shape a person into superior and noble individuals. ‎The purpose of this research is to (1) Obtain the Qur'anic concept of character ‎education with tarbiyah bi al ma'uizhah. (2) Obtaining the values of character ‎education with tarbiyah bi al ‎ma'uizhah listed in the Al-Qur'an. This research is ‎included in the type of library research, namely making library materials as the main ‎data source in research. The data related to this research were collected through ‎literature study, because this study is related to the understanding of the Qur'an. The ‎results of this study reveal that in the Qur'an there are 9 verses that use the word ‎mau'izhah which is found in Q.S. Al-Baqoroh verses 66 and 275, Ali Imran verse 138, ‎Al-Maidah verse 46, Al-'Araf verse 145, Yunus verse 57, Hud verse 120, An-Nahl ‎verse 125, An-Nur verse 34. Then in this research an explanation has also been given ‎regarding character education with tarbiyah bi al-mau'izhah along with the values of ‎character education and the Qur'anic concept of character education with tarbiyah ‎bi al ma'uizhah. The role of character education is very important and has many ‎methods of implementing it. One of them is the method of advice or tarbiyah bi al ‎ma'uizhah. In general, Tarbiyah bi al-mau'izhah has values that can support ‎character education values such as: religious values, nationalism values, integrity ‎values, independence values, and mutual cooperation values.‎ Abstrak. Manusia mempunyai banyak kecenderungan yang disebabkan oleh banyaknya potensi yang dibawanya. Kecenderungan secara kodarti itu dalam garis besarnya, dapat terbagi menjadi dua, yaitu kecenderungan menjadi orang baik dan kecenderungan menjadi orang jahat. Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus dapat memfasilitasi dan mengembangkan nilai-nilai positif agar secara alamiah-naturalistik dapat membangun dan membentuk seseorang menjadi pribadi-pribadi unggul dan berakhlak mulia. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Memperoleh Konsep Al-Qur’an tentang pendidikan karakter dengan tarbiyah bi al ma’uizhah.(2)‎ Memperoleh Nilai-nilai pendidikan karakter dengan tarbiyah bi al ‎ma’uizhah yang tercantum dalam Al-Qur’an.‎ Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kepustakaan (library research) yaitu menjadikan bahan pustaka sebagai sumber data utama dalam penelitian. Data-data yang terkait dengan penelitian ini dikumpulkan melalui studi pustaka, karena kajian ini berkaitan dengan pemahaman tentang isi terkandung Al-Qur’an. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam Al-Qur’an terdapat 9 ayat yang menggunakan kata mau’izhah yaitu tedapat pada Q.S. Al-Baqarah ayat 66 dan 275, Ali ‘Imran ayat 138, Al-Maidah ayat 46, Al-‘Araf ayat 145, Yunus ayat 57, Hud ayat 120, An-Nahl ayat 125, An-Nur ayat 34. Kemudian pada penelitaian ini juga telah diberikan penjelasan mengenai pendidikan karakter dengan tarbiyah bi al-mau’izhah beserta nilai-nilai pendidikan karakter serta konsep al-Qur’an tentang pendidikan karakter dengan tarbiyah bi al ma’uizhah. Peranan pendidikan karakter sangatlah penting dan memiliki banyak metode dalam menerapkannya. Salah satunya terkaik dengan metode nasehat atau tarbiyah bi al ma’uizhah. Tarbiyah bi al-mau’izhah secara umum memiliki nilai yang dapat menunjang nilai-nilai pendidikan karakter seperti: nilai religius, nilai nasionalisme, nilai integritas, nilai kemandirian, dan nilai gotong royong.
Efektifitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Kabupaten Belitung Annasdi Ahlun Naza; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6543

