cover
Contact Name
I Made Arsa Wiguna
Contact Email
japam@uhnsugriwa.ac.id
Phone
+6281236359112
Journal Mail Official
japam@uhnsugriwa.ac.id
Editorial Address
Jl. Kenyeri No.57, Sumerta Kaja, Kec. Denpasar Tim., Kota Denpasar, Bali 80236
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Japam
ISSN : -     EISSN : 28093534     DOI : https://doi.org/10.25078/japam
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) merupakan jurnal ilmiah yang memiliki misi memperluas kajian bidang pendidikan agama sebagai referensi dalam mewujudkan pendidikan agama yang moderat. Penguatan pendidikan agama penting untuk dioptimalkan, tidak hanya di lingkungan keluarga maupun pendidikan formal saja, tetapi juga melalui kajian-kajian ilmiah hasil penelitian maupun hasil pemikiran yang mengacu pada kaidah-kaidah ilmiah. Tujuannya adalah untuk menjadikan pendidikan agama sebagai landasan dalam mewujudkan masyarakat religius, bermartabat, cerdas, humanis dan berwawasan multukultural.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 112 Documents
PATOLOGI SOSIAL SISWA DI SMA DWIJENDRA BUALU, KUTA SELATAN, BADUNG, BALI : PERSPEKTIF PENDIDIKAN ETIKA HINDU Puspa
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4222

Abstract

Pendidikan agama Hindu memandang objek materi pendidikan yaitu manusia sebagai sesuatudualitas yang tidak dapat dipisahkan, sehingga perlu dikaji secara holistik. Manusia bagi agama Hindumerupakan mahluk hidup yang memiliki jiwa, pikiran, akal, budi, sifat/guna, panca tanmatra danpanca mahabhuta. Manusia juga memiliki kemampuan atau kecerdasan untuk membedakan yangbaik dan yang tidak baik. Dari pandangan manusia sebagai objek pendidikan Hindu, maka pendekatandan metodenya tidak dapat disamakan dengan pendekatan benda-benda alam seperti yang digagasoleh kaum positivis. kualitas siswa sebagai generasi penerus memegang peranan penting, mengingatsiswa merupakan tulang punggung bangsa dan negara yang menentukan maju mundurnya bangsakedepan. Permasalahan yang muncul dalam penelitian ini adalah Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung, penyebab timbulnya Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung dan Upaya menanggulangi Patologi Sosial Siswa di SMADwijendra Bualu Kuta Selatan Badung dilihat dari perspektif Pendidikan Hindu?. Metodologi yangdigunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Teori yang digunakan adalah teoribehavioristik, teori interaksi sosial, teori motivasi. Patologi Sosial Siswa di SMA Dwijendra Bualuyaitu Membolos sekolah, Usil pada saat jam pelajaran, berpakaian tidak sopan, dan merokok dikelas.Penyebab timbulnya Patologi Sosial Siswa di SMA Dwijendra Bualu adalah faktor Pola asuh orangtua, faktor Lingkungan tempat Tinggal dan faktor perkembangan Teknologi. Upaya yang dilakukansekolah dalam Menanggulangi Patologi Sosial Siswa Di SMA Dwijendra Bualu adalah tindakanpencegahan dengan memberikan sosialisasi tentang tatatertib di sekolah, selanjutnya adalah tindakanpemberian sangsi yaitu dengan memberikan hukuman dan pemanggilan orang tua dan yang terakhiradalah tindakan penanggulangan serta cara penanganannya.
VASUDHAIVA KUTUMBAKAM DAN TRI HITA KARANA SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI HINDU DALAM MELESTARIKAN BUDAYA Komang Sarjani Putri
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4446

