cover
Contact Name
Nanang Sugianto
Contact Email
nanang.s@unib.ac.id
Phone
+6285381161825
Journal Mail Official
icomes@unib.ac.id
Editorial Address
Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Bengkulu Jln W.R. Supratman Kandang Limun 38371
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : -     EISSN : 28099869     DOI : 10.33369
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) is a journal managed by the Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Bengkulu. Published biannually by UNIB Press, Universitas Bengkulu, Indonesia, with the ISSN (online): 2809-9869; and ISSN (print): 2809-9958. Publish articles on community service activities in the fields of education, social, human resource development, health, appropriate technology, and health. It was starting in 2021 and published Two times in a year, June and December. Published articles can be downloaded for free, read, and distributed as references for the next article. Paper is submitted online by registering first on this website or can be sent via email to icomes@unib.ac.id. Download the Template here and follow the Author Guideline.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 57 Documents
Penggambaran Peta Wilayah Desa Periuk Kabupetan Tana Tidung dengan Analisis Luas Bangunan Penduduk berdasarkan Teknik Digitasi On-Screen Edy Utomo; Anisa Nur Fadila; Michael Pratama
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.398 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24051

Abstract

Desa Periuk merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah administratif Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil observasi lapangan di desa tersebut, Desa Periuk hanya memiliki penduduk sebanyak 148 jiwa yang terbagi pada 2 RT. Hampir sebagian besar masyarakat di desa tersebut tidak mengetahui seberapa besar wilayah desa mereka, bentuk desanya, dan di mana garis batas wilayahnya. Berdasarkan hal tersebut, maka Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut, dengan melaksanakan program pembuatan peta wilayah Desa Periuk. Selain menggambarkan peta wilayah, juga dilakukan analisis terkait luas penggunaan lahan sebagai bangunan di wilayah pemukiman Desa Periuk dengan teknik digitasi on-screen. Berdasarkan proses kegiatan yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil penggambaran peta wilyah Desa Periuk yang informatif, dengan hasil penggunaan luas lahan sebagai bangunan adalah sebesar 0,457 hektar, yang dihitung dengan teknik digitasi on-screen. Proses digitasi juga berhasil menemukan hasil penataan wilayah antar desa dan RT yang kurang representatif, karena terdeteksi posisi bangunan yang tidak pada wilayahnya.
Pemanfaatan Citra Google Earth Untuk Pembuatan Peta Wilayah Desa Sempayang Dan Analisis Perbandingan Hasil Luas Penggunaan Lahan Pemukiman Berdasarkan Metode Supervised dan Unsupervised Classification Edy Utomo; Iif Ahmad Syarif; Arin Isyamelya Maharani
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.408 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24052

Abstract

Kecamatan Malinau Barat tediri dari 9 desa dengan luas sebesar 73.824,99 Ha. Hampir sebagian besar wilayah desa tersebut belum memiliki peta tematik sebagai media informasinya. Salah satunya adalah Desa Sempayang dengan luas 559,74 Ha. Oleh sebab itu, Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa tersebut. Pada artikel ini tidak hanya membahas terkait pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, namun juga sekilas membahas perbandingan nilai hasil perhitungan luas penggunaan lahan di wilayah pemukiman Desa Sempayang. Acuan basemap yang digunakan dalam pembuatan peta adalah citra yang tersedia pada platform Google Earth, sedangkan analisis luas penggunaan lahan menggunakan Metode Supervised dan Unsupervised Classification. Berdasarkan proses yang telah dilaksanakan, maka didapatkan hasil pembuatan peta wilayah desa yang representatif memberikan informasi gambaran wilayah Desa Sempayang. Selain itu, berdasarkan penerapan dua metode klasifikasi luas penggunaan lahan didapatkan nilai perbedaan sebesar 0,04% secara keseluruhan. Namun terjadi perbedaan yang sangat signifikan pada nilai luasan disetiap jenis klasifikasi yang ditetapkan, sehingga menyebabkan sulitnya pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, dibutuhkan validasi kontrol dengan menerapkan metode digitasi manual dan pengukuran terestrial untuk menentukan metode mana yang lebih akurat untuk digunakan.
Penerapan Integrasi Antara Limbah Daun Jati, Kotoran Ternak dan Jerami dalam Peningkatan Produktivitas Masyarakat Menuju Green Economy di Desa Tuksono Paramita Dwi Sukmawati; Dewi Wahyuningtyas; Yuli Purwanto
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.142 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24062

