cover
Contact Name
Ni Nyoman Karmini
Contact Email
ninyomankarmini@gmail.com
Phone
+6281805414585
Journal Mail Official
lppmsaraswatitabanan@gmail.com
Editorial Address
IKIP Saraswati, Jl. Pahlawan No.2 Tabanan, 82113
Location
Kab. tabanan,
Bali
INDONESIA
Suluh Pendidikan: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan
ISSN : 1829894X     EISSN : 26231697     DOI : '10.46444
Core Subject : Education,
Sebagai media informasi ilmiah bidang pendidikan, baik berupa hasil penelitian, maupun kajian pustaka
Articles 424 Documents
IPAS MELALUI METODE STORYTELLING UNTUK MEMBENTUK KESADARAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 4 SD NO. 2 TUBAN Mahardika, I Gede Agus; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) melalui metode storytelling guna membentuk kesadaran sosial dan lingkungan siswa kelas 4 SD No. 2 Tuban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa storytelling secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep IPAS, serta menanamkan nilai-nilai karakter terkait kepedulian sosial dan lingkungan. Siswa menjadi lebih reflektif dan kritis dalam mengaitkan isi cerita dengan fenomena di sekitar mereka. Selain itu, wawancara dengan guru dan siswa mengungkapkan bahwa metode ini meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya storytelling sebagai strategi inovatif dalam pendidikan karakter. Guru disarankan untuk mengintegrasikan metode ini dalam pembelajaran IPAS dengan mempertimbangkan relevansi cerita terhadap konteks sosial dan lingkungan siswa. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengukur dampak storytelling pada jenjang pendidikan dan mata pelajaran lainnya.
INOVASI PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS OUTDOOR LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERLIBATAN DAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA KELAS VI SD NEGERI 2 MENGESTA Utami, Luh Ketut Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.942

Abstract

Sosial (IPAS) berbasis outdoor learning dalam meningkatkan keterlibatan dan pengalaman belajar siswa kelas VI di SD Negeri 2 Mengesta. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk memastikan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode outdoor learning mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, baik dari aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Siswa lebih aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, dan mengeksplorasi lingkungan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Selain itu, pengalaman belajar siswa menjadi lebih bermakna karena mereka dapat melihat langsung fenomena yang dipelajari di kelas. Pembelajaran berbasis pengalaman ini juga berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa. Studi ini merekomendasikan penerapan outdoor learning sebagai strategi inovatif dalam pembelajaran IPAS untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
PERAN PENDEKATAN SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, AND SOCIETY (SETS) DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK ME NINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 BUWIT Sugiani, Ni Kadek Ari; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.943

Abstract

Pendekatan Science, Environment, Technology, and Society (SETS) merupakan strategi pembelajaran yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan isu-isu lingkungan, perkembangan teknologi, dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa kelas 6 SD Negeri 2 Buwit. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan SETS mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep lingkungan, mendorong partisipasi aktif dalam pembelajaran, serta menumbuhkan perilaku ramah lingkungan, seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan SETS dalam pembelajaran IPAS dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kesadaran lingkungan siswa sejak dini. Oleh karena itu, diharapkan para pendidik dapat mengimplementasikan pendekatan ini secara lebih luas dalam kurikulum sekolah dasar guna mendukung pendidikan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK (PROJECT-BASED LEARNING) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPAS SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 PANGKUNG KARUNG Tistari, Ni Komang Sri Wahyu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.944

Abstract

Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL) merupakan model pembelajaran inovatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam penyelesaian proyek yang autentik dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi PjBL dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), menganalisis dampaknya terhadap pemahaman konsep siswa, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang dalam penerapannya di sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus di SD Negeri 1 Pangkung Karung. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL mampu meningkatkan pemahaman konsep IPAS siswa secara signifikan, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta memperkuat kolaborasi antar siswa. Tantangan utama dalam implementasi PjBL meliputi kesiapan guru, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan akan waktu yang lebih fleksibel dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, rekomendasi penelitian ini menekankan pada pentingnya pelatihan bagi guru, penyediaan sarana pembelajaran yang mendukung, serta fleksibilitas dalam penyusunan kurikulum guna mengoptimalkan efektivitas PjBL dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
DAMPAK PEMBELAJARAN IPAS BERBASIS LITERASI DIGITAL TER- HADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN PROBLEM SOLVING SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 NYAMBU Nurtini, Ni Luh Putu; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.945

Abstract

Pembelajaran berbasis literasi digital telah menjadi pendekatan inovatif dalam dunia pendidikan, terutama dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis literasi digital terhadap kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Nyambu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi literasi digital dalam pembelajaran IPAS mampu meningkatkan keterlibatan siswa, memperkuat kemampuan analitis mereka dalam memahami permasalahan, serta mendorong mereka untuk mengembangkan solusi yang lebih kreatif dan sistematis. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kolaboratif, sehingga siswa lebih termotivasi dalam menyelesaikan tugas akademik mereka. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital bukan hanya alat bantu pembelajaran, tetapi juga strategi yang efektif dalam membentuk pola pikir kritis dan kemampuan problem solving yang lebih baik bagi siswa sekolah dasar.
PENGARUH MEDIA PAWUKON TERHADAP BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KESIUT Sukanti, Ni Wayan Erni; I Putu Suardipa; I Made Sedana
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.946

