cover
Contact Name
Hari Susanto
Contact Email
p3m.banten@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
p3m@poltekpel-banten.ac.id
Editorial Address
JL. Raya No.1, Karang Serang, Kec. Sukadiri, Tangerang, Banten 15330
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Marine Inside
ISSN : 27162656     EISSN : 29859638     DOI : 10.62391/ejmi
Core Subject : Engineering,
Jurnal Marine Inside adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan dan dikelola oleh Politeknik Pelayaran Banten. Jurnal ini merupakan media sarana publikasi berbagai macam penelitian dan pengembangannya di bidang Nautika, Permesinan Kapal, dan Manajemen Transportasi laut.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023)" : 6 Documents clear
PENGARUH PRE CLEARANCE DAN POST CLEARANCE TERHADAP DWELLING TIME DI PELABUHAN PETI KEMAS JICT TANJUNG PRIOK Kusharyanto; Cholis Imam Nawawi; Ade Mardani Putra; Astri Kustina Dewi
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.54

Abstract

Kontribusi moda transportasi laut dalam perdagangan dunia mencapai 77%. Dominannya transportasi laut mengindikasikan bahwa kemajuan perekonomian dan perdagangan nasional adalah dengan menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul. Salah satu cara untuk menciptakan transportasi laut yang baik dan unggul adalah dengan memperbaiki pelayanan yang ada di pelabuhan. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan pelabuhan yang dilakukan secara efektif, efisien, dan profesional sehingga pelayanan pelabuhan menjadi lancar, aman, dan cepat. Performa atau kinerja pelabuhan secara internasional dalam memberikan pelayanan diukur melalui indikator dwelling time adalah waktu yang dihitung mulai dari suatu petikemas dibongkar dan diangkat dari kapal sampai petikemas tersebut meninggalkan terminal pelabuhan melalui pintu utama. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui hubungan dan pengaruh dari waktu pre clearance, dan post clearance terhadap total waktu Dwelling Time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Analisa data hasil estimasi dilakukan dengan metode analisa regresi linier berganda (Multiple Linear Regression Analysis) dengan bantuan program SPSS kemudian ditabulasi untuk memudahkan perhitungan pada tahap estimasi serta dilakukan pembahasan atas hasil estimasi. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa angka rata-rata dwelling time di Pelabuhan Tj Priok pada kisaran 4 hari sedangkan standar pemerintah adalah 3 hari. Hasil perhitungan statistik yang membandingkan model dwelling time variasi antara X1,X2, ; memperlihatkan bahwa model 1 (X1,X2,) adalah yang terbaik dengan nilai R2 = 0,997 dan Signifikansi < 0,05. Faktor yang paling dominan mempengaruhi dwelling time peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok adalah variabel pre clearance.
ANALISIS PENGARUH HEAT TREATMENT DAN MEDIA PENDINGIN TERHADAP LAJU KOROSIFITAS PROPELLER PADA PERAHU NELAYAN TRADISIONAL DESA KARANG SERANG Andri Yulianto; Misra Jaya; Jusva Agus Muslim; Tommy Martin Syauta
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.55

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh heat treatment dan media pendingin terhadap laju korosifitas propeller yang digunakan nelayan tradisional di Desa Karang Serang. Penentuan temperatur, waktu tahan dan media pendingin yang tepat pada proses heat treatment dapat memperlambat laju korosi pada propeller. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Langkah proses eksperimen meliputi pengujian heat treatment pada propeller dan dilanjutkan dengan uji pakai propeller langsung pada perahu nelayan tradisonal menggunakan propeller yang telah melalui proses heat treatment yang divariasikan jenis media pendinginnya. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa proses heat treatment mempengaruhi tingkat korosifitas propeller perahu nelayan tradisional desa karang serang, dimana secara fisik meningkatkan ketahanan korosi sebesar 25 – 27%. Sedangkan media pendingin (quenching) juga mempengaruhi tingkat korosifitas propeller perahu nelayan tradisional desa karang serang, dimana media pendingin air garam lebih efektif meningkatkan ketahanan korosi dari pada media pendingin oli.
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KEPUASAN TARUNA MELALUI PERILAKU KERJA INOVATIF DOSEN/PENGAJAR DI POLITEKNIK PELAYARAN BANTEN DI SAAT PANDEMI COVID -19 Imam Safii; Sarifuddin; Heru Widada
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.56

Abstract

Pengaruh motivasi kerja dan perilaku kerja inovatif terhadap kepuasan taruna di politeknik pelayaran banten merupakan sebuah penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk melihat apakah motivasi dan perilaku kerja inovatif teredapat pengaruh terhadap kepuasan taruna. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mewajibkan agar lembaga pendidikan tersebut memberlakukan pembelajaran secara online. Di Politeknik Pelayaran Banten harus berinovasi di dalam pembelajaran selaras dengan Menteri yang mewajibkan Memberlakukan pembelajaran secara daring, sehingga Politeknik Pelayaran Banten juga berinovasi di dalam proses pembelajaran secara Online, penelitian ini mengukur apakah terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kepuasan taruna melalui kerja inovasi pembelajaran online.
PENERAPAN ROUTE PELAYARAN KAPAL PENYEBERANGAN MERAK-BAKAUHENI DAN ARAH SEBALIKNYA TERHADAP TRAFFIC SEPARATION SCHEME (TSS) SELAT SUNDA Nursyamsu; Joko Sulistiono; Sandi Wahyu Prabowo
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.57

