cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Penerapan Metode Talaqi dan Metode Tasmi' pada Program Kelas Takhosus Tahfidz Al-Qur'an di MI Nur Al-Hijrah Alya Deva Rella; Asikin, Ikin; Mulyani, Dewi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15542

Abstract

Abstract. Indonesia is a country with the largest muslim majority in the world which is around 86% of the total population of 275 million people, Indonesi has a potensial to produce Al-qur’an memorize. However in reality in the level of Al-Qur’an memorization in Indonesia is still relatively low only around 30 thousend people which is around 0,01%. The methode used will later be evaluated to determine whether it is running or not by the teacher and principal, the evaluation is a carried out in the form of daily evaluation, and evaluation conducted at the end of each semester. The study determine: (1) implementation aplication the talaqi method and the tasmi’ method in the takhosus tahfidz Al-Qur’an program at MI Nur Al-Hijrah, (2) roles of teacher and student the talaqi method and the tasmi’ method in the takhosus tahfidz Al-Qur’an program at MI Nur Al-Hijrah, (3) the results and evalution of the appliaction of the method and tasmi’ method. This research was conducted using aqualitative approach with descriptive methods that present data in accordance with the facts in the field, the techniques used in this study with the stages of observation, interview, and documentation, data analysis techniques using descriptive data that collect data in accordance with the facts with the support of documentary evidence that is categorised game pattern relationship studied. The results of this study indicate that the effectiveness in the application of this method has been running according to aspects but it is better to be separeted from the use of these two methods. As for same vehicles in the application of this method, the person is conducive to the classroom when the teacher performs the talaqi methods. Abstrak. Indonesia merupakan negara dengan mayoritas pemeluk islam terbanyak di dunia yakni sekitar 86% dari total populasi 275 juta penduduknya, Indonesia memiliki potensi yang cukup tinggi untuk melahirkan para penghafal Al-Qur’an. Namun, pada kenyataannya tingkat penghafal Al-Qur’an di Indonesia masih tergolong rendah hanya sekitar 30 ribu orang yaitu sekitar 0,01%. Metode yang digunakan nantinya akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui berjalan atau tidaknya oleh guru dan kepala sekolah, evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi harian, evaluasi mingguan, dan evaluasi yang dilakukan setiap akhir semesternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) langkah-langkah penerapan metode talaqi dan metode tasmi pada program takhosus tahfidz Al-Qur’an di MI Nur Al-Hijrah; (2) peranan guru dan peserta didik dalam menerapkan metode talaqi dan metode tasmi pada program takhosus tahfidz Al-Qur’an di MI Nur Al-Hijrah; (3) hasil dan evaluasi dari penerapan metode talaqi dan metode tasmi pada program takhosus tahfidz Al-Qur’an di MI Nur Al-Hijrah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang menyajikan data sesuai dengan fakta dilapangan, teknik yang dilakukan pada penelitian ini dengan tahap observasi, wawancara, dan dokumnetasi, taknik analisis data menggunakan data deskriptif yang menghimpun data sesuai dengan fakta dengan dukungan bukti dokumentasi yang bersifat kategorisasi dan pola hubungan yang diteliti. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa efetivitas dalam penerapan metode ini telah berjalan sesuai dengan aspek tetapi lebih baik dipisahkan dari penggunaan kedua metode ini. Adapun beberapa kendala dalam penerapan metode ini yaitu kurangnya kondusif ruangan kelas ketika guru melakukan metode talaqi.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Film Animasi Omar dan Hana Khaira Shaliha; Suhardini, Asep Dudi; Pratikno, Heru
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15543

