cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Efektivitas Model Pembelajaran VAK (Visualization, Audiotory, Kinesthetic) Melalui Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Meningkatkan Hasil Belajar Selvia Nur Arifah; Rasyid, Mujahid; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10065

Abstract

Abstract. This research was conducted at MIS Al-Furqon 1 Bandung class V, this research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. The results showed 1) The learning process seen from planning using teaching modules is 95% of the components that are complete with very satisfying categories. The implementation of learning that has been carried out in the experimental class produces a percentage of 80%. 2) Student learning outcomes have increased after being treated with VAK modules including in the cognitive domain with an average before being treated getting results (35.3) after being treated getting a score (83.69), in the affective domain in the control class getting a score (79.38) while in the experimental class getting a score (90.00), in the psychomotor domain in the control class getting a score (70.44) while in the experimental class getting a score (80.75). So it can be concluded that the VAK model is effective in improving SKI learning outcomes in grade V students. Abstrak. Penelitian ini dilakukan di MIS Al-Furqon 1 Bandung kelas V, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan 1) Proses pembelajaran dilihat dari perencanaan menggunakan modul ajar sebesar 95% komponen yang sudah lengkap dengan kategori sangat memuaskan. Pelaksanaan pembelajaran yang sudah terlaksana di kelas eksperimen menghasilkan presentase sebesar 80%. 2) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberi perlakuan moedel VAK diantaranya dalam ranah kognitif dengan rata-rata sebelum diberi perlakuan mendapat hasil (35,3) setelah diberi perlakuan mendapat nilai (83,69), pada ranah afektif di kelas kontrol mendapat nilai (79,38) sedangkan di kelas eksperimen mendapat nilai (90,00), pada ranah psikomotorik di kelas kontrol mendapat nilai (70,44) sedangkan di kelas eksperimen mendapat nilai (80,75). Maka dapat disimpulkan bahwa model VAK efektif dalam meningkatkan hasil belajar SKI pada siswa kelas V.
Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan Hanafi, Nanda; Surana, Dedih; Taja, Nadri
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10275

Abstract

Abstract. This research is motivated by the large number of students who have little or no understanding of religious teachings from original sources according to the religion they adhere to. This condition often gives rise to disagreements and is easily provoked by religious issues without clarifying them first, thus causing arguments just to defend their personal opinions. This can be minimized through efforts to increase their religious knowledge and understanding in accordance with the rules of the religion they adhere to. The objectives of this research are: 1. To determine the concept and implementation of the AKPK program at SMPN 1 Darangdan. 2. To find out what are the supporting and inhibiting factors for the AKPK program. 3. To find out students' religious values in the AKPK program book learning. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection used is observation, interviews, documentation. The data obtained will be analyzed by reducing the data, explaining the data and drawing conclusions. The research results show that, 1). Implementation of the design of the Implementation of the Religious Program and Deepening of the Books of the Bible (AKPK) Students at SMPN 1 Darangdan, achieving educational goals through four basic POAC functions including; planning, organizing, actuating, and controlling. 2). supporting factors are the existence of AKPK pdf files, AKPK guidebooks and literature books, AKPK managerial aspect teams, and teacher participation in the implementation of AKPK. Among the inhibiting factors is the number of students who are illiterate in Arabic. The solution taken from the obstacles to the implementation of this activity is the addition of AKPK hours. 3). The religious value obtained by students from the AKPK program is to improve relationships in insaniyyah and illahiyyah, students also know the position of worship in life. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi banyaknya pelajar yang kurang atau bahkan tidak memahami ajaran agama dari sumber asli sesuai dengan agama yang dianutnya. Kondisi ini sering menimbulkan silang pendapat dan mudah terprovokasi dengan isu-isu keagamaan tanpa melakukan klarifikasi terlebih dahulu, sehingga menyebabkan pertengkaran hanya untuk mempertahankan pendapat pribadinya Hal ini bisa diminimalisir melalui upaya peningkatan pengetahuan dan pemahaman keagamaan mereka sesuai dengan kaidah agama yang dianutnya. Tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui konsep dan pelaksanaan program AKPK di SMPN 1 Darangdan. 2. Untuk Mengetahui apa saja faktor pendukung dan penghambat program AKPK ini. 3. Untuk mengetahui nilai religius siswa yang ada di dalam pembelajaran kitab program AKPK.. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Data yang diperoleh akan dianalisis dengan cara mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, 1). Pelaksanaan desain Implementasi Program Agama Keagamaan dan Pendalaman Kitab-Kitab (AKPK) Siswa di SMPN 1 Darangdan, pencapaian tujuan pendidikan melalui empat fungsi dasar POAC diantaranya; planning, organizing, actuating, dan controlling. . 2). faktor pendukung adanya file pdf AKPK, buku panduan dan buku literatur AKPK, tim aspek manajerial AKPK, dan partisipasi guru dalam pelaksanaan AKPK. Diantara faktor penghambatnya adalah banyaknya siswa yang buta huruf Arab. Solusi yang diambil dari penghambat pelaksanaan kegiatan ini yaitu dengan adanya penambahan jam AKPK. 3). Nilai keagamaan yang didapat siswa dari program AKPK yaitu memperbaiki hubungan secara insaniyyah dan illahiyyah, siswa juga mengetahui kedudukan ibadah dalam kehidupan.
Analisis Pendidikan Akhlak dalam Kitab Adabul ‘Alim Wal Muta’alim Karya K.H. Hasyim Asy’ari BAB Akhlak Guru dan Murid dalam Menuntut Ilmu Soca Regita Sisilia; Sobar Al Ghazal; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10340

