cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Pendidikan Akhlak Bagi Anak dalam Keluarga Perspektif Syekh Umar Bin Ahmad Baradja pada Kitab Akhlak Lil Banin Santika Dewi Pujianti; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6706

Abstract

Abstract. This study aims to explore and describe the concept of Syekh Umar Bin Ahmad Baradja's thoughts regarding moral education in the family contained in Lil Banin's Book of Morals. The position of morality is at a very important level. The ups and downs of a nation depend on its morals. Therefore, it is important to know how moral education should be instilled in children from childhood. This study uses a qualitative approach with the bibliographic coupling method while the type of research used is library research. The results of this study are that the concept of moral education for children is to instill noble behavior in the heart of the child and keep away from disgraceful behavior by: the first thing that must be instilled in children is the cultivation of monotheism. Instilling monotheism in children can be started from small things, for example by reading stories that contain the attributes of Allah, introducing procedures for worshiping Allah, getting used to living by involving Allah, also by telling about Allah's greatness. through His creation. Second, namely the introduction and habituation of worship, for example carrying out prayers, reading the Qur'an so that children are accustomed to worship in their big years and a good personality is formed. Third, the cultivation of morals starts from telling children the form of good morals. Fourth, morals in social form are in the form of good morals towards others, for example towards neighbors, friends, servants, and teachers. The method of moral education for children emphasizes habituation. Besides that, the dialogue method, the exemplary method, the story method, the advice method, and the parable method. Whereas in the implementation of moral education for children in the family, that is when children are able to apply the concept of moral education in everyday life. In conclusion, moral education in the family environment is highly recommended because it is the main educational environment known to children. The concept of moral education by Sheikh Umar Bin Ahmad Baradja is in accordance with the contents of the Qur'an and hadith so that readers of this research are expected to apply it in educating children to overcome the problem of moral and moral crises in modern times. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan konsep pemikiran Syekh Umar Bin Ahmad Baradja mengenai pendidikan akhlak dalam keluarga yang terdapat dalam Kitab Akhlak Lil Banin. Kedudukan akhlak berada pada tingkatan yang sangat penting. Jatuh bangunnya suatu bangsa bergantung pada akhlaknya. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada anak sejak kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode bibliographic coupling sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah library reseach. Hasil dari penelitian ini bahwa konsep pendidikan akhlak bagi anak yaitu menanamkan tingkah laku yang luhur di lubuk hati anak dan menjauhkan dari tingkah laku yang tercela dengan cara: pertama yang harus ditanamkan kepada anak yaitu penanaman tauhid. Penanaman tauhid terhadap anak dapat dimulai dari hal-hal kecil, misalnya dengan membacakan kisah-kisah yang berisikan tentang sifat-sifat Allah, mengenalkan tata cara ibadah kepada Allah, membiasakan hidup dengan melibatkan kepada Allah, juga bisa dengan memberi tahu tentang kebesaran-kebesaran Allah melalui ciptaanNya. Kedua, yakni pengenalan dan pembiasaan ibadah misalnya melaksanakan sholat, membaca Al-Qur’an agar anak terbiasa dalam beribadah di masa besarnya dan terbentuklah kepribadian yang baik. Ketiga, penanaman akhlak dimulai dari memberitahu kepada anak bentuk akhlak-akhlak yang baik. Keempat yaitu akhlak dalam sosial bentuknya berupa berakhlak baik terhadap orang lain misalnya terhadap tetangga, teman, pelayan, dan guru. Adapun metode pendidikan akhlak bagi anak menekankan pada pembiasaan. Selain itu metode dialog, metode keteladanan, metode kisah, metode nasihat, dan metode perumpamaan. Sedangkan dalam implementasi pendidikan akhlak anak dalam keluarga yakni ketika anak mampu mengaplikasikan konsep pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpulannya pendidikan akhlak dalam lingkungan keluarga sangat disarankan karena merupakan lingkungan utama pendidikan yang dikenal oleh anak. Konsep pendidikan akhlak Syekh Umar Bin Ahmad Baradja sesuai dengan isi Al-Qur’an dan hadits sehingga bagi para pembaca penelitian ini diharapkan untuk menerapkannya dalam mendidik anak untuk mengatasi problem krisis akhlak dan moral pada zaman modern ini.
Efektivitas Model Active Learning (MAL) dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di SMP Negeri 5 Lembang Lala Nurul Qodariah; Nan Rahminawati; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6744

