cover
Contact Name
Ida Leida Maria
Contact Email
hjph.unhas@gmail.com
Phone
+628114440454
Journal Mail Official
hjph.unhas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perintis Kemerdekaan Km.10, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, Tamalanrea, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, 90245
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Hasanuddin Journal of Public Health
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : 27212408     DOI : https://doi.org/10.30597/hjph.v1i1
Core Subject : Health,
Aims and Scope Hasanuddin Journal of Public Health: Epidemiology Health Education and Promotion Environmental Health Occupational Health and Safety Health Administration and Policy Biostatistics Reproductive Health Hospital Management Nutrition Science Health Information System
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023" : 10 Documents clear
MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PEKERJA TALLYMAN PT. KALTIM KARIANGAU TERMINAL BALIKPAPAN Nahdah Nur Laili; Awaluddin Awaluddin; A. Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26692

Abstract

Latar Belakang: Kegiatan bongkar muat peti kemas memiliki potensi bahaya dan risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja yang serius. Tallyman merupakan tenaga kerja yang berhadapan langsung dengan kegiatan bongkar muat tersebut. Tujuan: Mengetahui langkah-langkah manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan menggunakan metode Hazard identification, Risk Assessment, Determine Control (HIRADC). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 38 orang yang merupakan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas di PT. Kaltim Kariangau Terminal Balikpapan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret – April 2023. Analisis data yang dilakukan adalah analisa deskriptif. Hasil: Berdasarkan hasil identifikasi, potensi bahaya yang dihadapi pekerja tallyman bongkar muat peti kemas terdiri dari 4 bahaya mekanik, 3 bahaya fisik, dan 1 bahaya biologi. Hasil penilaian risiko menunjukkan bahwa terdapat 2 bahaya dengan kategori risiko tinggi, 3 bahaya dengan kategori sedang dan 3 bahaya dengan kategori rendah. Pengendalian risiko yang telah dilakukan berupa dengan rekayasa teknik, administratif, dan penggunaan APD. Kesimpulan: Setiap tempat kerja memiliki potensi bahaya dan risiko dalam menjalankan aktivitas kerjanya, begitupun pekerja tallyman bongkar muat peti kemas. Diharapkan pekerja tallyman bongkar muat peti kemas menyadari akan potensi bahaya dan risiko yang dialami dan mengikuti instruksi kerja yang telah ditetapkan sehingga dapat mencegah terjadinya risiko kecelakaan kerja.
HUBUNGAN PENGGUNAAN KOMPUTER DENGAN ASTENOPIA PADA PEKERJA Cecilia Aurynt Angeline Kohang; Andi Wahyuni; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26860

Abstract

Latar Belakang: National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) Amerika Serikat mengatakan bahwa sekitar 90% orang yang menghabiskan tiga jam atau lebih sehari di komputer dapat mengakibatkan Astenopia. Berdasarkan hasil survey American Eye-Q tentang teknologi dan kesehatan mata melaporkan bahwa sekitar 58% orang dewasa mengalami ketegangan mata atau masalah penglihatan sebagai akibat langsung dari paparan display monitor tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan penggunaan komputer dengan Astenopia pada pekerja PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 45 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhausted sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi selama bulan Maret – April 2023. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan aplikasi SPSS 29 dengan menggunakan uji statistik chi-square test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 orang responden (35,6%) yang mengalami keluhan berat dan 29 orang responden (64,4%) yang mengalami keluhan ringan. Hasil uji chi-square test menunjukkan ada hubungan kejadian Astenopia dengan lama paparan monitor (p=0,031), istirahat mata (p=0.030), jarak monitor (p=0,009), dan pencahayaan (p=<0,001). Adanya hubungan lama paparan monitor dengan keluhan subjektif yang dialami responden menunjukkan bahwa istirahat mata mempengaruhi kejadian Astenopia pada pekerja di PT. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi. Kesimpulan: lama paparan monitor, istirahat mata, jarak monitor, dan pencahayaan menunjukkan ada hubungan dengan kejadian Astenopia. Saran bagi pekerja untuk dapat memperhatikan lama paparan monitor, istirahat mata, jarak monitor dan pencahayaan sesuai dengan NAB yang telah ditentukan saat bekerja menggunakan komputer.
KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA DI PT PELABUHAN INDONESIA (PERSERO) REGIONAL 4 MAKASSAR Humairah Latifah; Awaluddin Awaluddin; Andi Muflihah Darwis
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.26906

