cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
PENINGKATAN KELARUTAN EKSTRAK LADA (Piper nigrum L.) DALAM AIR DAN KARAKTERISASINYA Alaris Darasito Damanik; Ricky Johanes Hutagaol; Fitriyani Fitriyani; Adang Firmansyah; Wiwin Winingsih
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.473 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i1.139

Abstract

Ekstrak lada mengandung banyak senyawa kimia yang memiliki aktivitas farmakologi, salahsatu senyawa dominannya yaitu piperin. Pemanfaatan ekstrak lada sebagai obat terkendalamasalah kelarutannya yang rendah dalam air. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkankelarutan ekstrak lada dalam air dengan metode penggaraman menggunakan NaOCH3 atauNaOH dengan variasi perbandingan mol. Hasil sintesis diuji kelarutan dengan spektrofotometerUV-Vis dan gravimetri, uji stabilitas terhadap asam dan basa dan lama penyimpanan sertakarakterisasi dengan KLT, Spektrofotometer UV-Vis, dan FTIR. Ekstrak lada yang disintesismenggunakan NaOCH3 memiliki rendemen yang lebih baik daripada menggunakan NaOH yaitu14,8 %. Hasil sintesis dengan NaOCH3 dengan perbandingan mol 2:1 memiliki rendemen yangpaling baik yaitu 19,15%. Ekstrak lada yang disintesis dengan NaOCH3 dengan perbandinganmol 2:1 mengalami peningkatan kelarutan sebanyak 6,8 kali dan memiliki stabilitas yang baikpada kondisi asam dan basa serta lama penyimpanan. Hasil karakterisasi dengan KLT danSpektrofotometri UV-Vis menunjukkan polaritas garam hasil sintesis meningkat dan terjadinyahipsokromik. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan hilangnya gugus fungsi –CHalkana, –C=C dan terbentuknya gugus fungsi –C=O pada hasil sintesis.Kata kunci : ekstrak lada, piperin, kromatografi lapis tipis, spektrofotometri uv-vis, fouriertransform infrared.
PENINGKATAN KELARUTAN ETIL p-METOKSISINAMAT DENGAN PEMBENTUKAN KOKRISTAL MENGGUNAKAN METODE SOLVENT EVAPORATION DAN KOFORMER UREA Rachmaniar, Revika; Tristiyanti, Deby; Triyadi, Fakhri Humaidi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.246 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v9i2.142

Abstract

Etil p-metoksisinamat (EPMS) merupakan isolat dengan persentase terbesar pada kencur (Kampferia galanga), tetapi sifatnya yang sukar larut air menyebabkan keterbatasan pada disolusi dan bioavailabilitas. Bioavailabilitas yang terbatas mengakibatkan aktivitas farmakologi yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kelarutan EPMS dalam air perlu ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan EPMS melalui pembentukan kokristal menggunakan metode solvent  evaporation dan koformer urea. EPMS dan urea dengan perbandingan 1:1, 1:2, 1:3, dan 2:1 dilarutkan dalam etanol kemudian diuapkan. Kokristal EPMS-urea yang diperoleh dikarakterisasi menggunakan mikroskop digital, High Performance Liquid Chromatography (HPLC), spektrofotometer Fourier Transform Infrared (FT-IR), Powder X-Ray diffraction (PXRD), dan uji kelarutan di dalam air. Hasil penelitian menunjukkan kokristal EPMS-urea terbentuk akibat terjadinya ikatan hidrogen dan mengalami penurunan ukuran partikel, penurunan kristalinitas, dan peningkatan kelarutan. Kadar EPMS dalam sistem kokristal sebesar 91 – 106%. Peningkatan kelarutan kokristal EPMS-urea 1:1, 1:2, 1:3, 2:1 dalam air secara berturut-turut sebesar 1,5; 1,6; 1,2; 1,3 kali dibandingkan dengan EPMS. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kokristal EPMS-urea menggunakan solvent evaporation berhasil terbentuk dan mengalami peningkatan kelarutan dalam air hingga 1,6 kali-nya pada perbandingan kokristal EPMS-urea 1:2.Kata kunci: etil p-metoksisinamat, urea, kokristal, solvent evaporation.
TEKNESIUM-99m METOKSI ISOBUTIL ISONITRIL (99mTc-MIBI) SEBAGAI SEDIAAN UJI TAPIS PENYAKIT JANTUNG KORONER PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Hanafiah - Wangsaatmadja; Budi - Darmawan; Basuki - Hidayat
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.494 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v1i2.20

