cover
Contact Name
Nur Asni Setiani
Contact Email
nur.asni@stfi.ac.id
Phone
+6285718360277
Journal Mail Official
jurnal@stfi.ac.id
Editorial Address
Gedung 1 Kampus Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia Jl. Soekarno Hatta no. 354 (Parakan Resik) Bandung, 40266 West Java, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi Indonesia
ISSN : 23032138     EISSN : 2830201X     DOI : http://dx.doi.org/10.58327/jstfi
Core Subject : Health, Science,
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA (P-ISSN: 2303-2138) is open access and peer-reviewed (double-blind) Scientific Journal that publishes all research articles/reviews/ short communication related to the pharmacy research. The focus of JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA is to publish articles in pharmacy. Scope of this journal are: 1. Pharmacology, 2. Pharmaceutical biology, 3. Pharmacy, 4. Pharmaceutical chemistry, 5. Community pharmacy, 6. Biotechnology and biomolecular sciences.
Articles 130 Documents
PENGARUH PEMBERIAN KOMPONEN PEMBENTUK GEL DAUN CINCAU HITAM (Mesona palustris B.L) TERHADAP PENURUNAN BERAT BADAN MENCIT Deswati, Dytha Andri; Anggraeni, Rina; Santika, Candha Widiya
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.535 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i2.179

Abstract

Komponen pembentuk gel (KPG) daun cincau hitam (Mesona palustri B.L) mengandung serat dan senyawa flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan yang dapat mencegah dan mengurangi penumpukan lemak didalam tubuh sehingga mampu mengobati masalah obesitas dan factor resikonya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis efektifitas komponen pembentuk gel daun cincau hitam dalam memberikan efek sebagai penurun berat badan dan lingkar perut. Sebanyak 20 ekor mencit betina terbagi menjadi 5 kelompok yaitu control negative (pakan standar), control positif (orlistat 15,6 mg/KgBB), 3 kelompok komponen pembentuk gel daun cincau hitam dosis 100, 200 dan 300 mg/KgBB. Semua kelompok di induksi obesitas dengan pakan kaya lemak selama 7 hari. Parameter yang diukur adalah berat badan dan lingkar perut. Data dianalisa menggunakan uji one way ANOVA. Hasil penelitian diperoleh penurunan berat badan dan lingkar perut mencit pada kelompok dosis 100 mg/kg (2,72 gram/0,4 cm), kelompok dosis 200 mg/kg (3,2 gram/0,6 cm), dan pada kelompok 300 mg/kg (3,82 gram/0,8cm). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu semakin tinggi dosis maka semakin besar kosentrasi penurunan berat badan dan lingkar perut pada mencit yang diuji.
ANALISIS KANDUNGAN DIOKSIN, DAYA SERAP DAN KANDUNGAN KLORIN (Cl2) DALAM PEMBALUT WANITA Fellycia - Gufita; Diar - Herawati; Syarif - Hamdani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.309 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i1.30