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu aspek terpenting dalam keselamatan kerja dan dapat melindungi tenaga kerja yang ada dari berbagai bahaya akibat kerja dan penyakit umum lainnya. Produktivitas tenaga kerja harus dipertimbangkan karena sangat penting bagi bisnis apa pun untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan survey analitik dengan desain cross sectional. Populasi pada penelitian ini yaitu 5 dermaga yaitu dermaga 100 sebanyak 5 orang, dermaga 102 sebanyak 5 orang, dermaga 104 sebanyak 5 orang, dermaga 105 sebanyak 5 orang dan dermaga 150 sebanyak 5 orang, regional sebanyak 9 orang dan PT IKT (Indonesia Kendaraan terminal) sebanyak 10 orang orang, dengan sampel sebesar 31 dan purposive sampling sebagai metode pengambilan sampel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Adapun variabel yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD yaitu variabel pengetahuan (p=0,005). Sedangkan variabel sikap (p=0,436), tindakan (p=0,365), pengawasan (p=0,830), dan ketersediaan APD (p=304) tidak berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD. Kesimpulan: penggunaan APD dan tidak ada hubungan antara sikap, tindakan, pengawasan dan ketersediaan APD terhadap kepatuhan penggunaan APD. Perusahaan disarankan untuk memberikan reward  untuk pekerja yang rajin menggunakan APD pada saat bekerja.
ANALISIS FAKTOR RISIKO ERGONOMI TERHADAP KELUHAN MSDs PADA PEKERJA AKTIVITAS MANUAL LIFTING DI PT. X Nasyirah Siddiqah; Awaluddin Awaluddin; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27025

Abstract

Latar Belakang: International Labour Organization (ILO) mencatat bahwa setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja dan penyakit aibat kerja yang disebabkan oleh faktor kondisi tidak aman (unsafe condition), perbuatan tidak aman (unsafe act), kelelahan kerja dan sebagainya. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko ergonomi terhadap keluhan MSDs pada pekerja aktivitas manual lifting di PT.X Metode: Jenis penelitan yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 31 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan exhaustive sampling. Penelitian dilaksanakan di PT. X selama bulan Maret. Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik fisher’s exact test. Hasil: Hasil uji statistic fisher’s exact test pengetahuan (p=0,003) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Beban kerja (p=0,059) menunjukan ada hubungan dengan risiko ergonomi. Durasi kerja (p=0,876) menunjukan tidak ada hubungan dengan risiko ergonomi. Sementara itu, Risiko ergonomi (p=0,047) menunjukan ada hubungan dengan keluhan MSDs. Kesimpulan: Terdapat hubungan pengetahuan dan beban kerja dengan risiko ergonomi, tidak ada hubungan durasi kerja dengan risiko ergonomi, dan ada hubungan risiko ergonomi dengan keluhan MSDs. Saran bagi perusahaan yaitu menyediakan alat bantu mengangkat beban seperti electric hoist di area kerja boiler, cool room, alkalizer, milling liquor dan memberikan sosialisasi serta pelatihan mengenai penanggulangan risiko ergonomi.
ANALISIS RISIKO K3 DENGAN METODE HIRARC PADA OPERATOR GSE PT. GAPURA ANGKASA Ainulhaj Sapirianty T. Malik; Lalu Muhammad Saleh; Andi Wahyuni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27223

Abstract

Latar Belakang: Industri penerbangan merupakan industri yang berisiko tinggi. Untuk mewujudkan pelayanan yang prima dalam industri ini maka perlunya diterapkan manajemen risiko K3 dengan metode HIRARC agar dapat meminimalisir risiko yang ada ditempat kerja. Tujuan: Mengetahui analisis risiko K3 dengan metode HIRARC pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan mix method research yang menggabungkan dua bentuk pendekatan penelitian yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin. Dilaksanakan pada bulan April–Mei 2023. Jumlah informan dalam penelitian ini berjumlah 11 orang dengan 5 informan utama (pekerja GSE), 4 informan kunci (SSQ dan SPV GSE), dan 2 informan pendukung (rekan kerja). Hasil: Berdasarkan identifikasi bahaya yang didapatakan yaitu, bahaya mekanik, listrik, fisik, ergonomis, dan psikologis. Hasil analisis risiko dalam penelitian ini ialah terdapat tingkatan risiko yang bervariasi yaitu dari tingkatan risiko tinggi-rendah. Tingkat risiko rendah dengan skor 4, tingkat risiko sedang dengan range 6-9, dan tingkat risiko tinggi dengan range 12-16. Hasil pengendalian risiko yang didapatkan adalah eliminasi, rekayasa teknik, administratif, dan APD. Kesimpulan: Analisis risiko K3 pada operator GSE PT. Gapura Angkasa Bandar Udara Sultan Hasanuddin memiliki risiko yang berada pada kategori rendah, sedang, dan tinggi sehingga diperlukannya manajemen K3 dalam meminimalisir risiko dengan dilakukannya pengendalian risiko yang tepat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PEKERJA PENGGUNA KOMPUTER Waode Sitti Nurul Aulyah; Atjo Wahyu; Syamsiar S. Russeng
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27293