Abstract

Abstract. Naza, Annasdi Ahlun. 2022. Effectiveness of Problem-Based Learning Models to Improve Islamic Religious Education Learning Outcomes for Class VII A Students at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Thesis, Department of Islamic Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Islamic University of Bandung.This study aims to determine how the implementation, effectiveness, and the supporting and inhibiting factors of the application of the problem-based learning model in PAI class VII A subjects at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. To achieve the above objectives, this research uses a quantitative approach. The research location is in SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Using data collection methods, namely, observation, interviews, documentation and tests. The data analysis technique uses data requirements test and data hypothesis testing.The results of the data analysis showed that the Problem-Based Learning model had an effect on student achievement in PAI subjects in class VII A of SMP Negeri 1 Sijuk. This can be seen in the average pretest and post-test scores of the two groups. Students who study with the Problem-Based learning model (PBL) have an average score of 77.04, while students who study using conventional methods have an average score of 52.28 so that the difference in the post-test average score of the experimental and control groups is 24.76 .The learning process applied to the experimental class (class VIIA) uses the Problem-Based Learning model in four meetings with time allocation for each meeting of 2x40 minutes. In this study, the researcher who acts as the teacher is himself. In learning in the experimental class that uses the Problem-Based Learning model, there are several stages carried out by the teacher in learning.The implementation of learning using a problem-based learning model in PAI subjects at SMP Negeri 1 Sijuk Belitung has met scientific rules. The results of the data analysis showed that the Problem-Based Learning (PBL) model had an effect on student achievement in PAI subjects in class VII A of SMP Negeri 1 Sijuk. This can be seen in the average pretest and post-test scores of the two groups. Students who study with the Problem-Based Learning Model (PBL) have an average score of 77.04, while students who study not using the problem-based learning method have an average score of 52.28 so that the difference between the post-test scores of the experimental and control groups is 24.76 Abstrak. Naza, Annasdi Ahlun. 2022. Efektifitas Model Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Skripsi, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, bagimana implementasi, efektifitas, dan faktor pendukung dan penghambat dari penerapan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PAI kelas VII A di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Untuk mencapai tujuan di atas penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian terletak di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung. Menggunakan metode pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan uji persyaratan datan dan uji hipotesis data. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI krlas VII A SMP Negeri 1 Sijuk. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai pretest dan post-test dari kedua kelompok tersebut. Siswa yang belajar dengan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki nilai rata-rata 77,04, sementara siswa yang belajar dengan metode konvensional memiliki nilai rata-rata 52,28 sehingga selisih nilai ratarata pos-test kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 24,76. Proses pembelajaran yang diterapkan pada kelas eksperimen (kelas VIIA) menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dalam empat kali pertemuan dengan alokasi waktu untuk setiap pertemuan 2x40 menit. Pada pembelajaran ini yang bertindak sebagai guru adalah peneliti sendiri. Dalam pembelajaran pada kelas eksperimen yang menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah mempunyai beberapa tahapan yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran. Implementasi pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 1 Sijuk Belitung sudah memenuhi kaidah saintifik. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI krlas VII A SMP Negeri 1 Sijuk. Hal ini terlihat pada rata-rata nilai pretest dan post-test dari kedua kelompok tersebut. Siswa yang belajar dengan model pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) memiliki nilai rata-rata 77,04, sementara siswa yang belajar tidak dengan metode pembelajaran berbasis masalah memiliki nilai rata-rata 52,28 sehingga selisih nilai ratarata pos-test kelompok eksperimen dan kontrol sebesar 24,76.
Implikasi Pedagogis dari Q.S. Al-Ahzab Ayat 45 - 47 tentang Tugas Rasulullah Saw terhadap Pokok dan Fungsi Pendidik Milleandi Indra Emil; Asep Dudi Suhardini; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6551

