cover
Contact Name
Imam Faizin
Contact Email
imamfaizin@stitpemalang.ac.id
Phone
+6285642806661
Journal Mail Official
imamfaizin@stitpemalang.ac.id
Editorial Address
Jl. D.I. Panjaitan KM. 3, Paduraksa, Pemalang Jawa Tengah 52319
Location
Kab. pemalang,
Jawa tengah
INDONESIA
Al-Miskawaih: Jurnal Prodi PAI STIT Pemalang
Published by STIT Pemalang
ISSN : 27762211     EISSN : 28071794     DOI : https://doi.org/10.58410/al-miskawaih
Al-Miskawaih adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STIT Pemalang, yang memiliki fokus kajian tentang pendidikan dan pengembangan keilmuan pada bidang ilmu Pendidikan Agama Islam pada jenjang pendidikan. Setiap edisi yang diterbitkan, mengangkat tema-tema kajian yang berbeda sesuai dengan isu yang dikembangkan. Jurnal ini sebagai sarana pengembangan Prodi PAI dan publikasi karya ilmiah dosen dan guru serta pemerhati PAI, melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mengacu pada pola pengembangan ilmiah. Al-Miskawaih terbit pada Edisi Mei dan Nopember setiap tahun, di mana masing-masing terbitan dimuat 5 (lima) artikel ilmiah.
Articles 50 Documents
PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN DENGAN METODE TILAWATI PADA SANTRI TPQ AL-ITTIHAD KEDUNGBANTENG KABUPATEN TEGAL Srifariyati; Maskur; Akhmad Khoirul Fatihin
Al-Miskawaih Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-miskawaih.v4i1.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Pembelajaran Membaca Al Qur’andengan menggunakan metode Tilawati pada Santri TPQ Al-Ittihad Kedungbanteng dan untuk mengetahui faktor pendukung serta penghambat dalam Penerapan Metode Tilawati tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif lapangan (field research). Penelitian ini dilakukan di TPQ Al-Ittihad Kedungbanteng Tegal. Sumber datanya adalah santri TPQ Al-Ittihad Kedungbanteng dan para asatidz serta dokumen-dokumen resmi, buku-buku, hasil penelitian yang berwujud laporan dan sebagainya. Tehnik pengambilan datanya melalui Observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah bahwa 1) penerapan metode pembelajaran Tilawati ini dilaksanakan dengan 3 tahap yakni, kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. 2) faktor Pendukung dalam penerapan metode ini adalah Waktu belajar yang intensif, yaitu dari hari senin, selasa, rabu dan kamis dengan alokasi waktu 30 menit membuat siswa dapat memahami bacaan huruf dengan cepat dan tepat, serta adanya kerjasama yang baik antar guru membuat kegiatan ini berjalan lancar. Sedangkan Faktor penghambatnya adalah Kurangnya kesepemahaman antar guru menjadikan kurang efektif, serta serta kurang fahamnya orangtua siswa tentang metode Tilawati.
ANALISIS NILAI KETAUHIDAN PADA KITAB AQIDATUL AWAM DALAM MENINGKATKAN KETAQWAAN DI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL MUBTADI’IN Afifah Aris Minanti; Amir Mukminin; Zamzam Mustofa
Al-Miskawaih Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-miskawaih.v4i1.606

Abstract

The value of monotheism has a big influence on the level of the quality of a person's piety. This cannot be denied in the life of a Muslim, including a santri. Today, there are so many students who ignore the matter of piety which certainly has a big impact on their future lives. In response to this, Islamic boarding schools provide more intensive learning of the value of monotheism through the book Aqidatul Awam written by Sayyid Ahmad Marzuqi. This book is a basic book in learning the value of monotheism for lay people. The purpose of this study is to examine more deeply how the value of monotheism can increase the level of piety of a student so that the true value of monotheism can lead to a better life than before. In the implementation, the researcher uses qualitative research methods. Qualitative research method is a method that prioritizes process and meaning, not results. As for data collection, the researcher used triangulation technique which is a technique by combining observation, interview and documentation techniques. The type of research approach used is a case study conducted at the Hidayatul Mubtadi'in Islamic Boarding School. Meanwhile, the data analysis in this research is inductive which follows the concept of Miles and Huberman. The results obtained are that through learning the value of monotheism in the book of Aqidatul Awam, it can grow one's faith, where this faith has a major influence on the self-taqwa of a santri, especially at the Hidayatul Mubtadi'in Islamic Boarding School, Ponorogo.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN NASIONALISME HASAN AL BANNA Muh. Rifai; Nurochman bin Assayyidi
Al-Miskawaih Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-miskawaih.v4i1.620

