cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
RANCANG BANGUN E-VOTING: SISTEM PEMILIHAN KEPALA DUSUN BERBASIS WEBSITE DENGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF Ellanda Purwawijaya; Nurmala Sridewi; Surya Darma; M. Rhifky Wayahdi; Fahmi Ruziq
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5159

Abstract

Abstract: The conventional hamlet head election system in Simpang Tiga Village, Langkat, is often inefficient, time-consuming, and prone to errors, leading to decreased public participation and trust. This Community Partnership Program (PKM) aimed to design and build a website-based e-voting system featuring interactive multimedia to increase participation, transparency, and efficiency, while also empowering the local youth organization (Karang Taruna) as local digital agents. The method used was participatory action research, actively involving the partner through four stages: planning, acting, observing & evaluating, and reflecting. The implementation results showed significant success: voter participation drastically increased from 55% to 88%, public trust in the election process rose from 50% to 87%, and the election process duration was successfully reduced from 2-3 days to just 5 hours. Furthermore, the Karang Taruna partner demonstrated a technical mastery level of 87.5%.  Keyword: e-voting; community empowerment; action research; interactive multimedia; smart village. Abstrak: Sistem pemilihan kepala dusun konvensional di Desa Simpang Tiga, Langkat, cenderung tidak efisien, memakan waktu, dan rentan terhadap kesalahan yang menyebabkan partisipasi serta kepercayaan publik menurun. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem e-voting berbasis website dengan multimedia interaktif guna meningkatkan partisipasi, transparansi, dan efisiensi pemilihan, sekaligus memberdayakan Karang Taruna sebagai agen digital lokal. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan partisipatif yang melibatkan mitra secara aktif dalam empat tahapan: perencanaan, tindakan, observasi & evaluasi, dan refleksi. Hasil implementasi menunjukkan keberhasilan signifikan: partisipasi pemilih meningkat drastis dari 55% menjadi 88%, kepercayaan publik terhadap proses pemilihan naik dari 50% menjadi 87%, dan durasi proses pemilihan berhasil dipersingkat dari 2-3 hari menjadi hanya 5 jam. Selain itu, mitra Karang Taruna menunjukkan tingkat penguasaan teknis sistem sebesar 87,5%. 
PENDAMPINGAN WIRAUSAHAWAN MUEBEL DI DESA BUNGIN TAMBUN DENGAN METODE ASSETS BASED COMMUNITY DEVELOPMENT (ABCD) Nevia Rahma Fauzia; Eka Sri Wahyuni; Evan Stiawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5168

Abstract

Abstract : This community mentoring was carried out in Bungin Tambun Village, Padang Guci Hulu District. This community service aims to help furniture entrepreneurs develop their businesses by utilizing the assets owned by the environment, and also help entrepreneurs in developing markets through social media. The author conducted community service using the Asset Based Community Development (ABCD) method. From the results of community service in the form of socialization and mentoring to furniture entrepreneurs in Bungin Tambun Village, it succeeded in helping furniture entrepreneurs in developing their businesses by developing products, utilizing raw materials optimally, and being able to utilize social media in expanding consumers. Keywords: asset based community development (ABCD) method, mentoring, business development Abstrak: Pendampingan masyarakat ini dilakukan di Desa Bungin Tambun Kecamatan Padang Guci Hulu. Pengabdian masyarakat ini  bertujuan untuk membantu wirausaha muebel dalam mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan aset yang dimiliki lingkungan tersebut, dan juga membantu wirausaha dalam mengembangkan pasar melalui media sosial. Penulis melakukan  pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode Asset Based Community Development (ABCD). Dari hasil pengabdian masyarakat yang berbentuk sosialisasi dan pendampingan kepada wirausaha mebel di Desa Bungin Tambun berhasil membantu para wirausaha mebel dalam mengembangkan usahanya dengan mengembangkan produk, memanfaatkan bahan baku sebaik-baiknya, Serta dapat memanfaatkan media sosial dalam perluasan konsumen. Kata Kunci : metode asset based community development (ABCD), pendampingan, mengembangkan usaha
STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SANTRI DI LINGKUNGAN MINORITAS MUSLIM (STUDI KASUS: MDTA NURUL IMAN DESA HARIARA POHAN KECAMATAN HARIAN KABUPATEN SAMOSIR) Dina Akamlia Putri; Izzatul Munthmainnah; Amanda Aulia Putri; Luthfi Azhari; Abdi Mubarak Syam
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5193

