cover
Contact Name
Unang arifin
Contact Email
bcsied@unisba.ac.id
Phone
+6285157882369
Journal Mail Official
bcsied@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 20, Bandung 40116, Indonesia, Tlp +62 22 420 3368, +62 22 426 3895 ext. 6891
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bandung Conference Series: Islamic Education
ISSN : -     EISSN : 28282515     DOI : https://doi.org/10.29313/bcsied.v2i2
Bandung Conference Series Islamic Education (BCSIED) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Agama Islam dengan ruang lingkup Akhlak Pendidik, Baca Tulis Quran, Iman, Taqwa, Karakter Kurikulum lokal, Kedisiplinan siswa, Kemandirian, Berbusana Muslimah, Kewajiban Suami, Konsep Pendidikan, Manajemen Tahfidz Quran, Manajemen Kepesantrenan, Manajemen Pendidikan, Manajemen Waktu, Mawaddah, Mentoring, Metode Tikrar, Model Pembinaan, Model Project Based Learning, Mufassir, Nilai Pendidikan, Pembelajaran Kitab Kuning, Pembelajaran Tahsin, Pendidikan Karakter, Rahmah (Sikap), Rasa Syukur (Hifdzun nafs), Religius Menulis, Remaja, Sakinah, Tanggung Jawab Pendidik. Prosiding ini diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah Unisba. Artikel yang dikirimkan ke prosiding ini akan diproses secara online dan menggunakan double blind review minimal oleh dua orang mitra bebestari yang ahli dalam bidangnya.
Articles 374 Documents
Implementasi Program Pendidikan Karakter Baik dan Kuat (BAKU) Muhammad Rizky Nurfauzan Samid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15590

Abstract

Abstract. Daarut Tauhiid Islamic Boarding School is an institution known for its moral workshop. The flagship program owned by Pesantren Daarut Tauhiid is the BAKU (Good and Strong) character. One of the educational institutions owned by Daarut Tauhiid to implement the program is SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. This research aims to: 1) Examine the policy background of the implementation of the BAKU character education program at SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. 2) Identifying the steps of implementing the BAKU character education program for students at SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. 3) Finding the results of the implementation of the BAKU character education program for students at Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung High School. Researchers used descriptive qualitative methods as an effort by researchers to explore information related to the BAKU character education program through field observations, interviews, and also documentation as reinforcing evidence in the study. The results showed that: 1) The policy background of the implementation of the BAKU character education program at Daarut Tauhiid Boarding School Putra High School is to establish an Islamic educational institution by prioritizing Ma'rifatullah education and noble morals. 2) The implementation of the BAKU character education program for students at Daarut Tauhiid High School applies BAKU character indicators including Tawadhu, Honest, Sincere, Discipline, Resilient, Courageous. 3) The results of the implementation of the BAKU character education program for students at Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung High School are marked by the assessment and rewards given to maintain the culture and existence of BAKU characters. Abstrak. Pesantren Daarut Tauhiid merupakan lembaga yang dikenal dengan bengkel akhlak. Program unggulan yang dimiliki oleh Pesantren Daarut Tauhiid adalah karakter BAKU (Baik dan Kuat). Salah satu lembaga pendidikan yang dimiliki oleh Daarut Tauhiid untuk menerapkan program tersebut yakni SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengkaji latar belakang kebijakan implementasi program pendidikan karakter BAKU di SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. 2) Mengidentifikasi langkah-langkah pengimplementasian program pendidikan karakter BAKU pada siswa di SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. 3) Menemukan hasil implementasi program pendidikan karakter BAKU pada siswa di SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif sebagai upaya peneliti dalam menggali informasi terkait program pendidikan karakter BAKU melalui observasi lapangan, wawancara, dan juga dokumentasi sebagai penguat bukti dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Latar belakang kebijakan implementasi program pendidikan karakter BAKU di SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra adalah untuk mendirikan lembaga pendidikan islam dengan mengutamakan pendidikan Ma’rifatullah dan akhlak mulia. 2) Implementasi program pendidikan karakter BAKU pada siswa di SMA Daarut Tauhiid menerapkan indikator karakter BAKU antara Tawadhu, Jujur, Ikhlas, Disiplin, Tangguh, Berani. 3) Hasil implementasi program pendidikan karakter BAKU pada siswa di SMA Daarut Tauhiid Boarding School Putra Bandung ditandai dengan adanya penilaian serta reward yang diberikan untuk menjaga budaya serta eksistensi karakter BAKU.
Implementasi Program Muhadharoh sebagai Upaya Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Pembelajaran Santri di Pondok Pesantren Modern Al-Mu’awanah Kabupaten Bandung Wira Khalaf Nurkharis; Mujahid Rasyid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15599

