cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2023)" : 15 Documents clear
OPTIMALISASI KUALITAS ANAK PRA SEKOLAH MELALUI PELATIHAN KPSP DAN SKRINING STUNTING BAGI GURU PAUD mahalia putri, Nia clarasari; Retnosari, Ekadewi; Fatimah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4790

Abstract

Peningkatan mutu anak menjadi tugas yang harus diemban secara bersama-sama, melibatkan keluarga, pendidik, orang tua, komunitas, dan pemerintah. Guru Paud sebagai ujung tombak pendidikan diharapkan bisa ikut berkontribusi melakukan skrining atau deteksi dini perkembanga melalui Kuesioner Pre Skrining Perkembangan pada sat menerima siswa baru, sehingga pada saat penerimaan siswa baru bisa tgerjaring siswa dengan postur tubuh pendek atau terindikasi stunting. Angka kejadian Stunting semakin tinggi dan berdampak pada kualitias anak terkhusus anak pra Sekolah sebagai generasi penerus bangsa. Dengan adanya kasus tersebut perlu pentingnya penanganan secara serius bisa melalui  Kuisioner Pre Skrining Perkembangan (KPSP) dan Skrining Stunting yang bisa dilakukan oleh tenaga Non Kesehatan khususnya Guru Paud yang bisa mendeteksi penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan anak. Kuisioner Pra-Skrining Perkembangan adalah hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam menciptakan suatu instrumen yang berfungsi untuk menilai perkembangan anak usia 3 hingga 72 bulan. Tujuan dari instrumen ini tidak hanya untuk tenaga kesehatan di Puskesmas dan instansi terkait, tetapi juga untuk pengasuh dan guru pendidikan usia dini (PAUD). Kuisioner Pra-Skrining Perkembangan adalah alat skrining yang diperlukan sesuai dengan regulasi Departemen Kesehatan untuk digunakan di tingkat layanan Kesehatan Primer. Ini berupa daftar pertanyaan yang ditujukan kepada orang tua dan berfungsi sebagai alat awal dalam mendeteksi perkembangan anak usia 3 hingga 72 bulan..Sampel dalam kegiatan pengabmas ini Guru yang mengajar di 20 PAUD. Adapun rancana pelaksanaan kegiatan ini di PAUD desa Ujanmas KecamatanUjanmas kabupaten Muara Enim.
IMPLEMENTASI PROGAM POSYANDU LANSIA UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA Yulianti, Nova; Safitri, Desta Aini; Rachel, Tiarlin Lavida
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4635

Abstract

Bertambah usia seseorang akan berdampak pada fungsi fisiologis dan psikologis, dengan demikian akan menyebabkan penurunan organ – organ tubuh sehingga akhirnya akan menimbulkan penyakit yang menyertainya. Pemanfaat pelayanan kesehatan oleh lansia sangat dibutuhkan terutama posyandu lansia yang terdekat dengan masyarakat. Dengan kehadiran lansia dalam kegiatan posyandu diharapkan dapat melakukan deteksi dini penyakit yang menyertai lansia. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mengetahui implementasi program posyandu lansia di Posyandu Lansia Anggrek Rw 02 Kebon Melati, Jakarta Pusat. Metode pelaksanaan dengan melakukan penyuluhan lansia tentang prilaku hidup bersih dan sehat dan pemeriksaan kesehatan diantaranya pemeriksaan antropometri berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, tekanan darah dan pemeriksaan laboratorium sederhana (kolesterol, asam urat dan gula darah sewaktu). Sasaran kegiatan ini adalah seluruh lansia yang hadir dalam posyandu sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan ini didaptkan Berdasarkan tabel 1 didapatkan jenis kelamin lansia sebagian besar adalah perempuan yaitu 24 orang (80%). Usia lansia didominasi pada usia 60 – 74 tahun adalah 24 orang (80%). Lingkar perut laki – laki  ≥ 90 cm rata – rata  3 orang (50%) dan ≤ 89 cm rata-rata 3 orang (50%). Untuk lingkar perut wanita paling banyak pada ≥ 80 cm yaitu 21 (70%). IMT lansia sebagian besar pada klasifikasi normal yaitu 15 orang (50%). Kolesterol lansia rata – rata pada klasifikasi normal yaitu 16 orang (53%). Asam urat lansia didominasi pada klasifikasi normal yaitu 21 orang (70%). Gula darah lansia paling banyak pada klasifikasi Pre DM yaitu 16 orang (53%). Pentingnya prilaku hidup bersih dan sehat seperti mengatur pola makan, kebersihan diri, aktivitas sehari – hari, olahraga bagi lansia dalam mencegah penyakit degeratif pada lansia.
Penguatan Kapasitas Pramu Werdha dalam Melatih Keseimbangan Lansia dengan Sistem Endokrin di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut usia (PRSLU) Karawang Sartika, Aprilina; Wahyuni, Aria; Patricia, Agnes
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4769