Abstract

Abstract: This study discusses the implementation of strategies to increase students' learning motivation at Madrasah Diniyah Takmiliyah Amaliyah (MDTA) Nurul Iman, Hariara Pohan Village, Harian District, Samosir Regency, North Sumatra Province. This study is a descriptive qualitative study, namely data collection using observation and interview methods. The research subjects were male and female students of MDTA Nurul Iman Hariara Pohan Samosir. The data sources came from madrasa teachers and students of the Collaborative Community Service Program (KKN) of UIN SU and UIN SGD Bandung in 2025 who carried out a one-month madrasa teaching work program. The results of this study are that increasing learning motivation can be done with various strategies. As carried out by UIN SU KKN students, namely by interactive learning methods, giving prizes as a form of appreciation, to holding August 17th competition events. Meanwhile, Ustadz Risky Richo as a teacher at the madrasa applies an approach through games, eating together, recreation, and the application of educational punishments. This research clarifies that in a Muslim minority environment, the application of creative strategies and creating togetherness in learning can increase the learning motivation of male and female students. Keywords: Learning motivation, MDTA Nurul Iman, teaching strategies, Muslim minority, KKN UIN SU and UIN SGD Bandung.     Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penerapan strategi peningkatan motivasi belajar santri di Madrasah Diniyah Takmiliyah Amaliyah (MDTA) Nurul Iman, Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini merupakan Penelitian kualitatif deskriptif, yaitu pengumpulan data dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian adalah santri dan santriwati MDTA Nurul Iman Hariara Pohan Samosir. Sumber data berasal dari guru madrasah dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi UIN SU dan UIN SGD Bandung tahun 2025 yang melaksanakan program kerja mengajar madrasah selama satu bulan. Hasil penelitian ini yaitu, peningkatan motivasi belajar dapat dilakukan dengan berbagai strategi. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UIN SU yaitu dengan metode pembelajaran yang interaktif, pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi, hingga menyelenggarakan event perlombaan 17 Agustus. Sementara Ustadz Risky Richo sebagai pengajar di madrasah menerapkan pendekatan melalui permainan, kegiatan makan bersama, rekreasi, hingga penerapan hukuman yang mendidik. Penelitian ini memperjelas bahwa di lingkungan minoritas muslim, penerapan strategi yang kreatif dan menciptakan kebersamaan dalam belajar dapat meningkatkan motivasi belajar santri dan santriwati.   Kata kunci: Motivasi belajar, MDTA Nurul Iman, strategi pengajaran, minoritas muslim, KKN UIN SU dan UIN SGD Bandung.
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH AMAN DAN RAMAH ANAK MELALUI PENCEGAHAN TIGA DOSA BESAR PENDIDIKAN DI SD NEGERI 014640 SEI KEPAYANG Ely Syafitri; Dian Anggraini Harahap; Bambang Gulyanto; Putri Azhari; Nurfazrina Nurfazrina; Elfi Rahmadani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5194

