cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implikasi Pendidikan dari Qs. At-Taubah Ayat 122 terhadap Konsep Kampus Mengajar Sofy safarina saidah; Eko Surbiantoro; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6983

Abstract

Abstract. Indonesia is predominantly Muslim, but many people are indifferent to education. This kind of thinking is certainly not in line with the Islamic perspective on education. In this case, the Ministry of Education and Culture always tries to overcome the low quality of education in Indonesia. One of them is through the new campus teaching program. The teaching and learning process that occurred in the Teaching Campus program activities had occurred at the time of the Prophet Muhammad, at that time the believers were in a state of war, but the believers were not allowed to all participate in the war there had to be some people who studied with the Prophet then taught it again, . This is contained in QS. At-Taubah: 122. So between the government program that has only been running since 2020 and the story contained in QS. At-Taubah: 122 there is a connection. The formulation of the problem which is the aim of the research is 1). What is the opinion of the mufassir about QS. At-Taubah: 122. 2) What is the essence contained in QS. At-Taubah: 122 3). What are the opinions of experts about the concept of teaching campuses 4). What are the educational implications of QS. At-Taubah: 122 on the concept of teaching campuses. The method used in this study is a descriptive approach. The meaning of descriptive is a method that functions to describe or provide an overview of an object under study through data or samples that have been collected as they are without conducting analysis to make conclusions that apply to the public (Sugiyono, 2013) and the technique used in this research is the literature study technique (book survey) to collect data, classify, analyze, and interpret. The results of the summary of the opinions of the mufassirs are 1) A believer is not obligated to go to the battlefield for all jihad, if the Prophet Muhammad did not go to the battlefield. 2) A believer who studies knowledge has priority in Islam. 3) A believer who has knowledge must have the readiness to teach the knowledge he has 4) A believer who has knowledge then this knowledge serves as a warning and protector for its owner. The implications contained from Qs. At-Taubah: 122 is 1. Science can give a warning as a protection against ignorance and foolishness. 2. Emphasis on equal distribution of education for the believers and society in Indonesia. 3. Science can give a warning as a protector of ignorance and stupidity. Abstrak. Negara Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam, akan tetapi banyak masyarakat yang acuh pada pendidikan. pemikiran yang seperti ini tentu tidak sejalan dengan sudut pandang agama Islam terhadap pendidikan, Dalam hal ini kementrian Pendidikan dan Kebudayaan selalu berupaya untuk mengatasi rendahnya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satunya melalui program baru kampus mengajar. Proses belajar mengajar yang terjadi dalam kegiatan program Kampus Mengajar pernah terjadi pada zaman Rasulullah saw, pada saat itu kaum mukminin sedang dalam kondisi peperangan, akan tetapi kaum mukminin tidak diperbolehkan untuk seluruhnya ikut berperang harus ada sebagian orang yang menuntut ilmu kepada Rasulullah lalu mengajarkannya kembali,. Hal ini terdapat dalam QS. At-Taubah : 122. Maka antara program pemerintah yang baru berjalan sejak tahun 2020 dengan kisah yang terdapat dalam QS. At-Taubah : 122 terdapat suatu keterkaitan. Adapun rumusan masalah sekaligus yang menjadi tujuan dari penelitian adalah 1).Bagaimanakah pendapat mufassir tentang QS. At-Taubah : 122. 2)Apa esensi yang terkandung dalam QS. At-Taubah : 122 3).Bagaimanakah pendapat para ahli tentang konsep kampus mengajar 4).Bagaimana implikasi pendidikan dari QS. At-Taubah : 122 terhadap konsep kampus mengajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif Adapun pengertian dari deskriptif yaitu suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran suatu objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah dikumpulkan sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum(Sugiyono,2013) dan teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik Study literatur (book Survey) untuk mengumpulkan data, mengklasifikasikan, menganalisa, dan menginterpretasi. Hasil rangkuman dari pendapat para mufassir yakni 1)Seorang mukmin tidak diwajibkan untuk semua berjihad ke medan perang, jika Nabi Muhammad Saw tidak ikut ke medan perang. 2)Seorang mukmin yang menuntut ilmu mempunyai keutamaan dalam Agama Islam. 3)Seorang mukmin yang memiliki ilmu pengetahuan harus mempunyai kesiapan untuk mengajarkan ilmu yang dimilikinya4)Seorang mukmin yang memiliki ilmu pengetahuan maka ilmu pengetahuan tersebut berfungsi sebagai peringatan dan pelindung bagi pemiliknya. Implikasi yang terkandung dari Qs. At-Taubah : 122 adalah 1. Ilmu pengetahuan dapat memberi peringatan sebagai pelindung diri dari ketidaktahuan dan kebodohan. 2. Ditekankannya pemerataan pendidikan untuk kaum mukminin dan masyarakat di Indonesia. 3. Ilmu pengetahuan dapat memberi peringatan sebagai pelindung diri dari ketidaktahuan dan kebodohan.
Implikasi Program Kegiatan Keagamaan dalam Pembiasaan Solat Duha dan Baca Al-Qur'an Luthfan Amna Sya'ban Faturrohman; A. Mujahid Rasyid; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7070

