cover
Contact Name
Mutia Azizah Nuriana
Contact Email
mutia.azizah08@gmail.com
Phone
+6281329515000
Journal Mail Official
albasirahstaimas@gmail.com
Editorial Address
Jl. Cempaka VI Pokoh, Wonoboyo, Wonogiri, Jawa Tengah , Kab. Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Al Basirah
ISSN : 27764702     EISSN : 27985946     DOI : https://doi.org/10.58326/jab
Jurnal Al Basirah adalah jurnal akademik yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAIMAS Wonogiri. Jurnal Al Basirah bertujuan untuk menerbitkan artikel di pengabdian masyarakat, tidak terbatas pada hasil penelitian, tetapi studi ilmiah dan kasus-kasus lapangan. Jurnal Al Basirah diterbitkan dua kali setahun untuk volume yang sama. Ini memiliki tujuan untuk menyediakan media bagi akademisi, peneliti, pakar dan pengamat untuk berkomunikasi dalam kerangka pengembangan ilmiah di bidang pengabdian masyarakat. Jurnal Al Basirah mengembangkan isu baru yang berhubungan dengan Focus dan Scope pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, dan Rekayasa.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 115 Documents
Pemasaran Digital Bisnis Abon Ikan untuk Meningkatkan Jangkauan Pasar Binti Nur Asiyah; Ahmad Budiman; Jusuf Bachtiar; Laini Khofifah; Adinda Putri Yesa Isnawati
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.298

Abstract

The background of this community service activity is the potential for abundant fish catch in Besole Village, Tulungagung Regency and the potential for human resources with expertise in processing tuna fish floss, which should be able to reach a wider market. In fact, the production of tuna fish floss by the female fishing community still relies on orders from the surrounding community. The community has not taken advantage of the opportunities for technological development for business purposes due to their lack of knowledge in developing existing businesses. The majority of them use social media which is a form of technological development as a medium for entertainment, information, and communication. This community service activity was carried out using the Asset Based Community Development (ABCD) method. The solution provided to the community to develop the market reach of tuna fish floss products is by using digital marketing through social media platforms such as WhatsApp, Facebook, and TikTok. The results of the community service activity are increasing the knowledge of the female fishing community regarding the use of digital technology through social media as a marketing medium that can be implemented in marketing activities. The community applies this knowledge to market its products, namely tuna fish floss, in reaching a wider market. The practical implication of this activity is so that the fishing community can be consistent in marketing by utilizing technological developments to support business development.
Edukasi Kesadaran Perkawinan di Bawah Umur bagi Warga Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Markus Nanang Irawan Budi Susilo; Bernadetta Rini Heryanti; Hardani Widhiastuti; Victor Gayuh Purnomo
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.318

Abstract

Undang-Undang Nomor 16 tahun 2019 menyatakan bahwa batas usia seseorang boleh menikah adalah 19 tahun sebagai batas awal disebut usia matang, sehingga tujuan perkawinan dapat tercapai yaitu menghasilkan keturunan yang sehat dan tidak mudah berakhir pada perceraian. Namun demikian seringkali masyarakat belum memahami dan masih melakukan praktik perkawinan di bawah umur. Beberapa sebab terjadinya praktik di bawah umur adalah karena masih ada masyarakat yang memiliki taraf pendidikan cenderung rendah, seperti tingkat pendidikan yang tidak tamat SD, ditambah dengan mata pencaharian pekerjaan adalah di bidang pertanian, perdagangan, dan perikanan yang mana sangat dimungkinkan terjadi perkawinan di bawah umur. Sebagaimana di desa Banjasari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Oleh karena itu Tim PkM dari Pusat Riset Kesehatan Mental merasa perlu untuk membantu memberikan edukasi terkait dengan pengenalan dan informasi mengenai pentingnya kesadaran batas usia perkawinan termasuk dampaknya di berbagai sektor. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 02 Desember 2024 dengan metode menonton bersama pemutaran film”Mateng Wit” yang dilanjutkan dengan diskusi, ceramah, dan tanya jawab secara langsung serta evaluasi yang dilakukan dalam bentuk Focus Group Disscussion atau FGD. Hasil pelaksanaan dari kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan di Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak menunjukkan adanya peningkatan pemahaman akan kesadaran mengenai batasan umur perkawinan, yaitu sebesar 61 %. Hal ini dikarenakan adanya respon yang positif dan keaktifan para peserta dalam mengikuti penyuluhan , pelatihan dan FGD yang diberikan oleh Tim PkM serta adanya dukungan yang baik dari pihak petugas kelurahan
Penyuluhan Fiqih Wanita Di Majlis Ta’lim “Darul Huda” Desa Tawangrejo Kec. Jatipurno Kabupaten Wonogiri Afrohah Aljamilah; Mardhiyah AW
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.398