Abstract

Memasuki usia tua akan mengalami kondisi kemunduran fisik yang ditandai dengan pendengaran kurang jelas, penglihatan semakin memburuk, penurunan kekuatan otot (gangguan musculoskeletal) dan penurunan system tubuh yang lain seperti sistem endokrin sering terjadi pada lansia yang mengakibatkan sering keletihan,gerakan lambat, dan gerakan tubuh yang tidak proporsional. Akibat perubahan fisik lansia tersebut, mengakibatkan penurunan keseimbangan lansia dan menyebabkan terjadinya risiko jatuh pada lansia. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sebagai upaya pencegahan resiko jatuh dengan menjaga keseimbangan pada lansia. Target kegiatan ini adalah Pramu werdha dan lansia di Panti Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Lansia Karawang. Metode pelaksanaan dengan penyuluhan Latihan keseimbangan, sosialisasi dan demontrasi Latihan kesimbangan pada Pramu werdha dan Lansia. Rencana tahapan kegiatan meliputi pertemuan dengan Pramu Werdha,Pekerja Sosial, persiapan alat dan materi, pelaksanaan penyuluhan dan monitoring serta evaluasi. Hasil evaluasi dengan pre dan post-test kegiatan pengabdian masyarakat ini didapatkan 80 % tingkat pengetahuan peserta meningkat. Evaluasi hasil kegiatan penguatan kapasitas Pramu werda dalam melatih keseimbangan lansia dengan mampu meningkatkan pengetahuan dan tingkat keseimbangan pada lansia.
APLIKASI HASIL PENELITIAN: PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MELALUI PEMBERIAN TERAPI KOMPLEMENTER DI KELURAHAN PLALANGAN KEC. GUNUNG PATI Mardiyono, Mardiyono; Sulistyowati, Dina Indrati Dyah; widiyanto, Budi
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4792

Abstract

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) sejalan dengan program asuhan keperawatan keluarga dalam penyakit tidak menular, stop merokok dan kepesertaan BPJS. Masalah Indeks Keluarga Sehat kelurahan Plalangan 0,147 termasuk kategori rendah, jauh dari IKS kota Semarang 0,308. Masyarakat Plalangan banyak mengalami risiko tinggi dan menderita penyakit tidak menular termasuk penyakit jantung, diabetes, asthma, dan kanker payu dara, Rahim serta status Kesehatan gigi dan mulud masih rendah. Pendekatan keluarga mencakup upaya promotif dan preventif serta kuratif sederhana dilakukan dirumah dan program posbindu dan prolanis oleh petugas. Upaya kuratif paripurna dilakukan di Puskesmas dan program PANDU terpadu dan prolanis oleh tenaga medis bagi penderita pnyakit tidak menular. Pengendalaian penyakit tidak menular ke buku peserta posbindu holistik, sehingga data pasien penyakit  tidak menular dapat dimasukkan dalam SIMPUS.Metode:  The study is participatory action research kepada petugas puskesmas dan kader posbindu. Pospulasi kelurahan Plalangan 836 KK terbagi 3 RW 17 RT dengan kategori keluarga tidak sehat, pra sehat, sehat dan menderita penyakit hipertensi, penyakit hantung diabetes, astma dan kanker. Pemberi asuhan dibagi 3 tim RW 1, 2, dan 3.Hasil deteksi dini hiperkolesterolemia 13 pasien (11,3%), asam urat tinggi 5 pasien (4,3%), diabetes melitus 9 pasien (7,8%), hipertensi 25 pasien (21,7%). Pengendalian penyakit DM peserta posbindu holistic dengan case management minum obat, minum herbal, olah raga dan  diet DM. Pengendalian penyakit tidak menular dengan peserta posbindu holistic dengan case management minum obat, minum herbal, dan olah raga. 
Peningkatan Kompetensi Dan Pemberdayaan Siswa dan Guru SMK Dalam Mencegah Kekerasan Seksual Handayani, Tri Lestari; Harini, Ririn; Syaifullah, Yunan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4704