Abstract

Abstact. The low quality of learning is one of the problems that exist in the world of education. One of the problems in learning Islamic Religious Education is the low learning outcomes. The application of the Active Learning Models is very suitable for use in Islamic Religious Education subjects using the discussion method to improve student learning outcomes at SMP Negeri 5 Lembang. This study uses a quantitative approach. Data collection techniques are observation, interviews, questionnaires and documentation. The subjects of this research were 26 eighth grade students. The data analysis technique used in this study was the Paired Sample T-test with the help of SPSS 26.0 2022. The results of this study indicated that there was a significant influence between the application of the Active Learning Models and student learning outcomes. This is indicated by (1) There is a significant difference in scores on learning outcomes before and after the Active Learning Models is implemented (sig 0.000 <0.05). (2) The implementation is carried out to apply the Active Learning model with the discussion method which results in students becoming involved in the learning process. And (3) learning outcomes using the Active Learning Models to improve student learning outcomes have a high N gain value and are quite effective programs with an interpretation of effectiveness in the Pretty Effective category (56-75) as many as 16 people or 61.5%. Abstrak. Rendahnya kualitas pembelajaran merupakan salah satu permasalahan yang ada di dunia pendidikan. Salah satu permasalahan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu rendahnya hasil pembelajaran. Penerapan Model Active Learning sangat cocok digunakan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan metode diskusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa di SMP Negeri 5 Lembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, lembar angket dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan berjumlah 26 orang. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini Uji Paired Sample T-test dengan bantuan SPSS 26.0 2022. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara penerapan Model Active Learning dengan hasil belajar siswa. Hal tersebut ditunjukkan dengan (1) Terdapat perbedaan nilai yang signifikan pada hasil belajar sebelum dan sesudah dilakukannya Model Active Learning (sig 0.000 < 0.05). (2) Implementasi yang dilakukan untuk menerapkan Model Active Learning dengan metode diskusi yang menghasilkan siswa menjadi terlibat dalam proses pembelajaran. Dan (3) hasil pembelajaran menggunakan Model Active Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa memiliki nilai N gain yang Tinggi dan merupakan program yang Cukup Efektif nilai dengan tafsiran keefektifan pada kategori Cukup Efektif (56-75) sebanyak 16 orang atau 61.5 %.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas 10 Sekolah Inklusi Robi Mochamad Ilham; Enoh Nuroni Enoh Nuroni; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6769

