cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Efektivitas Metode Pembelajaran Role Playing terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII pada Materi Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf di SMP PGII 2 Kota Bandung Witri Hendrawati Solihat; Aep Saepudin; Nadri Taja
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11905

Abstract

Abstract. This research is based on students who experience learning outcomes that are below the KKM and teacher-centered learning methods that make students less active and innovative. This research was carried out at PGII 2 Junior High School in Bandung City with the aim of finding out whether there was an increase in class VII learning outcomes. on the material of being sincere, patient and forgiving using role playing learning methods. The problem formulation shows that this research uses a quantitative approach. This research aims to find out how effective the use of role playing learning methods is on student learning outcomes in the material of sincerity, patience and forgiveness. The method applied in this research is a quantitative approach with a Quasi Experimental research method. The average score of the experimental class at meeting 1 was 57 and meeting 2 was 65. Meanwhile the average score for the control class at meeting 1 was 57 and meeting 2 was 62. Furthermore, the condition of learning outcomes after using the role playing learning method in the material is sincere, patient and forgiveness went well, this can be seen from the comparison of the average pre-test and post-test scores for the experimental class and the control class. In the experimental class the average score of the pre-test results was 57 and the average post-test score was 94, the learning outcomes of experimental class students experienced an increase in score of 3.7. In the control class the average score of the pretest results was 57 and the average score of the posttest results was 84. Student learning outcomes in the control class experienced an average increase of 2.7. Abstrak. Penelitian ini latarbelakangi oleh peserta didik yang mengalami hasil belajar yang dibawah KKM dan metode pembelajaran yang berpusat pada guru sehingga membuat peserta didik kurang aktif dan inovatif, penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama PGII 2 Kota Bandung yang bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar kelas VII pada materi ikhlas, sabar dan pemaaaf menggunakan metode pembelajaran role playing. Rumusan masalah menunjukkan bahwa penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan metode pembelajaran role playing terhadap hasil belajar siswa pada materi ikhlas, sabar dan pemaaf. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian Quasi Eksperiment. Hasil penelitian menunjukkan kondisi awal bahwa hasil belajar siswa sebelum menggunakan metode pembelajaran role playing pada kelas kontrol VIIA dan kelas eksperimen VIIB cenderung belum mencapai KKM. Nilai rata-rata kelas eksperimen pada pertemuan 1 adalah 57 dan pertemuan 2 adalah 65. Sedangkan nilai rata-rata kelas kontrol pada pertemuan 1 adalah 57 dan pertemuan 2 adalah 62. Selanjutnya kondisi hasil belajar setelah menggunakan metode pembelajaran role playing dalam materi ikhlas, sabar dan pemaaf berjalan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari perbandingan nilai rata-rata pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen nilai rata-rata hasil pre-test adalah 57 dan nilai rata-rata posttest adalah 94, hasil belajar siswa kelas eksperimen mengalami peningkatan nilai sebesar 3.7. Pada kelas kontrol nilai rata-rata hasil pretest adalah 57 dan nilai rata-rata hasil posttest adalah 84. Hasil belajar siswa pada kelas kontrol mengalami peningkatan rata-rata 2.7.
Analisis Proses Pembelajaran PAI sebagai Sarana Peningkatan Profil Pelajar Pancasila Metha Nahda Afriliya; Asep Dudi Suhardini; Mujahid Rayid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11979