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the values of Islamic education shown in the animated film Omar and Hana. The method used in this research is qualitative research method with the type of research library research. Screening, codification and documentation are techniques used to gather data, as well as content analysis models used to analyze data. The results of the analysis show that the animated films Omar and Hana present significant Islamic educational values. There are eight values that can be identified in the Omar and Hana animated film in particular in the compilation “Faris”, which covers the episodes “Kotak Apa Ini?”, “Asyura”, “Main Sama-Sama”, “Dah Tak Sakit”, “Mulakan dengan Bismillah”, and “Doa Setelah Wuduk”. These values cover three aspects, namely akidah, akhlak and syari’ah aspects. The aspect of akidah consists of faith in the Prophet (saw). Aspects of akhlak include the attitude of help, honesty, sharing, maintaining cleanliness. Aspects of syari’ah include, reading bismillah, praying after ablution and fasting. With the animated film Omar and Hana as a learning medium, it is expected that religious values will be given priority and the public will be able to understand, live, and practice the entire teachings of Islam. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang ditunjukkan dalam film animasi Omar dan Hana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian library research. Teknik simak-catat, kodifikasi dan dokumentasi adalah teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, serta model analisis isi digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis menunjukkan bahwa film animasi Omar dan Hana menyajikan nilai-nilai pendidikan Islam yang signifikan. Terdapat 8 nilai yang dapat diidentifikasi dalam film animasi Omar dan Hana khususnya pada kompilasi “Faris”, yang meliputi episode-episode “Kotak Apa Ini?”, “Asyura”, “Main Sama-Sama”, “Dak Tak Sakit”, “Mulakan dengan Bismillah”, dan “Doa Selepas Wuduk”. Nilai-nilai tersebut mencakup meliputi tiga aspek, yaitu aspek akidah, aspek akhlak dan aspek ibadah. Aspek akidah terdiri dari iman kepada Rasulullah saw. Aspek akidah diantaranya adalah sikap tolong-menolong, kejujuran, saling berbagi, menjaga kebersihan. Aspek ibadah meliputi, membaca bismillah, berdoa setelah wudhu dan berpuasa. Dengan film animasi Omar dan Hana sebagai media pembelajaran, diharapkan nilai-nilai keagamaan diprioritaskan dan masyarakat dapat memahami, menghayati, dan mengamalkan seluruh ajaran agama Islam.
Efektivitas Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournament Berbantu Media Bamboozle dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Elmira Yuliana; Aep Saepudin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15548

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low learning outcomes of students who have not reached the KKM score of 63% and teacher-centred learning methods. The aim of the research is to determine whether there is an increase in student learning outcomes by using the Teams Games Tournament type cooperative model assisted by Bamboozle media in Islamic Religious Education subjects at Al-Hidayah Ciparay High School. This research uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. This research involved the experimental class XI IPS 2 and the control class XI IPS 1 which showed that 1) Student learning outcomes in the experimental class before the learning model was applied obtained an average score of 46.72 and the control class obtained an average score of 48.44. 2) The implementation of learning that has been carried out in the experimental class produces a percentage of 86% in the very satisfactory category. 3) Student learning outcomes increased after being given treatment, including in the cognitive domain in the experimental class getting an average score of (81.25) while the control class (66.41). In the spiritual affective domain, the experimental class received a score of (86.09) and social affective (85.22), while the control class in the spiritual affective domain received a score of (77.97) and the social affective domain (78.13). In the psychomotor domain, the experimental class received a score of (83.34) while the control class received a score of (69.81). So it can be concluded that the Teams Games Tournament type cooperative model assisted by Media Bamboozle is effective in improving learning outcomes. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa yang belum mencapai nilai KKM sebanyak 63% dan metode pembelajaran yang berpusat pada guru. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan model kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantu media Bamboozle pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA Al-Hidayah Ciparay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimen. Penelitian ini melibatkan kelas eksperimen XI IPS 2 dan kelas kontrol XI IPS 1 yang menunjukkan bahwa 1) Hasil belajar siswa di kelas eksperimen sebelum diterapkan model pembelajaran memperoleh nilai rata-rata 46,72 dan kelas kontrol memperoleh nilai rata-rata 48,44. 2) Pelaksanaan pembelajaran yang sudah terlaksana di kelas eksperimen menghasilkan persentase sebesar 86% dengan kategori sangat memuaskan. 3) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan diantaranya pada ranah kognitif di kelas eksperimen mendapat rata-rata nilai (81,25) sedangkan kelas kontrol (66,41). Pada ranah afektif spiritual di kelas eksperimen mendapat nilai (86,09) dan afektif sosial (85,22) sedangkan kelas kontrol pada ranah afektif spiritual mendapat nilai (77,97) dan ranah afektif sosial (78,13). Pada ranah psikomotorik di kelas eksperimen mendapat nilai (83,34) sedangkan kelas kontrol (69,81). Maka dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe Teams Games Tournament berbantu Media Bamboozle efektif dalam meningkatkan hasil belajar.
Efektivitas Program Bina Pribadi Insani (BPI) dalam Penanaman Karakter Religius Siswa di Sekolah Dasar Islam Terpadu Fithrah Insani 3 Lisda Syabaniah; Ayi Sobarna; Fitroh Hayati
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15549