Abstract

Abstract. The background of this research is where educators see students who are not accustomed to praying Duha and reading the Qur'an, therefore educators and schools from SMPN 36 Bandung want to implement a program of religious activities in the habit of praying Duha and reading the Qur'an. and for the students. The purpose of this religious activity program is to familiarize and apply it in everyday life for all students. This research uses a qualitative descriptive method to analyze the data use data collection, data reduction and data presentation. Based on the results of data processing, planning is carried out based on evaluation, namely the person in charge of this religious activity program forms an implementing team or often referred to as PPK, the formation of the SMPN 36 Character School Team is tasked with making PPK-based curriculum development documents, implementing quality assurance for the implementation of KDP Jagar is going well in the future, the implementation of this religious activity program is neatly arranged, namely online through software such as Zoom, for the final evaluation of this religious activity program all students are required to write down all religious activities that have been carried out through an assignment book and fill out the final evaluation through the google form that has been provided by the person in charge of the program.Abstrak. Kajian penelitian ini dilatar belakangi pendidik melihat kondisi peserta didik yang belum terbiasa melaksanakan sholat duha dan baca Al-Qur’an, maka dari itu pendidik dan pihak sekolah dari SMPN 36 Bandung ingin menerapkan program kegiatan keagamaan dalam pembiasaan sholat duha dan baca Al-Qur’an bagi peserta didiknya. Tujuan dari program kegiatan keagamaan ini yaitu bertujuan untuk membiasakan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari bagi semua peserta didiknya. Untuk penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, untuk menganilisis data yaitu pengumpulan data, reduksi data dan penyajian data. Berdasarkan hasil dari pengolahan data, perencanaan yang dilakukan berdasarkan evaluasi, yaitu penanggung jawab dari program kegiatan keagamaan ini membentuk Tim pelaksana atau sering disebut dengan PPK, terbentuknya Tim Sekolah Karakter SMPN 36 ini bertugas untuk membuat dokumen pengembangan kurikulum berbasis PPK, melaksanakan penjaminan mutu pelaksanaan PPK jagar terlaksana dengan baik kedepannya , pelaksanaan dari program kegiatan keagamaan ini tersusun dengan rapi yaitu secara online melalui perangkat lunak seperti zoom, untuk evaluasi akhir dari program kegiatan keagamaan ini semua peserta ddik diwajibkan menulis semua kegiatan keagamaan yang sudah dilaksanakan melalui buku tugas dan mengisi evaluasi akhir melalui google form yang sudah disediakan oleh penanggung jawab dari program tersebut.
Implementasi Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning untuk Penghayatan SKI Siswa Kelas IV MI Al-Muttaqin Cicalengka Fitri Melani Chaerunnisa; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7131

