cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
OPTIMALISASI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI MASYARAKAT DESA CENGKERING PEKAN Masitah Handayani; Risnawati Risnawati; Abdul Azis Ubaidillah; Zulkhairani Zulkhairani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2114

Abstract

Abstract: Information technology is the study or use of electronic equipment, especially computers, to store, analyze and distribute any information, including words, numbers and images. Information technology that is currently developing has created new traditions and culture in people's lives where the virtual world seems to have become the real world. An example is computer use. By using a computer connected to the internet, you can open up very wide world horizons so that the world seems not limited by time and space. The rapid development of information technology in various fields cannot be separated from its role in creating, storing, conveying and disseminating information. The use of electronic devices such as televisions, computers and smartphones also makes information technology increasingly needed by the wider community. Therefore, the use of information technology must be optimized so that it has a positive impact, including the efficiency of village government bureaucracy, facilitating public services and administrative services, increasing community participation in decision making, increasing transparency and accountability of village government, and increasing access to information for all related parties. .               Keywords: technology, society, village Abstrak: Teknologi informasi adalah studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer, untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan informasi, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar. Teknologi informasi yang berkembang pada saat ini telah menciptakan tradisi dan budaya baru dalam kehidupan masyarakat, dimana dunia maya seolah-olah menjadi dunia nyata. Contohnya adalah dengan memanfaatkan komputer yang terhubung dengan internet dapat membuka cakrawala dunia yang sangat luas sehingga dunia seakan tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Pesatnya perkembangan teknologi informasi di berbagai bidang tak terlepas dari perannya dalam membuat, menyimpan, menyampaikan, hingga menyebarkan informasi. Penggunaan perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan smartphone pun turut membuat teknologi informasi semakin dibutuhkan oleh masyarakat luas. Oleh sebab itu, penggunaan teknologi informasi harus dioptimalkan agar memberikan dampak posistif antara lain efisiensi birokrasi pemerintahan desa, memudahkan layanan publik dan pelayanan administrasi, meningkatkan partisipasi, masyarakat dalam pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa, serta meningkatkan akses informasi bagi semua pihak terkait.Kata Kunci: teknologi, masyarakat, desa  
PENTINGNYA DIGITALISASI LAYANAN PUBLIK DESA Herman Sahputra; Rolly Yesputra; Adi Prijuna Lubis; Fairuz Furqon
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2115

Abstract

Abstract: Villages in Indonesia face significant challenges in providing efficient and transparent public services, such as bureaucratic inefficiency, lack of transparency, limited accessibility, and low community participation. This community service program proposes the digitalization of public services in Teluk Dalam Village using the Participatory Action Research (PAR) method to address these issues. The proposed solutions include the digitalization of village administration, development of a village information platform, implementation of e-government services, and training and education for village officials and the community. These steps are expected to improve the efficiency of public services, transparency, accessibility, and community participation in village governance. Through the implementation of this program, Teluk Dalam Village is expected to become an exemplary village in successfully implementing the digitalization of public services, providing significant benefits to the community, and enhancing the quality of village governance. Keyword:  Digitalization; Public Services; Transparency; Accessibility; Community Service Abstrak: Desa-desa di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam penyelenggaraan layanan publik yang efisien dan transparan, seperti birokrasi yang berbelit-belit, kurangnya transparansi, keterbatasan aksesibilitas, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini mengusulkan digitalisasi layanan publik di Desa Teluk Dalam melalui metode Participatory Action Research (PAR) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Solusi yang ditawarkan mencakup digitalisasi administrasi desa, pengembangan platform informasi desa, penerapan layanan e-government, serta pelatihan dan edukasi bagi perangkat desa dan masyarakat. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan publik, transparansi, aksesibilitas, dan partisipasi masyarakat dalam proses pemerintahan desa. Dengan pelaksanaan program ini, Desa Teluk Dalam diharapkan dapat menjadi contoh desa yang berhasil mengimplementasikan digitalisasi layanan publik, memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, dan meningkatkan kualitas pemerintahan desa.. Kata kunci: Digitalisasi; Layanan Publik; Transparansi; Aksesibilitas; Pengabdian Masyarakat  
PELATIHAN TEKNIS PARENTING KONTROL DALAM MEDIA PENGAWASAN PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK UNTUK IBU-IBU PKK DI DESA TELUK DALAM William Ramdhan; Nurwati Nurwati; Riki Andri Yusda
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2116