Abstract

AbstrakTelah dilakukan proses difusi teknologi dan pemanfaatan sediaan radiofarmasi Teknesium-99m Metoksi Isobutil Isonitril (99mTc-MIBI) untuk deteksi penyakit jantung koroner (PJK) pada beberapa penderita kencing manis (Diabetes Mellitus, DM). Sediaan MIBI disiapkan dalam bentuk kit cair, terdiri dari dua formula terpisah dan disiapkan sebagai sediaan yang memenuhi persyaratan farmasetika. Evaluasi biologis dilakukan pada tikus putih untuk melihat rasio distribusi penimbunan sediaan di jantung terhadap organ sekitarnya, sedangkan uji tapis PJK pada beberapa penderita DM dilakukan dengan elektrokardiografi (EKG), dan sidik perfusi miokard (SPM) menggunakan Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) dengan 99mTc-MIBI. Dari 24 subjek penelitian, 17 orang (71%) data SPM mengindikasikan kelainan miokard dan 7 orang dalam kondisi normal, sedangkan dari data EKG hanya 2 orang (8%) yang kemungkinan terindikasi PJK, 21 orang normal, dan 1 orang meragukan (equi-vocal). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPM memberikan prospek sebagai moda uji tapis yang dapat diunggulkan untuk memperbaiki penatalaksanaan PJK, dan bisa dijadikan modalitas pendeteksi lebih dini, khususnya pada penderita DM. Kata Kunci : MIBI, Diabetes Mellitus, PJK, EKG, SPM. AbstractTechnology diffusion and the application of Technetium-99m Methoxy Isobutyl Isonitrile (99mTc-MIBI) for detection of coronary artery diseases (CAD) has been carried out in patients with diabetes mellitus (DM). MIBI was prepared in the form of liquid phase radiopharmaceutical kit, consisting of two separated formulas with the pharmaceutical requirements. Biological test was performed on rat to evaluate the accumulation of the radiopharmaceutical in heart compared with the surrounding organ, while the screening test of CAD on several diabetic patients has been carried out using electrocardiograph (ECG) and myocardial perfusion imaging (MPI) performed with Single Photon Emission Tomography (SPECT) using 99mTc-MIBI. From the 24 research subjects, the MPI data indicate 17 people (71%) showed myocardial defect and 7 people in normal conditions, while the ECG data indicate only two people (8%) showed abnormalities, 21 people in normal conditions, and one person stated still doubted (equi-vocal). The result showed that MPI is clearly emerging as a valuable/screening tool for improving management of coronary artery disease, and become an early detection modality, especially in patients with diabetes mellitus. Keywords : MIBI, Diabetes Mellitus, CAD, ECG, MPI.
PROFIL DISOLUSI TABLET IBUPROFEN MENGGUNAKAN VARIASI DISINTEGRAN SHEFFIELDTM TABLETTING SYSTEM DTHV, SHEFFIELDTM TABLETTING SYSTEM DTFD, DAN AVICEL PH 102 Revika - Rachmaniar; Dradjad - Priambodo; Maulana - Hakim
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.14 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i1.23