Abstract

Desa Tuksono terletak di Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo yang sebagian besar bermatapencaharian petani dengan potensi kebun jati seluas 100 hektare. Saat musim kemarau, sampah daun jati menimbulkan masalah lingkungan. Upaya pengolahan sampah daun jati menjadi kompos melalui Bank Sampah dan Kelompok Tani Binaan KIM Desa Tuksono sudah dilakukan, tetapi belum optimal. Selain itu, jumlah pakan ternak dari rumput kolonjono (Brachiaria mutica) tidak tersedia setiap saat. Dari permasalahan tersebut, tim pengabdian berupaya menyelesaikan permasalahan dengan mitra KIM Nyi Ageng Serang Community. Metode awal yang dilakukan berupa 1) sosialisasi program tentang perancangan TTG alat pencacah multifungsi, penghancur kotoran ternak, serta pendampingan mitra dalam pembuatan kompos daun jati dan pembuatan silase dan 2) observasi lokasi pembuatan kompos dan silase. Sosialisasi program diikuti oleh 30 peserta anggota mitra, tim pengabdian dan mahasiswa. Para peserta antusias mengikuti pelatihan dan bersedia membantu penyediaan bahan baku kompos dan silase, ruang pembuatan kompos dan silase disediakan seluas 4×5 m, dan sumber daya manusia penyelesaian program. Hasil sosialisasi, mitra mendapatkan pengetahuan pembuatan kompos secara efisien dari waktu yang semula 3 bulan menjadi 1 bulan dan pembuatan silase dari rumput kolonjono di waktu musim kemarau.
Penyusunan Peta Wilayah Berdasarkan Citra Sentinel-2B Dan Pemodelan Luas DAS Pada Jaringan Sungai Desa Antutan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Edy Utomo; Muhammad Djaya Bakri; Aneza Ferdani Widiyanti
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.949 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24110

Abstract

Desa Antutan merupakan bagian wilayah Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Des aini memiliki luas 10.060,62 Hektar. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan Kepala Desa Antutan, ditemukan bahwa perangkat desa belum memiliki peta wilayah desa yang bersifat autentik dan informatif untuk menunjang proses pengembangan desa selanjutnya. Oleh sebab itu, Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selain melakukan penyusunan peta wilayah desa, tim juga menganlisis luas DAS dari beberapa sungai di wilayah desa tersebut, berdasarkan pemodelan Sistem Informasi Geografis memanfaatkan citra satelit Sentinel-2B dan data DEM Nasional. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil peta wilayah Desa Antutan yang autentik, representatif, dan informatif. Selain itu, pemodelan luas DAS menemukan hasil bahwa luas DAS dari sungai yang tersebar di wilayah Desa Antutan adalah sebesar 13.814,64 Hektar atau sekitar 86,02% dari luas wilayah Desa Antutan.
Pelatihan Pembuatan Instalasi Biogas Sistem Kontinu Pada Kelompok Tani Harapan Maju Desa Sukasari, Air Periukan, Kabupaten Seluma, Bengkulu Eka Angasa; Ghufira; Pepi Novianti
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.237 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24308

Abstract

Kelangkaan dan kenaikan harga LPG menyebabkan masyarakat Desa Sukasari kembali beralih ke kayu bakar untuk keperluan memasak sehari-hari. Padahal Desa Sukasari mempunyai potensi yang besar berupa limbah kotoran sapi yang dapat digunakan sebagai penghasil gás. Melihat potensi ini maka penting dilakukan pelatihan pembuatan dan pengoperasian instalasi biogás sistem kontinu pada masyarakat Desa Sukasari dengan memanfaatkan kotoran sapi. Pelatihan dilaksanakan pada Kelompok Tani Harapan Maju sebagai contoh bagi masyarakat Desa Sukasari yang lainnya. Pelatihan dilakukan dengan metode ceramah dan pembuatan langsung instalasi biogas. Kegiatan pelatihan berhasil dilaksanakan yang ditandai dengan kemampuan mitra membuat instalasi biogas dan gas yang dihasilkan telah dimanfaatkan untuk memasak. Berdasarkan informasi mitra, gas yang terbentuk dengan kapasitas digester 500 L dengan pengisian feed ±15 L/hari dapat digunakan untuk memasak selama ±0.5 jam.
Optimalisasi Pemanfaatan Media Online Phet Simulation Untuk Upaya Peningkatkan Pemahaman Konsep Fisika di SMA N 2 Harau Ramacos Fardela; Dedi Mardiansyah; Meqorry Yusfi; Elistia Liza Namigo; Afdal; Mutya Vonnisa; Muldarisnur; Harmadi; Imam Taufiq; Ahmad Fauzi Pohan; Astuti; Afdhal Muttaqin; Dian Fitriyani; Dwi Pujiastuti; Sri Handani; Dwi Puryanti; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Zulfi; Feriska Handayani Irka; Alimin Mahyudin; Nini Firmawati; Dian Milvita; Sri Oktamuliani; Sri Rahayu Alfitri Usna; Rico Adrial
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.748 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24459