Abstract

Abstract. This research focuses on the Book of Adabul 'Alim Wal Muta'alim by K.H. Hasyim Asy'ari, emphasizing the importance of morals in education. The goal is to understand moral education, the concept of student morals towards teachers, and the concept of teacher morals towards students. The approach used in this research is a qualitative approach, while the method used in this research is a descriptive analysis method with the type of literature, namely by collecting data using books, literature, library materials that support and are related to the discussion of researchers. The results show that to create good relationships, the morals that are emphasized involve courage, patience, obedience, respect, sincerity, and good communication. Mutual respect between students and teachers is prioritized, with the sincere intention of getting closer to Allah SWT. The phenomenon of moral decline in the world of education is also in the spotlight, emphasizing the need for a moral approach in the learning process. Abstrak. Penelitian ini fokus pada Kitab Adabul 'Alim Wal Muta’alim Karya K.H. Hasyim Asy’ari, menekankan pentingnya akhlak dalam pendidikan. Tujuannya adalah memahami pendidikan akhlak, konsep akhlak murid terhadap guru, dan konsep akhlak guru terhadap murid. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekaatan kualitatif, sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah adalah metode analisis deskriptif dengan jenis kepustakaan yaitu dengan cara mengumpulkan data dengan menggunakan buku-buku, literatur, bahan pustaka yang menunjang dan ada keterkaitan dengan pembahasan peneliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menciptakan hubungan baik, akhlak yang ditekankan melibatkan keberanian, kesabaran, ketaatan, penghargaan, keikhlasan, dan komunikasi yang baik. Saling menghargai antara murid dan guru diutamakan, dengan niat tulus mendekatkan diri kepada Allah SWT. Fenomena kemerosotan moral di dunia pendidikan juga menjadi sorotan, menekankan perlunya pendekatan moral dalam proses pembelajaran
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Aplikasi Quizizz terhadap Minat Belajar Siswa Kelas XI pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK BPP Bandung Salsyabilla Nafsani Az - Zahra; Rasyid, A Mujahid; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10380