Abstract

Abstract. Islamic Islamic Religious Education (PAI) is a conscious and planned effort to prepare students to believe, understand, live, and practice the teachings of Islam through guidance, teaching, and practice activities. Education, particularly Islamic Religious Education (PAI), is provided to children who are not only physically complete but also to children who have physical or mental disorders or deficiencies. Nature High School Bandung is an educational institution that has implemented an inclusive education program because there are children with special needs (ABK) who learn together with other normal children, of course with different learning models. This school is able to accept both regular students and students with special needs, known as "inclusion," which is the choice of parents to entrust their children to an inclusive school education so they can participate in learning with other normal children. Islamic Religious Education (PAI) teaching and learning activities are the same as in general; there is no difference between normal students and students with special needs. This research is a type of qualitative research, namely field research. Researchers also use various theories for this qualitative research. Researchers will observe the inclusion learning process that takes place at SMPIT Alam Permata, starting from learning planning, implementation, assessment, and supervision of learning. In this qualitative study, researchers collected data by observation, interview, and documentation. The result of this study is the implementation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in grade 10 at Sekolah Alam High School Bandung, which consists of learning planning, learning process, and evaluation of Islamic Religious Education (PAI) inclusion learning in Inclusion Education. Abstrak. Pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan usaha sadar dan terencana untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan. Pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya diberikan kepada anak yang mempunyai kelengkapan fisik saja, akan tetapi juga diberikan kepada anak yang mempunyai kelainan dan kekurangan fisik atau mental. Sekolah Alam Bandung adalah lembaga pendidikan yang telah melaksanakan program pendidikan inklusi karena didalamnya terdapat Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang belajar bersama-sama anak normal lainnya, tentunya dengan model pembelajaran yang berbeda. Sekolah ini mampu menerima siswa reguler maupun siswa berkebutuhan khusus yang disebut dengan inklusi yang mana sekolah ini menjadi pilihan orang tua siswa untuk menitipkan anaknya pada pendidikan sekolah inklusi untuk mengikuti pembelajaran dengan anak normal lainnya. Kegiatan belajar mengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) sama seperti pada umumnya tidak ada perbedaan antara siswa normal maupun siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, yakni penelitian lapangan. Peneliti juga menggunakan berbagai teori untuk penelitian kualitatif ini. Peneliti akan mengamati proses pembelajaran inklusi yang berlangsung di Sekolah Alam Bandung tingkat SMA ini, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaannya, penilaian dan pengawasan pembelajarannya. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi pembelajaran inklusi Pendidikan Agama Islam (PAI) pada kelas 10 di SMA Sekolah Alam Bandung yang terdiri dari Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Pendidikan Inklusi.
Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembelajaran Akhlak pada Siswa Tunanetra di Kelas 4 SD Atta’zhimiyah Bandung Karlina Nurhasanah Lina; A. Mujahid Rasyid; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6828

Abstract

Abstract. Karlina nurhasanah. (10030118189). Thesis of PAI Study Program, Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Islamic University of Bandung. 2023. Moral learning must be carried out in all schools and given to all students, including those with special needs such as blindness. Moral learning is required or carried out not only looking at limitations or looking at age. like this research at SD Atta'zhimiyah Bandung inclusive school which has blind students and researchers are interested in how the teacher's efforts in learning morals in blind students. This research uses qualitative research with a case study method on one blind student located at SD Atta'zhimiyah Bandung. The data sources used are primary data and secondary data. The data collection techniques used were interviews, observation and documentation. The data analysis technique uses the Miles and Humberman technique (1992, p. 20), namely data collection from data analysis activities, data reduction, data verification, and data presentation. The results of this study can be described that: 1). Moral learning planning for blind students is in accordance with the lesson plan, syllabus and in accordance with the 2013 curriculum. 2). the implementation of moral learning for blind students, namely, the utilization of senses that are still functioning, the use of media in moral learning, and effective learning skills for blind students. 3). Evaluation in learning morals in blind students, namely daily tests, UTS, and UAS using 3 techniques, namely written tests, oral tests, and assignments. 4). Obstacles in learning morals in blind students have several factors. 5). Analysis of moral learning in blind students is good enough in improving moral learning. Moral learning planning for blind students at SD Atta'zhimiyah Bandung relies on the 2013 curriculum, which has lesson plans and syllabus. This is also followed by the implementation of moral learning for blind students in the opening, core and closing activities. After planning and implementation, it is inseparable from evaluation so that teachers can find out the understanding of blind students. And every learning must have obstacles in achieving these goals, therefore an analysis of moral learning is held for blind students. Abstrak. Karlina Nurhasanah. (10030118189). UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBELAJARAN AKHLAK PADA SISWA TUNANETRA DI KELAS 4 SD ATTA’ZHIMIYAH BANDUNG. Skripsi Program PAI, Fakultas Tarbiyah san Keguruan, Universitas Islam Bandung. 2023. Pembelajaran akhlak harus dilakukan diseluruh sekolah dan diberikan kepada semua siswa, tak terkecuali yang memiliki kebutuhan khusus seperti tunanetra. Pembelajaran akhlak dilakukan tidak hanya memandang keterbatasan tetapi belajar suatu hal yang sangat wajib untuk dilakukan pada semua orang. seperti penelitian ini di sekolah inklusi SD Atta’zhimiyah Bandung yang memiliki siswa tunanetra dan peneliti tertarik dengan bagaimana upaya guru dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus pada satu siswa tunanetra yang berlokasi di sekolah dasar (SD) Atta’zhimiyah Bandung. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, verivikasi data, dan penyajian data. Hasil penelitian ini dapat di dekripsikan bahwa: 1). Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra sesuai dengan RPP, Silabus dan sesuai dengan kurikulum 2013. 2). Pelaksanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu, pemanfaatan indera yang masih berfungsi, penggunaan media dalam pembelajaran akhlak, dan keterampilan belajar yang efektif bagi siswa tunanetra. 3). Evaluasi dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra yaitu ulangan harian, UTS, dan UAS dengan menggunakan 3 teknik yaitu tes tulis, tes lisan, dan penugasan. 4). Hambatan dalam pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra memiliki beberapa faktor. 5). Analisis Pemelajaran akhlak pada siswa tunanetra sudah cukup baik dalam meningkatkan pembelajaran akhlak. Perencanaan pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra di SD Atta'zhimiyah Bandung merancu pada kurikulum 2013, yang memiliki RPP dan silabus. Hal ini pun dilanjutkan dengan Pelaksanaan Pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra pembuka, kegiatan inti dan penutup. Setelah diadakannya perencanaan dan pelaksanaan maka tidak terlepas dari evaluasi agar guru dapat mengetahui pemahaman siswa tunanetra. Dan setiap pembelajaran pasti memiliki hambatan dalam mencapai tujuan tersebut, maka dari itu diadakannya analisis pembelajaran akhlak pada siswa tunanetra.
Implementasi Ketentuan Menutup Aurat di Universitas Islam Bandung Nenti Annisa Putri; Ayi Sobarna; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6865