Abstract

Abstract. This research focuses on changes to the education curriculum in Indonesia, especially in the context of the Independent Curriculum as a response to the impact of the Covid-19 pandemic. The Merdeka Curriculum introduces a new paradigm in the world of education by emphasizing new ideas about the learning process. One of the main elements in this curriculum is the Pancasila Student Profile which includes six important dimensions: faith, devotion to God Almighty, global diversity, mutual cooperation, creativity, critical and independent. The importance of religious education, especially Islamic Religious Education (PAI) as an integral part of the curriculum, can be seen from its aim to increase students' understanding, faith, appreciation and experience of Islamic teachings. This research was conducted at SMAN 1 Parungkuda Sukabumi using a qualitative approach and descriptive methods, with data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation studies.The results of the research show that the process of planning and implementing PAI learning in class XI of SMAN 1 Parungkuda is in accordance with the applicable curriculum. Learning evaluation is carried out regularly and in a structured manner. The impact of the PAI learning process includes improving student character as recorded in education report cards.Supporting factors for the PAI learning process as a means of increasing the profile of Pancasila students include learning materials that cover the dimensions of the Pancasila student profile, as well as the presence of teachers who have an Islamic PAI undergraduate background. However, the inhibiting factors include differences in views in interpreting the results of the process of increasing the profile of Pancasila students. Thus, this research provides in-depth insight into the implementation of the Merdeka Curriculum and the role of Islamic Religious Education in raising the profile of Pancasila students at the high school level). Abstrak. Penelitian ini bermula pada perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka sebagai pemulihan terhadap dampak pandemi Covid-19. Kurikulum Merdeka memperkenalkan paradigma baru dalam dunia pendidikan dengan menekankan gagasan baru tentang proses pembelajaran. Salah satu elemen utama dalam kurikulum ini adalah profil pelajar pancasila, yang mencakup enam dimensi penting: keberiman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, kreatif, kritis, dan mandiri.Pentingnya pendidikan agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai bagian integral dari kurikulum, tampak dari tujuannya untuk meningkatkan pemahaman, keimanan, penghayatan, dan pengalaman siswa terhadap ajaran Islam. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Parungkuda Sukabumi menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PAI di kelas XI SMAN 1 Parungkuda sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkala dan terstruktur. Dampak dari proses pembelajaran PAI mencakup peningkatan karakter siswa yang tercatat dalam rapor pendidikan.Faktor pendukung proses pembelajaran PAI sebagai sarana peningkatan profil siswa Pancasila melibatkan materi pembelajaran yang mencakup dimensi profil siswa Pancasila, serta keberadaan guru dengan latar belakang sarjana PAI. Namun, faktor penghambat mencakup perbedaan pandangan dalam memaknai hasil dari proses peningkatan profil pelajar Pancasila. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang implementasi Kurikulum Merdeka dan peran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan profil siswa Pancasila di tingkat sekolah menengah atas.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 29-31 tentang Targhib dan Tarhib Winda Nurwijayanti; Enoh; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12019

Abstract

Abstract. This verse explains the command of Allah SWT to stay away from major sins among the sins that are prohibited from doing it, and Allah SWT has promised his servant that if he avoids major sins he will be entered into a glorious place, namely heaven. Targhib values appear in this verse, namely promises accompanied by persuasion and seduction to postpone the mere benefit of delicacy and enjoyment. This study used a descriptive-analytical collection technique, namely the library (library reasearch) by examining in depth various interpretations and books related to the subject matter of the research. The results of the study suggest that the essence of educational values from the Al-Qur'an Surah An-Nisa verse 31 concerning targhib and tarhib is: Allah SWT forbids his servants to commit grave sins and promises enjoyment for his servants. Allah SWT orders his servants to stay away from big sins, namely every sin that Allah threatens with hell fire, wrath, curse and punishment, and Allah SWT promises pleasure to his servant if he stays away from the prohibitions that Allah SWT has given. The targhib values contained in the Al-Qur'an letter An-Nisa verse 31 are, as Muslims must understand and know about what are the commands and prohibitions that Allah SWT has set, such as the prohibition of committing major sins and the obligation to carry out worship and always believe in Allah SWT. Allah SWT has promised His servants who stay away from major sins and will be sent to a noble place, namely heaven. Abstrak. Ayat ini menerangkan tentang perintah Allah Swt untuk menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang mengerjakannya, dan Allah Swt telah menjanjikan kepada hambanya jika menjauhi dosa-dosa besar makan akan dimasukkan ke tempat yang mulia yaitu surga. Munculah nilai-nilai targhib dalam ayat ini yaitu janji yang disertai bujukan dan rayuan untuk menunda kemaslahatan kelezatan dan kenikmatan semata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis teknik pengumpulan yaitu kepustakaan (library reasearch) dengan mengkaji secara mendalam berbagai tafsir dan buku yang berhubungan dengan pokok masalah penelitian. Hasil penelitian mengemukakan bahwa esensi dari nilai-nilai pendidikan dari Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 31 tentang targhib dan tarhib adalah : Allah Swt melarang hambanya untuk melakukan perbuatan dosa besar dan menjanjikan kenikmatan bagi hambanya. Allah Swt memerintahkan hambanya untuk menjauhi dosa-dosa besar, yaitu setiap dosa yang diancam Allah Swt dengan api neraka, kemurkaan, laknat dan adzab, dan Allah Swt menjanjikan kenikmatan kepada hambanya jika menjauhi larangan-larangan yang telah Allah Swt berikan. Nilai-nilai targhib yang terkandung dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 31 ialah, sebagai umat muslim harus memahami dan mengetahui tentang apa saja perintah dan larangan yang telah Allah Swt tetapkan, seperti larangan melakukan perbuatan dosa besar dan wajib menjalankan ibadah dan selalu beriman kepada Allah Swt. Allah Swt telah menjanjikan kepada hambanya yang menjauhi perbuatan dosa besar makan akan dimasukkan ke tempat yang mulia yaitu surga.
Pengelolaan Program Pengabdian bagi Alumni di Pondok Modern Assalam Putri Sukabumi Elsa Sahara; Nan Rahminawati; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12029

