cover
Contact Name
Kaimudin
Contact Email
kaimudin130872@gmail.com
Phone
+6287770215853
Journal Mail Official
kaimudin@stitsifabogor.ac.id
Editorial Address
STIT Sirojul Falah Bogor Alamat Jl. Karadenan No. 6, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat WhatsApp 085723117063 Email admin@stitsifabogor.ac.id
Location
Kab. bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 28297989     DOI : https://doi.org/10.56146/khidmatussifa
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies is a peer-reviewed national journal on education, Islamic education, Islamic management, economics, Islamic literacy, and Islamic Religion, managed by STIT Sirojul Falah Bogor in cooperation with Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) and Intelectual Association for Islamic Studies (IAFORIS) . This journal focused on education, Islamic education, Islamic management, Islamic study and literacy contemporary developments through the publication of articles, research reports, and book reviews. The Journal is published twice a year on June and December. The aim of the journal is to disseminate the education, Islamic education, Islamic management, Islamic study and literacy researches done by researchers. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to: Education, Islamic Education, Islamic Management, Islamic Literacy, Islamic Religion, and other related issues. E-ISSN 2829-7989
Articles 56 Documents
Penguatan Dukungan Pemerintah terhadap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Analisis Normatif terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 Misno; Sukarna
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i2.380

Abstract

This study aims to normatively and juridically analyze government support for Village-Owned Enterprises (BUMDes), assess its conformity with the principles of the welfare state, and formulate an ideal model for strengthening support following the establishment of BUMDes as legal entities through Government Regulation (PP) Number 11 of 2021. Employing a normative legal research approach with a focus on statute analysis and the welfare state theory, the study finds that the government support norms in PP 11/2021 remain general and lack detail, leading to legal uncertainty and regulatory disharmony concerning capital provision, guidance, and business facilitation. These normative gaps hinder BUMDes from optimizing their role as a welfare state instrument. Therefore, the research recommends an ideal model for strengthening support based on the principles of legal certainty, justice, and effectiveness, urging the government to promptly formulate more operational and detailed derivative regulations, and to achieve total synchronization of regulations across all levels of government.
IMPLEMENTASI PROGRAM JURNAL HARIAN SISWA DALAM MENINGKATKAN IBADAH AMALIYAH PESERTA DIDIK DI SMPIT BAITUL ILMI DI BEKASI Iwan Setiawan; Ayuhan Asmara; Mahmudin Sudin; Rika Sa’diyah
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i2.397

Abstract

Lemahnya kesadaran pengamalan ibadah di kalangan peserta didik menjadi tantangan penting dalam pembentukan karakter religius. Begitu pula terjadi di SMPIT Baitul Ilmi, banyak peserta didik yang kurang memperhatikan ibadahnya, masih sulit untuk shalat berjamaah, baca Al Qur’an, dzikir pagi petang dll. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi jurnal harian siswa terhadap peningkatan kesadaran ibadah amaliyah di SMPIT Baitul Ilmi Bekasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan model analisis Miles dan Huberman, meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi jurnal harian siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program jurnal harian siswa berperan signifikan dalam membangun kebiasaan dan refleksi diri peserta didik terkait ibadah harian, seperti shalat wajib, puasa sunnah, dan tilawah Al-Qur’an. Kesimpulan penelitian ini membuktikan bahwa jurnal harian siswa sangat berpengaruh positif dalam meningkatkan kesadaran dan konsistensi ibadah amaliyah peserta didik, sekaligus menjadi alat evaluasi perkembangan spiritual mereka. Temuan ini merekomendasikan penggunaan jurnal harian sebagai strategi pembiasaan ibadah di lingkungan sekolah berbasis Islam.
Penyelesaian Konflik Rumah Tangga Perspektif QS. al-Nisā’/4: 35 Nur Afni Handayani; Halimah Basri; Ahmad Mujahid
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i2.402

