cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 613 Documents
PENGENALAN MEDIA BELAJAR BERBASIS MULTIMEDIA BAGI SANTRI MDA Muhammad Ardiansyah Sembiring; Raja Tama Andri Agus; Mustika Fitri Larasati Sibuea
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1751

Abstract

Dari hasil pelatihan yang telah dilakukan kepada Santri  MDA Al Falah Sidokeno Asahan  tersebut di atas dapat telah dirasakan sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan  kegiatan Pengenalan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah yang telah selesai dikerjakan oleh siswa berdasarkan arahan dan bimbingan dari para pemateri. Sesuai dengan rencana pelaksanaan pengabdian masyarakat mengenai tema “Pengenalan Aplikasi Pembelajaran Huruf Hijaiyah Bagi Santri MDA Al Falah Sidokeno Asahan”, maka kegiatan tersebut telah  direalisasikan sesuai dengan rencana dan berjalan dengan lancar dan efektif. Hal ini dikarenakan banyaknya dukungan dari berbagai pihak baik STMIK Royal Kisaran melalui LPPM, MDA Al Falah Sidokeno Asahan. Adapun kesimpulan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah : Aplikasi huruf hijaiyah adalah aplikasi yang memudahkan para santri dalam mempelajari al quran khususnya huruf hijaiyah bagi para santri. Kegiatan pengenalan  aplikasi huruf hijaiyah akan memu-dahkan  dan memberi penge-tahuan lebih pada santri MDA Al Falah Sidokeno dan dapat meingkatkan ketertarikan santri  siswa dalam mengenal huruf hi-jaiyah.
PELATIHAN APLIKASI DUOLINGO UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA INGGRIS PADA SISWA SMK KARYA UTAMA TANJUNG BALAI Iin Almeina Loebis; Parini Parini; Andrew Ramadhani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v3i2.1752

Abstract

Abstract: Learning English for vocational school students is basically the same as for high school students. For vocational school students, students tend to be passive when taking English lessons in class, because there are many things, including the only material that is given, and it is boring for students, especially teachers who don't know how to do it. provide material in other forms and concise learning activities to teachers. English is a global language, it can make activities in the international world easier and provide a competitive edge in getting better job opportunities. English is also a tool for communicating both verbally and in writing which has a very important role, especially for vocational high school students. Apart from mastering skills according to your major, the role of communication through language is also a very dynamic reflection of being able to compete at the local level and even at the international level. The Duolingo application is an application that can be used to learn English using independent learning methods, using game-based applications, gamification and monitor progress, students can become proficient in English. This service activity held at Karya Utama Tanjung Balai Vocational School was held to provide training to vocational school students on the use of the Duolingo application which is very useful for improving their abilities and ultimately students will become proficient in English. Keyword: student;language;application,   Abstrak: Pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa SMK pada dasarnya sama dengan SMA .Pada siswa SMK, para siswa cenderung pasif ketika mengikuti pelajaran Bahasa Inggris di kelas, karena banyak hal, antara lain materi yang di berikan itu itu saja, dan membosankan bagi siswa, terlebih guru kurang dapat memberikan materi dalam bentuk lain dan kegiatan belajar yang terpusat pada guru. Bahasa Inggris merupakan bahasa dunia global, dapat mempermudah aktifitas di dunia Internasional dan memberikan daya saing tersendiri dalam memperoleh kesempatan pekerjaan yang lebih baik. Bahasa Inggris juga merupakan alat untuk berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan yang sangat memiliki peran penting, khususnya bagi siswa sekolah menengah kejuruan. Selain menguasai skill sesuai dengan jurusan, peran komunikasi lewat bahasa juga menjadi cerminan yang sangat dinamis untuk bisa berkompetisi di tingkat lokal bahkan di tingkat internasional. Aplikasi Duolingo adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk belajar bahasa inggris dengan metode pembelajaran mandiri, penggunaan aplikasi berbasis game, gamifikasi dan pantau kemajuan, serta siswa bisa mahir berbahasa inggris. Kegiatan pengabdian yang diadakan di SMK Karya Utama Tanjung Balai ini untuk memberikan Pelatihan kepada siswa SMK tentang penggunaan Aplikasi Duolingo yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan pada akhirnya siswa akan mahir dalam bahasa inggris. Kata kunci: siswa; bahasa; aplikasi
PELATIHAN KEAMANAN CYBER UNTUK ANAK-ANAK DAN ORANG TUA DI MESJID IKHSAN KOTO SIBAUAK Nurmaliana Pohan; Juna Eska; Hidayatullah Hidayatullah
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1813