Abstract

Abstract. Based on observations made by researchers on March 1 2021 at MI Al-Muttaqin Cicalengka that there are problems faced by students in studying SKI subject material. With the above facts, an innovative learning strategy is needed which is expected to be more effective and efficient which is able to provide opportunities for students to construct their own knowledge based on their cognitive maturity. One alternative that can be used is the Contextual Teaching and Learning (CTL) learning model. The purpose of this study was to determine student learning outcomes through the Contextual Teaching And Learning learning model to improve student learning outcomes in SKI subjects. The method used in this research is empirical quantitative research using a scientific approach or called a quantitative approach with experimental methods. Several data collection techniques were carried out, namely tests (pretest-posttest), interviews, observations and documentation studies. This quantitative research is presented in the form of descriptive statistics that clearly describe how the differences in the level of student learning outcomes in SKI subjects before and after being given treatment. The results of this study with the results of (a) Pretest obtained with an average of 51.5%. With this average value, it can be concluded that learning outcomes can be said to be low. The low student learning outcomes have several factors that greatly influence, one of which is the learning model. (b) From the results of the Posttest, the average result was 58.37%. From the average results, it can be seen that there is a significant increase. (c) The effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on learning outcomes can be see through the posttest results. The posttest results have a significant average, so the Contextual Teaching and Learning (CTL) model applied by this researcher has increased because the researchers themselves provide direction to students. Therefore, learning outcomes increase when the treatment is carried out. Abstrak. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 1 Maret 2021 di MI Al-Muttaqin Cicalengka bahwa ada masalah yang di hadapi peserta didik dalam mempelajari materi mata pelajaran SKI. Adanya kenyataan seperti diatas, maka diperlukan suatu inovasi strategi belajar yang diharapkan lebih efektif dan efisien yang mampu memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengontruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan kematangan kognitif yang dimilikinya.Salah satu alternatif yang bisa digunakan yaitu metode Contextual Teaching and Learning(CTL).Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar peserta didik melalui model pembelajaran Contextual Teaching And Learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SKI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empirik kuantitatif menggunakan pendekatan ilmiah atau disebut pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Beberapa teknik pengumpulan data yang ditempuh yaitu tes (pretest-posttest), wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Penelitian kuantitatif ini disajikan dalam bentuk statistik deskriptif yang menjabarkan secara jelas bagaimana perbedaan tingkat hasil peserta didik pada mata pelajaran SKI sebelum dan setelah diberi perlakuan. Hasil dari penelitian ini dengan hasil (a) Pretest yang diperoleh dengan rata-rata yaitu 51,5 %. Dengan nilai rata-rata tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar dapat dikatakan rendah. Rendahnya hasil belajar peserta didik ini memiliki beberapa faktor yang sangat mempengaruhi, salah satunya yaitu model pembelajaran. (b) Dari hasil Posttest memperoleh hasil rata-rata yaitu 58,37%. Dari hasil rata-rata tersebut dapat terlihat adanya peningkatan yang signifikan. (c) Pengaruh model Contextual Teaching and Learning (CTL) ini pada hasil belajar bisa dilihat melalui dari hasil posttest. Pada hasil posttest tersebut terbilang memiliki rata-rata yang signifikan, sehingga model Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diterapkan oleh peneliti ini mengalami kenaikan karena peneliti sendiri memberikan arahan kepada peserta didk. Oleh karena itu hasil belajar meningkat saat perlakuan dilakukan.
Implementasi Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD BPI Kota Bandung Nissa Nabilla Bakhtiar; Enoh; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7168

Abstract

Abstract. The existence of this elementary school that implements inclusive education in the city of Bandung is SD BPI Bandung City. This school is a school where PAI learning is also applied every day for children with special needs. The purpose of this study was to determine the implementation of PAI learning in inclusive classes at BPI Elementary School in Bandung, which includes planning, implementation, assessment and supporting and inhibiting factors for PAI learning. The method used is the Field Research method using an inductive approach. The results obtained from this study are: In planning lessons, PAI teachers make lesson plans for regular students while special accompanying teachers make Individual Learning Programs for students with special needs. In the implementation of learning, the PAI teacher teaches as usual, there is no special action to pay attention to the needs of students with special needs, because there is a special accompanying teacher in the class who functions to guide and create learning methods for students with special needs, if the method used by the PAI teacher cannot be followed by ABK students. The questions and assessment formats prepared by the PAI teacher are only for regular students, while for students with special needs it is made by a special accompanying teacher. Supporting factors that support inclusive learning in this school are the competence of the principal, teachers and an environment that is ready to accept students with special needs. The inhibiting factors in the implementation of Islamic religious education learning include: the lack of planning carried out by the teacher, students with special needs often have difficulty understanding the material and answering practice questions. Abstrak. Keberadaan sekolah dasar ini salah satu yang menerapkan pendidikan inklusif di kota Bandung adalah SD BPI Kota Bandung. Sekolah ini merupakan sekolah yang dimana dalam pembelajaran PAI juga diterapkan sehari hari bagi anak ABK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pembelajaran PAI pada kelas inklusif di SD BPI Kota Bandung, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran PAI. Metode yang digunakan adalah metode Field Research dengan menggunakan pendekatan induktif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: Dalam merencanakan pembelajaran, guru PAI membuat RPP untuk siswa reguler sedangkan guru pendamping khusus membuat Program Pembelajaran Individual untuk siswa ABK. Dalam pelaksanaan pembelajaran, guru PAI mengajar seperti biasa, tidak ada tindakan istimewa untuk memperhatikan kebutuhan siswa ABK, karena terdapat guru pendamping khusus di dalam kelas yang berfungsi untuk membimbing dan membuat metode pembelajaran bagi siswa ABK, apabila metode yang digunakan guru PAI tidak dapat diikuti oleh siswa ABK. Pembuatan soal dan format penialaian yang disiapkan oleh guru PAI hanya untuk siswa reguler sedangkan bagi siswa ABK dibuat oleh guru pendamping khusus. Faktor pendukung yang menunjang pembelajaran inklusif di sekolah ini yaitu kompetensi kepala sekolah, guru-guru dan lingkungan yang siap untuk menerima siswa ABK. Adapun faktor penghambat dalam implementasi pembelajaran pendidikan agama Islam diantaranya: kurangnya perencanaan yang dilakukan oleh guru, siswa berkebutuhan khusus seringkali kesulitan dalam memahami materi dan menjawab soal latihan.
Pengaruh Pelaksanaan Program Menghafal Al-Qur’an terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa SMP ITA At-Tauhid Pangkal Pinang Iko Andrean; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6945