Abstract

Abstract. The formation of morals and the instillation of religious character are essential during a child's developmental period, as they represent a planned and systematic effort to help children recognize and practice Islamic values. This study uses a mixed methods approach, combining qualitative and quantitative research methods with data collection tools including interviews, observations, and questionnaires. Data sources in this research include fifth-grade students as quantitative data, and the principal and fifth-grade teachers of SDIT Fithrah Insani 3 as qualitative data. The research findings indicate that the planning of the Bina Pribadi Insani (BPI) program at SDIT Fithrah Insani 3 involves three main components: ideal timing, competent human resources, and a curriculum aligned with the Integrated Islamic School Network (JSIT) guidelines. The implementation of the BPI program at SDIT Fithrah Insani 3 is conducted sustainably, routinely every Friday, with the goal of cultivating noble character in students, starting with good habits like prayer and Quran recitation before the core material is delivered. The BPI program is effective as it has been running as expected, resulting in a change in students' behavior within the school environment. This outcome shows that the BPI program has successfully instilled religious character in students, achieving its established goals. With high average scores, the program proves to be suitable for elementary school levels, demonstrating that early instillation of religious character is crucial. The systematic and structured religious character education, as implemented in the BPI program, proves its effectiveness in developing religious values among students. Abstrak. Pembentukan akhlak dan penanaman karakter religius sangat diperlukan dalam masa perkembangan anak karena merupakan salah satu upaya yang terencana dan sistematis untuk menjadikan anak bisa mengenal dan mengamalkan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan mix methods dengan menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian antara penelitian kualitatif dengan kuantitatif, dengan alat pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan angket. Sumber data dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas V sebagai data kuantitatif, kepala sekolah dan wali kelas V SDIT Fithrah Insani 3 sebagai data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa perencanaan program Bina Pribadi Insani (BPI) di SDIT Fithrah Insani 3 melibatkan tiga komponen utama, yaitu waktu yang ideal, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, dan kurikulum yang sesuai dengan panduan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Pelaksanaan program Bina Pribadi Insani (BPI) di SDIT Fithrah Insani 3 telah dilaksanakan secara berkelanjutan, rutin setiap hari jum’at. Dengan bertujuan untuk membentuk peserta didik agar memiliki akhlak mulia, dimulai dari kebiasaan yang baik seperti doa dan tilawah al-Qur'an sebelum materi inti disampaikan. Program Bina Pribadi Insani (BPI) efektif karena sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, adanya perubahan sikap pada siswa di lingkungan sekolah. Hasil ini menunjukkan bahwa program BPI telah berhasil menanamkan karakter religius dengan baik pada peserta didik, sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan nilai rata-rata yang tinggi, program ini terbukti tepat untuk dilaksanakan di tingkat Sekolah Dasar, penanaman karakter religius sangat penting dilakukan sejak dini. Pendidikan karakter religius yang sistematis dan terstruktur, seperti yang ditanamkan dalam program BPI, membuktikan kemampuannya dalam mengembangkan nilai-nilai religius di kalangan siswa.
Pola Asuh Akhlak bagi Anak dalam Keluarga Pernikahan Dini Natatsa Syifaul Wardah; Erhamwilda; Sobar Al Ghazal
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15552