Abstract

 AbstrakIbuprofen merupakan zat aktif yang memiliki khasiat sebagai analgesik, antipiretik, mengobati gejala rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan dysmenorrhea. Penelitian tentang formulasi tablet ibuprofen bertujuan untuk memperoleh sediaan tablet ibuprofen menggunakan disintegran SheffieldTM Tabletting System DTHV dan DTFD dengan metode kempa langsung yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dan United States Pharmacopeia. Tablet ibuprofen dibuat dengan metode kempa langsung menggunakan SheffieldTM Tabletting System DTHV dan DTFD serta Avicel PH 102 sebagai disintegran pembanding dengan variasi konsentrasi masing-masing disintegran sebesar 50%, 55%, dan 60%. Evaluasi tablet meliputi keseragaman bobot, diameter, ketebalan, kekerasan, friabilitas, keseragaman kadar, dan disolusi. Pengujian disolusi in vitro menggunakan alat disolusi tipe II (dayung) dengan medium larutan dapar fosfat (pH 7,2). Hasil pengujian waktu hancur dan disolusi tablet menunjukkan bahwa pada tablet ibuprofen yang menggunakan SheffieldTM Tabletting System DTHV memiliki waktu hancur dan zat aktif terlarut yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dan United States Pharmacopeia. Kata Kunci: Avicel PH 102, Disintegran, SheffieldTM Tabletting System DTFD, SheffieldTM Tabletting System DTHV, Tablet Ibuprofen. AbstractIbuprofen is the active substance which has properties as an analgesic, antipyretic, treat the symptoms of rheumatoid arthritis, osteoarthritis, and dysmenorrhea. Research on ibuprofen tablet formulation has aims to obtain tablets of ibuprofen using SheffieldTM Tabletting System DTF D and DTHV by direct compression method that meets the requirements of the Indonesian Pharmacopeia and the United States Pharmacopeia. Ibuprofen tablets prepared by direct compression method using SheffieldTM Tabletting System DTFD and DTHV and Avicel PH 102 as well as the comparison disintegrant with the variation of the concentration. The concentration of each disintegrant are 50%, 55%, and 60%. Evaluation of tablets include weight uniformity, diameter, thickness, hardness, friability, content uniformity and dissolution. In vitro dissolution test using a dissolution type II (paddle) with phosphate buffer solution medium (pH 7.2). Tablet disintegration and dissolution testing results show ibuprofen tablet that use SheffieldTM Tabletting System DTHV has disintegration time and active substance dissolved meet the requirements of the Indonesian Pharmacopeia and the United States Pharmacopeia.  Keyword: Avicel PH 102, Disintegrant, Ibuprofen tablet, SheffieldTM Tabletting System DTFD, SheffieldTM Tabletting System DTHV.
ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN SISIK NAGA DENGAN METODE TOLERANSI GLUKOSA Lisma - Yanti; Yuwidia Rise Brasiska; Aang - Hanafiah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.181 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i1.24