Abstract

Abstarct : In the increasingly developing digital era, internet use has become an inseparable part of everyday life. However, with the convenience offered by technology, there are also various cyber security risks that can endanger children and the elderly. To address this problem, the "Cyber Security Training for Children and Parents" project aims to provide a better understanding of online threats and steps that can be taken to protect oneself and one's family in cyberspace. The project will present a series of trainings covering important topics such as safe use of social media, password control and privacy protection. Participants will be taught by facilitators who are experts in the field of cyber security, and they will be given a guide that can be used as a reference to ensure security in their online activities. The training will involve children aged 10-18 years as well as their parents, with the hope that the knowledge gained will provide better protection for the entire community. This project requires financial support to finance facilitators, training materials and promotional activities. With financial assistance and contributions from various parties, we hope to increase awareness about cyber security and provide the skills needed to face challenges in cyberspace. Keywords: internet of things (IoT);  internet technology  Abstrak : Di era digital yang semakin berkembang, penggunaan internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Namun, dengan kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, muncul pula berbagai risiko keamanan cyber yang dapat membahayakan anak-anak dan orang tua. Untuk mengatasi masalah ini, proyek "Pelatihan Keamanan Cyber untuk Anak-anak dan Orang Tua" bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang ancaman online dan langkah-langkah yang dapat diambil untuk melindungi diri dan keluarga di dunia maya. Proyek ini akan menyajikan serangkaian pelatihan yang mencakup topik-topik penting seperti penggunaan yang aman di media sosial, pengendalian kata sandi, dan perlindungan privasi. Para peserta akan diajarkan oleh para fasilitator yang ahli di bidang keamanan cyber, dan mereka akan diberikan panduan yang dapat digunakan sebagai referensi untuk memastikan keamanan dalam aktivitas online mereka. Pelatihan akan melibatkan anak-anak usia 10-18 tahun serta orang tua mereka, dengan harapan bahwa pengetahuan yang diperoleh akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh komunitas. Proyek ini memerlukan dukungan dana untuk membiayai fasilitator, materi pelatihan, dan promosi kegiatan. Dengan bantuan dana dan kontribusi dari berbagai pihak, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang keamanan cyber dan memberikan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan di dunia maya. Kata Kunci : security; cyber; child; parent
PENGENALAN METODE WAWANCARA KELOMPOK FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) DI SMP ANASTASYA: "MEMBANGUN KETERAMPILAN PEMAHAMAN BERDISKUSI" Karisma Erikson Tarigan; Rosa Maria Simamora
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1814