Abstract

AbstrakDioksin adalah nama untuk kelompok senyawa hidrokarbon heterosiklik yang berasal dari berbagai industri seperti pemutihan pulp dan kertas. Dioksin terdapat dalam pembalut wanita yang menggunakan kertas dan pulp sebagai bahan baku yang telah mengalami proses pemutihan dengan menggunakan klorin. Salah satu senyawa dioksin adalah 2,3,7,8-tetrachloro-dibenzo-dioxin (TCDD), yang dikenal sebagai racun reproduksi, imunotoksin dan karsinogenik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan dioksin dalam pembalut wanita, khususnya yang beredar di kota Bandung serta analisis tambahan mengenai daya serap dan kandungan klorin (Cl2). Sampel pembalut wanita diekstraksi menggunakan pelarut metanol untuk menarik dioksin. Ekstrak dioksin diukur konduktivitasnya menggunakan konduktometer. Data konduktivitas dikonversi terhadap kurva standar dioksin. Hasil menunjukkan bahwa seluruh sampel mengandung dioksin dengan kadar tertinggi adalah 6,51 pg/g dan kadar terendah adalah 0,97 pg/g, seluruh pembalut wanita memenuhi persyaratan daya serap, dan tidak ada kandungan klorin (Cl2) di seluruh pembalut wanita. Dari hasil data menunjukan bahwa kadar dioksin dalam pembalut wanita berada di atas batas maksimum kandungan dioksin yang diperbolehkan dalam makanan. Kata kunci: Dioksin, pembalut wanita, konduktometri, TCDD. AbstractDioxin is a name for a family of heterocyclic hydrocarbon that are byproducts of many industrial processes such as the bleaching of paper and pulp. Dioxin contained in sanitary napkins that use the pulp and paper as raw material has been bleached with chlorine. The reference compound is 2,3,7,8-tetrachloro-dibenzo-dioxin (TCDD), known as a reproductive toxin, an immunotoxin, and a carcinogen. The goal of this research was to investigate the sanitary napkins containing dioxin, especially sanitary napkins distributed in Bandung city and additional analysis of the absorptive capacity, chlorine (Cl2) contained. A sample of the sanitary napkins was extracted using methanol solvent. Extract of dioxin was measured its conductivity using conductometer to get conductivity data. Conductivity data are converted to the standard curve of dioxin. The result showed that all of the sanitary napkins containing dioxin with the highest level at 6.51 pg/g and the lowest level at 0.97 pg/g and all of the sanitary napkins absorptive capacity requirements, and there was found no chlorine (Cl2) in all of the sanitary napkins. Data shown that the levels of dioxin in sanitary napkins were above the maximum allowable content of dioxin in food.  Keywords: Dioxin, sanitary napkins, conductometry, and TCDD.
PENGARUH PENGGUNAAN BENZALKONIUM KLORIDA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS SUSU SAPI Saeful - Hidayat; Rival - Ferdiansyah; Akhmad Depi Juniarto
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.53 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i1.31

Abstract

AbstrakTelah diamati efektivitas penggunaan Benzalkonium Klorida untuk dipping pada susu sapi perah. Pada penelitian ini digunakan 6 ekor sapi perah sehat dan desinfektan Benzalkonium Klorida dan larutan Povidon Iodine 0,2% sebagai pembanding. Metode yang digunakan adalah TPC (total plate count) dan penentuan nilai pH. Perlakuan yang diterapkan adalah kontrol (dipping dengan air hangat), pembanding (dipping dengan larutan Povidon Iodine 0,2%), T1 (dipping dengan larutan Benzalkonium Klorida 0,1%), T2 (dipping dengan larutan Benzalkonium Klorida 0,2%), T3 (dipping dengan larutan Benzalkonium Klorida 0,3%) dan T4 (dipping dengan larutan Benzalkonium Klorida 0,4%). Hasil analisis statistik one way Anova menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kontrol terhadap semua perlakuan, rata-rata jumlah bakteri susu berturut-turut untuk kontrol, pembanding, T1, T2, T3 dan T4 adalah 1.300.000 cfu/mL, 325.000 cfu/mL, 270.000 cfu/mL, 170.000 cfu/mL, 115.000 cfu/mL, dan 60.000 cfu/mL, sedangkan hasil pengamatan terhadap pH susu tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada semua perlakuan yaitu kontrol (6,80), pembanding (6,82), T1 (6,69), T2 (6,73), T3 (6,76), dan T4 (6,91). Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Benzalkonium Klorida dapat meningkatkan kualitas susu dengan cara meminimalisasi kontaminasi bakteri. Kata kunci: Benzalkonium klorida, Bakteri, pH Susu, Dipping  AbstractThe effectiveness of using Benzalkonium Chloride for dipping in milk of dairy cows has been observed. This study used six healthy cows and Benzalkonium Chloride as a disinfectant and Povidone Iodine as a comparative agent. The method used was TPC (total plate count) and determination of pH values. Experiments carried out by observing the use of dipping with a solution of 0.1% Benzalkonium Chloride (T1), dipping with a solution of 0.2% Benzalkonium Chloride (T2)), dipping with a solution of 0.3% Benzalkonium Chloride (T3) and dipping with a solution of Benzalkonium Chloride 0.4% (T4), and compared to the control (dipping in warm water), as well as against the comparator agent (povidone-Iodine dipping with a solution of 0.2%),Results of statistical analysis one way ANOVA showed a significant difference between control over all treatments, the average number of bacteria in a row milk for control, comparison, T1, T2, T3 and T4 were 1.300.000 cfu/mL, 325.000 cfu/mL, 270.000 cfu/mL, 170.000 cfu/mL, 115.000 cfu/mL, and 60.000 cfu/mL. While the observation of milk pH no significant differences among all treatments: control (6.80), comparison (6.82), T1 (6.69), T2 (6.73), T3 (6.76) and T4 (6.91). Based on this research can be concluded that Benzalkonium Chloride can improve milk quality by minimizing bacterial contamination of bacteria.  Keywords: Benzalkonium chloride, Bacteria, pH of milk, Dipping
UJI AKTIVITAS ANTI RADANG EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (Areca catechu L.) PADA TIKUS PUTIH JANTAN Silvya - Poela; Aang - Hanafiah
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.078 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i1.32