Abstract

Latar Belakang: Kata-kata dan gambar di layar komputer dibuat dengan kombinasi titik cahaya kecil yang disebut piksel, yaitu paling terang di tengah dan berkurang intensitasnya ke tepi, sehingga sulit untuk mata manusia untuk mempertahankan fokus yang berkontribusi terhadap Computer Vision Syndrome (CVS). Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian  CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Metode: Penelitian observasional analitik dilakukan dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan proposionate stratified sampling yang berjumlah 111 pekerja. Data dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara waktu istirahat mata (p=0.011), penggunaan kacamata (p=0.026), intensitas pencahayaan (p=0.008), posisi monitor (p=0.018), dan penggunan antiglare screen (p=0.001) dengan CVS. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan adalah prediktor yang paling kuat secara signifikan dalam mengembangkan CVS (OR= 3.057, 95% CI=(0.136-0.828). Sedangkan tidak ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0.190), masa kerja (p=0.770), durasi kerja (p=0.063), dan polaritas monitor (p=0.190) dengan CVS di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara waktu istirahat mata, penggunaan kacamata, intensitas pencahayaan, posisi monitor, dan penggunaan antiglare screen dengan CVS pada pekerja pengguna komputer di PT. PLN (Persero) UP3 Makassar Selatan. Penelitian ini menyarankan mengadakan pengaturan waktu istirahat mata, melakukan pemeriksaan mata secara berkala, menggunakan kacamata saat bekerja, memperbaiki intensitas pencahayaan, mengatur posisi monitor, dan memasang antiglare screen untuk menghindari terjadinya CVS.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK PEKERJA RUMPUT LAUT DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN Wahyuni Wahyuni; Yahya Thamrin; M. Furqaan Naiem
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27346

Abstract

Latar Belakang: Salah satu komoditas unggulan dalam sektor kelautan di Indonesia adalah rumput laut yang dalam setiap tahapan budidayanya terdapat risiko para pekerja rumput laut mengalami dermatitis kontak. Dermatitis kontak merupakan respon dari kulit dalam bentuk peradangan yang bisa bersifat akut maupun kronik yang dikarenakan pajanan dari bahan iritan maupun alergen eksternal. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja usaha rumput laut di Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel berjumlah 100 orang yang pengambilannya menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Nunukan Selatan pada 27 Maret – 27 April 2023. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan program SPSS. Hasil: Didapatkan tiga faktor yang berhubungan dengan dermatitis kontak. Analisis uji chi square menunjukkan terdapat hubungan antara faktor usia (p=0,011), masa kerja (p=0,033), dan personal hygiene non APD (p=0,010) dengan kejadian dermatitis kontak. Namun, tidak ditemukan hubungan antara faktor jenis kelamin (p=0,960), lama kontak (p=0,510), dan penggunaan sarung tangan (p=0,188) dengan kejadian dermatitis kontak. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara usia, masa kerja dan personal hygiene non APD dengan kejadian dermatitis kontak. Saran penelitian ini yaitu pekerja rumput laut agar menggunakan sarung tangan saat kerja dan melakukan kebersihan setelah bekerja. Pemerintah setempat disarankan agar rutin mengawasi, melakukan upaya pencegahan dan penyuluhan terkait dermatitis kontak akibat kerja pada pekerja.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN OBESITAS PADA ANAK PRA SEKOLAH DI KABUPATEN GOWA Auwlya Zhafitry Haris; Andi Arsunan Arsin; Rismayanti Rismayanti
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27722