Abstract

Abstract. This study explains the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University, where the phenomenon that occurred was found to be non-disciplined faculty students who were not dressed in Islamic dress. Therefore, the Chancellor of the Bandung Islamic University issued regulations for students which contain technical dress as contained in the Chancellor's regulation No: 252/F.04/Rek/VI/2022 concerning the use of Islamic clothing for students on the Bandung Islamic University campus. The purpose of this research are: 1) Knowing the extent to which the implementation of the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University, 2) Knowing about the application of the provisions for covering the genitals of the Islamic University of Bandung, and 3) Knowing what are the supporting and inhibiting factors in implementing the provisions for covering genitalia at Bandung Islamic University. This study uses a qualitative approach with a case study research method, using data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation studies. The results of the study explain that the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba has not run optimally, this is because in the implementation of non-honed Faculty female students have not fully implemented the Chancellor's regulations. The supporting factors in the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba are the Chancellor who agrees to the existence of Islamic dress guidelines and outside media who also support this program. While the inhibiting factors in the implementation of the provisions for covering genitalia at Unisba are: 1) Communication, the Ruhul Islam has not fully communicated and disseminated Islamic dress regulations. 2) Resources, lack of adequate human resources to control in the field regarding the application of the use of Islamic dress. 3) Disposition (executive attitude), namely the constraints of students who are still found not wearing Islamic dress while on campus. Abstrak. Penelitian ini menjelaskan tentang ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung, dimana fenomena yang terjadi ditemukan mahasiswi fakultas non-dirasah tidak berbusana Islami. Oleh karena itu, Rektor Universitas Islam Bandung mengeluarkan peraturan bagi mahasiswa yang berisi teknis berpakaian yang dimuat dalam peraturan Rektor No: 252/F.04/Rek/VI/2022 tentang penggunaan busana Islami bagi mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung. Tujuan dari penelitian ini yaitu: 1) Mengetahui sejauh mana implementasi ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung, 2) Mengetahui mengenai penerapan ketentuan menutup aurat Universitas Islam Bandung, dan 3) Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat dalam melaksanakan ketentuan menutup aurat di Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus, menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba belum berjalan dengan maksimal, hal ini dikarenakan dalam pelaksanaan di lapangan mahasiswi Fakultas non-dirasah belum sepenuhnya mengimplementasikan peraturan Rektor. Adapun faktor pendukung dalam implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba adalah Rektor yang menyetujui adanya pedoman busana Islami dan media pihak luar turut mendukung program ini. Sedangkan faktor penghambat dalam implementasi ketentuan menutup aurat di Unisba yaitu: 1) Komunikasi, pihak Ruhul Islam belum sepenuhnya mengkomunikasikan dan mensosialisasikan terkait peraturan berbusana Islami. 2) Sumber daya, kurangnya sumber daya manusia dalam jumlah yang memadai untuk mengontrol di lapangan terkait penerapan penggunaan busana Islami. 3) Disposisi (Sikap pelaksana), yaitu kendala dari mahasiswa masih ditemukan yang tidak berbusana Islami pada saat berada di lingkungan kampus.
Implikasi Pendidikan dari Al-Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 71-82 tentang Interaksi Nabi Musa dengan Nabi Khidir terhadap Komunikasi Interaksional Putri Maryam F; Mujahid Rashid; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6897