Abstract

Penelitian ini bertujuan 1) Untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana gambaran tentang program menghapal Al-Qur’an bagi siswa SMP Islam Tahfizh Al-Qur’an At-Tauhid Pangkal Pinang. 2) Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar pengaruh program menghafal Al-Qur’an terhadap prestasi belajar PAI siswa SMP Islam Tahfizh Al-Qur’an At-Tauhid Pangkal Pinang. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dan inferensial yang mengoperasikann perhitunganya menggunakan program spss 25.0. Sampel pada penelitian ini yaitu siswa SMPITA At-Tauhid Pangkal Pinang yang berjumlah 25 orang. Variabel yang dikaji pada penelitian ini yaitu Pelaksanaan Program Menghafal Al-Qur’an (X) dan Prestasi Belajar PAI Siswa (Y) dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan penelitian lapangan yaitu observasi, wawancara, test dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Pelaksanaan Program Menghafal Al-Qur’an terhadap Prestasi Belajar PAI siswa. Pada tabel hasil perhitungan analisis korelasi pearson diperoleh nilai pearson correlation yaitu sebesar 0,642 yang pada tabel tingkat hubungan antar variabel masuk ke dalam kategori memiliki tingkat hubungan korelasi yang kuat. Pada tabel hasil perhitungan analisis korelasi pearson juga menunjukkan bahwa nilai pearson correlation memiliki nilai positif bukan negatif yaitu 0,642, artinya dapat disimpulkan bahwa program menghafal Al-Qur’an berhubungan positif terhadap prestasi belajar PAI siswa di SMP ITA At-Tauhid Pangkal Pinang. This study aims 1) to find out and analyze how the description of the Al-Qur'an memorization program for Tahfizh Al-Qur'an At-Tauhid Pangkalpinang Islamic Middle School students. 2) To find out and analyze how much influence the Al-Qur'an memorization program has on the learning achievement of PAI Islamic Middle School students at Tahfizh Al-Qur'an At-Tauhid Pangkalpinang. The research method used is descriptive quantitative and inferential analysis which operates the calculations using the SPSS 25.0 program. The sample in this study were 25 students at SMPITA At-Tauhid Pangkal Pinang. The variables studied in this study were the Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program (X) and Student Achievement in PAI Learning (Y) with data collection techniques carried out by field research, namely observation, interviews, tests and documentation. The results of this study concluded that there was a significant influence between the Implementation of the Al-Qur'an Memorization Program on the Learning Achievement of PAI students. In the pearson correlation analysis calculation result table, the pearson correlation value is 0.642, which in the table of the level of relationship between variables is included in the category of having a strong level of correlation. In the table of calculation results of the Pearson correlation analysis it also shows that the Pearson correlation value has a positive not negative value of 0.642, meaning that it can be concluded that the Al-Qur'an memorization program is positively related to student achievement in PAI at SMP ITA At-Tauhid Pangkal Pinang.
Implementasi Penanaman Nilai-Nilai Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan pada Peserta Didik di MTs Muslimin Cipeundeuy Iim Rohimah; Asep Dudi Suhardini; Helmi Aziz
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.7202