Abstract

Abstract: This community service aims to explain how students at Anastasya Middle School understand the focus group discussion (FGD) method, and the extent to which this understanding influences their involvement in group discussion activities. This study applies design-based research (DBR), a systematic yet flexible research method that aims to improve educational practice through iterative analysis, design, development, and implementation of scientific collaboration in real action settings and has an impetus towards the development of context-based learning principles and theories. The results of observations of the students' abilities obtained an average of 89.00 with a completion percentage of 50%. So the students' ability level at this stage is categorized as good. The average score is 89.00 which is in the good category with a classical completion percentage reaching 50%. The results obtained indicate that the students' ability to implement a scientific approach is good. Through the opportunities given, each student, after identifying their own shortcomings and weaknesses, began to make improvements after conducting a focus group discussion. Keyword: Focus Group Discussion, speaking skill.Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemahaman siswa di SMP Anastasya terkait metode wawancara kelompok terfokus (FGD), dan sejauh mana pemahaman tersebut memengaruhi keterlibatan mereka dalam kegiatan diskusi kelompok. Penelitian ini menerapkan penelitian berbasis desain (DBR), sebuah metode penelitian sistematis namun fleksibel yang bertujuan untuk meningkatkan praktik pendidikan melalui analisis berulang, desain, pengembangan, dan implementasi kolaborasi ilmiah dalam pengaturan tindakan nyata dan memiliki implikasi terhadap pengembangan prinsip dan teori pembelajaran berbasis konteks. Hasil observasi kemampuan para siswa memperoleh rata-rata 89.00 dengan persentase ketuntasan 50%. Maka tingkat kemampuan para siswa pada tahap ini terkategori baik. Nilai rata-rata 89,00 yang berada para kategori baik dengan persentase ketuntasan secara klasikal mencapai 50%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kemampuan para siswa dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik sudah baik. Melalui kesempatan yang diberikan, setiap siswa setelah melakukan identifikasi kekurangan dan kelemahan masing masing, mulai melakukan perbaikan setelah dilakukan focus group discussion. Kata kunci: Focus Group Discussion, Kemampuan Berbicara.  
PELATIHAN WRITING BAGI SISWA MAS BAHRUL ULUUM AL KAMAL ASAHAN Akmal Akmal; Suparmadi Suparmadi; Zulkarnain Sirait
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1881

Abstract

Abstract. This training was focused on the writing skill in English language and the paricipants were the students of MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan.. The speakers used the field methods in this training of English education. The speakers told about the English tenses because the English writing skill had to use the tenses and if the students were able to understand the English basic tenses, they will make the sentences in English very well and correctly. The basic tenses that were used in this training were present tense, past tense, present perfect tense, and present future tense. The speakers elaborated the tenses more details and completely. They were able to identify the basic tenses which used in English writing and they were so satisfied in getting the training from the speakers.    Keywords : english; speaker; tenses Abstrak. Pelatihan ini difokuskan pada keterampilan menulis dalam bahasa Inggris dan pesertanya adalah siswa-siswi MAS Bahrul Uluum Al-Kamal Asahan. Pemateri menggunakan metode lapangan dalam pelatihan pendidikan bahasa Inggris ini. Pemateri menceritakan tentang tenses bahasa inggris karena keterampilan menulis bahasa inggris harus menggunakan tenses dan jika siswa mampu memahami basic tenses bahasa inggris maka mereka akan membuat kalimat dalam bahasa inggris dengan sangat baik dan benar. Tenses dasar yang digunakan dalam pelatihan ini adalah present tense, past tense, present perfect tense, dan present future tense. Pemateri menguraikan tenses tersebut lebih detail dan lengkap. Mereka mampu mengidentifikasi tenses dasar yang digunakan dalam penulisan bahasa Inggris dan mereka sangat puas mendapatkan pelatihan dari para pembicara. Kata Kunci :bahasa inggris; pemateri; tenses
MEMBANGUN KETERAMPILAN DIGITAL: PELATIHAN PENGGUNAAN SCRATCH DI SMK NEGERI 8 PEKANBARU Nurliana Nasution; Feldiansyah Bakri Nasution; Mhd Arief Hasan; Muhammad Al Fajar
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1932