Abstract

The increasing number of problems and conflicts in household life shows the importance of resolution efforts that are able to maintain family unity in a wise and peaceful manner. This study aims to examine the concept of household conflict mediation from the perspective of QS. al-Nisā’/4:35. This research employs a qualitative approach using the library research method. Primary data were obtained from classical and contemporary Qur’anic exegesis books, while secondary data were collected from books and scientific articles related to household conflict, mediation, and Islamic family law. The data were analyzed using a descriptive-analytical method through a tahlili interpretation approach to QS. al-Nisā’/4:35. The findings reveal that household conflict (syiqāq) is a condition of dispute between husband and wife that may threaten family stability if not properly managed. The Qur’an offers a conflict resolution mechanism through the appointment of two ḥakam from both families as mediators to achieve iṣlāḥ (reconciliation). This study concludes that QS. al-Nisā’/4:35 not only provides a normative solution to household conflicts but also offers an applicable and contextual mediation model for maintaining family harmony amid the dynamics of modern life.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KECERDASAN RELIGIUS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWI DI MADRASAH ALIYAH NAHDLATUL ULAMA BUNTET PESANTREN Ulfah; Ahmad Roziqin; Aris Ni'matulloh Muhammad Ali Fikri; Faridah; Usep Ismail
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2025): KHIDMATUSSIFA : JOURNAL OF ISLAMIC STUDIES
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v4i2.469

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi pengembangan kecerdasan religius dalam membentuk karakter siswi di Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putri Buntet Pesantren. Latar belakang penelitian didasari oleh realitas bahwa lembaga pendidikan sering kali lebih mengutamakan pencapaian akademik daripada pembentukan karakter utuh, menyebabkan siswi menjadi cerdas secara intelektual namun rapuh secara moral. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis konsep, tahapan perkembangan, perspektif Islam, strategi, proses, dan implementasi pengembangan kecerdasan religius dalam membentuk karakter siswi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MANU Putri Buntet Pesantren tidak hanya memandang kecerdasan religius sebagai kemampuan kognitif, tetapi sebagai kemampuan holistik yang mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal, serta menekankan kesatuan antara akal, hati, dan perilaku. Perkembangan kecerdasan religius berlangsung melalui lima tahapan: pengenalan, pemahaman, pembiasaan, internalisasi, dan keteladanan sosial, yang didukung oleh lingkungan pesantren yang terstruktur. Dalam perspektif Islam, kecerdasan religius berorientasi pada pembentukan insan yang bertaqwa dan berakhlak mulia, yang selaras dengan konsep Islam tentang pengembangan potensi manusia secara seimbang. Strategi pengembangan meliputi integrasi kurikulum, pembiasaan ibadah, keteladanan guru, pembinaan adab, pengawasan, dan pemberian tanggung jawab, yang semuanya dilakukan secara komprehensif dan berjenjang. Implementasi pengembangan kecerdasan religius di madrasah ini lebih menekankan pada adab sebagai fondasi utama, sejalan dengan tradisi pendidikan Islam klasik, meskipun ilmu tetap diajarkan sebagai dasar pemahaman. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan komprehensif dan penekanan pada adab terbukti efektif dalam membentuk karakter siswi yang religius, santun, disiplin, dan bertanggung jawab, memberikan kontribusi penting bagi penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius di madrasah.
GENDER EQUALITY IN QUR'AN SURAH AL-NISĀ’ (4):34: A STUDY OF TAFSIR AL-MUNIR Nurpaika; Achmad Abubakar; Rahmi Damis
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.412