Abstract

Abstract.Various kinds of problems in the era of globalization, especially character education, experienced a sharp decline. The cause of this phenomenon is due to the low role of education in building character education in children's lives. The next cause is the implementation of values ​​in Islamic education is running very slowly, and the emotional condition of students is not very stable. With this research conducted to find out how the background instills character values ​​through religious activities. Besides that, you can find out the planning, implementation, evaluation and results of instilling character values. Researchers used a qualitative research approach with descriptive methods. Based on the processing of the research data: 1) Planning for religious activities at MTs Muslimin Cipeundeuy is at the beginning of the year meeting with the teacher council. 2) Implementation of religious activities of Duha prayer, reading the Koran, and conversations in Arabic and English starting at 07.00-08.00 WIB at the mosque. Then do the habit of reading Asmaul Husna in class. The congregational midday prayer is usually held every day at school. 3) Evaluation a) Evaluation of the process of implementing Duha prayer still has problems. b) Evaluation of the process of reading the Koran is carried out directly during the activity. c) Evaluation of Arabic and English conversations was not carried out during the activity process. d) Evaluation of the habit of reading Asmaul Husna seen from the enthusiasm of students in participating in reading Asmaul Husna in class. e) Evaluation of the midday prayer in congregation, there are some students who cannot be disciplined. 4) The results of cultivating character values ​​through religious activities are character values ​​of discipline, religion, responsibility, fond of reading, friendly/communicative. Abstrak. Berbagai macam persoalan pada zaman globalisasi khususnya pendidikan karakter mengalami kemerosotan yang tajam. Penyebab fenomena tersebut adalah karena rendahnya peran pendidikan dalam membangun pendidikan karakter dalam kehidupan anak. Penyebab selanjutnya adalah implementasi nilai-nilai dalam pendidikan Islam berjalan sangat lambat, dan kondisi emosi siswa tidak terlalu stabil. Dengan adanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana latar belakang menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan keagamaan. Selain itu dapat mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan hasil penanaman nilai-nilai karakter. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Berdasarkan pengolahan data hasil penelitian maka: 1) Perencanaan kegiatan keagamaan di MTs Muslimin Cipeundeuy adalah pada saat rapat awal tahun bersama dengan dewan guru. 2) Pelaksanaan kegiatan keagaman shalat dhuha, membaca al-Qur’an, dan percakapan bahasa Arab dan bahasa Inggris dimulai pada pukul 07.00-08.00 WIB yang bertempat dimesjid. Kemudian melakukan pembiasaan pembacaan Asmaul Husna dikelas. Adapun pelaksanaan shalat dzuhur berjamaah biasa dilaksanakan setiap hari di sekolah. 3) Evaluasi a) Evaluasi proses pelaksanaan shalat dhuha masih memiliki kendala. b) Evaluasi proses membaca al-Qur’an dilakukan secara langsung selama kegiatan dilaksanakan. c) Evaluasi percakapan bahasa arab dan bahasa inggris tidak dilakukan selama proses kegiatan berlangsung. d) Evaluasi pembiasaan pembacaan asmaul husna dilihat dari antusias peserta didik dalam mengikuti bacaan asmaul husna dikelas. e) Evaluasi shalat dzuhur berjamaah terdapat sebagian peserta didik yang tidak bisa disiplin. 4) Hasil penanaman nilai-nilai karakter melalui kegiatan keagamaan adalah nilai karakter disiplin, religius, tanggungjawab, gemar membaca, bersahabat/komunikatif.
Implmentasi Pendidikan Karakter Baku (Baik Dan Kuat) Melalui Program SSG (Santri Siap Guna) di Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung ramadansyah, Ramadansyah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i2.7959