Abstract

Abstract. Teachers are educators, namely anyone who strives for the development of all the potential of students, both psychomotor and cognitive potentials. The teacher is also a bridge between progress and the abyss of civilization destruction, it depends on the teacher's task, the teacher who knows his duties, and can carry it out well, can be a bridge to the progress of civilization, but if the teacher does not know or even ignore his duties as a teacher, then it can become the brink of collapse of civilization, which will lead to the loss of commendable behavior and achievements for students, society and even civilization.The purpose of this research is to find out: 1). The opinion of the commentators about the QS. Al-Ahzab verses 45-47, 2). Pedagogical implications of QS. Al-Ahzab verses 45-47, 3). analysis of Islamic Education about QS. Al-Ahzab verses 45-47 on the teacher's duties. This research departs from the thoughts of the researcher, that education is something that is always seen wherever it is, because if the education is good, the future of the nation will also be good, and if the education is bad, the future of the nation will also be bad, but education will never be separated. with the teacher, because it is the teacher who provides teaching and also experience to students or students, but good and successful students will not be created if the teacher is not good and does not know their duties well. This study uses a qualitative research approach with library research data collection techniques (library research) with primary data sources including: Tafsir Ibn Kathir, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al Qurthubi and Tafsir Al-Mishbah. While the secondary sources are supporting books related to research problems, including books on Islamic Education and others. The data obtained were then analyzed through a unit process, categorization, data interpretation, and drawing conclusions. The results of this study are: 1). The opinion of the commentators about the QS. Al-Ahzab verses 45-47 are not much different from each other. This is proven when the commentators interpret the word "purify them", all of them interpret that the meaning of the word "purify them" is to cleanse people from polytheism (associating partners with Allah), and morality madzmumah or despicable qualities, 2). Pedagogical implications of QS. Al-Ahzab verses 45-47 gave birth to three learning methods that can be used by teachers, namely; reading method, tazkiyah method, and ta'lim method, 3). Analysis of Islamic Education Science about QS. Al-Ahzab verses 45-47 produce four main tasks for teachers, namely; teach the verses of Allah, tazkiyah (purify the soul), teach the Qur'an & As-Sunnah, and Ta'lim. Abstrak. Guru adalah pendidik, yaitu siapa saja yang mengupayakan perkembangan seluruh potensi anak didik, baik potensi psikomotorik, kognitif. Guru juga merupakan jembatan antara kemajuan dan juga jurang kehancuran peradaban, hal tersebut bergantung kepada tugas guru, guru yang mengetahui tugasnya, dan dapat melaksanakannya dengan baik, dapat menjadi jembatan kemajuan peradaban, akan tetapi jika guru tidak mengetahui bahkan acuh terhadap tugasnya sebagai guru, maka hal tersebut dapat menjadi jurang kehancuran peradaban, yang akan menyebabkan hilangnya tingkah laku terpuji dan prestasi bagi murid, masyarakat dan bahkan perabadan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1). Pendapat para mufassir tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47, 2). Implikasi pedagogis tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47, 3). analisis Ilmu Pendidikan Islam tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47 terhadap tugas guru. Penelitian ini berangkat dari pemikiran peneliti, bahwa pendidikan merupakan hal yang selalu dipandang dimanapun berada, karena jika baik pendidikannya, maka akan baik pula masa depan bangsanya, dan jika buruk pendidikannya, maka akan buruk juga masa depan bangsanya, tetapi pendidikan juga tak akan pernah lepas dengan guru, karena gurulah yang memberikan pengajaran dan juga pengalaman pada murid atau peserta didik, akan tetapi murid yang baik dan sukses tak akan tercipta jika gurunya tak baik dan tak mengetahui tugasnya dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data library research (penelitian kepustakaan) dengan sumber data primer diantaranya: Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Azhar, Tafsir Al Qurthubi dan Tafsir Al-Mishbah. Sedangkan sumber sekundernya adalah bukubuku penunjang yang berkaitan dengan masalah penelitian diantaranya buku Ilmu Pendidikan Islam dan yang lainnya. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui proses satuan, kategorisasi, penafsiran data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah: 1). Pendapat para mufassir tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47 tidak jauh berbeda satu sama lain. Hal itu terbukti ketika para mufassir menafsirkan kata “menyucikan mereka”, seluruhnya menafsirkan bahwa arti kata “menyucikan mereka” adalah membersihkan manusia dari kemusyrikan (menyekutukan Allah), dan akhlaq madzmumah atau sifat-sifat tercela, 2). Implikasi pedagogis tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47 melahirkan tiga metode pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, yaitu; metode membaca, metode tazkiyah, dan metode ta’lim, 3). Analisis Ilmu Pendidikan Islam tentang QS. Al-Ahzab ayat 45-47 menghasilkan empat tugas utama bagi guru, yaitu; mengajarkan ayat-ayat Allah, tazkiyah (mensucikan jiwa), mengajarkan Al-Quran & As-Sunnah, dan Ta’lim.
Model Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an di Pesantren Qur'an Nurul Huda Subang Nurgina Kamelia Ahmad Solehudin; Nan Rahminawati; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6627