Abstract

ABSTRAK Di era modern ini, pengetahuan wanita terhadap fiqih sangat minim, hal ini disebabkan kurangnya kesadaran beragama dan kesibukannya bekerja / mengurus urusan rumah tangga. Hal ini yang menjadi latar belakang pelaksana PkM-U melakukan program penyuluhan fiqih wanita di Majlis Ta'lim "Darul Huda" Desa Tawangrejo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita terhadap hukum Islam. Di Desa Tawangrejo, banyak ditemukan wanita yang tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang hukum Islam yang berlaku khusus bagi mereka, seperti hukum darah wanita, perhitungan masa suci, dan kewajiban saat keluar darah. Selain itu, akses terhadap pendidikan keagamaan yang relevan juga masih terbatas. Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan pra survei, pembuatan proposal, persiapan bahan, persiapan pelaksanan, pelaksanan, evaluasi dan diakhiri dengan membuat laporan. Ada 30 peserta putri usia produktif dari Majlis Ta'lim "Darul Huda" Desa Tawangrejo yang mengikuti kegiatan ini dengan sangat antusias. Hasil survey menunjukkan rata-rata 90% peserta merasa lebih memahami fiqih Wanita yang telah disampaikan sehingga mereka mampu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita terhadap hukum Islam. Peserta mengusulkan agar diadakan kajian lanjutan setiap minggunya untuk mendalami hukum Islam. Kesimpulannya adalah tingginya tingkat kepuasan peserta mencerminkan keberhasilan kegiatan ini dan besarnya keinginan peserta untuk terus belajar mendalami ilmu agama di usia produktif ini harus terus didorong dan didampingi untuk meningkatkan kwalitas ibadah mereka.
Pengajian Purnamasidi: Penguatan Nilai Keimanan dan Kebersamaan Umat melalui Kegiatan Dakwah Masjid Muslimin Bulak Wetan Mohd. Reza Pahlevi Reza; Alfian Eko Rochmawan; Andita Aprilia Fridayanti; Siti Zaida Hanum Hanum
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.458

Abstract

Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan dakwah rutin yang dikemas dalam bentuk Pengajian Purnamasidi di Masjid Muslimien Bulak Wetan sebagai sarana penguatan nilai keimanan, kebersamaan, dan ketahanan sosial umat. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengangkat tema “Syukur atas Nikmat Kemerdekaan: Mengisi Kebebasan dengan Iman dan Amal Shalih”. Tema tersebut tidak hanya merefleksikan rasa syukur atas kemerdekaan bangsa, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memaknai kemerdekaan sebagai momentum spiritual dalam memperkuat hubungan manusia dengan Allah SWT dan sesama umat. Pengajian ini diinisiasi oleh dosen bersama takmir masjid sebagai bentuk kolaborasi dakwah berbasis masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD), yakni pendekatan yang menitikberatkan pada pemanfaatan potensi lokal, sumber daya manusia, dan nilai-nilai religius masyarakat sebagai kekuatan utama dalam pengembangan kegiatan keagamaan. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif, melibatkan jamaah, tokoh agama, dan generasi muda untuk memperluas jangkauan dakwah dan memperkuat ikatan sosial antarwarga. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam semangat kebersamaan, partisipasi jamaah, dan kesadaran religius masyarakat. Pengajian ini juga memperkuat fungsi Masjid Muslimien sebagai pusat dakwah, pembinaan moral, serta pemberdayaan sosial umat. Dampak kegiatan terlihat pada meningkatnya interaksi sosial, semangat gotong royong, dan munculnya rasa tanggung jawab kolektif untuk menjaga harmoni kehidupan beragama. Kata Kunci: Dakwah Berbasis Masjid, Keimanan, Pembangunan Sosial Keagamaan.
Peran Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Ekonomi Lokal Pesantren Kholidin Muslim; Nafis Irkhami
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.517