Abstract

Fisika menganut metodologi ilmiah (sains) yang memuat tiga kegiatan terpadu dan membentuk daur (cycles) empirico-logico-verification yang pertama kali dirintis oleh I. Newton yaitu (1) pengamatan gejala-gejala alam (kegiatan empiris melalui fisika eksperimen), (2) Penalaran untuk menjelaskan hasil pengamatan tersebut dan ekstensinya sehingga mampu menghasilkan ramalan mengenai gejala baru (kegiatan berlogika melalui fisika teori) dan (3) pengujian mengenai kesesuaian ramalan tersebut dengan realitas alam (kegiatan verifikasi melalui fisika eksperimen). Keberadaan laboratorium di sekolah-sekolah menjadi kunci keberhasilan dalam memperkenalkan tiga kegiatan terpadu tersebut. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sekolah di bawah naungan Provinsi Sumatera Barat dengan jarak sekitar 138 km dari Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas tepatnya berada di Kecamatan Harau. Dari informasi yang diperoleh masih terbatasnya sarana dan prasarana seperti jumlah peralatan praktikum. Berdasarkan hal tersebut, tim pengabdian Jurusan Fisika FMIPA Universitas Andalas akan melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di SMA N 2 Harau dengan pemanfaatan media online salah satunya Phet- Simulation. Hasil pengabdian menunjukkan 90 % siswa mengatakan setuju dan sangat setuju bahwa kegiatan seperti ini memberikan manfaat bagi pemahaman materi di bidang Fisika. Kegiatan seperti ini perlu dilakukan lebih banyak oleh Tim Pengabdian sehingga masyarakat merasakan keberadaan perguuruan tinggi yang ada didaerahnya. Kata kunci: PhET Colarado; Simulasi Fisika; dan Pengabdian Masyarakat
Pelatihan Penggunaan Alat Ukur Dasar Bagi Siswa Kelas X SMA IT Al Fahmi Palu Sitti Rugayya; Iqbal; Anis Nismayanti; Sandra Kasim; Lulu Syamsiah
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.892 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.25507

Abstract

Ilmu Fisika tidaklah terlepas dari kegiatan eksperimen yakni pengamatan dan pengukuran. Hal ini bertujuan untuk menambah pengetahuan serta keterampilan dalam memahami ilmu Fisika dan juga untuk mendukung capaian dari kurikulum yang berlaku. Siswa kelas X sekolah tingkat menengah telah dibekali pembelajaran ilmu Fisika secara teori mengenai pengukuran. Peningkatan pemahaman mengenai pengukuran sebaiknya dilakukan kegiatan pengukuran secara langsung menggunakan beberapa alat ukur dasar yaitu jangka sorong, mikrometer sekrup, dan neraca o’haus. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendekatan saintifik yakni pelaksanaan pengabdian mengandung unsur pengetahuan di bidang keilmuan Fisika. Sebanyak 45 orang peserta mengikuti kegiatan ini yang berasal dari SMA IT AL Fahmi Palu. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam penggunaan alat ukur dasar berdasarkan keberhasilan siswa melakukan pengukuran secara mandiri. Hal ini dibuktikan dengan hasil penilaian yang diperoleh rata-rata 92,7 yang menunjukkan kriteria sangat baik.
Penerapan Metode Penentuan Arah Kiblat bagi Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu Arif Ismul Hadi; Refrizon; Nanang Sugianto; M. Farid; Hana Raihana; Andre Rahmat Ansori
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.971 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.25545