Abstract

Abstract: The Safe and Child-Friendly School (SRA) program is a systematic effort to create a safe, inclusive, and violence-free educational environment. This community service activity aims to implement the SRA concept through the prevention of the three major educational sins: violence, bullying, and intolerance at SD Negeri 014640 Sei Kepayang. The implementation method used a participatory approach consisting of three main stages: socialization of the SRA concept, dissemination of knowledge about the three major educational sins, and evaluation of school community understanding. The activity involved lecturers from Universitas Asahan as trainers for teachers and KKN (community service) students as facilitators for pupils. Data were collected through observation and pre–post questionnaires involving 20 teachers and 60 students. The results showed a significant improvement in teachers’ and students’ understanding of the SRA concept, with an average increase of 30–35% in knowledge and awareness indicators. The program successfully fostered a more empathetic, tolerant, and positive school culture. This implementation serves as a best practice model of collaboration between higher education institutions and elementary schools in promoting safe, equitable, and child-centered education. Keywords: safe and child-friendly school; three major educational sins; violence; bullying; elementary education Abstrak: Program Sekolah Aman dan Ramah Anak (SRA) merupakan upaya sistematis untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep SRA melalui pencegahan tiga dosa besar pendidikan, yaitu kekerasan, perundungan (bullying), dan intoleransi di SD Negeri 014640 Sei Kepayang. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tiga tahap utama: sosialisasi konsep SRA, pemberian pemahaman tentang tiga dosa besar pendidikan, dan evaluasi peningkatan pemahaman warga sekolah. Kegiatan melibatkan dosen Universitas Asahan sebagai pelatih bagi guru dan mahasiswa KKN sebagai fasilitator bagi siswa. Data diperoleh melalui observasi dan kuesioner pra–pasca kegiatan yang diikuti oleh 20 guru dan 60 siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman guru dan siswa terhadap konsep SRA, dengan rata-rata peningkatan sebesar 30–35% pada aspek pengetahuan dan kesadaran. Program ini berhasil menumbuhkan budaya sekolah yang lebih empatik, toleran, dan berkarakter positif. Implementasi kegiatan ini juga menjadi contoh praktik baik (best practice) kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mewujudkan pendidikan yang aman dan berkeadilan bagi anak. Kata kunci: sekolah aman dan ramah anak; tiga dosa besar pendidikan; kekerasan; perundungan; pendidikan dasar 
INOVASI OLAHAN WORTEL DALAM BENTUK PUDING UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA ANAK-ANAK DI DESA BEKIUNG Tuti Angraini; Amanda Zachra Harahap; Syahrial Bahari
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5195

Abstract

Abstract: Stunting remains a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth, cognitive development, and overall quality of life in the future. This condition is commonly found among toddlers in rural areas due to limited nutritional knowledge and the lack of diverse nutritious foods that are easily accepted by children. A community service program in Bekiung Village was implemented under the theme “Application of Carrot Pudding Innovation to Prevent Stunting in Children” as a practical solution to address this issue. The methods involved socialization on stunting prevention, education on balanced nutrition, and demonstration of carrot pudding preparation, which is rich in beta-carotene, vitamins, minerals, and fiber. The main target was mothers with toddlers and young children, aiming to provide an alternative healthy snack that is simple, affordable, and appealing. The results revealed increased awareness among participants regarding the importance of adequate nutrition, as well as their ability to practice carrot pudding making as a supplementary food. This local food innovation has proven effective in enhancing children’s acceptance of vegetables through more attractive forms of preparation. Therefore, carrot pudding application can serve as a relevant, low-cost, and sustainable preventive strategy to support stunting reduction efforts in Bekiung Village.Keyword: Bekiung Village, Child Nutrition, Food Innovation, Carrot Pudding, Stunting Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas hidup anak di masa depan. Kondisi ini banyak dijumpai pada balita di pedesaan akibat rendahnya pengetahuan gizi dan terbatasnya variasi makanan bergizi yang mudah diterima anak. Program pengabdian kepada masyarakat di Desa Bekiung dilaksanakan melalui kegiatan “Penerapan Inovasi Olahan Wortel dalam Bentuk Puding” sebagai solusi praktis untuk pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi mengenai bahaya stunting, edukasi gizi seimbang, serta demonstrasi pembuatan puding wortel yang kaya beta-karoten, vitamin, mineral, dan serat. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita dan anak-anak, dengan tujuan memberikan alternatif camilan sehat yang mudah, cepat, dan ekonomis. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta kemampuan mempraktikkan pembuatan puding wortel sebagai makanan tambahan. Inovasi pangan lokal ini terbukti mampu meningkatkan daya terima anak terhadap sayuran melalui bentuk olahan yang lebih menarik. Dengan demikian, penerapan puding wortel dapat dijadikan strategi preventif yang relevan, murah, dan berkelanjutan untuk mendukung upaya pencegahan stunting pada anak di Desa Bekiung. Kata Kunci: Desa Bekiung, Gizi Anak, Inovasi Pangan, Puding Wortel, Stunting 
STRATEGI PENGUATAN MODERASI BERAGAMA MELALUI KEGIATAN FESTIVAL ANAK SHOLEH DI KELURAHAN SIPANGE Abdul Halim Hasugian; Elvida Futri Mahara; Sintiawati Kusuma; Fakhrurrozi Nst; Rina Anggraini
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5197