Abstract

This study examines the concept of gender in the perspective of the Qur’an, with a focus on QS. An-Nisā’ verse 34 and an analysis of Wahbah al-Zuhaili’s interpretation in Tafsīr al-Munīr. The research employs a qualitative method through library research with an adabi ijtima‘i exegetical approach, drawing from the Qur’an, classical tafsir works, and scholarly literature on gender studies. The findings indicate that the Qur’an acknowledges the differences between men and women; however, these differences are not hierarchical or discriminatory in nature, but are intended to establish balance and social harmony. Verses such as QS. Ar-Rūm: 21, QS. An-Naḥl: 97, QS. Al-Baqarah: 30, and QS. Al-Mu’min: 40 affirm human equality before God as servants and vicegerents who share equal opportunities in righteous deeds and achievements. In QS. An-Nisā’ verse 34, the concept of qiwāmah is understood as a responsibility assigned to men within the family, related to financial maintenance and protection, rather than a form of absolute superiority. Wahbah al-Zuhaili emphasizes that although there is a distribution of roles within the family structure, both men and women possess balanced rights and obligations according to their respective capacities. Thus, gender equality in Islam is understood as a proportional distribution of roles aimed at achieving justice, harmony, and values consistent with the Qur’an.
Implementasi Pendidikan Adab Santri Di Kuttab Ummul Quro Cibinong Lilik Istiyana; Ahmad Sofyan; Solahudin
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.430

Abstract

The importance of adab education as the primary foundation in shaping students’ character and morals serves as the basis of this study. Amid the rapid development of modern society and increasingly complex moral challenges, Islamic educational institutions play a crucial role in instilling adab values in students. This study aims to describe how adab education is implemented among students at Kuttab Ummul Quro Cibinong, including its planning, implementation, application in daily life, and the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative approach using a descriptive research design. Data were collected through observations, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The validity of the data was examined through source triangulation and technique triangulation. The findings indicate that the implementation of adab education at Kuttab Ummul Quro Cibinong is carried out systematically through planning and school regulations integrated into the curriculum, implementation through habituation, and teachers’ role modeling. Adab values are also reinforced through learning activities and students’ daily lives. Several factors support the implementation of adab education, including exemplary teachers, a conducive educational environment, and collaboration between the school and parents. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students’ backgrounds and the less optimal habituation of adab values within the family environment. The consistent implementation of adab education contributes to shaping students’ character and morals in accordance with Islamic educational values. Keywords: implementation, adab education, students, kuttab, Islamic education.
Implementasi Model Deep Learning Melalui Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Meningkatkan Semangat Belajar Siswa Nurlaela Sari; Nurhasan; Nurjanah; Zaenal Abidin; Muhammad Rofiq Fitriansyach
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pendidikan pembelajaran mendalam dan perannya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di MTs Sirojul Athfal Cibinong Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Partisipan meliputi wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru wali kelas, dan siswa, yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun istilah pembelajaran mendalam belum secara resmi diadopsi sebagai kebijakan sekolah, prinsip-prinsip pedagogis intinya telah diimplementasikan secara praktis melalui Kurikulum Berbasis Cinta (Cinta-Based Curriculum ) . Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa, kontekstual, dan reflektif yang terintegrasi dengan karakter Islam dan nilai-nilai spiritual. Akibatnya, implementasi pendekatan ini berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa, yang tercermin dalam peningkatan partisipasi di kelas, rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan motivasi intrinsik mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa mengintegrasikan model pembelajaran mendalam dalam kurikulum berbasis nilai secara efektif menciptakan pengalaman belajar yang bermakna dan secara kuat mendukung pengembangan antusiasme belajar siswa secara berkelanjutan.
Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Meningkatkan Kemampuan Membaca Al-Qur'an Siswa MTs Al Mizan Bogor Toyibah Salsabila; Misno; Syamsul Anwar; Zaenal Abidin
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.449

Abstract

The ability to read the Qur'an is a fundamental competency for students, yet challenges such as inaccurate makharijul huruf and tajwid persist. This study aims to identify the strategies implemented by Islamic Religious Education (PAI) teachers to improve the Qur'an reading skills of seventh-grade students at MTs Al Mizan Bogor, alongside analyzing the supporting factors, inhibiting factors, and the strategy's outcomes. This research employed a qualitative approach with a descriptive design. The participants included a PAI teacher, the school principal, and seventh-grade students. Data were collected using direct observation, in-depth interviews, and documentation instruments. Furthermore, data analysis was conducted using Miles and Huberman's model, comprising data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings reveal that the teacher's strategies encompass pre-learning habituation, the application of talaqqi and drill methods, individual guidance for struggling students, and continuous motivation. Supporting factors include teacher competence and adequate facilities, while inhibiting factors involve varied basic student abilities and limited instructional time. Consequently, the applied strategies effectively enhanced the students' reading fluency, pronunciation accuracy, and tajwid comprehension.
STRATEGI KEPEMIMPINAN DALAM MEMBENTUK PENGHAFAL AL-QUR'AN DI PONDOK PESANTREN TAHFIZH QUR'AN AL-KARIMAH Jaenudin Jaenudin; Ahmad Sofyan; Solahudin
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.461