Abstract

Abstract. The output of this service program is to make alumni as prospective educators who have four teacher competencies, namely pedagogic, personality, social, and professional. along with one of the problems of Indonesian education, the quality of teachers. The service program was formed since the beginning of the establishment of Pondok Modern Assalam, there has been no change in all aspects, therefore, the author is interested in how the management of the service program can last a long time, so the author raised the title of the research "Management of Service Programs for Alumni at Pondok Modern Assalam Putri Sukabumi". The purpose of the study is to find program planning, identify program implementation steps, analyze the evaluation carried out on the program, find supporting and inhibiting factors during the service program process. The research method is using qualitative. The data collection techniques used are interviews, observations, and documentation. Data analysis techniques use techniques from Miles and Huberman. The results of the research are the management of service programs is carried out in a structured manner from planning, implementation and evaluation. Program evaluation is carried out by descriptive presentation in the form of report. The supporting factor is the trust given by outside institutions to the resources of Pondok Modern Assalam Putri graduates, from the executive side are asatidzah and ustadzah and service partners. The inhibiting is the transfer of places of service, from the executive side, namely the students, limited time, and parents who do not understand the existing regulations. Abstrak. Output dari program pengabdian ini yaitu menjadikan alumni sebagai calon pendidik yang memiliki empat kompetensi guru yaitu pedagogik, kepribadian, sosial, dan professional. Sejalan dengan salah satu permasalahan pendidikan Indonesia yaitu mengenai kualitas guru. Program pengabdian dibentuk sejak awal berdirinya Pondok Modern Assalam, tidak ada perubahan segala aspeknya, maka dari itu, penulis tertarik akan bagaimana pengelolaan program pengabdian tersebut dapat bertahan lama, sehingga penulis mengangkat judul penelitian “Pengelolaan Program Pengabdian bagi Alumni di Pondok Modern Assalam Putri Sukabumi”. Tujuan penelitian yaitu menemukan perencanaan program, mengidentifikasi langkah-langkah pelaksanaan program, menganalisis evaluasi yang dilaksanakan pada program, menemukan faktor pendukung dan penghambat selama proses program pengabdian. Metode penelitian yaitu menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu Wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan Teknik dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian yaitu pengelolaan program pengabdian dilaksanakan secara terstruktur dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Evaluasi program dilakukan dengan penyajian deskriptif dalam bentuk laporan. Faktor pendukung selama proses pengabdian yaitu kepercayaan yang diberikan para lembaga luar kepada sumber daya lulusan Pondok Modern Assalam Putri, dari sisi pelaksana yaitu asatidzah dan ustadzah dan rekan satu pengabdian. Penghambat yaitu perpindahan tempat pengabdian, dari sisi pelaksana yaitu para santri, waktu yang terbatas, dan orangtua yang kurang paham atas peraturan yang ada.
Metode Pembinaan Tahfidz Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Al-Multazam Cicalengka Bandung Ilham Firdaus; Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12091

