cover
Contact Name
Nathanail Sitepu
Contact Email
psnail21@gmail.com
Phone
+6281321151320
Journal Mail Official
psnail21@gmail.com
Editorial Address
Rukan Mutiara Marina No.40 Semarang - Jawa Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Harvester: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen
ISSN : 23029498     EISSN : 26850834     DOI : 10.52104
Aim dan Scope HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen mencakup sbb: 1. Teologi Biblikal 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Kepemimpinan Kristen
Articles 80 Documents
Pengaruh Visitasi Gembala Sidang terhadap Kehadiran Jemaat dalam Ibadah Menurut Kisah Para Rasul 9:32-10:27 Busno, Busno
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.185

Abstract

The influence of the pastor's visitation has an impact on the congregation's attendance at worship. Often, pastors feel that the results of their ministry have been maximized if they can preach faithfully to the congregation. However, pastors who visit their congregations less often have the impact of decreasing congregational attendance at worship services. This condition occurs with pastors from various denominations in Melawi Regency which is located in West Kalimantan province. Acts. 9:32-10:27 is used as a theoretical basis because it explains the pastoral visitation made by the Apostle Peter to believers in Asia Minor. This research aims to find out how the pastor's visitation affects congregation attendance. Quantitative methods using the SPSS version 25.0 program were used for data calculations, a valid sample of 93 people from a total of 163 pastors spread across Melawi Regency as the research population. The research results found that pastoral visitation carried out diligently will increase the expansion of the Gospel, family resilience and especially the congregation's attendance at church services. AbstrakPengaruh visitasi gembala sidang memiliki dampak kepada kehadiran jemaat dalam ibadah. Sering kali gembala sidang merasa sudah cukup maksimal hasil pelayanannya kalau dapat berkhotbah dengan setia kepada jemaat. Namun gembala yang kurang mengunjungi jemaatnya, membawa dampak kepada penurunan kehadiran jemaat dalam ibadah. Kondisi ini terjadi dengan para gembala sidang dari berbagai denominasi di Kabupaten Melawi yang terletak di propinsi Kalimantan Barat. Kis. 9:32-10:27 digunakan sebagai landasan teori karena menjelaskan visitasi pastoral yang dilakukan Rasul Petrus kepada orang-orang percaya di Asia Kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh visitasi gembala sidang terhadap kehadiran jemaat. Metode Kuantitatif dengan Program SPSS versi 25.0 dipakai untuk perhitungan data, sampel valid sebanyak 93 orang dari total 163 gembala sidang yang tersebar di Kabupaten Melawi sebagai populasi penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa visitasi pastoral yang dilakukan dengan tekun dan secara holistik akan meningkatkan perluasan Injil, ketahanan keluarga dan terutama kehadiran jemaat dalam ibadah di gereja. 
Pandangan Teologi Mengenai Hedonisme Di Era Revolusi Industri 4.0 Samarenna, Desti
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 8, No 2 (2023): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2023
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v8i2.155

Abstract

The article entitled Theological Review of Hedonism in the Industrial Revolution 4.0 aims to prove the existence of the view of hedonism itself. Human achievement to the point of unlimited knowledge and freedom of life using Artificial Intelligence technology causes a shift in society and the concept of thinking about pleasure and the value of life. There are three parts that the author explains about the history of hedonism, hedonism in the church, and the teachings of the Lord Jesus regarding Hedonism. The theological view of hedonism in the 4.0 era emphasizes, first, the greatest achievements can be made by humans and enjoy freedom in it but knowledge is limited therefore humans have space and are only filled by God so that humans understand the real pleasure under the sun. Second, technology can develop quickly but cannot shift the value that exists in mankind as the noblest creation. Third, as great as human achievement is, pleasure can only be fully fulfilled in the context of the Kingdom of God and fulfilled by God Himself. AbstrakArtikel yang berjudul tinjauan teologi mengenai Hedonisme di era revolusi industri 4.0 bertujuan untuk membuktikan keberadaan pandangan hedonisme itu sendiri. Pecapaian manusia kepada titik pengetahuan yang tak terbatas dan kebebasan hidup dengan menggunakan teknologi Kecerdasan Buatan menyebabkan pergeseran masyarakat dan konsep berpikir tentang kesenangan dan nilai hidup. Ada tiga bagian yang penulis jelaskan mengenai sejarah hedonism, hedonisme dalam gereja, ajaran Tuhan Yesus mengenai Hedonisme. Pandangan teologi mengenai hedonisme di era 4.0 menekankan, pertama, pencapaian terhebat bisa dilakukan manusia dan menikmati kebebasan di dalamnya tetapi pengetahuan itu terbatas oleh karena itu manusia mempunyai ruang kosong dan hanya diisi oleh Allah sehingga manusia memahami kesenangan sesungguhnya di bawah matahari. Kedua, teknologi dapat berkembang cepat tetapi tidak dapat menggeser nilai yang ada dalam diri mansuai sebagai ciptaan yang termulia. Ketiga, begitu hebat pencapaian manusia, kesenangan itu hanya dapat sepenuhnya dipenuhkan dalam konteks Kerajaan Allah dan dipenuhkan oleh Allah sendiri.
Pendekatan Pendidikan Agama Kristen Anak: Parenting Anak dalam Keluarga Kristen di Era Teknologi Digital Halawa, Dian Trikusmawati; Stevanus, Kalis; Yulianto, Tomi
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.186