Abstract

Abstrak Tujuan Penelitian ini adalah, pertama untuk mengetahui bagaimana pemikiran pendidikan nasinoalisme Hasan al Banna. Kedua, mengetahui bagaimana relevansi pemikiran pendidikan nasionalisme Hasan al Banna dengan Pendidikan Islam. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dengan sumber utama kitab “Risalah at Ta’aaliim” Karya Hasan al Banna yang diterbitkan pada tahun 1938 dan Kitab Majmuu’ah Rasaa’il Imam Asy Syahiid Hasan al Banna, yang diterjemahkan oleh Anis Mata dkk dengan judul, Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin. Data primer dalam penelitian ini adalah data yang berupa kutipan kata-kata, frasa, kalimat pada karya kitab Hasan al Banna. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui analisis tulisan-tulisan Hasan al Banna yang termaktub dalam kitab “Risalah at Ta’aaliim”, setidaknya akan menemukan bagian-bagian penting pemikiran Hasan al Banna tentang pemikiran pendidikan nasionalisme dan relevansinya dengan pendidikan Islam
MODERASI BERAGAMA DALAM PENGAJIAN MAIYAH Aziz Muzayin; Amiroh; Eka Safitri
Al-Miskawaih Vol 4 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/al-miskawaih.v4i1.631

Abstract

Moderasi Beragama sedang hangat dibicarakan sebagai isu strategi nasional saat ini. Hal ini bertujuan untuk menghentikan dampak ekstrimis agama seperti terorisme. Pengajian maiyah yang diasuh oleh Emha Ainiun Nadjib dalam pandangan penulis memenuhi kriteria indikator moderasi beragama; komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penerimaan terhadap tradisi. Artikel ini membahasas tentang moderasi beragama dalam maiyah serta gagasan-gagasan moderasi beragama dalam pengajian maiyah. Dalam penelitin ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif Kata Kunci: Moderasi Beragama, Pengajian Maiyah, Emha
IMPLEMENTASI PERAN ORANG TUA TERHADAP KEMAMPUAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI MI MANSYAUL HUDA DESA SENDANGREJO KECAMATAN TAYU KABUPATEN PATI Srifariyati
Al-Miskawaih Vol 5 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i2.424

Abstract

In 2020 around the world there has been an outbreak of a virus, namely Corona Virus Disease (Covid-19). Teaching and learning activities in schools are disrupted, learning which was initially carried out face-to-face for a while cannot be carried out. To overcome these problems, during the Covid-19 pandemic, every school carried out educational activities with distance learning. In this case, the level of parental cooperation with online programs is very important. Because while online, children spend a lot of time at home. Basically human education starts from the family, the family is the first and foremost place for the formation and education of children. This research is a qualitative research with primary data sources are grade 1 to grade 3 students, parents and teachers of MI Mansyaul Huda Sendangrejo Village Tayu Pati. Data collection techniques by observation, interviews and documentation. This research was conducted from January to September 2021. The results of this study are 1) The process of implementing learning at MI Mansyaul Huda, Sendangrejo Village, Tayu District, Pati Regency is carried out in a combination of online and face-to-face according to regional conditions. During the online learning process, the media used was Whatsapp guided by a subject teacher from home. 2) Efforts taken by parents in independent learning of students at MI Mansyaul Huda, Sendangrejo Village, Tayu District, Pati Regency, namely by giving motivation and praise to children, setting good examples, accompanying children when studying, trying to be friends for children, and coaching with the method of advice and educate through habituation and training. 3) Obstacles faced by parents in shaping the independence of MI Mansyaul Huda students, Sendangrejo Village, Tayu District, Pati Regency, namely environmental influences and the influence of mass media, parental education origin, lazy children, and parents who spoil their children too much.
KEDISIPLINAN IBADAH SHOLAT BERJAMAAH LIMA WAKTU SISWA SMK ISLAM MEDIKA BANTARBOLANG Athiyallah, Arina
Al-Miskawaih Vol 5 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i2.517

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kedisiplinan sholat berjamaah lima waktu siswa SMK Islam Medika Bantarbolang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kedisiplinan sholat berjamaah siswa di SMK Islam medika Bantarbolang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Hasil penelitian yang penulis lakukan menunjukan bahwa kedisiplinan siswa SMK Islam Medika Bantarbolang kelas XI FKK tahun ajaran 2022/2023 sudah cukup disiplin waktu dalam melaksanakan ibadah sholat dhuhur berjamaah di sekolah. Namun untuk kedisiplinan ibadah sholat berjamaah di luar sekolah masih kurang disiplin karena kebanyakan siswa melaksanakan ibadah sholat lima waktu tidak dengan berjamaah. Adapun siswa juga sudah cukup disiplin perbuatan dalam melaksanakan kegiatan pembiasaan sholat dhuhur berjamaah di sekolah dengan tenang dan tertib.Faktor-faktor yang mempengaruhi hal tersebut antara lain; pembiasaan ibadah sholat berjamaah di sekolah, perintah orang tua siswa untuk melaksanakan ibadah sholat berjamaah, ajakan orang tua untuk melaksanakan ibadah sholat berjamaah, hukuman, lingkungan teman siswa, dan pengetahuan siswa mengenai hukum, hikmah dan keutamaan ibadah sholat berjamaah.
INTEGRASI SAINS, DAN AGAMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM: PENDEKATAN DIALEKTIKA Salma, Salma Selfiyana18
Al-Miskawaih Vol 5 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i2.921