Abstract

Latar Belakang: Obesitas pada anak adalah masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat di seluruh dunia dan telah menjadi epidemi global tak terkecuali Indonesia. Prevalensi obesitas di Indonesia terus meningkat dari 14,8% tahun 2013 menjadi 21,8% tahun 2018, Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah dengan prevalensi obesitas pada anak yang tinggi yakni 13,27% tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah anak yang sekolah di TK Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu. Sampel dalam penelitian berjumlah 178 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square menggunakan Stata. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil anak yang mengalami obesitas sebanyak 48 orang (26,97%). Terdapat 92 orang (51,69%) yang berjenis kelamin laki-laki. Didominasi anak umur 6 tahun sebanyak 146 orang (82,02%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat faktor yang berhubungan dengan obesitas pada anak pra sekolah yaitu tingkat pengetahuan ibu (p=0,016), riwayat keluarga (p=0,041) dan pekerjaan ibu (p=0,033). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan yaitu persepsi (p=0,232) dan pola asuh anak (p=0,070). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, riwayat keluarga, dan pekerjaan ibu dengan obesitas pada anak pra sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa. Diharapkan untuk para orang tua murid agar lebih rajin dalam mencari informasi kesehatan utamanya obesitas pada anak serta menerapkannya kepada anak dalam memilih makanan jajanan yang sehat dan pola konsumsi yang sehat.
FAKTOR RISIKO TIDAK MEMAKAI ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM (AKDR) PADA AKSEPTOR KELUARGA BERENCANA Islahhatul Fuada Syamsul; Arifin Seweng; Masni Masni
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.27986

Abstract

Latar Belakang: Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) merupakan salah satu alat kontrasepsi jangka panjang bagi wanita dengan tingkat efektivitas yang paling tinggi dan aman dibandingkan metode kontrasepsi lainnya. Dalam pelaksanaan program keluarga berencana, salah satu masalah yang dihadapi adalah masih rendahnya akseptor KB yang menggunakan KB MKJP salah satunya AKDR sedangkan untuk jenis KB Non MKJP cenderung meningkat. Tujuan: Mengetahui faktor risko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian case control. Populasi penelitian ini adalah semua akseptor KB yang tercatat di wilayah uskesmas Kaluku Bodoa sebanyak 1484 orang yang terdiri dari kasus (non AKDR) dan kontrol (AKDR). Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Odds Ratio. Hasil: Terdapat beberapa variabel yang merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR.  Hasil penelitian menujukkan bahwa umur (OR=17,66), pendidikan (OR=6,80), jenis kelamin anak (OR=2,31), paritas (OR=6,57), dukungan suami (OR=53,29), keterpaparan media informasi (OR=6,58) merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR. Kesimpulan: Umur, pendidikan, jenis kelamin anak, paritas, dukungan suami dan keterpaparan media informasi merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR, sedangkan jarak ke pusat pelayanan kesehatan bukan merupakan faktor risiko tidak memakai AKDR pada akseptor KB di Puskesmas Kaluku Bodoa Kota Makassar. Saran bagi pihak PLKB untuk melakukan penyuluhan agar meningkatkan kontribusi Masyarakat melalui program KB.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA PEGAWAI UNIVERSITAS Abdul Hadi Al Muttaqin; Lalu Muhammad Saleh; Awaluddin Awaluddin
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 4 No. 3: OCTOBER 2023
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v4i3.28157

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja merupakan kejadian tidak terduga yang memicu gangguan pada suatu sistem atau individual yang diperkirakan menyebabkan 2,78 juta pekerja meninggal dunia setiap tahunnya. Kecelakaan kerja saat ini tidak lagi terbatas pada pekerjaan di pabrik, tapi juga ditemukan di gedung perkantoran. Sebagian besar kecelakaan kerja disebabkan oleh perilaku pekerja ketika bekerja. Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pegawai di Universitas X. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study dengan melibatkan 336 sampel yang diambil menggunakan teknik proportional simple random sampling. Penelitian ini dilaksanakan di seluruh area lingkup Universitas X yang berlangsung selama 7 bulan, sejak Januari-Juli 2023. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat melalui pendekatan uji Chi Square. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan (p = 0,03 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara sikap (p = 0,00 > 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara persepsi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara motivasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Terdapat hubungan antara komunikasi (p = 0,01 < 0,05) dengan perilaku K3. Kesimpulan: Faktor predisposisi yang meliputi pengetahuan, sikap, persepsi, motivasi, dan komunikasi memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku K3 pada pegawai Universitas X. Pihak Universitas X direkomendasikan untuk mengadakan program Behavior Based Safety (BBS), memaksimalkan meeting K3, dan meningkatkan giat promosi program K3.

Page 1 of 1 | Total Record : 10