Abstract

Globalization has shifted modern lifestyles toward technology and material progress, oftensidelining cultural traditions and religious values. This poses challenges for preserving Indonesia’sdiverse cultural heritage. This article examines the Hindu concepts of Vasudhaiva Kutumbakam andTri Hita Karana as intergenerational communication frameworks to sustain culture and strengthensocial harmony. Using a qualitative approach with interviews and literature review, the studyhighlights how Vasudhaiva Kutumbakam—the vision that the world is one family—fosters respectbeyond religious, ethnic, and national boundaries. Meanwhile, Tri Hita Karana emphasizes harmonybetween humans and God, among fellow humans, and with the environment as the basis of well-being. Both concepts serve not only as tools for cultural preservation but also as principles forinclusive communication and solidarity. Their application offers a relevant strategy for maintainingcultural identity and promoting unity in the era of globalization.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI KELAS X DI SMA NEGERI 11 DENPASAR TAHUN PELAJARAN 2023/2024 Ni Nyoman Mariani; Ni Wayan Sri Prabawati Kusuma Dewi; Putra Baskara, Anak Agung Alit
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4459

Abstract

Learning is a harmonious combination of educators' teaching activities and learning forstudents, where learning involves interaction between students and educators. To achieve thetargeted competencies, educators must develop learning processes and models in the teaching andlearning process. The problem that will be discussed in this research is whether there is an influenceof the Problem Based Learning (PBL) model on student learning outcomes in the Hindu ReligiousEducation and Character Education subjects for Class This research aims to identify whether or notthere is a significant influence of the Problem Based Learning (PBL) model on student learningoutcomes in the Class X Hindu Religious and Character Education subjects at SMA Negeri 11Denpasar for the 2023/2024 academic year. The method used in research to collect data is data testswhich are carried out and analyzed using the Independent T-Test. The research results show that 1)The results of the Independent T-Test analysis of student learning outcomes obtained a figure of 8.763with a significance level of 0.000. If the significance number Sig. (2-tailed) < 0.05, then thecalculation results prove that the hypothesis H0 is rejected and Ha is accepted. So it can be concludedthat there is a significant influence of the Problem Based Learning (PBL) model on student learningoutcomes in the subjects of Hindu Religious Education and Character Education for Class X at SMANegeri 11 Denpasar for the 2023/2024 academic year.
Pembelajaran gamelan gender wayang pada generasi z di sanggar swasti swara denpasar (persektif pendidikan agama hindu) Ni Ketut Fenty
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4530

Abstract

Generasi muda saat ini mengalami krisis karakter yang ditandai dengan ketidakpedulianterhadap budaya sejak adanya perkembangan teknologi yang telah memasuki perkembangan era 4.0.Pendidikan sebagai sarana untuk melestarikan budaya, yakni salah satunya melalui pendidkan nonformal yaitu pembelajaran Gender Wayang. Adapun masalah yang dirumuskan (1) ProsesPembelajaran Gamelan Gender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (2)Nilai-Nilai Pendidikan Agama Hindu yang Terkandung dalam Pembelajaran Gamelan GenderWayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar, (3) Implikasi Pembelajaran GamelanGender Wayang pada Generasi Z Di Sanggar Swasti Swara Denpasar. Metode penelitian yangdipergunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studikepustakaan dan Dokumentasi. Proses pembelajaran Gender Wayang di Sanggar Swasti SwaraDenpasar. Nilai-Nilai Pendidikan Yang Terkandung Dalam Pembelajaran Gamelan Gender Wayang,nilai-nilai agama Hindu yang merupakan penjabaran dari Tiga Kerangka Dasar. Ajaran TigaKerangka Dasar dalam Agama Hindu tersebut meliputi, (1) Tattwa atau Filsafat dalam implementasipembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu pengenalan konsep kosmologi,penghayatan nilai-nilaispiritual, penerapan konsep keseimbangan, pemahaman simbolisme dan internalisasi nilai kearifanlokal, (2) Susila atau Etika dalam pembelajaran Gamelan Gender Wayang yaitu sikap dan perilaku,etika musikal, guru dan murid, dan instrumen, (3) Acara dalam implementasi pembelajaran GamelanGender Wayang yaitu upacara keagamaan besar, upacara daur hidup, dan upacara harian. ImplikasiPembelajaran Gamelan Gender Wayang pada generasi Z mengarah kepada hasil perkembangankompetensi anak didik dalam memainkan Gamelan Gender Wayang yaitu implikasi pembelajaranGamelan Gender Wayang pada peserta didik
TANTANGAN DAN STRATEGI PENERAPAN PEMBELAJARAN ABAD 21 PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SD NEGERI 5 AMPARITA Tommy Jevisa; Relin D.E; Ni Wayan Sariani Binawati
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4531