Abstract

Wakaf produktif merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Seiring perkembangan pengelolaan wakaf di Indonesia dari pola tradisional menuju profesional, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wakaf produktif dalam ekonomi pesantren serta menganalisis dampaknya terhadap pemberdayaan ekonomi pesantren berdasarkan temuan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus, melalui kajian literatur dan analisis berbagai penelitian terkait pengelolaan wakaf produktif di pesantren. Hasil kajian menunjukkan bahwa wakaf produktif yang dikelola secara profesional mampu meningkatkan kemandirian finansial pesantren melalui pengembangan unit usaha produktif seperti koperasi pesantren, pertanian, BMT, jasa boga, dan sektor keuangan syariah. Selain itu, wakaf produktif berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia santri serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan kewirausahaan. Namun demikian, optimalisasi wakaf produktif masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada aspek manajemen, kualitas nazhir, dan dukungan kelembagaan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas pengelola wakaf, serta sinergi antar pemangku kepentingan agar wakaf produktif dapat berperan maksimal sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi pesantren yang berkelanjutan. Kata kunci: wakaf produktif, pesantren, pemberdayaan ekonomi, ekonomi Islam
Internalisasi Konsep Menikah Menanam melalui Edukasi Mahar Bibit Tanaman di Kankemenag Klaten Muhammad Lutfi Hamid; Fathurrohman Husen; Kusuma Wijayanto; Aulia Rahmawati
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.531

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menginternalisasikan konsep Menikah Menanam di lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) melalui edukasi mengenai mahar bibit tanaman sebagai simbol keberkahan, keberlanjutan, dan kepedulian ekologis. Mahar bibit tanaman diposisikan sebagai rekomendasi tanpa paksaan kepada calon pengantin, dapat dipadukan dengan mahar lain, serta fleksibel dalam pelaksanaannya—baik ditanam langsung oleh pasangan maupun dihibahkan kepada lembaga lingkungan, ormas, atau nazir wakaf. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) dengan empat tahapan: (1) Discovery, berupa identifikasi aset kelembagaan KUA dan nilai lokal melalui FGD bersama Kankemenag Klaten; (2) Dream, yaitu perumusan visi kolektif dan penyusunan draf Pedoman Teknis Menikah Menanam; (3) Design, berupa perancangan materi penyuluhan dan kolaborasi multipihak melalui FGD dengan Kankemenag se-Jawa Tengah; dan (4) Destiny, melalui implementasi penyuluhan, monitoring awal, serta penguatan keberlanjutan program. Kegiatan diikuti oleh 20 Kepala KUA se-Klaten, enam kepala dan guru madrasah, serta lima pejabat Kemenag setempat. Hasil program menunjukkan bahwa sebagian KUA di Karesidenan Surakarta telah menginisiasi praktik ekologis serupa, seperti KUA Colomadu dengan ASTA Protas dan KUA Wedi dengan misi agrowisata. PKM ini memperkuat praktik yang telah berjalan, mengidentifikasi kendala, dan menawarkan solusi implementatif. Selain itu, kegiatan menegaskan peran strategis KUA dalam pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon maupun inisiatif ekologis lainnya. Disarankan agar pemerintah daerah mendorong political will melalui penerbitan edaran resmi tentang program Menikah Menanam di seluruh KUA. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan pendanaan LP2M UIN Raden Mas Said Surakarta serta kolaborasi Kankemenag Klaten dan Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Penyuluhan Hukum Tindak Pidana Pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru Bandung Irsyad Zamhier Tuahuns
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.539

Abstract

Tindak pidana pencurian merupakan kejahatan konvensional yang memiliki tingkat prevalensi relatif tinggi di Indonesia dan berdampak langsung terhadap stabilitas sosial serta rasa aman masyarakat. Rendahnya pemahaman hukum menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya tindak pidana tersebut. Berdasarkan perspektif kriminologi klasik, Cesare Beccaria melalui deterrence theory menegaskan bahwa kejahatan dipengaruhi oleh pertimbangan rasional individu terhadap risiko dan sanksi hukum. Selain itu, teori kesadaran hukum menurut Soerjono Soekanto menempatkan pengetahuan dan pemahaman hukum sebagai unsur penting dalam pembentukan kepatuhan hukum. Sejalan dengan teori sistem pemasyarakatan yang dikemukakan oleh Sahardjo, lembaga pemasyarakatan berperan sebagai sarana pembinaan yang menekankan aspek edukatif dan rehabilitatif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman hukum warga binaan melalui penyuluhan hukum mengenai tindak pidana pencurian di Lembaga Pemasyarakatan Kebon Waru Bandung. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, dan tanya jawab dengan pendekatan partisipatif yang mengacu pada teori andragogi Malcolm Knowles. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman warga binaan mengenai pengertian, unsur, jenis, dan sanksi hukum tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Temuan ini sejalan dengan social control theory yang dikemukakan oleh Travis Hirschi, yang menekankan bahwa pemahaman norma dan keterikatan sosial dapat mencegah pengulangan tindak pidana. Penyuluhan hukum ini diharapkan berkontribusi dalam menekan angka residivisme serta mendukung tujuan sistem pemasyarakatan melalui pembentukan warga binaan yang sadar hukum dan siap berintegrasi kembali ke masyarakat.
Penguatan Ekonomi Kreatif Dan Pendidikan Agama Islam sebagai Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Jendi Sulis Tyowati; Rochmawati Solikhah Sukemi; Fitriyani Fitriyani; Roid Sholahuddin Muflih; Siti Nabila Jahro
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.542

