cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Program Roots dalam Pembentukan Akhlak Kepada Sesama di SMP PGII 2 Kota Bandung Ridwan Ramli; Surbiantori, Eko; Rachmah, Huriah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15293

Abstract

Abstract. The aim of moral formation is to make students become Muslims who have the quality of faith in the Creator, so that it can be applied in social life. Through this Roots Day program, students are taught good morals or attitudes in communicating with friends, in order to create a harmonious classroom sauna. Roots Day is a science-based program that aims to prevent bullying in schools by involving students as agents of change who create a positive atmosphere at school. This research aims to describe (1) to find out the implementation of Roots Day in forming morals towards others, (2) To find out the strategy of the Roots Day program in forming morals towards others, (3) To find out what the inhibiting and supporting factors are in the Roots Day Program in forming morals towards others. The results of the research show that: (1) The Roots Day program is implemented with theatrical performances regarding the dangers of bullying and anti-bullying declarations as a form of creating an anti-bullying zone in schools, (2) The strategy in implementing the Roots Day program is to shape student morals by providing explanations about the dangers. bullying, providing moral education, (3) Supporting factors include providing facilities and budget for Roots Day activities, students' enthusiasm in participating in Roots Day activities and enthusiasm of teachers and school residents in implementing Roots Day. Inhibiting factors include, some teachers have not received special training regarding agents of change in the Roots Day program, bad habits in the home environment that are carried over to school and differences in student characteristics. Abstrak. Tujuan dari pembentukan akhlak adalah untuk membuat siswa menjadi muslim yang memiliki kualitas keimanan kepada pencipta, sehingga dapat di aplikasikan dalam kehidupan sosial. Melalui program Roots Day ini siswa diajarkan akhlak atau sikap yang baik dalam berkomunikasi dengan teman, agar tercipta sauna kelas yang harmonis. Roots day merupakan program berbasis sains yang bertujuan untuk mencegah perundungan di sekolah dengan melibatkan siswa sebagai agen perubahan yang menciptakan suasana positif disekolah. penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) untuk mengetahui pelaksanaan Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama, (2) Untuk mengetahui strategi dari program Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama (3) Untuk mengetahui apa faktor penghambat dan pendukung dalam Program Roots Day dalam membentuk akhlak kepada sesama. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya: (1) Program Roots Day dilaksanakan dengan penampilan teater mengenai bahaya perundungan dan deklarasi anti perundungan sebagai bentuk mewujudkan zona anti perundungan di sekolah, (2) Strategi dalam pelaksanaan program Roots Day dalam membentuk akhlak siswa dengan cara memberikan penjelasan mengenai bahaya perundungan, memberikan pendidikan akhlak, (3) Faktor pendukung diantaranya memberikan fasilitas dan anggaran dalam kegiatan Roots Day, antusias siswa dalam mengikuti kegiatan Roots Day dan antusian guru serta warga sekolah dalam pelaksanaan Roots Day. Untuk Faktor penghambat diantaranya, sebagian guru belum mendapatkan pelatihan khusus mengenai agen perubahan dalam program Roots Day, kebiasaan buruk di lingkungan rumah yang terbawa ke sekolah dan perbedaan karakteristik siswa.
Pembinaan Sikap Keagamaan Melalui Metode Pembiasaan dan Implikasinya terhadap Pengamalan Ubudiyah Siswa SMK Pasundan 2 Bandung Cintia Sari Kartika; Dedih Surana; Dewi Mulyani
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15294