Abstract

Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran menjadi tuntutanperkembangan dan kemajuan zaman yang semakin modern saat ini. Pendidikan di Indonesia harusmampu terus berbenah dalam menyesuaikan diri dari derasnya perkembangan era globalisasi saatini.Guru sebagai agen pembaharuan sekaligus sebagai ujung tombak dalam mewujudkan tujuanpendidikan nasional haruslah terus mengembangkan segala kemampuan dan kompetensinya dalammerancang dan melaksanakan pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Guru di Indonesia saatini haruslah terus berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan peserta didik yang kreatif, inovatif, dankompetitif. Untuk itu, diperlukan strategi penerapan pembelajaran Abad 21yang diharapkan mampumenggali dan meningkatkan keterampilan 4C peserta didik. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmemberikan gambaran terkait tantangan dan strategi yang tepat digunakan dalam menerapkanpembelajaran Abad 21 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti di UPT SDNegeri 5 Amparita. Penelitian ini merupakan peneltian kualitatif dengan teknik pengumpulan datadengan melakukan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1)adanya tantangan dalam penerapan pembelajaran Abad 21 baik tantangan secara internal maupunsecara eksternal, (2) untuk mengatasi tantangan tersebut, diperlukan strategi yang tepat dalam upayapenerapan pembelajaran Abad 21 di UPT SD Negeri 5 Amparita. Pembelajaran Abad 21 sangatpenting untuk diterapkan di UPT SD Negeri 5 Amparita karena selain menjadi tuntutan dariperkembangan di era globalisasi, juga karena sejalan dengan visi dan misi sekolah dalam menciptakanpeserta didik yang komunikatif, kreatif dan inovatif, berpikir kritis, serta mampu bekerja sama.
Penerapan Model Problem Based Learning pada Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam Penguatan Karakter Disiplin dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan Asman L; Ni Ketut Srie Kusuma Wardhani; Ni Wayan Sariani Binawati
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4532

Abstract

Proses pembelajaran Agama Hindu di kelas V UPT SD Negeri 1 Amparita masih menerapkanmetode pembelajaran konvensional dan belum bervariasi, sehingga melemahkan karakter disiplin dankeaktifan siswa dalam belajar. Pembelajaran masih terpaku kepada buku teks yaitu hanya hafalankonsep-konsep saja. Proses pembelajaran belum mengorientasikan siswa pada masalah yang riil,kegiatan belajar belum dilaksanakan secara berkelompok sehingga tidak mengarahkan aktivitas untukbekerjasama sehingga belum mencerminkan aktivitas belajar yang berpusat pada peserta didik. Salahsatu hal untuk mengantisipasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaranyang inovatif seperti model pembelajaran problem based learning. Berdasarkan analisis dataditemukan bahwa terjadi penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar siswa kelas V denganmelihat (1) faktor yang menjadi alasan pentingnya penerapan problem based learning padapembelajaran agama Hindu dalam penguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (2) prosespenerapan model problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalampenguatan karakter disiplin dan aktivitas belajar; (3) kendala yang dihadapi guru dalam menerapkanmodel problem based learning pada pembelajaran Pendidikan Agama Hindu dalam penguatankarakter disiplin dan aktivitas belajar siswa
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi dalam Mengembangkan Minat Dan Aktivitas Belajar Pendidikan Agama Hindu Siswa Kelas IV di SDN 1 Amparita Kabupaten SIDRAP Asis T; Relin D.E; Ni Nyoman Perni
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4533