Abstract

Abstract. Daarut Tauhiid Islamic Boarding School is one of the institutions that handle, especially character building, one of the leading programs in fostering this character is the education and basic training of ready-to-use students in applying BAKU (baik dan kuat) character. This research aims to: 1) know the background of the implementation policy of BAKU (baik dan kuat) character education through the SSG program. 2) BAKU character education for Santri Siap Guna participants. 3) support and inhibite factors for the implementation of BAKU (good and strong) character education through the SSG program. Researcher used descriptive methods to obtain a clear picture of "the manager's efforts in instilling BAKU character for participants in the basic education and training program for ready-to-use santri at Daarut Tauhiid. From the results of the study, researcher could obtain the information and also data from the training held by conducting field research, analyzing it, then clarifying it through techniques such as interviews, observations, and also field studies. The findings of the research are as follows: 1) the background of the BAKU (baik dan kuat) character education implementation policy stems from concerns about the condition of the Indonesian nation which has so many problems. Whereas this nation has many unproductive and less useful youth resources in a global situation that demands to be able to compete with other countries quickly, 2) the implementation of baku character carried out by the trainees is that the participants apply honesty, sincerity, tawadhu, discipline, courage, and resilience, 3) Inconsistent and the lack of enthusiasm of students in carrying out all activities are inhibiting factors in the implementation of BAKU (baik dan kuat) character education. Abstrak. Pesantren Daarut Tauhiid merupakan salah satu lembaga yang menangani, khususnya dalam pembentukan karakter, salah satu program unggulan dalam menumbuhkan karakter ini adalah pendidikan dan pelatihan dasar santri siap guna dalam menerapkan karakter baku (baik dan kuat). Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui latar belakang kebijakan implementasi pendidikan karakter BAKU (baik dan kuat) melalui program SSG. 2) pedidikan karakter BAKU bagi peserta Santri Siap Guna. 3) faktor pendukung dan penghambat implementasi pendidikan karakter BAKU (baik dan kuat) melalui program SSG. Peneliti menggunakan metode deskriptif sebagai upaya yang dilakukan peneliti untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang “usaha pengelola dalam penanaman karakter BAKU bagi peserta program pendidikan dan pelatihan dasar santri siap guna di Daarut Tauhiid. Sehingga dari hasil penelitian tersebut peneliti dapat memperoleh informasi dan juga data dari pelatihan yang diadakan dengan melakukan penelitian lapangan, menganalisisnya, kemudian mengklarifikasi melalui teknik seperti wawancara, observasi dan juga studi lapangan. Hasil temuan dari penelitian sebagai berikut: 1) latar belakang kebijakan implementasi pendidikan karakter BAKU (baik dan kuat) Berawal dari keprihatinan akan kondisi bangsa Indonesia yang begitu banyak masalah. Padahal bangsa ini memiliki banyak sumber daya pemuda yang tidak produktif dan kurang manfaat dalam situasi global yang menuntut untuk bisa bersaing dengan negara lain secara cepat . 2) Implementasi karakter baku yang dilakukan oleh peserta pelatihan adalah peserta mengaplikasikan sikap jujur, ikhlas, tawadhu, disiplin, berani dan tangguh, 3) Tidak komitemen dan kurang semangatnya peserta didik dalam melaksanakan semua kegiatan merupakan faktor penghambat dalam pelaksanaan pendidikan karakter BAKU (Baik dan Kuat).
Implementasi Kurikulum Merdeka Terkait Profil Pelajar Pancasila pada Mata Pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi NURUL Latifah; Dedih Surana; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i2.8192

