cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Pembiasaan Shalat Sunnah Dhuha dalam Pembentukan Karakter Sikap Disiplin Siswa SMP Kartika XIX-I Siliwangi Bandung Yuli Seliana; Hakim, Arif; Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10547

Abstract

Abstract. This research is focused on the application of Dhuha Prayer as a habit to shape student character, especially in the aspects of discipline and worship in the school environment. Discipline is considered key in achieving the goals of the school's Code of Conduct, with awareness of school rules as an important foundation for achieving maximum potential in the teaching process. The concept of discipline involves establishing students' exercise and self-control by teaching appropriate behavior. Dhuha prayer is considered a significant component in learner growth, ensuring regular habits of worship. The main goal is to form individuals with strong beliefs, piety, and noble behavior in the future. The research method used is qualitative with a case study approach, involving a comprehensive analysis of individuals. The results showed that the habituation of Dhuha Prayer at Kartika Junior High School succeeded in shaping the character of students, seen from their discipline in maintaining prayer and interacting with teachers. Nevertheless, there is a weakness in the aspect of responsibility, especially related to the habit of leaving class during free time and gathering in the canteen before the time. This limitation is due to the lack of affirmation and supervision from the picket teacher. This study provides insight into the important role of Dhuha Prayer in shaping students' character, while highlighting the need for a more active role from the school authorities in controlling students' habits. Abstrak. Penelitian ini difokuskan pada penerapan shalat dhuha sebagai kebiasaan untuk membentuk karakter siswa, terutama dalam aspek disiplin dan beribadah di lingkungan sekolah. Kedisiplinan dianggap kunci dalam mencapai tujuan Tata Tertib sekolah, dengan kesadaran terhadap aturan sekolah sebagai landasan penting untuk mencapai potensi maksimal dalam proses pengajaran. Konsep disiplin melibatkan pembentukan latihan dan kendali diri siswa dengan mengajarkan perilaku yang sesuai. shalat dhuha dianggap sebagai komponen signifikan dalam pertumbuhan peserta didik, memastikan kebiasaan beribadah yang teratur. Tujuan utamanya adalah membentuk individu dengan keyakinan kuat, takwa, dan perilaku luhur di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan koonfirmasi analisis komprehensif terhadap individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan shalat dhuha di SMP Kartika berhasil membentuk karakter siswa, terlihat dari kedisiplinan mereka dalam menjaga shalat dan berinteraksi dengan guru. Meskipun demikian, terdapat kelemahan dalam aspek tanggung jawab, khususnya terkait kebiasaan keluar kelas saat jam kosong dan berkumpul di kantin sebelum waktunya. Keterbatasan ini disebabkan oleh kurangnya penegasan dan pengawasan dari guru piket. Studi ini memberikan wawasan tentang peran penting shalat dhuha dalam membentuk karakter siswa, sambil menyoroti perlunya peran lebih aktif dari pihak sekolah dalam mengontrol kebiasaan siswa.
Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Taisirul Khallaq Fi `Ilmi Al-Akhlaq Karya Hafidz Hasan Al-Mas`udi dan Relevansinya dengan Materi Akidah Akhlak Siska Indriyani; Ayi Sobarna; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10572

Abstract

Abstract. This study aims to describe the values of moral education in the book Taisirul Khallaq Fi Ilmi Al-Akhlak by Hafidz Hasan Al-Masudi and analyze its relevance to Akidah Akhlak Class IX Madrasah Tsanawiyah. The approach used is qualitative with descriptive analysis method and library research. The results showed that the book contains 31 chapters which are summarized into five discussions regarding morals to Allah, fellow humans, self, morals that must be done, and morals that must be avoided. The relevance between the book of Taisirul Khallaq Fi `Ilmi Al-Akhlaq and Akidah Akhlak material in Madrasah Tsanawiyah Class IX includes morals to Allah, fellow humans, self, and morals that must be avoided. This research supports the urgency of fostering moral values in education to form good character from an early age. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Taisirul Khallaq Fi `Ilmi Al-Akhlak karya Hafidz Hasan Al-Masudi dan menganalisis relevansinya dengan materi Akidah Akhlak Kelas IX Madrasah Tsanawiyah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis deskriptif dan jenis kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tersebut mengandung 31 pasal yang diringkas menjadi lima pembahasan mengenai akhlak kepada Allah, sesama manusia, diri sendiri, akhlak yang harus dilakukan, dan akhlak yang harus dihindari. Relevansi antara kitab Taisirul Khallaq Fi `Ilmi Al-Akhlaq dan materi Akidah Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Kelas IX mencakup akhlak kepada Allah, sesama manusia, diri sendiri, serta akhlak yang harus dihindari. Penelitian ini mendukung urgensi pembinaan nilai-nilai akhlak dalam pendidikan untuk membentuk karakter yang baik sejak dini.
Analisis Wacana Kritis tentang Film Ranah 3 Warna dan Implikasinya terhadap Pendidikan Agama Islam Nisa Silmi Nafisah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10592