Abstract

Abstract. This research is entitled Implementation of the muhadharah program as an effort to improve the learning communication competence of students at the Al-Mu'awanah modern Islamic boarding school, Bandung Regency. This research was conducted to determine muhadharah activities, understand student learning communication and supporting and inhibiting factors for the implementation of the muhadharah program as an effort to improve students' learning communication competence. The aim of this research is to analyze the implementation of the muhadharah program as an effort to improve students' learning communication competence.This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. This research uses observation, interview and documentation data collection techniques. This research data analysis technique uses data reduction, data presentation and data verification/drawing conclusions.The results of this research, it was found that (1) the muhadharah activities carried out at the Al-Mu'awanah modern Islamic boarding school were not just ordinary speeches, but used rules and regulations with MC, reading the Al-Qur'an, reciting Islamic vows, taking materials core of students from the audience and entertainment. (2) This muhadharah program is able to act as an effort to improve students' learning communication competence, which can be seen from students' learning communication skills in the classroom. However, at grade level, this ability is still lacking and requires time to learn. (3) The supporting factors that support the implementation of the muhadharah program as an effort to improve the learning communication competence of students: Student language and Management of student organizations. Factors that become obstacles: Students who violate the rules and Management who is not serious during muhadharah. Abstrak. Penelitiaan ini dengan judul Implementasi program muhadharah sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi pembelajaran santri di pondok pesantren modern Al-Mu’awanah Kabupaten Bandung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kegiatan muhadharah, mengetahui komunikasi pembelajaran santri dan faktor pendukung dan penghambat Implementasi program muhadharah sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi pembelajaran santri. Tujuan penelitiaan ini untuk menganalisis Implementasi program muhadharah sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi pembelajaran santri.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. penelitian ini mengunakan Teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan verifikasi data/penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, ditemukan bahwa (1) kegiatan muhadharah yang dilakukan di pondok pesantren modern Al-Mu’awanah tidak hanya berpidato biasa, namun menggunakan tata tertib, peraturan dengan adanya MC, pembacaan Al-Qur’an, pembacaan ikrar keislaman, pengambilan materi inti oleh santri dari audiens dan adanya hiburan. (2) Program muhadharah ini mampu sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi komunikasi pembelajaran santri dapat dilihat dari kemampuan komunikasi pembelajaran santri di kelas. Namun, pada kelas tingkat bahwa kemampuan ini masih kurang dan butuh proses waktu untuk belajar (3) Adapun faktor pendukung yang menjadi pendukung Implementasi program muhadharah sebagai upaya meningkatkan kompetensi komunikasi pembelajaran santri: Kebahasaan santri dan Pengurus organisasi santri. Faktor yang menjadi penghambat: Santri yang melanggar peraturan dan Pengurus yang tidak serius saat muhadhatah.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Novel Bumi Karya Tere Liye Muhammad Aqmal Ramadhan Nugraha; Ayi Sobarna; Heru Pratikno
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15616