Abstract

Abstract. This research aims to determine the method of developing Al-Qur'an tahfidz for PPTQ Al-Multazam Cicalengka Bandung students. The Al-Multazam Islamic Boarding School was founded with the aim of educating cadres of people who have memorized the Qur'an, are capable and skilled in society and create Qur'anic people in their teens who are civilized, independent, have a global perspective, and care about the benefit of humanity. In practice, Al-Multazam applies five methods, namely the wahdah (thariqah) method, the kitabah (thariqah) method, the sima'i (thariqah) method, the combined (thariqah) method, and the jama'i (thariqah) method. The curriculum implemented at PPTQ Al-Multazam Bandung is four in one (4 in 1), namely muraja'ah, ziyadah, tasmi' and munaqosyah. The method used in this research is descriptive qualitative, collecting data by observation, interviews and documentation studies. There are 3 aspects which include the results of the tahfidz Al-Qur'an coaching method, namely the target of the tahfidz coaching method, the success of achieving the target and the results of the tahfidz coaching method on the morals of the students. PPTQ Al-Multazam has a minimum target, namely that within three years the students will have at least 15 juz of memorized and in accordance with the vision and mission, namely to create Qur'anic people in their teens who are civilized, independent, have a global perspective, and care about the benefit of humanity. The first supporting factor is the Curriculum, the second supporting factor is Human Resources (HR) and the last supporting factor is the Foundation because it is very influential on the development of tahfidz who are there, apart from facilitating time and place, the Foundation also provides direction and motivation regarding Resources. Human (HR) at PPTQ Al-Multazam Cicalengka Bandung. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembinaan tahfidz Al-Qur’an santri PPTQ Al-Multazam Cicalengka Bandung. Pesantren Al-Multazam didirikan bertujuan untuk pendidikan kader-kader umat yang hafidzul Qur’an, mampu dan terampil di tengah masyarakat dan mewujudkan insan Qur’ani di usia remaja yang beradab, mandiri, berwawasan global, dan peduli pada kemaslahatan umat manusia. Al-Multazam dalam praktiknya menerapkan lima metode yakni metode (thariqah) wahdah, metode (thariqah) kitabah, metode (thariqah) sima’i, metode (thariqah) gabungan, metode (thariqah) jama’i. Kurikulum yang di terapkan di PPTQ Al-Multazam Bandung yaitu four in one (4 dalam 1) ada muraja’ah, ziyadah, tasmi’ dan munaqosyah. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, mengumpulkan data dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Ada 3 aspek yang meliputi hasil dari metode pembinaan tahfidz Al-Qur’an yaitu target dari metode pembinaan tahfidz, keberhasilan pencapaian target dan hasil metode pembinaan tahfidz terhadap akhlak santri. PPTQ Al-Multazam mempunyai target minimal yaitu dalam waktu tiga tahun santri minimal sudah mempunyai halafan 15 juz dan sesuai dengan visi misi yaitu mewujudkan insan Qur’ani di usia remaja yang beradab, mandiri, berwawasan global, dan peduli pada kemaslahatan umat manusia. faktor pendukung yang pertama adalah Kurikulum, faktor pendukung yang kedua adalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan faktor pendukung yang terakhir adalah Yayasan dikarenakan sangat berpengaruh terhadap pembinaan tahfidz yang berada disana, selain memfasilitasi waktu dan tempat, Yayasan juga memberikan arahan serta motivasi terhada Sumber Daya Manusia (SDM) di PPTQ Al-Multazam Cicalengka Bandung.
Program Pembelajaran Al-Qur’an dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Membaca Al-Qur’an Siswa di MTSN 1 Garut Muhammad Garly Aditya; Rahminawati, Nan; Nur Inten, Dinar
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12136