Abstract

Abstract. The first and foremost educators are our own parents, where they are responsible for the progress and development of their children, because a child's success really depends on the care, attention and education provided by their parents. Education is an important aspect in the formation of quality personal or human resources. Moral education in the family is very important because religion can provide guidance on the right path, leading to a path that is approved by Allah. This is in accordance with the opinion that "religious education is a powerful coaching tool for students. The aim of this research is to find out and describe what aspects encourage and hinder moral education parenting patterns for children in early marriage families and to find out and describe the description and implementation of moral education parenting patterns for children in early marriage families in the Caringin Cikungkurak area. The method used in this research is a qualitative method with descriptive research type. This research was carried out in the Caringin Cikungkurak area of ​​Bandung. Data was analyzed using 3 stages, namely data reduction, data presentation and verification. The results of this research are that the parenting style of moral education for children in early marriage can provide quality moral education with various efforts. The implementation of moral education for children needs to be done by providing directed and controlled freedom so that children can explore within safe limits, and challenges such as lack of patience and difficulties in building communication can be overcome by learning and looking for the right information. Abstrak. Pendidik yang pertama dan utama adalah orang tua kita sendiri, dimana mereka bertanggung jawab terkait kemajuan dan perkembangan anak-anaknya, karena kesuksesan anak sangat tergantung dengan bagaimana cara pengasuhan, perhatian, dan pendidikan yang diberikan oleh orang tuannya. Pendidikan merupakan aspek penting dalam pembentukan pribadi atau sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan akhlak dalam kelurga sangat penting karena agama dapat memberikan petunjuk ke jalan yang benar, menuntun ke jalan yang diridhai Allah. Hal ini sesuai dengan pendapat bahwa “Pendidikan Agama Merupakan Alat Pembinaan yang Ampuh Bagi Peserta Didik”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan aspek apa saja yang mendorong dan menghambat pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini serta untuk mengetahui dan mendeskripsikan gambaran dan implementasi pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam keluarga pernikahan dini di daerah Caringin Cikungkurak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di daerah Caringin Cikungkurak Bandung. Data dianalisis menggunakan 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini adalah pola asuh pendidikan akhlak bagi anak dalam pernikahan dini dapat memberikan pendidikan akhlak yang berkualitas dengan berbagai upaya, impelementasi asuh pendidikan akhlak anak perlu dilakukan dengan memberikan kebebasan yang terarah dan terkontrol agar anak dapat bereksplorasi dalam batasan yang aman, dan tantangan seperti kurangnya kesabaran dan kesulitan dalam membangun komunikasi dapat diatasi dengan belajar dan mencari informasi yang tepat.
Nilai Pendidikan Islam dalam Film Buya Hamka Vol I Sutradara Fajar Bustomi Atiyah Faturohimah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15563

Abstract

Abstract. In this modern era, many people have experienced a moral decline from the values of the Quran and hadits. In fact, recently the reality of human life has changed into worldliness and radicalism between groups. This requires a solution to overcome moral problems in humans. Education that focuses on Islam to overcome the problems of humans experiencing moral decline. Islamic education efforts to instill Islamic values can be done in various ways, one of which is through learning using film media. Film media is able to transfer values more easily. One film that can be used to transfer values about Islam is the film Buya Hamka Vol I. The aim of this research is to find out what values Islamic education contains in the film Buya Hamka Vol I. This research is descriptive qualitative research with a semiotic approach. Data collection techniques use documentation techniques. Meanwhile, the data analysis technique was carried out using Roland Barthes' semiotic analysis. The primary data source used by researchers is the film Buya Hamka Vol I and secondary data in the form of books, articles, journals and other relevant writings The research results show: The values of Islamic education include the value of faith in the form of faith in Allah, the Books, the Messenger, qadha and qadhar; moral values include morals towards Allah, parents, family and friends, society; Sharia values (worship) include the mahdah worship of the morning prayer, the unseen prayer and the ghair mahdah worship including saying greetings, jihad, say laailahaillah, kissing parents' hands, seeking the approval of Allah SWT, husbands are obliged to provide for their wives and families. Abstrak. Zaman modern ini banyak manusia yang mengalami kemunduran moral dari nilai-nilai Alquran dan hadits. Faktanya akhir-akair ini realitas kehidupan manusia berubah menjadi keduniawian, radikalisme antar kelompok. Hal ini perlu adanya solusi untuk mengatasi permasalahan moral pada manusia. Pendidikan yang berfokus pada islam untuk mengatasi permasalahan manusia yang mengalami kemunduran moral. Upaya pendidikan islam untuk menanamkan nilai islam bisa dilakukan dengan berbagai cara salah satunya melalui pembelajaran menggunakan media film. Media film mampu mentransfer values lebih mudah. Salah satu film yang dapat digunakan untuk mentransfer value tentang islam adalah film Buya Hamka Vol I. Tujuan penelitian ini untuk menemukan apa saja nilai-nilai pendidikan islam yang terkandung dalam film Buya Hamka Vol I. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data menggunkan teknik dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Sumber data primer yang digunakan oleh penelti adalah film Buya Hamka Vol I dan data sekunder berupa buku, artikel, jurnal, dan tulisan lain yag relevan. Hasil penelitian menunjukkan: Nilai-nilai pendidikan islam antara lain nilai akidah berupa iman kepada Allah, Kitab-kitab, Rasul, qadha dan qadhar; nilai akhlak meliputi akhlak terhadap Allah, orang tua, keluarga dan sahabat, masyarakat; nilai syariah (ibadah) meliputi ibadah mahdah shalat subuh, shalat ghaib dan ibadah ghair mahdah diantaranya mengucapkan salam, jihad, mentalqinkan laailahaillah, mencium tangan orang tua, mencari ridho Allah SWT, suami wajib memberi nafkah kepada istri dan keluarga
Implikasi Pendidikan yang Terkandung dari Konsep Bersih pada Q.S. At-Taubah Ayat 108 terhadap Upaya Muslim dalam Menjaga Kebersihan Yopi Yevantri; Mujahid Rasyid; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15569