Abstract

Pada dunia pelayaran, keselamatan kapal untuk mencapai pelabuhan tujuan mempakan hal yang wajib terwujud agar misi transportasi orang maupun barang dapat terpenulii. Keselamatan pelayaran mempakan keseluruhan proses yang hams dijalani dari kapal sandar, kapal memuat, kapal berlayar ke pelabuhan tujuan sampai kapal itu membongkar muatannya. Pada saat kapal berlayar tentunya sangat diperlukan navigator yang memiliki kompetensi untuk melayarkan kapal sesuai dengan ukuran dan daerah pelayaran. Navigator akan memahami prosedur, ketentuan peraturan pencegahan tubrukan di laut dengan ketentuan penunjang lainnya. Di dalam peraturan P2TL aturan 10 tentang bagan pemisah lalu lintas atau Traffic Separation Scheme (TSS) dibuat untuk membentuk alur pelayaran dengan arah yang sama sehingga dapat mengontrol alur pelayaran kapal di perairan tersebut. Indonesia mempakan negara kepulauan pertama di dunia yang memiliki bagan pemisahan lalu lintas berdasarkan hasil keputusan sidang Plenary International Maritime Organization (IMO) Sub Committee Navigation Communication and Search and Rescue (NCSR). Dikarenakan ramainya perairan ini maka kapal yang melintasi hams berlayar dengan hati-hati serta menggunakan secara maksimal peralatan navigasi yang ada. Kapal yang paling sering menggunakan jalur atau melintasi jalur tersebut adalah kapal penyeberangan. Tentunya kapal-kapal ini harus senantiasa menjalakan semua ketentuan jika berlayar pada jalur TSS selat sunda ini baik penggunaan alur yang benar dan peralatan navigasi penunjang yang dibutuhkan demi keselamatan pelayarannya. Dalam penelitian ini menitik beratkan kepada penerapan peraturan TSS bagi kapal penyeberangan dan peran dari VTS selat Sunda dalam mengontrol kepatuhan kapal terhadap TSS ini.
IMPLEMENTASI SISTEM REMUNERASI BADAN LAYANAN UMUM PADA POLITEKNIK PELAYARAN BANTEN Adnan; Amirullah; Henni Sutryani; Vidiana Anggeranika
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.59

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran bagaimana implementasi sistem remunerasi Badan Layanan Umum di Politeknik Pelayaran Banten dengan menggunakan teori implementasi yang dikembangkan oleh George Edward III. Pemberian remunerasi ini didasarkan pada capaian kinerja (Key Performance Indicator), yakni dengan menandatangani kontrak kinerja. Jika remunerasi diterapkan dengan benar, diharapkan para pegawai akan meningkatkan kinerjanya sehingga pelayanan terhadap masyarakat akan meningkat menjadi lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model penelitian studi kasus. Hasil penelitian ini antara lain, dalam menerapkan sistem remunerasinya Politeknik Pelayaran Banten telah melakukan langkah-langkah seperti: menyusun tim penyusun remunerasi, penetapan kelas jabatan, penetapan penilaian kinerja perorangan dan proses pencatatan dan pembayaran remunerasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa realisasi kontrak kerja dalam implementasi sistem remunerasi di lingkungan Poltek Pelayaran Banten merupakan hal utama yang perlu dilaksanakan. Mengingat penilaian kinerja dalam remunerasi didasarkan pada capaian kerja masing-masing karyawan dan dosen. Mengoptimalkan komunikasi melalui media yang mudah diakses seluruh dosen dan karyawan untuk sosialisasi terkait remunerasi baik melalui penyampaian saat apel pagi dan melalui media whatsapp group pegawai. Sosialisasi kebijakan BLU yang mudah diakses para dosen dan karyawan, memberikan kemudahan pada sumber daya manusia di lingkungan Poltek Pelayaran Banten untuk memahami kebijakan remunerasi secara lebih baik. Sedangkan Peningkatan koordinasi antar bidang dan kesesuaian disposisi di Politeknik Pelayaran Banten diperlukan untuk menunjang komunikasi dua arah sebagai landasan efektivitas implementasi sistem remunerasi dalam lembaga agar selalu terjadi kesesuaian antara disposisi yang diberikan dengan nota kebijakan sistem remunerasi BLU.
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR TARUNA TERHADAP PRESTASI BELAJAR BAHASA INGGRIS MARITIM R. HERLAN GUNTORO; ANDESVAN GUMAY; RAHMAT SANTOSO
Journal Marine Inside Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Politeknik Pelayaran Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62391/ejmi.v5i1.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui pengaruh motivasi intrinsik terhadap prestasi belajar Bahasa Inggris Maritim di taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten, (2) mengetahui pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap prestasi belajar bahasa Inggris maritim di taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten, (3) mengukur pengaruh motivasi intrinsik dan ekstrinsik secara simultan terhadap prestasi belajar bahasa Inggris maritim di taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasi, teknik pengumpulan melalui observasi maupun angket. uji instrumen penelitian terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas, untuk uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas uji, multikorelitas dan uji heteroskedastisitas. Uji simultan (F) dan Uji parsial (t) digunakan dalam menganalisis regresi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tidak terdapat pengaruh motivasi intrinsic terhadap prestasi belajar bahasa Inggris maritim Taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten; (2) tidak terdapat Pengaruh Motivasi ekstrinsik terhadap prestasi belajar bahasa Inggris maritim Taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten; (3) tidak terdapat pengaruh motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik terhadap prestasi belajar bahasa Inggris maritim Taruna semester 3 Politeknik Pelayaran Banten.

Page 1 of 1 | Total Record : 6