Abstract

The development of digital technology has changed the landscape of human life, including in the context of the Christian family. In the era of rapidly developing digital technology, the challenges for Christian families in educating their children are increasingly complex. Through a literature approach, this research investigates the impact of digital technology on the formation of children's character and interpersonal relationships within the family. Through this research, it is hoped that Christian families will have understanding and knowledge in responding to parenting children in the digital era with the demands of changing digital technology. It can be concluded how important it is to approach children's Christian religious education in the family from an early age where parents act as figures/role models for children, dare to discipline children, parents build open communication and are full of warmth and parents provide intensive assistance to ensure that children stay connected to the spiritual and moral values taught in the Bible. AbstrakPerkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap kehidupan manusia, termasuk dalam konteks keluarga Kristen. Pada era teknologi digital berkembang sangat pesat, tantangan bagi keluarga Kristen dalam mendidik anak-anak mereka semakin kompleks. Melalui pendekatan kepustakaan, penelitian ini menyelidiki dampak teknologi digital terhadap pembentukan karakter anak, dan hubungan interpersonal dalam keluarga. Melalui penelitian ini diharapkan keluarga Kristen mempunyai pemahaman dan pengetahuan dalam menyikapi parenting anak di era digital dengan tuntutan perubahan teknologi digital. Dapat disimpulkan betapa pentingnya pendekatan Pendidikan Agama Kristen Anak di dalam keluarga sejak dini, dimana orang tua berperan sebagai figur atau teladan bagi anak, berani mendisiplin anak, serta membangun komunikasi terbuka dan penuh kehangatan dan intensif, dan orang tua melakukan pendampingan untuk memastikan bahwa anak-anak tetap terhubung dengan nilai-nilai spiritual dan moral yang diajarkan dalam Alkitab.
Peran Keteladanan Gembala dan Keluarganya dalam Memotivasi Pelayanan Penggembalaan bagi Jemaat di Era Disrupsi Mangoli, Yefta Yan; Boimau, Charles Yermias
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.179

Abstract

Within the scope of ecclesiastical service, a pastor and his family must be able to be examples and role models in all aspects of their lives, both within the church and in society. So this research aims to examine the extent to which the role model of pastoral families is important in carrying out pastoral services and its impacts. In this research, descriptive qualitative methods were used. Through studies that have been carried out both in the Bible and literature related to the topic of discussion, it can be concluded that the lives of pastors and their families are always in the spotlight of congregation members and the wider community. Therefore, a pastor and his family must be able to be a role model in building a home life, educating the family, and also in all aspects of their life. Because this can have an impact on the progress and decline of a pastoral service that is carried out. AbstrakKehidupan gerejawi menuntut seorang gembala dan keluarganya harus menjadi teladan dalam mengembalakan jemaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pentingnya keteladanan keluarga gembala didalam pelayanan gerejawi, terutama penggembalaan jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka guna mengumpulkan informasi yang didapat dari dokumen dan artikel serupa. Melalui kajian terkait dengan topik pembahasan yang diteliti, disimpulkan bahwa kehidupan gembala dan keluarganya selalu menjadi sorotan dama kehidupan baik jemaat, bahkan masyarakat. Akhirnya, artikel ini menyajikan peran seorang gembala dan keluarganya dalam pengembalaan pastoral, yang diharapkan mampu menjadi teladan melalui kehidupan rumah tangganya, dan juga dalam segala aspek kehidupannya. Bagaimana melalui kehidupan keluarga gembala dapat berdampak pada kemajuan sebuah pelayanan penggembalaan yang dilakukan.
Strategi Pengembangan Pola Kerjasama Tim Pada Gen Z Berbasis Media Digital Priandana, Daniel; Sitepu, Nathanail
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.189