Abstract

Abstract. Hygiene is an important aspect of a Muslim's life, both spiritually and physically, and Islam places it as an integral part of worship practices and daily life. QS. At-Taubah verse 108 emphasizes the importance of keeping places of worship, self, and the environment clean, and contains essential principles of cleanliness for Muslims. However, the interpretation and implementation of these principles are often not optimal in daily life. The purpose of this study is to describe (1) The opinion of the mufassirs about QS. At-Taubah verse 108 (2) The essence of QS. At-Taubah verse 108 (3) Opinions of education experts regarding the concept of cleanliness (4) Educational implications contained in the editorial of cleanliness in Surah At-Taubah verse 108. The research method used is qualitative with a descriptive approach. This research uses primary data from various interpretations of the Qur'an and secondary data in the form of books, journals, and dictionaries. Data collection techniques were carried out through literature studies to analyze verses related to cleanliness in the Qur'an. Data analysis is done inductively to explore the meaning and educational implications of these verses.The educational implications of QS. At-Taubah verse 108 emphasizes the importance of maintaining cleanliness of self, place, and environment as an example that must be emulated and internalized in daily life in accordance with Islamic teachings and health principles. Abstrak. Kebersihan adalah aspek penting dalam kehidupan seorang Muslim, baik secara spiritual maupun fisik, dan Islam menempatkannya sebagai bagian integral dari praktik ibadah dan kehidupan sehari-hari. QS. At-Taubah ayat 108 menekankan pentingnya menjaga kebersihan tempat ibadah, diri, dan lingkungan, serta mengandung prinsip-prinsip kebersihan esensial bagi umat Muslim. Namun, interpretasi dan implementasi prinsip-prinsip ini sering kali belum optimal dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) Pendapat para mufassir tentang QS. At-Taubah ayat 108 (2) Esensi QS. At-Taubah ayat 108 (3) Pendapat para ahli pendidikan mengenai tentang konsep kebersihan (4) Implikasi Pendidikan yang terkandung dalam redaksi dari kebersihan dalam surat At-Taubah ayat 108. Penelitian ini menggunakan data primer dari berbagai tafsir Al-Qur'an dan data sekunder berupa buku, jurnal, dan kamus kebersihan dalam Al-Qur'an.Rasulullah mengajarkan dan mencontohkan pentingnya kebersihan sejak usia dini. QS. Al-Ar’af ayat 26 juga menegaskan bahwa seorang Muslim wajib menjaga kebersihan lahiriah dan batiniah sebagai ekspresi kesucian hati dan ketaatan kepada Allah. Dalam konteks kesehatan dan sosial, kebersihan dianggap sebagai tanggung jawab individu dan kolektif yang mempengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan. Implikasi pendidikan dari QS. At-Taubah ayat 108 menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri, tempat, dan lingkungan sebagai contoh yang harus diteladani dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran Islam dan prinsip-prinsip kesehatan.
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Siti Marwah Nurmuffidah; Asep Dudi Suhardini; Dinar Nur Inten
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15581