Abstract

AbstrakDaun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.) telah digunakan secara empiris oleh masyarakat Bengkulu untuk mencegah beberapa penyakit termasuk penurunan kadar gula darah (antihiperglikemia). Pada penelitian ini telah dilakukan uji aktivitas antihiperglikemia ekstrak etanol hasil maserasi daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.) pada mencit jantan jenis Swiss Webster dengan metode toleransi glukosa. Hewan uji dibagi kedalam 5 kelompok percobaan, yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi glukosa 2 g/Kg BB, kelompok kontrol positif yang diberi glibenklamida 0,65 mg/Kg BB, kelompok dosis 1, dosis 2, dan dosis 3 yang diberi ekstrak etanol daun sisik naga dengan dosis masing-masing 0,3 g/Kg BB; 0,45 g/Kg BB, dan 0,6 g/Kg BB. Penurunan kadar glukosa darah yang paling baik ditunjukkan oleh kelompok dosis 1 dengan persentase penurunan sebesar 31,57%. Dari hasil pengolahan data ANOVA dan uji LSD pada menit ke 30, 60, dan 120 setelah pemberian ekstrak secara oral, kelompok dosis 1 memberikan efek antihiperglikemia paling baik dibandingkan kelompok dosis 2 dan 3. Kata kunci: Ekstrak daun sisik naga (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl.), Antihiperglikemia, Metode toleransi glukosa.AbstractDragon scale leaf (Drymoglossum piloselloides (L.) Presl) have been empirically used by the Bengkulu people to prevent several disease, including decreased blood sugar level (antihyperglycemia. In this study, the antihyperglycemia test were conducted on male Swiss Webster mice using glucose tolerance method. That animals were divided into 5 experimental groups: negative control group that were given glucose 2 g/Kg BW, positif control group that were glibenclamide 0.65 g/Kg BW, the group of dose 1, dose 2, and dose 3 that were given the ethanol extract of dragon scale leaf with each dose of 0.3 g/Kg BW; 0.45 g/Kg BW; and 0,6 g/Kg BW. The results showed that ethanol extract of dragon scale leaf can lowering the blood sugar level, and it was demonstrated that the dose 1 gave the best antihyperglicemic activity with the percentage of 31.75%. From the processing data by using ANOVA and LSD test, the best antihyperglycemic activity was showed by the dose group 1 periodic ttime of 30, 60, and 120 minutes after oral administration of extract than group dose 2 and dose 3.  Keywords: Dragon scale leaf extract, Antihyperglycemic, Glucose tolerance method.
ANALISIS SPOT TEST BAHAN KIMIA OBAT SILDENAFIL SITRAT PADA SEDIAAN JAMU Putri Yuniar Saraswati; Haruman - Kartamihardja; Adang - Firmansyah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.077 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v1i2.18

Abstract

AbstrakHingga saat ini penggunaan bahan kimia obat pada sediaan jamu masih banyak ditemukan di pasaran. Salah satu senyawa kimia adalah sildenafil sitrat yang sering digunakan pada jamu penambah stamina. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pereaksi yang cepat dan spesifik untuk menguji sildenafil sitrat dalam sediaan jamu. Uji spot test dilakukan terhadap sildenafil sitrat murni dan sediaan jamu yang ditambahkan sildenafil sitrat dengan menggunakan beberapa pereaksi kima. Hasil positif terhadap sildefanil ditunjukkan oleh pereaksi campuran alizarin dengan kobalt nitrat dengan berubahnya warna zat uji dari merah tua ke kuning. Dari hasil pengujian juga diketahui campuran pereaksi ini cukup sensitif untuk mendeteksi adanya sildenafil sitrat dalam jamu dengan batas konsentrasi 0,3% b/b. Kata Kunci : Spot test, Sildenafil sitrat, Jamu, Alizarin, Kobalt nitrat. AbstractUntil now the use of chemicals in the preparation of herbal drugs are still commonly found on the market. Sildenafil citrate is one of the chemical compound that often used in herbal medicine for stamina enhancer. This study aimed to obtain fast and specific reagents to test sildenafil citrate in herbal preparations. Spot test method was carried out on pure of sildenafil citrate and sildenafil citrate added in herbal medicine by using several test reagents. Positive results on the existence of sildefanil can be shown by alizarin reagent mixture with cobalt nitrate with color change from red to dark yellow. From the results also known that this reagent mixture was sensitive enough to detect the presence of sildenafil citrate in herbal medicine with a concentration limit of 0.3% w/w. Keywords: Spot test, Sildenafil citrate, Herbal medicine, Alizarin, Cobalt nitrate.
UJI AKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL BIJI TERATAI PUTIH (Nymphaea pubescens Willd) TERHADAP MENCIT DENGAN METODE TRANSIT INTESTINAL Tri - Wahyuni; Saeful - Hidayat; Tedjo - Narko
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.765 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v1i2.19