Abstract

In today's digitalization era, the advancement and development of technology is one of the communication media between leaders and team members or between church leaders and stewardship team members, if used properly, technology can increase productivity, as well as make most jobs faster. Technology also allows leaders to further facilitate communication between team members to reduce time and costs related to teamwork. Technological advancements and the availability of various applications in today's digital era make it easier for humans to do many things, including to develop more effective teamwork. Organizations or companies need to be aware that in the current digital era generation Z or abbreviated as Gen Z has begun to enter the workforce so that it needs attention to develop its competencies and characteristics in order to communicate well in the team. This research uses the literature study method. Researchers conducted a study on the uniqueness of Gen Z and the theory of teamwork, then conducted an analysis to build a strategy for developing the required cooperation patterns. The conclusion obtained is the need for training in using and empowering digital media so that communication can be established properly and work objectives can be met. AbstrakDi era digitalisasi saat ini, kemajuan dan perkembangan teknologi menjadi salah satu media komunikasi antara pemimpin dan anggota tim atau antara pemimpin gereja dengan anggota tim penatalayanan, jika digunakan dengan benar, teknologi dapat meningkatkan produktivitas, serta membuat sebagian besar pekerjaan menjadi lebih cepat. Teknologi juga memungkinkan para pemimpin untuk lebih memudahkan komunikasi antar anggota tim untuk mengurangi waktu dan biaya terkait kerja tim. Kemajuan teknologi dan ketersediaan berbagai aplikasi di era digital saat ini memudahkan manusia untuk melakukan banyak hal, termasuk untuk mengembangkan kerja sama tim yang lebih efektif. Organisasi atau perusahaan perlu menyadari bahwa di era digital saat ini generasi Z atau disingkat Gen Z sudah mulai masuk di dunia kerja sehingga perlu mendapat perhatian untuk dikembangkan kompetensi dan karakteristiknya supaya dapat berkomunikasi dengan baik di dalam tim. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Peneliti melakukan studi tentang keunikan pada Gen Z dan teori kerjasama tim, kemudian melakukan analisis untuk membangun strategi pengembangan pola kerjasama yang dibutuhkan. Kesimpulan yang didapat adalah perlunya pelatihan dalam menggunakan dan memberdayakan media digital agar komunikasi dapat terjalin dengan baik dan tujuan kerja dapat terpenuhi.
Analisis Pemahaman dan Perilaku Remaja Kristen Penyuka Film Horor Mengenai Setan dan Pekerjaannya Dappa, Debora; Stevanus, Kalis
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.169

Abstract

Teenagers are very fond of horror movies because they believe that watching horror films can test their bravery. Also, to satisfy their high curiosity about mystical things. However, horror films always present frightening and terrifying things that can have a negative impact on teenagers' understanding and behavior regarding demons and their work. This study aims to determine the understanding of Christian teenagers who like horror films and their influence on their behavior. To answer the research objectives, the author chose to use qualitative research methods. The results show that Christian teenagers who like horror films mostly do not have a correct understanding of demons and their work, and horror films tend to negatively influence teenage behavior.AbstrakRemaja sangat menyukai film horor karena beranggapan bahwa menonton film horor dapat menguji keberanian. Selain itu juga untuk memenuhi rasa ingin tahu yang tinggi terhadap hal-hal yang bersifat mistis. Meskipun demikian, film horor selalu menyuguhkan hal-hal yang bersifat menakutkan dan meneror sehingga dapat berdampak buruk terhadap pemahaman dan perilaku remaja mengenai setan dan pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman remaja Kristen penyuka film horor dan pengaruhnya terhadap perilaku mereka. Untuk menjawab tujuan penelitian tersebut, penulis memilih menggunakan metode penelitian kualitatif. Hasilnya bahwa ternyata remaja Kristen penyuka film horor sebagai besar tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai setan dan pekerjaannya serta film horor lebih cenderung memengaruhi perilaku remaja secara negatif.
Pemahaman Pebisnis Kristen Tentang Karakter Kristiani Terhadap Kinerja Pegawai Reynaldi, Samuel; Stevanus, Kalis; Yulia, Tantri; Luhur, Chandra Kirana
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 8, No 2 (2023): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2023
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v8i2.124