Abstract

AbstrakPinang (Areca catechu L.) secara umum digunakan sebagai obat inflamasi, diare, cacingan, batuk berdahak dan lainnya. Biji pinang (Areca catechu L.) memiliki kandungan flavonoid, khususnya senyawa proantosianidin yang mempunyai efek anti-inflamasi. Telah dilakukan penelitian untuk menguji efek anti-inflamasi ekstrak biji pinang pada hewan percobaan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi terhadap 500 gram simplisia biji pinang menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak diberikan secara oral dengan variasi dosis 80, 120 dan 160 mg/200 g BB kepada tikus putih jantan jenis Wistar; sebagai kontrol positif digunakan natrium diklofenak dengan dosis 1,3 mg/200 g BB. Uji inflamasi didahului dengan pembentukan edema buatan pada telapak kaki tikus dengan penyuntikan karagenan 1% sebagai zat penginduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen inhibisi radang terus meningkat sampai pada jam ke 5. Dosis optimal ditunjukkan pada kadar ekstrak biji pinang sebesar 160 mg/200 g BB dengan persen inhibisi radang terbesar 64,19% pada jam pertama; tetapi, persen inhibisi ini tidak lebih baik dari yang ditunjukkan Na-diklofenak. Namun demikian baik dosis 120 mg/200 g BB maupun 160 mg/200 g BB menunjukkan waktu penghambatan radang yang lebih cepat dibandingkan dengan Na- diklofenak sebagai pembanding. Kata kunci: Ekstrak biji pinang (Areca catechu L.), Anti-inflamasi AbstractAreca nut (Areca catechu L.) is generally used as a remedy inflammation, diarrhea, intestinal worms, cough with phlegm and others. Betel nut (Areca catechu L.) contains flavonoids, in particular proanthocyanidin compounds that have anti-inflammatory effects. Extraction is done by maceration method for betel nut 500 grams of crude drugs using 70% ethanol. Research has been conducted to examine the effects of anti-inflammatory of areca nut extract in experimental animals. Extract administered orally with various doses of 80, 120 and 160 mg/200 g BW to white male Wistar rats, used as positive control at a dose diclofenac sodium 1.3 mg/200 g BW. Inflammatory test was preceded by the formation of edema in the feet artificial injection of mice with carrageenan 1% as the inducer substances. The results showed the percent inhibition of inflammation increasing until to 5 hours. Optimal dose is shown in betel nut extract concentration of 160 mg/200 g BW with the percent inhibition of inflammation largest 64.19% at the first hours; but, the percent inhibition was no better than indicated Na-diclofenac. However, both doses of 120 mg/200 g and 160 mg/200 g BB showed inflammation inhibition time is faster than Na-diclofenac as a comparison.  Keywords: Betel nut extract (Areca catechu L.), Anti-inflammatory
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN SUREN MENGGUNAKAN 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil Herawati, Irma Erika; Fauzi, Novi Irwan; Sari, Nia Kurnia; Dewi, Lisna
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.634 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i2.171