Abstract

Pada tahun 2021 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mencatat sebanyak 8.800 kasus kekerasan seksual terjadi dari Januari sampai November 2021 (1). Kekerasan seksual di lingkungan sekolah akhir- akhir ini juga banyak terkuak. Pihak sekolah dan siswa sering kali tidak mempunyai kesiapan untuk menghadapi masalah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Tujuan dari program pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan pemberdayaan siswa dan guru SMK dalam mencegah kekerasan Seksual, mitra yang di libatkan dalam program pengabdian ini adalah Sekolah SMK PK Muhammadiyah I Pandaan merupakan sekolah unggulan dengan akreditasi A ingin melakukan tindakan antisipasi dan pencegahan masalah kekerasan seksual agar proses belajar mengajar berjalan baik. Metode yang di gunakan yaitu melakukan FGD dengan guru untuk mengidentifikasi masalah dan bersama-sama membuat rencana solusi masalah. Tim PKM juga melakukan pelatihan untuk siswa sekolah untuk meningkatkan kompetensi yang meliputi; pengetahuan, sikap positif dan keterampilan dalam mencegah dan mengatasi masalah kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Hasil dari kegiatan pelatihan terhadap siswa terbukti ada peningkatan aspek pengetahuan tentang cara pencegahan kekerasan seksual pencegahan sebanyak 24 point (rata-rata pre-test 60, rata-rata post-test 74). terdapat perubahan sikap siswa terhadap masalah pencegahan kekerasan seksual yang dapat di lihat dari hasil diskusi dan tanya jawab yang antusias dari para siswa, siswa juga mulai terampil dengan mendemonstrasikan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kekerasan seksual, terjadi peningkatan keperdulian dari guru - guru juga terhadap masalah kekerasan seksual yang di buktikan dengan keaktifan guru dalam mengidentifikasi dan memberikan solusi masalah kekerasan seksual pada forum FGD. Semangat melakukan pencegahan terhadap kekerasan seksual jika dilakukan secara terus menerus akan sangat efektif untuk menurunkan resiko terjadinya kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
PEMBENTUKAN KELOMPOK EDUKASI REMAJA ANTI STUNTING (RANTING) DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA TASIKMALAYA Irianti, Bayu; Patimah, Siti; Anjani D, Dyane; Aeni S, Hilya
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4791