Abstract

Abstract: As children's use of gadgets increases, effective parental supervision is becoming increasingly important to ensure children's digital safety and health. The purpose of this activity is to provide technical training on parental control through gadget use to children using the Google Family Links function when monitoring children's devices. This training program is designed to provide people with practical knowledge and skills. The method of this PkM activity is carried out in 2 ways, namely lectures that include theoretical sessions on the principles of parental control, followed by practical exercises on configuring settings using Google links. Furthermore, discussion and question and answer sessions are used to help parents provide solutions to the obstacles faced during the PkM activity. The evaluation results showed that training participants experienced a significant increase in their understanding and application of the child safety techniques taught. Surveys and interviews conducted with participants who took part in Community Service (PkM) in Teluk Dalam Village, showed that after taking the training they were able to better manage their children's device usage, including limiting device usage time and content supervision. With this training, namely using Google Family Links, it has significant benefits in improving parents' digital supervision skills and creating a safer and healthier digital environment for children. Keyword: parenting control; google family links; gadget monitoring; gadget Abstrak:  Seiring dengan meningkatnya penggunaan gadget oleh anak-anak, pengawasan orang tua yang efektif menjadi semakin penting untuk memastikan keselamatan dan kesehatan digital anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pelatihan teknis tentang kontrol orang tua melalui penggunaan gadget kepada anak-anak dengan menggunakan fungsi Google Family Links saat memantau perangkat anak-anak. Program pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada orang. Metode kegiatan PkM ini dilakukan dengan 2 cara yakni ceramah yang mencakup sesi teori tentang prinsip-prinsip kontrol orang tua, diikuti dengan latihan praktis tentang mengonfigurasi pengaturan menggunakan tautan Google. Selanjutnya dilakukan sesi diskusi dan tanya jawab yang digunakan untuk membantu orang tua dalam memberikan solusi dari kendala yang dihadapi selama kegiatan PkM. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta pelatihan mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan penerapan teknik keselamatan anak yang diajarkan. Survei dan wawancara yang dilakukan kepada peserta yang mengikuti Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di desa teluk dalam, menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan mereka mampu mengelola penggunaan perangkat anak-anak mereka dengan lebih baik, termasuk membatasi waktu pemakaian perangkat dan pengawasan konten. Dengan adanya pelatihan ini yaitu menggunakan Google family Links memiliki manfaat yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan pengawasan digital orang tua dan menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak. Kata kunci: parenting kontrol; google family links; pengawasan gadget; gadget 
PENDAMPINGAN PADA UMKM DALAM PENYUSUNAN MANAJEMEN KEUANGAN, IZIN USAHA (P-IRT) DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA AEK SONGSONGAN KEC. AEK SONGSONGAN Dian Ayu Andriani; Zulfa Khairina Batubara; Dicky Apdilah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.2165