Abstract

Abstract. This thesis examines the Islamic educational values contained in the novel Bumi by Tere Liye and the relevance of these values to Islamic Education (PAI) learning. This research uses a qualitative approach with content analysis method to explore and analyze the implicit values in the novel. The analysis results show that the novel Bumi contains Islamic educational values such as simplicity, honesty, independence, gratitude, and patience. The value of simplicity is reflected through the character Raib, who is not obsessed with popularity and enjoys simple things in life. Honesty is evident when Raib admits his forgetfulness of bringing his homework book, even though he has to face the consequences. Independence is embodied through Mama Raib, who is able to solve technical problems without the help of others. Raib also shows gratitude for every moment, even when rain pours down on the school. The virtue of patience is demonstrated by Raib as he is able to restrain himself and avoid conflicts with his friends.The relevance of these values to PAI learning lies in their potential to shape students' characters with noble morals. This thesis highlights the importance of literature, particularly novels, as a medium for Islamic Education learning that can provide concrete and inspirational examples for students. By exemplifying characters and stories in novels, PAI learning can become more engaging and relevant to daily life. This thesis contributes to the development of Islamic education in Indonesia by showing that novels can be an effective educational medium in shaping students with noble morals who are beneficial to society. Abstrak. Skripsi ini mengkaji nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung dalam novel Bumi karya Tere Liye dan relevansi nilai-nilai tersebut terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi untuk menggali dan menganalisis nilai-nilai yang tersirat dalam novel. Hasil analisis menunjukkan bahwa novel Bumi mengandung nilai-nilai pendidikan Islam seperti kesederhanaan, kejujuran, kemandirian, syukur, dan sabar. Nilai kesederhanaan tercermin melalui karakter Raib yang tidak terobsesi dengan popularitas dan menikmati hal-hal sederhana dalam hidup. Kejujuran terlihat ketika Raib mengakui kelupaannya membawa buku PR, meskipun harus menghadapi konsekuensi. Kemandirian diwujudkan melalui Mama Raib yang mampu mengatasi masalah teknis tanpa bantuan orang lain. Raib juga menunjukkan rasa syukur atas setiap momen, bahkan saat hujan mengguyur sekolah. Sikap sabar ditunjukkan oleh Raib saat dia mampu menahan diri dan menghindari konflik dengan teman-temannya. Relevansi nilai-nilai ini terhadap pembelajaran PAI terletak pada potensi mereka untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia. Skripsi ini menyoroti pentingnya sastra, khususnya novel, sebagai media pembelajaran PAI yang dapat memberikan contoh konkret dan inspiratif bagi siswa. Dengan mencontoh karakter dan kisah dalam novel, pembelajaran PAI dapat menjadi lebih menarik dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Skripsi ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan Islam di Indonesia dengan menunjukkan bahwa novel dapat menjadi media edukatif yang efektif dalam membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia dan berdaya guna bagi masyarakat.
Nilai-Nilai Pendidikan dari Q.S. Al-Baqarah Ayat 152-153: Tentang Perintah Bersyukur dan Sabar Mohamad Noer Amal; Ikin Asikin; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15620

Abstract

Abstract. The focus of this research is to examine the values of Q.S. al-Baqarah verses 152-153: What is the opinion of the mufassir about Surah al-Baqarah verses 152-153? 2.What is the essence of Surah al-Baqarah verses 152-153 according to the commentators? 3.What is the concept of the commandment of gratitude and patience according to the experts? 4. What are the educational values of the commandments of gratitude and patience? From the results of this study, it can be concluded that these educational values are. Allah promises that by being grateful He will give pleasure to His servants, and by being patient, because patience can bring good, and Allah is with those who are patient. Servants who always perform dhikr (remembrance of Allah) in obedience to Allah, surely Allah will always remember His servants by giving rewards and forgiveness. (a) Every believer must be grateful and mention the name of Allah for sending the Messenger of Allah and his message (b) Withdrawal of blessings from those who deny the blessings that Allah gives (c) Patience and prayer are a help to believers (d) Good fortune to grateful and patient servants in the face of trials. Abstrak. Fokus penelitian ini mengkaji nilai-nilai tentang Q.S al-Baqarah Ayat 152-153: Tentang Perintah Syukur Dan Sabar.berdasarkan hasil tersebut maka terdapat rumusan masalah 1. Bagaimana pendapat mufassir tentang surat al-Baqarah ayat 152-153 ? 2.Bagaimana esensi dari surat al-Baqarah ayat 152-153 menurut ahli tafsir ? 3.Bagaimana konsep perintah syukur dan sabar menurut para ahli ? 4.Bagaimana nilai-nilai pendidikan tentang perintah syukur dan sabar ?. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan ini adalah. Allah berjanji dengan bersyukur ia akan menambah kenikmatan kepada hambanya dan bersabarlah karena kesabaran dapat membawa kebaikan, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar. Hamba yang selalu melaksanakan ketatan kepada Allah berdzikir (mengingat Allah) niscaya Allah akan selalu menginat hamba-Nya dengan memberi pahala dan ampunan. (a.Setiap mukmin wajib bersyukur dan menyebut asma Allah karena telah mengutus rasulullah dan risalahnya (b.Pencabutan nikmat bagi orang-orang yang ingkar terhadap nikmat yang Allah berikan (c. Sabar dan shalat merupakan pertolongan untuk orang beriman (d.Kebahagian kepada hamba yang bersyukur dan sabar dalam mengahdapi cobaan.
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab Al-Muwatha Imam Malik Nury Nurjanah; Asep Dudi Suhardini; Ayi Sobarna
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15627