Abstract

Antioksidan diketahui memiliki kemampuan untuk menghambat reaksi pembentukan radikal bebas. Salah satu tanaman yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan adalah suren, di mana kandungan dari suren diantaranya adalah alkaloid, flavonoid, glikosida, tanin, saponin, resin, antraquinon, fenol, terpenoid, dan steroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi aktivitas antioksidan dari ekstrak daun suren (Toona sinensis Adr.Juss.). Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 pada ekstrak sebesar 3,565 ppm, sehingga ekstrak daun suren termasuk dalam kategori antioksidan kuat.
STUDI EFEK SAMPING OBAT DAN PENANGANANNYA PADA PASIEN TB PARU DI PUSKESMAS MELONG ASIH, CIMAHI Tuti - Wiyati; Dewi - Irawati; Ikhwan Isnen Budiyono
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.18 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v3i1.33

Abstract

AbstrakTelah dilakukan kajian efek samping yang terjadi dan penanganannya pada pasien TB paru yang dilakukan terhadap 55 responden pasien TB paru di Puskesmas Melong Asih dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner.Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dan pengumpulan datanya dilakukan secara prospektif. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efek samping penggunaan obat TB paru dirasakan oleh seluruh responden dengan efek samping tertinggi berupa keluhan mual dan gangguan pencernaan sebanyak 87% pada pasien intensif, dan sebanyak 77% pada pasien lanjutan. Penanganan terhadap efek samping yang dilakukan petugas TB paru pada pasien intensif adalah pemberian informasi waktu minum obat di malam hari dan pemberian vitamin B6 berturut-turut sebanyak 93% dan 73%, dan pada pasien lanjutan diketahuiberturut-turut sebanyak 95% dan 87% yang mendapat penanganan efek samping.Hasil ini menunjukkan bahwa proses penanganan telah sesuai dengan standar Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis dari Depkes tahun 2007. Kata kunci: Tuberkulosis, Efek samping OAT, Penanganan Efek Samping OAT AbstractThe research has been done to conduct a review of drug side effects and treatment of pulmonary tuberculosis. This research is a descriptivestudy conducted in 55 patients pulmonary tuberculosis as respondents at Puskesmas Melong Asih using the questioner as an instrument in this research and data collection prospectively carried out. Data was analyzed with descriptive analysis.The result showed that side effects of the medication has been felt by all patient. The most complain is nausea and indigestion that present 87% to intensive patient and 77% to advanced patient. The most treatment from the nurse is the information for using that medicine at night. The respondent that got its treatment is 93% in intensive patient and as much as 95% to advanced patient. Treatment with vitamin B6 has given to 73% intensive patient and 87% to advanced patient. The treatment for side effect was appropriate and compliance with the standards of the Guidelines for Tuberculosis Control 2007 by Ministry of Health.  Keywords: Tuberculosis, OAT Side Effect, OAT Side Effect Treatment
ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER MENGUNAKAN GC-MS EKSTRAK METANOL KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) DENGAN METODE REFLUKS DAN PERKOLASI Agie Novilda, Clarissa; Tutik, Tutik; Marcellia, Selvi
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 11, No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.413 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v11i2.199

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) mengandung flavonoid yang dapat bertindak sebagai antioksidan dan memiliki potensi sebagai obat. Senyawa metabolit tersebut dapat diperoleh dengan ekstraksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak kulit bawang merah menggunakan GC-MS. Metode ekstraksi yang digunakan pada penelitian ini yaitu refluks dan perkolasi dengan menggunakan pelarut metanol dan pengujian senyawa metabolit sekunder kulit bawang merah menggunakan GC-MS. Hasil rendemen refluks 6% sedangkan rendemen perkolasi yaitu 11,3%. Hasil analisis GC-MS pada metode refluks menunjukan adanya Tetradecanoid acid, methyl ester (CAS), dan 9-Hexadecenoic acid, methyl ester, (Z)-.  Sedangkan pada metode perkolasi terdapat 9-Octadecenoic acid (Z)-,methyl ester (CAS), dan Octadecanoic acid, methyl ester . Metode ekstraksi yang baik digunakan yaitu perkolasi karena memiliki hasil rendemen yang tinggi. Untuk hasil skrining fitokimia pada ekstrak metanol kulit bawang merah menunjukan hasil yang positif mengandung senyawa metabolit sekunder akan tetapi pada saat diidentifikasi dengan menggunakan GC-MS senyawa tersebut tidakterdeteksi. Kata Kunci: Kulit bawang merah, Refluks, Perkolasi, GC-MS
FTIR DERIVATIVE SPECTRA ANALYSIS OF BEEF AND PORK PROTEIN Adang - Firmansyah; O - Suprijana; Yulia - Riesmawati
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.786 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v4i1.41