Abstract

Abstract: This community service aims to enhance the programming skills of students at SMK Negeri 8 Pekanbaru through Scratch training. The problems addressed include limited access to and knowledge of programming among students, as well as low participation rates in technology learning. With a practical and interactive approach, the training involved 7 students and one accompanying teacher. The methods used included introducing basic programming concepts, case studies, and practical projects. Evaluation results showed a significant improvement in understanding basic programming concepts, ability to create simple projects, and interest in programming. The level of student participation in the training sessions reached 100%, indicating high enthusiasm and engagement. This activity proves to be an effective step in preparing students to face the challenges in an increasingly digitally connected workforce. Keywords: pelatihan; pemrograman; scratch; siswa; SMK.  Abstrak: Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan pemrograman siswa SMK Negeri 8 Pekanbaru melalui pelatihan penggunaan Scratch. Masalah yang dihadapi adalah keterbatasan akses dan pengetahuan siswa terkait pemrograman serta rendahnya tingkat partisipasi dalam pembelajaran teknologi. Dengan pendekatan praktis dan interaktif, pelatihan dilaksanakan dengan melibatkan 7 siswa dan satu guru pendamping. Metode yang digunakan mencakup pengenalan konsep dasar pemrograman, studi kasus, dan proyek praktikum. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep dasar pemrograman, kemampuan membuat proyek sederhana, dan minat terhadap pemrograman. Tingkat partisipasi siswa dalam sesi pelatihan mencapai 100%, menandakan antusiasme dan keterlibatan yang tinggi. Kegiatan ini membuktikan dirinya sebagai langkah efektif dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin terhubung secara digital. Kata kunci: training; programming; scratch; students; vocational school.
SERVICE EXCELLENCE BAGI PERANGKAT DESA PADA KANTOR DESA TELUK DALAM Santoso Santoso; Elly Rahayu; Rohminatin Rohminatin; Niki Fazira
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1974

Abstract

Abstract: The Prima (service excellence) is responsible for all services rendered to the public. The cuts are made from the fat of the soul, so the members on the first day they eat the fat. The first step is to lay down the first step of the treasury, which is covered with a large amount of money, and the public is left without a trace. The principle of service excellence is to provide the best service (service excellence) or attitude, attention, action, and appearance,  (accountability). The PKM has been established in the membership of the members, and the staff is working on the pessary and the equipment. The staff is working on the pessary and the equipment is working on the pessary. first (service excellence) always paid. The local police station in the Department of Public Works, Jalan Besar, Department of Public Works, has 40 beds, the PKK Department of Public Works, and the LPM department have paid the fee and now the pessimists are waiting for the pessimists. The method is used to determine the method penyuluhan melalui kegiatan tatap muka from diskusi. It is important to note that the material used in the study is a different principle of education, the study of which is based on the principles of education that are applied to the public, and the technology that is used to develop the public education. The resulting cash flow is covered by the PKM team STMIK Royal, which is covered by the payment of the penalties for the entry of the members of the first batch of the cash flow, and the cash flow is covered by the cash flow, and the cash flow is covered by the cash flow.. Keyword:  training, service, excellent; community, village Abstrak: Layanan Prima  (service excellence) menjadi kewajiban yang harus dilakukan oleh penyelenggara pelayanan publik. Kesejahteraan masyarakat dapat diraih salah satunya dengan memberikan layanan prima kepada masyarakat. Layanan prima lahir dari kepedulian penyelenggara pelayanan publik terhadap kebutuhan dan harapan masyarakat. Terdapat beberapa prinsip yang berkaitan dengan  pelayanan prima (service excellence)  yaitu attitude, attantion,action, appearance  (dan accountability.Tujuan dari kegiatan PkM ini adalah memberikan pengetahuan dan wawasan  kepada peserta yang merupakan aparat Desa Teluk Dalam Kecamatan Teluk Dalam Kabupaten Asahan   bagaimana memberikan layanan prima (service excellence) kepada masyarakat. Lokasi kegiatan di Kantor Desa Teluk Dalam Jalan Besar Teluk Dalam Dusun II dengan jumlah peserta 40 orang terdiri dari aparat desa, pengurus dan anggota tim PKK Desa Teluk Dalam, LPM serta beberapa masyarakat yang juga ikut menjadi peserta dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan pendidikan masyarakat dengan metode penyuluhan melalui kegiatan tatap muka dan diskusi.  Beberapa materi yang diberikan diantaranya prinsip-prinsip pelayanan prima, studi kasus  pengaduan masyarakat tentang pelayanan publik dan penggunaan teknologi untuk meningkatkan  pelayanan publik. Kata kunci: pelatihan,layanan,prima;masyarakat,desa 
WORKSHOP DESAIN GRAFIS UNTUK MENINGKATKAN IDENTITAS UMKM Andri Nata; Febby Madonna Yuma; Iin Almeina Lubis
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1975