Abstract

The world of work or business has theological implications. Christian entrepreneurs must base their business activities on the word of God as the standard of faith and conduct so that they are not merely pursuing material gain but also serving as witnesses of Christ. This research aims to determine the extent of the influence of Christian businesspersons' understanding of Christian character on employee performance, particularly those who are members of the GBT Maranatha Bandung congregation. The chosen research method is quantitative-correlational. The research findings indicate that the influence of Christian businesspersons' understanding of Christian character on the performance of employees who are members of the GBT Maranatha Bandung congregation is 0.446, which falls into the moderate category. Based on this, Christian businesspersons' understanding of Christian character needs continual improvement, so that employee performance can enhance and ultimately impact the outcomes of a business. Christian businesspersons should distance themselves from all business practices that are ethically unholy and unfair while applying Christian character as the identity of a Christian individual within their business endeavors.AbstrakDunia kerja atau bisnis memiliki implikasi teologis. Bagi pebisnis Kristen perlu mendasarkan kegiatan usahanya pada firman Allah sebagai standar iman dan perilakunya sehingga tidak sekedar mengejar keuntungan materi melainkan sekaligus menjadi saksi Kristus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemahaman pebisnis Kristen tentang karakter kristiani terhadap kinerja pegawai khususnya bagi yang berjemaat di GBT Maranatha Bandung. Metode penelitian yang dipilih adalah metode kuantitatif-korelasional. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh pemahaman pebisnis Kristen tentang karakter kristiani terhadap kinerja pegawai yang berjemaat di GBT Maranatha Bandung adalah sebesar 0,446 yaitu berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hal tersebut maka pemahaman pebisnis Kristen tentang karakter kristiani harus terus ditingkatkan, sehingga kinerja pegawai dapat semakin baik dan dapat memengaruhi hasil dari suatu bisnis. Para pebisnis Kristen harus memisahkan diri dari semua praktik bisnis yang secara etis tidak kudus, dan bertindak adil dengan menerapkan karakter kristiani sebagai identitas orang Kristen.
Implikasi Teologi Kaum Puritan bagi Kehidupan Gereja di Indonesia Lado, Gatsper Anderius
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.201

Abstract

The lack of correct understanding and weak teachings of the church regarding holiness are actual problems throughout time. Political influences and a world that has been damaged by sin have become a challenge for believers to live a holy life. The church needs to be purified constantly. The church's weak understanding and teaching about biblical holiness will have an impact on the weak quality of Christian faith. The Puritans who emerged in the 16th century AD in England were famous for their teachings which prioritized the application of biblical teachings, holy living behavior and missionary duties. The theology of the Puritans was then believed by theologians to be the forerunner for the development of the Evangelical (Evangelical) Movement today. For this reason, Puritan theology is worthy of study and becomes a guide for improving the quality of church life today, including in Indonesia. Using literature study research methods, this article highlights the emphasis and characteristics of Puritan theology only, and does not discuss the entire Puritan theological building as a topic of discussion. This paper aims to examine matters related to Puritan theology or teachings using a literature study approach. The research results show that Puritan theology emphasizes the importance of churches in Indonesia to teach and practice Puritan theology as a benchmark for remaining firm in upholding the teachings of the Bible as a basis for conducting theology and living holy lives in a holistic manner and faithfully preaching the Gospel of Christ.AbstrakKurangnya pemahaman yang benar dan lemahnya pengajaran gereja perihal kekudusan menjadi permasalahan aktual di sepanjang masa. Pengaruh politik dan dunia yang sudah dirusak oleh dosa, menjadi tantangan bagi orang percaya untuk menjalankan perilaku hidup kudus. Gereja perlu dimurnikan senantiasa. Lemahnya pemahaman dan pengajaran gereja tentang kekudusan yang alkitabiah, akan berdampak pada lemahnya kualitas iman Kristen. Kaum Puritan yang muncul Abad ke-16 Masehi di Inggris terkenal dengan pengajaran yang mengutamakan penerapan ajaran alkitab, perilaku hidup kudus dan tugas misi.Teologi Kaum Puritan kemudian diyakini para teolog menjadi cikal bakal bagi berkembanganya Gerakan Injili (Evangelikal) pada masa kini.  Untuk itu, teologi Kaum Puritan layak dipelajari dan  menjadi panduan bagi peningkatan kualitas kehidupan gereja masa kini, tak terkecuali di Indonesia. Dengan menggunakan metode penelitian Studi Pustaka, artikel ini menyorot penekanan dan ciri khas teologi Kaum Puritan saja, dan tidak membahas keseluruhan bangunan teologi Kaum Puritan sebagai topik diskusi. Paper ini bertujuan untuk mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan teologi atau ajaran kaum Puritan dengan memakai pendekatan Studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  teologi Kaum Puritan menekankan pentingnya gereja-gereja di Indonesia untuk mengajarkan dan mempraktekkan teologi Kaum Puritan menjadi patokan untuk tetap teguh memegang ajaran Alkitab sebagai landasan dalam berteologi dan berperilaku hidup kudus secara holistik serta setia memberitakan Injil Kristus.
Pengaruh Integritas Pendidik terhadap Pembentukan Karakter Siswa Stevanus, Adiel; Stevanus, Kalis
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 9, No 1 (2024): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Juni 2024
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v9i1.173