Abstract

AbstrakTelah dilakukan uji aktivitas antidiare ekstrak etanol biji teratai putih (Nymphaea pubescens Willd) terhadap mencit putih jantan galur swiss webster dengan metode transit intestinal. Dari hasil karakterisasi simplisia biji teratai putih diperoleh kadar abu total (3,83%), kadar abu tidak larut asam (2,90%), kadar abu larut air (0,80%), susut pengeringan (9,42%), kadar sari larut etanol (3,86%), kadar sari larut air (20,48%), dan kadar air (9,99%). Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya senyawa alkaloid, fenolat, tanin, flavonoid, monoterpen & seskuiterpen, steroid & triterpenoid, kuinon, serta saponin. Hasil pengukuran panjang marker terhadap panjang usus (rasio) setelah t = 65 menit menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji teratai putih memiliki aktivitas antidiare pada variasi dosis yaitu dosis 0,52 mg/20 g BB; 0,585 mg/20 g BB; 0,65 mg/20 g BB; 0,715 mg/20 g BB dan 0,78 mg/20 g BB. Kesimpulan, semakin besar dosis ekstrak etanol biji teratai putih menghasilkan aktivitas antidiare yang semakin kuat. Kata Kunci: Biji teratai putih, Antidiare, Metode transit intestinal. AbstractAnti-diarrheal activity of ethanol extract of the white lotus seeds (Nymphaea pubescens Willd) has been tested on swiss webster mice by using intestinal transit method. From the characterization of white lotus simplicia showed that total ash content of 3.83 %, acid insoluble ash content 2.90 %, water soluble ash content 0.80 %, drying shrinkage 9.42 %, levels of ethanol soluble extract 3.86 % , the levels of water -soluble extract 20.48%, and water content of 9.99 %. The results of the phytochemical screening showed the presence of alkaloid, phenolic, tannin, flavonoid, monoterpene and sesquiterpen, steroid and triterpenoid, quinone, and saponin. The measurement the length of the marker on intestinal length (rasio) after 65 minutes showed that the ethanol extract of the white lotus seeds have antidiarrheal activity at variaous dose of 0.52 mg/20 g BW; 0,585 mg/20 g BW, 0.65 mg/20 g BW; 0.715 mg/20 g BW, and 0.78 mg/20 g BW. Conclusion, the greater the dose of ethanol extracts of white lotus seeds will be producing a stronger antidiarrheal activity. Keywords: White lotus seeds, Anti-diarrheal, Intestinal transit method.
PENETAPAN KADAR LIKOPEN DARI BEBERAPA BUAH BERDAGING MERAH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI Deby - Tristiyanti; Syarif - Hamdani; Dian - Rohita
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.061 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i1.25

Abstract

AbstrakLikopen adalah senyawa karotenoid yang mempunyai khasiat sebagai antioksidan dan memberikan warna merah pada beberapa buah dan sayuran, diantaranya tomat, semangka dan jambu biji merah. Likopen diduga terdapat pada buah lain yang berwarna merah seperti arben. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar likopen dalam buah semangka, jambu biji merah dan arben dengan metode spektrofotometri visible. Analisis kualitatif dilakukan dengan membandingkan spektrum sampel dengan standar. Kadar likopen diukur pada panjang gelombang 472 nm dengan metode pengukuran adisi standar. Dari hasil penelitian ini diperoleh kadar likopen dalam buah semangka adalah 33 mg/100 g, jambu biji adalah 7,5 mg/100 g dan buah arben adalah 9 mg/100 g. Kata kunci: Likopen, Semangka, Jambu biji, Arben, Metode Spektrofotometri, Metode Adisi Standar. AbstractLycopene is a carotenoid that has antioxidant properties and imparts the red pigment in some fruits and vegetables, including in tomatoes, watermelon and red guava. Lycopene also allegedly contained in other red fruits such as arben. Study was performed with visible spectrophotometric method to determine lycopene in watermelon, red guava and arben. Spectrum of sample was compared with standar for qualitative analyzed. Measurement of lycopene level had been done with standard addition method at maximum wavelengths of 472 nm. 33 mg/100g lycopene contain in watermelon, 7,5 mg/100g lycopene contain in red guava and 9 mg/100g contain in arben was result from this study.  Keywords: Lycopene, Watermelon, Guava, Arben, Spectrophotometric Method, Standard Addition Method.
GAMBARAN PENGETAHUAN STUNTING PADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS CIJAGRA LAMA Sari, Nia Kurnia; Ismayadi, Pupung; Fauzi, Novi Irwan; Gindani, Jeanice Fitria
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.256 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i1.170