Abstract

Abstract: Strategy of strengthening religious moderation through the implementation of the Festival Anak Sholeh. The festival, designed as an Islamic educational activity, aims to instill values of tolerance, respect, and togetherness among young learners and the wider community. It provides a platform for children to participate in Islamic competitions such as daily prayer recitation and short surah memorization, thereby combining religious education with character building.            Keywords: Religious moderation, Festival Anak Sholeh, strategy, Islamic education.  Abstrak: Penguatan moderasi beragama melalui pelaksanaan Festival Anak Sholeh. Festival ini, yang dirancang sebagai kegiatan pendidikan Islami, bertujuan untuk menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan kebersamaan di kalangan anak-anak maupun masyarakat luas. Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengikuti perlombaan Islami, seperti membaca doa-doa harian dan menghafal surah pendek, sehingga mampu mengintegrasikan pendidikan agama dengan pembentukan karakter. Kata Kunci: Moderasi beragama, Festival Anak Sholeh, strategi, pendidikan Islam. 
FESTIVAL ANAK SHOLEH SEBAGAI MEDIA EDUKASI MODERASI BERAGAMA BAGI GENERASI MUDA DI DESA UNTEMUNGKUR Ahmad Sharqawi; Abdur Rizki; Muhammad Wahyudi; Dinda Sri Rezeki; Sonia Daulay
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5198

Abstract

Abstract: The pious children's festival as a medium for religious moderation education aims to understand and highlight the role of this festival as a means of character education for children, involving the development of interests and talents in the field of Islam. It is a medium for character building, strengthening religious identity, empowering local communities, promoting moral values, and instilling positive habits from an early age. This method is qualitative because it focuses on direct observation of the phenomena that occur during the festival activities. The data analysis techniques applied include three main stages, namely data reduction and conclusion drawing.  The pious children's festival shows that this festival plays an important role as a means of character education for children because it successfully develops children's interests and talents in the field of religion, increases their self-confidence, and fosters motivation to learn Islam. It also strengthens children's religious identity, empowers local communities, and promotes positive habits. The pious children's festival is not only a competition, but also a fun and effective learning medium for nurturing Islamic character and self-confidence from an early age. This short activity will be a direct learning experience that involves various aspects of holistic child development in Untemungkur Village, Kolang District, Central Tapanuli Regency.  Keywords: Educational Media, Religious Moderation, Anal Sholeh Festival Abstrak: Festival anak sholeh sebagai media edukasi moderasi bergama bertujuan untuk memahami dan menyalakan peran festival ini sebagai sarana pendidikan karakter anak yang melibatkan pengembangan minat dan bakat dalam bidang agama Islam. Media pembinaan karakter, penguatan identitas keagamaan, pemberdayaan komunitas lokas, promosi nilai moral, dan penanaman kebiasaan positif sejak dini. Pelaksanaan festival anak sholeh adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik analisis data yang diterapkan meliputi tiga tahap utama yaitu reduksi data, dan penarikan kesimpulan.  Festival anak sholeh menunjukan bahwa festival ini berperan penting sebagai sarana pendidikan karakter bagi anak-anak, karena berhasil mengembangkan minat dan bakat anak dalam bidang agama, meningkatkan rasa percaya diri, serta menumbuhkan motivasi belajar agama Islam dan mampu memperkuat identitas keagamaan anak-anak, memberdayakan komunitas lokal, serta kebiasan positif. Kegiatan festival anak sholeh tidak hanya sebagai kompetensi ajang, tetapi juga sebagai media pembeajaran yang menyenangkan dan efektif untuk menumbuhkan karakter Islam dan rasa percaya disi sejak dini. Kegiatan yang berlangsung singkat akan menjadi pembelajaran langsung yang melibatkan berbagai aspek pengembangan anak secara holistik di Desa Untemungkur, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah.Kata kunci: Media Edukasi, Moderasi Beragama, Festival Anal Sholeh
PENGRAJIN ANYAMAN BAION DI DESA MATITI 2 KECAMATAN DOLOK SANGGUL, KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN Ronal Donra Sihaloho; Ester Mawar Siagian; Talenta Emma Renata Marbun; David Yanto Daniel Mahulae; Benyamin Nababan; Samuel Parningotan Tambunan; Dinaria Simamora
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5220