Abstract

Abstract. The educational process is very dependent on the holder of the tool, namely the educators. However, the current reality is that there are not a few educators and managers of educational institutions who have not been able to improve their quality. One reason is the lack of knowledge of understanding the Qur'an. To restore these conditions, the efforts made are to provide an understanding of the Qur'an, one of which is by studying the Al-Qur'an surah Al-Kahf verses 71-82. From the statement above, the formulation of the problem is formed, namely: (1) What is the opinion of the mufassir about the Al-Qur'an surah Al-Kahf verses 71-82? (2) What is the essence of Surah Al-Kahf verses 71-82? (3) What is the theory of interactional communication according to experts? (4) What are the educational implications contained in Q.S. Al-Kahf verses 71-82 about the interaction between Prophet Musa and Prophet Khidir regarding interactional communication? The method used in this research is descriptive-analytical method. The technique used in data collection is the library research technique (library) researchers examine in depth the interpretations related to research problems. From this research, it was obtained the contents of QS Al-Kahf verses 71-82 that everything that happens must have a reason behind it, unresolved doubts and ignorance can lead to failure, Allah knows what we do not know, does good without strings attached, and it is not permissible for us to prejudice in advance about things we don't know the reasons for. The implications of Q.S Al-Kahf verses 71-82 are that before carrying out the learning process, educators should make agreements or establish regulations with students, in order to create an orderly and directed educational process, an educator should instill intentions in the heart while carrying out worship so that the educational process or teaching interactions are carried out sincerely without any strings attached, before carrying out the educational process the educator should inform the purpose of the educational process to be carried out, as a good student should not be prejudiced against things for which the reason is unknown, because everything must have a reason behind it. Abstrak. Proses pendidikan sangat bergantung pada pendidik. Namun kenyataannya kualitas pendidik dan pengelola lembaga pendidikan belum berkualitas baik. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan untuk memahami Al-Qur'an. Untuk mengembalikan kondisi tersebut, maka dilakukan upaya pendalaman pemahaman Al-Qur'an, salah satunya dengan mempelajari Al-Qur'an Surah Al-Kahfi ayat 71-82. Dari pernyataan di atas maka tebentuk rumusan masalah yaitu: (1) Bagaimana pendapat para mufassir tentang Al-Qur’an surat Al-Kahfi ayat 71—82? (2) Bagaimana esensi dari surat Al-Kahfi ayat 71—82? (3) Bagaimana teori komunikasi interaksional menurut para ahli? (4) Apa implikasi pendidikan yang terkandung dalam Q.S. Al-Kahfi ayat 71-82 tentang interaksi antara Nabi Musa dengan Nabi Khidir terhadap komunikasi interaksional? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analitis. Dalam mengkaji peneliti menggunakan Teknik liberary research (kepustakaan) peneliti mengkaji secara mendalam dari tafsir yang berhubungan dengan masalah penelitian. Dari penelitian ini diperoleh isi kandungan QS Al-Kahfi ayat 71-82 bahwa segala sesuatu yang terjadi pasti memiliki alasan dibaliknya, keraguan dan ketidaktahuan yang tidak dipecahkan dapat menimbulkan kegagalan, Allah mengetahui hal yang tidak kita ketahui, melakukan kebaikan tanpa pamrih, serta tidak boleh berprasangka terlebih dahulu terhadap hal yang belum kita ketahui alasannya. Adapun implikasi dari Q.S Al-Kahfi ayat 71-82 yakni sebelum melaksanakan proses pembelajaran, pendidik hendaknya melakukan kesepakatan atau menetapkan peraturan dengan peserta didik, guna menciptakan proses pendidikan yang tertib dan terarah, seorang pendidik hendaknya menanamkan niat dalam hati sedang melaksanakan ibadah sehingga proses pendidikan atau interaksi pengajaran dilakukan secara ikhlas tanpa pamrih, sebelum melaksanakan proses pendidikan hendaknya pendidik menginformasikan tujuan dari proses pendidikan yang akan dilaksanakan, sebagai peserta didik yang baik sebaiknya tidak berprasangka terhadap hal yang belum diketahui alasannya, karena segala sesuatu pasti memiliki alasan dibaliknya.
Analisis Falsafah Pendidikan Islam dalam Buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia Karya Haidar Bagir Khairil Harja Dinata; Sobar Al Ghazal; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6920