Abstract

Abstract: The Graphic Design Workshop to Enhance SME Identity is an initiative aimed at empowering micro, small, and medium enterprises through the strengthening of their visual identity. In today's competitive digital era, a strong and consistent visual identity is a key factor in attracting customers' attention and building a trustworthy brand. This workshop is designed to provide intensive training to SME practitioners on the basic principles of graphic design, the use of design software, and effective visual identity development strategies. Through a practical and interactive approach, participants will learn how to create logos, product packaging, promotional materials, and engaging, professional social media content. The expected outcome of this workshop is an improvement in participants' graphic design skills that can be directly applied to their businesses, thereby increasing competitiveness and market visibility. Evaluation of the workshop shows that participants experience significant improvements in design skills and understanding of the importance of a strong visual identity for business growth. This workshop demonstrates that with the right support and training, SMEs can leverage graphic design to build a unique and captivating identity, ultimately contributing to the success of their businesses.            Keywords: Graphic Design; Logo; UMKM;  Abstrak: Workshop Desain Grafis untuk Meningkatkan Identitas UMKM adalah sebuah inisiatif yang bertujuan untuk memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penguatan identitas visual mereka. Dalam era digital yang kompetitif ini, identitas visual yang kuat dan konsisten menjadi faktor kunci untuk menarik perhatian pelanggan dan membangun brand yang terpercaya. Workshop ini dirancang untuk memberikan pelatihan intensif kepada pelaku UMKM tentang prinsip-prinsip dasar desain grafis, penggunaan perangkat lunak desain, dan strategi pengembangan identitas visual yang efektif. Melalui pendekatan praktis dan interaktif, peserta akan belajar cara membuat logo, kemasan produk, materi promosi, serta konten media sosial yang menarik dan profesional. Hasil yang diharapkan dari workshop ini adalah peningkatan kemampuan desain grafis peserta yang dapat diterapkan langsung pada usaha mereka, sehingga meningkatkan daya saing dan visibilitas di pasar. Evaluasi dari workshop menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam keterampilan desain dan pemahaman tentang pentingnya identitas visual yang kuat untuk pertumbuhan bisnis. Workshop ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan pelatihan yang tepat, UMKM dapat memanfaatkan desain grafis untuk membangun identitas yang unik dan memikat, yang pada akhirnya berkontribusi pada keberhasilan usaha mereka. Kata kunci: Desain Grafis; Logo; UMKM; 
PEMANFAATAN APLIKASI PEMBAYARAN SPP DALAM PENGEMBANGAN SMART SDM PADA PONDOK PESANTREN SIRAJUL MUSTHAFA SILAU LAUT Nasrun Marpaung; Rolly Yesputra; Edi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1977

Abstract

Abstract: The advancement of information technology has significantly influenced all aspects of life, particularly in the field of education. In educational settings, the service sector plays a crucial role for institutions to ensure that all stakeholders benefit from its offerings and adapt to the digital world. One example is the implementation of SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) applications, which provide numerous advantages for both schools and parents. The utilization of SPP applications enhances the efficiency and effectiveness of school financial management. These applications are designed based on specific school requirements using the web-based CodeIgniter framework, enabling online access. SPP streamlines the SPP payment process for schools, saving time and effort. Additionally, SPP applications facilitate the tracking of students' SPP payment history, allowing for easier monitoring and evaluation of payment transparency. SPP applications serve as a viable solution to improve the efficiency and effectiveness of school financial management, while also promoting convenience and transparency in the SPP payment process. Therefore, schools and parents are encouraged to adopt SPP applications to enhance the quality of education, particularly in the service sector. Keyword: application;school financial management;parents of students.  Abstrak: Perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi segala aspek, terutama pada aspek pendidikan. Dalam lingkungan pendidikaan, bidang pelayanan merupakan peran penting bagi penyelenggara agar seluruh sumber daya terkait merasakan manfaatnya dan beradaptasi dengan dunia digital. Salah satu contohnya adalah penggunaan aplikasi SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) yang menawarkan berbagai manfaat bagi sekolah dan orang tua murid. Pemanfaatan aplikasi SPP dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan sekolah. Aplikasi yang dirancang berdasarkan kebutuhan sekolah dengan framework codeigniter berbasis web yang hasilnya dapat diakses secara online. SPP dapat membantu sekolah dalam mengotomatisasi proses pembayaran SPP, sehingga menghemat waktu dan tenaga. Selain itu, aplikasi SPP juga dapat membantu sekolah dalam melacak riwayat pembayaran SPP siswa, sehingga memudahkan dalam monitoring dan evaluasi terkait transparansi dalam proses pembayaran SPP. Pemanfaatan aplikasi SPP merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan sekolah, serta memberikan kemudahan dan transparansi dalam proses pembayaran SPP. Oleh karena itu, sekolah dan orang tua murid didorong untuk menggunakan aplikasi SPP dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan terutama dibidang pelayanan. Kata kunci: aplikasi SPP;keuangan sekolah;orang tua murid. 
WORKSHOP PELATIHAN PENGENALAN MESIN FEELING 5 JENIS MINUMAN BERBASIS MICROCONTROLER DI SEKOLAH ALMA’SUM Ricki Ananda; Muhammad Amin; Nuriadi Manurung
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v4i1.1998