Abstract

Abstract. The value of Islamic education is important for every individual Muslim to know good and bad deeds based on the word of Allah and hadith. The values given in the form of faith, piety and good ethics and Islam are generally understood as features, religious background education. Currently, the value of Islamic education in the form of aqidah values, worship values and moral values has decreased significantly. Instilling the value of qidah, worship values, and moral values can be done not only in schools, but can also be applied in the family environment and community environment. One of the films that can be used as an alternative learning medium in moral education is the 3-Color Realm film. This film can provide motivation to the audience, because in it there are values of qidah, worship, and morals that can be useful in life. This research is a descriptive research with a qualitative approach. Data collection techniques are carried out by observation and documentation then the data is analyzed using the Critical discourse analysis method. This study aims to determine the value of aqidah, worship, and morals in the 3-Color Realm film. The results showed that there are values of aqidah, worship and morals in the 3 Color Realm films including obedience, prayer, prayer, sincerity, patience, optimism, firmness, gratitude, and hard work. Abstrak. Nilai pendidikan Islam penting bagi setiap individu Muslim untuk mengetahui perbuatan baik dan buruk berdasarkan firman Allah dan hadits. Nilai-nilai yang diberikan berupa keimanan, ketakwaan dan etika baik dan Islam umumnya dipahami sebagai fitur, Pendidikan latar belakang agama. Saat ini, nilai pendidikan Islam berupa nilai aqidah, Nilai ibadah dan nilai akhlak menurun secara signifikan. Penanaman nilai aqidah, nilai ibadah, dan nilai-nilai akhlak bisa dilakukan tidak hanya di sekolah, tapi juga bisa dilakukan diterapkan dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Salah satu film yang bisa digunakan sebagai alternatif media pembelajaran dalam pendidikan akhlak yaitu film Ranah 3 Warna. Film ini dapat memberikan motivasi kepada penonton, karena di dalamnya ada nilai-nilai aqidah, ibadah, dan akhlak yang bisa bermanfaat dalam hidup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi kemudian data dianalisis menggunakan metode analisis wacana Kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai aqidah, ibadah, dan akhlak dalam film Ranah 3 Warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada nilai aqidah, ibadah dan akhlak dalam film Ranah 3 Warna meliputi ketaatan, doa, Berdoa, tulus, sabar, optimis, teguh, bersyukur, dan pekerja keras.
Penerapan Model Contextual Teaching And learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PAI Pada Siswa kelas IV SDN Bhaktiwinaya 1 Yuni Kamelia
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10614

Abstract

Abstract. The purposes of this study are 1) Knowing the objective conditions of PAI learning outcomes after applying the CTL learning method to Islamic Religious Education subjects in fourth grade students at SDN Bhaktiwinaya 1, 2) Implementing the CTL model for fourth grade students at SDN Bhaktiwinaya 1, 3) Knowing the effectiveness the CTL method to improve the learning outcomes of fourth grade students at SDN Bhaktiwinya 1. The research method used in this research is a quantitative approach with a quasi-experimental research method. The results showed that before using the CTL method in the control class IV SD 2 and the experimental class IV SD 2, students tended not to reach the KKM. The average value of the pre-test experimental class was 6 and the average value of the post-test results was 9.8, the student learning outcomes in the experimental class experienced an increase in the average value of 3.8. In the control class the average value of the pre-test results was 5.6 and the average post-test result was 8.2, the learning outcomes of students in the control class experienced an increase in the average value of 2.6. This means that the experimental value is higher than the control class value. Based on the data above, it can be concluded that the Kahoot learning media has an influence on the learning outcomes of fourth grade students in Islamic religious education subjects. This is shown by testing the hypothesis on the t-test (independent sample t-test) on variable x, namely the CTL method and variable y, namely learning outcomes to obtain a Sig value. (2 tailed) 0.000 < 0.005. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengetahui kondisi objektif hasil belajar PAI setelah diterapkan metode pembelajaran CTL pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas IV SDN Bhaktiwinaya 1, 2) Melakukan penerapan model CTL terhadap siswa kelas IV SDN Bhaktiwinaya 1, 3)Mengetahui efektivitas metode CTL untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN Bhaktiwinya 1. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebelum menggunakan metode CTL pada kelas kontrol IV SD 2 dan kelas eksperimen IV SD 2 cenderung belum mencapai KKM. Nilai rata-rata kelas eksperimen pre-test adalah 6 dan nilai rata-rata hasil post-test adalah 9.8, hasil belajar siswa pada kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 3.8. Pada kelas kontrol nilai rata-rata hasil pre-test adalah 5.6 dan nilai rata-rata hasil post-test adalah 8.2, hasil belajar siswa pada kelas kontrol mengalami peningkata nilai rata-rata sebesar 2.6. Artinya nilai eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai kelas kontrol. Berdasarkan data diatas, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran Kahoot memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran pendidikan agama Islam. Hal ini ditunjukkan dengan uji hipotesis pada uji-t (independent sample t-test) terhadap variable x yaitu metode CTL dan variabel y yaitu hasil belajar memperoleh hasil nilai Sig. (2 tailed) 0.000 < 0.005.
Implementasi Program Bina Iman dan Takwa (Mabit) dalam Peningkatan Hafalan Al-Qur’an Siswa SMP Al Falah Dago Bandung Dendi Ridwan Hidayat; Nan Rahminawati; Sobar Alghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10624