Abstract

Abstract. This study aims to examine how the program, implementation, and behavioral impact of fostering religious attitudes through habituation methods and their implications for the practice of student ubudiyah at SMK Pasundan 2 Bandung. The main problem that is very prominent is the blurring of values in the eyes of the younger generation. They are faced with various events, which are the diversity of foreign cultures that enter and the development of Science and Technology (IPTEK) which is increasingly advanced. This can have a positive impact and a negative impact. These things are indications that students behave not in accordance with Muslim personalities, this strengthens the author to make SMK Pasundan 2 Bandung an object worthy of research. Therefore, it is necessary to provide guidance on religious attitudes for a child, both by parents and teachers. Development of religious attitudes through the habituation method is an approach that can be used to strengthen and improve students' religious values as well as character and moral formation, so that students become religiously observant individuals and practice ubudiyah in everyday life. Abstrak. Penelitian ini tujuannya untuk mengkaji tentang bagaimana program, pelaksanaan, dan dampak perilaku dari pembinaan sikap keagamaan melalui metode pembiasaan dan implikasinya terhadap pengamalan ubudiyah siswa di SMK Pasundan 2 Bandung. Masalah pokok yang sangat menonjol adalah kaburnya nilai-nilai di mata generasi muda. Mereka dihadapkan dengan berbagai peristiwa, yang dimana banyaknya keaneka ragaman budaya asing yang masuk dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang semakin maju. Hal ini dapat memberikan dampak positif dan dampak negatifnya. Hal-hal inilah yang menjadi indikasi siswa berperilaku tidak sesuai dengan kepribadian muslim, hal ini memperkuat penulis untuk menjadikan SMK Pasundan 2 Bandung ini sebagai objek yang layak diteliti. Maka dari itu perlu diadakannya pembinaan sikap keagamaan bagi seorang anak, baik oleh orangtua maupun guru. Pembinaan sikap keagamaan melalui metode pembiasaan merupakan suatu pendekatan yang dapat digunakan untuk memperkuat dan meningkatkan nilai-nilai agama siswa serta pembentukkan karakter dan moral, agar siswa menjadi individu yang taat beragama dan mempraktikan ubudiyah dalam kehidupan sehari-hari.
Hubungan Pola Asuh Islami Orang Tua terhadap Kebiasaan Ibadah Shalat pada Anak Usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung Winda Sri Asih Rahmanda; Erhamwilda; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15320

Abstract

Abstract. The concept of parenting in the Islamic perspective is more oriented towards the practice of nurturing rather than the style of parenting within a family. According to Nashih Ulwan, parenting is described as a method of education that has an impact on children. This research aims to understand how Islamic parenting patterns are applied by parents towards the prayer habits of elementary school children in Babakan Ciamis, Bandung City. This research uses a quantitative approach with data collection techniques; the researcher employs questionnaires, observations, and documentation. In this study, there were 95 respondents. Based on the analysis and processing of data, the average for variable X is 43.40, categorized as sufficient, and the average for variable Y is 18.91, also categorized as sufficient. The result of the correlation test analysis is 0.008, which indicates a low level of relationship between variables X and Y with a positive direct correlation. It can be concluded that there is a relationship between the Islamic parenting style of parents and the prayer habits of elementary school children in the Babakan Ciamis area of Bandung City. Abstrak. Konsep Pola asuh dalam perspektif Islam lebih berorientasi pada praktik pengasuhan, bukan pada gaya pola asuh dalam sebuah keluarga. Menurut Nashih ulwan mendeskripsikan pengasuhan yang lebih mengarah kepada metode pendidikan yang berpengaruh terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola asuh islami yang diterapkan oleh orang tua terhadap kebiasaan ibadah shalat pada anak usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan kuesioner (angket), observasi, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini sebanyak 95 reponden. Berdasarkan analisis dan pengolahan data diperoleh rata-rata untuk variabel X sebesar 43,40 dengan kategori cukup dan diperoleh rata-rata untuk variabel Y sebesar 18,91 dengan kategori cukup. Hasil nilai analisis Uji Korelasi sebesar 0,008 yang artinya tingkat hubungan antara variabel X dan Y pada tingkat rendah dengan hubungan positif yang searah, yang dapat disimpulkan bahwa mempunyai hubungan antara pola asuh islami orang tua dengan kebiasaan ibadah shalat pada anak usia SD di Kelurahan Babakan Ciamis Kota Bandung.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kelas Inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung Reyfaira Diva Salsavier; Ikin Asikin; Nurul Afrianti
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15368