Abstract

Abstrak: The large number of coffee lovers sometimes makes coffee maker users overwhelmed in mixing coffee and combining various flavors, blends of coffee and other mixed ingredients such as milk, sugar, sweeteners and others. Apart from that, sometimes it takes a long time to make coffee, so many consumers complain and sometimes work accidents occur. when making or compounding coffee (the glass spills).  After conducting research, it was found that the device design had 5 inputs, consisting of 5 buttons which were supplied with 5VDC voltage and supplied by Arduino. Meanwhile, the output consists of 5 outputs, or 5 pump motors which are supplied from a 12VDC/2A adapter. When button 1 is pressed, the LCD 2004+I2C will display information in the form of the type of drink that will be dispensed, as well as buttons 2 to button 4. Each delay on the pump motor has its own delay, where pump 1 has a delay setting of 17 seconds for the glass filling size. 0.250 ml, for pump 2 the delay setting is 33 seconds, pump 3 has a delay setting of 22 seconds, pump 4 has a delay setting of 15 seconds and pump 5 has a delay setting of 9 seconds. The difference in delay settings is influenced by the length of the pipe or hose that will fill the glass. Kata kunci: coffee machine; 5 input; 5 output; beverage filling machine.  Abstract: Banyaknya penikmat coffe, terkadang membuat user pembuat kopi kewalahan dalam meracik coffe dan memadukan berbagai macam rasa paduan antara coffe dan bahan campuran lainnya seperti susu, gula, pemanis dan lainnya, selain itu terkadang lamanya waktu pembuatan coffe sehingga banyak konsumen mengelurh serta terkadang terjadi kecelakaan kerja pada saat pembuatan atau peracikan coffe (gelas tumpah).  Setelah dilakukannya penelitian mendapati bahwa Rancangan alat memiliki 5 input, yang terdiri 5 button yang disupply dengan tegangan 5VDC dan disupply oleh arduino. Sedangkan output terdiri dari 5 ouput, atau 5 motor pompa yang disupply dari adaptor 12VDC/2A. Ketika button 1 ditekan, maka LCD 2004+I2C akan menampilkan informasi berupa jenis minuman yang akan dikeluarkan, begitu juga dengan button 2 sampai dengan button 4. Setiap delay pada motor pompa memiliki delay tersendiri, dimana pompa 1 pengaturan delay 17 detik untuk ukuran pengisian gelas 0,250 ml, untuk pompa 2 pengaturan delay 33 detik, pompa 3 pengaturan delay 22 detik, pompa 4 pengaturan delay 15 detik dan pompa 5 p pengaturan delay 9 detik. Perbedaan pengaturan delay dipengaruhi panjang pipa atau selang yang akan mengisi gelas. Keyword: mesin kopi; 5 input; 5 output; mesin fiiling minuman.