Abstract

Abstract. This research is motivated by problems that arise due to the low implementation of an interactive learning environment which makes students less interested in Islamic Religious Education subjects. The aim of this research is to determine the effect of using the Quizizz learning media on class XI students' interest in Islamic Religious Education subjects at Vocational School BPP Bandung. As for the research subjects, there were 51 students, including class This type of research uses quantitative research with quasi-experimental methods and information gathering techniques using questionnaires to measure students' interest in learning. To find out how big the application is, how big the level of student interest is and how big the influence of the Quizizz learning media is. The data analysis technique used in this research was the t-test (Independent Sample T-Test), the average score for the experimental class meeting twice was 109.2 and the control class 106.06, this result can be interpreted as the average meeting experimental class and control class. The results of this research show that the Quizizz learning media in learning Islamic religious education subjects has a very big influence on students' interest in learning. Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan yang timbul akibat rendahnya penerapan lingkungan pembelajaran interaktif yang membuat siswa kurang tertarik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran Quizizz tentang minat siswa kelas XI pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMK BPP Bandung. Adapun yang menjadi subjek penelitian yaitu sebanyak 51 siswa antara lain kelas XI jurusan Tata Boga ( Kuliner ) sebanyak 34 siswa dan XI Tata Busana – RPL ( Rekayasa Perangkat Lunak ) sebanyak 17 siswa. Jenis penelitian menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dan teknik pengumpulan informasi menggunakan angket/kuisioner untuk mengukur minat belajar siswa.Untuk mengetahui seberapa besar penerapan, besar tingkat minat siswa dan seberapa besar pengaruh media pembelajaran Quizizz. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t (Independent Sample T-Test), rata-rata skor pertemuan kelas eksperimen dua kali pertemuan adalah 109,2 dan kelas kontrol 106,06, hasil ini dapat diartikan sebagai rata-rata pertemuan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran Quizizz pada pembelajaran mata pelajaran pendidikan agama islam mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap minat belajar siswa.
Efektivitas Pembelajaran Cooperative Learning untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Kelas XI di SMAN 1 Purwakarta Farah Dita Azhari; Nan Rahminawati; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10385

Abstract

Abstract. This research aims to determine the effectiveness of cooperative learning in increasing student activity in Aqidah learning at SMAN 1 Purwakarta. The approach used in this research is a quantitative approach with quasi-experimental research methods. The subjects of this research were all 33 students of class XI MIPA 4. The data analysis technique was carried out using the Paired Sample T-Test. Based on the results of data processing, research results were obtained by distributing questionnaires to 33 students before the cooperative was implemented, resulting in a mean student score of 34.24 with the mean score in the category of class XI MIPA 4 students being quite active in learning activities. cooperative learning in Aqidah learning, in which students carry out learning together in groups to discuss, collaborate and complete group assignments and then present the results of group discussions and collaboration. The results of testing using the paired sample t test showed differences in pre-test and post-test scores, after implementing cooperative learning, the mean post-test score was 50.64. These results show that the learning method using cooperative learning can increase student activity in the Class XI Aqidah Akhlak subject at SMAN 1 Purwakarta. The amount of increase is 16.4. Through the results of the paired t-test, a significance value (2-tailed) was obtained of 0.00, which means Sig < 0.05, which means there is a significant difference between the average value of the pre-test and post-test before implementing cooperative learning. and after implementing cooperative learning. Abstrak. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas cooperative learning terhadap peningkatan keaktifan siswa dalam pembelajaran Aqidah di SMAN 1 Purwakarta. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian quasi eksperimen. Adapun subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI MIPA 4 yang berjumlah 33 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan uji Paired Sample T-Test. Berdasarkan hasil pengolahan data diperoleh hasil penelitian dengan menyebarkan angket kepada 33 siswa sebelum cooperative diterapkan didapatkan hasil nilai mean siswa sebesar 34,24 dengan mean nilai tersebut kategori siswa kelas XI MIPA 4 cukup aktif didalam kegiatan pembelajaran. Cooperative learning dalam pembelajaran Aqidah yang dalam pelaksanaan pembelajaran siswa bersama dengan berkelompok berdiskusi, bekerjasama dan menyelesaikan tugas kelompok lalu mempresentasikan hasil diskusi dan kerjasama berkelompok. Hasil dari pengujian melalui uji paired sample t test didapatkan hasil perbedaan nilai pre-test dan post-test, setelah diterapkan cooperative learning didapatkan hasil mean nilai post-test sebesar 50,64. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran dengan cooperative learning dapat meningkatkan keaktifan Siswa pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak Kelas XI di SMAN 1 Purwakarta. Adapun besaran peningkatannya ialah sebesar 16,4. Melalui hasil uji-paired t-test didapatkan nilai Signifikasi (2-tailed) sebesar 0,00 yang artinya Sig.< 0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang signifikansi antara nilai rata-rata pre-test dan post-test sebelum diterapkan cooperative learning dan setelah diterapkan cooperative learning.
Implikasi Pendidikan dari Q.S Al-Israa Ayat 37 tentang Sikap Sombong Fiera Martila Safira; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10430