Abstract

Abstract. This study aims to gain clarity regarding: (1) The nature of Islamic education in Indonesia through ontological analysis in the book Restoring Schools to Restore Humans by Haidar Bagir (2) Sources of education, methods of building education, elements of education, educational goals and types of education through epistemological analysis in the book Restoring Schools for Restoring Humans by Haidar Bagir (3) Prophetic values ​​and educational use values ​​for humans through axiological analysis in the book Restoring Schools for Restoring Humans by Haidar Bagir. Data collection in this study used Library Research by going through 3 stages of data analysis, namely data reduction, data presentation, and data analysis. This study shows that: (1) in outline education according to Haidar Bagir is a movement towards revolution that is useful for changes in education in the future. (2) in outline the educational epistemology suggested by Haidar Bagir is to build moral or character education, by changing learning to be happy, being able to provide learning according to student intelligence and not only emphasizing the cognitive side. (3) Broadly speaking, the axiology in Haidar Bagir's view is useful for producing human beings with good morals so that they are able to compete in life in the future. So it can be concluded that from this research, education needs to change, with solutions to provide moral or character education so that humans are not defeated by AI (Artificial Intellegence) Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh kejelasan mengenai: (1) Hakikat pendidikan Islam di Indonesia melalui analisis ontologis dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir (2) Sumber pendidikan, metode membangun pendidikan, unsur pendidikan, sasaran pendidikan dan macam-macam pendidikan melalui analisis epistemologi dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir (3) Nilai-nilai profetik serta nilai guna pendidikan bagi manusia melalui analisis aksiologi dalam buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia karya Haidar Bagir. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Library Research dengan melalui 3 tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan analisis data. Penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) secara garis besar pendidikan menurut Haidar Bagir merupakan sebuah pergerakan menuju revolusi yang berguna untuk perubahan dalam pendidikan di masa depan. (2) secara garis besar epistemologi pendidikan yang disarankan Haidar Bagir ialah membangun pendidikan akhlak atau karakter, dengan mengubah pembelajaran menjadi bahagia, mampu memberikan pembelajaran sesuai kecerdasan siswa dan tidak menekankan sisi kognitif saja. (3) secara garis besar aksiologi dalam pandangan Haidar Bagir ini bermanfaat untuk menghasilkan manusia yang berakhlak baik sehingga mampu bersaing dalam kehidupan ke depannya. Maka dapat disimpulkan dari penelitian ini pendidikan perlu berubah, dengan solusi memberikan pendidikan moral atau karakter agar manusia tidak kalah dengan AI (Artificial Intelligence).
Upaya Guru PAI dalam Meningkatkan Kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an Kelas VII di SMP Negeri 2 Cisitu Sumedang R. Latifah Ahmad; Dinar Nur Inten; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6932