Abstract

Abstract. The learning process at SDIT Al-Maqom experiences difficulties in student learning activeness in history of islamic culture which still uses traditional or conventional methods. This research aims to determine the condition of active learning of class IV students at SDIT Al-Maqom before and after the implementation of the Project Based Learning (PjBL) learning model and the influence on this learning model. This type of research is quantitative with a quasi-experimental approach model. The results of this research show that 1) The condition of students' activeness before the Project Based Learning (PjBL) learning model was implemented has decreased, as can be seen from the observation sheet which is categorized as "less active and the test on the pretest is at an average which is in the "sufficient" category. 2) The condition of activeness learning after it was implemented improved as shown in the posttest average in the "very good" category with the results of the observation sheet in the "active" category. 3) The influence of the Project Based Learning (PjBL) learning model can increase student learning activity. This can be seen from the results of the Paired-Samples t-Test which obtained a Sig value, so it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted, there is a significant influence on the use of the Project Based Learning (PjBL) learning model. Thus, it can be concluded that there is a significant influence on the Project Based Learning (PjBL) learning model in increasing the learning activity of class IV students in the History of Islamic Culture (SKI) at SDIT Al-Maqom. Abstrak. Proses pembelajaran di SDIT Al-Maqom mengalami kesulitan dalam keaktifan belajar siswa dalam mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang masih menggunakan metode tradisional atau konvesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keaktifan belajar siswa kelas IV SDIT Al-Maqom sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) serta pengaruh pada model pembelajaran tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan model pendekatan quasi eksperimen. Hasil penelitian ini menujukan 1) Kondisi keaktifan siswa sebelum diterapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) menurun dapat dilihat dari lembar observasi yang berkategori “kurang aktif” dan tes pada pretest pada rata-rata yang berkategori ”cukup”. 2) Kondisi keaktifan belajar setelah diterapkan menjadi meningkat ditunjukan dalam perolehan rata-rata posttest dengan kategori “baik sekali” dengan hasil lembar observasi berkategori “aktif”. 3) Pengaruh model pembeljaran Project Based Learning (PjBL) dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Paired-Samples t-Tes yang memperoleh nilai Sig. 2 tailed, maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima terdapat pengaruh yang signifikan pada penggunaan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Dengan demikian, dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan pada model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran Sejarah Kebudayan Islam (SKI) di SDIT Al-Maqom.
Peranan Guru Akidah Akhlak pada Proses Pembentukan Akhlak Siswa dalam Kegiatan Mabit Luqi Nujhan Dilalurrahman; Mujahid Rasyid; Hayati, Fitroh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15583

Abstract

Abstract. This research aims to obtain information about Akidah Education through MABIT activities that are in Mts PPI 38 Padalarang. The role of Akhlak Education in shaping the behavior or character of students is carried out through the MABIT (Night of Iman and Taqwa) activity in Mts PPI 38 Padalarang where this activity is subsequently to build the Akhlak Akidah students that corresponds to the Akidah Akhlak. This type of research is a type of qualitative research with a method of describing qualitatively. Data collection techniques in this research involve observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques use data reduction, data presentation, and verification. The source of the data in this study is the data and the source of Mts PPI 38 Padalarang school. The results of the research carried out at the school Mts PPI 38 Padalarang there is a role of the Night Building Faith and Taqwa in the application of behavior shapes, Morals students performed in everyday life. This MABIT can help teachers of Islamic religion education in shaping patterns of behavior of pupils. This MABIT activity has a positive impact which through this activity teachers can infuse religious values to the pupils. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang Pendidikan akidah akhlak melalui kegiatan MABIT yang berada di Mts PPI 38 Padalarang. Peran Pendidikan Akhlak Dalam Membentuk perilaku atau karakter siswa dilakukan melalui Kegiatan MABIT (Malam Bina Imam Dan Taqwa) di Mts PPI 38 Padalarang yang mana kegiatan ini nantinya untuk membina akidah akhlak siswa yang sesuai dengan akidah akhlak. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah data dan sumber sekolah Mts PPI 38 Padalarang. Hasil penelitian yang dilakukan di sekolah Mts PPI 38 Padalarang terdapat peran Malam Bina Iman Dan Taqwa dalam penerapan membentuk perilaku, Moral siswa yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Berdampak pula ke guru serta sekolah dengan diadakannya kegiatan MABIT ini dapat membantu guru pendidikan Agama Islam dalam membentuk pola tingkah laku peserta didik. Kegiatan MABIT ini berdampak positif yang mana melalui kegiatan inilah guru dapat menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik.
Pendidikan Agama Islam Peran Guru PAI dalam Membentuk Karakter Religius Siswa melalui Masa Bimbingan Terpadu Siswa Kelas X di SMA PGII 1 Kota Bandung Adam Alhafidz; Dedih Surana; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15586