Abstract

Abstract: Community Service is carried out in Asahan Regency, Aek Songongan District, Aek Songongan Village. With a sample of 20 male and female residents. The main thing that is the basis for this service is to improve the quality of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) among the community by studying in theory how the community can know simple bookkeeping methods in running their business, as well as ways of online promotion for the development of MSMEs which are important steps. effective during the pandemic selling or promoting goods/services online. The public needs to know and understand some of the benefits of simple bookkeeping, including a tool for periodically monitoring the growth and development of a company, a tool for maximally increasing a company's financial profits, simple bookkeeping, which in fact is a summary of a business's financial reports, is one of the requirements for applying for a loan and can even to get investors, as a tool to detect if fraud occurs within the company which has the potential to make the company bankrupt, then it can be a tool when the company wants to pay its taxes. Likewise with online marketing training which in fact functions as a technical enhancer or online method for marketing products. residents' products that are ready to be marketed in Aek Songongan Village, so that residents outside Keywords: financial management, business licenses (P-IRT),digital marketing for micro, small and medium enterprises (UMKM) Abstrak:Pengabdian Masyarakat dilaksanakan di Kabupaten Asahan Kecamatan Aek songsongan Desa Aek songsongan. Dengan Sampel sebanyak 20 orang penduduk laki-laki dan perempuan. Hal utama yang menjadi dasar sehingga perlu dilakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) dikalangan masyarakat dengan mempelajari secara teori bagaimana masyrakat dapat mengetahui metode pembukuan sederhana dalam menjalankan usahanya, serta cara-cara promosi online untuk pengembangan UMKM menjadi langkah yang efektif  dimasa pandemi menjual atau mempromosikan barang/jasa secara Online. Perlu diketahui dan dipahami oleh masyarakat beberapa manfaat pembukuan sederhana diantaranya adalah  Alat untuk memantau secara berkala tumbuh kembang suatu perusahaan, Alat untuk meningkatkan profit keuangan perusahaan secara maksimal, Pembukuan sederhana yang notabene adalah rangkuman dari laporan keuangan usaha menjadi salah satu syarat untuk mengajukan pinjaman bahkan bisa untuk mendapatkan investor, Sebagai alat untuk mendeteksi jika terjadi kecurangan di dalam perusahaan yang berpotensi membuat perusahaan bangkrut, kemudian dapat menjadi alat ketika perusahaan ingin membayarkan pajaknya.begitu juga dengan pelatihan pemasaran online yang notabenenya berfungsi sebagai penambah teknis atau metode secara online untuk memasarkan produk-produk penduduk yang siap untuk dipasarkan di Desa Aek songsongan, sehingga penduduk diluar. Kata kunci: Manajemen Keuangan, Izin Usaha (P-IRT),Pemasaran Digital Usaha Mikro Kecil  Dan Menengah (UMKM)
PELATIHAN PENANAMAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA PLAOSAN SIDOARJO Muhamad Dion Wahyu Budi Pratama; Nathania Resty Claresta; Luqmanul Hakim; Asmaul Khusna; Mariana Anjali Yeyen Tua; Rheyna Putri Arditiya; Rachmad Nasrullah; Muhammad Salman Alfarisi; Avida Nurisa Safitri; Sunyoto Hadi Prajitno
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2197

Abstract

Abstract: The program implemented by KKN students Family medicinal plants (TOGA) are being planted and used in an attempt to enhance family health, particularly in the food industry. program. In this program students use methods including (1) preparation, preparing what will be done and what items will be used. (2) debriefing, providing debriefing through socialization at one of the RW village halls. And (3) implementing the KKN program, planting each RW with 10 TOGA plant seeds consisting of three tomato seeds, three eggplant seeds and 4 chili seeds. The benefits and properties of TOGA that are cultivated are not yet known, therefore outreach is needed to the local community to better understand and know the benefits of the TOGA plant for our body's health, although the benefits of TOGA have been known for a long time, its use is limited to a concoction that has been prepared as a family medicine for many years. But few individuals are aware of the advantages. of the TOGA plant, therefore this outreach can help people become more familiar with the TOGA plant and its benefits for the body to maintain health. Keywords: Plants; TOGA; Plaosan Village  Abstrak: Inisiatif penanaman dan konsumsi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) mahasiswa KKN bertujuan untuk meningkatkan kesehatan keluarga, khususnya di sektor pangan. Dalam program ini mahasiswa menggunakan metode yang dilakukan antara lain (1) persiapan, mempersiapkan apasaja yang akan dilakukan dan apasaja barang yang digunakan. (2) pembekalan, memberikan pembekalan melalui sosialisasi di salah satu balai desa RW. Dan (3) pelaksanaan program KKN, melakukan penanaman per RW dengan masing-masing terdapat 10 bibit tanaman TOGA yang terdiri dari tiga bibit tomat, tiga bibit terong dan 4 bibit cabai. Meskipun manfaat TOGA bagi kesehatan telah lama diketahui, penggunaannya terbatas pada ramuan yang dibuat sebagai obat keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat setempat tentang manfaat tanaman TOGA karena khasiat dan manfaatnya belum diketahui. Namun, belum banyak masyarakat yang mengetahui khasiat tanaman TOGA, oleh karena itu melalui sosialisasi ini, masyarakat akan lebih mampu memahami tanaman TOGA dan bagaimana tanaman tersebut dapat membantu menjaga kesehatan tubuh. Kata kunci: Tanaman; TOGA; Desa Plaosan  
PENERAPAN VIRTUAL LABORATORY BASED AUGMENTED REALITY TERINTEGRASI MEDIA ANDROID UNTUK GURU SMA NEGERI 10 MAROS Ince Nasrullah; Hikmah Rusdi; Kasmawati Kasmawati
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2207