Abstract

Menghadap ka’bah sebagai kiblat umat Islam adalah salah satu syarat sah sholat. Untuk itu diperlukan penghitungan arah kiblat secara akurat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan terhadap penerapan metode penentuan arah kiblat bagi Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu. Untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut digunakan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi. Ceramah dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang teknik-teknik penentuan arah kiblat baik secara teoritis maupun secara praktik. Diskusi dilakukan terhadap materi yang telah disampaikan oleh Tim Pengabdi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode penentuan arah kiblat dapat dipahami oleh Remaja Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu baik secara teoritis maupun aplikasinya. Hasil perhitungan secara teoritis maupun aplikasi menunjukkan kecocokan. Berdasarkan hasil perhitungan arah Masjid Fathul Jannah Perumahan Medan Baru, Kota Bengkulu sudah sesuai yakni pada arah Barat Laut atau arah 295,2905° (secara teoritis) dan arah 295° (secara aplikasi) meskipun bangunan masjid tidak persis sejajar dengan arah kiblat tersebut.
Pemeriksaan Status Gizi berdasarkan Nilai Indeks Massa Tubuh pada Anak Usia 10-12 Tahun di SDN 159 Bengkulu Utara Santi Nurul Kamilah; Rochmah Supriati; Hery Haryanto; Sipriyadi; Vestidhia Yunisya Atmaja
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.301 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.25579

Abstract

Anak pada usia 10-12 tahun umumnya mulai memasuki masa praremaja atau awal masa pubertas. Permasalahan status gizi pada anak usia praremaja ini dapat berdampak buruk terhadap pertumbuhan, perkembangan, produktivitas serta kecerdasan anak sehingga kegiatan ini penting untuk dilakukan. Pemeriksaan status gizi anak dilakukan di SDN 159 Bengkulu Utara secara khusus pada anak berusia 10-12 tahun dengan tujuan untuk mengetahui status gizinya berdasarkan nilai Indeks Massa Tubuh (IMT), dan mengedukasi anak akan pentingnya tubuh yang sehat serta pentingnya memilih makanan yang sehat. Pengambilan data dilakukan menggunakan metode purposive sampling terhadap anak yang memenuhi syarat inklusi. Berdasarkan hasil pemeriksaan status gizi dari 60 orang anak, 78,3%  berada dalam kategori status gizi normal, 3,3% kategori kurus, 8,4% gemuk, 10% obesitas, dan tidak ditemukan anak dengan kategori sangat kurus. Anak-anak sudah mampu memahami pentingnya tubuh yang sehat serta pentingnya memilih makanan yang sehat. Anak-anak secara sederhana sudah mampu mendefinisikan tubuh yang sehat dan tidak sehat, mampu mengidentifikasi contoh makanan bergizi dan makanan yang kurang bergizi. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik dan bermanfaat baik untuk anak, orang tua ataupun sekolah dalam meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya tubuh yang sehat dan gizi yang baik.
Penyuluhan Teknik Budidaya Ikan Lele Metode Bioflok di Desa Talang Sebaris Kecamatan Air Priukan Kabupaten Seluma Agung Trisusilo; Indra Cahyadinata; Bambang Sumantri
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 3 No. 1: June 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v3i1.24982

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Talang Sebaris dalam mengelola usaha budidaya ikan lele dalam kolam terpal metode bioflok. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan terstruktur dengan materi sebagai berikut: a) prospek usaha budidaya ikan lele; b) teknik budidaya ikan lele dengan metode bioflok. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta mengetahui tentang prospek usaha budidaya ikan lele, dan memahami teknis budidaya ikan lele dalam kolam terpal dengan metode bioflok. Sebelum kegiatan dilaksanakan peserta telah lebih dahulu melakukan persiapan budidaya seperti pembuatan kolam, pengisian media budidaya, dan pemesanan bibit ikan. Setelah mengikuti kegiatan ini peserta menyadari bahwa persiapan yang telah mereka lakukan masih banyak kekurangan. Jadi disarankan untuk menggunakan metode konvensional untuk sementara waktu sampai seluruh alat yang dibutuhkan dalam metode bioflok terpenuhi. Sambil mempelajari teknis budidayanya dari praktik yang sedang dilakukan peserta bisa melengkapi peralatan yang dibutuhkan dalam budidaya lele dengan metode bioflok.