Abstract

Abstract. Al-Qur'an is a source that is used as the basis of Islamic education. To be able to study and understand the contents of the Qur'an, a Muslim must have the ability to read the Qur'an first. Reading the Qur'an is a basic ability that must be possessed by every student. Teaching the Al-Quran is the treatise of Allah SWT and the mission of Islamic education that must be carried out by educators in educating their students. The purpose of this study was to find out the efforts made by Islamic Education teachers in improving the ability to read and write the Qur’an at Junior high school 2 Cisitu Sumedang. Based on the explanation above, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the reading and writing ability of the Al-Qur'an class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? (2) What are the efforts taken by Islamic Education teachers in solving the obstacles to increasing the reading and writing ability of the Al-Qur'an for class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? (3) What are the supporting and inhibiting factors for the Islamic Education teacher's efforts to improve the reading and writing ability of the Al-Qur'an class VII students at Junior high school 2 Cisitu Sumedang? This research uses a qualitative approach using the case study method. Then the data is analyzed and presented in a descriptive form. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Abstrak. Al-Qur’an adalah sumber yang dijadikan landasan dalam pendidikan Agama Islam. Untuk dapat mempelajari dan memahami kandungan Al-Qur’an, seorang muslim harus memiliki kemampuan untuk membaca Al-Qur’an terlebih dahulu. Membaca Al-Qur’an adalah kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap siswa. Mengajarkan Al-Quran merupakan risalah Allah SWT dan misi pendidikan islam yang harus dilaksanakan oleh pendidik dalam mendidik anak didiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru PAI dalam meningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an di SMP Negeri 2 Cisitu Sumedang. Berdasarkan penjelasan di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumusakan sebagai berikut: (1) Bagaimanakah kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang? (2) Bagaimana upaya yang ditempuh guru PAI dalam memecahkan hambatan peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang? (3) Apa faktor pendukung dan penghambat upaya guru PAI dala meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an siswa kelas VII di SMPN 2 Cisitu Sumedang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Kemudian data tersebut dianalisis dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.
Implikasi Pendidikan Q.S. Al-Fajr Ayat 27-30 tentang Jiwa yang Tenang untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa qory nabilah; erham wilda; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6939