Abstract

Abstract. As a unit under the Islamic Foundation, Al Falah Dago Middle School has the responsibility to produce an Islamic and Quranic generation. To prove its seriousness, this school has designed various programs, including a superior program for memorizing the Al-Qur'an or Tahfidz Qur'an. One concrete effort to improve memorization of the Al-Qur'an is through the MABIT program. The MABIT program is a night of faith and piety development specifically designed to guide students in memorizing the Al-Qur'an at Al Falah Dago Middle School, Bandung. This program is not only a forum for memorization activities, but also a means of monitoring and evaluating students' progress in memorizing the Qur'an. Implemented regularly, the MABIT program takes place four times a year, in line with mid-semester (PTS) and final semester (PAS) assessments. This research, using a qualitative approach and descriptive methods, evaluates the implementation of the MABIT Program. The research results show that this program ran smoothly thanks to the collaboration of the Principal, committee, teachers, and large contributions from students. From the planning, implementation, to evaluation stages, based on existing field data, MABIT succeeded in increasing the memorization of the Al-Qur'an for Al Falah Middle School students in Dago Bandung. Abstrak. Sebagai unit yang berada di bawah lembaga Yayasan Islam, SMP Al Falah Dago memiliki tanggung jawab mencetak generasi Islami dan Qurani. Untuk membuktikan keseriusannya, sekolah ini telah merancang berbagai program, termasuk program unggulan menghafal Al-Qur'an atau Tahfidz Qur'an. Salah satu upaya konkret untuk meningkatkan hafalan Al-Qur'an adalah melalui program MABIT. Program MABIT merupakan malam Bina iman dan taqwa yang dirancang khusus untuk membimbing siswa-siswi dalam menghafal Al-Qur'an di SMP Al Falah Dago Bandung. Program ini tidak hanya menjadi wadah untuk kegiatan menghafal, tetapi juga sebagai sarana pemantauan dan evaluasi terhadap kemajuan hafalan Al-Qur'an siswa. Dilaksanakan secara rutin, program MABIT berlangsung empat kali setahun, sejalan dengan penilaian tengah semester (PTS) dan akhir semester (PAS). Penelitian ini, menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, mengevaluasi implementasi Program MABIT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berjalan lancar berkat kolaborasi dari Kepala Sekolah, panitia, guru, dan kontribusi besar dari siswa. Dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, berdasarkan data lapangan yang ada MABIT berhasil meningkatkan hafalan Al-Qur'an siswa SMP Al Falah Dago Bandung
Implikasi Pendidikan dari Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir dalam Qur’an Surat Al-Kahfi Ayat 69, 70,72,75,78 terhadap Tahapan Pemberian Hukuman Afifah Fauziah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10711