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kreatif dan pendidikan agama Islam sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Jendi, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Desa Jendi memiliki potensi ekonomi lokal yang cukup besar, khususnya pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis makanan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan inovasi produk, pengemasan, serta pemahaman pemasaran. Di sisi lain, kegiatan pendidikan agama Islam melalui Majlis Taklim telah berjalan, tetapi belum terintegrasi secara langsung dengan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan pelaku UMKM, tokoh masyarakat, dan anggota Majlis Taklim. Kegiatan meliputi sosialisasi penguatan ekonomi kreatif, inovasi produk makanan, serta penanaman nilai-nilai Islam seperti kejujuran, amanah, dan etika usaha dalam aktivitas ekonomi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ekonomi kreatif, meningkatnya motivasi pelaku UMKM dalam mengembangkan produk makanan, serta penguatan kesadaran keagamaan yang mendukung praktik usaha yang etis dan berkelanjutan. Integrasi penguatan ekonomi kreatif dan pendidikan agama Islam ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta membangun kesadaran kolektif untuk pengembangan desa yang berkelanjutan.
Implementasi Konsep Anti Bullying di Sekolah Dasar Negeri 3 Jaten Selogiri Praptiningsih Praptiningsih; Alfian Eko Rochmawan; Dudi Budi Astoko; Ridwan Rohmad Yunadi
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.543

Abstract

Fenomena bullying merupakan tantangan serius di lingkungan pendidikan yang berdampak negatif terhadap kesejahteraan psikologis dan prestasi akademik peserta didik. Artikel ini memaparkan pelaksanaan sosialisasi anti-bullying di SDN 3 Jaten Selogiri sebagai strategi pencegahan bullying. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bullying, dampaknya, serta strategi pencegahannya, sekaligus menciptakan iklim sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Keberhasilan sosialisasi anti-bullying di SDN 3 Jaten Selogiri terlihat dari respons positif, partisipasi, dan keterlibatan aktif peserta didik selama kegiatan. Pada sesi diskusi dan simulasi, siswa berperan langsung dalam menggambarkan situasi bullying dan cara menyikapinya dengan tepat. Kegiatan berlangsung tertib, kooperatif, dan interaktif, dengan peserta didik saling menghargai serta mematuhi aturan. Kata kunci: Sosialisasi, Anti Bullying, SDN 3 Jaten
Pendekatan Knowledge Sharing dalam Pemberdayaan Tukang Bangunan di Teluk Pucung untuk Meningkatkan Kualitas Konstruksi Selvia Agustina; Nur Azisah; Mirara Khanza
Jurnal Al Basirah Vol. 6 No. 1 (2026): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v6i1.544

Abstract

Kualitas konstruksi bangunan sangat dipengaruhi oleh keterampilan tukang bangunan, khususnya pada pekerjaan pengecoran struktur kolom. Pengecoran kolom yang kurang baik dapat menyebabkan rusaknya struktur kolom dan meningkatkan risiko kegagalan struktur bangunan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan pemahaman teknis tukang bangunan dalam pengecoran struktur kolom sesuai standar konstruksi. Metode yang digunakan adalah Knowledge Sharing melalui penyampaian materi dan diskusi, disertai evaluasi. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Januari 2025 di Teluk Pucung, Bekasi, dengan peserta sebanyak 10 orang tukang bangunan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai peserta dari kisaran 2–5 pada pre-test menjadi 8–10 pada post-test. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa Knowledge Sharing efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan tukang bangunan pada pekerjaan pengecoran struktur kolom.

Page 11 of 12 | Total Record : 115