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan mendeskripsikan strategi kepemimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Al-Karimah dalam merancang program tahfizh Al-Qur'an. dan implementasi pembelajaran dan pembinaan dalam membentuk santri penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Al-Karimah. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebutuhan santri penghafal Al-Qur’an dalam menjaga hafalan, untuk memenuhi target hafalan, sehingga perlu adanya strategi dari kepimpinan Pesantren Tahfizh Qur’an Al-Karimah dalam membentuk penghafal Al-Qur’an. Penelitian ini mengunakaan metode kualitatif interaktif, metode kualitatif interaktif merupakan studi yang mendalam dengan mengunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiah dan menginterpretasikan fenomena-fenomena dalam mencari makna serta membuat suatu gambaran dan menyeluruh dengan deskripsi dari para informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi.Teknik analisa data yaitu yaitu mencermati data (noticing), mengelompokan data (collecting), dan menfasirkan data (thinking). deskriptif interpretatif bertujaun agar mengetahui “Strategi Kepemimpinan dalam Membentuk Penghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Al-Karimah”. Jenis strategi yang digunakan adalah strategi leadershif yaitu strategi yang digunakan individu atau organisasi untuk mempengaruhi, mengarahkan, memotivasi, dan mengembangkan anggota organisasi agar tujuan cepat tercapai. Ciri – ciri dari strategi ini adalah berorientasi pada pengaruh dan hubungan atar manusia, mengutamakan komunikasi, motivasi dan keteladanan. Katakunci: Kepemimpinan, Strategi, Pesantren, Penghafal Al-Qur’an.
Implementasi Adab Thalabul Ilmi dalam Pembentukan Karakter Islami melalui One-on-One Tutoring: Implementasi Adab Thalabul Ilmi dalam Pembentukan Karakter Islami melalui One-on-One Tutoring di Bimbingan Belajar Alhumaira dewi aissah aissah
Khidmatussifa: Journal of Islamic Studies Vol. 5 No. 1 (2026): Khidmatussifa : Journal of Islamic Studies
Publisher : STIT Sirojul Falah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56146/khidmatussifa.v5i1.463

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman adab sebagai fondasi utama dalam pendidikan Islam, yang pada era modern sering kali terabaikan akibat dominasi orientasi pada pencapaian akademik. Bimbingan Belajar Alhumaira Kendal mengintegrasikan pembinaan adab melalui sistem one-on-one tutoring yang dipadukan dengan metode talaqqiyan fikriyan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi adab thalabul ilmi, menganalisis integrasi metode talaqqiyan fikriyan dalam pembentukan pola pikir Islami, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat internalisasi adab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pengelola, tutor, dan peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi adab dilakukan melalui pembiasaan doa sebelum belajar, pelurusan niat, penghormatan kepada tutor, kedisiplinan, kesopanan, dan tanggung jawab. Sistem one-on-one tutoring memungkinkan pembinaan adab berlangsung lebih intensif dan personal. Metode talaqqiyan fikriyan diterapkan melalui dialog, diskusi, refleksi, dan pengaitan materi dengan nilai-nilai Islam sehingga membentuk pola pikir Islami peserta didik. Faktor pendukung meliputi keteladanan tutor, dukungan orang tua, dan sistem pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi lingkungan sosial, penggunaan media sosial berlebihan, serta perbedaan karakter peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi adab thalabul ilmi di Bimbingan Belajar Alhumaira Kendal berjalan efektif dan berkontribusi positif terhadap pembentukan karakter Islami peserta didik.