Abstract

Proses pembelajaran Agama Hindu di kelas IV UPT SD Negeri 1 Amparita yang masihmenerapkan metode pembelajaran konvensional dan belum bervariasi, sehingga minat dan aktifitassiswa dalam belajar masih rendah. Minat dari siswa belum sepenuhnya mencerminkan rasa belajaryang pasif dan aktivitas belajar yang belum melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran.Selanjutnya pembelajaran masih terpaku kepada buku teks yaitu hanya hapalan konsep-konsep saja.Oleh karena itu diperlukan adanya penggunaan model pembelajaran yang tepat untuk mengatasi haltersebut. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana langkah-langkahpembelajaran berdiferensiasi dalam mengembangkan pembelajaran Pendidikan Agama Hindu diKelas IV UPT SDN 1 Amparita, bagaimana faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaranberdiferensiasi dalam mengembangkan minat dan aktivitas belajar siswa Pendidikan Agama Hindukelas IV UPT SDN 1 Amparita?, Bagaimana dampak pembelajaran berdiferensaisi dalammengembangkan minat dan aktifitas belajar siswa dalam pembelajaran agama Hindu kelas IV UPTSDN 1 Amparita kabupaten sidrap?. Penerapan model pembelajaran berdiferensiasi padapembelajaran pendidikan agama hindu dalam peningkatan minat dan aktivitas belajar denganmenggunakan tiga (3) pendekatan antara lain pendekatan konten atau materi melalui penyajiankonten yang beraneka seperti melalui buku paket, media power point, video ataupun majalah,pendekatan pada proses pembelajaran dengan diskusi kelompok, penyajian materi secara persentasedan melakukan refleksi serta penayajian hasil produk sesaui dengna kemampuan dan minat siswaseperti membuat video, bagan, table, cerita singkat
IMPLEMENTASI YOGA ASANAS TERHADAP PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI UPT SMP NEGERI 1 TELLU LIMPOE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG SULAWESI SELATAN I Dewa Ayu Wahyuni
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4537

Abstract

Pada saat Peneliti melakukan observasi, permasalahan di SMP Negeri 1 Tellu Limpoe, adabeberapa hal yang melandasi dalam penulisan karya tulis peneliti. Peneliti akan menganalisis tentang“Implementasi Yoga Asanas terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Peserta didik di UPTSMPNegeri 1 Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan”. Oleh karena itu,melalui pelaksanaan Yoga Asanas dapat menguatkan pendidikan karakter peserta didik, gerakanlatihan yang dilakukan pada saat ekstra seperti gerakan asanas, gerakan surya namaskar, danpranayama. Yoga Asanas diikuti bukan saja peserta didik bergama Hindu, melainkan peserta didiknon-Hindupun ikut bersama-sema, karena manfaat yoga adalah untuk kesehatan jasmanai dan rohani.Jenis penelitian yang diguanakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif Beberapa metodeyang digunakan dalam pengumpulan data yakni; wawancara, observasi, dokumentasi, penelitibermaksud memahami penguatan karakter peserta didik melalui kegiatan Yoga Asanas. Subjekpenelitian peserta didik utamanya yang beragama Hindu. Penelitian ini membahas tentangImplementasi Yoga Asanas terhadap Penguatan Pendidikan Karakter Peserta didik di UPTSMPNegeri 1 Tellu Limpoe. Hasil penelitian akan menemukan bentuk Yoga dan implementasinyaYoga untuk penguatan karakter peserta didikdi SMP Negeri 1 Tellu Limpoe
PERAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DI UPT SDN 4 AMPARITA Eka Putra Utama
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4544

