cover
Contact Name
Agrippina Wiraningtyas
Contact Email
agriwiraningtyas@gmail.com
Phone
+6282247496708
Journal Mail Official
agrippina.wiraningtyas_kim@stkipbima.ac.id
Editorial Address
Jl. Piere Tendean - Mande Kota Bima Kode POS 84119
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
ISSN : 26855402     EISSN : 26147300     DOI : https://doi.org/10.33627/re.v5i2
Jurnal Redoks merupakan media publikasi ilmiah yang disediakan untuk menerbitkan artikel-artikel hasil penelitian berupa karya ilmiah dibidang Pendidikan Kimia, Ilmu Kimia, Kimia Terapan, Inovasi Kimia dan umumnya IPA dari kalangan guru-guru dosen, mahasiswa dan praktisi peneliti.
Articles 95 Documents
Penentuan Kadar Kafein Dalam Kopi Bubuk Kemasan Sachet Berbagai Merek Menggunakan Metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Sundari Desi Nuryanti; Wahyu Yuliana Solikah; Fathah Dian Sari; Adrian Priatno Listianto
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar kafein dalam kopi bubuk kemasan sachet dari berbagai merek menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Sampel diperoleh dari beberapa merek kopi sachet, dan kadar kafein dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Uji kualitatif dilakukan dengan metode Dragendorff dan Parry, yang mengonfirmasi keberadaan kafein di semua sampel. Analisis kuantitatif menggunakan HPLC menghasilkan kurva standar dengan hubungan linear yang baik (r = 0,999). Hasil menunjukkan kadar kafein bervariasi antara 28,9260 mg/kg hingga 58,0218 mg/kg, dengan sampel 4 memiliki kandungan tertinggi. Penelitian ini menegaskan keberadaan kafein di semua sampel kopi bubuk sachet, yang semuanya masih dalam batas aman berdasarkan standar yang ditetapkan Badan Standarisasi Nasional
ANALISIS KADAR METOKSIL PEKTIN KULIT KAKAO (THEOBROMA CACAO L) BERDASARKAN OPTIMASI VOLUME PELARUT DAN LAMA PENGENDAPAN PEKTIN Qurrata Ayun; Agnes Nazilatul; Reny Eka Evi Susanti; Eko Malis
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3512

Abstract

Kulit buah kakao mengandung pektin sebesar 16,27%, jumlah ini dipengaruhi oleh tingkat kematangan dan kesegaran dari buah kakao. Produksi kakao yang semakin meningkat menyebabkan limbah kulit kakao juga semakin banyak. Ekstraksi pektin merupakan salah satu cara yang berpotensi untuk meningkatkan nilai ekonomis kulit kakao. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh volume ammonium oksalat terhadap pembentukan pektin dan juga untuk mengetahui pengaruh lama pengendapan terhadap kadar metoksil pektin pada proses ekstraksi kulit buah kakao. Beberapa tahapan yang dilakukan antara lain preparasi sampel, proses ekstraksi kulit kakao, optimasi volume pelarut ammonium oksalat dan optimasi lama pengendapan pektin ekstraks kulit kakao. Berdasarkan hasil penelitian maka disimpulkan bahwa ammonium oksalat yang digunakan sebagai pelarut, yang paling optimum menunjukkan hasil rendemen (yield) yang paling tinggi adalah saat volumenya 20 mL yaitu 14,062 %. Untuk optimasi lama pengendapan pektin ekstrak kulit kakao diperoleh data rendemen tertinggi adalah saat 19 jam yaitu 14,062% dan berat ekivalen yang sesuai dengan standar mutu IPPA sebesar 769,23 mg. Untuk nilai dari kadar metoksil diperoleh data dari waktu penggumpalan 17, 18, 19, 20 dan 21 jam berkisar antara 1,93 – 3,87%, dimana menurut stadar mutu IPPA, pektin kulit kakao termasuk pada kategori pekting bermetoksil rendah (LMP) karena nilainya kurang dari 7%.
Optimasi Geometri Senyawa Hidroksiklorokuin (HCQ) Menggunakan Pendekatan DFT dengan Basis 6-311G Prisca Caesa Moneteringtyas
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3531