Abstract

Abstract. The background to this research problem is that the increasing cases of behavior of the current generation of young people indicate a decline in moral and moral quality so that real efforts are needed to instill religious values ​​as a solution to the problems that occur. Therefore, SMA PGII 1 Bandung City implements the Mabit program in forming religious character. This research aims to determine the guidance period program, the role of PAI teachers and PAI teacher strategies in forming religious character at SMA PGII 1 Bandung City. The research results show that 1). This Mabit program can shape religious character through integrated guidance (MABIT) in forming religious character 2). The role of PAI teachers has the role of informer, motivator, and inspirer in forming religious character 3). The PAI teacher's strategy for implementing it in groups is to make the program easier to have a religious character. This research uses a qualitative approach with a case study method. Data was collected through observation, in-depth interviews and documentation. The research results show that PAI teachers at SMA PGII 1 have a need to strengthen students' religious character education amidst increasingly complex moral and social challenges. The main aim of this program is to instill the values ​​of faith and devotion in students' daily lives and to form characters with noble morals. And the main role of PAI teachers in the Mabit program is as a guide and facilitator. PAI teachers are involved in the planning process by compiling teaching materials and activities that are relevant to the program objectives. In implementation, PAI teachers lead Islamic studies, provide lectures, and ensure that each activity goes according to plan and has a positive impact on students. Apart from that, the main strategy that I use in forming students' religious character through the Mabit program is through an approach that combines Islamic values ​​in all aspects of activities. We combine theoretical education with real practice so that students can understand and apply Islamic teachings in everyday life. Apart from that, activities such as recitations of the Koran, Islamic studies, and mentoring are also designed to build an environment that supports the development of students' religious character. It can be concluded that PAI teachers act as guides and facilitators, active in planning and implementing activities. They focus on Islamic teaching material and activities such as recitations and Islamic studies to shape students' character. Abstrak. Latar belakang masalah penelitian ini yaitu Maraknya kasus-kasus perilaku generasi muda saat ini mengindikasikan penurunan kualitas moral dan akhlak sehingga perlu upaya nyata untuk menanamkan nilai agama sebagai salah satu solusi dari permasalahan yang terjadi. Maka dari itu sekolah SMA PGII 1 Kota Bandung menerapkan program mabit dalam membentuk karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program masa bimbingan, peran guru PAI dan strategi guru PAI dalam pembentukan karakter religius Di SMA PGII 1 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1). program mabit ini dapat membentuk karakter religius melalui bimbingan terpadu (MABIT) dalam membentuk karakter religius 2). Peran guru PAI mempunyai peran sebagai informator,motivator,inspirator dalam membentuk karakter religius 3). Strategi guru PAI dalam pelaksanaan dengan berkelompok agar mempermudah program tersebut dalam karakter religius. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa guru PAI di SMA PGII 1 memiliki kebutuhan untuk memperkuat Pendidikan karakter religius siswa di tengah tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks. Tujuan utama dari program ini adalah untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan dalam kehidupan sehari-hari siswa serta membentuk karakter yang berakhlak mulia. Dan adapun peran utama guru PAI dalam program mabit adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Guru PAI terlibat dalam proses perencanaan dengan menyusun materi ajaran dan kegiatan yang relevan dengan tujuan program. Dalam pelaksanaan, guru PAI memimpin kajian keislaman, memberikan pematerian, serta memastikan bahwa setiap kegiatan berlangsung sesuai rencana dan memberikan dampak yang positif terhadap siswa. Selain itu, strategi utama yang saya gunakan dalam membentuk karakter religius siswa melalui program mabit adalah melalui pendekatan yang menggabungkan nilai-nilai keislaman dalam semua aspek kegiatan. Kami mengkombinasikan Pendidikan teoritis dengan praktik nyata sehingga siswa dapat memahami dan mengaplikasikan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan-kegiatan seperti tilawah al-qur’an, kajian keislaman, dan mentoring juga dirancang untuk membangun lingkungan yang mendukung perkembangan karakter religius siswa. Dapat disimpulkan bahwa guru PAI bertindak sebagai pembimbing dan fasilitator, aktif dalam merancanakan dalam melaksanakan kegiatan. Mereka fokus pada materi ajaran islam dan kegiatan seperti tilawah serta kajian keislaman untuk membentuk karakter siswa.