Abstract

Abstract. The purpose of this research is to find out the opinions of interpretive experts, find out its essence, find out the opinions of experts about the meaning of arrogance and find out the educational implications of Q.S Al-Isra verse 37 regarding arrogant attitudes. This research uses a qualitative approach using descriptive methods. The data collection technique is a literature survey. Research activities are carried out through in-depth study of various commentaries and books related to the subject matter. To analyze the collected data, the author used the tahlili method. The work process of the Tahlili method is to interpret the meaning of the verses of the Koran. Several conclusions drawn from this research are: 1) Summary of Q.S Al-Israa verse 37, arrogant attitude which has several characteristics, namely walking while shaking or swaying the body, stretching cloth beyond the ankles, wearing excessive jewelry, unnecessary hunting and boasting about beauty or strength. 2) the essence of education Q.S Al-Israa Verse 37 Arrogance is the worst act and is hated by Allah SWT. The qualities of anger include many qualities to avoid and commands for Tawadhu. 3) Educational implications of Q.S Al-Israa Verse 37 Strengthen the values of monotheism towards Allah SWT by always drawing closer to Him, cultivating and getting used to mutual respect, mutual respect and maintaining brotherhood with others and building confidence that all the blessings that Allah gives, one must be grateful and responsible. Abstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapat para ahli tafsir, mengetahui essensinya, mengetahui pendapat para ahli tentang makna kesombongan dan mengetahui implikasi pendidikan dari Q.S Al-Isra ayat 37 tentang sikap sombong. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan datanya berupa survei literatur. Kegiatan penelitian dilakukan melalui kajian mendalam terhadap berbagai tafsir dan buku yang berkaitan dengan pokok permasalahan. Untuk menganalisis data yang terkumpul, penulis menggunakan metode tahlili. Proses kerja metode Tahlili adalah menafsirkan makna ayat-ayat Al-Quran. Beberapa kesimpulan yang diambil dari penelitian ini yaitu: 1) Rangkuman Q.S Al-Israa ayat 37 sikap sombong yang mempunyai beberapa ciri yaitu berjalan sambil menggoyangkan atau melenggokan badan, merentangkan kain melebihi mata kaki, memakai perhiasan yang berlebihan, berburu yang tidak perlu dan menyombongkan keindahan atau kekuatan. 2) essensi pendidikan Q.S Al-Israa Ayat 37 Kesombongan adalah perbuatan yang paling buruk dan sangat dibenci oleh Allah SWT. Sifat-sifat marahan mencakup banyak sifat yang harus dihindari dan perintah untuk Tawadhu. 3) Implikasi pendidikan dari Q.S Al-Israa Ayat 37 Perkuat nilai-nilai tauhid terhadap Allah SWT dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, membudayakan dan membiasakan saling menghormati, saling menghargai dan menjaga persaudaraan dengan sesama dan membangun keyakinan bahwa segala nikmat yang Allah berikan, seseorang harus bersyukur dan bertanggung jawab.
Implementasi Peraturan Rektor Nomor 252 Tentang Penggunaan Busana Islami Bagi Mahasiswa di Lingkungan kampus Universitas Islam Bandung Devia Nabila Ihsani; Aep Saepudin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10457