Abstract

Abstract. One of the problems in the world of education today is the emergence of the phenomenon of moral decline that occurs in the younger generation. Therefore, it is important to know how moral education should be instilled in children from an early age in everyday life. This study aims to determine the moral values contained in the book of Al-Muwatha by Imam Malik. This research approach uses a qualitative approach by using library research and the data analysis technique used is content analysis. The results of this study show several conclusions, namely: (1) This hadith contains an order to do useful things and leave what is not useful, and to have a sense of shame in himself when doing something that is not in accordance with Islamic law. (2) The essence of the hadith discussed contains an order to do useful things and leave what is not useful, and have a sense of shame in himself. In this case, it includes all actions and words. (3) According to education experts, the purpose of moral education is to instill noble habits and behaviors to form a person with morals based on the Qur'an and hadith, to achieve salvation in the world and the hereafter. (4) The values of moral education in the book of Al-Muwatha are: First, a Muslim should always occupy himself with useful things. Second, a Muslim should minimize speech except for useful things. Third, a Muslim should make shyness an adornment of himself. Abstrak. Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan saat ini ialah munculnya fenomena kemerosotan moral yang terjadi pada generasi muda. Maka dari itu, penting kiranya untuk mengetahui bagaimana pendidikan akhlak yang harus ditanamkan kepada anak sejak dini dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam kitab Al-Muwatha karya Imam Malik. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan library research dan teknik analisis data yang digunakan adalah content analysis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa simpulan, yaitu: (1) Hadits ini berisi tentang perintah untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat, serta memiliki rasa malu dalam dirinya bila melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syariat Islam. (2) Esensi hadits yang dibahas berisi tentang perintah untuk mengerjakan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak bermanfaat, serta memiliki rasa malu dalam dirinya. Dalam hal ini mencakup segala perbuatan maupun perkataan. (3) Menurut para pakar pendidikan bahwa tujuan dari pendidikan akhlak adalah untuk menanamkan kebiasaan dan perilaku mulia untuk membentuk pribadi yang ber-akhlakul karimah berlandaskan kepada Al-Qur’an dan hadits, untuk mencapai keselamatan dunia dan akhirat. (4) Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Al-Muwatha yaitu: pertama, hendaknya seorang muslim selalu menyibukkan diri untuk hal-hal yang bermanfaat. Kedua, hendaknya seorang muslim menyedikitkan bicara kecuali hal-hal yang bermanfaat. Ketiga, hendaknya seorang muslim menjadikan rasa malu sebagai perhiasan dirinya.
Efektivitas Metode Demonstrasi Berbasis Video pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Pasawahan 06 Luthfia Daffa Dhiya; Nan Rahminawati; Fitroh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15630