Abstract

Abstract. In the independent curriculum related to Pancasila student profiles, there are main dimensions related to Islamic Religious Education. And this is one of the answers to answer the challenges of the times, where even though the times are continuing to occur, religious character education in Indonesia is the main point of all aspects. Because religious character education is the main foundation in Indonesia to create Indonesian citizens who believe, fear God and have noble character. Kemdikbudristek pours character education for the Indonesian people into the independent learning curriculum which has various dimensions in it or commonly known as the Pancasila student profile. The first dimension of the Pancasila student profile has the meaning of character education for students towards their religion which is based on Pancasila which needs to be realized during the learning process. This study aims to determine the program, process, assessment, and supporting factors and obstacles of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students in PAI subjects at SMP Negeri 12 Cimahi. The research method used in this research is a case study with a qualitative research approach, and for the process of collecting data using interview techniques, observation and documentation. The results of this study indicate that the implementation of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students on the dimension of faith and piety to God Almighty, and having noble character in PAI subjects at SMP Negeri 12 Cimahi has not been realized optimally because activities that apply the profile of Pancasila student dimensions of faith and piety to God Almighty, and Having a noble character has only been realized in intra-curricular activities, extracurricular reading and writing of the Qur'an (BTQ), and the habituation of school culture, while co-curricular activities have not been realized. Even so, educators at SMP Negeri 12 Cimahi continue to maximize the activities that are already in school so that the implementation of the independent curriculum related to the profile of Pancasila students can be realized properly. Keywords: Implementation of the Independent Curriculum Related to Pancasila Student Profiles, Islamic Religious Education. Abstrak. Dalam kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila terdapat dimensi utama yang berkaitan dengan Pendidikan Agama Islam. Dan inilah salah satu jawaban untuk menjawab tantangan perkembangan zaman, dimana meskipun perkembangan zaman terus terjadi namun pendidikan karakter keagamaan di negara Indonesia menjadi poin utama dari segala aspek. Sebab pendidikan karakter keagamaan menjadi suatu landasan utama di negara Indonesia untuk menciptakan warga Indonesia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia. Kemdikbudristek menuangkan pendidikan karakter untuk bangsa Indonesia pada kurikulum merdeka belajar yang memiliki berbagai dimensi didalamnya atau biasa disebut dengan profil pelajar pancasila. Dimensi pertama dari profil pelajar pancasila memiliki makna pendidikan karakter peserta didik terhadap agamanya yang berlandaskan pada Pancasila yang perlu diwujudkan selama proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program, proses, penilaian, dan faktor pendukung dan hambatan dari kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan penelitian kualitatif, dan untuk proses pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila dimensi beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia pada mata pelajaran PAI di SMP Negeri 12 Cimahi belum terealisasi dengan maksimal karena kegiatan yang menerapkan profil pelajar pancasila dimensi beriman bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia baru terealisasikan pada kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler Baca Tulis Al-qur‟an (BTQ), dan pembiasaan budaya sekolah, sedangkan pada kegiatan kokurikuler belum terealisasikan. Meskipun demikian, pendidik di SMP Negeri 12 Cimahi terus memaksimalkan kegiatan yang sudah ada di sekolah agar penerapan kurikulum merdeka terkait profil pelajar pancasila bisa terealisasikan dengan sebagaimana mestinya. Kata Kunci: Implementasi Kurikulum Merdeka Terkait Profil Pelajar Pancasila, Pendidikan Agama Islam.
Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas VI SDN Pasirkelewih Cianjur Samsiah, Cici
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i2.8291

Abstract

Abstrak. Model pembelajaran sangat efektif dalam upaya peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar, karena pada kegiatan pembelajaran siswa dituntut untuk berperan aktif dan mampu mengembangkan kreativitasnya. Guru yang kreatif akan pandai memilih model pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kondisi objektif kreativitas siswa sebelum dan sesudah diterapkannya model pembelajaran Project Based Learning (PjBL); 2) mengidentifikasi pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam peningkatan kreativitas siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi objektif kreativitas belajar siswa sebelum diterapkannya model pembelajaran Project Based Learning menurun, sedangkan setelah diterapkan kondisi objektif kreativitas siswa meningkat. Hal ini ditunjukkan dari perolehan nilai rata-rata pada posttest sebesar 79,44, sedangkan pretest sebesar 35,00. Penerapan model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Paired-Samples t-Test yang memperoleh nilai Sig (2-tailed) = 0.000. Berdasarkan pengujian yang sudah dilakukan, maka dapat dikatakan bahwa ditolak dan diterima karena 0.000 < α 0.05. Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Project Based Learning terhadap peningkatan kreativitas belajar siswa kelas VI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti di SDN Pasirkelewih Cianjur. Abstract. The learning model is very effective in efforts to improve the quality of teaching and learning activities because, in learning activities, students are required to play an active role and be able to develop their creativity. Creative teachers will be good at choosing learning models that can increase student creativity. This study aims to: 1) determine the objective conditions of student creativity before and after the implementation of the Project Based Learning (PjBL) learning model; and 2) identify the effect of the PjBL learning model in increasing student creativity. This study used a quantitative approach to the experimental method with a one-group pretest-posttest design. The results of this study indicate that the objective condition of student learning creativity before the implementation of the project-based learning model decreased, whereas after the application of the project-based learning model, the objective condition of student learning creativity increased. This is shown by the acquisition of an average score in the posttest of 79.44, while the pretest was 35.00. The application of the project-based learning model can increase student creativity. This can be seen from the results of the Paired-Samples t-test, which obtained a value of Sig (2-tailed) = 0.000. Based on the tests that have been carried out, it can be said that is rejected and is accepted because 0.000 < α 0.05. It can be concluded that there is a significant influence of the use of the project-based learning model on increasing the learning creativity of class VI students in Islamic Religious Education and Moral Education subjects at SDN Pasirkelewih Cianjur.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S. Al-Ahzab Ayat 21 tentang Keteladanan dari Orangtua dalam Keluarga Siti Ulfaeni Komariyah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i2.8555