Abstract

Abstract. Implementation is implementation or application. Another meaning of implementation is distributing the output of a policy implemented by an implementer (to convey the policy output) to a target group in an effort to achieve the policy. Regulations are provisions that bind citizens, groups, communities which are used as a guide, order and control of behavior. The objectives of this research are (1) To find out the background of the chancellor in making regulation number 252 concerning the use of Islamic clothing for students on the Bandung Islamic University campus. (2) Knowing the socialization carried out in the regulations for wearing Islamic clothing in Islamic clothing for students on the Bandung Islamic University campus (3) Knowing the stages and implementation carried out in the regulations for wearing Islamic clothing for students on the Bandung Islamic University campus. The method used in this research is descriptive analysis by conducting field research through an interview process, documentation carried out on the Bandung Islamic University campus. Based on the results of this research, there are values ​​such as (1) The Chancellor's background regarding the inauguration of regulations on the use of Islamic clothing is one way to achieve Unisba's vision and mission. (2) The socialization carried out when this regulation was implemented was very good, by disseminating information through available platforms, making banners from student organizations. (3) the stages and implementation are quite good even though a task force has not been formed as part of monitoring the existence of this rule. Abstrak. Implementasi adalah pelaksanaan atau penerapan. Arti lain dari implementasi yaitu mendistribusikan keluaran dari suatu kebijakan yang dijalankan oleh seorang pelaksana (untuk menyampaikan keluaran kebijakan ) kepada suatu kelompok sasaran dalam upaya mencapai kebijakan tersebut. Peraturan adalah ketentuan yang mengikat warga, kelompok, masyarakat yang dipakai sebagai panduan,tatanan, dan pengendalian tingkah laku.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui latar belakang rektor membuat peraturan nomor 252 tentang penggunaan busana islami bagi mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung (2) Mengetahui sosialisasi yang dilakukan dalam peraturan penggunaan busana islami berbusana islami bagi mahasiswa di lingkungan kampus Universitas islam Bandung (3) Mengetahui tahapan dan pelaksanaan yang dilakukan dalam peraturan penggunaan busana islami bagi mahasiswa di lingkungan kampus Universitas Islam Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan cara melakukan penelitian lapangan melalui proses wawancara, dokumentasi yang dilakukan di kampus Universitas Islam Bandung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut terdapat nilai-nilai seperti (1) Latar belakang rektor tentang diresmikannya peraturan penggunaan busana islami adalah salah satu cara agar tercapainya visi misi unisba. (2) Sosialisasi yang dilakukan saat adanya peraturan ini sudah sangat baik dengan menyebarkan informasi melalui platform yang tersedia, membuat banner juga dari organisasi mahasiswa. (3) tahapan dan pelaksanaan sudah cukup baik walaupun belum dibentuk satgas sebagai bagian dari pengawasan pada adanya aturan ini.
Implementasi Program Disiplin Positif Dalam Membentuk Karakter MAJU (Mandiri, Agamis, Jujur, Unggul) Siswa Kelas VIII di SMPN 15 Bandung Muftia Salma Nurpadilah; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10480

Abstract

Abstract. The use of punishment is often used by schools as a form of disciplining their students. Even though to discipline children do not always have to use punishment, through an agreement made between two parties can train discipline and responsibility for children. Research methods are carried out using qualitative methods. The purpose of this study is to provide insight into planning, processes, evaluations and outcomes, as well as inhibiting and supporting factors of positive discipline programs. The data collection used are interviews, observations, and documentation studies. Data analysis consisting of data reduction, data display, and conclusions. The results showed that (a) Planning a positive discipline program at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (b) The process of implementing a positive discipline program in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (c) The evaluation and results of the implementation of positive discipline in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). (d) The inhibiting and supporting factor of the implementation of positive discipline at SMPN 15 Bandung in shaping the character of MAJU (Independent, Religious, Honest, Superior). Abstrak. Penggunaan hukuman sering digunakan oleh sekolah sebagai bentuk mendisiplinkan siswa mereka. Meskipun untuk mendisiplinkan anak tidak selalu harus menggunakan hukuman, melalui kesepakatan yang dibuat antara dua pihak dapat melatih disiplin dan tanggung jawab terhadap anak. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan tentang perencanaan, proses, evaluasi dan hasil, serta faktor penghambat dan pendukung program disiplin positif. Pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data terdiri dari reduksi data, tampilan data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) Merencanakan program disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul).(b) Proses pelaksanaan program disiplin positif dalam membentuk karakter MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (c) Evaluasi dan hasil penerapan disiplin positif dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Beragama, Jujur, Unggul). (d) Faktor penghambat dan pendukung penerapan disiplin positif di SMPN 15 Bandung dalam membentuk karakter siswa kelas VIII MAJU (Mandiri, Religius, Jujur, Unggul).
Nilai-Nilai Pendidikan dari QS. An-Nisa Ayat 36 tentang Bentuk-bentuk Akhlakul Karimah Lutfi Sabila; Nuroni, Enoh; Surbiantoro, Eko
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10493