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menjelaskan tentang implementasi pendidikan agama islam pada kelas inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung. Fenomena yang terjadi dimana seorang siswi yang duduk dikelas 1 sekolah dasar di kota Solo mengalami perundung dari teman sebayanya karena mengalami diseleksia yaitu gangguan belajar yang menyebabkan masalah dengan membaca, menulis, dan mengeja. Ia sering menjadi bahan ejekan temannya karena ia sering berteriak dan hiperaktif di kelas. Hal tersebut menunjukan bahwa pentingnya pendidikan agama islam bagi ABK karena berdampak positif bagi perkembangan spiritual, emosional, dan sosial mereka. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan mengetahui faktor penghambat dan pendukung pada pembelajaran PAI pada kelas inklusi di SD Dewi Sartika Kota Bandung. Pada penelitian ini peneliti melakukan pendekatan kualitatif, menggunakan metode jenis penelitian lapangan dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan dan data penelitian, didapatkan kesimpulan bahwa implementasi pembelajaran pendidikan agama islam pada kelas inklusi di sd dewi sartika kota bandung belum berjalan maksimal, hal ini dikarenakan dalam rencana pembelajaran yang sudah dirangkai sebaik mungkin tidak berjalan dengan baik dalam pelaksanaannya. Adapun faktor penghambat yaitu faktor materi dan keterbatasan siswa ABK yang memiliki emosional yang tidak menentu. Adapun faktor pendukung yaitu support dari kepala sekolah, wali kelas, tenaga pendidikan, dan orang tua kepada siswa ABK begitu baik sehingga mendorong siswa ABK untuk selalu semangat dan selalu berusaha untuk bisa mengikuti pembelajaran dengan baik di kelas.
Manajemen Pembelajaran Tahfidz dalam Mencapai Target Hafalan di MI Asyafi’iyah Jatinangor Sany Nurchoeriyah; Asep Dudi Suhardini; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15382

Abstract

Abstract. This research is motivated by the researcher's interest in the management of Tahfidz Qur'an learning at MI Asyafi'iyah school is an Islamic religious education institution that tries to guide students to love the Qur'an and produce a generation of memorizers of the Qur'an. Tahfidz Qur'an learning has a memorization target, to achieve the memorization target is certainly inseparable from the management. This knowledge aims to analyze the management of Tahfidz Al-Qur'an which includes planning, implementation, and evaluation of learning. The research method used in this study is descriptive analysis with a qualitative approach approach. The results of this study indicate that: 1). Tahfidz Qur'an Learning Planning formulates and determines Tahfidz Qur'an learning, prepares Tahfidz Qur'an learning lesson plans, prepares learning materials, implements activities, learning methods, time and place for implementing Tahfidz Qur'an learning. 2). Implementation of Tahfidz Qur'an learning activities Tahfidz Qur'an Learning activities at MI Asyafii'yah are carried out every Monday - Friday at 08.00-09.30. The implementation of this Qur'an Tahfidz learning is divided into three stages, namely: Introduction, core, and closing. The inhibiting factors include children who do not learn the Qur'an at all, finally at school starting from scratch, and finally the child has difficulty reciting the Qur'anic verses, especially for long letters. The supporting factor is in terms of time. 3). Evaluation of Tahfidz Qur'an learning, evaluation of the Tahfidz Qur'an learning process to evaluate the success of teachers in teaching Tahfidz Qur'an, namely meetings every six months held by the principal. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi dari ketertarikan peneliti terhadap pengelolaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di sekolah MI Asyafi’iyah merupakan lembaga pendidikan agama islam yang berusaha membimbing siswanya untuk cinta terhadap Al-Al-Qur’an dan mencetak generasi penghafal Al-Al-Qur’an. Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an ini mempunyai target hafalan, untuk mencapai target hafalan tentunya tidak terlepas dari pengelolaan tersebut. Pengetahuan ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Tahfidz Al-Al-Qur’an yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Perencaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an merumuskan dan menetapkan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, menyusun RPP pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, menyiapkan materi pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, metode pembelajaran, waktu dan tempat pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. 2). Pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an kegiatan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di MI Asyafii’yah dilaksanakan setiap hari senin-jum’at pukul 08.00-09.30. Pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu: Pendahuluan, inti, dan penutup. Faktor penghambat diantaranya yaitu anak-anak yang tidak belajar sama sekali Al-Al-Qur’an, akhirnya disekolah memulainya dari nol, dan akhirnya anak tersebut agak kesulitan melafadzkan ayat Al-Al-Qur’an terutama untuk surat-surat yang Panjang. Faktor pendukung yaitu dari segi waktu, karena telah di programkan oleh sekolah supaya anak-anak bisa mencetak generasi tahfidz Al-Qur’an. 3). Evaluasi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, evaluasi proses pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an untuk mengevaluasi keberhasilan guru dalam pengajaran Tahfidz Al-Qur’an, yaitu pertemuan setiap enam bulan sekali yang diadakan oleh kepala sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an dalam kurun enam bulan. Dan masukan selanjutnya dapat dijadikan motivasi dan bahan penyempurnaan kegiatan Tahfidz Al-Qur’an kedepannya.
The Implementasi Program Pembelajaran Moderasi Beragama Melalui Penanaman Akidah Akhlak di MAN 1 Kota Bandung M. Noval Asgaf; Erhamwilda
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15395