Abstract

Abstract. Punishment is an important part of education. Punishment is carried out by educators with the aim of making children aware that the actions they have committed are wrong and should not be repeated. Looking at the current situation and conditions, there are still educators who punish children not according to their portions. Therefore, in an effort to make children aware, of course educators must know the stages of giving punishment, as well as the type of punishment that deters them, but does not cause trauma. This research aims to (1) Find out the opinion of the mufassir about Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78. (2) Find out the essence of Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 regarding the stages of punishment ( punishment) in the story of the prophet Musa and the prophet Khidir. (3) Find out the opinions of experts regarding punishment. (4) Knowing the educational implications of the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 on the stages of administering punishment. The method used in this research is the descriptive-analysis method, the data collection technique is library research, therefore the material object of this research is books/books of interpretation of the Al-Quran, books, articles, journals and other sources which are still available. related to the main research problem. The results of this research show that the stages of administering punishment from the story of the prophet Moses and the prophet Khidr contained in Q.S Al-Kahf verses 69, 70, 72, 75, 78 are: 1) Making agreed rules (learning contracts) as preventive punishment, 2) Giving a warning as the first stage of punishment, 3) Giving a warning as the second stage of giving punishment, 4) Giving punishment (deprivation) as the third stage of giving punishment. Abstrak. Hukuman merupakan bagian penting dalam pendidikan. Hukuman dilakukan oleh para pendidik dengan tujuan untuk menyadarkan anak bahwa perbuatan yang dilakukannya salah dan tidak boleh diulangi. Melihat situasi dan kondisi saat ini masih ada pendidik yang menghukum anak tidak sesuai porsinya. Oleh karena itu, dalam upaya menyadarkan anak, tentunya pendidik harus mengetahui tahapan pemberian hukuman, serta jenis hukuman yang membuatnya jera, namun tidak menimbulkan trauma. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pendapat para mufassir tentang Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78. (2) Mengetahui esensi Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 tentang tahapan hukuman (punishment) dalam kisah nabi Musa dan nabi Khidir. (3) Mengetahui pendapat para pakar tentang hukuman (punishment). (4) Mengetahui implikasi pendidikan dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terdapat dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 terhadap tahapan pemberian hukuman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif-analisis, teknik pengumpulan datanya yaitu kepustakaan (library research) oleh karena itu objek material penelitian ini berupa buku/kitab tafsir Al-Quran, buku, artikel, jurnal, serta sumber-sumber lain yang masih berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa tahapan pemberian hukuman dari kisah nabi Musa dan nabi Khidr yang terkandung dalam Q.S Al-Kahfi ayat 69, 70, 72, 75, 78 yaitu : 1) Membuat aturan yang disepakati (kontrak belajar) sebagai hukuman preventif, 2) Memberi teguran sebagai tahap pertama pemberian hukuman, 3) Memberi peringatan sebagai tahap kedua pemberian hukuman, 4) Memberi hukuman (deprivasi) sebagai tahap ketiga pemberian hukuman.
Model Kegiatan Ekstrakurikuler Kerohanian Islam Keputrian di SMA Negeri 5 Cimahi Aliyah Putri Fahira; Nan Rahminawati; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10832

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the model of female activities in the extracurricular activities of Islamic Spirituality at Senior High School 5 Cimahi. The approach, strategies, methods, and impacts of these activities are the main focus of the research. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The activity management method uses a qualitative method with a descriptive approach to gain a deep understanding of the implementation of the activity. The model of female activities held by Islamic Spirituality at Senior High School 5 Cimahi is based on a profound understanding of Islamic teachings regarding women. Through this extracurricular activity, female students are provided a platform to acquire knowledge, skills, and a deeper understanding of Islamic and feminine values. The impact of this female activity includes an improved understanding of Islamic teachings, the formation of better character and morals among the students, as well as the development of practical skills applicable in daily life. This research contributes to understanding the implementation of female activities in the school environment as an effort to shape female students into more skilled and empowered individuals, in accordance with Islamic principles. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kegiatan keputrian dalam ekstrakurikuler Kerohanian Islam di SMA Negeri 5 Cimahi. Pendekatan, strategi, metode, dan dampak dari kegiatan tersebut menjadi fokus utama penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode pengelolaan kegiatan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan kegiatan. Model kegiatan keputrian yang diadakan oleh Kerohanian Islam di SMA Negeri 5 Cimahi didasarkan pada pemahaman mendalam akan ajaran Islam tentang wanita. Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, siswi diberikan wadah untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman lebih lanjut tentang nilai-nilai keislaman dan kewanitaan. Dampak dari kegiatan keputrian ini mencakup peningkatan pemahaman siswi tentang ajaran Islam, pembentukan karakter dan moral yang lebih baik, serta pengembangan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami implementasi kegiatan keputrian di lingkungan sekolah sebagai upaya untuk membentuk siswi menjadi individu yang lebih terampil dan berdaya, sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Pembinaan Karakter Religius Siswa Melalui Program Bina Pribadi Islami di SMA IT Fitrah Insani Kabupaten Bandung Barat Nurul Azizah Chaniago
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11148