Abstract

Abstrak. Al-Quran sebagai kitab suci umat Islam, pada Q.S. Al-Ahzab Ayat 21 memberi penegasan bahwa sesungguhnya telah ada suri teladan pada diri Rasulullah SAW. Ayat ini untuk meneladani kepribadian Rasulullah SAW. Kepribadian disini yaitu kepribadian beliau secara totalitasnya adalah teladan atau dalam kepribadian beliau hal-hal yang patut diteladani. Oleh karena itu setiap orang mesti meneladani atau mencontoh kepribadian Rasulullah SAW. Terutama dalam sebuah keluarga keteladanan penting diterapkan oleh orangtua guna mengembangkan kepribadian anak. Peneliti ini bertujuan untuk mengetahui (1). pendapat para mufassir mengenai Q.S. al-Ahzab ayat 21. (2). esensi Q.S. al-Ahzab ayat 21 berdasar pendapat para mufassir. (3) bagaimana pendapat para pakar pendidikan tentang konsep keteladanan dari orangtua dalam keluarga. (4). implikasi Q.S. al-Ahzab ayat 21 tentang keteladanan dari orangtua dalam keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur. Kegiatan penelitian dilakukan dengan cara mengkaji, memahami, menganalisa, serta menginterpretasikannya dari kitab-kitab tafsir, buku-buku, dan ayat-ayat al-Quran yang berhubungan dengan permasalahan yang menunjang dalam penelitian ini. Adapun hasil dari penelitian ini, nilai-nilai pendidikan dari Q.S. al-Ahzab ayat 21 mengenai keteladanan dari orangtua dalam keluarga, sebagai berikut: : menanamkan iman dan takwa kepada Allah di dalam jiwa, senantiasa istiqamah dalam beribadah, menanamkan sikap tawadhu dalam kehidupan sehari-hari, menanamkan sifat dermawan dalam kehidupan sehari-hari, nenebarkan kasih sayang, membiasakan bersabar dalam menghadapi cobaan dan tantangan yang datang dari Allah SWT., membiasakan diri untuk meminta dan memberi maaf kepada oranglain, membiasakan diri untuk selalu jujur, Mempelajari perintah-perintah Allah SWT dengan menuntut ilmu, melaksanakaan amanah sesuai dengan apa yang diberikan. Abstract. Al-Quran as the holy book of Muslims, in Q.S. Al-Ahzab Verse 21 emphasizes that in fact there has been a role model in the Prophet Muhammad. This verse is to emulate the personality of Rasulullah SAW. The personality here, namely his pe rsonality in totality, is an example or in his personality things that should be emulated. Therefore, everyone must emulate or imitate the personality of the Prophet Muhammad. Especially in a family, it is important to set an example by parents to develop a child's personality. This researcher aims to find out (1). opinion of the mufassir regarding Q.S. al-Ahzab verse 21. (2). the essence of Q.S. al-Ahzab verse 21 based on the opinion of the mufassir. (3) what are the opinions of educational experts about the exemplary concept of parents in the family. (4). implication of Q.S. al-Ahzab verse 21 about the example of parents in the family. This study uses a qualitative research approach with data collection techniques in the form of literature studies. Research activities are carried out by studying, understanding, analyzing, and interpreting from the books of interpretation, books, and verses of the Koran that relate to the problems that support this research. As for the results of this study, the educational values of Q.S. al-Ahzab verse 21 regarding the example of parents in the family, as follows:: instill faith and piety to Allah in the soul, always istiqamah in worship, instill humility in everyday life, instill generosity in everyday life, spread compassion, getting used to being patient in facing trials and challenges that come from Allah SWT, getting used to asking and giving forgiveness to others, getting used to always being honest, learning the commands of Allah SWT by studying knowledge, carrying out the mandate according to what is given.