Abstract

Abstract: This community service activity aims to improve learning facility services, namely Indonesian language practicum and improve the ability of Indonesian language teachers to utilize technology for more effective learning at SMA Negeri 10 Maros which is located around the Maros Muslim University area. This training and mentoring was carried out for 15 subject area teachers who focused on introducing and implementing the Assemblr Edu (AR) application which was designed to make the teaching and learning process more interactive and interesting. This service activity succeeded in empowering teachers with the technological skills needed to create a more interactive and effective learning experience. Despite experiencing a challenge that was successfully overcome through various solutions implemented. Technological facilities are provided, training is designed flexibly and ongoing support via online platforms. A WhatsApp group is provided to help participants. The results of this activity have empowered teachers with the skills necessary to effectively integrate technology into teaching methods, as well as improving the quality of learning experiences for students in the digital era. Keywords: training and mentoring; AR application technology; teachers.  Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat ini, bertujuan untuk meningkatkan pelayanan fasilitas pembelajaran, yaitu praktikum bahasa Indonesia dan meningkatkan kemampuan guru bahasa Indonesia dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran yang lebih efektif di SMA Negeri 10 Maros yang berlokasi di sekitar wilayah Universitas Muslim Maros. Pelatihan dan pendampingan ini dilaksanakan bagi 15 guru bidang studi mata pelajaran yang fokus pada pengenalan dan penerapan aplikasi Assemblr Edu (AR) yang dirancang untuk membuat proses belajar mengajar lebih interaktif dan menarik. Kegiatan pengabdian ini berhasil memberdayakan guru dengan keterampilan teknologi yang dibutuhkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan efektif. Meskipun mengalami suatu tantangan yang berhasil diatasi melalui berbagai solusi yang diterapkan. Fasilitas teknologi disediakan, pelatihan dirancang fleksibel dan dukungan berkelanjutan melalui platform online. WhatsApp group disediakan untuk membantu peserta. Hasil dari kegaiatan ini telah memberdayakan guru dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan teknologi secara efektif ke dalam metode pengajaran, serta meningkatkan kualitas pengalaman belajar bagi siswa di era digital. Kata kunci: pelatihan dan pendampingan; teknologi aplikasi AR; guru. 
POJOK BACA: SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KETERAMPILAN LITERASI DAN MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SMA NEGERI 1 SEI KEPAYANG Anim Anim; Adi Sucipto; Julham Dalimunthe; Muhammad Amin Hasibuan; Nur Halimah; Fitri Fitri; Gaizka Fatystita Kania; Rahmaya Sitorus; Christin Hasibuan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2246

Abstract

Abstract: With the growth of technology and the development of globalization, the education sector is facing detrimental effects on students. As a result, students are less interested in reading books and are shifting to devices that offer various games. They tend to spend a lot of time interacting with digital media, such as social media, leading to a low interest in reading among students in schools, including at SMA Negeri 1 Sei Kepayang. This initiative employs qualitative data with a descriptive qualitative approach. This initiative was conducted at SMA Negeri 1 Sei Kepayang by creating a reading corner to encourage students' interest in reading and develop their literacy skills. The reading corner is a special area in places like libraries, classrooms, or other rooms, and we utilized it by collaborating or combining the library with the reading corner designed to provide a comfortable atmosphere for reading activities. The reading corner has a positive impact on students' reading interest at SMA Negeri 1 Sei Kepayang before and after its establishment. With the reading corner, students are motivated to learn. The reading corner plays an important role in helping learners engage in enjoyable reading activities. It can serve as an effective tool to incorporate reading experiences into daily learning processes. Keywords: literacy, pojok baca, reading interest.  Abstrak: Dengan pertumbuhan teknologi dan perkembangan globalisasi saat ini, dunia pendidikan mengalami efek yang merugikan bagi siswa. sehingga siswa tidak lagi tertarik membaca buku dan beralih ke perangkat yang menawarkan berbagai permainan. Siswa cenderung menghabiskan banyak waktu berinteraksi dengan media digital, seperti media sosial, Sehingga rendahnya minat baca di kalangan siswa lingkungan sekolah, termasuk di SMA Negeri 1 Sei Kepayang. Pengabdian ini menggunakan data kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengabdian ini dilakukan di sekolah SMA Negeri 1 Sei Kepayang dengan menciptakan pojok baca. Sebagai upaya untuk mendorong minat siswa dalam membaca dan mengembangkan keterampilan literasi mereka. Pojok baca adalah area khusus di suatu tempat, seperti perpustakaan, ruang kelas, atau ruangan lainnya, sehingga kami memanfaatkan yaitu dengan melakukan kolaborasi atau menggabungkan antara perpustakaan dan pojok baca yang dirancang untuk memberikan suasana yang nyaman untuk kegiatan membaca.Pojok baca memberikan dampak positif terhadap minat baca siswa di SMA Negeri 1 Sei Kepayang sebelum dan sesudah .Dengan adanya pojok baca, para siswa termotivasi untuk belajar .Pokok baca memiliki peran penting dalam membantu peserta didik melakukan kegiatan baca ternyaman bagi mereka. Pojok baca dapat digunakan sebagai suatu sarana yang efektif untuk menyisipkan pengalaman membaca ke dalam proses pembelajaran sehari-hari. Kata Kunci: literasi, pojok baca, minat baca 
OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI DIGITAL DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR PADA KOTA SERANG Rif'at Shafwatul Anam; Andy Sapta; Monika Handayani; Faizal Akhmad Adi Masbukhin; Pirdayuni Pirdayuni; Ati Rohmawati
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2253