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan budaya lokal dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Kalender Bali (Pawukon) sebagai media pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kesiut, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Melalui pendekatan pembelajaran berbasis budaya, siswa tidak hanya memahami konsep matematika secara abstrak, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan seharihari dan warisan budaya lokal. Masalah yang diidentifikasi sebelumnya adalah rendahnya pemahaman siswa terhadap pola bilangan sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melibatkan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian prasiklus katagori tinggi ada 5 orang (20%), katagori sedang 8 orang (32%), katagori rendah 5 orang (20%), sangat rendah 7 orang (28%). Hasil penelitian siklus I menunjukkan bahwa pemahaman siswa kategori sangat tinggi 2 orang 8%, katagori tinggi 8 orang (32%), kategori sedang 7 orang (28%), kategori rendah 3 orang (12%), dan kategori sangat rendah 5 orang (20%). Pada siklus II meningkat yang ditunjukkan dari pemahaman pola bilangan siswa kategori sangat tinggi 8 orang (32%), kategori tinggi 13 orang (52%), kategori sedang 2 orang (8%), kategori rendah 2 orang (8%), dan kategori sangat rendah tidak ada. Ketuntasan hasil belajar pada siklus I yang tuntas KKTP ada 10 siswa atau sebesar 40%, sedangkan siswa yang belum tuntas KKTP ada 15 siswa atau sebesar 60%. Siklus II yang tuntas KKTP ada 21 siswa atau sebesar 84%, sedangkan yang belum tuntas KKTP ada 4 siswa atau sebesar 16%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kalender Bali sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM BASED LEARNING) DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VI SDN 3 GUBUG PADA MATA PELAJARAN IPAS Dewi, Ni Nyoman Dian Trisna; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.947

Abstract

Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-Based Learning/PBL) telah terbukti sebagai pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi PBL dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah siswa kelas VI SDN 3 Gubug pada mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa, keterampilan berpikir kritis dan kreatif, serta kerja sama dalam tim. Selain itu, siswa juga menunjukkan pemahaman konsep yang lebih mendalam dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Namun, beberapa tantangan dalam implementasi PBL mencakup kebutuhan waktu yang lebih panjang serta perlunya pelatihan bagi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis masalah secara efektif. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak, termasuk sekolah dan tenaga pendidik, sangat diperlukan agar PBL dapat diterapkan secara optimal. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa PBL merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta keterampilan berpikir siswa di tingkat sekolah dasar.
IMPLEMENTASI METODE INKUIRI BERBANTUAN MEDIA DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR ILMIAH SISWA KELAS 4 SD NEGERI 1 CAU BELAYU Ni Putu Gina Widaswara; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode inkuiri berbantuan media digital dalam pembelajaran IPAS serta dampaknya terhadap keterampilan berpikir ilmiah siswa kelas 4 SD Negeri 1 Cau Belayu. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode inkuiri berbantuan media digital secara signifikan meningkatkan keterampilan berpikir ilmiah siswa, terutama dalam aspek mengajukan pertanyaan, merancang eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menarik kesimpulan berbasis bukti. Media digital, seperti simulasi interaktif dan video pembelajaran, terbukti membantu siswa memahami konsep abstrak secara lebih konkret dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Namun, beberapa kendala seperti keterbatasan akses perangkat digital dan pengelolaan fokus siswa masih menjadi tantangan yang perlu diatasi dengan strategi diferensiasi pembelajaran dan pengelolaan kelas yang lebih terstruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode pembelajaran inovatif berbasis teknologi yang mendukung keterampilan berpikir ilmiah siswa sekolah dasar di era digital.
ANALISIS PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPI LAN INVESTIGATIF SISWA SD KELAS V SD NEGERI 1 KABA KABA Ni Putu Sri Utami; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.949

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Discovery Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) guna mengembangkan keterampilan investigatif siswa kelas V SD Negeri 1 Kaba Kaba. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Discovery Learning meningkatkan keterampilan investigatif siswa, seperti kemampuan merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyajikan hasil investigasi secara sistematis. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan kritis dalam mengeksplorasi materi pembelajaran. Penelitian ini juga menegaskan bahwa metode Discovery Learning efektif dalam membangun pemahaman berbasis pengalaman dan meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian, guru disarankan untuk mengintegrasikan metode ini secara optimal dalam pembelajaran IPAS guna meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar.
INTEGRASI METODE EXPERIENTIAL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS 6 SD NEGERI 2 PENEBEL Ni Wayan Juli Artini; I Ketut Suparya; I Made Ari Winangun
Suluh Pendidikan : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan Vol 23 No 1 (2025): EDISI KHUSUS SULUH PENDIDIKAN : Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan
Publisher : IKIP SARASWATI TABANAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/suluh-pendidikan.v23i1.950

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Experiential Learning dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta dampaknya terhadap pemahaman konsep dan keterampilan sosial siswa kelas VI SD Negeri 2 Penebel. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data yang mendalam melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Experiential Learning mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan. Siswa yang terlibat langsung dalam pengalaman belajar menunjukkan peningkatan dalam menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata, yang tercermin dari hasil tes formatif. Selain itu, metode ini juga berdampak positif terhadap keterampilan sosial siswa, terutama dalam aspek komunikasi, kerja sama, dan empati. Siswa lebih aktif dalam berdiskusi, menghargai pendapat teman, serta berpartisipasi dalam kerja kelompok secara lebih efektif. Temuan ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan aspek kognitif dan sosial peserta didik. Oleh karena itu, metode Experiential Learning dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran inovatif yang dapat diadaptasi dalam berbagai mata pelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan bermakna.