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan stunting tertinggi di dunia. Stunting di Indonesia tercatat sebesar 24,4%, dengan Jawa Barat sebanyak 218.286 anak dari 3.095.299 anak (survei sarjana gizi, 2022). Angka stunting di Tasikmalaya tercatat sebanyak 7.751 (17,58%), Kecamatan Kawalu menyumbang angka stunting tertinggi yaitu sebanyak 1.396 (18,05%). Perjuangan mengatasi masalah stunting bisa dimulai sebelum anak lahir (1000 HPK) atau sejak usia remaja. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberdayakan remaja putri di kota tasikmalaya agar mengetahui dan memahami pentingnya upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi penelusuran literasi, survei lokasi, Survei Kesadaran Diri (SMD), Diskusi Warga (MMD), persiapan anggota tim dan pembagian peran, pretest, tot, dan post test pada pendampingan remaja Posyandu Remaja dan duta ranting, hb pengukuran dan distribusi suplemen zat besi ,”JUFE” Jumat Fe . Kesimpulannya adalah modul sebagai sarana promosi kebutuhan remaja yang memberikan informasi dan meningkatkan pengetahuan serta kesadaran remaja untuk mengkonsumsi suplemen zat besi. Rekomendasi bekerjasama dengan PIK-R BKKBN kota Tasikmalaya untuk menyesuaikan materi modul sesuai dengan kebutuhan remaja agar dapat digunakan di semua SMP yang ada di kota Tasikmalaya.
PENINGKATAN PELAYANAN PERAWATAN PRA-RUMAH SAKIT UNTUK PASIEN PATAH TULANG MELALUI RELAWAN SIBULAN Suwaryo, Putra Agina Widyaswara; Utoyo, Bambang; Waladani, Barkah; Marsito, Marsito; Nurohman, Aldi; Mujahidin, Yusuf; Setiani, Stefani Asti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4860

Abstract

Desa Bejiruyung adalah salah satu desa binaan Universitas Muhammadiyah Gombong yang memiliki layanan ambulan untuk keperluan kesehatan masyarakat. Namun, terdapat kendala dalam penanganan pasien patah tulang, terutama dalam prosedur balut bidai, yang memerlukan pengetahuan dan keterampilan yang baik. Dalam beberapa kejadian, pasien tiba di rumah sakit dalam kondisi yang memprihatinkan. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan SIBULAN dalam balut bidai, dengan harapan bahwa ini akan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada masyarakat Desa Bejiruyung. Kegiatan PkM dilakukan dengan pendekatan berjenjang, termasuk persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan melibatkan koordinasi dengan peserta dan perangkat desa, serta penyediaan materi dan peralatan yang dibutuhkan untuk pelatihan. Pelaksanaan kegiatan melibatkan 23 peserta dari relawan SIBULAN yang aktif mengikuti edukasi dan simulasi balut bidai. Mereka diberikan materi tentang teknik balut bidai, indikasi, kontraindikasi, dan penggunaan peralatan yang tepat. Setelah edukasi, peserta berpartisipasi dalam sesi simulasi praktik dengan penggunaan papan panjang, kain segitiga, dan kain penutup luka. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan peserta.  Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan peserta. Rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 45,65 sebelum pelatihan menjadi 73,04 setelah pelatihan. Demikian pula, keterampilan peserta meningkat secara signifikan dari rata-rata 25,21 menjadi 75,21. Kegiatan PkM ini telah membuktikan keberhasilannya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan SIBULAN dalam penanganan pasien patah tulang. Ini adalah langkah positif dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Desa Bejiruyung, serta merupakan contoh bagaimana pendekatan edukasi dapat berdampak positif dalam situasi darurat.
PENERAPAN ENDORPHIN MASSAGE UNTUK MENGURANGI TINGKAT NYERI PERSALINAN BAGI IBU BERSALIN Winancy, Winancy; Rastika, Yuliana; Asri, Hetty
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4706