Abstract

Abstract. One of the issues in education is the improper selection of teaching methods, which can decrease students' interest and motivation in learning. This study aims to examine the effectiveness of video-based demonstration methods in the Islamic Education subject, specifically on the topic of purification. This study employed a quasi-experimental design with a control group pretest-posttest approach. The research sample consisted of 26 sixth-grade students, randomly divided into two groups: an experimental class taught using the video-based demonstration method and a control class taught using conventional teaching methods, with 13 students in each group. Data were collected through observation, interviews, documentation studies, and tests, and were then analyzed using the t-test. The results of the study indicate that the implementation of the video-based demonstration method significantly improved student learning outcomes in the experimental class compared to the control class. This is evidenced by the higher average posttest score in the experimental class (90) compared to the control class (67.31). The t-test analysis also supports this finding, with the calculated t-value being greater than the critical t-value (5.995 > 1.771), leading to the conclusion that the video-based demonstration method is effective in improving student learning outcomes in Islamic Education. Abstrak. Salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan adalah kurang tepatnya pemilihan metode pembelajaran, yang dapat menurunkan minat dan semangat siswa dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan metode demonstrasi berbasis video pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, khususnya materi bersuci. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan control group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 26 siswa kelas VI yang dibagi secara acak menjadi dua kelompok: kelas eksperimen yang diberikan pembelajaran menggunakan metode demonstrasi berbasis video dan kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, masing-masing terdiri dari 13 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode demonstrasi berbasis video secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata nilai posttest yang lebih tinggi di kelas eksperimen (90) dibandingkan dengan kelas kontrol (67,31). Analisis uji-t juga mendukung temuan ini dengan nilai t hitung > t tabel (5,995 > 1,771), sehingga dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran demonstrasi berbasis video efektif meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Implementasi Program Pembinaan Tahfidz melalui Metode Tikrar untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal pada Santri di Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang Sri Wahyuningsih; Aep Saepudin; Iwan Sanusi
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15633

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low interest of students in memorizing the Quran, the ease with which they forget the memorization that has been memorized, as well as the difficulty and lack of motivation in the memorization process. The purpose of this study is to examine the implementation of the tahfidz coaching program through the Tikrar method in improving students' memorization skills. This program is designed to help participants memorize the Quran Juz 30 systematically, structured, and sustainable, with various activities and methods that facilitate the process of memorizing, repeating, and understanding the contents of the Quran. This research departs from the idea that the Tikrar method can help students memorize Juz 30 accurately, pay attention to correct tajweed and makhraj, and maintain memorization consistently. In addition, students are also expected to understand the meaning of the memorized verses and be able to apply them in everyday life. The Tikrar method not only focuses on memorization, but also on understanding and practicing the teachings of the Qur'an. The results of the implementation of this tahfidz program at Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang show a significant increase in the students' memorization ability. Weekly evaluation and intensive repetition are proven to strengthen memorization and improve the quality of tajweed recitation. However, this program still faces challenges such as differences in memorization ability, time constraints, and psychological pressure. For this reason, further adjustments are needed so that this program can meet the needs of santri more effectively in the future. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat santri dalam menghafal Alquran, mudahnya mereka melupakan hafalan yang telah dihafal, serta kesulitan dan kurangnya motivasi dalam proses menghafal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji implementasi program pembinaan tahfidz melalui metode Tikrar dalam meningkatkan kemampuan hafalan santri. Program ini dirancang untuk membantu peserta menghafal Alquran Juz 30 secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan, dengan berbagai aktivitas dan metode yang memudahkan proses menghafal, mengulang, dan memahami isi Alquran. Penelitian ini berangkat dari pemikiran bahwa metode Tikrar dapat membantu santri menghafal Juz 30 dengan akurat, memperhatikan tajwid dan makhraj yang benar, serta mempertahankan hafalan secara konsisten. Selain itu, santri juga diharapkan memahami makna ayat-ayat yang dihafal dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode Tikrar tidak hanya berfokus pada hafalan, tetapi juga pada pemahaman dan pengamalan ajaran Al-Qur'an. Hasil dari penerapan program tahfidz ini di Madrasah Diniyah Baitul Jannah Cisaat Kasomalang menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan hafalan santri. Evaluasi mingguan dan pengulangan intensif terbukti memperkuat hafalan dan meningkatkan kualitas bacaan tajwid. Namun, program ini masih menghadapi tantangan seperti perbedaan kemampuan hafalan, keterbatasan waktu, dan tekanan psikologis. Untuk itu, diperlukan penyesuaian lebih lanjut agar program ini dapat memenuhi kebutuhan santri secara lebih efektif di masa mendatang.
Peran Orang Tua dalam Mendidik Akhlak Remaja di Masyarakat Sekeloa Tengah Sabrina Arfa Andani; Dedih Surana
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15635