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi adanya persoalan-persoalan yang muncul mengenai sains dan agama. Bahwasanya sains dan agama adalah dua hal yang memiliki perbedaan namun juga memiliki beberapa beberapa persamaan dalam beberapa sisi. Dari persoalan mengenai sains dan agama, mendorong adanya integrasi sains dan agama. Integrasi adalah proses penyatuan hingga membentuk satu kesatuan yang utuh. Bentuk integrasi disini bukan berarti menghilangkan salah satu dari keduanya, namun penyatuan disini adalah bentuk penyatuan untuk melihat bahwasanya sains dan agama tidak selamanya bertentangan namun juga memiliki sisi persamaan yang dapat saling melengkapi. Dua hal ini dapat berjalan beriringan sesuai dengan peranannya masing-masing. Diskursus dialektika agama dan sains, pada dasarnya telah banyak dimunculkan oleh para pemikir dan kaum filsuf, khususnya dari kalangan pemikir Barat. Dialektika ilmu dan agama menjadi bagian dari integrasi ilmu dan agama. Pengaruh integrasi ilmu dan agama adalah sebagai dua komponen yang saling mempengaruhi dan memiliki pran masing –masing sesuai dengan peran dan kegunaannya.
MEMAHAMI TASAWUF DAN IMPLEMENTASINYA DI ZAMAN MODERN Afifuddin Ahmad, Amirul Bakhri
Al-Miskawaih Vol 5 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i2.932

Abstract

Pemahaman terhadap ilmu tasawuf masih banyak yang menghindarkan dari kehidupan keduniaan, bahkan ketika dunia saat ini berkembang menjadi zaman yang modern. Tulisan dalam penelitian ini ingin menunjukkan bahwa ilmu dan praktek tawasuf dalam diimplementasikan dan diintegrasikan dalam dunia modern kekinian. Zaman yang semakin modern dengan berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi yang muncul, ternyata banyak menimbulkan problematika yang terjadi. Mengimplementasikan ilmu tasawuf yang diintegrasikan dengan dunia modern kekinian, menjadi solusi dari berbagai macam masalah yang timbul dari perkembangan zaman yang semakin modern. Hal ini akan membuka wawasan bersama, bahwa ilmu tasawuf tetap relevan dan menjadi straightpoint solusi dari permasalahan kehidupan modern.
PEMIKIRAN SYEKH NAWAWI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN MORAL DI ERA DISKRUPSI 5.0 Muhammad Zaenuri, Maragustam
Al-Miskawaih Vol 5 No 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i2.965

Abstract

Islamic education has a central role in the moral formation of mankind. The thoughts of Muslim figures such as Sheikh Nawawi Al-Bantani need to be presented in answering various challenges in the world of Islamic education, especially in moral education. This article discusses Sheikh Nawawi al-Bantani's thoughts on education in Islam and its relevance in the context of education in the era of disruption 5.0. According to Sheikh Nawawi, education plays a significant role in shaping human behavior, both spiritually and morally. Education, in the Islamic concept, includes three important terms: ta'lim, tarbiyah, and ta'dib, which reflect the transfer of knowledge, moral upbringing, and moral formation, respectively. This thinking is relevant to education in the 5.0 era, where technology must be used as a tool to shape character, not as a goal. The concept of ta'lim, which includes the transformation of knowledge and moral values, remains relevant in digital education. In addition, the concept of tarbiyah which emphasizes nurturing and moral growth, as well as ta'dib which focuses on the formation of morals, must still be considered in the midst of technological advances. Islamic education based on moral and spiritual values, as taught by Sheikh Nawawi, has great relevance for creating intellectually competent individuals with noble character in the midst of changing times.Keywords: Nawawi al-Bantani, Islamic Education, Era of Disruption 5.0.
Minat Belajar Mahasiswa Dimasa Pandemi Covid-19 Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa saepul mustakim, usep
Al-Miskawaih Vol 5 No 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58410/.v5i1.395

Abstract

The Teaching and learning activities during this pandemic are expected to be carried out well with optimal learning outcomes. The purpose of this study was to find out how much interest in student learning during the covid-19 pandemic was on student learning outcomes in the hope of increasing their learning outcomes. The method used in this research is a quantitative approach where the data is obtained by statistical tests assisted by the SPSS for windows application. The data was accumulated and analyzed by regression analysis so that after statistical calculations, a score of 61.70% was obtained, of which a value of that size could be interpreted quite well or it could be said that the learning outcomes were quite good and the student's interest in learning was also quite good.