Abstract

Abstract: The rapid advancement of technology in various fields, including education, demands that teachers keep up with these developments. Today, teachers need to be able to teach conventionally and use technology as a teaching medium. To face the challenges of 21st-century learning, teachers need to have skills in Information and Communication Technology (ICT) to transfer this knowledge to students, equipping them with strong knowledge and technological skills. Teachers must also instill character and personality education in students, as knowledge and technology alone are not sufficient to meet the challenges of 21st-century learning. Therefore, teachers must possess extensive knowledge, think innovatively, be prepared to face various challenges and be wise in solving problems. This Community Service Activity (CSA) aims to strengthen teachers’ abilities in using digital applications in the learning process to make it more optimal, such as using applications like Canva, Quizizz, and others. The methods used in this PkM activity include training and assignments for teachers to create learning that meets the current needs of students. The impact of this activity is that teachers become more motivated to innovate in their classroom teaching processes.Keyword: digital applications; 21st century learning; elementary school Abstrak: Kemajuan teknologi yang pesat di berbagai bidang, termasuk pendidikan, menuntut guru untuk mengikuti perkembangan tersebut. Saat ini, guru tidak hanya harus mampu mengajar secara konvensional, tetapi juga harus menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran. Untuk menghadapi tantangan pembelajaran di abad ke-21, guru perlu memiliki keterampilan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) agar dapat mentransfer pengetahuan ini kepada siswa, sehingga siswa memiliki bekal pengetahuan dan teknologi yang kuat. Selain itu, guru juga harus membekali siswa dengan pendidikan karakter dan kepribadian, karena pengetahuan dan teknologi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Oleh karena itu, guru harus memiliki banyak pengetahuan, mampu berpikir inovatif, siap menghadapi berbagai tantangan, dan bijak dalam menyelesaikan masalah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan guru dalam menggunakan aplikasi digital dalam proses pembelajaran agar lebih optimal, seperti penggunaan aplikasi Canva, Quizizz, dan lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan PkM ini adalah pelatihan dan penugasan kepada guru untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa saat ini. Dampak dari kegiatan ini adalah guru menjadi lebih terpacu untuk berinovasi dalam proses pembelajaran di kelasnya.Kata kunci: aplikasi digital, pembelajaran abad 21, sekolah dasar
PEMBINAAN KOMUNITAS BELAJAR GURU DALAM PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS POWTOON DAN E-MODUL Ari Limay Trisno Putra; Firdaus Firdaus; Nofriza Efendi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2254