Abstract

Abstract. This research is titled "Implementation of Religious Moderation Learning Program Through Inculcation of Islamic Theology and Ethics at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Bandung City". The main focus of the research is to analyze how religious moderation values are integrated into the teaching of Islamic theology and ethics to shape moderate religious understanding and attitudes among students. The research method used is qualitative descriptive. The qualitative method is commonly used in research processes to produce data presented in the form of spoken or written words from observable sources. With this method, the author obtains data through interviews, observation, and documentation study. From these stages, the author reveals the results of the interviews, quoting them to gain in-depth information and capture existing realities. The research subjects include the vice principal of curriculum, Islamic theology and ethics teachers, Islamic education teachers, and students of MAN 1 Bandung City. The research results show that the implementation of the religious moderation learning program through the inculcation of Islamic theology and ethics is carried out through: 1) Planning of the religious moderation learning program; 2) Implementation of the religious moderation program in both classrooms and dormitories; 3) Evaluation of the religious moderation learning program. With this implementation, it can be concluded that there is an improvement in students' application of religious moderation values in daily life, both within the school and dormitory environments. The challenges faced in this implementation include the lack of measurement tools to evaluate existing learning and the lack of motivation among students to actively participate in classroom learning. Abstrak. Penelitian ini dengan judul Implementasi Program Pembelajaran Moderasi Beragama melalui Penanaman Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bandung. Fokus utama penelitian adalah menganalisis bagaimana nilai-nilai moderasi beragama diintegrasikan ke dalam pembelajaran akidah akhlak untuk membentuk pemahaman dan sikap keagamaan yang moderat pada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Metode kualitatif merupakan metode yang biasa digunakan dalam proses penelitian dengan menghasilkan data yang disajikan dalam bentuk kata-kata secara lisan atau tulian dari narasumber yang dapat diamai. Adapun dengan metode ini penulis mendapatkan data melalui tahapan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Selanjutnya dari hasil tahapan tersebut penulis mengungkapkan hasil dari wawancara tersebut dikutip untuk mendapatkan informasi yang mendalam dan mencakup realita yang ada. Adapun subjek penelitian meliputi wakasek kurikulum, guru akidah akhlak, guru PAI dan siswa MAN 1 Kota Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pembelajaran moderasi beragama melalui penanaman akidah akhlak dilakukan dengan: 1) Perencanaan program pembelajaran moderasi beragama; 2) Pelaksanaan program moderasi beragama antara kelas dan asrama; 3) Evaluasi program pembelajaran moderasi beragama. Dengan adanya penerapan tersebut dapat disimpulkan bahwasaanya terjadinya peningkatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari baik itu di lingkup madrasah ataupun dalam lingkup asrama. Adapun tantangan yang dihadapi melalui implementasi ini yaitu kurangnya alat ukur dalam mengevaluasi pembelajaran yang ada dan kurangnya motivasi pada siswa untuk aktif dalam pembelajaran ketika di kelas.
Implementasi Metode Amazing Iqro dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur'an Amar; Surana, Dedih; Sobarna, Ayi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15396