Abstract

Abstract: This Community Service activity focuses on developing online marketing strategies using social media. Online marketing in the current era, known as the 4.0 era, is rapidly evolving through the use of information technology. The training, held in Matiti II Village, Dolok Sanggul District, Humbang Hasundutan Regency, aimed to empower local Baion weavers to optimize sales of their products and expand product distribution through online marketing. The methods used included a preparatory phase, which involved outreach to the local government, program implementation, and evaluation. Ten Baion weavers participated in the training. The training focused on optimizing the potential of the Baion weavers and motivating the Matiti II Village community to launch businesses through online marketing of their superior products. This initiative could then be followed up by establishing a joint business group.            Keywords: digital marketing, branding, and baion craftsmen Abstrak: Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini yaitu pengembangan tentang pemasaran yang dilakukan secara online yang memanfaatkan salah satu media sosial. Pemasaran online pada era sekarang ini yaitu era 4.0 dimana berkembang secara cepat dengan memanfaatkan teknologi informasi. Kegiatan pelatihan berlokasi di Desa Matiti II, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, dimana memiliki tujuan untuk memberdayakan masyarakat setempat pengrajin anyaman baion dalam mengoptimalkan penjualan produk anyaman baion, memperluas distribusi produk dengan memasarkan secara online. Metode yang digunakan yaitu Tahap persiapan dengan melakukan sosialisasi kepada pemerintah setempat, Pelaksanaan Program dan Evaluasi. Pelatihan ini diikuti sebanyak 10 pengrajin anyaman baion. Hasil dari pelatihan ini dapat mengoptimalkan potensi para pengrajin anyaman baion, juga dapat memotivasi masyarakat Desa Matiti II dalam membuka usaha melalui pemasaran online dengan produk unggulan yang dihasilkan pengrajin anyaman baion, sehingga kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan menginisiasi kelompok usaha bersama. Kata kunci: pemasaran digital, branding, pengrajin baion 
DARI IDE KE AKSI; MANAJEMEN ORGANISASI UNTUK PELAKU EKONOMI KREATIF Rosalinda Septiani Sitompul; Delviana Romauli Wanti Sihombing; Joan Berlin Damanik; Niarita Bukit; Jeriston Habayahan; Yesika Angelina Tamba; Listia Sri Hati Panjaitan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5221