Abstract

Abstract. Religious character development in schools plays a crucial role in education, especially in Islamic schools. This research explores the Islamic Personal Development Program at SMA IT Fitrah Insani in West Bandung Regency, focusing on planning, organization, implementation, and evaluation. The research method used is qualitative descriptive with data collection techniques including case studies, interviews, and observations. The results reveal that the planning of this program involves strong collaboration among various stakeholders, encompassing curriculum development, materials, modules, and implementation strategies. The organization of the program includes a comprehensive organizational structure, with active monitoring by mentor teachers and involvement of parents in the evaluation. To ensure program effectiveness, there is a need to enhance the organizational system and coordination among stakeholders. The program implementation involves students leading various activities to train their leadership skills. Although the program is effective in shaping the religious character of students, there is a recommendation to diversify teaching methods and initiate the program in the morning. Regular evaluations of the program are conducted by various parties, including the school principal, mentor teachers, class guardians, and parents. The evaluations indicate parental satisfaction with the program, although suggestions for improvement are provided. This research supports previous findings that involving various parties in program evaluation provides a more holistic understanding of its effectiveness. In conclusion, the Islamic Personal Development Program at SMA IT Fitrah Insani has been successful in cultivating the religious character of students, although there is room for improvement at each stage. Abstrak. Pembinaan karakter religius di SMA IT Fitrah Insani Kabupaten Bandung Barat memiliki peranan vital dalam pendidikan, khususnya di lingkungan Islam. Penelitian ini mengeksplorasi Program Bina Pribadi Islami di SMA IT Fitrah Insani Kabupaten Bandung Barat dengan fokus pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi kasus, wawancara, dan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan program ini melibatkan kerjasama yang erat antara berbagai pihak, melibatkan pengembangan kurikulum, materi, modul, dan strategi pelaksanaan. Pengorganisasian program mencakup struktur organisasi yang komprehensif, dengan pengawasan aktif oleh guru pembina dan keterlibatan orang tua dalam evaluasi. Untuk memastikan efektivitas program, perlu ditingkatkan sistem pengorganisasian dan koordinasi di antara stakeholder. Pelaksanaan program melibatkan siswa dalam memimpin berbagai kegiatan untuk melatih kemampuan kepemimpinan mereka. Meskipun program ini terbukti efektif dalam membentuk karakter religius siswa, ada saran untuk memvariasikan metode pengajaran dan memulai program di pagi hari. Evaluasi program secara berkala dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk kepala sekolah, guru pembina, wali kelas, dan orang tua. Evaluasi ini menunjukkan kepuasan orang tua terhadap program, meskipun memberikan saran untuk perbaikan. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya bahwa melibatkan berbagai pihak dalam evaluasi program memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efektivitasnya. Kesimpulannya, Program Bina Pribadi Islami di SMA IT Fitrah Insani telah berhasil dalam membina karakter religius siswa, meskipun masih terdapat ruang untuk peningkatan di setiap tahap.
Implementasi Pembelajaran Tahsin Fatḥurrahman dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa di SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung Widya Mar'atus Sholihah Kunaepi; Mujahid Rasyid; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11167