Abstract

AbstractAccording to recent investigations on beef adulteration, there are many cases found that beef mixed with pork . PCR (Polymerase Chain Reaction) as the method of choice for such analysis are considered to be relatively expensive and less practical. It would be necessary to develop a simple alternative methode which could differentiate beef and pork. The purpose of this research was to analyze beef and pork using FTIR spectrophotometry. Main FTIR spectrum and first derivative spectrum were used for analysing beef and pork of fresh samples (unprepared), crushed sample and denaturated by heating. The result indicate that FTIR spectrum was relatively repeatable for all prepared samples. Infrared absorption bands of beef is more complex than pork which almost all of the infrared absorption bands found in the spectrum of beef, except for the presence of absorption at wave numbers 1068-1017 cm-1 and clarified on first derivative spectrum. This unique peak considered could be used as reference peak for analysing pork protein or adulteration of beef with pork.  Keywords : beef, pork, FTIR spectrophotometry, first derivative spectra
KANDUNGAN KIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN PADA UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) HASIL FERMENTASI Sani nurlaela fitriansyah; Naimah Puteri; Nur Muthmainnah; Nur Asni Setiani
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.389 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i2.181

Abstract

Umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) memiliki kandungan fenol dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Kandungan kimia dalam suatu tumbuhan dapat dipengaruhi dengan adanya proses pengolahan bahan baku. Salahsatu proses pengolahan baku tumbuhan yaitu dengan adanya fermentasi menggunakan pemanasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh fermentasi pada kandungan kimia dan aktivitas antioksidan pada ekstrak umbi bawang dayak. Penelitian ini dilakukan dengan fermentasi umbi bawang dayak dengan pemanasan selama 10, 20 dan 30 hari. Ekstraksi dilakukan menggunakan maserasi dengan pelarut etanol 70%. Penetapan kadar fenol total, flavonoid total dan aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan, ekstrak umbi bawang dayak hasil fermentasi selama 30 hari memiliki kadar fenol total, kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan tertinggi, ditunjukkan secara berurutan (3,721 g GAE/100 g ekstrak ± 0,210; 0,378 g QE/100 g ekstrak ± 0,189, IC50 peredaman DPPH 28,689 µg/mL± 0,144). Adanya proses fermentasi dan lama proses fermentasi dapat mempengaruhi kandungan kimia dan aktivitas antioksidan ekstrak umbi bawang dayak.
OPTIMASI OPTICAL DENSITY (OD) PADA ISOLASI GENOM Salmonella typhi MENGGUNAKAN GENOMIC DNA PURIFICATION KIT Setiani, Nur Asni; Tritama, Erman; Tresnawulansari, Annisa
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI INDONESIA Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.39 KB) | DOI: 10.58327/jstfi.v10i1.182

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan  dapat dicegah melalui pemberian vaksin. Isolasi DNA menjadi tahapan penting untuk menghasilkan DNA murni yang menjadi bahan utama pembuatan vaksin tifoid. Penggunaan genomic DNA purification kit dalam proses isolasi dinilai lebih mudah, tetapi tidak spesifik terhadap bakteri tertentu. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai Optical density (OD) yang optimum untuk menghasilkan genom murni Salmonella typhi melalui metode genomic DNA purification kit. Kultur Salmonella typhi ditumbuhkan hingga mencapai variasi OD 0,75; 1,5; dan 3. Isolasi genom dilakukan dengan menggunakan Wizard® Genomic DNA Purification Kit. Kemurnian dan konsentrasi DNA dianalisis secara kualitatif melalui elektroforesis gel agarosa dan secara kuantitatif menggunakan qubit dan NanoDrop. Elektrogram menunjukkan adanya pita pada ukuran yang sama dengan ketebalan yang berbeda. Hasil uji kemurnian serta konsentrasi berturut-turut pada OD 0,75 sebesar 2,01; 8,59 μg/ml; OD 1,5 sebesar 1,98; 6,75 μg/ml; OD 3 sebesar 2,02; 13,01 μg/ml. Kemurnian genom terbaik dihasilkan oleh OD 1,5.

Page 4 of 13 | Total Record : 130