Abstract

Abstract The role of parents in educating adolescent morals is an important foundation for the development of character and morals of the younger generation. In Sekeloa Tengah, the challenges of daily life require parents to be more active and creative in educating their children. This study aims to: 1) determine parents' efforts in fostering adolescents at home; 2) describe parents' strategies in shaping adolescents' morals; and 3) identify supporting and inhibiting factors in the cultivation of morals by parents. This research uses a qualitative approach with observation, interview, and documentation methods. Data were analyzed through reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that: 1) educating adolescent morals requires open communication and emotional support that makes children feel valued and confident, and fosters responsibility and discipline; 2) parents who use a holistic approach combine role modeling, open dialogue, and positive reinforcement to instill moral values; and 3) family, social environment, and school have a significant role in shaping adolescent morals. Abstrak Peran orang tua dalam mendidik akhlak remaja menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter dan moral generasi muda. Di Sekeloa Tengah, tantangan kehidupan sehari-hari menuntut orang tua untuk semakin aktif dan kreatif dalam mendidik anak-anak mereka. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui upaya orang tua dalam membina remaja di rumah; 2) mendeskripsikan strategi orang tua dalam membentuk akhlak remaja; dan 3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam penanaman akhlak oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mendidik akhlak remaja membutuhkan komunikasi terbuka dan dukungan emosional yang membuat anak merasa dihargai dan percaya diri, serta menumbuhkan tanggung jawab dan disiplin; 2) orang tua yang menggunakan pendekatan holistik menggabungkan keteladanan, dialog terbuka, dan penguatan positif untuk menanamkan nilai moral; dan 3) keluarga, lingkungan sosial, dan sekolah memiliki peran signifikan dalam pembentukan akhlak remaja.
Pengaruh Pola Asuh Orangtua Karir Teerhadap Kedisiplinan Shalat Pada Anak Usia 7-12 Tahun di Desa Ciberes Annisa Ayu Saadah; Erhamwilda; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15636

Abstract

Abstract. In the Family Circle, parents have influence in instilling prayer discipline in them. To instill prayer discipline, there is upbringing and parenting from parents for their children. Facts on the ground prove that every parent has a different way or method of parenting. This study aims to see the influence of career parenting on prayer discipline in children after 7-12 years. The purpose of this study is to find out how the parenting style of career parents affects prayer discipline in children aged 7-12 years, and to find out how much influence the parenting style of career parents has on prayer discipline in children aged 7-12 years in Ciberes Village. The method in this study uses a descriptive quantitative method. This research was carried out in Ciberes Village with a population of 30 people. The main data collection tool uses questionnaires and documents. The data analysis methods used were validity test, reliability test, normality test, homogeneity test and correlation test. Based on the results of data analysis through questionnaires using correlation tests, it can be concluded that there is a significant influence between career parenting and prayer discipline in children in Ciberes Village. The results were shown by Pearson Correlation of 0.858 with a confidence level of 95%. The results of the calculation stated that there was a Ho rejected and H1 accepted, in other words there was an influence of career parenting on prayer discipline in children aged 7-12 years. Abstrak. Di Kalangan Keluarga, orangtua memiliki pengaruh dalam menanamkan keidisplinan shalat pada mereka. Untuk menanamkan kedisiplinan shalat, adanya didikan dan pola asuh dari orangtua untuk ana-anaknya. Fakta di lapangan membuktikan bahwa setiap orangtua memiliki cara atau metode pola asuh yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pola asuh oarngtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usai 7-12 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui cara pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun, dan mengetahui seberapa besar pengaruh pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun di Desa Ciberes. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ciberes dengan populasi sebesar 30 orang. Alat pengumpulan data utama menggunakan kuesioner dan dokumen. Metode analisi data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas dan uji korelasi. Berdasarkan hasil Analisa data melalui angket dengan menggunakan uji korelasi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pola asuh orangtua karir dengan kedisiplinan shalat pada anak di Desa Ciberes. hasil tersebut ditunjukkan dengan pearson correlation 0,858 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Hasil perhitungan tersebut menyatakan bahwa terdapat maka Ho ditolak dan H1 diterima, dengan kata lain terdapat pengaruh pola asuh orangtua karir terhadap kedisiplinan shalat pada anak usia 7-12 tahun.
Analisis Pendidikan terhadap Problematika Remaja Nakal dan Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Remaja Dina Aulia Adiningsih; Erhamwilda; Enoh
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15639