Abstract

Abstract. The tahfidz Al-Qur'an program is a flagship program at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School, in its implementation a learning model has been applied which with the learning model applied now creates some of the best hafidz and hafidzah students who are able to complete 15 chapters in three years even beyond it to 30 juz. This study aims to find an approach to learning the tahfidz of the Qur'an at the Qur'an Islamic Boarding School Nurul Huda Subang, identify the procedures for implementing the tahfidz Al-Qur'an learning method at the Qur'an Islamic Boarding School Nurul Huda Subang, analyze the methods and techniques of learning tahfidz Al-Qur'an Qur'an at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School, and reveals the advantages and disadvantages of the tahfidz learning model used at the Nurul Huda Subang Qur'an Islamic Boarding School. The method used in this research is descriptive method through a qualitative approach. By collecting data using observation techniques, interviews, and documentation studies. Based on the results of the research, the learning model applied at the Qur'an Nurul Huda Subang Islamic boarding school uses a direct learning model, this learning model applies step-by-step learning to students using a process approach which, if applied to the direct learning model, students will be more skilled in mastering the material. given, because this process approach focuses students on actively developing their potential in obtaining learning outcomes. The learning strategy is by determining the level of the bi al-nazhr program, and the bi al-gaib program, bi an-nadr is the level that specializes in improving Al-Qur'an reading and bi al-ghaib is the level for the memorization stage. The method used is to use the following methods: Tahsin, Ziyadah, Tasmi', Tafhim, Murajaah, and Ilham.. Abstrak. Program tahfidz Al-Qur’an merupakan program unggulan di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, dalam pelaksanaannya telah diterapkan suatu model pembelajaran yang mana dengan model pembelajaran yang diterapkan kini terciptanya beberapa santri hafidz dan hafidzah terbaik yang mampu menuntaskan 15 juz dalam waktu tiga tahun bahkan melampauinya sampai 30 juz. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pendekatan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, mengidentifikasi prosedur pelaksanaan metoda pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, menganalisis metoda dan teknik pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di Pesantren Qur’an Nurul Huda Subang, dan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan pada model pembelajaran tahfidz yang digunakan di Pesantren Qur’an nurul Huda Subang. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda deskriptif melalui pendekatan kualitatif. Dengan pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, model pembelajaran yang diterapkan di pesantren Qur’an Nurul Huda Subang menggunakan model pembelajaran langsung, model pembelajaran ini menerapkan kepada santri pembelajaran setahap demi setahap dengan menggunakan pendekatan proses yang mana jika diterapkan pada model pembelajaran langsung santri akan lebih terampil dalam menguasai materi yang diberikan, karena pendekatan proses ini yang memusatkan santri secara aktif mengembangkan potensi dirinya dalam memperoleh hasil belajar. Strategi pembelajarannya dengan menentukan tingkatan program bi al-nazhr, dan program bi al-gaib, bi an-nadr adalah tingkatan yang mengkhususkan perbaikan bacaan Al-Qur’an dan bi al-ghaib adalah tingkatan bagi tahap menghafal. Metoda yang digunakan adalah menggunakan metode: Tahsin, Ziyadah, Tasmi’, Tafhim, Murajaah, dan Ilham.
Implementasi Program “Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak” di Ponpes Modern Al- Ihsan Bandung Daffa Nashrul Zakariyya
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6681

Abstract

Abstract. This study aims to determine the implementation of the Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak program, including the planning of the Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak program, the implementation of the Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak program, the evaluation of the Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak program. This research is based on the idea that the more students get used to living with morals, the more it becomes a habit to live with morals. Based on this, the Al-ihsan Islamic boarding school always provides regulations that prioritize morals, to make it a habit for students in their daily lives. Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak is a program to develop the morals of students, which this program can be interpreted in language is the rules of mora development, the method of coaching is using the discipline method as a way to be able to foster and foster the morals of students. To prove this, the researcher used qualitative research, through observation and interviews coupled with the existing archives, the researcher sought further information about the Anidzom 'Alatarqiatil Akhlak program, the selection of informants itself was aimed at caring for students and OPPM administrators. Based on the results of observations and interviews, students in this Islamic boarding school are accustomed to a life full of rules, where these rules will become habituation when they live after graduating from the boarding school, because if they are forced to get used to it it will become a habit, from this are the rules that exist in this boarding school must always include the formation of good santri morals. Coupled with an organized regulation and making a student organization a more lesson in order to get to know a good organization. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak, meliputi tentang perencanaan program Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak, pelaksanaan program Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak, pengevalusian program Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak. Penelitian ini bertolak pada pemikiran bahwa semakin santri membiasakan hidup dengan akhlak, maka semakin menjadi kebiasaan hidup dengan akhlak. Berdasarkan hal tersebut pondok pesantren Al-ihsan ini senantiasa memberikan peraturan-peraturan yang mengedepankan akhlak, untuk menjadikan suatu kebiasaan santri dalam kehidupan sehari-harinya. Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak ini merupakan suatu program untuk mengembangkan akhlak anak didik, yang mana program ini dapat diartikan secara Bahasa adalah peraturan pembinaan akhlak, cara pembinaannya dengan menggunakan metode tatatertib sebagai suatu cara untuk dapat membina dan memupuk akhlak anak didik. Untuk membuktikan hal tersebut peneliti menggunakan penelitian kualitatif, melalui observasi dan wawancara ditambah dengan arsip-arsip yang ada peneliti mencari keterangan lebih lajut terhadap program Anidzom ‘Alatarqiatil Akhlak ini, pemilihan informan itu sendiri ditujukan kepada pengasuhan santri dan pengurus OPPM. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, santri di pondok ini terbiasa dengan hidup yang penuh peraturan, yang mana aturan ini akan menjadi pembiasaan dikala hidup setelah lulus dari pondok, karna keterpaksaan jika dibiasakan maka akan jadi kebiasaan, dari hal ini lah peraturan yang ada dalam pondok ini harus senantiasa meliputi pembentukan akhlak-aklak santri yang baik. Ditambah dengan suatu peraturan yang terorganisir dan menjadikan suatu organisasi santri menjadi pelajaran lebih agar dapat mengenal suatu organisasi yang baik.
Implikasi Pendidikan dari Q.S An-Najm Ayat 5-6 tentang Konsep Pengajaran Jibril terhadap Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Reni Risma Nursolihat; Dedih Surana; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6695