Abstract

Abstract. Studying the Al-Qur’an is an obligation ordered by Allah Ta'ala to Muslims. It is hoped that the implementation of learning at SDA Imam Ibnu Aljazariy will help students more easily improve their ability to read and memorize the Al-Qur’an. The research objectives to be achieved in this thesis are (1) to describe the motivation of tahsin teachers towards the implementation of tahsin fatḥurrahman learning in improving Al-Qur'an reading at SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung, (2) to determine the stages of learning implementation tahsin fatḥurrahman in improving Al-Qur'an reading at SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung, (3) to analyze the supporting and inhibiting factors for implementing tahsin fatḥurrahman learning in improving the ability to read the Al-Qur'an at SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung. This research includes qualitative research. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. Meanwhile, the data analysis used includes data reduction, data display and conclusion. Based on the analysis of research data, it can be concluded that the implementation of Al-Qur'an tahsin learning for SDA Imam Ibnu Aljazariy students is to improve students' ability to read the Al-Qur'an. The implementation of tahsin fatḥurrahman learning in improving the ability to read the Al-Qur’an at SDA Imam Ibnu Aljazariy includes the preparation stage, namely holding special learning for students and holding class divisions or halaqah for students; implementation stage, evaluation stage, at the end of every semester, both odd and even semesters, a tahsin talaqqi al-Qur'an exam is held. Abstrak. Mempelajari al-Qur’an adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala kepada umat Islam. Implementasi pembelajaran di SDA Imam Ibnu Aljazariy ini diharapkan dapat membantu para siswa/i agar lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal al-Qur’an. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam skripsi ini adalah (1) untuk mendeskripsikan motivasi guru tahsin terhadap implementasi pembelajaran tahsin fatḥurrahman dalam meningkatkan membaca Al-Qur’an di SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung, (2) untuk mengetahui tahapan-tahapan implementasi pembelajaran tahsin fatḥurrahman dalam meningkatkan membaca Al-Qur’an di SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung, (3) untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi pembelajaran tahsin fatḥurrahman dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di SDA Imam Ibnu Aljazariy Bandung. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan meliputi reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclution). Berdasarkan analisis data penelitian, dapat disimpulkan bahwa impelementasi pembelajaran tahsin al-Qur’an bagi siswa/i SDA Imam Ibnu Aljazariy adalah untuk meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an siswa/i. Implementasi pembelajaran tahsin fatḥurrahman dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di SDA Imam Ibnu Aljazariy meliputi tahap persiapan, yaitu diadakannya pembelajaran khusus untuk siswa/i dan diadakan pembagian kelas atau halaqah untuk para siswa/i; tahap pelaksanaan, tahap evaluasi, setiap akhir semester baik semester ganjil maupun semester genap diadakan ujian tahsin talaqqi al-Qur’an.
Analisis Edukatif terhadap Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Tema Gaya Hidup Berkelanjutan Zainab Nurazizah; Dedih Surana; Sobar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11264

Abstract

Abstract. Project Strengthening Pancasila Student Profile (P5) is an interdisciplinary learning designed so that students can provide solutions to problems in their environment as a process of strengthening character. Each project theme implemented is considered capable of producing different educational values. The focus of this research is to find the educational value contained in the implementation of P5 Sustainable Lifestyle theme at SDN 104 Langensari Senanggalih, Bandung City. This research uses a case study method with a qualitative approach. The data collection technique is through observation, interviews and documentation studies. The data analysis technique goes through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that: (1) Implementation of P5 is carried out through zero waste, ecobrick and waste bank programs. (2) The educational value that emerges is related to the dimensions it develops, namely having faith and devotion to God Almighty and having noble character; Independent; and Creative. Then, a value was found that was not related to the dimensions developed, namely the value of cooperation. (3) This program has advantages, including reducing the volume of waste, increasing students' independence and creativity in managing waste, increasing awareness of caring for the environment, and having an impact on health and economic aspects. However, there are drawbacks to the ecobrick program, which is that the process takes a long time, which has an impact on the processing process. Then, in implementing the program, support from various parties (school members, parents and the community) is needed so that there are no obstacles in its implementation. Abstrak. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang dirancang agar peserta didik dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada di lingkungannya sebagai proses penguatan karakter. Setiap tema projek yang dilaksanakan, dinilai mampu menghasilkan nilai edukatif yang berbeda. Fokus penelitian ini adalah untuk menemukan nilai edukatif yang terkandung dalam implementasi P5 tema Gaya Hidup Berkelanjutan di SDN 104 Langensari Senanggalih, Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik analisis datanya melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Implementasi P5 dilaksanakan melalui program zero waste, ecobrick, dan bank sampah. (2) Nilai edukatif yang muncul berkaitan dengan dimensi yang dikembangkannya, yaitu Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia; Mandiri; dan Kreatif. Kemudian, ditemukan nilai yang tidak berkaitan dengan dimensi yang dikembangkan, yaitu nilai kerja sama. (3) Program ini memiliki kelebihan, diantaranya volume sampah berkurang, meningkatkan kemandirian dan kreativitas peserta didik dalam mengelola sampah, meningkatkan kesadaran peduli terhadap lingkungan, serta memberikan dampak bagi kesehatan dan aspek ekonomi. Namun, terdapat kekurangan pada program ecobrick yang prosesnya memakan waktu lama, sehingga berdampak pada proses pengolahannya. Kemudian, dalam pengimplementasian programnya dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak (warga sekolah, orangtua, dan masyarakat) agar tidak terjadi hambatan dalam pengimplementasiaannya.