Abstract

Abstract. Delinquent Adolescents are a symptom of social pathology in adolescents caused by a form of social neglect; ultimately leading to deviant behavior. The objectives of this research: (1) What are the characteristics of juvenile delinquent offenders in Ciracap Village, Jampang Kulon District. (2) How religious education is provided by the family to the perpetrator and the community environment where he lives. (3) What are the factors that influence the occurrence of naughty adolescent behavior seen from Islamic religious education. One type of descriptive qualitative research is research using a case study method or approach. This research focuses intensively on one particular object and studies it as a case. The case study method allows the researcher to remain holistic and significant. The results of the research show that the factors that cause Naughty Teenagers are caused by family factors, social factors, individual factors and environmental factors. Analysis of this case from the perspective of Islamic Religious Education is because naughty teenagers have a lack of faith and knowledge in themselves and in the teenager's own soul, they more quickly fall into disobedience. The role of parents is expected to grow and increase children's faith. Through his actions in providing guidance and fostering children's knowledge, appreciation, observations and experiences regarding the Islamic religion, children become human beings who continue to develop in terms of faith and devotion to Allah SWT and have noble morals. Therefore, the role of parents must be to set a good example and create a happy family in order to develop better morals. In the lives of teenagers, religion has a very important role because religion can help teenagers face all kinds of problems they face in their lives. Abstrak. Remaja Nakal Merupakan gejala patologı sosial pada remaja yang disebabkan oleh suatu bentuk pengabaian sosial yang; pada akhirnya menyebabkan perilaku menyimpang. Tujuan Penelitian ini: (1) Bagaimana Karakteristik Pelaku remaja nakal Di Desa Ciracap Kecamatan Jampang Kulon. (2) Bagaimana Pendidikan agama Yang diberikan oleh Keluarga kepada Pelaku dan Lingkungan Masyarakat di tempat tinggalnya. (3) Apa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi terjadinya Perilaku remaja nakal Dilihat dari Pendidikan Agama Islam. Salah satu jenis penelitian kualitatif deskriptif adalah berupa penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (Case Study). Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu yang mempelajarinya sebagai suatu kasus. Metode studi kasus memungkinkan peneliti untuk tetap holistik dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor penyebab Remaja Nakal disebabkan karena faktor keluarga, faktor pergaulan, faktor individu, dan faktor lingkungan. Analisis kasus ini dari segi Pendidikan Agama Islam sebab remaja nakal sebagai kurangnya iman dan ilmu dalam diri dan jiwa remaja itu sendiri selingga, mereka lebih cepat terjerumus dalam kemaksiatan. Peran orang tua diharapkan dapat menumbuhkan dan meningkatkan keimanan anak. Melalui tindakannya dalam memberikan bimbingan dan memupuk pengetahuan, penghayatan, pengamatan serta pengalaman anak tentang agama Islam sehingga anak menjadi manusia yang terus berkembang dalam hal keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT serta berakhlak mulia. Oleh karena Itu peran orangtua harus memberi contoh atau teladan yang baik serta menciptakan keluarga yang bahagia guna perkembangan akhlak agar menjadi yang lebih baik. Dalam kehidupan remaja, agama mempunyai peranan yang sangat penting karena agama dapat membantu remaja dalam menghadapi segala macam persoalan yang dihadapi dalam hidupnya.