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis khususnya pada 1.000 hari pertama kehidupan sehingga anak menjadi sangat pendek pada usianya.   Data Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun 2019 menunjukkan bahwa Kecamatan Lengkong memiliki prevalensi tertinggi persentase balita stunting sebesar 14,35%, sebanyak 390 balita. Kecamatan Lengkong termasuk wilayah binaan Puskesmas Cijagra Lama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan stunting pada ibu hamil dan ibu menyusui di Puskesmas Cijagra Lama. Penelitian menggunakan metode cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 98 orang ibu hamil dan 90 orang ibu menyusui. Pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan, membagikan brosur edukasi, kemudian data dianalisa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan stunting pada responden ibu hamil sebelum diberikan penyuluhan dengan kategori baik, cukup, dan kurang adalah 28%, 60%, dan 12%. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan kategori baik, cukup dan kurang  menjadi 72%, 25%, dan 3%. Tingkat pengetahuan responden ibu menyusui sebelum diberikan penyuluhan, kategori baik, cukup dan kurang adalah  47%, 40%, dan 13%. Setelah diberikan penyuluhan terjadi peningkatan kategori baik, cukup dan kurang menjadi 82%, 17%, dan 1%. Kesimpulan : Pemberian informasi dan edukasi memberikan dampak baik pada ibu hamil dan ibu menyusui.
BIODEGRADASI LIMBAH METANOL DENGAN MENGGUNAKAN RAGI Trichosporon sp. UICC-S41111 Syarif - Hamdani; Basuki - Hadi; Ferro - Subhan
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.316 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v2i1.21

Abstract

AbstrakLimbah metanol merupakan salah satu masalah pencemaran lingkungan hidup yang memerlukan penangan serius. Pada penelitian ini telah dilakukan biodegradasi limbah metanol dengan menggunakan ragi Trichosporon sp. UICC-S41111. Biodegradasi dilakukan dengan mencampurkan sejumlah limbah dengan suspensi biakan Trichosporon sp. UICC-S41111 yang disertai proses aerasi pada pH 6,0 dengan variasi penambahan pepton. Hasil penelitan menunjukkan bahwa Trichosporon sp. UICC-S41111 memiliki kemampuan untuk mendegradasi limbah metanol dengan penurunan nilai COD sebesar 86,8-88,7 % pada proses biodegradasi selama 4 hari. Dari hasil penelitian juga dapat diketahui bahwa penambahan pepton dapat meningkatkan kemampuan Trichosporon sp. UICC-S41111 dalam mendegradasi limbah metanol. Nilai COD dengan penambahan pepton (18.491,5 mg O2/L) menunjukkan penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan biodegradasi tanpa penambahan pepton (21.543,5 mg O2/L). Kata Kunci: Biodegradasi, Limbah Metanol, Ragi Trichosporon sp. UICC-S41111 AbstractMethanol sewage is one of the environmental contamination problems that need serious handling. In this research, biodegradation of methanol sewage with Trichosporon sp. UICC-S41111 has been done. Biodegradation was done by mixing amount of sewage with Trichosporon sp. UICC-S41111 culture suspension with aeration process at pH 6 with peptone adding variation. The result of this research showed that Trichosporon sp. UICC-S41111 had ability to degrade methanol sewage with decreased COD value 86.8-88.7 % in the biodegradation process for 4 days. The result showed that peptone addition could increase the ability of Trichosporon sp. UICC-S41111 to degrade methanol sewage. COD values with the addition of peptone (18491.5 mg O2 / L) showed a significant decrease compared to biodegradation without the addition of peptone (21543.5 mg O2 / L).  Keywords: Biodegradation, Methanol Sewage, Trichosporon sp. UICC-S41111

Page 2 of 13 | Total Record : 130