Abstract

Abstract. The objectives of this research are: (1) To identify the data on the planning of Quran learning and describe the Quran reading instruction through the Amazing Iqro method at SD Sains Al-Biruni Bandung. (2) To identify the data on the process of Quran learning and describe the Quran reading instruction through the Amazing Iqro method at SD Sains Al-Biruni Bandung. (3) To identify the methods used in Quran reading at SD Al-Biruni Bandung using the Amazing Iqro method. (4) To identify the strengths and weaknesses of Quran learning through the Amazing Iqro method. (5) To identify the supporting and inhibiting factors in Quran reading instruction using the Amazing Iqro method. The research findings indicate that: (1) The planning of Quran reading instruction using the Amazing Iqro method for grades 1 to 3 at SD Sains Al-Biruni Bandung is structured and aligned with the established targets of Amazing and the school. (2) The implementation process of Quran reading instruction using the Amazing Iqro method is running quite well in accordance with the planning. (3) The Amazing Iqro method in the Quran reading instruction process conducted by students at SD Sains Al-Biruni Bandung has had a significant effect on the students. (4) The strength of the Amazing Iqro method is that it facilitates Quran reading instruction, while its weaknesses are continually being addressed by the Amazing Academy team. (5) The supporting and inhibiting factors that arise in this issue are being effectively managed by the Quran teachers / Amazing team. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengetahui data-data perencanaan pembelajaran Al Qur’an & mendeskripsikan pembelajaran membaca Al-Quran melalui metode Amazing Iqro di SD Sains Al-Biruni Bandung. (2) Mengetahui data-data proses pembelajaran Al Qur’an & mendeskripsikan pembelajaran membaca Al-Quran melalui metode Amazing Iqro di SD Sains Al-Biruni Bandung. (3) Mengetahui metode yang digunakan dalam membaca Al-Quran di SD Al-Biruni Bandung menggunakan Amazing Iqro. (4) Mengetahui keunggulan dan kelemahan pembelajaran Al-Quran melalui metode Amazing Iqro. (5) Mengetahui factor pendukung dan factor penghambat pembelajaran membaca Al-Quran menggunakan metode Amazing Iqro.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: : (1) Perencanaan pembelajaran membaca Al-Quran menggunakan metode Amazing Iqro kelas 1 sampai kelas 3 SD Sanis Al-Biruni Bandung ini dilakukan dengan terstruktur sesuai dengan rencana yang sudah di tetapkan pada target Amazing dan pihak sekolah. (2) Proses pelaksanaan pembelajaran membaca Al-Quran menggunakan metode Amazing Iqro berjalan cukup baik sesuai dengan perencanaan. (3) Metode Amazing Iqro dalam proses pembelajaran membaca Al-Quran yang dilakukan peserta didik di SD Sains AlBiruni Kota Bandung memberikan efek yang signifikan terhadap peserta didik. (4) keunggulan dari metode Amazing Iqro dapat memudahkan dalam pembelajaran membaca Al-Quran, sedangkan kelemahan metode Amazing Iqro akan terus diperbaiki oleh tim Amazing Academy. (5) Faktor pendukung dan penghambat yang muncul terhadap permasalahan ini dapat teratasi dengan cukup baik oleh para guru Quran / Tim Amazing.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kemampuan Afektif Peserta Didik Kelas IV-B dan IV-D di SDN 154 Citepus Pajajaran Bandung Mutia Nur Afifah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15398