Abstract

Proses persalinan merupakan perjalanan sosial dan spiritual yang sakral di dalam hidup seorang wanita. Nyeri persalinan selalu diekspresikan dengan cara berteriak, mencakar, mencengkeram, menjambak rambut suami, rasa takut yang dapat menyebabkan cemas dan khawatir yang berlebihan dan membuat kepanikan.  Nyeri persalinan yang dirasakan ibu disebabkan adanya kontraksi uterus, pembukaan dan penipisan serviks, dan penurunan kepala bayi. Penyebab lain yang menimbulkan nyeri persalinan yaitu trauma persalinan yang lalu, pengetahuan yang kurang tentang persalinan, latar belakang budaya, dan pemahaman ibu sebagai individu yang mampu atau tidak dalam menerima dan menyikapi nyeri persalinan. Nyeri persalinan yang tidak tertangani dengan baik akan berakibat dapat membuat ibu kelelahan, ketakutan dan cemas yang berlebihan hingga menjadikan kepanikan yang tidak dapat di kontrol. Kepanikan dapat membuat stress, kontraksi uterus melemah mengakibatkan persalinan lama hingga kematian ibu. Ibu bersalin di wilayah Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi Sebagian besar bersalin di Praktik Mandiri Bidan (PMB) atau Puskesmas dengan biaya yang lebih murah atau gratis karena banyak yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga atau buruh pabrik, Metode kegiatan yaitu menilai skala nyeri ibu bersalin sebelum di berikan endorphin massage dan setelah diberikan pada kala 1 fase aktif. Mitra kegiatan adalah ibu hamil yang bersalin periode Maret - Mei 2023 di PMB Wilayah Kecamatan Bekasi Utara Tahun 2023 sebanyak 36 responden. Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh endorphin massage terhadap intensitas nyeri persalinan signifikan 0.000 (P 0.05). Endorphin massage dapat mengurangi nyeri persalinan kala 1 fase aktif sehingga mampu memberikan pengalaman bersalin yang lebih nyaman dan menghindari ibu dari trauma persalinan.
EDUKASI IBU TENTANG SUMBER NUTRISI MELALUI HIDROPONIK: UPAYA PENURUNAN ANGKA KEMATIAN BAYI Alfarisi, Bunail Isna; Alamsyah, Tegar; Hestiana, Annisa Rifqa; Salsabila, Aisyah; Fayyaza, Nesya Alya; Zavira, Raihana; Yustika, Widya; Filzah, Rahmah; Irsyad, Afif Fadhilah; Hidayatullah, Muhammad Rafli; Laden, Laden; Rofiq, Ainur; Septiady, Teuku Baihaqi; Islami, M. Dian; Ramadhan, Galang; Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4612

Abstract

Indikator keberhasilan dalam kemampuan pelayanan kesehatan suatu negara ditentukan berdasarkan tingkatan tinggi rendahnya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Penyebab kematian bayi dan anak terutama berat badan lahir rendah dan kelainan bawaan dihubungkan dengan status kesehatan ibu selama hamil, kekurangan gizi, kekurangan berat badan dan komplikasi kehamilan. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam mengenali sumber nutrisi serta mengimplementasikan metode hidroponik guna memperbaiki gizi bayi, dengan tujuan akhir penurunan angka kematian bayi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat dengan target sasaran ibu-ibu PKK dan ibu rumah tangga dengan metode penyuluhan tentang Nutrisi Bagi Ibu Hamil dan pelatihan hidroponik serta pemberian instalasi hidroponik ke Desa Sambirejo. Hasil yang didapatkan sebelum dan setelah penyuluhan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan ibu-ibu peserta tentang pentingnya gizi seimbang yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, metode yang digunakan adalah dengan pengisian kuesioner.Kata kunci: angka kematian bayi, edukasi, nutrisi, hidroponik, kekurangan gizi
PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DAN PENYULUHAN SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI KECAMATAN LARANGAN KAB. BREBES Prabandari, Fitria; Sofiana, Juni; Sumarni, Sumarni; Rosmawati, Rosmawati
Jurnal Salingka Abdimas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v3i2.4873

Abstract

Kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia kecuali di 42 negara, kanker payudara adalah kanker paling umum pada wanita di seluruh dunia – kecuali di 42 negara, dimana kanker serviks masih mendominasi. Faktor utama yang berhubungan dengan keterlambatan diagnosis kanker payudara masih banyak terjadi di negara-negara berkembang seperti di Asia, diantaranya gejala dan pemeriksaan payudara, serta pengetahuan dan persepsi individu. Hasil studi telah menyoroti pentingnya penerapan SADARI dengan pertemuan tatap muka yang melibatkan profesional kesehatan dan jaringan sosial perempuan untuk pendidikan payudara. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan pendidikan kesehatan sebagai upaya deteksi dini kanker payudara berupa pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), serta pemeriksaan kesehatan secara gratis.  Pengabdian ini melibatkan 40 wanita usia subur, peserta mendapatkan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah kesadaran wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara semakin meningkat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat meningkatkan kualitas kesehatan dalam hidupnya. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15