Abstract

Abstract. The Al-Qur'an is a holy book for Muslims which is a guide to life, which provides complete instructions for the rules of human life that can create a comfortable, happy and prosperous life. Difficulties faced by students in reading the Al-Qur'an include, for example, still stumbling in reading (not yet fluent), not being able to practice mad reading correctly, sometimes long readings are read short or what should be read short is instead read long. Students also still make mistakes in reading laws, they should read with a buzz instead of with a buzz, and vice versa. The objectives of this research are 1) Identify the conditions of students who experience difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 2) Analyze the efforts made by Al-Qur'an Hadith teachers in overcoming difficulties in reading the Al-Qur'an at MTsN 1 Garut 3) Evaluate the success of the program given to students who have difficulty reading the Koran at MTsN 1 Garut. This research method uses observation, interview and documentation. The research results show that the condition of students who have difficulty reading the Al-Qur'an can be identified through tests carried out at the beginning of school. The efforts of Al-Qur'an Hadith teachers to overcome difficulties in reading the Al-Qur'an include holding Al-Qur'an tadarus for approximately 15 minutes before teaching and learning activities take place, holding special private sessions, and giving assignments that can stimulate students' ability to read. Al-Qur'an. Program evaluation is carried out using oral and written tests which are carried out in stages every week, month and semester. The difficulties experienced by students in the process of learning to read the Al-Qur'an are pronouncing the Hijaiyah letters (Makharijul Letters), mastering the rules of Tajwid science, and not being familiar with punctuation. Abstrak. Al-Qur’an merupakan kitab suci bagi umat muslim yang menjadi pedoman hidup, memberikan petunjuk lengkap terhadap aturan-aturan hidup manusia, sehingga tercipta kehidupan yang nyaman, bahagia dan sejahtera. Kesulitan yang dihadapi siswa dalam membaca Al-Qur’an misalnya masih terbata-bata dalam membaca (belum lancar), belum mampu mempraktikkan bacaan mad dengan benar, terkadang bacaan panjang dibaca pendek atau sebaiknya yang seharusnya dibaca pendek malah dibaca panjang. Siswa juga masih melakukan kesalahan dalam hukum bacaan, seharusnya dibaca dengan mendengung malah tidak mendengung, dan sebaliknya. Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi kondisi siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 2) Menganalisis upaya yang dilakukan oleh guru Al-Qur’an Hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut 3) Mengevaluasi keberhasilan program yang diberikan kepada siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an di MTsN 1 Garut. Metode penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi siswa yang kesulitan membaca Al-Qur’an dapat diketahui melalui tes yang dilakukan pada awal masuk sekolah. Upaya guru Al-qur’an hadits dalam mengatasi kesulitan membaca Al-Qur’an adalah mengadakan tadarus Al-Qur’an selama kurang lebih 15 menit sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung, mengadakan privat khusus, serta pemberian tugas yang dapat merangsang kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an. Evaluasi program dilaksanakan dengan tes lisan dan ujian tulis yang dilakukan bertahap pada tiap minggu, bulan dan semester. Kesulitan- kesulitan yang dialami siswa dalam proses belajar membaca Al-Qur’an adalah melafalkan huruf-huruf Hijaiyah (Makharijul Huruf), penguasaan kaidah ilmu tajwid, serta belum mengenal tanda baca.
Pendidikan Tauhid dari Kisah Nabi Ibrahim kepada Keluarga (Kajian Tafsir Q.S Ash-Saffat Ayat 100-110) Dea Amelia Putri; Ikin Asikin; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12194

Abstract

Abstract. Along with the development of the times, many of the teenagers experience increasing moral decadence such as brawls, free sex, drugs that occur among teenagers. This fact is partly due to the lack of attention and affection of parents towards their children. This has a negative impact on the growth and development of their children. Tawhid is the main and first part that must be planted completely and integrally in humans, because it is from the concept of tawhid that this research aims to (1) To find out the opinions of the mufasir on the content of surah Ash-Shaffat 100-110. (2) To find out the values of education in the family. (3) To determine the essence of tawhid education in the family contained in surah Ash-Shaffat 100-110. This research uses a qualitative approach with descriptive methods sourced from literature (library research). considering all the data that is a reference in this thesis comes from written materials, both in the form of books, books and other reading media that are representative and relevant to the object of discussion. The results of this study indicate the essence contained in surah Ash-shaffat verses 100-110. (1) The strongest education in the form of faith (2) Obeying parents is proof of obedience to Allah (3) Patient attitude in the test. Educational values of surah Ash-Shaffat verses 100-110 (1) faith (2) obedience (3) patience. Abstrak. Seiring dengan perkembangn zaman, banyak diantara kalangan remaja mengalami dekadensi moral yang meningkat seperti tawuran, seks bebas, narkoba yang terjadi di kalangan remaja. Kenyataan tersebut antara lain disebabkan oleh kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua terhadap anak-anaknya. Hal ini membuat dampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka. Tauhid merupakan bagian utama dan pertama yang harus ditanam secara utuh dan integral dalam diri manusia, sebab dari konsep tauhid inilah penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui pendapat para mufasir terhadap kandungan surah Ash-Shaffat 100-110. (2) Untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan di dalam keluarga. (3) Untuk esensi pendidikan tauhid di dalam keluarga yang terkandung dalam surah Ash-Shaffat 100-110. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif bersumber dari kepustakaan (library research). mengingat semua data yang menjadi acuan dalam skripsi ini berasal dari bahan-bahan tertulis, baik dalam bentuk kitab, buku maupun media bacaan lainnya yang representatif serta relevan dengan objek pembahasan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan esensi yang terkandung dalam surah Ash-shaffat ayat 100-110. (1) Pendidikan yang terkuat berupa keimanan (2) Patuh kepada orang tua bukti taat kepada Allah (3) Sikap sabar dalam ujian. Nilai-nilai pendidikan dari surah Ash-Shaffat ayat 100-110 (1) keimanan (2) kepatuhan (3) kesabaran.
Strategi Pengurus Pesantren dalam membina Akhlak Karimah Santri di Asrama Al Banat Purwakarta Listivia Yunanda; Dedih Surana; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12195