Abstract

Abstract. This study aims to examine: (a) how is the objective condition of the affective ability of fourth grade students before the implementation of the jigsaw cooperative model? (b) how is the implementation of the jigsaw cooperative model to improve the affective ability of fourth grade students? (c) how is the effectiveness of the implementation of the jigsaw cooperative model to improve the affective ability of students at SDN 154 Citepus Pajajaran Bandung? This study was motivated by the low affective ability of students, many students are still less active during learning, are embarrassed to express their opinions, the learning method is less interesting so that students become unfocused during learning, lack of discussion with fellow friends, one of the factors is because the learning method is monotonous and uninteresting, so that the learning atmosphere is not conducive and students become passive. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method. This study is divided into two class groups, namely the experimental class (jigsaw cooperative learning method) and the control class (lecture learning model). The researcher used one of the quasi-experimental designs, namely the Nonequivalent Control Group Design. The results of this study, seen from observations and pretest posttest showed that there was an increase in students' affective abilities and there was a difference in the results of the pretest and posttest in the jigsaw learning method. While from the results of the questionnaire data there was no difference, and it was concluded that learning with the jigsaw method was not effective in improving students' affective abilities, it was more effective in improving students' cognitive aspects. Abstrak. Penelitian ini betujuan untuk mengkaji: (a) bagaimana kondisi objektif kemampuan afektif siswa siswa kelas IV sebelum diterapkannya model kooperatif tipe jigsaw? (b) bagaimana penerapan model kooperatif tipe jigsaw untuk mengingkatkan kemampuan afektif peserta didik kelas IV? (c) bagaimana efektivitas penerapan model kooperatif dengan tipe jigsaw untuk meningkatkan kemampuan afektif peserta didik di SDN 154 Citepus Pajajaran Bandung? Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan afektif peserta didik yang masih rendah, banyak yang pasif ketika pembelajaran berlangsung, malu untuk mengeluarkan pendapat, metode pembelajaran kurang menarik sehingga membuat siswa menjadi tidak fokus saat pembelajaran, kurang diskusi dengan sesama teman, salah satu faktornya karena metode pembelajaran yang monoton serta tidak menarik, oleh karena itu suasana pembelajaran tidak kondusif dan siswa menjadi pasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen. Penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok kelas, yaitu kelas eksperimen (metode pembelajaran kooperatif jigsaw) dan kelas kontrol (model pembelajaran ceramah). Peneliti menggunakan salah satu desain dari quasi experimental yaitu Nonequivalent Control Grup Design. Hasil dari penelitian ini, dilihat dari observasi dan pretes post test menunjukan bahwa ada peningkatan dalam kemampuan afektif peserta didik dan ada perbedaan hasil dari pretes dan postest pada metode pembelajaran jigsaw. Sedangkan dari hasil data angket tidak terdapat perbedaan, dan disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode jigsaw tidak efektif untuk meningkatkan kemapuan afektif peserta didik, lebih efektif untuk meningkatkan aspek kognitif peserta didik.
Efektivitas Metode Insaniyah terhadap Kemampuan Membaca Al-Qur’an di SDIT Fithrah Insani Andhita Khaerunnisa; Fitroh Hayati; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15408

Abstract

Abstract. This research explores the issue of Qur'anic illiteracy among Indonesian Muslims, emphasizing the urgency improving Qur'anic literacy. Through the application of the Insaniyah method, this research focuses on improving Qur'an reading skills. The results showed that the process learning Qur'an using the Insaniyah method involved initial activities, core activities, and final activities. The ability to read the Qur'an of students in Fithrah Insani 3 on daily test scores has an average of 85.73 and observation test scores have an average of 86.36, while in Fithrah Insani 2 on daily test scores has an average of 84.96 and observation test scores have an average of 85.38. Hypothesis testing shows the application of the Insaniyah method is effective in improving the ability to read the Qur'an which there is a significant difference in the results of the ability to read the Qur'an. This is evident in the test results on Fithrah Insani 3 students showing = 3.424 with = 2.059 with a Sig value. (2-tailed) 0.002 and Fithrah Insani 2 students showed = 2.777 with = 2.059 with a Sig value. (2-tailed) 0.002. This value shows (less than) <0.05 of the significance level in the paired sample t-test. Then is rejected and is accepted, indicating the influence of the Insaniyah method on the ability to read the Qur'an. Supporting factors for success of the Insaniyah method include additional classes, motivation Al-Qur'an teacher, homeroom teacher, and parents. However, the obstacles faced limited learning space and lack of learning time. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kesadaran akan permasalahan terkait pemahaman dan praktik membaca Al-Qur’an di kalangan umat Islam. Banyak yang menganggap bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an hanya sebatas kemampuan membaca teks, tanpa memperhatikan metode dan ketentuan yang benar. Data riset menunjukkan 72% Muslim Indonesia mengalami buta aksara Al-Qur’an, menunjukkan kebutuhan akan peningkatan literasi Al-Qur’an. Tujuan penulisan skripsi ini yaitu menganalisis hasil belajar setelah diterapkan metode Insaniyah terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an, dengan maksud meningkatkan literasi Al-Qur’an. Hasil penelitian menunjukkan proses pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode Insaniyah melibatkan kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan akhir. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di Fithrah Insani 3 pada nilai ulangan harian memiliki rata-rata 85,73 dan nilai tes observasi memiliki rata-rata 86,36, sedangkan di Fithrah Insani 2 pada nilai ulangan harian memiliki rata-rata 84,96 dan nilai tes observasi memiliki rata-rata 85,38. Uji hipotesis menunjukkan penerapan metode Insaniyah efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an yang terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil kemampuan membaca Al-Qur’an. Hal ini terbukti dalam hasil pengujian pada siswa Fithrah Insani 3 menunjukkan = 3.424 dengan = 2.059 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,002 dan siswa Fithrah Insani 2 menunjukkan = 2.777 dengan = 2.059 dengan nilai Sig. (2-tailed) 0,002. Nilai ini menunjukkan (kurang dari) < 0,05 dari taraf signifikansi dalam uji paired sample t-test. Maka ditolak dan diterima, menunjukkan adanya pengaruh metode Insaniyah terhadap kemampuan membaca Al-Qur’an. Faktor pendukung keberhasilan menggunakan metode Insaniyah meliputi kelas tambahan, motivasi guru Al-Qur’an, wali kelas, dan orang tua. Namun, terdapat hambatan seperti keterbatasan tempat belajar dan kurangnya waktu pembelajaran.
Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif Peserta Didik pada Materi Akhlak Ai Anisa Nur Azizah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15422