Abstract

This study aims to analyze the influence of educators' integrity on students' character at GRETA Christian Elementary School in Banyuwangi. Educators' integrity is considered a crucial factor in shaping students' character because educators serve as strong role models in the educational environment. The research method used is quantitative to collect and analyze data from a number of respondents consisting of educators and students. It is concluded that the Sig. Value = 0.000 ˂ 0.05 indicates an influence of variable X on variable Y or F Table 92.391 is greater than 3.316 F count, hence there is a significant influence between educators' integrity on students' character at GRETA Christian Elementary School in Banyuwangi Regency.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integritas pendidik terhadap karakter siswa di SD Kristen GRETA di Banyuwangi. Integritas pendidik dianggap sebagai faktor penting dalam membentuk karakter siswa karena pendidik merupakan model peran yang kuat dalam lingkungan pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data dari sejumlah responden yang terdiri dari pendidik dan siswa. Diperoleh simpulan Nilai Sig. = ,000 ˂ 0,05 yang terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y atau F Tabel 92,391 lebih besar dari 3,316 F hitung, maka terdapat pengaruh yang signifikan antara integritas pendidik terhadap karakter siswa di SD Kristen GRETA di Kabupaten Banyuwangi.
Model Manajemen Konflik TKI (Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument) Dan Aplikasinya Dalam Kepemimpinan Pastoral Sitepu, Nathanail; Hasugian, Johanes Waldes
HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen Vol 8, No 2 (2023): Teologi dan Kepemimpinan Kristen - Desember 2023
Publisher : STTI Harvest Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52104/harvester.v8i2.136

Abstract

The authors observed that pastoral leaders are inseparable or free from conflict, thus requiring conflict management to manage conflicts in the church. Pastoral leaders play a vital role in resolving conflicts in the church. This study analyzes the TKI conflict management model (Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument) commonly used by corporations as a relevant model for pastoral leaders. This model provides five instruments of conflict resolution styles: competition, collaboration, compromise, adjustment, and avoidance. Using a literature study, the study found that pastoral leaders can apply the TKI management model (Thomas-Kilman Conflict Mode Instrument) by adjusting to the needs and situations of conflict. Pastoral leaders must also pay attention to the local church's government or organizational structure to choose from the five conflict resolution styles of the TKI conflict management model (Thomas-Kilman Conflict Mode Instrument). AbstrakPenulis mengamati bahwa pemimpin pastoral tidak terlepas atau bebas dari konflik, sehingga membutuhkan manajemen konflik untuk mengelola konflik yang terjadi di dalam gereja. Pemimpin pastoral memegang peranan yang sangat penting dalam penyelesaian konflik di dalam gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model manajemen konflik TKI (Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument) yang biasa digunakan oleh korporat sebagai model yang relevan untuk digunakan oleh pemimpin pastoral. Model ini memberikan lima instrumen gaya penyelesaian konflik yaitu, kompetisi, kolaborasi, kompromi, penyesuaian, dan menghindar. Dengan menggunakan studi literatur atau pustaka, penelitian menemukan bahwa pemimpin pastoral dapat menerapkan model manajemen TKI (Thomas-Kilman Conflict Mode Instrument) dengan menyesuaikan pada kebutuhan dan situasi konflik yang terjadi. Pemimpin pastoral juga perlu memperhatikan pemerintahan atau struktur organisasi gereja setempat untuk dapat memilih dari kelima gaya penyelesaian konflik dari model manajemen konflik TKI (Thomas-Kilman Conflict Mode Instrument).