Abstract

Abstract. This research aims to find out the strategies used by administrators in developing the morals of students. The moral development of students in Islamic boarding schools aims to form characters that are in accordance with Islamic teachings. Instilling morals in students and implementing them is not an easy thing, so several stages are needed to instill these morals. Because the main goal of akhlak karimah is to form a person who is religiously devout and has noble character according to Islamic teachings. The research method applied in this thesis is qualitative with a descriptive approach. The researcher aims to describe the situation that will be observed in the field more specifically, transparently and in depth. The data collection techniques used involved observation, interviews and documentation studies. The data analysis process involves data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research can be concluded that the approach in developing the morals of students at the Al Banat hostel in Purwakarta prioritizes the concept of being a good example, where the boarding school administrators act as role models to inspire students to follow positive footsteps. The implementation of moral development is carried out through the activities of studying the Banin akhlakulil book and watching the stories of the prophets in films. Moral development methods are applied, such as providing role models, advice, habits and rewards. This method not only focuses on changing behavior, but also on building strong character and applying moral values in everyday life. Evaluation of moral development is carried out verbally, involving a personal approach between students and administrators. This assessment includes observing behavior, social interactions, and implementing moral values in daily activities. In this way, administrators can understand developments students' morals and the extent to which the values taught are reflected in their actions and attitudes. Keywords: Strategy, Coaching, Karimah Morals. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan oleh pengurus dalam membina akhlak santri. Pembinaan akhlak santri di pesantren bertujuan untuk membentuk karakter yang sesuai dengan ajaran Islam. Dengan menanamkan akhlak pada santri dan untuk menerapkannya bukanlah hal yang mudah, maka diperlukan beberapa tahapan dalam menanamkan akhlak tersebut. Karena tujuan utama akhlak karimah yaitu membentuk pribadi yang taat beragama dan berakhlak mulia sesuai ajaran Islam. Metode penelitian yang diterapkan dalam skripsi ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Peneliti bertujuan untuk menggambarkan situasi yang akan diamati di lapangan dengan lebih spesifik, transparan, dan mendalam. Teknik pengumpulan data yang digunakan melibatkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Proses analisis data melibatkan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendekatan dalam membina akhlak santri di asrama Al Banat Purwakarta mengedepankan konsep menjadi contoh yang baik, di mana pengurus pesantren berperan sebagai teladan untuk menginspirasi santri mengikuti jejak yang positif. Pelaksanaan pembinaan akhlak dilakukan melalui kegiatan mengaji kitab akhlakulil banin dan menonton kisah para nabi dalam film. Metode pembinaan akhlak yang diterapkan, seperti memberikan tauladan, nasihat, pembiasaan, dan ganjaran. Metode ini tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga pada pembentukan karakter yang kuat dan penerapan nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Evaluasi pembinaan akhlak dilakukan secara verbal, melibatkan pendekatan personal antara santri dan pengurus. Penilaian ini mencakup pengamatan perilaku, interaksi sosial, dan implementasi nilai-nilai akhlak dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, pengurus dapat memahami perkembangan akhlak santri dan sejauh mana nilai-nilai yang diajarkan tercermin dalam tindakan dan sikap mereka. Kata Kunci: Strategi, Pembinaan, Akhlak Karimah.
Pengaruh Kesiapan Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Salah Satu SMPN Kota Bandung Rally Negara, Iqbal Mulky; Saepudin, Aep; Hakim, Arif
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12220