Abstract

Abstract. This research aims to determine the influence of the Project Based Learning (PjBL) model on students creative thinking skills in moral education at SMP Pemuda Banjaran, Kabupaten Bandung, for the academic year 2022/2023. The research methodology utilized Quasi-Experimental Design within a quantitative research framework. Two groups were involved: an experimental group exposed to the PjBL method and a control group subjected to conventional teaching methods. The study employed a Non-Equivalent Control Group design with pretests and posttests for both groups. The research population consisted of odd-semester 7th-grade students at SMP Pemuda Banjaran, Academic Year 2022/2023. The sample comprised 39 students from class 7F as the experimental group and 39 students from class 7G as the control group. Students creative thinking skills were examined, focusing on the fluency of thinking, encompassing the ability to generate numerous ideas, solutions, questions, and to explore various perspectives in problem-solving. The research findings indicated a statistically significant positive influence of implementing the Project Based Learning model on students creative thinking skills, with a significance value (2-tailed) of 0.00 < 0.05. Consequently, the conclusion drawn from this study is that the Project Based Learning model exhibits a positive impact on the development of students creative thinking skills in moral education at SMP Pemuda Banjaran, Kabupaten Bandung, for the academic year 2022/2023. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi akhlak di SMP Pemuda Banjaran, Kabupaten Bandung, tahun pelajaran 2022/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dalam kerangka penelitian kuantitatif. Dua kelompok subjek terlibat dalam penelitian ini: kelompok eksperimen yang menerima perlakuan menggunakan metode PjBL, dan kelompok kontrol yang menerima perlakuan konvensional sesuai dengan pembelajaran biasa. Penelitian menggunakan desain NonEquivalent Control Group dengan pretest dan posttest untuk kedua kelompok. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII semester ganjil SMP Pemuda Banjaran, Tahun Ajaran 2022/2023. Sampel terdiri dari 39 siswa kelas 7F sebagai kelompok eksperimen dan 39 siswa kelas 7G sebagai kelompok kontrol. Keterampilan berpikir kreatif siswa diteliti melalui aspek kelancaran berpikir, mencakup kemampuan untuk menghasilkan banyak ide, solusi, pertanyaan, serta melihat berbagai sudut pandang dalam menyelesaikan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Model Project Based Learning memberikan pengaruh positif signifikan terhadap keterampilan berpikir kreatif siswa dengan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00 < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Model Project Based Learning memiliki pengaruh yang positif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kreatif siswa pada materi akhlak di SMP Pemuda Banjaran, Kabupaten Bandung, tahun pelajaran 2022/2023.