Abstract

Abstract. Fornication is a human trait that prompts itself to distinguish between good and bad works, so it is called akhlakul karimah or praiseworthy. The results of this study reveal in qs.s. an-nisa verse 36 that no man's morals belong to god. Chastity to parents, neighbor's morals and community, chastity to the close of kin, to family, morality to the fatherless and the poor. The results of this study reveal in qs.s. an-nisa verse 36 that no man's morals belong to god. Chastity to parents, neighbor's morals and community, chastity to the close of kin, to family, morality to the fatherless and the poor. The value of education embodied in qs -nisa verse 36 is (1) the value of the worship of education in which the subjection to act through all the commands of god is lifted. (2) the value of tauhid education means essaying god n. (3) the value of chastity education is the first priority of the sending of the prophet (peace and blessings be upon him). , in addition to perfecting the divine teaching. Abstrak. Akhlak merupakan perangai manusia yang mendorong dirinya untuk membedakan perbuatan yang baik maupun yang buruk, maka hal ini disebut akhlakul karimah atau akhlak yang terpuji. Akhlak ini dinilai menjadi materi yang sangat penting dalam membentuk pribadi yang baik. Karena akhlak merupakan salah satu yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari dan penting juga dalam ajaran islam. Hasil penelitian ini mengungkapkan di dala Q.S An-Nisa ayat 36 bahwa akhlakul karimah seseorang mencakup akhlak kepada Allah Swt. Akhlak kepada orang tua, akhlak tetangga dan Masyarakat, akhlak kepada karib kerabat, kepada keluarga, akhlak kepada anak yatim dan orang miskin. Nilai-nilai Pendidikan yang terkandung dalam Q.S An-Nisa ayat 36 adalah:(1) nilai Pendidikan ibadah dimana ketundukan untuk melaksanaan segala perintah Allah Swt. (2) Nilai Pendidikan tauhid yang berarti meng-Esa-kan Allah Swt. (3) Nilai pendidikan akhlak merupakan prioritas utama diutusnya Nabi Muhammad saw., di samping menyempurnakan ajaran Allah Swt.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam dalam Pembinaan Akhlakul Karimah Peserta Didik di SMP PGII 2 Bandung Intan Surya Hadiatulloh; Surana, Dedih
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.10494

Abstract

Abstract. The human moral crisis in the post-covid 19 era is increasingly concerning, morals are only limited to entertainment and comedians. Such as showing off the glittering world of the night on social media, not old enough, engaging in alcoholic beverages and much more. The purpose of this study is to find out the program of Islamic education teachers in fostering akhlakul karimah students,to find out the approach and methods of Islamic education teachers in fostering akhlakul karimah and to find out the supporting and inhibiting factors in the development of akhlakul karimah. This study used qualitative research with a descriptive approach. The data collection used is observation, interviews and documentation. The data that has been obtained is analyzed by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. The research results show that (1) the PAI teacher is the morning habituation program, afternoon habituation program, afternoon habituation program, 5S program, routine recitation program, and Islamic holiday commemoration program. (2) PAI teachers' approaches and methods is namely example, habituation, competence, advice, punishment, exercise, correction, advice methods, lectures and stories. (3) Inhibiting and supporting factors is namely supporting factors, foundation and school policies, GDS (Student Discipline Movement) team and religious team, facilities and infrastructure, school community, and students' pocketbooks. Inhibiting factors are students, family environment, community environment, time constraints and poor coordination with SMA PGII 2 Bandung. Abstrak. Krisis moral manusia pada zaman sesudah covid 19 semakin memprihatinkan, moral hanya sebatas hiburan dan komedian semata. Seperti memamerkan dunia gemerlap malam di media sosial belum cukup umur, terlibat minuman beralkohol dan masih banyak lagi. Tujuan penelitian ini yaitu (1) untuk mengetahui program guru pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah peserta didik, (2) untuk mengetahui pendekatan dan metode guru pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah, (3) untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan akhlakul karimah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan mereduksi data, memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) program guru PAI yaitu program pembiasaan pagi, program pembiasaan siang, program pembiasaan sore, program 5S, program pengajian rutin, dan program peringatan hari besar Islam. (2) Pendekatan dan metode guru PAI yaitu teladan, pembiasaan, kompetensi, anjuran, latihan, hukuman,koreksi, metode nasihat, ceramah dan kisah-kisah. (3) Faktor penghambat dan pendukung yaitu Faktor pendukung, kebijakan yayasan dan sekolah, tim GDS (Gerakan Disiplin Siswa) Dan tim keagamaan, sarana dan prasarana, sivitas sekolah, dan buku saku peserta didik. Faktor penghambat yaitu peserta didik, lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, keterbatasan waktu dan koordinasi kurang baik dengan SMA PGII 2 Bandung.