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan metode kimia komputasi yang paling sesuai dalam mengoptimasi geometri senyawa hidroksiklorokuin (HCQ) sebagai turunan dari klorokuin (CQ). Tiga pendekatan kalkulasi kuantum digunakan dalam studi ini, yaitu metode semi-empiris (PM3, AM1, PM6), Hartree-Fock (HF), dan Density Functional Theory (DFT) dengan variasi himpunan basis (3-21G, 6-31G, dan 6-311G). Evaluasi dilakukan melalui perbandingan nilai pergeseran kimia (δ, ppm) ¹H-NMR hasil perhitungan terhadap data eksperimen. Parameter statistik yang digunakan meliputi nilai PRESS (Predicted Residual Error Sum of Squares) dan koefisien determinasi (r²). Hasil menunjukkan bahwa metode DFT dengan himpunan basis 6-311G menghasilkan nilai PRESS terendah (5,0892) dan r² paling mendekati 1 (0,9695), menandakan kesesuaian tertinggi dengan data eksperimen. Optimasi geometri juga menunjukkan bahwa struktur HCQ mengalami perubahan konformasi menuju bentuk paling stabil. Oleh karena itu, metode DFT 6-311G direkomendasikan sebagai pendekatan yang andal dan representatif dalam pemodelan struktur molekul HCQ secara teoretis.
PENGARUH PEMALSUAN SUSU DENGAN AIR TERHADAP KOMPOSISI SUSU Pina Budiarti Pratiwi; Najma Aurellia Rahmadhani; Adelia Yesya Putri Hasibuan; Ayu Syufiatun Br Tarigan; Mira Fatmawati
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3532

Abstract

Susu merupakan sumber gizi penting yang rentan terhadap praktik pemalsuan, salah satunya melalui penambahan air untuk meningkatkan volume. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air terhadap perubahan komposisi susu sapi murni menggunakan alat Lactoscan Milk Analyzer. Susu murni diperoleh dari sapi perah jenis Peranakan Friesian Holstein di Kabupaten Malang, kemudian ditambahkan air dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, dan 15%. Parameter yang diuji meliputi kadar lemak, protein, dan densitas, dianalisis menggunakan repeated measures ANOVA. Hasil menunjukkan bahwa penambahan air secara signifikan menurunkan kadar lemak, protein, dan densitas (p < 0,001). Kadar lemak menurun dari 5,85% menjadi 4,70%, protein dari 3,21% menjadi 2,68%, dan densitas dari 24,25 menjadi 20,24 seiring peningkatan konsentrasi air. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya kualitas nutrisi dan fisik susu. Temuan ini menegaskan pentingnya deteksi dini terhadap praktik pemalsuan untuk menjaga mutu, nilai gizi, dan keamanan susu. Penggunaan teknologi seperti Lactoscan Milk Analyzer terbukti efektif dalam mendeteksi perubahan komposisi secara cepat dan akurat.
PENENTUAN KRITERIA LOKASI OPTIMAL UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) DI KABUPATEN BIMA, NUSA TENGGARA BARAT Nahzim Rahmat
JURNAL REDOKS : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA DAN ILMU KIMIA Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Redoks : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia STKIP Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/re.v8i2.3533

Abstract

Kebijakan energi nasional Indonesia saat ini tengah mengarah pada peningkatan bauran energi terbarukan, termasuk energi surya. Kabupaten Bima, yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat, memiliki potensi radiasi matahari yang tinggi dan lahan terbuka yang luas, menjadikannya wilayah strategis untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi lokasi yang paling sesuai untuk pembangunan PLTS dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (GIS) dan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Empat kriteria utama digunakan dalam analisis ini: iklim (radiasi matahari), topografi, penggunaan lahan, dan kedekatan dengan infrastruktur. Bobot setiap kriteria ditentukan menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim merupakan faktor paling dominan dalam menentukan kelayakan lokasi, diikuti oleh kemiringan lahan (topografi). Lokasi yang paling sesuai adalah lahan datar, tidak produktif secara pertanian, dan dekat dengan jaringan listrik. Hal ini sesuai dengan kondisi Kecamatan Woha, Belo, dan Monta. Temuan ini dapat menjadi acuan dalam perencanaan pembangunan PLTS di wilayah timur Indonesia.

Page 10 of 10 | Total Record : 95