Abstract

Abstract. Confidence is very important to be instilled in each individual, to deliver students to be able to develop and take bolder steps, and respect themselves more. The purpose of this research is to find out the Educational Implications of Qs Al Fajr Verses 27-30 Concerning a Calm Spirit to Increase Student Confidence with the following details: (1) To find out the opinion of the mufasir regarding QS.Al-Fajr verses 27-30, (2) ) To explain the essence contained in QS.Al-Fajr verses 27-30, (3) To develop the opinion of Education experts regarding a calm soul, (4) To describe the implications of Education that can be drawn from QS.Al-Fajr verses 27- 30 to increase student confidence. The research method used in this research is to use descriptive method. Descriptive method is a method used to describe or analyze a research result, this describes the implications of QS. Al-Fajr verses 27-30 regarding a calm soul to increase student confidence. The results of the research from Qs. Al-Fajr verses 27-30 are: (1) To achieve a calm soul one must have strong faith and monotheism. (2) The condition of a satisfied or pleased heart is a step towards achieving a calm soul. (3) Being a pious and obedient servant of Allah is placed in a noble place. (4) Heaven is a reward for servants who have a calm soul. The educational implications contained in Qs. Al-Fajr verses 27-30 are: (1) Increase self-confidence with faith and monotheism in peace of mind, (2) A heart that is pleased to increase self-confidence in the steps of achieving a calm soul, (3) Being among God's pious servants in increasing self-confidence, (4) in increasing self-confidence to achieve goals. Abstrak. Rasa percaya diri sangatlah penting ditanamkan pada setiap individu, untuk menghantarkan siswa untuk bisa menjadi berkembangdan melangkah lebih berani, serta lebih menghargai dirinya sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Implikasi Pendidikan Dari Qs Al Fajr Ayat 27-30 Tentang Jiwa Yang Tenang Untuk Meningkatkan Percaya Diri siswa dengan perincian berikut: (1) Untuk mengetahui pendapat para mufasir mengenai QS.Al-Fajr ayat 27-30, (2) Untuk menjelaskan esensi yang terdapat dalam QS.Al-Fajr ayat 27-30, (3) Untuk mengembangkan pendapat para ahli Pendidikan mengenai jiwa yang tenang, (4) Untuk mendeskripsikan implikasi Pendidikan yang dapat diambil dari QS.Al-Fajr ayat 27-30 untuk meningkatkan percaya diri siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian, hal ini mendeskripsikan tentang impilakasi dari QS. Al-Fajr ayat 27-30 mengenai jiwa yang tenang untuk meningkatkan percaya diri siswa. Hasil dari penelitian dari Qs. Al-Fajr ayat 27-30 ini adalah: (1) Untuk mencapai jiwa yang tenang harus memiliki iman dan tauhid yang kuat. (2) Kondisi hati yang puas atau ridha merupakan langkah untuk mencapai jiwa yang tenang. (3) Menjadi hamba Allah yang shaleh dan taat ditempatkan di tempat yang mulia. (4) Surga menjadi ganjaran untuk hamba yang memiliki jiwa yang tenang. Adapun Implikasi pendidikan yang terdapat dari Qs. Al-Fajr ayat 27-30 ini adalah: (1) Meningkatkan percaya diri dengan iman dan tauhid dalam ketenangan jiwa, (2) Hati yang ridha untuk meningkatkan percaya diri dalam langkah mencapai jiwa yang tenang, (3) Menjadi golongan hamba Allah yang sholeh dalam meningkatkan percaya diri, (4) Dalam meningkatkan percaya diri untuk mencapai tujuan.
Persepsi Siswa mengenai Kompetensi Pedagogik Guru PAI terhadap Hasil Pembinaan Baca Hafal Tulis Al-Qur'an (BHTQ) di SDN Sekarwangi Neng Sri Hernawati; Enoh; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6982

Abstract

Abstract. This research is motivated by competence, which is the ability to do work based on knowledge, skills and attitudes towards work. teachers have four competency standards namely pedagogical competence, professional competence, personal competence and social competence. The purpose of this study was to find out the description of students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers, to find out the results of fostering students' reading, memorizing, and writing of the Qur'an, and to find out how much influence students' perceptions regarding the pedagogic competence of PAI teachers have on the results of coaching. read, memorize, write the Koran at SDN Sekarwangi. This study uses a descriptive method with a quantitative approach. Data collection techniques carried out in this study used questionnaires, observation, interviews and documentation. Data analysis was performed using product moment correlation and simple linear regression. The results of this research are the results of the calculations that inform the 40 respondents to the questionnaires that have been distributed indicating that the correlation value reaches 0.282 which indicates a weak correlation because it is in the interval 0.21 to 0.40. The calculated F value is 3.271 with a significance value of 0.078 > 0.05, so the regression model cannot be used to predict the pedagogic competency variables of PAI teachers or in other words there is no effect on the outcome variable of BHTQ guidance. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompetensi adalah kemampuan untuk melakukan pekerjaan berdasarkan pengetahuan, keterampilan dan sikap terhadap pekerjaan. guru memiliki empat standar kompetensi yakni kompetensi pedagogis, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI, untuk mengetahui hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an siswa, dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh persepsi siswa mengenai kompetensi pedagogik guru PAI terhadap hasil pembinaan pembinaan baca, hafal, tulis al-Qur’an di SDN Sekarwangi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan angket, observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan korelasi product moment dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini hasil perhitungan menginformasikan dari 40 responden kuesioner yang telah disebar menyatakan secara menunjukkan nilai korelasi yang mencapai 0,282 yang menunjukkan pada korelasi yang lemah karena berada di interval 0,21 s/d 0,40. Nilai F hitung 3.271 dengan nilai signifikansi sebesar 0.078 > 0.05, maka model regresi tidak dapat dipakai untuk memprediksi variabel kompetensi pedagogik guru PAI atau dengan kata lain tidak ada pengaruh terhadap variabel hasil pembinaan BHTQ.