Abstract

Abstract. Indonesian education currently has a fairly poor quality when compared to several countries in the world. One of the problems with Indonesian education today is that there are still incompetent teachers. Because in improving the quality of education and professionalism of teachers, teachers must have competence. So every teacher is required to continue to strive to improve teacher professionalism. The purpose of this study was to analyze: 1) opinion of mufassirin related to Q.s. An-Najm verses 5-6, 2) the essence contained in Q.s. An-Najm verses 5-6, 3) the opinion of education experts about teacher professionalism, 4) the educational implications contained in Q.s. An-Najm verses 5-6 concerning the concept of Jibril's teaching towards efforts to increase teacher professionalism. This study uses a qualitative approach to the type of library research (library research). The method of interpretation uses the tahlili, muqoron and tarbawi methods.The result of this study reveal in the Q.s An-Najm verse 5-6 that teachers, in order to make afforts to educate their professionalism as done bt the angel Jibril a.s. regarding the teaching of revelation to the Prophet Muhammad saw. Are carried out very well and correctly so that he teaching reaches mankind. Professional teachers are teachers who have the competence so that the delivery of learning material is carried out properly and correctly. This is to support the task of professionalism.The educational implications contained in the Qur'an Surah An-Najm verses 5-6 are firstly, the delivery of learning materials properly, correctly and beautiful. Both, understanding and application of teachear competence in depth. Thirdly, a teacher must have spiritual strength. Fourth, a teachers must have physical strength.Abstrak. Pendidikan Indonesia saat ini memiliki mutu yang cukup buruk jika dibandingkan dengan beberapa negara di dunia. Salah satu permasalahan pendidikan Indonesia sekarang, yaitu masih terdapat guru yang belum kompeten. Sebab dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta profesionalitas guru, harus memiliki kompetensi guru. Maka setiap guru dituntut untuk terus berupaya dalam meningkatkan profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis: 1) pendapat mufassirin terkait dengan Q.s. An-Najm ayat 5-6, 2) esensi yang terkandung dalam Q.s. An-Najm ayat 5-6, 3) pendapat para ahli pendidikan tentang profesionalisme guru, 4) implikais pendidikan yang terkandung dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 tentang konsep pengajaran Jibril terhadap upaya peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Adapun metode penafsirannya menggunakan metode tahlili, muqoron dan tarbawi.Hasil dari penelitian ini mengungkapkan di dalam Q.s An-Najm ayat 5-6 bahwa guru, agar melakukan upaya peningkatan profesionalismenya seperti yang dilakukan oleh malaikat Jibril a.s. mengenai pengajaran wahyu kepada Nabi Muhammad saw. dilakukan dengan sangat baik dan benar sehingga pengajaran tersebut sampai kepada umat manusia. Guru yang profesional yaitu guru yang memiliki kompetensi agar penyampaian materi pembelajaran dilakukan dengan baik dan benar. Hal ini untuk menunjang tugas profesionalisnya.Implikasi pendidikan yang terdapat dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 5-6 adalah pertama, penyampaian materi pembelajaran dengan baik, benar, dan indah. Kedua, pemahaman serta pengaplikasian kompetensi guru secara mendalam. Ketiga, seorang guru harus memiliki kekuatan secara rohani. Keempat, seorang guru harus mempunyai kekuatan secara jasmani.