Abstract

Abstract: Community service by the Management Study Program of the Faculty of Economics, Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, in Matiti 2 Village, Dolok Sanggul, which aims to strengthen community-based creative economy through the guidance of the Baion Craftsmen Group 'Setia'. The main issue is the need to strengthen the capacity of artisan groups to face the challenges of a creative economy based on local wisdom, such as access to capital, digitalization, marketing, and product legality. The methods used include continuous training, managerial mentoring, the contextual application of POAC management, as well as strengthening networks and transforming organizational paradigms towards a collaborative and adaptive model. The innovation process is carried out from local inspiration to digital marketing, while continuous evaluation and intellectual property protection serve as key pillars. The results of the activities show increased independence and competitiveness of artisan groups, the emergence of flagship products, and the formation of SME embryos that are oriented toward inclusive growth and cultural preservation. In conclusion, a community-based creative economy approach is effective in driving village economic growth as long as it is supported by adaptive management, technology integration, multi-stakeholder synergy, and continuous innovation cycles. Keywords : baion; creative economy; UMKM Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli di Desa Matiti 2 Dolok Sanggul yang bertujuan memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas melalui pembinaan Kelompok Pengrajin Baion “Setia”. Permasalahan utama adalah perlunya penguatan kapasitas kelompok pengrajin untuk menghadapi tantangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, seperti akses modal, digitalisasi, pemasaran, dan legalitas produk. Metode yang digunakan meliputi pelatihan berkelanjutan, pendampingan manajerial, penerapan manajemen POAC secara kontekstual, serta penguatan jejaring dan transformasi paradigma organisasi menuju model yang kolaboratif dan adaptif. Proses inovasi dilakukan dari inspirasi lokal hingga digitalisasi pemasaran, sementara evaluasi berkelanjutan dan perlindungan hak kekayaan intelektual menjadi pilar utama. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kemandirian dan daya saing kelompok pengrajin, lahirnya produk unggulan, serta terbentuknya embrio UMKM yang berorientasi pertumbuhan inklusif dan pelestarian budaya. Kesimpulannya, pendekatan ekonomi kreatif berbasis komunitas efektif mendorong pertumbuhan ekonomi desa asalkan didukung manajemen adaptif, integrasi teknologi, sinergi multi-pihak, dan siklus inovasi berkelanjutan. Kata Kunci : baion; ekonomi kreatif; UMKM
TRANSFORMASI PENDIDIKAN DASAR DI DESA BINAAN MELALUI INTEGRASI TEKNOLOGI DAN KEARIFAN LOKAL DI DESA BANGUN SARI BARU TANJUNG MORAWA Roikestina Silaban; Rosma Nababan; Dian Arisetya; Lidia Silaban; Romi Kurniawan Zai
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5222

Abstract

Abstract : The transformation of basic education in rural areas is a significant challenge in achieving equitable quality learning. Bangun Sari Baru Village, Tanjung Morawa, as a fostered village, still faces limitations in the use of educational technology, while its potential local wisdom has not been fully integrated into the teaching and learning process. This community service program aims to provide innovative solutions through the integration of simple educational technology and local wisdom to improve the quality of learning while maintaining the community's cultural identity. The method used is a community-based participatory approach with stages of socialization, teacher and student training, development of digital learning media, and the application of local wisdom values in the thematic curriculum. The results of the activity show an increase in teacher skills in using digital media, increased student motivation and understanding of the teaching material, and the formation of synergy between modern technology and local cultural practices in learning. In conclusion, the integration of technology and local wisdom not only strengthens the effectiveness of learning but also fosters students' cultural awareness, thus creating a contextual, adaptive, and sustainable basic education model in the fostered village. Keywords : Transformation, basic education; technology; local wisdom; fostered villages Abstrak:  Transformasi pendidikan dasar di wilayah pedesaan menjadi tantangan yang penting dalam mewujudkan pemerataan kualitas pembelajaran. Desa Bangun Sari Baru Tanjung Morawa sebagai desa binaan masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi pendidikan, sementara potensi kearifan lokal yang dimiliki belum sepenuhnya terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif melalui integrasi teknologi pendidikan sederhana dan kearifan lokal agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempertahankan identitas budaya masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis masyarakat dengan tahapan sosialisasi, pelatihan guru dan siswa, pengembangan media pembelajaran digital, serta penerapan nilai-nilai kearifan lokal dalam kurikulum tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan guru dalam menggunakan media digital, peningkatan motivasi dan pemahaman siswa terhadap materi ajar, serta terbentuknya sinergi antara teknologi modern dan praktik budaya lokal dalam pembelajaran. Kesimpulannya, integrasi teknologi dan kearifan lokal tidak hanya memperkuat efektivitas pembelajaran tetapi juga menumbuhkan kesadaran budaya siswa sehingga tercipta model pendidikan dasar yang kontekstual, adaptif, dan berkelanjutan di desa binaan. Kata Kunci: Transformasi, pendidikan_dasar; teknologi; kearifan_lokal; desa_binaan