Abstract

Peneliti melakukan observasi pada lokasi penelitian, permasalahan di UPT SDN 4 Amparitaterdapat dalam penggunaan bahasa kedaerahan masih sangat kental, sehingga dalam menyampaikanpembelajaran dengan bahasa baik dan benar siswa kurang memahami apa yang dikomunikasikan olehguru, dan dari tingkat emosional/kesehatan mental siswa masih perlu mendapatkan bimbingan dariguru dan lingkungan, peneliti akan menganalisis, peran komunikasi dalam pembelajaran pendidikanagama Hindu dan budi pekerti di UPT SDN 4 Amparita.Proses pembelajaran di sekolah merupakankegiatan yang sangat penting dan memerlukan komunikasi verbal dan non verbal dalam peningkatankualitas pendidikan, dimana proses belajar mengajar di harapkan dapat mencapai tujuan pendidikannasional dan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas serta pendidikan yangbermutu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. guru-guru dalam melakukanpembelajaran pendidikan agama dan budi pekerti; 1) terkait jenis komunikasi, guru menggunakandua jenis komunikasi yakni komunikasi verbal dan non verbal. Komunikai verbal merupakankomunikasi yang menggunakan simbol- simbol verbal, baik secara lisan maupun tertulis, Komunikasinon verbal merupakan proses komunikasi dimana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata.2) Penggunaan media pembelajaran sesuai dengan fungsinya yang tepat sangat membantu siswadalam proses belajar mengajar, manfaat media akan memudahkan melalukan interkasi dalam kelas,pengklasifikasian media dalam belajar menyesuaikan tingkat kelas dalam belajar, sehinggatercapinya hasil belajar yang signifikan. 3) Kendala adalah kendala masalah media pembelajaran halini juga dapat disiasati oleh guru dengan memberi contoh-contoh yang ada di sekeliling kita. Kendalayang sulit dihadapi oleh guru adalah minimnya buku ajar, hal ini menjadi kendala yang sangat seriusdalam proses pembelajaran
IMPLEMENTASI AJARAN CATUR PRAMANA DALAM PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA UNTUK MENGUATKAN KARAKTER SISWA SMP NEGERI 1 BANGLI Sekarini, Ni Made
JAPAM (Jurnal Pendidikan Agama) Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/japam.v5i1.4546

Abstract

SMP Negeri 1 Bangli mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang  terdiri dari tiga  giat utama, yakni intrakurikuler, kokurikuer dan ekstrakurikuler. Giat kokurikuler dalam kurikulum ini dilaksanakan dengan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Tujuan penelitian ini adalah agar dapat menuangkan ide dan gagasan tentang penerapan konsep ajaran Catur Pramana di dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila serta penguatan karakter yang timbul dalam aktivitas belajar-mengajat tersebut.menuju terwujudnya profil pelajar Pancasila. Rumusan masalah di dalam penelitian ini adalah (1). Bagaimana implementasi ajaran Catur Pramana dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila untuk menguatkan karakter  siswa  SMP Negeri 1 Bangli? (2). Apa kendala dan upaya yang dilakukan dalam implementasi  ajaran Catur Pramana dalam  projek penguatan profil pelajar Pancasila di SMP Negeri 1 Bangli? (3). Bagaimana dampak  implementasi ajaran Catur Pramana dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila pada karakter siswa  di SMP Negeri 1 Bangli? Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Belajar Bermakna (meaningful learning), teori Humanisme, dan teori Behavioristik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif  dengan pendekatan fenomenologi. Data dan sumber data berupa data primer dan data sekunder.. Data primer diperoleh  dari hasil observasi lapangan dengan purposive sampling, serta dari keterangan-keterangan atau informasi yang diperoleh dari informan melalui wawancara , dan data sekunder  diperoleh dari buku-buku, skripsi maupun jurnal-jurnal yang relevan,  serta  dari  dokumen profil   SMP Negeri 1 Bangli. Pengolahan data dengan teknik Triangulasi, dan teknik penyajian data dengan menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan behwa implementasi metode ilmiah Hindu Catur Pramana di dalam pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila, melalui aktivitas-aktivitas belajarnya dapat menjadi wadah terjadinya interaksi dan kolaborasi antar siswa, guru dan warga sekolah, yang dapat menguatkan karakter siswa SMP Negeri 1 Bangli. Sejatinya karakter baik akan tumbuh dengan aktivitas-aktivitas positif yang dilakukan berulang.        

Page 9 of 12 | Total Record : 112