Abstract

Abstract: Engaging learning will increase students' motivation and numeracy-literacy skills. Teachers' digitalization skills are needed in developing teaching media used in the learning process to achieve learning outcomes. The Teacher Learning Community is a forum for teachers to learn to solve problems faced in the learning process in the classroom. The need for a program to develop digitalization skills in making teaching media in the teacher learning community. The Teacher Learning Community Development Activity in Powtoon-Based Learning Media Development and E-Modules carried out by the community service team with funding from the Ministry of Education and Culture's DRTPM Grant is a solution. The activity was carried out for 4 meetings, namely Introduction to the Powtoon Application, Making or producing Powtoon Learning Media, Introduction to Sigil Software for making E Modules, Making or producing E Modules, Evaluation and mentoring Involvement of members and partner partners. At the evaluation and assistance stage of producing learning media, the results produced by the participants will be used by teachers in the learning process in their respective classes.Keywords: Learning Media, Powtoon, E-Module, Teacher Community Abstrak: Pembelajaran yang menarik akan meningkatkan motivasi dan kemampuan literasi-numerasi siswa. Kemampuan digitalisasi guru sangat dibutuhkan dalam mengembangkan media ajar yang digunakan pada proses pembelajaran untuk mencapai capaian pembelajaran. Komunitas Belajar Guru merupakan wadah guru dalam belajar menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di kelas. Perlunya program pengembangan kemampuan digitalisasi dalam pembuatan media ajar pada komunitas belajar guru. Kegiatan Pembinaan Komunitas Belajar Guru dalam Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Powtoon Dan E-Modul dilakukan tim pengabdian kepada masyarakat dengan pendanaan Hibah PKM DRTPM Kemendikbud menjadi sebuah solusi. Kegiatan dilakukan selama 4 kali pertemuan yaitu Pengenalan Aplikasi Powtoon, Pembuatan atau memproduksi Media Pembelajaran Powtoon, Pengenalan Sigil Soffware untuk pembuatan E Modul, Pembuatan atau memproduksi E Modul, Evaluasi dan pedampingan Keterlibatan anggota dan mitra Mitra. Pada tahap evaluasi dan pendampingan memproduksi media pembelajaran,  hasil yang diproduksi oleh peserta akan digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran dikelas masing-masing.Kata kunci: Media Pembelajaran, Powtoon, E-Modul, Komunitas Guru
PENINGKATAN DAYA TARIK WISATAWAN DAN MEMPERKUAT KETAHANAN PANGAN MELALUI INOVASI DIVERSIFIKASI PRODUK BERBAHAN DASAR IKAN BILIH KHAS DANAU SINGKARAK Ira Desmiati; Siti Aisyah; Indira Karina; Abdullah Munzir; Eni Kamal
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i2.2257

Abstract

Abstract: Processed products made from Bilih fish typical of Lake Singkarak produced by POKLAHSAR Jaso Danau until now sales only rely on buyers from tourists from Lake Singkarak, while the number of tourists cannot be predicted. It often happens when the accumulation of unsold production stock due to the lack of tourists causes the product to smell rancid because it has been produced for too long. This is because the bilih fish processors have not been able to process bilih fish into other products that are more durable. The solution efforts offered in this community service activity are providing skills training on the technical aspects of food security, good bilih fish processing and food sanitation hygiene, providing skills training in diversifying products in the form of making bilih fish floss and bilih fish crackers, assistance in compiling business management starting from planning, organizing, directing to supervising the products produced and assistance in marketing products through improving marketing strategies by utilizing the internet network or website (e-commerce). This activity produces new products from diversification, namely bilih fish floss and bilih fish crackers. Establishment of business management starting from planning, organizing, directing to supervision of the products produced. Keyword: Bilih Fish, Tourists, Food Security Abstrak: Produk olahan berbahan dasar Ikan bilih khas Danau Singkarak yang dihasilkan oleh POKLAHSAR Jaso Danau hingga saat ini penjualan hanya mengandalkan pembeli dari wisatawan danau Singkarak, sedangkan banyak sedikitnya wisatawan tidak dapat diprediksi kedatangannya. Sering kali terjadi ketika penumpukan stok produksi yang tidak terjual karena sepinya wisatawan yang berkunjung mengakibatkan produk menjadi bau tengik karena sudah terlalu lama diproduksi. Hal tersebut disebabkan karena para pengolah ikan bilih belum mampu mengolah ikan bilih menjadi produk lain yang lebih tahan lama. Upaya solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pemberian pelatihan keterampilan pada aspek teknis ketahanan pangan pengolahan ikan bilih yang baik dan hygiene sanitasi makanan, pemberian pelatihan keterampilan dalam melakukan diversifikasi produk berupa pembuatan abon ikan bilih dan kerupuk ikan bilih, pendampingan dalam penyusunan manajemen usaha mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasan terhadap produk yang dihasilkan dan pendampingan dalam pemasaran produk melalui peningkatan stategi pemasaran dengan memanfaatkan jaringan internet atau website (e-commerce). Kegiatan ini mengahsilkan produk baru hasil diversifikasi yaitu abon ikan bilih dan kerupuk ikan bilih. Terbentuknya manajemen usaha mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan hingga pengawasan terhadap produk yang dihasilkan.Kata kunci: Ikan Bilih, Wisatawan, Ketahanan Pangan