Abstract

Abstract. The learning process that occurs in a person is an important thing in education. Through learning, a person can get to know his environment and be able to adapt and adjust to the times. the general phenomenon that emerges shows that the learning achievement of Class VIII students is still low. The low learning achievement of students is reflected in the value of Islamic Religious Education subjects that are not in line with expectations. From here it is clear that learning readiness is an important activity in the effort of growth and development. The approach used in this research is a quantitative approach. This method is also called confirmative method, because this method is suitable for proof/confirmation. This method is called a quantitative method because the research data is in the form of numbers and analysis using statistics. Thus quantitative methods can be interpreted as research methods based on the philosophy of positivism, used to research on certain populations or samples, data collection using research instruments, quantitative data analysis, with the aim of testing predetermined hypotheses.From this t test it is known that t count t table, namely, 2.231 2.02 and the significance value is 0.031 0.05, which means that Ho is accepted and Ha is rejected. So it can be concluded that there is a significant effect of learning readiness (Variable X) on student learning achievement (Variable Y).For future researchers who are sustainable about student readiness, they must be more careful about what factors can make students so ready or not ready to face learning. Abstrak. Proses belajar yang terjadi pada seseorang merupakan suatu hal yang penting dalam pendidikan. Melalui belajar, seseorang dapat mengenal lingkungannya dan mampu beradaptasi serta menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. fenomena umum yang muncul menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa SMPN masih rendah. Rendahnya prestasi belajar siswa tercermin dari nilai mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang belum sesuai dengan harapan. Gambaran capaian prestasi belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di salah satu SMPN kota Bandung dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Metode ini juga disebut metode konfirmatif, karena metode ini cocok digunakan untuk pembuktian/konfirmasi. Metode ini disebut metode kuantitatif karena data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistic. Dengan demikian metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.Dari uji t ini diketahui bahwa t hitung t tabel yakni, 2,231 2,02 dan nilai signifikansinya 0,031 0,05, yang mana ini bermakna bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh secara signifikan kesiapan belajar (Variabel X) terhadap prestasi belajar siswa (Variabel Y).Untuk para peneliti selanjutnya yang berkesinambungan tentang kesiapan siswa harus lebih teliti faktor apa saja yang dapat membuat siswa bisa begitu siap atau tidak siap nya menghadapi pembelajaran.
Pola Asuh Orangtua dalam Mendidik Akhlakul Kharimah Remaja pada Keluarga Pedagang di Kelurahan Ciroyom Kota Bandung Refansyah, Erfan; Saeppudin, Aep; Asikin, Ikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12235

Abstract

Abstract. Parents always want to provide the best for their children, especially in the aspect of education, with various efforts parents strive so that their children must be more successful than their parents. Parental care is the actions and attitudes of parents who show love but also provide direction to ensure that children's physical and emotional well-being. Children are a mandate from Allah SWT and must be guarded and educated to achieve excellence in life and get closer to Allah SWT. This research was written with the title Parenting Patterns in Educating Adolescent Morals in Merchant Families in Ciroyom Village, Bandung City, this research was conducted with Qualitative Research Methods with data collection techniques in the form of interviews and documentation studies where the results of the study found that the parents of traders who are all busy trading in Ciroyom Market in the process of ensuring the moral development of their children by entrusting them to Youth Organization and Mosque Youth with various programs owned by youth organizations and mosque youth, ranging from Social Services to Recitation which has an impact on the development of morality, values and norms adopted by the community. Keywords: Adolescent Parenting, Traders' Parents, Youth Organization, Mosque. Abstrak. Orang tua selalu menginginkan memberikan yang terbaik untuk anaknya khususnya dalam aspek pendidikan, dengan berbagai upaya orang tua berjuang agar anaknya harus lebih sukses dari orang tuanya. Pengasuhan orang tua adalah tindakan dan sikap orang tua yang menunjukkan cinta namun juga memberikan pengarahan untuk menjamin agar fisik dan emosional anak sejahtera. Anak adalah amanat dari Allah SWT dan harus dijaga dan dididik untuk mencapai keutamaan dalam hidup dan mendekatkan diri pada Allah SWT. Penelitian ini ditulis dengan judul Pola Asuh Orang Tua Dalam Mendidik Akhlak Remaja Pada Keluarga Pedagang Di Kelurahan Ciroyom Kota Bandung, penelitian ini dilakukan dengan Metode Penelitian Kualitatif dengan Teknik pengambilan data berupa wawancara dan studi dokumentasi dimana hasil penelitian ditemukan bahwa orangtua pedagang yang serba sibuk berdagang di Pasar Ciroyom dalam proses memastikan perkembangan akhlak anaknya dengan cara menitipkan di Karang Taruna dan Remaja Masjid dengan berbagai program yang dimiliki oleh karang taruna dan remaja masjid, mulai dari Bakti Sosial hingga Pengajian yang berdampak pada perkembangan moralitas, nilai-nilai dan norma-norma yang di anut oleh masyarakat.